Profil Johnny G. Plate – Menteri Komunikasi dan Informatika (MenKomInfo) Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Johnny G. Plate sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (MenKomInfo) periode 2019-2024.

Johnny G. Plate merupakan Sekjen Partai Nasdem yang menggantikan Rudiantara selaku Menkominfo periode pertama kabinet presiden Jokowi. Lalu siapakah Johnny G. Plate? simak profilnya secara lengkap berikut ini.

Baca Juga : Profil Arifin Tasrif – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Profil dan Perjalanan Johnny G. Plate

Johnny G. Plate, merupakan pria kelahiran Ruteng, NTT 10 September 1956. Ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di kota kelahiran, dan melanjutkan pendidikan tingkat tingginya di Universitas Katolik Atma Jaya dan lulus tahun 1986.

Sebelum berkarir didunia politik, ia merupakan seorang pengusaha. Johnny G. Plate memulai bisnis dibidang alat-alat kebutuhan perkebunan di awal tahun 1980-an .

Sukses dibisnis alat pertanian, bersama koleganya, Johny memperluas bisnisnya ke dunia transportasi penerbangan dan sempat menjadi bagian dari bisnis Air Asia.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Sukses didunia bisnis, johny tertarik terjun ke dunia Politik. Karir di politik dimulai saat ia bergabung dengan Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI). Ia juga sempat dipercaya menjadi Ketua Mahkamah PKDI hingga 2013. Selanjutnya, Johny hijrah ke Partai Nasdem.

Pada tahun 2014 ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan (DPR-RI) Partai Nasdem mewakili daerah NTT. Ia duduk di Komisi XI membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank di DPR RI untuk periode 2014-2019.

Pada Pemilihan Umum Legislatif tahun 2019, Johny kembali terpilih kembali menjadi anggota DPR tetapi ia merelakan jabatannya tersebut lantaran diminta menjadi Menkominfo oleh presiden Jokowi.

Baca Juga : Profil Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Johnny G. Plate Menteri Komunikasi dan Informatika. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Maju

InfoBiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan periode 2019-2024. Sebelumnya, Budi Karya juga menjabat di posisi yang sama pada kabinet kerja sejak 27 Juli 2016 menggantikan Ignasius Jonan.

Budi Karya dikenal sebagai salah satu Menteri yang paling dekat dengan Presiden Joko Widodo, karena ia selalu menjadi pilihan presiden sejak masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Karirnya sebagai menteri perhubungan, dinilai cukup sukses dalam menangani mudik lebaran pada tahun 2018 dan 2019. Hingga akhirnya, ia kembali ditunjuk untuk tetap menjadi menteri Perhubungan di kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga : Profil Agus Suparmanto – Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju

Selain berkarir didunia politik, selama ini Budi Karya dikenal sebagai profesional yang bertangan dingin dalam memimpin sebuah perusahaan. Kiprahnya mulai mentereng sejak memimpin Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibukota, yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Atas keberhasilannya itu, dia dipercaya memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PT Angkasa Pura II.

Mengenal lebih dekat Budi Karya, dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil Budi Karya Sumadi

Budi Karya Sumadi merupakan pria kelahiran Palembang, 18 Desember 1956 yang menghabiskan masa kecil di kota kelahirannya. Saat berusia 10 tahun, ia dapat sempat membantu usaha orang tuanya berjualan sabun, lilin, makanan kering, dan selai pisang.

Ayah Budi Karya bernama Abdul Somad Sumadi seorang pejuang di Sumatera Selatan bekerja di Kanwil Deppen Sumsel (1962) setelah sebelumnya pernah bekerja sebagai guru dan utusan pemerintahan Bung Karno.

Baca Juga : Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju

Sedangkan sang Ibu, Kusmiati bekerja sebagai guru TK yang kemudian menjadi anggota DPRD Sumsel tahun 1956-1959. Sang Ibu juga pernah menjadi pimpinan Redaksi Obor Rakyat yang terbit tahun 1962.

Budi Karya menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SD Muhammadiyah Bukit Kecil, lalu melanjutkan ke SMPN 1 Talang Semut Lama dan SMA Xaverius I. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Jurusan Arsitektur di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Budi Karya mengawali karirnya sebagai arsitek perencanaan di Departemen Real Estate PT. Pembangunan Jaya, prestasi Budi Karya terbilang gemilang. Bahkan, ia sempat menjadi Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. dan PT. Jakarta Propertindo yang merupakan bagian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Budi Karya banyak terlibat di berbagai proyek ibukota.

Salah satu proyek yang pernah dibangun dibawah kepemimpinan Budi Karya yaitu revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio, penyelesaian rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Marunda, serta Electronic Road Pricing (ERP).

