Profil Medina Zein – Pengusaha Muda Pemilik MD Clinic yang Tersandung Kasus Narkoba

Info Biografi.Com – Belum lama ini nama Medina Zein mencuat dengan melaporkan Irwansyah atas dugaan kasus penggelapan dana PT Bandung Berkah Bersama dengan bisnis kue Bandung Makuta. Namun belum selesai dengan kasus tersebut, namanya kembali ramai diperbincangkan karena dikabarkan Medina positif mengonsumsi narkotika jenis Amfetamin. Terungkapnya kasus Medina merupakan hasil keterangan kakak iparnya, Ibra Azhari yang merupakan tersangka yang lebih dulu diamankan polisi.

Lantas siapakah Medina Zein sebenarnya? simak profil lengkap Medina zein berikut ini.

Baca Juga : Profil Reino Barack Pengusaha Muda Indonesia Suami Syahrini

Profil Medina Zein

Medina Zein memiliki nama lengkap Medina Susani Daivina Zein merupakan pengusaha muda kelahiran 23 Mei 1992, Bandung, Jawa Barat. Medina menggeluti bisnis kecantikan yang mampu meraup omzet miliaran rupiah perbulannya sehingga membuat Medina menjadi penguasa sukses di usia yang sangat muda.

Medina Zein menempuh pendidikan kebidanan di Akademi Kebidanan Stikes Budi Luhur, Bandung. Namun setelah lulus, ia lebih tertarik mendalami dunia kecantikan. Hingga di tahun 2012, ia mendirikan sebuah klinik kecantikan kecil-kecilan yang saat ini telah bertransformasi dengan nama MD Clinic.

Di tahun 2014, Medina kembalu mengembangkan usahanya di bidang fashing yang diberi nama Medinazein Boutique dan memperluas bisnisnya ke ranah travel PT. Medina Global Travelindo.

Medina Zein menikah diusia 19 tahun dan tinggal bersama suaminya di sebuah kosan kecil. Dipernikahan pertamanya, Medina Zein dikaruniai seorang anak laki-laki. Namun pernikahan tersebut kandas dan mereka resmi bercerai di tahun 2016. Dan pada Agustus 2017, Medina Zein menikah dengan Lukman Azhari dan dikaruniai satu anak. Lukman Azhari merupakan adik dari aktris Sarah Azhari.

Baca Juga : Biografi Reza Nurhilman Presiden Maicih

Belum lama ini, tepatnya di bulan Oktober 2019, Medina Zein muncul dihadapan media dengan melaporkan Irwansyah atas dugaan kasus penggelapan dana. Irwansyah diduga telah melakukan penggelapan dana PT Bandung Berkah Bersama dengan bisnis kue Bandung Makuta. Medina Zein diketahui menemukan aliran dana yang masuk ke rekening Irwansyah bernilai milyaran rupiah.

Namun, belum selesai kasus dengan Irwansyah, Medina Zein kembali muncul dengan kabar yang mengejutkan. Medina dikabarkan positif mengonsumsi narkotika jenis Amfetamin. Terungkapnya kasus Medina merupakan hasil keterangan kakak iparnya, Ibra Azhari yang merupakan tersangka yang lebih dulu diamankan polisi.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Medina Zein – Pengusaha Muda Pemilik MD Clinic. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil James Riady – Konglomerat Indonesia Bos Lippo Group Paling Lengkap

InfoBiografi.Com – James Riady merupakan konglomerat besar Indonesia yang tak lain adalah anak dari pendiri Lippo Group Mochtar Riady. James merupakan penerus kedua dari Lippo Group yang saat ini menjabat sebagai CEO Lippo Group. Lippo Group sendiri merupakan perusahaan yang beranggotakan para konglomerat dan merupakan grup konglomerat terbesar dengan kekayaan nomor satu di Indonesia.

James merupakan pewaris tunggal kekayaan ayahnya Mochtar Riady. James seorang bankir yang memiliki kemampuan tinggi untuk merancang bisnis yang akan digunakan sangat cepat, tepat serta inovatif. Untuk lebih lengkapnya, simak profil lengkap James Riady konglomerat besar Bos Lippo Group.

Baca Juga : Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK

Profil James Riady

James Tjahaja Riady lahir pada tahun 1957 di Jakarta, dari pasangan Mochtar Riady dan Suryawati Lidya yang merupakan keturunan Chinese-Indonesia. Saat masih anak-anak, James dikirim ayahnya untuk sekolah di Macau. Sejak kecil, ia diajarkan untuk mandiri. Selama 4 tahun di Macau, ia kembali melanjutkan studinya ke Australia dan kuliah di University of Melbourne.

Selama delapan tahun di Australia untuk menamatkan kuliahnya di University of Melbourne, kemudian ayahnya mengirim James ke Amerika untuk terjun ke dunia Perbankan di tahun 1977.

James pertama kali bekerja di Irving Trust Banking Company saat berusia 18 tahun selama satu tahun. Kemudian, ia pindah ke wilayah Arkanas dan mendirikan bank bernama Worthen Bank dengan modal $20 juta dollar.

Di tahun 1984, James ditunjuk sebagai presiden direktur Worthen Bank, selain itu istri Bill Clinton yakni Hilary Clinton juga menjadi pengacara dari Bank yang dipimpin oleh James Riady. Hal tersebut membuat hubungan antara keluarga Clinton dan keluarga Riady menjadi sangat dekat.

Baca Juga : Profil Reino Barack Pengusaha Muda Indonesia Suami Syahrini

Selang beberapa tahun, James pindah ke Los Angeles untuk menjalankan cabang Lippo Bank di sana. Namun, perkembangan Lippo Bank di Los Angeles kurang baik terbukti dengan adanya kredit macet serta pelanggaran undang-undang mengenai pencucian uang.

Saat ini, seluruh bisnis Lippo Group di pimpin oleh James Riady. Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang, di antaranya properti, ritel, keuangan dan media. Dibidang properti meliputi kota satelit, perumahan, kondominium, perkantoran kelas A, pendidikan, pusat industri, pusat belanja, hotel, golf dan rumah sakit. Selain di Indonesia juga memiliki properti sejenis di Tiongkok dan Singapura.

Di bisnis eceran menguasai beberapa usaha seperti Matahari Putra Prima meliputi Foodmart, Matahari Dept. Store dan Hypermart serta eceran di produk kesehatan dan kecantikan.

Bisnis usaha di bidang media, telekomunikasi, teknologi informasi dan TV kabel. Jasa keuangan seperti perbankan, asuransi, dan lainnya dengan fokus di Asia.

Menurut majalah Forbes, kekayaan James Riady beserta keluarga ditaksir senilai 1,87 miliar dollar US atau sekitar 24,6 triliun rupiah dan masuk dalam jajarran 10 orang terkaya di Indonesia tahun 2016.

Baca Juga : Profil Yongki Komaladi Pengusaha Sepatu Lokal

Selain berbisnis, James juga aktif dalam bidang sosial dengan tetap berdiri dibawah naungan bendera Lippo Group. Ia memiliki kemudian mendirikan sebuah pendidikan terpadu untuk menyalurkan minatnya di bidang sosial ini, melalui Sekolah Pelita Harapan (SPH).

Nama James Riady kembali mencuat dalam pembangunan “Meikarta” sebuah nama baru yang disematkan oleh CEO Lippo Group ini untuk megaproyek Kota Baru di Cikarang dengan total luas 500 hektare. Dengan nilai investasi mencapai Rp 200 triliun lebih.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil James Riady Bos Lippo Group. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Yongki Komaladi – Pengusaha Sepatu Lokal Sukses di Indonesia

InfoBiografi.Com – Bagi anda pecinta fashion, pasti sudah tidak asing lagi dengan brand Yongki Komaladi. Dikenal sebagai brand merk sepatu dan sandala yang sangat familiar di Indonesia, Yongki Komaladi merupakan produk yang berada dibawah naungan PT Sumber Kreasi Fumiko.

