Profil Anthony Salim – Pengusaha Sukses CEO Salim Group Paling Lengkap

Profil Anthony Salim – Anthoni Salim atau Liem Hong Sien merupakan CEO Group Salim generasi kedua yang menurut majalah Forbes menduduki 10 besar orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan berkisar US$5,5 miliar (Rp77,131 triliun).

Anthony Salim merupakan salah satu pengusaha sukses asal Indonesia yang masuk dalam kategori 10 tokoh bisnis paling berpengaruh versi Warta Ekonomi di tahun 20005. Ia juga menjadi sosok penting berkembang pesatnya bisnis Salim Group saat hampir bangkrut pada tahun 1998 dimasa krisis moneter. Untuk mengetahui lebih lengkap biografinya, berikut ini profil lengkap Anthony Salim.

Baca Juga : Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes

Profil Anthony Salim

Anthony Salim merupakan anak dari pasangan Soedono Salim dan Lie Las Nio, lahir pada 25 Oktober 1949. Anthony Salim terlahir dari keluarga yang tergolong mapan. Ayahnya, Soedono Salim adalah pemimpin dari Salim Group yang pada akhirnya diteruskan oleh Anthony Salim sendiri. Anthony merupakan lulusan di North East Surrey College of Technology di Inggris dengan konsentrasi jurusan bisnis.

Setelah menjadi pewaris bisnis ayahnya, Anthony Salim menghadapi kenyataan bahwa Salim Group memiliki hutang yang cukup banyak sekitar 55 triliun, sebagai imbas dari krisis moneter 1998. Akibatnya, membuat perusahaan Salim Group tersungkur.

Karena hal ini, Anthony melego atau menjual beberapa anak perusahaan Salim Group yaitu Bank BCA, PT Indocement, dan PT Indomobil sebagai cara untuk melunasi hutang yang sedang dihadapu oleh perusahaan Salim Group. Meskipun demikian, Salim Group masih memiliki sebagian kecil saham terhadap beberapa perusahaan yang mereka jual.

Ketika menjual beberapa anak perusahaannya, Anthony mempertahankan beberapa perusahaan yang cukup besar ketika itu seperti PT Indofood dan PT Bogasari. Kedua perusahaan tersebut memiliki pengaruh besar terhadap industri makanan Indonesia dan menguasai sebagian besar industri makanan di Indonesia. Perusahaan tersebut juga dikelola oleh Fransciscus Welirang yan yaitu ipar dari Anthony Salim.

Baca Juga : Biografi Susilo Wonowidjojo Pemilik PT.Gudang Garam

Dibawah kepemimpinan Anthony Salim, PT Indofood dan PT Bogasari semakin melesat hingga mampu menguasai sebagian besar industri makanan di Indonesia. Bahkan kedua perusahaan tersebut beberapa tahun ini tercatat mencapai laba yang cukup besar.

Bersama Anthony Salim, Salim Group berkembang menjadi perusahaan yang berpengaruh di Indonesia. Saat ini Salim Group memiliki banyak anak perusahaan dan beberapa yayasan.

Salim Group memiliki cukup banyak anak perusahaan meliputi bisnis di industri makanan, kelapa sawit, Perbankan, Otomotif, Asuransi dan Kimia. Anthony Salim juga menjadi salah satu pemilik jaringan minimarket Indomaret yang tersebar di Indonesia, dan ia juga memegang hak waralaba cepat saji KFC (Kentucky Fried Chicken).

Keberhasilan yang dicapai Anthony Salim, membuat dirinya masuk dalam 10 besar orang terkaya di Indonesia menurut majalah forbes 2019 dengan total kekayaan berkisar US$5,5 miliar (Rp77,131 triliun).

Baca Juga : Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Anthony Salim CEO Salim Group. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Heppy Trenggono – Pengusaha Kelapa Sawit Sukses Karena Sering Bersedekah

Profil Heppy Trenggono – Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom adalah founder dan CEO United Balimuda Group yang bergerak di bidang perkebunan sawit, industri makanan dan alat-alat berat. Heppy Trenggono juga dikenal sebagai pengusaha sukses karena sering bersedekah. Ia percaya sedekah mampu menyelamatkannya dari jeratan hutang yang menjeratnya beberapa tahun lalu.

Heppy Trenggono merupakan pengusaha dari Jawa tengah dan pemilik United Balimuda Group yaitu perusahaan yang bergerak dibidang kelapa sawit. Ia memiliki kebuh kelapa sawit di Wilayah Sumatera dan kalimantan dengan total luas pekebunannya mencapai 80.000 Ha. Selain bisnis kelapa sawit, ia juga memiliki bisnis alat-alat berat serta industri makanan. Lebih lengkapnya simak ulasan dibawah ini mengenai profil dan biografi lengkap Heppy Trenggono.

Baca Juga : Profil Ahmad Sahroni Crazy Rich Tanjung Priok

Biodata Heppy Trenggono

Nama Lengkap : Ir. H. Heppy Trenggono, M.
Tempat Lahir : Batang
Tanggal lahir : 20 April 1967
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Pengusaha
Istri : Ir. Hj. Dewi Yuniati Asih
Awan

  • Jihan Putri Antyesti,
  • Apta Archie Inayasari,
  • Hana Claresta Nadien,
  • Jodie Bintang Mahardika.

Pendidikan

  • SD Negeri Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah
  • SMP Negeri Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah
  • SMA Negeri I Pekalongan, Jawa Tengah
  • S1 Teknik Informatika Universitas Gunadharma, Jakarta (selesai 1996)
  • S2 Ilmu Komputer, Universitas Indonesia (UI), Jakarta (selesai 2000)

Pendidikan non formal

  • Keys to the Vault , Keith Cunningham (Austin, Texas, 2008)
  • System Analist , Astra International (Jakarta, 1992)

Pekerjaan

  • Freelance sambil kuliah
  • United Tractor, System Analist (1989-1995)
  • Indomobil, Asisten Manager (1995-1999)
  • A Latief Corp, Direktur Teknik Lativi (1999-2004)
  • Mendirikan PT Balimuda Persada pada 2002 yang bergerak pada heavy equiepment
  • CEO PT United Balimuda (perkebunan, consumer goods, dan heavy equiepment)

Baca Juga : Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri

Profil Heppy Trenggono

Heppy Trenggono merupakan pria kelahiran Batang, Jawa Tengah pada 20 April 1967. Ayahnya berprofesi sebagai PNS dibidang pendidikan dan ibunya seorang pedagang yang meninggal saat usia Heppy masih 7 tahun.