Berkat suksesnya proyek dibawah kepemimpinannya, Budi Karya dipercaya memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT. Angkasa Pura II yang mengelola 13 bandara di Indonesia termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Kedekatan Budi Karya dan Presiden Joko Widodo sudah terjalin sejak Presiden Joko Widodo masih menjabat sebagai gubernur Pemprov DKI Jakarta.

Karir di dunia politiknya di mulai pada saat moment Reshuffle Kabinet Jilid II yang disampaikan di Istana pada tanggal 27 Juli 2016, Budi Karya dipilih sebagai Menteri Perhubungan menggantikan Igniatus Jonan.

Saat dilantik menjadi Menteri Perhubungan, Budi Karya mengaku dititipi dua pesan oleh presiden yaitu dirinya diminta untuk memperbaiki masalah konektivitas baik untuk jalur darat, laut, maupun udara. Lalu pesan kedua, dirinya diharapkan mampu memberdayakan stakeholder dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Baca Juga : Profil Arifin Tasrif – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Arifin Tasrif – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabinet Indonesia Maju

InfoBiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Arifin Tasrif resmi sebagai menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk lima tahun ke depan menggantikan Ignasius Jonan.

Sebelumnya, Arifin Tasrif menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang sejak 2017, di usia 66 tahun. Sebelum menjadi Dubes, Ia lama berkarier sebagai direksi di beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Arifin Tasrif dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil Arifin Tasrif

Arifin Tasrif, merupakan pria kelahiran Jakarta, 19 Juni 1953. Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Yayasan Pendidikan Harapan, Medan (1968-1971). Lalu melanjutkan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Kimia pada tahun 1972.

Arifin pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis PT Rekayasa Industri selama enam tahun dari 1995-2001. Dan selama kurang lebih 10 tahun, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Petrokimia Gresik (2001-2010).

Arifin pernah juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, ia merupakan dirut pertama BUMN pupuk setelah holdingisasi yang dilakukan oleh kementerian BUMN. Arifin ditugaskan oleh Kementerian BUMN untuk mengkoordinasikan produksi dan distribusi lima perusahaan pupuk nasional.

Arifin menjabat sebagai dirut di PT Pupuk Indonesia selama kurang lebih 5 tahun dimulai sejak 2010-2015.

Baca Juga : Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju

Pada tahun 2011, ia menerima penghargaan Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization) atas kontribusinya dalam dunia keprofesian sebagai insinyur di Indonesia maupun regional Asia Tenggara.

Selepas menjadi dirut di PT Pupuk Indonesia , Arifin ditunjuk menjadi DUta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia. Menggantikan Yusron Ihza Mahendra pada 22 Juni 2017.

Namun, sebelum masa jabatannya selesai, Arifin Tasfir ditunjuk untuk menjadi Menteri ESDM oleh Presiden Jokowi pada Kabinet Indonesia Maju menggantikan Ignasius Jonan untuk periode lima tahun ke depan.

Baca Juga : Profil Agus Suparmanto – Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Arifin Tasrif – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Agus Suparmanto – Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Agus Suparmanto merupakan Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang terpilih menjadi Menteri Perdagangan dalam Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024. Agus Suparmanto menggantikan posisi Enggartiasto Lukita di Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada periode 2014-2019 lalu.

Agus secara resmi telah diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Perdagangan bersama jajaran menteri lainnya di pelataran Istana Merdeka pada 23 Oktober 2019.

Sebelum menjadi menteri, Agus Suparmanto dikenal aktif di salah satu cabang olahraga, anggar. Mengenal lebih dekat Agus Suparmanto dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Baca Juga : Profil Agus Gumiwang Kartasasmita – Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Maju

Profil Agus Suparmanto

Agus Suparmanto ialah Pria kelahitan Ruteng, NTT, 10 September 1956. Agus merupakan salah satu anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjadi salah satu partai pendukung Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sebelum menjadi menteri, Agus dikenal aktif di salah satu cabang olahraga, Anggar. Ia menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) sebanyak dua periode, yaitu 2014-2018 dan 2018-2022.

Saat menjabat sebagai Ketum PB Ikasi, Agus bertekad untuk memajukan cabang olahraga anggar dengan menyediakan sarana dan prasarana serta pelatih disetiap daerah.

“Jika orang tertarik untuk terjun pada dunia anggar namun tidak ada tempat latihan, atau sebaliknya, tempat latihan ada tapi tidak ada pelatihnya, tentu itu akan menjadi hambatan bagi pembibitan calon-calon atlet baru. Ke depannya kita akan membenahi hal tersebut,” Ungkapnya.