Brand Yongki Komaladi merupakan produk yang diciptakan oleh sosok yang rendah hati Kwok Joen Sian atau lebih dikenal dengan Yongki Komaladi. Untuk lebih lengkapnya, simak profil lengkap Yongki Komaladi sebagai pengusaha sukses sepatu lokal di Indonesia.

Baca Juga : Profil Reino Barack Pengusaha Muda Indonesia Suami Syahrini.

Profil Yongki Komaladi

Yongki Komaladi merupakan pria kelahiran Tanjung Karang, Bandar Lampung pada 18 Agustus yang memiliki nama asli Kwok Joen Sian. Yongki adalah anak ke 14 dari 15 bersaudara yang dilahirkan dari pasangan Liauw A Ho dan Kwok Pit Tjong.

Pendidikan sekolah dasar Yongki dirampungkan di SD Petojo, SMP Pax Kemakmuran dan SMU Katolik Ricci. Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Singapura dengan masuk di Swiss Cittage Secondary Scholl dan kemudian ke Stamfrd College School Singapore mengambil jurusan bisnis manajemen. Namun, studinya harus terhenti karena belum cuku setahun, ia harus kembali ke Indonesia karena ibunya Meninggal Dunia.

Selanjutnya, Yongki Komaladi bekerja di butik pakaian import milik orangtua angkatnya di kawasan Duta Merlin, Jakarta. Hingga akhirnya ia ditawari untuk menjadi model kacamata oleh salah satu pelanggan butik tempatnya bekerja.

Baca Juga : Biografi Reza Nurhilman Presiden Maicih

Yongki kemudian menjadi model kacamata optik Oculus dan berpasangan dengan Ray Sahetapi ketika itu. Tak lama kemudian, ia pernah menjadi model busana desainer ternama bersama Pierre Bruno, ketika itu ia masih berumur 25 tahun.

Karirnya sebagai model terus menanjak, bahkan Yongki Komaladi kerap keliling dari Asia ke Eropa bersama para desainer.

Selain sebagai model, Yongki juga pernah menjadi asisten desainer dan pernah terjun dalam dunia perfilman bersama Meriam Belina dan Titi DJ.

Bergelut didunia modeling selama 10 tahun, membuat pria yang saat itu masuk kepala tiga mulai berfikir untuk perlahan-lahan mundur dari dunia modeling yang kala itu karirnya sedang ada dipuncak.

Memiliki pengalaman sebagai model, kemudian Yongki bekerja sama di Ramayana Departemen Store dan juga di Borobudur sebagai Chief Merchandiser namun ia masih tetap mengikuti beberapa fashion show.

Baca Juga : Profil Gibran Rakabuming Raka Pengusaha Catering ChiliPari

Di tempat ia bekerja inilah, Yongki biasa melibatkan diri dibagian desain produk, foto produk hingga promosi. Model-model pakaian yang ia desain menjadi populer saat itu. Hingga suatu saat salah satu atasanya mengeluh sebab sepatu yang dijual selalu kurang dan menawarkan Yongki untuk mendesain sepatu sekaligus membuatnya.

Inilah awal Yongki Komaladi memulai karirnya di duni sepatu, hingga akhirnya ia sukses mengenalkan produk miliknya dengan merk namanya sendiri yaitu Yongki Komaladi.

Yongki kerap melakukan berbagai riset pasar untuk mendesain sepatu buatannya sehingga ia mengetahui perkembangan dan selera konsumen terhadap desain sepatu terkini.

Berbekal hubungan baik yang ia jalin dengan para desainer busana kala ia menjadi model, Yongki Komaladi lalu bekerja sama sehingga sepatu miliknya sering dipakai dalam peragaan busana menjadikan produknya semakin terkenal dan mudah diterima oleh masyarakat.

Baca Juga : Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK

Tidak hanya sepatu, Yongki Komaladi juga memiliki bisnis seperti busana, tas, makanan hingga bisnis online. Tidak hanya membuat produk untuk wanita saja, Yongki juga mengembangkan bisnis sepatunya mulai dari anak-anak hingga dewasa yang banyak diminati konsumen. Inilah yang membuat Yongki Komaladi menjadi salah satu pengusaha sukses dengan produk lokal kualitas tinggi yang mampu menyaingi brand luar negeri.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Yongki Komaladi Pengusaha Sepatu Lokal. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Reino Barack – Pengusaha Muda Indonesia Suami Syahrini

InfoBiografi.Com – Nama Reino Barack semakin banyak dikenal masyarakat setelah beberapa kali dikabarkan memiliki hubungan khusus dengan selebriti tanah air, mulai Luna Maya hingga akhirnya menikahi penyanyi sensasioal Syahrini di 27 Februari 2019 lalu.

Reino Barack merupakan seorang pengusaha muda dibagian media yang kaya raya yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Pengembangan Usaha di Global Mediacom. Ia juga dikenal sebagai tokoh kunci yang melatarbelakangi terciptanya serial tokusatsu pertama Indonesia, BIMA Satria Garuda. Untuk lebih lengkapnya, simak profil Reino Barack, pengusaha muda suami penyanyi Syahrini.

Baca Juga : Profil Gibran Rakabuming Raka Pengusaha Catering ChiliPari

Profil Reino Barack

Reino Barack memiliki nama lengkap Reino Ramaputra Barack lahir di Jakarta, 21 Juni 1984. Ayahnya Rosano Barack menjabat sebagai Presiden Komisaris Global Mediacom yang berdarah Jepang-Indonesia, dan ibunya Reiko Barack berdarah asli Jepang. Meskipun besar dalam kultur dan filosofi budaya Jepang yang kental, Reino tumbuh di Jakarta dan sempat bersekolah di Al-Azhar pusat.

Tahun 2007 setelah lulus dari American University of Paris di Prancis, Reino sempat bekerja di Merrill Lynch, Tokyo, sebagai Equity Officer. Dan di tahun yang sama, ia pindah ke Makes & Partner Corporate Law Firm dengan posisi Associate.

Sekembalinya ke Tanah Air, Reino diutus untuk menjadi Penasehat Transaksi di Ernest & Young. Ditahun 2008, ia bergabung dengan perusahaan yang dibesarkan oleh sang ayah, PT Global Mediacom Tbk sebagai Business Development Manager dan Corporate Finance.

Baca Juga : Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK

Diperusahaan tersebut Reino banyak menelurkan ide-ide cemerlang, salah satunya program tv berkualitas untuk anak-anak dan banyak mengambil film efek visual bergenre superhero Jepang. Reino juga pernah menjadi penghubung antara MNC dengan perusahaan jepang yang menaungi JKT48

Reino pula yang menjadi pencetus serial Tokusatsu pertama di Indonesia, “Bima Satria Garuda” yang tayang di RCTI. Untuk mewujudkan program ini, Reino sempat ebrkunjung ke Ishimiro production jepang, yang merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi serial anime di jepang.

Serial Bima Satria Garuda dinilai cukup sukses dan diproduksi sampai 50 episode. Anggarannya pun lebih besar dibandingkan serial pertama.

Selain menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Pengembangan Usaha di Global Mediacom, Reino juga memiliki bisnis kuliner yang cukup terkenal di Indonesia.

Baca Juga : Biografi Reza Nurhilman Presiden Maicih

Kehidupan pribadi Reino Barack mulai terekspose setelah banyak menjalin hubungan dengan beberapa selebriti tanah air. Mulai menjalin hubungan dengan Sandra Dewi dan seorang pengusaha mode Elsa Kurniawan.

