Biografi Dan Profil Lengkap Thomas Alva Edison, Ilmuan Penemu Lampu Pijar

Biografi Dan Profil Lengkap Thomas Alva Edison Ilmuan Penemu Lampu Pijar

InfoBiografi.Com – Thomas Alva Edison adalah seorang penemu yang memberikan kontribusi besar bagi dunia karena temuannya yaitu lampu pijar dan temuan lainnya. Thomas Alva Edison lahir di Milan, Ohio, Amerika Serikat pada 11 Februari 1847 dan meninggal pada 18 Oktober 1931 di West Orange, New Jersey, A.S.

Profil Singkat Thomas Alva Edison

Nama : Thomas Alva Edison
Lahir : Milan, Ohio, A.S. , 11 Februari 1847
Meninggal: West Orange, New Jersey, A.S. , 18 Oktober 1931
Ayah : Samuel Ogden Edison, Jr.
Ibu : Nancy Matthews Elliott

Pasangan:
Mary Stilwell
Mina Miller

Anak:
Marion Estelle Edison
Thomas Alva Edison Jr.
William Leslie Edison
Madeleine Edison
Charles Edison
Theodore Miller Edison

Masa Kecil Dan Masa Muda Thomas Alva Edison

Pada tahun 1854, Edison dan orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison kecil hanya sempat sekolah selama 3 bulan saja karena gurunya memperingatkan bahwa Ia tidak bisa belajar di sekolah, Ia murid yang sering tertinggal dan dianggap tidak memiliki bakat. Akhirnya sang ibu yang kebetulan seorang guru memutuskan ubuk mengajar sendiri Edison kecil di rumah.

Meski tidak sekolah, Edison kecil yang memiliki sifat keingintahuan yang besar dan selalu ingin mencoba. Karena rasa keingintahuan yang besar tersebut, sebelum mencapai umur sekolah Ia telah membedah hewan-hewan. Saat berumur 11 tahun, Edison membuat sebuah ruangan laboratorium kimia sederhana di bawah rumahnya dan setahun kemudian Ia berhasil membuat telegraf berbentuk primitif namun berfungsi.

Percobaan yang dilakukan Edison tentu membutuhkan biaya yang besar, untuk memenuhinya Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di sebuah kereta api yang beroperasi dari antara kota Port Huron dan kota Detroit. Namun Ia berpikir agar waktu senggangnya tidak terbuang sia-sia, ia meminta izin untuk membuat sebuah laboratorium kecil di gerbong pada pihak perusahaan kereta api Grand Trunk Railway tersebut.

Pada tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara bagian utara da selatan. Karena hal tersebut menjadi pusat perhatian, Edison melihat peluang lalu ia membeli alat cetak seharga $12, lalu mencetak korannya yang bernama Weekly Herald. Jumlah kopi atau Oplah koran tersebut mencapai 400 sehari.

Edison hampir kehilangan pendengaran akibat kecelakaan pada masa itu, namun Ia menganggap hal itu bukan cacat tapi adalah keuntungan karena Ia akan punya lebih banyak berpikir daripada mendengar omong kosong.
Pada tahun 1868 Edison bekerja sebagai operator telegraf di kota Boston. Waktu luang yang dimiliki oleh Edison ia habiskan untuk melakukan percobaan teknik. Pada tahun ini pula Edison menemukan sistem interkom elektrik.

Penemuan Lampu Pijar

Pada tahun 1877, Edison sibuk dengan masalah yang menjadi perhatian banyak peneliti saat itu yaitu lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya cahaya bagi kehidupan manusia, dengan menghabiskan seluruh tenaga dan waktu serta uang sebesar $40.000 ia melakukan percobaan membuat lampu pijar selama 2 tahun dengan persoalan bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Keseluruhan bahan yang telah di coba Edison adalah sebanyak 6000 bahan. Dan akhirnya dengan kerja keras pada 21 Oktober 1879 terciptalah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.

Penemuan Lain Dan Wafatnya Thomas Alva Edison

Hak paten yang pertama di dapat oleh Edison adalah alat electric vote recorder namun tidak ada yang terterik membeli, lalu Ia membuat penemuan yang bersifat komersial. Temuannya yang bersifat komersial adalah Pengembang stock ticker yang berhasil ia jual ke perusahaan seharga $40.000. Dengan uang yang dihasilkan dari penjualan tersebut, Ia membuat sebuah perusahaan dan juga laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium ini Edison menemukan berbagai temuan yang mengubah pola hidup sebagian orang dunia. Pada tahun 1877 Ia berhasil menciptakan Phonograph.

Banyak sekali temuan dari Thomas Alva Edison, seperti telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak dan masih banyak lagi yang lainnya. Keseluruhan temuannya yang telah dipatenkan ada sekitar 1.039.

Dalam bidang perfilman, Edison ikut berjasa karena Ia menggabungkan film fotografi yang dikembangkan George Eastman menjadi industri film seperti saat ini. Pada tahun 1920-an kesehatan Thomas Alva Edison semakin memburuk dan pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun Ia meninggal.

Biografi dan Profil Lengkap Pangeran Antasari – Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan Republik Indonesia dari Banjar

Biografi dan Profil Lengkap Pangeran Antasari Seorang Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan Republik Indonesia dari Banjar

InfoBiografi.Com – Pangeran Antasari merupakan seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Pangeran Antasari adalah putra dari pasangan Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman dan Pangeran Masohut (Mas’ud) bin Pangeran Amir yang lahir pada tahun 1797 atau 1809 di Kayu Tangi, Banjar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pangeran Antasari meninggal dunia pada 11 Oktober 1862 (53 Tahun) di Bayan Begok, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Pada 14 Maret 1862, didepan kepala suku dayak dan dan Adipati penguasa wilayah dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yakni Tumenggung Surapati/ Tumenggung Yang Pati Jaya Raja, Pangeran Antasari ditunjuk sebagai pimpinan tertinggi Kesultanan Banjar atau menjadi Sultan Banjar dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin.

Pada tanggal 23 Maret 1968, berdasarkan SK No. 06/TK/1968 oleh pemerintah Republik Indonesia, Pangeran Antasari diberi gelar Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan.