Heppy Trenggono menikah dengan Ir Hj Dewi Yuniati Asih dan memiliki empat orang anak yaitu Jihan Putri Antyesti, Apta Archie Inayasari, Hana Claresta Nadien, Jodie Bintang Mahardika.

Pendidikan dasar dan menengah pertamanya ditempuh di Bawang, sedangkan pendidikan SMA dilanjutkan di SMA N 1 Pekalongan.

Setelah lulus dari SMA, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Gunadarma dengan memilih Jurusan Informatika dan selesai tahun 1996.

Setelah lulus dari kuliah, ia sempat berkarir di beberapa perusahaan besar seperti seperti menjadi System Analist di United Tractor dari tahun 1989 hiingga 1995.

Ditahun yang sama, ia bekerja di Indomobil sebagai Asisten Manager selama 4 tahun hingga 1999. Kemudian ia pindah ke Stasiun Televisi LaTivi (sekarang TVOne) selama 5 tahun sebagai direktur teknik.

Setelah mendapatkan banyak berbagai pengalaman, Heppy Trenggono memilih berhenti dari pekerjaannya dan mencoba tantangan baru hingga kemudian ia memutuskan untuk menjadi pengusaha dan fokus dengan perusahaan PT. Balimuda Persada yang ia bangun ketika masih bekerja di stasiun televisi.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Perjalanan Sebagai Pengusaha

Heppy memilih bidang usaha kelapa sawit, dengan alasan saat itu ada saudaranya yang menggeluti bisnis yang sama sehingga ia sudah terbiasa. Lambat laun, perusahaan yang dipimpinnya berkembang pesat, kemudian untuk memperluas ekspansi, Heppy memberanikan diri untuk mengajukan pinjaman ke Bank Niaga yang saat itu untuk membeli alat berat untuk membantu usahanya.

Namun tidak lama dari peminjaman dana, usaha yang dijalankannya mengalami goncangan. Goncangan tersebut karena ia terlena dalam bisnisnya sehingga tidak dapat mengontrol diri dan ia tidak mampu melunasi hutang pinjaman yang kemudian bank Niaga memvonis dirinya memiliki pinjaman sebanyak 63 Milyar.

Inilah saat-saat paling berat dalam hidup Heppy Trenggono. Ia berusaha untuk melunasi hutang tersebut dan berpikir untuk menjual semua aset perusahaanya, namun ia juga mengetahui jika cara tersebut belum bisa melunasi semua hutang yang ia miliki. Sedangkan saat itu, ia hanya memiliki uang simpanan tersisa 1 milyar saja. Hingga ia kemudian mencicil sedikit demi sedikit hutangnya dari uang tabungannya.

Baca Juga : Profil Ari Askhara – Mantan Dirut Garuda Indonesia

Namun hal mengejutkan dilakukan oleh Heppy Trenggono, ia memilih untuk tidak mencari pinjaman lain untuk mengatasi utang di Bank, ia malah menyumbangkan sebagian tabungannya kepada fakir miskin atau kepada orang yang lebih membutuhkan lainnya. Saat itu ia berpikir dari hal tersebut ia dapat memperoleh manfaat dan pengalaman hidup yang berarti.

Namun, tindakan yang dilakukan Heppy Trenggono membuat perpecahan diperusahaanya hingga kemudian banyak karyawannya memilih mundur.

Dari hal tersebut, membuat Heppy sadar dan mencoba untuk bengkit kembali. Hingga akhirnya ia kembali memperbaiki bisnisnya dengan mengubah arah bisnis perusahaan. Jika dulu perusahaannya bergerak dibidang kontraktor kelapa sawit, diubahnya menjadi broker untuk perusahaan-perusahaan yang ingin terjun di bisnis kelapa sawit.

Dari perubahan yang ia lakukan, sedikit demi sedikit usahanya kembali menampakkan hasil. Sedikit demi sedikit ia mulai memiliki kebun sawit dan semakin besar, selain itu hutang di bank dapat dilunasi hanya dalam tempo tiga tahun.

Selain berfokus pada bisnis kelapa sawit, Heppy juga merambah ke bisnis alat berat dan industri makanan dengan mendirikan perusahaan HeppyFoods.

Saat ini, bisnisnya bernilan 7 Trilyun Rupiah dan tanpa hutang sama sekali. Hingga akhirnya ia memiliki 12 anak perusahaan dengan memiliki lebih dari 3000 pegawai.

Hingga sampai saat ini, Heppy masih rutin memberikan sarapan kepada para kaum dhuafa aau fakir miskin di rumahnya di Jl. Mampang Prapatan. Ia percaya, bahwa berbagi dengan sesama akan membawa manfaat yang berarti baginya.

Baca Juga : Profil Michael Bambang Hartono

Tidak hanya diperusahaan, ia juga menerapkan prinsip ‘inspiring and giving the world’. Ia juga sering memberikan motivasi kepada karyawannya. Dengan gaya kepemimpinan yang dimilikinya, Heppy Trenggono menjadi teladan dan inspirasi bagi perusahaanya.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Heppy Trenggono Pengusaha Kelapa Sawit . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Ahmad Sahroni – Perjalan Karir Crazy Rich Tanjung Priok

Profil Ahmad Sahroni – Ahmad Sahroni dikenal sebagai Crazy Rich Tanjung Priok yang viral karena kekayaannya dan kehidupan pribadi yang menarik.

Ia dikenal sebagai pengusaha sukses di Jakarta serta politisi di Indonesia. Selain itu Ahmad Sahroni juga menggeluti bisnis transportasi, dan telah memiliki beberapa kapal tongkang pengangkut BBM, serta menjadi Ketua Klub Mobil Mewah Ferrari Indonesia.

Namun tidak banyak yang tahu, jika jauh sebelum ia menjadi milyader, Ahmad Sahroni memiliki perjuangan hidup yang cukup berat dan panjang. Untuk itu, berikut ini ulasan tentang profil dan biografi lengkap Ahmad Sahroni.