Reino juga sempat menjalin hubungan dengan aktris cantik Luna Maya selama hampir 5 tahun, namun hubungan mereka berakhir di tahun 2018.

Tak lama lepas dari Luna Maya, Reino Barack kembali memiliki hubungan khusus dengan penyanyi kontroversi Syahrini. dan pada tanggal 27 Februari 2019, Reino resmi mempersunting Syahrini yang digelar secara tertutup di Jepang.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Reino Barack Pengusaha Muda Indonesia Suami Syahrini. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Gibran Rakabuming Raka – Pengusaha Catering Sukses Anak Presiden Jokowi

InfoBiografi.Com – Gibran Rakabuming adalah seorang pengusaha Indonesia yang bergerak dalam usaha katering yang diberi nama Chilli Pari dan pendiri usaha kuliner martabak yang dikenal dengan Markobar. Gibran Rakabuming merupakan putra sulung presiden RI Joko Widodo dan ibu Iriana yang bisa disebut sebagai entrepreneur muda yang sukses di bidang kuliner.

Setelah sukses dengan usaha cateringnya, kini Gibran digadang-gadang berniat maju Pilkada Solo 2020 dan maju sebagai calon wali kota Solo. Untuk lebih lebih lengkapnya, simak profil Gibran Rakabuming Raka, putra sulung presiden Joko Widodo sebagai pengusaha catering sukses.

Baca Juga : Profil Lengkap Joko Widodo (Jokowi)

Profil Gibran Rakabuming Raka

Gibran Rakabuming Raka lahir di Solo, 1 Oktober 1987 yang merupakan putra sulung dari presiden RI Joko Widodo dan ibu Iriana periode 2014-2019. Gibran memiliki dua adik yaitu Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep. Pendidikan dasar dan menengah pertama Gibran tempuh di Solo. Namun setelah itu, Gibran melanjutkan pendidikan SMA di Singapura tepatnya di Orchid Park Secondari School di tahun 2002, dan selanjutnya menempuh pendidikan di Management Development Institute of Singapore (MDIS). Setelah lulus, Gibran kembali melanjutnya studinya di University of Technology Insearch, Sydney, Australia hingga lulus di tahun 2010.

Setelah menyelesaikan studinya, Gibran kembali ke Indonesia dan mulai membuka bisnis catering di tahun 2010 yang saat itu ia dibantu oleg belasan karyawan. Ketertarikan Gibran di dunia kuliner sudah ada sejak masih berkuliah di Singapura. Sebagai modal awal, Gibran mengajukan 7 proposal ke berbagai tempat dan enggan meminta modal dari Ayahnya, yang saat itu masih menjabat sebagai Walikota Solo. Dari 7 proposal yang diajukan, 1 proposal diterima oleh pihak Bank, sehingga Gibran mendapatkan pinjaman dana sebesar Rp. 1M untuk modal awal membuka bisnisnya.

Awalnya, pihak keluarga tidak mendukung keputusan Gibran untuk membuka bisnis catering, bahkan Jokowi dikabarkan sempat marah besar kepada Gibran karena ia tidak mau meneruskan bisnis mebel keluarganya. Namun, Gibran tetap menjalankan bisnis kulinernya, ia berpendapat bahwa bisnis catering belum menjadi industri, hanya masih usaha rumah tangga. Gibran bekerja keras untuk membuat bisnis cateringnya banyak dikenal dan mendapat kepercayaan dari masyarakat Solo.

Baca Juga : Biografi Reza Nurhilman Presiden Maicih

Untuk mendukung bisnisnya, Gibran menggunakan gudang mebel milik ayahnya untuk dijadikan sebagai kantor dan dapur catering. Akhirnya pada tahun 2011 cateringnya mulai dikenal dan diberi nama “Chili Pari CateringService” yang artinya keberanian dan kemakmuran. Selanjutnya ia mulai merekrut ratusan karyawan dan dapat melayani hingga ribuan pesanan.

Catering milik Gibran menawarkan berbagai jenis masakan mulai dari Jawa, Jepang, Eropa, dan lain-lain. Chili Pari Catering Service menerapkan sistem “piring terbang” sesuai dengan karaktristik orang Solo yang menerapkan prinsip “kalo tamu ngga dilayani, itu ngga sopan namanya”. Selain itu Chili Pari Catering Service juga melayani wedding organizer (pernikahan) seperti gedung, rias pengantin, dekor dan lain-lain.

Melihat bisnis putranya yang semakin berkembang pesat, akhirnya Jokowi luluh dan mengizinkan Gibran untuk mengelola catering wedding di gedung pertemuan Graha Saba milik Jokowi di Solo.

Selain sukses di bisnis cateringnya, Gibran juga sering mengikuti event nasional dan internasional, ia juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia(APJBI) kota Solo.

Di bulan Juni 2015, Gibran menikahi mantan Putri Solo yang bernama Selvi Ananda. Pada 10 Maret 2016, Selvi melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamai Jan Ethes Srinarendra dan 15 November 2019, Gibran dan Selvi dikarunai anak perempuan bernama La Lembah Manah.

Baca Juga : Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK

Pada 9 Juni 2018, Gibran mendirikan sebuah aplikasi pencari pekerja lepas dan paruh waktu yang bernama Kerjaholic bersama Leonard Hidayat, Josh Ching, Michael, Daniel Hidayat. Kerjaholic sendiri adalah sebuah aplikasi yang bisa menghubungkan para pencari kerja dengan pihak-pihak yang sedang mencari pekerja lepas dan paruh waktu.

Sukses di dunia usaha, Gibran Rakabuming Raka juga digadang-gadang akan maju sebagai calon Walikota Solo dalam Pilkada 2020 mendatang.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Gibran Rakabuming Raka Pengusaha Catering ChiliPari. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Biografi Reza Nurhilman Presiden Maicih – Pengusaha Keripik Sukses asal Bandung

InfoBiografi.Com – Pernah dengar kata ‘Maicih‘? atau bahkan anda pernah makan cemilan ‘Maicih’? Bagi kalangan anak muda yang hobi nyemil pasti sudah tidak asing lagi dengan kata ‘Maicih’. Jika kalian menyukai keripik pedas Maicih, maka Reza Nurhilman adalah sosok dibalik suksesnya keripik pedas Maicih.

Maicih sendiri merupakan merk produk cemilan berbahan dasar singkong yang memiliki tingkat kepedasan bermacam-macam level, mulai dari level 1 hingga level 5. Keripik pedas maicih sempat viral dikalangan pengguna media sosial, karena memang Reza Nurhilman hanya memasarkan produknya melalui media sosial. Berkat keripik Maicih mengantarkan Reza menjadi salah satu pengusaha muda sukses di Indonesia. Untuk lebih lebih lengkapnya, simak profil Reza Nurhilman sebagai Presiden Maicih, pengusaha muda sukses berkat keripik pedas Maicih.

Baca Juga : Profil Martha Tilaar Pendiri Martha Tilaar Group

Biografi Reza Nurhilman

Reza Nurhilman merupakan pria kelahiran Bandung, 29 September 1987, bungsu dari tiga bersaudara. Sejak kecil, orang tua Reza bercerai hingga membuatnya kemudian diasuh oleh orang tua angkat. Menyandang status Broken Home, membuat Reza sempat terjerumus ke hal-hal negatif saat masih muda.

Setelah lulus dari SMA N 2 Bandung, Reza tidak melanjutkan ke pendidikan perguruan tinggi dan memilih untuk merintis usaha. Bermodalkan dari uang yang berhasil ia kumpulkan, Reza kemudian mencoba berbagai jenis usaha.