Profil Singkat Pangeran Antasari

Nama : Pangeran Antasari
Lahir : Kayu Tangi, Banjar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan , 1797 atau 1809
Meninggal : Bayan Begok, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, 11 Oktober 1862
Ibu: Gusti Khadijah binti Sultan Sulaiman
Ayah : Pangeran Masohut (Mas’ud) bin Pangeran Amir

Pangeran Antasari Pewaris Kerajaan Banjar

Pangeran Antasari adalah putra dari Pangeran Masohut (Mas’ud) bin Pangeran Amir dan Gusti Khadijah binti Sultan Sulaiman. Semasa muda Pangeran Antasari bernama Gusti Inu Kartapati. Pangeran Antasari memiliki seorang adik perempuan bernama Ratu Antasari atau Ratu Sultan Abdul Rahman yang meninggal dahulu setelah melahirkan anaknya yang bernama Rakhmatillah yang merupakan pewaris kesultanan banjar, dan saat masih bayi anaknya pun meninggal.

Pangeran Antasari tidak hanya sebagai pemimpin Suku Banjar, namun juga pemimpin Suku kutai, Maanyan, Bakumpai, Siang, Murung, Ngaju, Sihong, Pasir dan beberapa suku lain yang ada di wilayah dan pedalaman atau sepanjang Sungai Barito, baik beragama Islam maupun Kaharingan.

Setelah pengasingan Sultan Hidayatullah ke Cianjur oleh Belanda, perjuangan rakyat banjar diteruskan oleh Pangeran Antasari. Pada 14 Maret 1862, untuk menguatkan posisi Pangeran Antasari sebagai pemimpin perjuangan untuk melawan penjajah di kawasan bagian utara Banjar, di depan rakyat, pejuang, bangsawan, panglima dayak serta alim ulama Banjar, Pangeran Antasari ditunjuk sebagai Petinggi kesultanan Banjar atau menjadi Sultan Banjar dengan gelar Panembah Amiruddin Khalifatul Mukminin. Penguatan posisi tersebut dimulai dengan seruan

“Hidup untuk Allah dan Mati untuk Allah!”.

Perjuangan Pangeran Antasari Melawan Belanda

Pada 25 April 1859, Pangeran Antasari bersama 300 prajuritnya menyerang pertambangan batu bara milik Belanda yang ada di Pengaron dengan dimulainya penyerangan tersebut Perang Banjar pun pecah. Peperangan demi peperangan terus terjadi di seluruh wilayah Kerajaan Banjar. Pangeran Antasari yang dibantu para panglima dan pengikut setianya menyerang pos-pos milik Belanda yang ada di Martapura, Riam Kanan, Hulu Sungai, Tabalong, Tanah Laut, Sepanjang sungai Barito hingga Puruk Cahu.

Peperangan yang terjadi antara pasukan Pangeran Antasari dengan Belanda semakin sengit. Belanda yang dibantu oleh pasukan Batavia dan juga persenjataan canggih, berhasil mendesak Pangeran Antasari dan pasukannya dan Pangeran Antasari akhirnya memindahkan benteng pertahanannya ke Muara Taweh.

Belanda terus membujuk Pangeran Antasari agar menyerah, namun Pangeran Antasari tetap teguh pada pendiriannya. Pihak Belanda pernah menawarkan hadiah imbalan sebesar 10.000 gulden bagi siapapun yang dapat menangkap lalu membunuh Pangeran Antasari, namun tidak ada yang mau menerima tawaran tersebut.

Meninggalnya Pangeran Antasari

Setelah lama berjuang, pada 11 Oktober 1862 di kampung Bayan Begok, Sampirang Pangeran Antasari wafat ditengah pasukannya di Usia sekitar 75 tahun tanpa menyerah, tertangkap ataupun tertipu oleh Belanda. Pangeran Antasari meninggal akibat penyakit paru-paru dan juga cacar yang dideritanya setelah perang dibawah kaki Bukit Begantung, Tundukan. Sepeninggalan Pangeran Antasari, perjuangan di teruskan oleh putranya yang bernama Muhammad Seman.

Pada tanggal 11 november 1958 atas keinginan Banjar dan juga persetujuan keluarga, setelah terkubur selama sekitar 91 tahun di daerah Hulu sungai Barito, kerangka Pangeran antasari dipindah makamkan ke Taman Makam Perang Banjar yang ada di Kelurahan Surgi Mufti, Banjarasin. Bagian tubuh Pangeran Antasari yang masih utuh dan dipindah makamkan adalah tulang tengkorak, tempurung lutut dan juga beberapa helai rambut.

Penghargaan Untuk Pangeran Antasari

Pada tanggal 23 Maret 1968, berdasarkan SK No. 06/TK/1968 oleh pemerintah Republik Indonesia, Pangeran Antasari diberi gelar Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan. Untuk mengenang jasa beliau, nama beliau di abadikan pada Korem 101/Antasari dan juga nama beliau dipakai sebagai nama julukan Kalimantan Selatan yaitu Bumi Antasari.

Biografi Dan Profil Lengkap Merry Riana – Motivator Wanita Tersukses Indonesia Yang Mendunia

Biografi Dan Profil Lengkap Merry Riana Adalah Seorang Motivator Wanita Tersukses Indonesia Yang Mendunia

InfoBiografi.Com – Merry Riana merupakan seorang Pengusaha, Penulis dan juga Motivator dari Indonesia. Wanita kelahiran Jakarta, 29 Mei 1980 ini merupakan Anak pertama dari pasangan Ir. Suanto Sastrosaputro dan Lynda Sanian.

Pada saat Merry Riana menempuh pendidikan di Nanyang Teccnological University, Ia melewati itu dengan keprihatinan finansial kemudian Ia menciptakan perubahan pada pola berpikir dan mulai berusaha dengan konsep serta etos kerja yang luar biasa hingga akhirnya pada usia 26 tahun Ia berhasil mendapatkan penghasilan 1 juta dolar.

Profil Singkat Merry Riana

Nama : Merry Riana
Lahir : Jakarta, 29 Mei 1980
Profesi :
Pengusaha
Motivator
Penulis
Aktris
Ayah : Ir. Suanto Sosro saputro
Ibu : Lynda Sanian
Suami : Alva Christopher Tjenderasa
Anak: Alvernia Mary Liu, Alvian Mark Liu
Pendidikan :
SD Don Bosco Pulomas
SMP Santa Ursula
SMA Santa Ursula
S1-Nanyang Technological University Singapura

Melanjutkan Pendidikan di Nanyang Technological University, Singapura

Pada Tahun 1998, setelah lulus dari SMA , Merry Riana ingin melanjutkan studinya di Universitas Trisakti dengan Jurusan Teknik Elektro namun keinginan tersebut gagal karena adanya kerusuhan besar pada saat itu di Jakarta. Karena kondisi yang tidak aman, ayahnya yaitu Suanto Sastrosaputro mengirim Merry untuk kuliah di luar negeri dan Singapura yang dipilih karena sistem pendidikan yang dimiliki bagus serta jaraknya yang relatif dekat.