Baca Juga : Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju

Selain berkarir didunia politik dan Olahraga, Agus juga seorang pengusaha sukses. Ia merupakan Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB) yang beroperasi di Bangka Belitung di mana pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra turut berada di salah satu jajaran pimpinan.

Pada 2016, GMB mempunyai proyek pembangunan dok kapal di Manggar yakni tepatnya di pinggir aliran sungai Manggar, Belitung Timur, yang dikerjakan dengan menggandeng anak usaha PT Timah Tbk, yaitu PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK).

Dan saat ini, Agus Suparmanto merupakan Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju yang ditunjukk oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Agus Suparmanto – Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Agus Gumiwang Kartasasmita – Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Agus Gumiwang Kartasasmita ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo masuk dalam jajaran menteri diperiode jilid II sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Agus Gumiwang juga sempat menjabat sebagai menteri sosial sejak 28 Agustus 2018 hingga 20 Oktober 2019 , menggantikan Idrus Marham yang tersangkut kasus korupsi.

Saat menjabat menjadi Menteri sosial, Agus Gumiwang sempat menjadi sorotan masyarakat luas ketika menggendong seorang balita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Beruntung, balita tersebut bisa berkumpul lagi dengan keluarganya setelah terpisah.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Agus Gumiwang Kartasasmita dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil Agus Gumiwang Kartasasmita

Agus Gumiwang Kartasasmita merupakan pria kelahiran Jakarta, 3 Januari 1969. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Ginandjar Kartasasmita dan Yultin Harlotina.

Agus Gumiwang berasal dari keluarga menengah keatas, Ayahnya merupakan menteri pada Orde Baru. Agus menyelesaikan sekolah dasar dan menengah pertama di Jakarta, sedangkan pendidikan menengah atas dan S1 dilanjutkan di luar negeri. Pendidikan S1 di Pacific Western University dan Northeastern University, Amerika Serikat (AS). Pendidikan Pascasarjana Magister Administrasi Publik di Universitas Pasundan, kemudian program Doktor Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Karir profesional Agus Gumiwang pernah menjadi Presiden Direktur PT Agumar Eka (1994-1999) dan masih aktif sebagai Komisaris PT Asiana Lintas Development (2012-sekarang).

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Dunia politik bukan hal yang baru bagi Agus Gumiwang. Ia merupakan putra dari Ginandjar Kartasasmita, salah satu tokoh berpengaruh zaman Presiden Soeharto. Ayahnya merupakan tokoh Golkar juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2004-2009.

Agus Gumiwang mulai terjun di dunia politik sejak lulus S1 dari AS pada tahun 1994 dengan bergabung dengan organisasi kepemudaan Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Agus Gumiwang juga langsung menjadi Wasekjen DPP AMPI (1994-1999), Kemudian berlanjut sebagai Ketua DPD Golkar Jabar hingga posisi terakhirnya sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pengabdian Masyarakat (2016-2019).

Agus Gumiwang tidak menyelesaikan jabatanya di DPR, karena pada Agustus 2018, ia menggantikan posisi Idrus Marham sebagai Menteri Sosial karena kasus korupsi.

Hingga pada periode II kepemimpinan Presiden Jokowi, Agus Gumiwang kembali ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian periode 2019-2024.

Baca Juga : Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Agus Gumiwang Kartasasmita – Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri & Kekayaanya LENGKAP

Profil Royke Tumilaar – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menunjuk Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada senin 9 Desember 2019. Pengangkatan Royke Tumilaar untuk menggantikan posisi Kartika Wirjoatmodjo yang diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN mendampingi Erick Thohir.

Royke Tumilaar disahkan sebagai Dirut Bank Mandiri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin 9 Desember 2019 siang lalu.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Royke Tumilaar dengan mengetahui profil dan biografi lengkapnya berikut ini.

Profil Lengkap Royke Tumilaar

Royke Tumilaar merupakan pria kelahiran Manado, 21 Maret 1964. Ia adalah alumni Universitas Trisakti tahun 1987. Ia mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari jurusan Jurusan Ekonomi Manajemen disana. Ia juga memperoleh gelar Master of Business Finance di University of Technology Sydney pada tahun 1999.

Pada tahun 1999. Royke bergabung dengan Bank Mandiri melalui Bank Dagang Negara (BDN), yang merupakan warisan Bank Mandiri, dimana jabatan terakhirnya adalah Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Pada tahun 2007, Royke mendapatkan promosi menjadi Group Head Regional Commercial Sales I sampai dengan Mei 2010, dan pada bulan Agustus 2009 merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Pada Mei 2010, Royke menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan Mei 2011.