Mulai dari berjualan bermacam-macam produk seperti barang elektronik hingga berjualan pupuk ia lakukan selama hampir empat tahun dari tahun 2015 hingga tahun 2009 untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun di tahun 2009, Reza memutuskan untuk berkuliah.

Baca Juga : Profil Mooryati Soedibyo Kisah Sukses Pendiri Mustika Ratu

Pada tahun 2010, Reza kembali mencoba berwirausaha dengan menjual keripik singkong pedas. Bisnis cemilan tersebut dimulai ketika ia bersama temannya pergi ke Cimahi. Disana Reza mencicipi keripik lada pedas buatan seorang nenek dan ia tertarik dengan rasa cemilan tersebut. Tanpa malu-malu Reza menanyakan resep keripik buatan nenek tersebut. Nenek itupun tanpa keberatan memberikan resepnya.

Berbekal resep dari nenek tersebut, membuat Reza kemudian fokus menggeluti usaha cemilan keripik singkong pedas. Dengan strategi bisnis yang tepat ia yakin bisnis cemilannya bisa dikenal di seluruh Indonesia.

Dengan modal 15 juta rupiah, Reza mulai memproduksi kerupuk singkong dan memproduksi 50 bungkus perhari. Ia memberi nama produk keripiknya Maicih dan diluncurkan pada Juni 2010. Ia membuat keripik pedasnya dengan level pedas berbeda-beda dari level 1 hingga level 5 yang dipasarkan dengan cara berkeliling dan memanfaatkan akun sosial media yang ia gunakan.

Di awal tahun 2011, usaha miliknya yang awalnya sebagai industri rumahan ini secara resmi telah memiliki CV. 29 Synergi. Kemudian perusahaan ini meraih kesuksesan dan mulai dikenal masyarakat dengan merk dagang ‘Maicih‘ pada Februari 2011. Kemudian PT.Maicih Inti Sinergi memisahkan diri dari produsen awal dan memiliki pabrik sendiri setelah permintaan semakin meningkat dengan Reza Nurhilman sebagai Komisaris.

PT. Maicih Inti Sinergi juga memiliki susunan manajerial yang sangat unik, dengan susunan antara lain: Presiden, Menteri Pangan, menteri Perhubungan, Menteri SDM, dua Menteri Menkominfo, dan Menteri Keuangan. Dengan total jenderal yang ada saat ini adalah sebanyak 144 orang, terbagi menjadi 4 kategori jenderal, yaitu: Jenderal Sepuh, Jenderal Batch 1, Jenderal Batch 2, dan Jenderal Batch 3.

Baca Juga : Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK

Untuk menghindari pemalsuan produk, Logo ‘Maicih’ mulai dipatenkan hak ciptanya. Produk Maicih dari PT. Maicih Inti Sinergi adalah : Keripik pedas level 3, keripik pedas level 5, keripik pedas level 10, baso goreng (basreng), gurilem, seblak pedas original, dan seblak keju pedas.

Selain susunan manajerial yang unik, produk Maicih secara resmi hanya bisa didapatkan di Jendral dan Tim Jendral yang tercantum di twitter @infomaicih. Selain itu, strategi pemasaran produk Maici juga sangat unik. Maicih dijual dengan cara yang berbeda dengan produk-produk lainnya. Presdiden Maicih memanfaatkan media twitter dan facebook untuk memasarkan produknya.

Meskipun hanya memasarkan produknya lewat media sosial, Maicih mampu bersaing dengan berbagai produk cemilan yang beredaran di pasaran. Terbukti Omset bisnisnya terus meningkat dengan pendapatan mencapai 7 milyar perbulan hanya dalam waktu setengah tahun saja.

Namun saat ini, kripik pedas buatan Reza sudah bisa ditemukan di minimarket maupun supermarket yang tersebar dibeberapa wilayah Indonesia. Saat ini Reza Nurhilman mampu memproduksi keripik Maicihnya hingga kapasitas 75 ribu bungkus perminggunya dengan omset mencapai puluhan milyar perbulan.

Baca Juga : Profil Ny. Rakhmat Sulistio Pendiri Jamu Sido Muncul

Kini, Reza Nurhilman sudah bisa dikatakan sebagai salah satu pengusaha sukses di usia muda. Dengan berbisnis keripik pedas, ia mampu membeli rumah mewah dan mobil mewah di usia muda.

Selain sebagai presiden Maicih, Reza juga kerap menjadi pembicara di berbagai kewirausahaan dan kini ia juga merambah ke bisnis properti dengan mendirikan PT Sinergy Land Property (SLP) yang menggarap beberapa proyek perumahan.

Itulah informasi yang diberikan tentang Biografi Reza Nurhilman Presiden Maicih. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Martha Tilaar – Pengusaha Sukses Pendiri Martha Tilaar Group Paling Lengkap

InfoBiografi.Com – Martha Tilaar merupakan pengusaha wanita Indonesia yang bergerak dibidang kosmetik dan jamu dengan merk dagang Sariayu Martha Tilaar. Bekerja sama dengan Kalbe Farma, Martha Tilaar membuat perusahaan kosmetika dan jamu Martina Berto. Selain bisnis kosmetik, Martha Tilaar juga memiliki usaha kerajinan di Sentolo, Yogyakarta bernama Prama Pratiwi Martha Gallery dan memiliki Kampoeng Djamoe Organik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Selain itu, sebagai bentuk kontribusinya di kota kelahirannya, Gombong Jawa Tengah, Martha juga meresmikan Roemah Martha Tilaar, yakni rumah masa kecilnya yang telah direnovasi dan ditata ala museum. Untuk lebih lebih lengkapnya, simak profil lengkap Martha Tilaar sebagai pengusaha wanita Indonesia pendiri Martha Tilaar Group.

Baca Juga : Profil Ny. Rakhmat Sulistio Pendiri Jamu Sido Muncul

Profil Martha Tilaar

Profil Martha Tilaar memiliki nama lahir Martha Handana, lahir di Gombong, Jawa Tengah pada 4 September 1937. Martha Tilaar memiliki empat anak yaitu Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, Kilala Tilaar. Martha Tilaar merupakan sosok wanita tidak pantang menyerah. Ketika orang lain mengatakan tidak mungkin, ia tetap mencobanya. Menurutnya, yang penting bukanlah hambatan di depan kita, tapi bagaimana kita memecahkan masalah yang ada.

Martha Tilaar merupakan anak sulung dari tiga saudara yang justru memiliki tingkah seperti lak-laki. Karena itulah, sang ibu Nyonya Handana sering menegurnya dan menitipkan Martha pada seorang ahli kecantikan tradisional di Yogyakarta, Titi Poerwosoenoe, untuk mengajarinya cara bersolek.

Sebelum menikah, Martha Tilaar sempat mengajar di SD selama 2 tahun. Setelah merampungkan pendidikan di IKIP Jakarta, ia juga sempat mengabdi di almamaternya selama 3 tahun. Lalu setelah menikah dengan Dr. Henry A. Rudolf Tilaar, ia pun mengikuti suaminya yang saat itu bertugas di Amerika Serikat. Di sanalah, Martha mulai belajar masalah kecantikan dan lulus di tahun 1967.

Setelah lulus dari sekolah kecantikan, ia bekerja di Campes Beauty Salon, Universitas Indiana, AS selama tiga tahun. Dan setelah kembali ke Jakarta pada 1969, ia membuka salon kecantikan.