Pada tahun 1998, Merry Riana mulai kuliah di Nanyang Technological University dengan Jurusan Electrical and Electronics Engineering. Jurusan tersebut Ia pilih karena jurusan tersebut paling masuk akal baginya yang saat itu bercita-cita menjadi insinyur. Namun sebelumnya Merry Riana pernah gagal saat tes bahasa inggris di universitas itu karena tanpa adanya persiapan yang memadai. Pada saat itu pula dana yang dimiliki Merry tidak memadai sehingga Ia meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan Ia harus melunasi pinjaman tersebut setelah Ia lulus kuliah dan bekerja.

Dengan dana yang hanya sebesar itu, Ia menghitung bahwa dalam seminggu Ia hanya mengantungi uang sebesar $10 lalu Ia menyiasati hal tersebut dengan berhemat. Pada pagi hari, Ia hanya memakan mie instant, pada siang hari Ia hanya memakan 2 lembar roti tanpa selai dan pada malam hari Ia mengikut seminar dan perkumpulan agar mendapat makanan gratis,untuk minum Ia mengambil air dari keran atau tap water di kampusnya. Hal itu dilakukan Merry hampir setiap hari pada tahun pertama kuliahnya. Karena kehidupan yang dijalaninya sangat memperihatinkan, Ia terdorong untuk mencari penghasilan sendiri mulai dari membagikan pamflet atau brosur, menjadi penjaga toko bunga hingga menjadi pelayan Banquet hotel.

Setelah memasuki tahun ke dua kuliah, Merry menyadari bahwa hidupnya tidak mengalami perubahan. Walaupun tidak memiliki latar belakang pendidikan dan juga pengalaman bisnis, Ia mulai membangun mimpinya dengan mengumpulkan berbagai informasi dari mengikuti seminar dan juga organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan bisnis.

Perjuangan Dalam Berbisnis

Merry mulai terjun ke dunia bisnis meski tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai. Ia menyadari untuk memenuhi impiannya yaitu sukses pada usia 30 tahun dengan pekerjaan biasa tidak cukup, Ia mencoba peruntungan di berbagai peluang bisnis mulai dari bisnis pembuatan skripsi, mencoba menanam saham, bisnis MLM namun semua berakhir dengan kegagalan bahkan pada saat Ia mencoba terjun ke multi level marketing Ia mendapat kerugian hingga $200 dan saat mencoba memutar unangnya di bisnis saham ia kehilangan uang hingga $10.000.

Merry kehilangan semua investasi dan Ia terpuruk, Merry kemudian mencoba bangkit dari keterpurukan dan berusaha menjadi seorang entrepreneur.  Saat merasa sudah siap, Merry memilih untuk menekuni industri pencanaan keuangan yang dirasanya dapat mewujudkan mimpinya dalam waktu relatif singkat.

Setelah menyelesaikan kuliahnya dan mempersiapkan diri dengan matang, Merry bersama dengan Alva Thjenderasa yaitu teman kuliah yang kini menjadi suaminya mulai menjalankan bisnis bersama.

Kemudian Merry memulai karier dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan sebagai penasehat keuangan. Saat menjadi penasehat keuangan Ia harus menghadapi berbagai tantangan.

Walau banyak mengalami kegagalan, tanpa merasa terbebani dengan kemungkinan gagal kembali atau keharusannya berhasil, Ia memilih memfokuskan diri pada pengalaman serta pelajaran yang akan Ia dapatkan dari awal kariernya. Dengan tekad bulat,  Merry bekerja selama 14 jam dalam sehari.

Menjadi Financial Consultant yang Sukses

Dengan usaha yang dilakukannya, Merry sukses sebagai sebagai Financial Consultant yang menjual produk keuangan dan perbankan. Dalam kariernya ia berhasil melunasi hutangnya yang sebesar S$40.000 .

Pada tahun pertama bekerja Ia mendapat penghasilan sebesar S$200.000 atau setara dengan 1,5 Milyar rupiah. Pada tahun 2003 ia mendaoat penghargaan penasehat baru teratas yang notabene sangat diidamkan banyak orang yang berprofesi sebagai penasehat keuangan.

Pada tahun 2004, dengan prestasi yang cemerlang ia dipromosikan menjadi Manager. Setelah diangkat menjadi Manager, Ia mulai membuka bisnis sendiri dengan menyewa kantor dan mendirikan Merry Riana Organization yaitun sebuah perusahaan jasa keuangan, Selain itu Ia mendirikan pula MRO concultancy yang bergerak di bidang pelatihan, motivasi dan percetakan buku.

Pada ulang tahun yang ke 30 Merry membuat resolusi baru yaitu memberi dampak positif bagi satu juta orang di Asia terutama di Indonesia. Pada tahun 2005, Ia mendapatkan penghargaan sebagai Top Agency of the Year dan Top Rookie Agency. Terdapat 40 penasehat keuangan dalam perusahaannya dan semuanya masih berumur sekitar 21 hingga 30 tahun.

Mimpinya yang ingin memberi dampak positif bagi 1 juta orang di Asia terutama Indonesia, Ia mengeluarkan buku “Mimpi Sejuta Dolar” yang berisi tenang kisahnya yang menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun.

Semoga penjelasan yang kami tulis dalam artikel kali ini tentang Biografi Dan Profil Lengkap Merry Riana sebagai Motivator Wanita Tersukses Indonesia Yang Mendunia dapat menginsiprasi anda dalam meniti karir.

Biografi Dan Profil Lengkap Isyana Sarasvati – Penyanyi Muda Berbakat Indonesia

Biografi Dan Profil Lengkap Isyana Sarasvati Sebagai Seorang Penyanyi Muda Berbakat Indonesia

InfoBiografi.Com  Isyana Sarasvati adalah seorang penyanyi dan juga penulis lagu di Indonesia. Wanita kelahiran Bandung, 2 mei 1993 ini merupakan anak dari pasangan Sapta Dwikardana dan Luana Marpanda. Isyana memiliki kakak bernama Lala Sekar Larasati. Sejak kecil tidak asing lagi dengan musik karena sang ibu adalah seorang guru musik.