Selanjutnya pada Mei 2011, Beliau diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management.

Pada tahun 2016, ia sudah psempat dicalonkan menjadi direktur utama, namun akhirnya Kartika Wirjoatmodjo yang terpilih. Lalu pada 9 Desember 2019, Menteri BUMN, Erick Thohir mengungkapkan bahwa Royke sudah pasti menjadi Direktur Utama Mandiri.

Penetapan ini dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri pada siang 9 Desember 2019. RUPSLB ini juga akan menetapkan Muhammad Chatib Basri (Menkeu era Presiden Yudhoyono) menjadi Wakil Komisiaris.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Harta Kekayaan Royke Tumilaar

Mengutip LHKPN, kekayaan Royke Tumilar per tanggal 31 Desember 2018 tercatat sebesar Rp78 miliar. Kekayaan tersebut berupa tanah dan bangunan senilai Rp26,5 miliar dan tanah seluas 383 m2/351 m2 di Jakarta Selatan dengan nilai Rp13 miliar.

Serta harta berupa alat transportasi dan mesin, yaitu 4 kendaraan yang terdaftar. Mobil Landrover Range Rover tahun 2011 Rp675 juta, Mobil Fortuner Jeep S.C Tahun 2014 Rp275 juta, Mobil Vellvire Micro/MiniBus 2.5 G A/T tahun 2015 Rp785 juta, dan yang terakhir Mobil Lexus Jeep S.C HDTP tahun 2016 Rp2,5 miliar.

Ia juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp3,7 miliar. Royke juga mempunyai surat berharga senilai Rp5,6 miliar, dan memiliki aset kas dan setaranya sebesar Rp11,2 miliar.

Selain memiliki harta yang banyak, diketahui Royke juga memiliki sejumlah utang sebesar Rp13 miliar.

Baca Juga : Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju 2019-2024

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Erick Thohir sebagai Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Erick Thohir merupakan salah satu tokoh penguasa nasional yang dipercaya Presiden Joko Widodo dalam Kabinet Indonesia Maju. Erick dilantik sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Periode 2019-2024.

Erick Thohir merupakan pengusaha sukses di sektor media dan menjadi figur penting dalam keberhasilan Asian Games 2018. Ia merupakan pendiri Mahaka Group yang memiliki banyak media massa, mulai dari radio, media cetak, online, hingga pertelevisian. Ia juga merupakan pemilik klub sepak bola Italia, Inter Milan.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan

Mengenal lebih dekat Erick Thohir, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Erick Thohir

Erick Thohir lahir di Jakarta pada tanggal 30 Mei 1970, dari pasangan Teddy Thohir dan Edna Thohir. Erick Thohir memiliki saudara bernama Garibaldi Thohir yaitu seorang bankir investasi dan Rika Thohir. Ia terlahir dari keluarga pengusaha. Ayahnya bersama William Soeryadjaya merupakan pemilik dari Grup Astra International.

Pada 1993, Erick lulus program Master untuk Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, dan sebelumnya telah merampungkan gelar sarjananya (Bachelor of Arts) diperoleh dari Glendale University.

Setelah merampungkan pendidikan dan kembali ke Indonesia, Erick Thohir bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy mendirikan Mahaka Group, yaitu perusahaan swasta yang bergerak di bidang media, telekomunikasi, rumah produksi hingga olahraga. Hingga pada 2001, perusahaan ini membeli Republika yang saat itu berada diambang kebangkrutan.

Baca Juga : Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri

Erick menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, dan kemudian menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga kini.

Mahaka Group juga membeli Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia engan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya, media ini dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media. Erick juga menjabat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN).

Hingga tahun 2009, Mahaka Group telah berkembang di dunia media dan menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest. Sementara untuk bisnis media surat kabar, Grup Mahaka memiliki Sin Chew Indonesia danRepublika, sementara untuk Stasiun TV, Grup Mahaka Miliknya memiliki JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Selain berbisnis dibidang media, Erick Thohir juga memiliki bisnis dibidang periklanan, seperti jual beli tiket serta desain situs web. Ia juga mendirikan organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan “Dompet Dhuafa Republika”, serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup, dan Beyond Media.

Erick Thohir sangat mencintai olahraga basket, maka ia mendirikan klub Bola Basket Mahaka Satria Muda Jakarta dan Mahaputri Jakarta.

Erick juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara(SEABA) selama dua kali, yaitu periode 2006–2010 dan 2010–2014.

Erick juga dipercaya menjadi Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Ditahun ini juga, hohir dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United. Transaksi ini membuat namanya dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah ia membeli saham dari Philadelphia 76ers.