Baca Juga : Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK

Dengan modal uang 1 juta rupiah yang berasal dari uang saku dan sumbangan dari keluarganya, maka di awal 1970, ia mendirikan Martha’s salon. Salon kecil tersebut didirikan di Jalan Dr. Kusumaatmaja, Jakarta itu, akhirnya berkembang menjadi lima buah. Ia pun menyatakan meskipun mendapatkan pendidikan di Amerika, ajaran gurunya yang pertama kali, Titi Poerwosoenoe, masih terngiang.

Di tahun 1972, Martha pergi ke Eropa untuk mempelajari ramu-ramuan dengan mengunjungi beberapa pabrik seperti pabrik Yves Rocher di Prancis, Mary Quant di Inggris, dan Hartleben di Jerman Barat. Empat tahun kemudian, ia kembali ke Indonesia dan didirikannya Martha Griya Salon yang memperkenalkan perawatan tradisional. Usaha tersebut kian berkembang pesat dengan berdirinya pabrik kosmetik PT Sari Ayu, Martha Kosmetika Indonesia, yang diresmikan oleh Ny. Nelly Adam Malik, pada 22 Desember 1981.

Dua tahun setelah berdirinya PT Sari Ayu, perusahaan tersebut mendapatkan tertinggi untuk penampilannya pada The First Asian Beauty Congress and Exhibition, Singapura. Ibu Martha sendiri memperoleh Doktor Kehormatan di bidang Fashion Artistry dari The World University Tucson, Arizona, Amerika Serikat, 1984.

Bisnis Martha kian berkembang dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan, hingga akhirya ia dan keluarganya menguasai sepenuhnya saham PT Martina Berto, dan bersamaan dengan itu dilakukan konsolodasi perusahaan dengan digabungkan dalam Martha Tilaar Group.

Baca Juga : Profil Mooryati Soedibyo Kisah Sukses Pendiri Mustika Ratu

Kini, Martha Tilaar Group terdiri atas, PT Martina Berto Tbk (perusahaan pemasaran dan produksi), PT Cedefindo (perusahaan produksi dan maklon), PT SAI Indonesia ( perusahaan distributor dan logistik ), PT Martha Beauty Gallery (sekolah dan pendidikan kecantikan Puspita Martha International School), PT Cantika Puspa Pesona (perusahaan jasa spa dan salon termasuk usaha waralaba), PT Creative Style Mandiri (perusahaan agensi periklanan), dan PT Kreasi Boga Primatama (perusahaan penyedia tenaga kerja).

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Martha Tilaar Pendiri Martha Tilaar Group. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Ny. Rakhmat Sulistio – Pendiri Jamu Sido Muncul dan Perjalanan Kisah Suksesnya Paling Lengkap

InfoBiografi.Com – Jamu Sido Muncul dikenal sebagai salah satu produk jamu terkenal di Indonesia dari perusahaan Sido Muncul. Tahukah anda jika awalnya jamu sido muncul diproduksi skala rumahan oleh Ny. Rakhmat Sulistio dan kini berkembang menjadi perusahaan besar yang memproduksi puluhan jenis produk jamu dan minuman berenergi. Lebih lengkapnya simak biografi dan kisah sukses Ny. Rakhmat Sulistio pendiri Jamu Sido Muncul.

Profil Ny. Rakhmat Sulistio

Tidak banyak informasi yang diketahui tentang kehidupan dari Ny. Rakhmat Sulistio. Berikut ini hanya diketahui informasi secara umum dari Ny. Rakhmat Sulistio.

Ny. Rakhmat Sulistio lahir pada 13 Agustus 1987, ia merupakan wanita keturunan Tionghoa dengan nama asli Go Djing Nio, dan menikah dengan Siem thiam Hie.

Setelah menikah, pasangan ini membuka usaha pemerahan susu sapi dengan nama usaha Melkrey di Ambarawa, Jawa Tengah. Namun, usaha tersebut harus terhenti ketika terjadi perang Malese pada tahun 1928. Ny. Rakhmat Sulistio akhirnya menutup usahanya dan berpindah ke Solo pada tahun 1930. Disana, ia dan suaminya membuka usaha toko roti yang diberi nama Roti Muncul.

Baca Juga : Profil Mooryati Soedibyo Kisah Sukses Pendiri Mustika Ratu

Lima tahun setelah dibukanya toko roti tersebut, Ny. Rakhmat Sulistio yang hobi meramu jamu dan rempah-rempah kemudian mendirikan usaha jamu di Yogyakarta. Berkat kerja kerasnya membuat usaha yang mereka jalankan berkembang pesat.

Tahun 1941, Ny. Rakhmat Sulistio membuat Jamu Tolak Angin yang ketika itu diberi nama Jamu Tujuh Angin. Dari tahun ke tahun, usaha jamu miliknya berkembang baik, namun sempat terhenti ketika adanya agresi militer Belanda yang terjadi pada 1949.

Akibat agresi militer tersebut, Ny. Rakhmat Sulistio dan sumainya mengungsi ke Semarang. Dikota tersebut mereka mendirikan pabrik jamu yang diberi nama Sido Muncul yang memiliki arti ‘Impian yang Terwujud’.

Awalnya, Ny. Rakhmat Sulistio menggunakan rumahnya yang beralamat di Jalan Mlaten Trenggulun No. 104 sebagai tempat untuk memproduksi jamu dan dibantu oleh tiga orang karyawannya.

Dan ditahun 1951, keluarga Ny. Rahkmat Sulistioningsih (Go Djing Nio) pindah ke Semarang, dan di sana mereka mendirikan pabrik jamu secara sederhana namun produknya diterima masyarakat secara luas.

Semakin berkembangnya usaha Jamu Sido Muncul milik Ny. Rakhmat Sulistio, di tahun 1970, Ia membentuk badan usaha dalam bentuk persekutuan komanditer dengan nama CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Di tahun 1975, CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul berubah menjadi perseroan terbatas dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.

Baca Juga : Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK

Setelah melihat usaha Jamu Sido Muncul miliknya sudah sangat besar, Ny. Rakhmat Sulistio lantas memberikan tongkat estafet kepemimpinan perusahaan Jamu Sido Muncul kepada anaknya, yaitu Desy Sulistio.

Ny. Rahmat Sulistio wafat pada tanggal 14 Februari 1983, sepeninggal ibunya, lalu Desy Sulistio memindahkan pabrik yang awalnya berlokasi di Yogyakarta ke pabrik yang cukup besar dan modern dikawasan Kaligawe, Semarang di tahun 1984. Salah satu alasan pemindahan pabrik tersebut dikarenakan sudah tidak lagi mampu memproduksi jamu dalam kapasitas besar.

Beberapa tahun kemudian, Jamu Sido Muncul semakin berkembang pesat dengan permintaan pasar yang semakin tinggi maka tepatnya ditahun 1997 PT Sido Muncul membuat pabrik besar dengan teknologi yang lebih modern yang beralamat di Unggaran, Yogyakata. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektare, lahan Agrowisata,1,5 hektare, dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.

Pada 11 November 2000, PT Sido Muncul meresmikan pabrik barunya yang lebih luas dan lebih modern. Saat itu peresmian dilakukan oleh Menteri Kesehatan dan diwaktu bersamaan pula PT Sido Muncul memperoleh 2 penghargaan sekaligus, yakni Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai salah satu pabrik jamu berstandar farmasi dan menjadi perusahaan Jamu pertama yang berstandar farmasi di Indonesia.