Profil Singkat Isyana Sarasvati

Nama : Isyana Sarasvati
Lahir : Bandung, 2 Mei 1993
Ayah : Sapta Dwikardana
Ibu : Luana Marpanda
Saudara (Kakak) : Lala Sekar Larasati

Menciptakan Lagu Saat berumur 7 Tahun

Saat Isyana berumur 3 tahun, Ia dan keluarganya tinggal di Belgia karena disana ayahnya menempuh gelar doktor dan ibunya mendapat beasiswa pendidikan. Di Belgia, Isyana dan keluarga tinggal selama 5 tahun.

Saat berumur 7 tahun bakat bermusik yang dimiliki Isyana sudah mulai terlihat, Ia sudah dapat menciptakan lagu untuk Ia nyanyikan sendiri dan sang ibu yang seorang guru musik membimbing Isyana untuk mengasah bakat bermusiknya. Selain memiliki suara yang merdu, sejak kecil Isyana sudah dapat memainkan berbagai alat musik seperti piano, flute dan sexofone.

Karena sejak kecil ia tinggal di Eropa, saat kembali ke Indonesia Isyana kesulitan untuk berbahasa Indonesia dan menurutnya lebih mudah bahasa Belanda. Sejak kecil cita-cita Isyana menjadi seorang komposer dan konduktor orkestra. Pada saat berumur 10 tahun, Isyana telah menyanyikan lagu ciptaannya di depan teman-temannya saat peringatan hari Ibu.

Menjadi Pemenang Berbagai Perlombaan Musik

Bakat bermusik Isyana semakin terasah saat Ia duduk di bangku SMP, Ia pernah keluar sebagai juara pertama elektone se-Indonesia. Selain itu dengan usia yang masih sangat muda Ia pernah tampil di festival musik Java Jazz. Tidak hanya berjiwa seni yang tinggi, Isyana juga berjiwa kepemimpinan. Isyana pernah menjadi ketua OSIS saat SMP dan SMA. Saat SMA, Isyana terbiasa mengikuti berbagai perlombaan musik seperti kejuaraan musik se-Asia Pasifik di Jepang dan berhasil menjadi juara dan masuk 3 besar tingkat dunia, selain itu pada lomba piano se-Jawa Barat Isyana menjadi langganan juara 1 sebanyak 4 kali.
Saat SMA, Isyana pernah memiliki berat badan hanya 39 kg karena terkena penyakit anoreksia.

Mendapat Beasiswa Sekolah Musik

Pada usia 16 tahun, berkat bakat yang cemerlang dalam bidang musik membuat Isyana mendapat beasiswa dari pemerintah Singapura untuk melanjutkan pendidikan di Nanyang Academy Of Fine Arts pada bidang music performance sehingga Ia hanya menempuh SMA sampai kelas 2 saja.

Di Nanyang Academy Of Fine Art, Isyana belajar tentang komposisi musik, pipe musik dan belajar membaca notasi balok. Ia sempat menjadi guru musik dan penyanyi opera di Singapura saat kuliah, hal ini dilakukannya untuk mengisi waktu luang dan menambah uang sakunya. Pada tahun 2011, saat Isyana berumur 18 tahun, Ia tampil dalam acara Asia Pasific Festival.

Pada tahun 2013, Isyana lulus gelar diploma dengan predikat cum laude. Kemudian, Ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di Royal Collage of Music, Inggris dan Ia pun lulus dengan predikat cum laude.

Berkarier Di Belantika Musik Indonesia

Karena kemampuan bermusik yang dimiliki Isyana tersebut, Sony Music Asia Pasific memberi kontrak rekaman dengan persiapan perilisan album di dalam dan luar negeri. Untuk membuat album solonya, Isyana bahkan pergi ke Swedia.

Pada tahun 2014 Isyana mulai dikenal saat lagu Keep Being You milikinya sukses di belantika musik Indonesia, setahun kemudian tepatnya tahun 2015 Isyana kembali merilis single keduanya berjudul Tetap Dalam Jiwa dan kembali sukses. Pada tahun 2015, Ia juga sempat bermain dalam film berjudul Ranah 3 warna.

Dengan wajah yang cantik dan suara yang merdu Isyana memiliki banyak penggemar, dan karena kepopulerannya banyak label musik mendekatinya tapi ia tetap berada dalam label Sony Music Asia Pasific.

Demikianlah posting kali ini tentang Biografi Dan Profil Lengkap Isyana Sarasvati – Penyanyi Muda Berbakat Indonesia yang dapat kami sampaikan, semoga penyampaian dalam tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca.

Biografi dan Profil Lengkap Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Soeharto Sebagai Presiden Kedua Republik Indonesia

InfoBiografi.Com – Jenderal Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto adalah presiden kedua Indonesia, beliau adalah presiden yang menjabat dengan waktu terlama yaitu 32 tahun (1967-1998). Soeharto adalah putra dari pasangan Kertosudiro dan Sukirah yang lahir pada 8 Juni 1921 di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Sebelum menjabat menjadi presiden, Soeharto adalah seorang pemimpin militer pada masa kedudukan Jepang dan Belanda dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.

Biografi Singkat Presiden Soeharto

Nama : Jenderal Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto
Lahir : Kemusuk, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921
Meninggal : Jakarta, 27 Januari 2008
Dimakamkan: Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah
Ayah : Kertosudiro
Ibu : Sukirah
Istri : Tien Soeharto
Anak :
Siti Hardijanti Rukmana
Sigit Harjojudanto
Bambang Trihatmodjo
Siti Hediati Hariyadi
Hutomo Mandala Putra
Siti Hutami Endang Adiningsih

Jabatan:
Menteri Pertahanan Indonesia ke-14 (28 Maret 1966 – 17 Oktober 1967)
Ketua Presidium Kabinet Indonesia (25 Juli 1966 – 17 Oktober 1967)
Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-2 (6 Juni 1968 – 28 Maret 1973)
Presiden Indonesia ke-2 (12 Maret 1967 – 21 Mei 1998)

Masa Kecil Dan Pendidikan Soeharto 

Sebelum berumur 40 hari ayah Soeharto yaitu Kertosudiro mentalak cerai ibunya yaitu Sukirah, kemudian ibunya menikah lagi dengan Pramono dan dikarunia 7 anak.