Baca Juga : Profil Michael Bambang Hartono

Profil Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni lahir di Jakarta pada 8 Agustus 1977. Ia berasal dari keluarga pas-pasan dan buka dari keluarga kaya yang hidup mewah. Ibunya bernama Hernawaty yang berprofesi sebagai penjual nasi padang di daerah pelabuhan Tanjung Priok. Ahmad Sahroni hidup bersama ibu dan neneknya. Karena masalah ekonomi, orangtua Sahroni bercerai, sehingga sejak kecil Ahmad Sahroni tidak telalu mengenal ayahnya.

Sahroni menempuh pendidikan dasar dan menengahnya di Tanjung Priok. Untuk membantu kehidupan dan biaya sekolahnya, pada saat sekolah dasar ia pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu dan ojek payung hingga menjadi tukang es.

Sahroni kemudian masuk SMA Negeri Baru Cilincing (Saai ini SMAN 114), dan dikelas dua, ia menjadi Ketua OSIS. Sahroni lulus SMA di tahun 1995 dan tidak melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah karena masalah ekonomi.

Baca Juga : Profil Ari Askhara – Mantan Dirut Garuda Indonesia

Perjalanan Karir Ahmad Sahroni

Setelah lulus dari SMA, ia memutuskan untuk bekerja di daerah pelabuhan tanjung priok. Disana, ia bekerja sebagai buruh kasar, hingga kemudian ia menjadi supir ‘tembak’ dengan gaji seiklasnya di PT Millenium Inti Sentosa.

Beberapa tahun berprofesi sebagai seorang supir, Ahmad Sahroni memutuskan keluar dari perusahaan dan bekerja sebagai tukang cuci piring di sebuah kapal pesiar Century yang berbendera Amerika Serikat. Selama tiga bulan bekerja, ia sudah berkunjung ke berbagai negara secara gratis.

Sekembalinya di Indonesia, ia bekerja sebagai pelayan di restoran di Jakarta, namun hanya beberapa bulan saja.

Selanjutnya ia kembali ke pekerjaan lamanya yaitu menjadi seorang supir namun bedanya, kali ini menjadi supir bos. Sembari bekerja sebagai supir, ia juga mempelajari cara bos nya menghasilkan uang melalui perusahaan yang dikelola. Sahroni mempelajari cara bagaimana perusahaan mencari pelanggan, memberi BMM hingga mengisi ke kapal.

Hingga suatu saat, bosnya menantang Sahroni untuk menagih utang klien perusahaan yang sudah lama tidak dibayar dengan imbalan akan diangkat sebagai pegawai tetap perusahaan. Dan akhirnya, berkat kemampuan dan strateginya, Sahroni berhasil menagih hutang ke klien tersebut.

Dari situlah titik balik kehidupannya. Tahun 2001, Sahroni resmi diangkat sebagai pegawai tetap di perusahaan. Ia merupakan pria yang mau belajar dan bekerja keras, semua pekerjaan dilakukan dengan ikhlas dan tidak pernah menyia-nyiakan pekerjaannya.

Berkat kerja kerasnya,berkat kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaan penting, dalam waktu 2 tahun Sahroni berhasil duduk sebagai seorang direktut perusahan.

Tidak mau berada di zona nyaman, Sahroni terus belajar dan mencari informasi tentang mendirikan sebuah perusahaan. Setelah pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya cukup banyak, akhirnya Sahroni memutuskan untuk keluar dari PT Millenium Inti Sentosa meninggalkan jabatannya sebagai direktur dan memilih untuk mendirikan perusahaan sendiri.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Mendirikan Usaha Rental Kapal

Berbekal ilmu dan pengetahuan di perusahaan sebelumnya, karirnya semakin sukses dengan mendirikan rental kapal dari bantuan pemodal.

Namun, bisnis yang ia jalankan tidak selalu mulus, ia pernah ditipu hingga harus menanggung hutang cukup banyak. Sampai akhirnya di tahun 2004, bisnisnya sukses dibawah naungan PT Eka samudra Lima. Hingga akhirnya, ia kembali mendirikan perusahaan PT Ruwanda Satya Abadi.

Sahroni sangat menjaga kepercayaan klien sehingga banyak mantan klien dari perusahaan tempatnya bekerja dulu menjadi pelanggan di perusahaannya. Selain menjadi bos penyuplai BBM terbesar di Tanjung Priok, Ahmad Sahroni juga melebarkan bisnisnya dibidang properti.

Karir Politik

Setelah sukses berkarir di dunia bisnis, Sahroni terjun ke dunia politik dengan bergabung di parta Nasdem, dan pada 2019 ia berhasil duduk di kursi DPR RI.

Meskipun saat ini, Ahmad Sahroni telah menjelma sebagai seorang milyader, ia tetap menjadi pribadi yang humble dan ramah dengan siapapun. Bahkan, ia tidak malu makan di warung pinggiran.

Selain itu, Sahroni juga tetap tinggal di daerah tanjung priok, yang menjadi tempat ia dibesarkan. Ia membangun rumas yang sangat besar dan luas, dengan luas sekitar 400 meter dengan 4 lantai. Di rumahnya juga terdapat lift untuk akses naik turun lantai.

Pengalaman masa lalunya yang cukup berat, membuat sahroni sangat menyayangi anaknya. Terbukti, meskipun memiliki kegiatan yang super sibuk, ia selalu menyisihkan waktunya untuk keluarga. Selain itu dia juga sosok yang sangat taat beribadah.

Sahroni memiliki hobi dengan mobil sport, jadi tidak heran jika di garasi rumahnya terparkir banyak koleksi mobil sport dari Lamborgini hingga mobil Ferrari. Karena itulah ia dipilih sebagai ketua klub Ferrari Indonesia dan pernah menjadi ketua klub Mercedes Indonesia.

Baca Juga : Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Ahmad Sahroni Crazy Rich Tanjung Priok. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Michael Bambang Hartono – Pemilik PT Djarum & Orang Terkaya di Indonesia

Profil Michael Bambang Hartono – Beberapa waktu yang lalu, jagat dunia maya dihebohkan dengan foto Bambang Hartono sedang makan di warung sederhana yang menjual tahu pong. Michael Hartono merupakan pemilik PT Djarum yang dinobatkan forbes sebagai orang terkaya di Indonesia.