Hingga saat ini, PT Sido Muncul telah mengeluarkan 250 produk unggulan berupa jamu kemasan dan minuman berenergi. Pangsa pasar produk Sido Muncul juga telah merambah pasar luar negeri. Selain itu, di Indonesia sendiri telah tersebar lebih dari 109 distributor Sido Muncul yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga : Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes

Jamu Sido Muncul memiliki logo dengan gambar berupa ibu dan anaknya. Gambar tersebut merupakanforo Ny. Rahkmat Sulistio, pendiri Jamu Sido Muncul dan cucunya, Irwan Hidayat yang saat itu masih berusia 4 tahun. Saat ini Irwan Hidayat merupakan Presiden Direktur PT Sido Muncul yang diwariskan kepadanya dan empat saudara laki-lakinya pada tahun 1972.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Ny. Rakhmat Sulistio Pendiri Jamu Sido Muncul . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Biografi dan Profil Mooryati Soedibyo – Kisah Sukses Pendiri Mustika Ratu Paling Lengkap

InfoBiografi.Com – Mooryati Soedibyo merupakan pendiri dan pemilih salah satu merk kosmetik terkenal asal Surakarta yaitu Mustika Ratu. Mustika Ratu sendiri sudah berdiri sejak tahun 1975 di Indonesia yang saat ini dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu perusahaan kosmetik terkenal. Lebih lengkapnya simak biografi dan kisah sukses Mooryati Soedibyo pendiri Mustika Ratu.

Baca Juga : Profil Keluarga Sosrodjojo – Pendiri Teh Botol Sosro

Biografi dan Profil Mooryati Soedibyo

Mooryati Soedibyo berasal dari keluarga ningrat bangsawan Surakarta. Mooryati Soedibyo lahir di kota Surakarta, Jawa Tengah pada tanggal 5 januari 1928. Ayahnya bernama KRMTA Poornomo Hadiningrat dan ibunya bernama GRA. Kussalbiyah, dan kakek Mooryati Soedibyo merupakan raja Kasunanan Surakrta yaitu Pakoe Boewono X.

Sejak kecil, Mooryati Soedibyo tinggal di keraton Surakarta yang sangat kental dengan tradisinya. Sejak kecil ia sudah mendapatkan pelajaran mengenai tata krama, pelajran seni, bahasa dan sastra jawa. Ia juga mendapatkan pelajaran mengenai tumbuh-tumbuhan berkhasiat dan diajarkan tentang cara meramu jamu dan kosmetik yang berasal dari bahan alami. Pengetahuan inilah yang menjadi modal awal Mooryati Soedibyo dalam membangun perusahaan Mustika Ratu.

Di usia remaja, Mooryati sudah pandai menari dalam keraton Surakarta, ia juga pandai meracik jamu tradisional resep keraton yang berasal dari bahan alami, bahkan ia kerap membagikan resep tersebut ke teman-temannya.

Baca Juga : Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’

Di tahun 1965, Mooryati menikah dengan Soedibyo Purbo Hadiningrat, dan kemudian mengikuti suaminya bertugas di Sumatera Utara. Sebagai ibu rumah tangga, membuat Mooryati mencari kesibukan lain dirumah dengan menekuni hobinya sejak di Surakarta yaitu meracik jamu dan kosmetik dari bahan tradisional yang kemudian dibagikan keteman-temannya.

Kemudian jamu dan kosmetik buatannya banyak digemari dan banyak dipesan. Akhirnya Mooryati Soedibyo memiliki ide untuk berbisnis jamu dan kosmetik dari bahan alami. Dengan modal awal 25ribu rupiah, ia mulai berbisnis pembuatan jamu dan kosmetik kecil-kecilan di garasi rumahnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Mooryati dibantu oleh dua rekannya. Namun usahanya tidak langsung naik, ada banyak percobaan dan kegagalan yang ia temui dalam meracik jamu dan kosmetik buatannya. Untuk bahan bakunya, terkadang ia sering mencari sendiri dan membuat garasi rumahnya penuh dengan bahan baku pembuatan jamu dan kosmetik yang baunya tidak sedap.

Untuk pemasaran, awalnya kosmetik buatannya ditawarkan secara door to door. Perlahan namun pasti, bisnis jamu dan kosmetik miliknya mulai berkembang. Dua tahun kemudian, tepatnya di tahun 1975, Mooryati Soedibyo akhirnya mendirikan perusahaan yang diberi nama PT Mustika Ratu yang memproduksi jamu dan kosmetik dari bahan tradisional.

Berkat usahanya, di tahun 1978 Mustika Ratu mulai mendistribusikan produk kosmetiknya ke salon-salon kecantikan yang menjadi agennya dan merambah ke wilayah Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung dan Medan secara komersial.

Baca Juga : Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes

Nama Mustika Ratu semakin dikenal banyak orang lewat artikel-artikel di surat kabar dan majalah yang merekomendasikan jamu dan kosmetik buatan Mooryati Soedibyo. Selain itu ia juga gencar beriklan di media eletronik sehingga membuat usahanya semakin banyak dikenal orang. Hal ini membuat Mooryati harus mengembangkan usahanya. Hingga akhirnya Mooryati Soedibyo membeli mesin pembuatan pil yang berasal dari Taiwan.

Di tahun 1980’an Mooryati membangun pabrik Mustika Ratu di wilayah Ciracas, Jakarta Timur dan mampu menampung 150 karyawan. Saat itu, pabrik miliknya merupakan pabrik kosmetik terbesar dan pertama di Indonesia.

Pasar bisnis Mustika Ratu juga diperluas dengan mengekspor produknya keluar negeri seperti di Malaysia, Australia, Timur Tengah hingga Eropa. Sampai saat ini, produknya sudah di ekspor ke 20 negara di dunia dan berkembang hingga menjadi 800 jenis produk.

Selain dikenal sebagai pengusaha sukses melalui PT Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo juga dikenal sebagai pendiri Yayasan Puteri Indonesia yang rajin mengadakan konters Puteri Indonesia setiap tahunnya.

Mooryati Soedibyo juga pernah menjabat sebagai wakil ketua MPR di tahun 2004 hingga 2009.

Mooryati Soedibyo merupakan alumni Universitas Saraswati dan Universitas Terbuka Sebelas Maret, dan mendapatkan gelar doktornya di Universitas Indonesia jurusan Ekonomi dan menjadi peraih gelar doktor tertua di Indonesia yang masuk dalam rekor MURI Indonesia.

Baca Juga : Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK

Bersama pernikahannya dengan Soedibyo Purbo Hadiningrat, Mooryati memiliki lima orang anak yaitu Djoko Ramiadji, Putri Kuswinu Wardani, Dewi Nur Handayani, Haryo Tejo Baskoro, dan Yulia Astuti. Kini. Mooryati mewariskan usaha kosmetiknya pada Purti Kuswisnu Wardani dan menikmati masa tua di rumahnya yang beralamat di Jakarta. Mooryati Soedibyo juga masuk di urutan nomor 7 dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia di tahun 2007 versi majalah Globe Asia.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Mooryati Soedibyo Kisah Sukses Pendiri Mustika Ratu . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Keluarga Sosrodjojo – Pendiri Teh Botol Sosro Paling Lengkap

InfoBiografi.Com – Teh Botol Sosro merupakan salah satu merk dagang dari PT. Sinar Sosro yang paling banyak dikenal. PT. Sinar Sosro adalah perusahaan yang bergerak di bidang minuman ringan, terutama berbahan dasar teh. Beberapa jenis merk dagang teh dalam botol yang banyak dikenal seperti Teh botol Sosro, Fruit Tea Sosro, S-Tee, Tebs, Country Choice dan Air Mineral Prim-A. PT Sinar Sosro merupakan perusahaan minuman teh siap minum dalam kemasan botol yang pertama di Indonesia dan di dunia.

Teh Botol Sosro merupakan bisnis yang dijalankan oleh Soejipto Sosrodjojo. Berkat usahanya, ia menjadi salah satu pengusaha sukses dari bisnis minuman yang terkenal di Indonesia. Lebih lengkapnya, simak profil lengkap Keluarga Sosrodjojo berikut ini.