Soeharto yang semakin besar tinggal bersama kakeknya dari ibu bernama Mbah Atmosudiro dan Soeharto mulai bersekolah saat berumur 8 tahun, tapisering berpindah-pindah. Tadinya, Soeharto disekolahkan di SD di Desa Puluhan, Godean kemudian karena ibu dan ayah tirinya pindah ke Kemusuk kidul Soeharto pindah ke SD Pedes (Yogyakarta). Kemudian ayahnya memindahkan Soeharto ke rumah bibinya yang menikah dengan seorang mantri tani bernama Prawirowihardjo di Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Setamat dari Sekolah Rendah, kemudian ia melanjutkan sekolah lanjutan rendah di Wonogiri. Setelah berumur 14 tahun, Soeharto tinggal di rumah teman ayahnya yaitu Harjowijono.

Soeharto kemudian kembali ke Kemusuk dan melanjutkan pendidikannya di SMP Muhammadiyah Yogyakarta, setamat SMP ia ingin melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi tapi orang tuanya tidak mampu membiayai. Pada 1 juni 1940, Soeharto di terima di sekolah bintara di Gombong, Jawa Tengah. Setelah menjalani 6 bulan masa pelatihan dasar, Ia lulus dan menerima pangkat kopral dan Ia terpilih menjadi prajurit teladan dan pada 5 Oktober 1945, Soeharto resmi menjadi anggota TNI.

Menikah Dengan Raden Ayu Siti Hartinah (Tien Soeharto)

Pada Tahun 1947, tepatnya tanggal 26 Desember 1947 Soeharto menikah dengan Raden Ayu Siti Hartinah yang kita kenal sebagi Tien Soeharto. Raden Ayu Siti Hartinah atau Tien Soeharto adalah putri dari seorang wedana di Solo bernama KRMT Soemoharyomo. Pada saat menikah Soeharto berumur 26 tahun Dan Siti Hartinah berumur 24 tahu. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai enam orang anak yaitu Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi (Titiek) , Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

Karier Kemiliteran Soeharto 

Karier kemiliteran Soeharto dimulai dengan pangkat sersan tentara KNIL, kemudian pada masa penjajahan Jepang Ia menjadi komandan PETA, kemudian menjdi komandan resimen dengan pangkat Mayur dan kemudian Ia menjabat sebagai komandan batalyon dengan pamngkat Letnal Kolonel.

Pada 1 Maret 1949, Soeharto ikut serta dalam serangan umum. Pada waktu itu Sri Sultan Hamengkubuwono IX menyarankan kepada Panglima Besar Soedirman agar Brigade X pimpinan Letkol Soeharto segera melakukan serangan umum ke kota Yogyakarta dan menduduki kota selama enam jam untuk membuktikan bahwa Republik Indonesia masih ada.

Pada 2 Januari 1962, Soeharto diangkat menjadi Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Kemudian pada 14 oktober 1965 Ia dilantik menjadi Menteri Panglima Angkatan Darat dan segera membubarkan PKI dan ormasnya. Pad 11 Maret 1966, melalui Jenderal Basuki Rachmat, Jenderal Amir Machmud, dan Jenderal M Yusuf, Soeharto menerima Surat dari Presiden Soekarno yang lebih dikenal dengan Supersemar yang berisi tentang permberian kekuasaan pada Soeharto untuk mengambil tindakan untuk terjaminnya keamanan, ketenangan serta kestabilan pemerintahan dan revolusi. Pada 12 Maret, Soeharto berhasil membubarkan PKI dan Mengatakan Bahwa PKI adalah partai terlarang di Indonesia.

Menjadi Presiden Republik Indonesia

Setelah pertanggungjawaban presiden Soekarno yaitu NAWAKARSA ditolak, pada 12 Maret 1967, Soeharto ditetapkan oleh MPRS sebagai Pejabat Presiden. Kemudian pada tanggal 27 Maret 1968, sesuai dengan Sidang Umum MPRS Tap MPRS No XLIV/MPRS/1968 secara resmi Ia menjadi Presiden. Selai menjadi presiden Ia juga merangkap jabatan menjadi Menteri Pertahanan. Pada 10 Juni 1968, Ia mengumumkan susunan kabinet yang diberi nama Kabinet Pembangunan.

Pada 23 Maret 1973, Soeharto terpilih kembali menjadi Presiden untuk kedua kalinya berdasarkan sidang umum MPR dan yang menjadi wakilnya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pada 22 Maret 1978, untuk ketiga kalinya Soeharo diangkat menjadi Presiden dengan wakilnya Adam Malik. Pada sidang umum MPR 1 Maret 1983, soeharto terpilih kembali menjadi Presiden dengan wakilnya Umar Hadikusumah. Soeharto ditetapkan sebagi Bapak Pembangunan Republik Indonesia melalui Tap MPR No. V 1983.

Pada 10 Maret 1988, untuk kelima kalinya Soeharto terpilih kembali menjadi Presiden dengan wakilnya Sudharmono. Pada 10 Maret 1993, untuk keenam kalinya Soeharto terpilih menjadi Presiden dengan wakilnya Try Sutrisno.

Pada tahun 1997 krisis moneter, Asia dilanda krisis moneter termasuk Indonesia. Namun di tengah krisis ekonomi yang melanda Indonesia, MPR kembali menetapkan Soeharto untuk menjadi presiden kembali untuk ketujuh kalinya tepatnya pada 10 Maret 1998 dengan wakilnya Prof. Ing. B.J Habibie.

Tidak lama setelah pengangkatannya sebagai Presiden RI yang ketujuh kalinya yaitu sekitar 70 hari, Soeharto lengser dari jabatannya sebagai presiden tepatnya pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB dan pengunduran dirinya disiarkan langsung di televisi. Pengunduran diri tersebut terjadi setelah adanya beberapa demonstrasi, tekanan politik dan militer, kerusuhan hingga pendudukan gedung DPR/MPR RI termasuk tragedi Trisakti (12 Mei 1998) yang menewaskan 4 mahasiswa Universitas Trisakti yaitu Hery Hartanto, Hafidhin Alifidin Royan, Elang Mulia Lesmana dan Hendriawan Sie. Setelah pengunduran diri Soeharto, B.J Habibie sebagai wakilnya melanjutkan pemerintahan sebagai Presiden.

Wafatnya Presiden Soeharto

Pada 27 Januari 2008 tepat pukul 13.10 di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta pada usia 84 tahun, Soeharto meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 24 hari. Secara resmi tim dokter kepresidenan menyampaikan siaran pers tentang wafatnya Soeharto dan menyatakan beliau meninggal karena kegagalan multi organ. Pada pukul 14.35, jenazah beliau di berangkatkan ke kediamannya di Jalan Cendana No. 8, Menteng Jakarta dan sampai pada pukul 14.55.