Pada 2013 lalu, Erick Thohir membeli kepemilikikan 70% saham Klub Sepak Bola asal Italia Inter Milan, dari pemilik sebelumnya Massimo Moratti senilai 350 juta euro atau setara dengan 5,3 Triliun. Lewat pembelian tersebut, membuat Erick Thohir menjadi pemilik klun sepakbola besar Eropa terbaru yang berasal dari negara berkembang. Hingga pada 15 November 2013, ia resmi menjabat sebagai presiden klub Inter Milan yang baru.

Namun, setelah itu, Suning Group yaitu perusahaan asal China membeli kepemilikan saham mayoritas Inter Milan dari Erick Thohir. Meskipun demikian, Erick Thohir masih memiliki 30% dan masih menjabat sebagai Presiden Klub Inter Milan.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Ia juga sempat menjabat sebagai ketua INASGOC yaitu sebuah badan yang mengelola Asian Games 2018 yang digelar diIndonesia.

Setelah sukses sebagai ketua INASGOC dalam menjalankan Asian Games 2018, Erick Thohir kemudian ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Hingga akhirnya, ia ditunjuk sebagai Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024. Erick Thohir resmi menjadi Menteri BUMN setelah Presiden Jokowi mengumumkan jajaran Kabinet 2019-2024 di depan Istana Merdeka pada 23 Oktober 2019 lalu.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Dokter Terawan – Ahli ‘Cuci Otak’ Jadi Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Profil Dokter Terawan – dr.Terawan ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 menggantikan Nila F Moeloek. Penunjukan Terawan sebagai Menteri Kesehatan diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta pada 23 Oktober 2019 lalu.

Terawan Agus Putranto merupakan Lulusan Fakultas UGM dan langsung mengabdi sebagai dokter TNI Angkatan Darat. dr Terawan menghabiskan karirnya di dunis medis dengan menemukan metode baru, terapi cuci otak, untuk pengobatan stroke.

dr.Terawan dikenal sebagai dokter metode ‘Cuci Otak’ untuk pasien stroke. Ia telah melayani pasien hingga puluhan ribu melalui metode ‘Cuci Otak’ ini. Namun, metodenya dianggap kontrovesi oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sehingga membuat ia pernah dipecat dari IDI.

Baca Juga : Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri

dr.Terawan merupakan salah satu dokter langganan para pejabat dan artis terkenal.Ia juga menjadi dokter langganan Prabowo yang sempat menderita vertigo. Sebelum ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan, dr.Terawan menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Mengenal lebih dekat dr.Terawan dengan mengetahui proil lengkapnya.

Profil Dokter Terawan

Mayjen TNI Dr.dr.Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI atau lebih dikenal dengan dr.Terawan adalah pria kelahiran Yogyakarta 5 Agustus 1964. Sejak kecil ia memang bercita-cita menjadi dokter. Karena itu, setelah lulus dari sekolah menengah atas, ia melanjutkan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan lulus sebagai dokter pada 1990 saat usia 26 tahun.

Setelah lulus dari UGM, ia mengabdikan dirinya ke Instansi Militer Anggkatan Darat, dan kemudian ditugaskan ke beberapa daerah, diantaranya Bali, Lombok, dan Jakarta.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Untuk memperdalam ilmu kedokterannya, berbekal beasiswa ikatan dinas ia melanjutkan pendidikannya dengan mengambil gelar master dibidang spesialis Radiologi di universitas Airlangga, Surabaya dan lulus pada usia 40 tahun. Dan ia kembali melanjutkan pendidikan S3 nya dengan menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan lulus pada 2013.

Dalam studi S3 nya, dr.Terawan lebih memfokuskan pada penderita stroke. Ia menemukan metode baru untuk penderita stroke, yang tertuang dalam disertasinya berjudul “Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis”.

Metode tersebut diberi nama ‘Brain Flushing’. Metode ini banyak mengundang pro dan kontra di kalangan praktisi dan akademisi kedokteran. Namun, dr.Terawan mampu membuktikan metode yang ia lakukan.

Terbukti, dengan metode ini pasien penyakit stroke bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca operasi. Bahkan metode ‘Cuci Otak’ ini telah diterapkan di Jerman dengan nama paten ‘Terawan Theory’.

Berkat kualitasnya di dunia Kedokteran, ia diangkat menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada 2015. Ia juga mampu mengelola rumah sakit secara profesional.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Inovasi dan penemuan metode ‘Cuci Otak’ ini membuat dr.Terawan mendapat penghargaan seperti Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) dan dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA).