Baca Juga : Profil Aksa Mahmud Pendiri Bosowa Grup

Profil Keluarga Sosrodjojo

Usaha penjualan teh berawal dari ayahnya Sosrodjojo yang memiliki kebun teh sendiri di wilayah Slawi, Jawa Tengah. Ketika itu harga daun teh merosot, akhirnya membuat Sosrodjojo menjual teh kering dalam bentuk kemasan siap seduh yang dipasarkan pada tahun 1940.

Pada awal bisnisnya, produk teh kering tersebut diberi merk Teh Cap Botol dimana penyebarannya masih di seputaran wilayah Jawa Tengah. Teh kering yang dijualnya merupakan campuran dari teh hijau dan bunga melati sehingga ketika diseduh rasanya sangat enak dan segar namun cara meracik minuman teh yang buruk maka kerap menenggelamkan cita rasa tehnya. Karena penjualannya sudah memperlihatkan kesuksesan dan mulai dikenal di jawa tengah, maka pemasarannya diperluas ke wilayah Jakarta.

Baca Juga : Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK

Memulai Usaha Teh di Jakarta

Di tahun 1953, Sosrodjojo memboyong anak-anaknya ke Jakarta yaitu Soetjipto, Soegiharto, Soemarsono dan Surjanto untuk mengkampanyekan cara meracik teh yang pas sehingga menghasilkan rasa teh yang enak. Sosrodjojo juga mewariskan kebun teh beserta pabriknya yang berada di Jawa Tengah kepada empak anaknya.

Surjanto saat itu diserahi tugas untuk memasarkan kemasan teh cap botol ke pasar dan pusat keramaian. Masih di tahun 1953, dengan mengendarai mobil dan memutar lagu-lagu serta pengeras suara, mereka mengundang pengunjung dan membagikan teh gratis.

Kala itu, trik kampanye mereka dilakukan dengan mendemonstrasikan cara menyeduh Teh Cap Botol yang benar. Namun, untuk menghasilkan segelas teh dibutuhkan waktu 30 menit, mulai dari merebus air hingga menyeduh teh. Cara tersebut dinilai tidak efektif karena membuat orang menjadi bosan menunggu.

Trik selanjutnya, mereka menghilangkan sesi merebus air dan menyeduh teh, mereka menggantinya dengan menyiapkan panci-panci beriisi air teh yang dibawa dari kantor lalu dibagikan kepada pengunjung. Namun cara ini ternyata dianggap kurang efektif karena pada saat itu jalanan berlubang di Jakarta yang membuat air teh dalam panci berceceran di mobil.

Disitulah akhirnya membuat mereka harus kembali berinovasi. Akhirnya dicara ketiga, mereka sudah menyiapkan teh siap minum yang dimasukkan dalam botol bekas limun yang sebelumnya sudah dibersihkan. Lalu selanjutnya disuguhkan kepada calon pembeli di pasar atau di tempat keramaian.

Cara ketiga inilah yang dinilai cukup efisien dan menjadi cara promosi teh cap botol yang dianggap cukup sukses oleh keluarga Sosrodjojo.

Baca Juga : Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes

Teh Cap Botol Sosro

Hingga akhirnya ditahun 1969, penjualan Teh Cap Botol sudah mulai dilakukan dengan cara pengemasan dalam botol. Awalnya, botol-botol teh tersebut diberi label Teh Cap Botol Soft Drink Sosrodjojo.

Awalnya, proses pengemasan teh dalam botol dilakukan secara manual dengan memakai gayung dan corong, selain itu desain botol juga masih sangat sederhana.

Ditahun 1972, label ‘Teh Cap Botol Soft Drink Sosrodjojo’ disederhanakan menjadi ‘Teh Cap Botol Sosro’, dengan kata “Cap” diperkecil sehingga sekilas orang membacanya sebagai ‘Teh Botol Sosro’, yang kemudian di kenal luas di Indonesia.

Di tahun 1974, pengiriman Teh Botol Sosro mencapai 2400 botol. Sehingga didirikan PT Sinar Sosro di kawasan Ujung Menteng Jakarta dengan pabrik yang mampu memproduksi 6000 botol perjam. PT Sinar Sosro juga memiliki ribuan hektar teh yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Awal proses penjualannya, Soetjipto Sosrodjojo memberikan harga 25 rupiah ditingkat agen dan pengecer. Namun pedagang kaki lima boleh menjual dua kali lipat dari harga agen.

Lalu tahun 1981, PT Sinar Sosro melakukan terobosan besar dengan membagi-bagikan kotak pendingin kepada para pengecer di wilayah ITC Cempaka Mas hingga pasar senen.

Baca Juga : Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’

Rantai Distribusi dengan sistem perjualan yang baik dan tertata rapi yang dijalankan oleh PT Sinar Sosro membuat distribusi teh botol sosro tersebar hingga ke kabupaten dan kota di seluruh wilayah Indonesia.

Tak heran ditahun 1984, dalam satu bulan Sosro sudah bisa menjual hingga 960.000 teh botol dan berhasil menguasai 80 persen pasar minuman sejenis.

Selain itu, sosro juga mampu merebut pengaruh di berbagai restoran cepat saji. Pada saat kepemilikan McDonald Indonesia diakuisisi oleh PT Rekso Nasional Food yang merupakan milik keluarga Sosrodjojo pada tahun 2009. Keuntungan yang dicapai oleh Sosro pada tahun 2008 mencapai 1,8 triliun rupiah.

Hingga saat ini, PT Sinar Sosro dioperasikan oleh generasi ketiga keluarga Sosrodjojo dengan aset perusahaan mencapai puluhan triliun rupiah. Perusahaan Sinar Sosro hanya dikelola oleh keturunan Sosrodjojo yaitu Soetjipto Sosrodjojo bersama anaknya dan Soegihato Sosrodjojo bersama istri dan anak-anaknya.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Keluarga Sosrodjojo – Pendiri Teh Botol Sosro . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Aksa Mahmud – Kisah Pengusaha Sukses Pendiri Bosowa Grup Asal Sulawesi Selatan

Profil Aksa Mahmud – Bagi sebagian orang, nama Aksa Mahmud memang masih terdengar asing di telinga. Padahal ia merupakan salah satu pengusaha sukses asal Sulawesi Selatan yang dijuluki sebagai ayam jantan dari timur. Aksa Mahmud merupakan pendiri perusahaan Bosowa Grup yang kini telah memiliki puluhan anak perusahaan yang bergerak diberbagai bidang sektor usaha, mulai dari semen hingga dealer mobil. Namun saat ini, Aksa Mahmud lebih memilih berkarir sebagai politikus dan menyerahnya perusahaannya kepada sang anak.

Menurut majalah Forbes tahun 2018, Aksa Mahmud masuk daftar orang terkaya di Indonesia nomor 32 dengan total kekayaan mencapai 1 milyar dollar AS atau sekitar 13 triliun rupiah. Lebih lengkapnya, simak profil lengkap Aksa Mahmud berikut ini.

Baca Juga : Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes

Profil Aksa Mahmud

Aksa Mahmud memiliki nama lengkap Muhammad Aksa Mahmud adalah pria kelahiran Lapassu, Barru, Sulawesi Selatan pada 16 Juli 1945, dari pasangan H. Muhammad Mahmud (Ayah) dan H.Kambira (Ibu) yang keduanya berprofesi sebagai petani biasa. Meskipun berasal dari keluarga petani, Aksa Mahmud kecil lebih tertarik didunia perdagangan. Ia biasa mengikuti orang tuanya menjual hasil bumi ke kota, yang menjadi awal ia mengenal dunia bisnis.