Pada 28 januari 2008 pukul 07.30 Jenazah mantan Presiden kedua ini diberangkatkan ke Bandara Halim Perdanakusuma dari rumahnya untuk diterbangkan ke Solo pukul 10.00 dan untuk kemudian dimakamkan di Astana Giri Bangun, Solo. Pada pukul 12.00 WIB, jenazah beliau tiba di Astana Giri Bangun dan diturunkan ke liang lahat pada pukul 12.15 tepat adzan dzuhur. Inspektur upacara pemakaman tersebut di pimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Cukup lengkap penjelasan yang kami sampaikan pada posting kali ini tentang Biografi dan Profil Lengkap Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia, semoga apa yang telah kami sampaikan pada artikel kali ini dapat menjadi sebuah referensi bacaan yang bermafaat untuk anda. Sampai jumpa lagi pada posting berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Ir. H. Djuanda Kartawidjaja – Perdana Menteri Ke-10 dan Terakhir Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Ir. H. Djuanda Kartawidjaja Sebagai Perdana Menteri Ke-10 dan Terakhir Indonesia

InfoBiografi.Com – Ir. Raden Haji Djoeanda Kartawidjaja adalah Perdana menteri ke-10 dan terakhir  Indonesia serta pernah menjabat menjadi beberapa menteri seperti menteri keuangan, perhubungan dan lainnya. Ir. H. Djoeanda  lahir di Tasikmalaya , Jawa Barat. Ir. H. Djoenda merupakan anak pertama dari pasangan Raden Kartawidjaja dan Nyi Monat. Sumbangan terbesar yang pernah diberikan saat beliau menjabat sebagai perdana menteri adalah Deklarasi Djuanda.

Nama: Djoeanda Kartawidjaja
Lahir: Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Januari 1911
Wafat :  Jakarta, 7 November 1963 (52 Tahun)
Nama Orang tua :

  • Ayah: Raden Kartawidjaja
  • Ibu: Nyi Monat

Riwayat Pendidikan:

  • Hollandsch Inlansdsch School (HIS)
  • Eropa Europesche Lagere School (ELS)
  • Hoogere Burgerschool te Bandoeng (HBS Bandung)
  • Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS)

Jabatan Politik:

  • Menteri Pekerjaan Umum Indonesia (29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949)
  • Menteri Perhubungan Indonesia (2 Oktober 1946 – 4 Agustus 1949)
  • Menteri Perhubungan Indonesia( 6 September 1950 – 30 Juli 1953)
  • Perdana Menteri Indonesia  (9 April 1957 – 9 Juli 1959)
  • Menteri Pertahanan Indonesia (9 April 1957 – 9 Juli 1959)
  • Menteri Keuangan Indonesia (10 Juli 1959 – 6 Maret 1962)

Riwayat Pendidikan

Ir. H. Djuanda menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di HIS dan kemudian Ia pindah ke Europesche Lagere School (ELS) yaitu sekolah untuk anak orang Eropa dan Ia lulus pada tahun 1924. Setelah itu ia dimasukkan ayahnya ke sekolah menengah khusus orang eropa bernama Hoogere Burgerschool te Bandoeng (sekarang ditempati SMA N 3 dan SMA N 5 Bandung) dan Ia lulus pada tahun 1929. Setelah lulus ia melanjutkan studinya di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung) jurusan Teknik Sipil dan lulus pada tahun 1933.

Karier Dan Jabatan Dalam Pemerintahan 

Djuanda muda hanya aktif dalam organisasi non politik seperti Paguyuban Pasundan dan anggota Muhammadiyah, beliau pernah menjadi pemimpin sekolah Muhammadiyah dan beliau juga pernah bekerja sebagai pegawai Departemen Pekerjaan Umum povinsi Jawa Barat, Hindia Belanda sejak tahun 1939.

Sejak lulus dari TH Bandung,  beliau  pernah ditawari menjadi asisten dosen di TH Bandung namun beliau lebih memilih mengajar di SMA Muhammadiyah di Jakarta dengan gaji seadanya. Setelah mengajar selama 4 tahun, pada tahun 1937  beliau mengabdi di dinas pemerintah Jawaatan Irigasi Jawa Barat, selain itu juga beliau  aktif sebagai anggota Dewan Daerah Jakarta.

Pada 28 September 1945, Djuanda memimpin pemuda untuk mengambil alih Jawaatan Kereta api dari Jepang, disusul dengan pengambil alihan jawatan Pertambangan , Keresidenan, Kotapraja, serta obyek militer yang ada di gudang utara Bandung.

Pemerintah Indonesia kemudian mengangkat Djuanda sebagai kepala jawaatan kereta api wilayah Jawa dan Madura. Setelah itu, beliau diangkat menjadi Menteri Perhubungan. Beliaupun pernah menjabat sebagai Menteri pengairan, Kemakmuran, Keuangan dan juga Pertahanan. Karena hal tersebut Ir. Djuanda oleh kalangan pers dijuluki dengan nama Menteri Marathon karena sejak awal kemerdekaan, beliau telah menjabat sebagai menteri muda perhubungan hingga menjadi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan hingga menjadi Menteri Pertama pada masa Demokrasi Terpimpin.

Deklarasi Djuanda dan Perundingan Lainnya

Ir.H. Djuanda pernah beberapa kali memimpin perundingan dengan Belanda diantaranya dalam KMB, beliau bertindak sebagai Ketua Panitia Ekonomi dan Keuangan Delegasi Indonesia.

Pada saat Agresi Militer Belanda II paska proklamasi, pada tanggal 19 Desember 1948 Ir.H. Djuanda sempat ditangkap oleh tentara Belanda. Ir.H. Djuanda dibujuk agar beliau mau bergabung dengan pemerintahan Negara Pasundan tapi beliau menolak.

Pada 13 Desember  1957 saat beliau menjabat menjadi perdana menteri, beliau mencetuskan Deklarasi Djuanda yang menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar diantara dan didalam kepulauan Indonesia menjadi kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) atau dikenal dengan negara kepulauan dalam Konvensi hukum laut UNCLOS (United Nations Convention on Law of the Sea).