PT Djarum adalah salah satu perusahaan besar milik keluarga Hartono yang memproduksi rokok. Saat ini perusahaan tersebut dimiliki oleh dua orang bersaudara bernama Michael Bambang Hartono dan adiknya Robert Budi Hartono.

Michael dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963. Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.

Michael dan Robert bekerjasama mengibarkan bendera Djarum hingga ke luar negeri. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

Selain sebagai pemilik dari PT.Djarum. Bambang hartono juga menjadi pemilik saham terbesar di Bank BCA dan memiliki berbagai bisnis lainnya seperti bisnis digital, elektronik dan pemilik Djarum Foundation. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah biografi lengkap Michael Bambang Hartono.

Baca Juga : Profil Fuad Rizal Plt Dirut Garuda Indonesia

Biografi singkat Michael Bambang Hartono

Michael Hartono merupakan pengusaha kelahiran Semarang, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939, memiliki nama lengkap Michael Bambang Hartono dan nama mandarin Oei Hwie Siang. Michael Hartono merupakan pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, PT Djarum. Ia bersama adiknya Robert Budi Hartono mewarisi PT Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963, dan ibunya bernama Goei Tjoe Nio.

Sepeninggal ayahnya, Michael Hartono dan Robert Hartono bahu-membahu meneruskan bisnis rokok dan perlahan tapi pasti, Djarum mulai berkembang pesat.

Baca Juga : Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri

Karir di PT Djarum

PT Djarum adalah perusahaan yang memproduksi rokok kretek lintingan tangan dan rokok lintingan mesin yang sangat populer dan diproduksi dalam skala besar. Awalnya, perusahaan ini hanya membuat rokok kretek lintingan tangan namun pada awal tahun 1970 rokok klintingan mesin mulai diperkenalkan ke pasaran, meskipun rokok kretek lintingan tangan tetap dikerjakan secara manual oleh buruh terampil.

Setelah mewariskan Djarum, Michael Hartono memulai karir menjadi direktur PT Djarum. Bersama adiknya, ia berambisi untuk membesarkan Djarum di kancah bisnis dunia. Hingga akhirnya, Michael Hartono dan Robert Hartono berhasil membuat pabrik rokok Djarum semakin berkembang dan menjadi perusahaan yang mapan.

Hingga pada tahun 1972, ditengah besarnya pasar domestik untuk rokok kretek, Djarum mulai mengekspor kretek lintingan tangan dan lintingan mesin ke pengecer tembakau di seluruh dunia, diantaranya ke Republik Rakyat Tiongkok, Korea, Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat.Lalu Djarum Super diperkenalkan tahun 1981 dan diikuti Djarum Special diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1983.

Hingga saat ini, beberapa merk Djarum untuk pasar internasional, seperti Djarum Cherry, LA Menthol Lights, Djarum Menthol, LA Lights, Djarum Vanilla, Djarum Black Supersmooth, dan Djarum Black Menthol Supersmooth telah menguasai tujuh puluh persen pasar rokok kretek internasional.

Selain berkarir di industri rokok, saat ini Michael dan Robert merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA. Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Beberapa Bisnis Grup Djarum

Melalui PT Dwimuria Investama Andalan (anak usaha Djarum Group), Michael dan Robert membeli saham Bank Central Asia (BCA). BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia yang sebelumnya bagian dari Grup Salim yang saat ini saham mayoritas bank (54,94%) dikendalikan oleh Djarum.

Tidak hanya berkarir di dunia perbankan, beberapa sektor usaha grup djarum salah satunya bisnis Sawit. Lewat PT Hartono Plantation Indonesia, Grup Djarum mengelola hampir 30.000 hektar kebun sawit yang mengambil lokasi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Tahun 1978, Michael dan Robert mulai mencoba bisnis di industri elektronik dengan memproduksi barang elektronik yang dikenal dengan merek Polytron.

Mereka juga memiliki bisnis properti, diantaranya WTC Mangga Dua, Grand Indonesia, Apartemen Kempinski Residences.

Tidak hanya sukses dalam dunia bisnis, pada Asian Games 2018 Michael Hartono juga berkontribusi dalam sektor olahraga. Ia sukses memenangkan medali perunggu di cabang olahraga bridge di Asian Games 2018. Dan Michael Hartono memberikan bonus yang didapatkan dari Asian Games akan “dikembalikan” untuk dimanfaatkan sebagai modal pengembangan olahraga banting kartu itu.

Hingga pada 2019, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan 38 miliar dollar AS. Michael Hartono sendiri menduduki peringkat ke 56 dengam total kekayaan 18.5 milliar dollar.

Baca Juga : Profil Ari Askhara – Mantan Dirut Garuda Indonesia

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Michael Bambang Hartono. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com Ida Fauziah merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang masuk dalam jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju. Ia ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2014. Ia menggantikan posisi Hanif Dhakiri yang sebelumnya menduduki posisi menteri ketenagakerjaan pada masa pemerintahan Jokowi jilid pertama.

Ida Fauziah memiliki latar belakang sebagai politikus sejak 1999 ia telah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia juga pernah berpasangan dengan Sudirman Said di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Namun, dia gagal setelah kalah suara dari pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Mengenal lebih dekat Ida Fauziah dengan mengetahui proil lengkapnya.

Profil Ida Fauziah

Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. atau lebih dikenal Ida Fauziah lahir di Mojokerto, 16 Juli 1969. Ia menyelesaikan pendidikan di SMP Islam Walisongo 1 (Kedung maling), lalu menengah atas di MAN Tambak Beras Jombang 1989, selanjutya ia berkuliah di S 1 IAIN Sunan Ampel Surabaya 1993 dan Universitas Satyagama Ilmu Pemerintahan.

Ida Fauziah mengawali karir politiknya sejak 1999 hingga 2019 sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Lebih detailnya, Ida sempat menjadi Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) dan Wakil Ketua Komisi II di sektor otonomi daerah dan pertanahan pada periode 2009 sampai 2012.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Pada 2012-2014, ia menjabat sebagai Ketua Komisi VIII DPR RI untuk menangani Departemen Agama, Departemen Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia dan Zakat.