Ia juga mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) yakni Lifetime Achievement Award atas penemuannya.

Meskipun demikian, metode pengobatan ‘Cuci Otak’ masih menjadi kontroversi oleh sebagian kalangan dokter. Bahkan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) pernah memecat atau memberhentikan izin praktek dr. Terawan terkait metode pengobatannya selama setahun. MKEK IDI menilai dr. Terawan melakukan serious ethical missconduct atau pelanggaran berat terkait dengan metodenya.

Dan pada bulan Oktober 2019, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri kesehatan menggantikan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Anfasa Moeloek Sp.M yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

Setelah menjabat sebagai Menteri Kesehatan, dr.Terawan harus melepaskan jabatannya sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto dan berfokus pada jabatannya saat ini.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri Kabinet Indonesia Maju periode II

Profil Retno Marsudi – Retno Lestari Priansari Marsudi, S.H., LL.M. adalah Menteri Luar Negeri perempuan pertama Indonesia yang menjabat dalam kabinet Kerja Presiden Joko Widodo pada 27 Oktober 2014 hingga 22 Oktober 2019. Dan pada periode kedua, Retno Marsudi kembali dipercaya dan dilantik oleh Presiden Joko WIdodo sebagai Menteri Luar Negeri pada 23 Oktober 2019 untuk Kabinet Indonesia Maju periode 2019 hingga 2024.

Retno Marsudi menjadi menteri luar negeri pertama Indonesia. Ia memiliki tugas berat di kancah internasional menjadi tanggung jawab diplomat asal Semarang ini. Dengan pengalamannya yang pernah berkarir di luar negeri, dianggap mampu memainkan peran Indonesia di pecaturan Dunia.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Siapakah Retno Marsudi? ketahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil Retno Marsudi

Memiliki nama lengkap Retno Lestari Priansari Marsudi, lebih akrab dipanggil Retno, merupakan wanita kelahiran Semarang, 27 November 1962. Ia merupakan ibu dari dua orang anak, yaitu Dyota Marsudi dan Bagas Marsudi. Suaminya adalah seorang arsitek bernama Agus Marsudi.

Pendidikan dasar hingga menengah atas dirampungkan di Semarang, sedangkan pendidikan selanjutnya ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Fisip UGM, Yogyakarta. Dan satu tahun setelah lulus dari UGM, Retno lulus seleksi beasiswa dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Ia memperoleh beasiswa satu tahun dan setelah lulus, ia direkrut oleh Kemenlu.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Perjalanan Karir Retno Marsudi

Pada usia 30 tahun, ia mula berkarir menjadi diplomat. Retno mendapatkan tugas untuk berangkat ke Australia untuk membicarakan isu yang memojokkan Indonesia karena pembantaian warga Timor Leste di Santa Cruz, Dili.

Pada tahun 1997-2001, Retno Retno menjabat sebagai sekretaris satu bidang ekonomi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda.

Pada tahun 2001, ia ditunjuk sebagai Direktur Eropa dan Amerika. Dan tahun 2003, ia dipromosikan menjadi Direktur Eropa Barat.

Pada tahun 2005, ia diangkat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia. Selama masa tugas, Retno memperoleh penghargaan Order of Merit dari Raja Norwegia pada Desember 2011, menjadikannya orang Indonesia pertama yang memperoleh penghargaan tersebut. Selain itu, Retno juga sempat mendalami studi hak asasi manusia di Universitas Oslo.

Sebelum masa baktinya usai, Retno dikirim kembali ke Jakarta untuk Direktur Jenderal Eropa dan Amerika, yang bertanggung jawab mengawasi hubungan Indonesia dengan 82 negara di Eropa dan Amerika.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Retno kemudian dikirim sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda pada tahun 2012.

Retno juga pernah memimpin berbagai negosiasi multilateral dan konsultasi bilateral dengan Uni Eropa, ASEM (Asia-Europe Meeting) dan FEALAC (Forum for East Asia-Latin America Cooperation).

Pada 2017, Retno mendapatkan penghargaan sebagai agen perubahan di bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan. Penghargaan tersebut diberikan oleh UN Women dan Partnership Global Forum (PGF).

Pada tanggal 27 Oktober 2014, Retno dilantik menjadi Menteri Luar Negeri Kabinet Kerja periode 2014-2019. Kemudian pada tanggal 23 Oktober 2019, Retno kembali diminta untuk membantu presiden Joko Widodo pada susunan Kabinet Indonesia Maju untuk melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Maju

Profil Pratikno – Presiden Jokowi tetap mempertahankan tiga anggota Kabinet Kerja 2014-2019 yang berkantor di Istana Keprisedenan. Ketiganya akan kembali bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Ketiga anggota tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Namun kali ini, kita akan membahas lengkap profil Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Profil Pratikno

Pratikno adalah pria kelahiran Bojonegoro 13 Februari 1962. Pendidikan dasar hingga menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannya.

