Profil Michael Bambang Hartono – Pemilik PT Djarum & Orang Terkaya di Indonesia

Posted on

Profil Michael Bambang Hartono – Beberapa waktu yang lalu, jagat dunia maya dihebohkan dengan foto Bambang Hartono sedang makan di warung sederhana yang menjual tahu pong. Michael Hartono merupakan pemilik PT Djarum yang dinobatkan forbes sebagai orang terkaya di Indonesia.

PT Djarum adalah salah satu perusahaan besar milik keluarga Hartono yang memproduksi rokok. Saat ini perusahaan tersebut dimiliki oleh dua orang bersaudara bernama Michael Bambang Hartono dan adiknya Robert Budi Hartono.

Michael dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963. Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.

Michael dan Robert bekerjasama mengibarkan bendera Djarum hingga ke luar negeri. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

Selain sebagai pemilik dari PT.Djarum. Bambang hartono juga menjadi pemilik saham terbesar di Bank BCA dan memiliki berbagai bisnis lainnya seperti bisnis digital, elektronik dan pemilik Djarum Foundation. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah biografi lengkap Michael Bambang Hartono.

Baca Juga : Profil Fuad Rizal Plt Dirut Garuda Indonesia

Biografi singkat Michael Bambang Hartono

Michael Hartono merupakan pengusaha kelahiran Semarang, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939, memiliki nama lengkap Michael Bambang Hartono dan nama mandarin Oei Hwie Siang. Michael Hartono merupakan pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, PT Djarum. Ia bersama adiknya Robert Budi Hartono mewarisi PT Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963, dan ibunya bernama Goei Tjoe Nio.

Sepeninggal ayahnya, Michael Hartono dan Robert Hartono bahu-membahu meneruskan bisnis rokok dan perlahan tapi pasti, Djarum mulai berkembang pesat.

Baca Juga : Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri

Karir di PT Djarum

PT Djarum adalah perusahaan yang memproduksi rokok kretek lintingan tangan dan rokok lintingan mesin yang sangat populer dan diproduksi dalam skala besar. Awalnya, perusahaan ini hanya membuat rokok kretek lintingan tangan namun pada awal tahun 1970 rokok klintingan mesin mulai diperkenalkan ke pasaran, meskipun rokok kretek lintingan tangan tetap dikerjakan secara manual oleh buruh terampil.

Setelah mewariskan Djarum, Michael Hartono memulai karir menjadi direktur PT Djarum. Bersama adiknya, ia berambisi untuk membesarkan Djarum di kancah bisnis dunia. Hingga akhirnya, Michael Hartono dan Robert Hartono berhasil membuat pabrik rokok Djarum semakin berkembang dan menjadi perusahaan yang mapan.

Hingga pada tahun 1972, ditengah besarnya pasar domestik untuk rokok kretek, Djarum mulai mengekspor kretek lintingan tangan dan lintingan mesin ke pengecer tembakau di seluruh dunia, diantaranya ke Republik Rakyat Tiongkok, Korea, Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat.Lalu Djarum Super diperkenalkan tahun 1981 dan diikuti Djarum Special diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1983.

Hingga saat ini, beberapa merk Djarum untuk pasar internasional, seperti Djarum Cherry, LA Menthol Lights, Djarum Menthol, LA Lights, Djarum Vanilla, Djarum Black Supersmooth, dan Djarum Black Menthol Supersmooth telah menguasai tujuh puluh persen pasar rokok kretek internasional.

Selain berkarir di industri rokok, saat ini Michael dan Robert merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA. Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Beberapa Bisnis Grup Djarum

Melalui PT Dwimuria Investama Andalan (anak usaha Djarum Group), Michael dan Robert membeli saham Bank Central Asia (BCA). BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia yang sebelumnya bagian dari Grup Salim yang saat ini saham mayoritas bank (54,94%) dikendalikan oleh Djarum.

Tidak hanya berkarir di dunia perbankan, beberapa sektor usaha grup djarum salah satunya bisnis Sawit. Lewat PT Hartono Plantation Indonesia, Grup Djarum mengelola hampir 30.000 hektar kebun sawit yang mengambil lokasi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Tahun 1978, Michael dan Robert mulai mencoba bisnis di industri elektronik dengan memproduksi barang elektronik yang dikenal dengan merek Polytron.

Mereka juga memiliki bisnis properti, diantaranya WTC Mangga Dua, Grand Indonesia, Apartemen Kempinski Residences.

Tidak hanya sukses dalam dunia bisnis, pada Asian Games 2018 Michael Hartono juga berkontribusi dalam sektor olahraga. Ia sukses memenangkan medali perunggu di cabang olahraga bridge di Asian Games 2018. Dan Michael Hartono memberikan bonus yang didapatkan dari Asian Games akan “dikembalikan” untuk dimanfaatkan sebagai modal pengembangan olahraga banting kartu itu.

Hingga pada 2019, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan 38 miliar dollar AS. Michael Hartono sendiri menduduki peringkat ke 56 dengam total kekayaan 18.5 milliar dollar.

Baca Juga : Profil Ari Askhara – Mantan Dirut Garuda Indonesia

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Michael Bambang Hartono. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.