Ida Fauziah juga pernah ditempatkan di Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi I yang ditugaskan di sektor pertahanan, intelijen, komunikasi, dan informatika pada 2014 hingga akhir September 2019.

Ia juga pernah mewakili Jawa Timur untuk daerah Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Kota Madiun, dan Kota Mojokerto selama duduk di parlemen.

Sebelum berkarir di dunia politik menjadi anggota DPR, Ida Fauziah sempat menjadi seorang guru di MAPK, Jombang selama 1994 hingga 1999 silam. Ia juga pernah mengajar di SMA Khadijah, Surabaya pada 1997 sampai 1999.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziah dipercayai Jokowi untuk menjadi menteri ketenagakerjaan di Kabinet Indonesia Maju. Ida menyebutkan dirinya dihubungi oleh pihak istana pada 21 Oktober 2019. Ia mengaku diajukan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, mewakili partai tersebut untuk berpartisipasi membantu Presiden Jokowi.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Yasonna Laoly – Menteri Hukum dan HAM (MenKumHam) Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang tidak berubah dari Kabinet Kerja 2014-2019 adalah Yasonna Laoly yang kembali dipercaya untuk menjadi Menteri Hukum dan HAM (MenKumHam) pada Kabinet Indonesia Maju.

Yasonna mengawali karir sebagai pengacara lalu terjun ke dunia politik dengan masuk ke PDIP. Hingga akhirnya ia ditunjuk untuk menjadi Menteri Hukum dan HAM (MenKumHam) pada Kebinet Kerja Jokowi 2014-2019. Namun, sebelum masa jabatan habis, ia mengundurkan diri karena terpilih sebagai anggota DPR periode 2019-2024 dan telah dilantik pada 1 Oktober 2019.

Baca Juga : Profil Sofyan Djalil – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)

Mengenal lebih dekat Yasonna Laoly, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Yasonna Laoly

Yasonna merupakan pria kelahiran Sorkam, Tapanuli Tengah 27 Mei 1953, dengan nama lengkap Yasonna Hamonangan Laoly. Masa kecil Yosanna dihabiskan di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Pendidikan sekolah dasar ia tempuh di Sekolah Rakyat (SR) Katolik Sibolga pada 1959-1956. Lalu melanjutkan di SMP Sibolga pada 1965-1968. Dan pendidikan menengah atas diselesaikan di SMA Katolik Sibolga pada 1968-1972.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan Fakultas HUkum du Universitas Sumatera Utara dan rampung pada 1978. Tak sampai disitu, Yosanna juga melanjutkan pendidikan dengan mengambil Internship in Higher Education Administration Roanoke College, Salem Virginia, USA pada 1983-1984. Lalu melanjutnya PascaSarjana atau gelar Master di Virginia Commonwealth University pada 1986. Dan menamatkan Doktor di North Carolina University pada 1994.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Sebelum mengembang tugas sebagai Menteri, Yosanna juga pernah menjadi pengacara dan penasehat hukum Universitas HKBP Nommensen Medan, Sumatera Utara pada 1980-1983. Ia juga pernah menjadi dekan di fakultas hukum di universitas tersebut.

Perjalanan karir politik Yasonna dimulai dari pemilihan anggota DPR Daerah Sumatera Utara 2 Periode 1999-2004. Pada Pemilu 2009 ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI menjabat sebagai sekertaris fraksi PDI Perjuangan dan sebagai anggota Badan Anggaran.

Karir politik Yasonna Hamonangan Laoly semakin melesat ketika Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia pada Kabinet Kerja 2014-2019.

Namun karirnya sebagai Menteri Hukum dan HAM resmi berakhir pada 1 Oktober 2019, setelah ia melayangkan surat pengunduran dirinya ke Presiden Joko Widodo untuk menjadi anggota DPR periode 2019 – 2024.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Tidak lama dilantik sebagai anggota DPR-RI periode 2019-2024 ia kembali mengundurkan diri dari posisinya sebagai wakil rakyat dikarenakan penunjukan kembali dirinya sebagai Menteri Hukum dan HAM Kabinet Indonesia Maju pada masa pemerintahan presiden Joko Widodo periode 2019-2024.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Yasonna Laoly – Menteri Hukum dan HAM (MenKumHam) . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Sofyan Djalil – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Sofyan Djalil kembali dipercaya untuk membantu Presiden Jokowi dalam jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya, Sofyan sempat menjabat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Kabinet Indonesia Bersatu.

Tak sampai disitu saja, Sofyan juga sempat menjabat di tiga kementerian dalam Kabinet Kerja pada Pemerintahan Jokowi Periode 2014-2019. Pada 2014-2015 ia ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pada 2015 ada perubahan atau Reshuffle dan ia dipindah menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas. Pada 2016, ia kembali dipindah kementerian dan dipercayai mengisi pos Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia (ATR) hingga 2019.

Baca Juga : Profil Basuki Hadimuljono – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Mengenal lebih dekat Sofyan Djalil, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Sofyan Djalil

Sofyan Djalil atau lebih dikenal Sofyan merupakan pria kelahiran Aceh, 23 September 1953. Ia hidup dari keluarga sederhana, Ayahnya merupakan tukang cukur dan ibunya seorang guru mengaji. Saat kecil Sofyan Djalil kerap berjualan telur untuk menambah kebutuhan hidup. Meskipun demikian, Sofyan memiliki tekad belajar yang kuat.

Pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannya. Sedangkan pendidikan tingkat tinggi di rampungkan di fakultas Hukum dan Bisnis di UI dan lulus pada tahun 1983.

Baca Juga : Profil Syahrul Yasin Limpo – Menteri Pertanian

Namun sebelumnya banyak kisah dalam perjalanan yang ia lalui sebelum melanjutkan kuliah di UI. Pada tahun 1976, saat berusia 23 tahun, Sofyan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri kegiatan Muktamar Nasional Pelajar Islam Indonesia (PII). Sejak itu, ia memilih tetap tinggal di Jakarta.

Agar bisa bertahan, berbagai pekerjaan serabutan ia lakukan, mulai jadi kondektur metromini dan juga menjadi pengurus masjid Pusdiklat Kejaksaan Agung, Jakarta.