Setelah lulus dari SMA, ia bertekad kuat diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, khususnya jurusan Ilmu Pemerintahan.

Ia lulus di usia 23 tahun, dan langsung dijadikan dosen oleh almamaternya. Ditengah karirnya sebagai dosen di UGM, Pratikno juga menyelesaikan S2 di Inggris dan S3 di Australia.

Setelah mengabdi selama 26 tahun di UGM, ia pun diangkat menjadi Rektor UGM.

Pada tahun 2009, Pratikno juga pernah menjadi moderator Debat Capres.

Lalu pada tahun 2014, ia berhenti menjadi Rektor UGM, karena ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Sekretaris Negara pada periode pertama dan bertahan sampai saat ini.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Biografi Pratikno

Nama : Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.,
Lahir : Bojonegoro, 13 Februari 1962
Agama : Islam
Istri : Siti Faridah

Pendidikan :

  • 1980-1985 : S1(Drs.) Ilmu Pemerintahan,Fak. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gajah Mada
  • 1989-1991 : S2-Development Administration University of Birmingham, Inggris
  • 1992-1996 : S3-Political Science, Flinders University, Australia
    Desember 2008 : Professor in Political Science, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Pengalaman Pekerjaan :

  • 2003 : Direktur dan Pengajar di Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah, Universitas Gadjah Mada
  • 2012-2014 : Rektor Universitas Gadjah Mada
  • 2014 s.d. sekarang : Menteri Sekretaris Negara

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Kabinet Indonesia Maju

Profil Muhadjir Effendy – Muhadjir Effendy kembali dipilih menjadi menteri pada Kabinet Indonesia Maju. Pada Kabinet Indonesia Maju, Muhadjir Effendy dipercaya Presiden Jokowi sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud dalam Kabinet Kerja Jokowi periode 2014-2019. Muhadjir masuk dalam Kabinet Kerja pada 2016 sebagai menteri hasil reshuffle menggantikan Anies Baswedan.

Baca Juga : Profil Lengkap Anies Baswedan

Sebelum masuk ke dunia politik, Muhadjir adalah seorang rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Jabatannya sebagai Rektor UMM berlangsung selama tiga periode yakni sejak 2000 sampai 2016.

Mengenal lebih dekat Muhadjir Effendy dengan mengetahui profil lengkap dan perjalanan karirnya.

Profil Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy adalah pria kelahiran Madiun, 29 Juli 1956. Ia merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara dari pasangan Soeroja dan Sri Soebita.

Muhadjir menempuh pendidikan SD hingga PGAN selama enam tahun di daerah asalnya. Kemudian ia melanjutkan pendidikan kuliah di IAIN Malang dan memperoleh gelar Sarjana Muda (BA) pada 1978.

Baca Juga: Profil Wishnutama – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Selanjutnya, ia memperoleh gelar sarjana di IKIP Negeri Malang (sekarang berganti nama menjadi Universitas Negeri Malang) pada 1982. Melanjutkan pendidikan S2 di Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan memperoleh gelar Magister Administrasi Publik (MAP) pada 1996.

Pada tahun 2008, Muhadjir berhasil menyelesaikan pendidikan S3 Jurusan Ilmu-ilmu Sosial dan memperoleh gelar doktor bidang sosiologi militer di Program Doktor Universitas Airlangga.

Selain pendidikan formal, Muhadjir juga beberapa kali mengikuti kursus di luar negeri, antara lain di National Defence University, Washington DC (1993) dan di Victoria University, British Columbia, Canada (1991).

Baca Juga : Profil Angela Tanoesoedibjo – Wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif

Perjalanan Karir Muhadjir Efendy

Perjalanan karir Muhadjir Efendy dimulai menjadi karyawan honorer, dosen, kemudian mulai menjabat sebagai Pembantu Rektor III, lalu sebagai Pembantu Rektor I di Universitas Muhammadiyah Malang (UNM), hingga akhirnya ia mendapat kepercayaan untuk menjadi Rektor UMM pada tahun 2000 dan menjabat selama 3 periode hingga tahun 2016.

Muhadjir Efendy juga pernah mengabdi sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah di Universitas Negeri Malang.