Isi  dari Deklarasi Juanda ini menyatakan :

  • Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri
  • Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan
  • Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia dari deklarasi tersebut mengandung suatu tujuan :
    • Untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat
    • Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara Kepulauan
    • Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI

Wafatnya Ir.H. Djuanda

Ir.H. Djuanda wafat pada 7 November 1963 di Jakarta kerena serangan Jantung dan dimakamkan di Taman Makan Pahlawan Kalibata,Jakarta.

Penghargaan Dan Gelar Pahlawan

Untuk mengenang jasa beliau, nama beliau diabadikan sebagai nama lapangan terbang di Surabaya, Jawa Timur (Bandara Djuanda). Selain itu juga nama beliau diabadikan untuk nama hutan Raya di Bandung (Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda) dan dalam tanam hutan tersebut terdapat museum dan monumen Ir. H. Djuanda. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.244/1963 Ir. H. Djuanda Kartawidjaja diangkat sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Itulah Biografi dan Profil Lengkap Ir. H. Djuanda Kartawidjaja seorang Perdana Menteri Ke-10 dan Terakhir Indonesia yang dapat kami tulis pada posting artike kali ini, semoga apa yang telah kami tulis dapat menjadi sumber yang bermanfaat.

Biografi Dan Profil Lengkap Jenderal Ahmad Yani Sebagai Pahlawan Revolusi

Jendral Ahmad Yani

Biografi Dan Profil Lengkap Jenderal Ahmad Yani Sebagai Pahlawan Revolusi

InfoBiografi.Com – Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani merupakan pahlawan revolusi Indonesia. Achmad Yani lahir pada 19 Juni 1922 di Purworejo, Jawa Tengah dan meninggal dunia pada 1 Oktober 1965 (43 Tahun) di Lubang Buaya, Jakarta. Achmad Yani merupakan komandan TNI Angkatan Darat ke-6 yang menjabat pada 23 Juni 1962 hingga 1 Oktober 1965. Beliau meninggal karena dibunuh oleh Anggota Gerakan 30 September saat akan menculiknya dari rumah.

Profil Singkat Jend. Ahmad Yani

Nama : Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani
Lahir :  Jenar, Purworejo, Jawa Tengah, 22 Juni 1922
Wafat : Jakarta, 1 Oktober 1965
Pendidikan :

  • HIS (setara SD) Bogor, tamat tahun 1935
  • MULO (setara SMP) kelas B Afd. Bogor, tamat tahun 1938
  • AMS (setara SMA/ SMU) bagian B Afd. Jakarta, berhenti tahun 1940
  • Pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang
  • Pendidikan Heiho di Magelang
  • Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor
  • Command and General Staf College di Fort Leaven Worth, Kansas, USA, tahun 1955
  • Spesial Warfare Course di Inggris, tahun 1956

Jabatan:
Menteri Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) (23 Juni 1962 – 1 Oktober 1965)

Masa Kecil Dan Pendidikan Jenderal Ahmad Yani

Achmad Yani lahir pada 19 Juni 1922 di Jenar, Purworejo, Jawa Tengah, Ia merupakan anggota keluarga Wongsoredjo yaitu sebuah keluarga yang bekerja di sebuah pabrik gula milik Belanda. Ia dan keluarganya pindah ke Batavia pada tahun 1927 karena sang ayah kini bekerja pada General Belanda. Di Batavia, Ia bekerja dan juga menempuh pendidikannya di HIS (setara SD) Bogor dan lulus pada tahun 1935, kemudian Ia melanjutkan pendidikanya ke MULO (setara SMP) kelas B Afd. Bogor dan lulus pada tahun 1938. Setelah itu, Ia melanjutkan ke AMS (setara SMA/SMU) bagian B Afd. Jakarta, namun pendidikannya di AMS hanya sampai kelas 2 saja karena adanya misili yang diumumkan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menjalani wajib militer.

Ahmad Yani mengikuti pendidikan topografi militer di Malang, Jawa tengah dan lebih mendalaminya di Bogor dan Ia mendapat pangkat Sersan. Pendidikan yang ia jalani tersebut terganggu karena kedatangan Jepang pada tahun 1942 dan saat yang sama Ia dan keluarganya pindah lagi ke Jawa Tengah. Pada tahun 1943, Ahmad Yani bergabung dan mengikuti Pendidikan Heiho di Magelang dan setelah itu Ia bergabung dengan tentara Peta di Bogor.

Karier Militer Ahmad Yani

Setelah TKR atau Tentara Keamanan Rakyat terbentuk, Achmad Yani ditunjuk sebagai pemimpin TKR Purwokerto. Pada saat terjadi Agresi Militer Belanda I, Ia dan pasukannya berhasil menahan serangan Belanda di daerah tugas mereka yaitu di daerah Pingit.Karena Hal tersebut, pada saat terjadi Agresi Militer II, Ia dipercaya menjabat sebagai Komandan Wehrkreise II. Setelah Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatan, Yani diberi tugas untuk melawan pasukan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang mengacau di Jawa Tengah, lalu dibentuklah pasukan Banteng Raiders yang dibekali latihan khusus untuk melawan pasukan DI/TII tersebut dan akhirnya pasukan DI/TII berhasil dikalahkan.

Pada bulan Desember tahun 1955, Achmad Yani dikirim ke Amerika Serikat untuk menjalani pendidikan di Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, USA. Disana Ia menjalani pendidikan selama 9 bulan, lalu pada tahun 1956 Ia mengikuti pendidikan di Special Warfare Course, Inggris selama 2 bulan.

Pada tahun 1958, terjadi pemberontakan PRRI di Sumatera Barat dan Ahmad Yani yang berpangkat Kolonel ditunjuk sebagai Komandan Komando Operasi 17 Agustus untuk melawan pemberontakan tersebut dan berhasil menang. Karena pencapaiannya tersebut, pada tahun 1962 Yani diangkat menjadi Panglima/ Menteri Angkatan Darat.

Wafatnya Ahmad Yani

Ahmad Yani yang selalu berbeda pendapat dengan Partai Komunis Indonesia, Saat PKI menginginkan pembentukan Angkatan Kelima yang terdiri dari buruh dan tani yang diberi persenjataan, Yani menolaknya. Karena hal tersebut, PKI menjadikan Yani sebagai salah satu target dari 7 petinggi TNI AD yang akan diculik dan di bunuh melalui Pemberontakan G30S/PKI.