Sofyan juga tetap melanjutkan studinya. Ia harus pintar membagi waktu antara kuliah dan kerja. Seusai bekerja di pagi hari, ia melanjutkan kuliah sore di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, bidang studi hukum bisnis. Ia lulus pada tahun 1983 dengan gelar sarjana hukuk pada usia 30 tahun.

Setelah itu, Sofyan mengikuti lembaga kajian, dan mendapatkan beasiswa ke luar negeri untuk meraih gelar master dan doktor di Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat.

Pada tahun 1993, ia sukses memperoleh gelar Doctor of Philosophy dalam bidang studi International Financial and Capital Market Lawstudi and Policy di Tufts University.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Sebelum menjabar sebagai menteri, Sofyan pernah menduduki posisi penting seperti Komisaris, PT Perusahaan Listrik Negara (1999-Mei 2002), Staf Ahli Menteri Negara Pendayagunaan BUMN bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM/Asisten Kepala Badan Pembina BUMN Bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM (Juni 1998-Februari 2000), Tim mediasi perundingan pemerintah RI dan GAM di Helsinki, Finlandia, (2004-2005), dan Anggota Tim Pakar, Departemen Kehakiman dan HAM RI (2001-sekarang).

Sedangkan dalam dunia politik, tercatat Sofyan sudah tiga kali menjabat sebagai menteri. Jabatan pertama pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sofyan diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia ke-2 untuk masa jabatan 21 Oktober 2004 sampai 9 Mei 2007.

Jabatan kedua masih pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sofyan kembali dilantik menjadi Menteri Negara BUMN Indonesia ke-4 untuk masa jabatan 9 Mei 2007 sampai 22 Oktober 2009.

Pada masa pemerintahan Jokowi – JK, Sofyan kembali ditunjuk untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia di Kabinet Kerja Periode 2014-2019. Namun, ia hanya menjabat selama satu tahun dari 26 Oktober 2014 sampai 12 Agustus 2015 sebab selanjutnya ia digantikan oleh Darmin Nasution pada perombakan Kabinet Kerja. Sejak 12 Agustus 2015, Sofyan mulai menduduki posisi sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menggantikan Andrinof Chaniago.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Sofyan Djalil juga mendedikasikan hidupnya sebagai akademisi di berbagai universitas ternama di Indonesia. Mulai tahun 2001 sampai sekarang, dia tercatat sebagai dosen Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Kemudian sejak tahun 2000, dia telah mengajar di Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum UI. Bahkan sejak 1993 hingga saat ini ia masih menjadi dosen Fakultas Ekonomi dan Program Magister Manajemen UI.

Pada 27 Juli 2016, Sofyan Djalil kembali dilantik oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang. Dan pada periode II pemerintahan Presiden Jokowi kembali menunjuk Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) dalam Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Sofyan Djalil – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Basuki Hadimuljono – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang tidak berubah dari Kabinet Kerja 2014-2019 adalah Basuki Hadimuljono yang kembali dipercaya untuk menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Basuki dikenal sebagai sosok yang gemar bercanda dan menteri paling nyentrik. Meskipun demikian, Basuki merupakan menteri profesional yang sejak awal karirnya berkiprah di Kementerian PUPR. Sebelum menjadi Menteri, ia hampir 40 tahun berkiprah di Kementerian PUPR, Basuki telah tiga kali menjabat sebagai pejabat Eselon I, sebelum kemudian ditunjuk menjadi menteri pada Kabinet Kerja.

Baca Juga : Profil Syahrul Yasin Limpo – Menteri Pertanian

Mengenal lebih dekat Basuki Hadimuljono, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Basuki Hadimuljono

Basuki Hadimuljono merupakan pria kelahiran Solo 5 November 1954 yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Kabinet Kerja Jokowi JK periode 2014-2019 serta kembali di angkat pada jabatan yang sama pada periode 2019-2024 Kabinet Indonesia Maju.

Jenjang pendidikan setelah lulus dari SMA N 5 Surabaya, Basuki melanjutkan ke jenjang Sarjana di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan mengambil jurusan Teknik Geologi. Setelah lulus di UGM, ia memutuskan untuk berkarier sebagai PNS. Ia kemudian meneruskan pendidikan magister dan doctoral di Colorado University pada 1987-1992.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia memutuskan kembali ke Indonesia dan kala itu Basuki menjadi satu-satunya pegawai Kementerian PU lulusan S3. Kariernya pun perlahan pasti menanjak hingga akhirnya menjadi dirjen pada usia 49 tahun.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Pada 2005-2007 Basuki menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan. Kemudian pada 2007-2013 ia menjabat sebagai Inspektur Jenderal dan Direktur Jenderal Penataan Ruang pada 2013-2014.

Basuki juga pernah menjadi Komisaris Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Selain itu, dirinya juga sempat beberapa kali masuk ke media massa kala ditunjuk sebagai anggota tim penanggulangan lumpur Lapindo pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah berkarir sebagai PNS lebih dari 30 tahun, Basuki ditunjuk oleh Presiden JokoWi untuk memimpin Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Oktober 2014. Ia menjadi menteri pertama penggabungan dua kementerian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat.

Posisi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini diberikan pada Basuki setelah dirinya sukses menjalankan perannya sebagai Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum sehingga dinilai cakap dan mumpuni mengisi posisi tersebut.

Menurut Basuki, jabatan menteri tak bisa diupayakan sendiri karena sepenuhnya wewenang Presiden. Misi yang diberikan kepada Basuki pun cukup berat, mengingat pembangunan infrastruktur merupakan salah satu fokus utama pemerintahan Jokowi.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Dalam empat tahun terakhir, Basuki mengaku menghabiskan hari kerjanya di kantor, istana, dan proyek. Akhir pekan pun, menurut dia, kadang digunakan untuk meninjau proyek infrastruktur di luar Jakarta.

Terbukti dari rampungnya banyak proyek infrastruktur. Pembangunan jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, serta jalan Trans Papua yang terbengkalai di era pemerintahan sebelumnya, menunjukkan progres yang signifikan.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Basuki Hadimuljono – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Syahrul Yasin Limpo – Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Syahrul Yasin Limpo sebagai MMenteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Syahrul Yasin Limpo merupakan politikus Indonesia yang sempat menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan sejak tanggal 8 April 2008 hingga 8 April 2018. Syahrul menang dalam pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2007 dan 2013 bersama pasangannya Agus Arifin Nu’mang.