Baca Juga : Profil Fachrul Razi – Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju

Selain berkarir didunia pendidikan, ia juga aktif diberbagai organisasi. Ia menjadi pengurus Muhammadiyah mulai dari tingkat ranting sampai pimpinan pusat. Muhadjir juga aktif sebagai anggota Dewan Pembina Ma’arif Institute for Culture and Humanity.

Muhadjir Efendy juga aktif dalam menulis. Sudah ada beberapa buku hasil karyanya seperti “Dunia Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan” dan “Bunga Rampai Pendidikan”. Ia pun mendirikan surat kabar kampus UMM, BESTARI pada 1986. Ia juga juga merupakan penulis artikel lepas di beberapa media massa nasional.

Kemudian pada 2016, Muhadjir bergabung dengan Kabinet Kerja Jokowi-Jk. Ia dipilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud menggantikan Anies Baswedan.

Dan tahun ini, ia dipilih menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dalam Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Profil Airlangga Hartarto – Airlangga Hartarto ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam susunan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Sebelumnya, Airlangga menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja periode sebelumnya.

Pada perkenalan kabinet baru di Istana Merdeka lalu, Presiden Jokowi mengharapkan Airlangga dapat melakukan terobosan dan mensinergikan koordinasi antar kementerian lembaga di bidang ekonomi.

“Hingga pada peluang kerja yang semakin meningkat dan menurunkan transaksi berjalan, neraca perdagangan, serta mengembangkan industri ekspor dan subtitusi impor,” kata Presiden.

Airlangga terpilih sebagai Menko Perekonomian menggantikan Darmin Nasution yang tidak lagi masuk dalam kabinet.

Mengenal lebih dekat Airlangga Hartarto dengan mengetahui profil lengkap dan perjalanan karirnya.

Baca Juga : Profil Fachrul Razi – Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju

Profil Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto merupakan pria kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1962. Ia merupakan putra dari pasangan Hartarto Sastrosoenarto dan Hartini Hartarto.

Ayahnya, Hartarto Sastrosoenarto adalah mantan Menteri Perindustrian di era Soeharto (1983-1993) dan Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi Indonesia (1993-1998).

Airlangga Hartarto adalah lulusan SMA Kolese Kanisius Jakarta, dan melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada dan lulus pada tahun 1987.

Selanjutnya, Airlangga melanjutkan pendidikan pascasarjanan di AMP Wharton School, University of Pennsylvania di AS.

Airlangga juga merupakan lulusan Master of Business Administration (MBA) dari Monash University, Australia pada 1996 serta Master of Management Technology (MMT) dari The University of Melbourne, Australia pada 1997.

Baca Juga : Profil Angela Tanoesoedibjo – Wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif

Perjalanan Karir Airlangga Hartarto

Sebelum berkarir di dunia Politik, Airlangga Hartarto dikenal sebagai pebisnis dan pernah memimpin beberapa perusahaan.

Airlangga pernah menjadi Presiden Komisaris PT Fajar Surya Wisesa Tbk (1987), Presiden Komisaris PT Ciptadana Sekuritas (1994), Presiden Direktur PT Bisma Narendra (1994) dan Komisaris PT Sorini Corporation Tbk (2004).

Perjalanan politik dimulai ketika ia masuk ke DPR pada tahun 2004 dan berhasil bertahan tiga periode sebagai anggota DPRD yaitu pada 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019.

Pada periode 2009-2014, Airlangga bertugas menjadi Ketua Komisi VI DPR-RI yag membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM dan BUMN. Di 2014-2019, Airlangga bertugas di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral, lingkungan hidup dan riset dan teknologi.

Di Golkar, Airlangga sempat menjadi Wakil Bendahara hingga Ketua DPP. dan pada tahun 2017, ia terpilih menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi.

Pada 27 Juli 2016, Airlangga mengikuti jejak sang ayah dan dilantik sebagai Menteri Perindustrian RI ke-28 menggantikan Saleh Husin. Selama menjadi Menperin, Airlangga selalu mengedepankan program unggulan untuk meningkatkan daya saing terutama yang terkait dengan revolusi industri 4.0.

Baca Juga: Profil Wishnutama – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Pada Kabinet Indonesia Maju tahun 2019 ini, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto diminta untuk kembali menjadi Menteri oleh Presiden Joko Widodo.

Terkait pembahasan calon menteri Airlangga membocorkan sedikit pembicaraannya dengan Jokowi. Ia mengaku menjadi calon menteri yang akan mengisi pos terkait bidang ekonomi.

“Tantangan tentu kita mengisi kondisi terkait dengan defisit neraca perdagangan kemudian pengembangan kawasan-kawasan ekonomi yang tentunya diharapkan kawasan ini bisa mengisi beberapa industri unggulan,” kata Airlangga di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.