Setelah lulus dari sekolah menengah atas di Makasar, Aksa Mahmud melanjutkan pendidikan tingkat tinggi di Fakultas Teknik Elektro, Universitas Hasanuddin. Di bangku kuliah, Aksa Mahmud aktif berorganisasi dan bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar.

Aksa juga menjadi anggota aktif Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI). Di organisasai inilah ia kemudian bertemu dengan seniornya yakni Jusuf Kalla yang kemudian kelak menjadi kakak ipar dari Aksa Mahmud.

Baca Juga : Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’

Setelah menikah dengan Siti Ramlah (Adik Jusuf Kalla), Aksa Mahmud masih bekerja di NV Hadji Kalla milik mertuanya. Namun tak lama kemudian, ia memutuskan untuk membangun usaha sendiri. Ia memiliki lima anak dari Siti Ramlah yaitu Erwin Aksa, Sadikin Aksa, Melinda Aksa, Atira Aksa, dan Subhan Aksa.

Pada tahun 1973, Aksa Mahmud mendirikan perusahaan sendiri bernama CV Moneter yang menjadi agen penyalur mobil Datsun di Indonesia Timur. Lalu, dengan bekal modal sebesar 5 juta hasil dari pinjaman bank BNI, ia membuka show room mobil Datsun di Makasar, dan usahanya sedikit demi sedikit mulai berkembang.

Di tahun 1980, PT Krama Yudha Tiga Berlian sebagai distributor Mitsubishi Indonesia menawarkan Aksa Mahmud untuk menjadi agen distribusi untuk wilayah Indonesia Timur. Titik inilah yang menjadi awal mula Aksa mengubah nama perusahaanya menjadi PT Bosowa Berlian Motor.

Bisnis otomotif yang dijalaninya berkembang pesat dan membuat perusahaannya berkembang cepat. Hingga di tahun 1995, Aksa Mahmud melebarkan usahanya di bidang industri semen dan mendirikan PT Semen Bosowa yang beroperasi di Maros.

Baca Juga : Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK

Di tahun 2000, Aksa Mahmud kembali mendirikan anak perusahaan bernama PT Gowa Kencana Motor yang menjadi agen penyalur mobil merk Mercedes Bens di wilayah Indonesia Timur.

PT Bosowa juga banyak mengerjakan berbagai proyek infrastuktur mulai dari pemerintahan seperti pembangunan jalan Tol di Makasar dan Jabodetabek.

Dari awal tahun 2000an Bosowa Grup terus menerus melakukan ekspansi usaha di berbagai bidang dari otomotif, semen, infrastruktur, energi, jasa keuangan, dan lain-lain.

Berkat kerja kerasnya, membuat Aksa Mahmud masuk dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai 1 milyar dollar AS atau sekitar 13 triliun rupiah di tahun 2018.

Setelah anak-anaknya dewasa, Aksa Mahmud mempercayakan Bosowa Grup kepada anak-anaknya, sedangkan ia memiliki untuk terjun ke dunia politik. Ia pun terpilih menjadi Anggota MPR RI Fraksi Utusan Daerah dari Sulawesi Selatan pada tahun 1999-2004. Tahun 2004, Aksa menjabat sebagai wakil ketua MPR hingga 2009. Ia juga termasuk dalam anggota KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) dari tahun 1999. Hingga saat ini ia masih aktif sebagai politikus senior Partai Golkar.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Aksa Mahmud Pendiri Bosowa Grup . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Jogi Hendra Atmadja – Pengusaha Sukses Pemilik PT Mayora TBK

Profil Jogi Hendra Atmadja – Mendengar kata Mayora pasti banyak yang membayangkan jenis-jenis makanan yang sering dikonsumsi, seperti misalnya permen kopiko, permen kiss, biskuit hingga minuman instan seperti energen dan lain sebagainya. Produk-produk tersebut merupakan produk dari PT Mayora Indah TBK yang didirikan oleh Jogi Hendra Atmadja.

PT Mayora Indah TBK merupakan perusahaan yang mengeluarkan produk makanan ringan sebagai produk andalannya. Perlu diketahui, pemilik PT Mayora yaitu Jogi Hendra Atmadja merupakan salah satu pengusaha yang masuk dalam 10 besar orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan sekitar US$3 miliar (Rp42,071 triliun) di tahun 2019.

Baca Juga : Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes

Profil Jogi Hendra Atmadja

Jogi Hendra Atmadja merupakan pengusaha kelahiran Jakarta tahun 1946. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti.

Pasca lulus, Jogi Hendra Atmadja bersama dengan Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia mendirikan PT Mayora Indah pada tanggal 17 februari 1977 di Jakarta.

Mereka mendirikan perusahaan Mayora dengan memproduksi makanan ringan yang saat ini menjadi produk andalan perusahaan. Pabrik pertama PT Mayora didirikan di Tangerang. Sejak awal berdirinya Mayora, Jogi Hendra Atmadja sudah menjabat sebagai komisaris utama perusahaan Mayora. Ia juga memegang jabatan yang sama di tiga perusahaan lain seperti PT. Tunita Branindo, PT. Torabika Eka Semesta, dan PT. Kakao Mas Gemilang.

Baca Juga : Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’

Sejak berdirinya PT Mayora, biskuit roma kelapa menjadi produk makanan ringan andalan perusahaan di akhir tahun 1970’an. Hingga membuat biskuit roma kelapa dikenal sebagai biskuit sejuta umat yang bersaing ketat dengan biskuit Khong Guan yang saat itu sudah banyak beredar di pasaran.

Setelah sukses dengan biskuit roma kelapa, Mayora melakukan ekspansi bisnis dengan mengeluarkan produk permen kopiko di akhir tahun 1980’an dan menjadi permen rasa kopi pertama di Indonesia.

Produk tersebut dengan cepat melejit ke posisi atas sebagai produk terlaris, karena saat itu dipasaran belum beredar produk yang sama.

Selain mengeluarkan produk makanan ringan, PT Mayora juga mengeluarkan produk minuman kemasan, seperti Teh Pucuk Harum. Demi menarik pasar minuman teh yang saat itu dikuasai oleh Teh Botol Sosro, membuat perusahaan secara barbar melakukan pengiklanan produk Teh Pucuk Harum.

Baca Juga : Biografi Susilo Wonowidjojo Pemilik PT.Gudang Garam

Sedangkan pada produk air mineral kemasan, PT Mayora Indah bekerja sama dengan PT Tirta Fresindo Jaya mengeluarkan produk air minel dengan merk kemasan Le Minerale.

Untuk memperkuat produksinya, PT Mayora mendirikan pabrik dibeberapa wilayah seperti di Makasar, Medan, Pasuruan, Ciawi dan Sukabumi. Dan tahun 2016, kembali mendirikan dua pabrik di Palembang dan Cianjur guna memperkuat produksi agar dapat bersaing dengan merk air mineral lain seperti Aqua.

Selain sukses di Indonesia, produk Mayora juga merambah pasar Luar Negeri hingga ke 90 negara. Pada tahun 2017, pendapat perusahaan juga naik hingga 17 triliun yang membuat pundi-pundi kekayaan Jogi Hendra Atmaja naik signifikan.

Ditahun 2016, total kekayaannya mencapai 10.6 triliun dan menempati posisi 35 dalam daftar orang terkaya di Indonesia, dan di tahun 2018 Jogi Hendra Atmaja kekayaannya naik tiga kali lipat dengan total sekitar 33.75 triliun rupiah. Sedangkan ditahun 2019, menurut majalah Forbes, total kekayaan Jogi Hendra Atmadja sendiri mencapai US$3 miliar (Rp42,071 triliun) dan masuk dalam 10 besar daftar orang terkaya di Indonesia.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.