Baca Juga : Profil Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Mengenal lebih dekat Syahrul Yasin Limpo, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo merupakan pria kelahiran Makasar, 16 Maret 1955 dari pasangan H. Muhammad Yasin Limpo yaitu seorang tokoh pergerakan Sulawesi Selatan dan Hj. Nurhayati Yasin Limpo.

Riwayat pendidikan dasar hingga menengah atas diselesaikan di Makasar, selanjutnya pendidikan tinggi dirampungkan di Universitas Hasanuddin sebagai Sarjana Hukum di tahun 1983. Pada 1999 ia menyelesaikan pendidikan pasca sarjana LAN. Tahun 2004 ia melanjutkan kembali pendidikan S2 Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, dan terakhir ia melanjutkan pendidikan Doktor Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (S3) pada 2008.

Karir di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dimulai ketika ia diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil pada 1980.

Syahrul pernah memiliki jabatan penting antara lain Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat II Kabupaten Gowa pada 1991, dan Kepala Biro Humas Setwilda Tingkat I 1993.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Karir politiknya dimulai saat ia menjadi kader Golkar dan dipercaya menjadi Bupati Kabupaten Gowa 1994 hingga 2002.

Setelah itu, Syahrul mendampingi Amin Syam sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan pada 2003-2008. Selanjutnya pada pemilihan gubernur tahun 2007, Syahrul berpasangan dengan Agus Arifin Nu’mang maju sebagai calon Gubernur Sulawesi dan menang dalam pemilihan.

Syahrul dan Agus mengembang tugas sebagai Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008-2013 dan 2013-2018.

Tahun pertama menjadi Gubernur, Syahrul menargetkan peningkatan posisi Sulawesi Selatan sebagai provinsi penyangga beras untuk kebutuhan nasional. Target produksi padi pada 2008 sebanyak 4.042.471 ton gabah kering giling (GKG) yang didukung luas lahan sekitar 792.641 ha dengan tingkat produktivitas 51,00 kuintal/ha. Sementara target tanam padi untuk musim tanam 2009 seluas 868.411 ha dengan sasaran produksi 5.084.323 ton GKG dengan produktivitas 58,55 kwintal/ha.

Pada 2009, pergerakan ekonomi Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan sekitar 7.8 persen. Hal ini dipicu dengan pertumbuhan produksi jagung sehingga Syahrul Yasin Limpo mengatakan akan melakukan terobosan di tengah krisis global dengan melayani kebutuhan ekspor ke Malaysia dan Filipina, menyusul pengiriman yang sudah dilakukan sekitar 8 ribu ton ke Filipina, Maret 2009.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Pada tanggal 23 Oktober 2019, SYL resmi dilantik Presiden Joko Widodo untuk menjadi pembantu presiden dalam bidang pertanian periode 2019-2024 menggantikan Amran Sulaiman menteri Pertanian periode sebelumnya yang juga berasal dari Sulawesi Selatan.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Syahrul Yasin Limpo – Menteri Pertanian. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Siti Nurbaya Bakar – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Siti Nurbaya kembali dipercaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Siti Nurbaya kembali masuk dalam jajaran Kabinet Indonesian Maju yang dikenalkan di pelataran Istana Merdeka, pada 23 Oktober 2019.

Siti Nurbaya merupakan kader Partai Nasdem yang menjabat sebagai Ketua DPP sejak 2013 lalu. Siti Nurbaya menduduki berbagai jabatan di dunia birokrasi. Karirnya dimulai pada tahun 1981 di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung.

Namun jauh sebelum terjun ke dunia politik, Siti Nurbaya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia telah mengabdi selama 32 tahun sebagai pegawai negeri.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Siti Nurbaya Bakar, dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Siti Nurbaya Bakar

Siti Nurbaya Bakar merupakan perempuan kelahiran Jakarta, 28 Juli 1956 dari pasangan Mochammad Bakar dan Sri Banon. Ayahnya orang Betawi yang merupakan pensiunan Polri sedangkan ibunya asal Lampung. Siti Nurbaya menikah dengan Rusli Rachman dengan dikaruniai dua orang anak; Meitra Mivida NR dan Ananda Tohpati.

Siti Nurbaya menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Jakarta, dan melanjutkan kuliahnya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Setelah mendapatkan gelar insinyur, Siti menjadi Pegawai Negeri Sipil dan ditugaskan ke Lampung dengan bekerja di Bappeda Lampung selama 17 tahun.

Seperti ditulis dalam situs pribadinya, pada tahun 1998, siti ditarik ke Jakarta untuk ditempatkan di Depdagri. Karirnya semakin tinggi, sehingga ia dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (sekjen) Depdagri 2001-2005 dan Sekjen DPD RI (2006-2013).

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Sedangkan karir politiknya dimulai pada masa Pemilu 2014, dengan masuk ke Partai Nasdem, besutan Surya Paloh. Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Nasdem untuk daerah pemilihan Lampung dan dia terpilih untuk periode 2014-2019.

Namun, setelah pilpres 2014, capres terpilih Joko widodo memberikan jatah menteri ke partai-partai pengusung. Partai Nasdem salah satu pendukungnya dapat jatah kursi menteri. Siti Nurbaya, salah satu perwakilan dari Nasdem, yang diberi kerpercayaan oleh Jokowi untuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Kabinet Kerja 2014-2019.

Dan pada oktober 23 Oktober 2019 ia dipilih kembali mengemban tugas sebgai menteri lingkungan hidup dan kejutan pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Juliari Batubara – Menteri Sosial Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Presiden Joko Widodo mengumumkan jajaran Menteri di Kabinet Indonesia Maju di pelataran Istana Merdeka pada Rabu 23 Oktober 2019.

Salah satu nama yang disebut Presiden Joko Widodo adalah Juliari Batubara yang dipercaya menempati posisi Menteri Sosial.

Juliari Batubara merupakan politisi PDI Perjuangan yang merupakan anak sulung dari politisi senior PDI Perjuangan almarhum AP Batubara. Ia menjabata sebagai Wakil Bendahara Umum PDI Perjuangan pada periode 2019-2024.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju.

Juliari Batubara sempat menjabat sebagai anggota DPR dalam dua periode untuk daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah I. Ia juga pernah menjadi Ketua IV Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat PB PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indpnesia) pada tahun 2002-2004, dan menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) pada tahun 2003-2011.

Mengenal lebih dekat Juliari Batubara dengan mengetahui proil lengkapnya.

Profil Juliari Batubara

Memiliki nama lahir Juliari Peter Batubara, ia lahir di Jakarta 22 Juli 1972. Juliari Batubara menyelesaikan pendidikan SD dan SMP-nya di St Franciscus Asisi, Tebet, Jakarta dari tahun 1979 hingga 1988. Pendidian menengah atas ia selesaikan di SMAN 8 Tebet Jakarta dari tahun 1988-1991.

Juliari Batubara menyelesaikan kuliahnya di Riverside City College USA (1991-1995) dan Bussiness Administration with minor in Finance, Chapman University USA (1995-1997).

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Perjalanan Karir Juliari Batubara

Karir Juliari Batubara dimulai dari perjalanan bisnis, terbukti ia menduduki sejumlah jabatan penting dibeberapa perusahana. Diantaranya PT Wiraswasta Gemilang Indonesia, PT Arlinto Perkasa Buana, PT Bwana Energy, dan PT Tridaya Mandiri.

Pada usia 47 tahun, ia juga sempat menjadi Ketua Harian Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia ser5a dan Wakil Ketua Komite Tetap Akses Informasi Peluang Bisnis-Bidang UMKM Kadin pada 2009-2010.

Sedang karir politiknya dimulai bersama PDI Perjuangan saat ia menjadi anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan tahun 2003 dan 2008. Hingga pada 2010, Juliari dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan. Namun sebelum itu, ada beberapa jabatan penting yang pernah didudukinya.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Ia juga sempat aktif sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) tahun 2003-2011.

Pada 2002-2004, ia menjadi Ketua IV Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia.

Ia juga sempat menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Menengah 17 Agustus 1945 tahun 2003-2014, Ketua Biro Promosi dan Pemasaran KONI Pusat tahun 2007-2011.

Pada tahun 2007, Juliari menjadi Ketua Harian Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia (ASPELINDO) hingga 2014 dan menjadi Anggota Dewan Penasehat Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI) tahun 2008-2014.

Juliari juga sempat menjadi Yaitu meniadi Wakil Ketua Komite Tetap Akses Imformasi Peluang Bisnis-Bidang UMKM KADIN Indonesia pada tahun 2009-2010.

Sebelum ditunjuk menjadi Menteri Sosial, Juliari Batubara sedang menjabat sebagai anggota DPRD Komisi VI yang menangani Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM dan BUMN, serta Standardisasi Nasional. Ia mengaku akan mundur dari jabatannya jika dilantik menjadi menteri.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Edhy Prabowo – Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Edhy Prabowo menjadi salah satu nama yang disebut Presiden Joko Widodo dalam pengumuman pejabat menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Edhy Prabowo ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju yang sebelumnya di jabat oleh Susi Pudjiastuti.

Edhy Prabowo merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional dan juga dikenal dekat dengan Prabowo Subianto kini sama-sama menjabat sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Edhy Prabowo, dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil Edhy Prabowo

Edhy Prabowo, merupakan pria kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan 24 Desember 1972 dari pasangan Bapak Sutopo dan Ibu Sri Rejeki.

Edhy menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah atas di kota kelahirannya. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta tahun 1997. Edhy juga melanjutkan pendidikan S2 dan lulus tahun 2004, di Swiss German University (SGU) mengambil jurusan Magister Manajemen.

Awalnya, masyarakat mengenal Edhy Prabowo sebagai atlet pencak silat Nasional. Namanya mulai dikenal ketika berjaya di Pekan Olahraga Nasional (PON), dia juga pernah mengikuti kejuaraan tingkat mancanegara.

Namun, Edhy memilih berhenti sebagai atlet dan memilih berkarir sebagai tentara pada 1991. Saat itu, ia berhasil diterima menjadi anggota Akabri di Magelang, Jawa Tengah. Namun, karir sebagai tentara hanya sebentar, didunia militer ia hanya bertahan selama dua tahun saja.

Baca Juga : Profil Arifin Tasrif – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Setelah itu, Edhy memutuskan untuk merantau ke Jakarta, dan diperkenalkan dengan Prabowo Subianto yang saat itu masih berpangkat Letkol dan menjabat Dangrup III TNI AD.

Hingga akhirnya, Prabowo menampung Edhy dan teman-temannya. Khusus untuk Edhy, Prabowo membiayai Edhy untuk melanjutnya studinya di ilmu pendidikan Fakultas Ekonomi Universitas Moestopo.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Edhy menjadi orang kepercayaan Prabowo. Ia menjadi orang yang mendampingi Prabowo saat berdomisili di Jerman dan Yordania.

Pasca Prabowo mendirikan Partai Gerindra, Edhy mencalonkan diri menjadi caleg dikampung halamannya yaitu Dapil II Sumatera Selatan. Didaerah tersebut, Edhy harus bersaing dengan sejumlah politisi senior seperti Mustafa Kamal, Dodi Alex Nurdin, dan Nazarudin Kiemas. Edhy berhasil menjadi caleg kelima yang memperoleh suara terbanyak.

Pada pemilu tahun 2014, Edhy berhasil menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk Dapil Sumatra Selatan I setelah memperoleh 75,186 suara.

Edhy Prabowo juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional DPP Partai Gerindra sejak 2012 hingga sekarang.

Baca Juga : Profil Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan

Edhy Prabowo juga dikenal sebagai pengusaha. Ia mendirikan perusahaan jasa keamanan yaitu PT Garuda Security Nusantara dan menjabat menjadi Presiden Direktur. Dia juga sempat menjadi Komisaris di PT. Kiani Lestari Jakarta, perusahaan kertas milik Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto.

Edhy saat ini menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maaruf Periode II 2019-2024.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Edhy Prabowo – Menteri Kelautan dan Perikanan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.