Pada dini hari 1 Oktober 1965, para penculik datang ke rumah Yani dan mengaku bahwa mereka akan menjemput Yani untuk dibawa bertemu presiden, Ia meminta waktu untuk mandi dan berganti pakaian namun ditolak lalu ia marah dan menampar salah satu penculik itu dan berusaha untuk menutup pintu rumahnya. Seorang penculik kemudian melepaskan tembakan pada Yani, jasad Yani dibawa ke Lubang Buaya, Jakarta Timur bersama orang yang terbunuh lainnya, lalu semua jasad tersebut disembunyikan dalam sebuah sumur bekas.

Pada tanggal 4 oktober, jasad Achmad Yani dan semua korban ditemukan dan pada hari berikutnya mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, bersamaan dengan itu dengan Keputusan Presiden Nomor 111/KOTI/1965 Achmad Yani beserta rekan diyatakan sebagai Pahlawan Revolusi dan Achmad Yani dinaikan pangkatnya menjadi Jenderal Anumerta.

Demikianlah posting artikel kali ini tentang Biografi Dan Profil Lengkap Jenderal Ahmad Yani yang dapat kami sampaikan, semoga apa yang telah kami jabarkan pada postingan ini dapat menjadi literatur yang bermanfaat bagi para pembaca.

Biografi dan Profil Lengkap Sultan Hasanuddin “Si Ayam Jantan Dari Timur”

Sultan Hasanuddin

Biografi dan Profil Lengkap Sultan Hasanuddin “Si Ayam Jantan Dari Timur” Tokoh Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Indonesia

InfoBiografi.Com – Sultan Hasanuddin merupakan Raja Gowa yang ke -16 dan juga pahlawan nasional Indonesia . Sultan hasannudin merupakan putra dari pasangan Sultan Malikussaid yang merupakan raja Gowa ke-15 dan juga I Sabbe To’mo Lakuntu. Sultan Hasanudin lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 12 januari 1631 dan wafat pada 12 Juni 1670 di Makassar, Sulawesi Selatan. Sultan Hasanuddin mendapat julukan De Haantjes van Het Osten atau Ayam Jantan Dari Timur dari belanda karena keberaniannya melawan Belanda.

Biografi Singkat Sultan Hasanuddin

Nama : Sultan Hasanuddin
Lahir : Makassar, 12 Januari 1631
Wafat : Makassar, 12 Juni 1670
Ibu : I Sabbe To’mo Lakuntu
Ayah : Sultan Malikussaid
Pasangan: I Bate Daeng Tommi (m. 1654), I Mami Daeng Sangnging (m. 1645), I Daeng Talele
Anak: Karaeng Galesong, Sultan Amir Hamzah, Sultan Muhammad Ali

Keluarga Dan Masa Kecil Sultan Hasanuddin

Sultan Hasannudin merupakan anak kedua dari pasangan Sultan Malikussaid yang merupakan raja Gowa ke-15 dan juga I Sabbe To’mo Lakuntu yang merupakan putri bangsawan Laikang. Sultan Hasanudin lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 12 januari 1631 dan wafat pada 12 Juni 1670 di Makassar, Sulawesi Selatan. Nama lahir Sultan Hasanuddin adalah I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Sultan Hasanuddin memiliki saudara perempuan bernama I Patimang Daeng Nisaking Karaeng Bonto Je’ne.

Sejak kecil Sultan Hasanuddin telah memperlihatkan jiwa kepemimpinan, selain itu Ia juga memiliki kecerdasan dan kerajinan dalam belajar yang sangat menonjol dibanding dengan saudaranya yang lain, serta pandai bergaul dengan banyak orang tidak hanya di lingkungan istana tetapi juga dengan orang asing yang mendatangi Makassar untuk berdagang.

Pendidikan yang dijalaninya di Pusat Pendidikan dan Pengajaran Islam di Masjid Bontoala membuatnya menjadi pemuda yang beragama, memiliki semangat juang, jujur, dan rendah hati.

Wafatnya Sultan Alauddin (Kakek Sultan Hasanuddin) Dan Pengangkatan Ayahnya Sebagai Raja Gowa

Saat Hasanuddin berumur 8 tahun, sang kakek yaitu Sultan Alauddin yang merupakan raja Gowa ke-14 wafat setelah memerintah kerajaan Gowa selama 46 tahun. Setelah kakeknya meninggal sang ayah Sultan Malikussaid menggantikan sebagai raja yang dilantik pada 15 Juni 1639.

Selama kepemimpinan ayahnya, Sultan Hasanuddin yang masih remaja sering diajak untuk menghadiri perundingan penting. Hal ini dilakukan sang ayah agar Hassanudin belajar tentang ilmu pemerintahan, diplomasi dan juga strategi perang.

Setelah pandai pada bidang tersebut, Hasanuddin pernah beberapa kali diutus untuk mewakili sang ayah mengunjungi kerajaan nusantara terutama daerah dalam gabungan pengawalan kerajaan Gowa.

Saat hendak memasuki usia 21 tahun, Hassanudin dipercaya untuk menjabat urusan pertahanan Gowa dan membantu ayahnya mengatur pertahanan untuk melawan Belanda.

Diangkat sebagai Raja Gowa-16

November 1653, pada usia 22 tahun, I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe diangkat menjadi Raja Gowa dengan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana. Pengangkatan tersebut merupakan pesan dari sang ayah sebelum wafat dan karena sifat yang tegas, berani serta memiliki kemampuan dan pengetahuan yang luas pesan tersebut disetujui mangkubumi kerajaan yaitu Karaeng Pattingaloang.

Melawan VOC

Sultan Hasanuddin memerintah kerajaan saat Belanda hendak menguasai rempah-rempah dan memonopoli hasil perdagangan wilayah timur Indonesia, Belanda melarang orang Makassar berdagang dengan musuh belanda seperti Portugis atau yang lainnya. Keinginan Belanda yang ingin melakukan monopoli perdagangan melalui VOC ditolak keras oleh Raja Gowa yaitu Sultan Hasanuddin. Sultan Hasanuddin masih berpendirian sama seperti kakek dan ayahnya bahwa tuhan menciptakan bumi dan lautan untuk dimiliki dan dipakai bersama-sama.

Karena menentang usaha monopoli yang hendak dilakukan VOC dan juga Kerajaan Gowa merupakan kerajaan terbesar yang menguasai jalur perdagangan, VOC berusaha mengahncurkan Kerajaan Gowa.

Perang Melawan Belanda Dan Sultan Hasanuddin Turun Tahta

Pada tahun 1666, Belanda dibawah kepemimpinan Laksamana Cornelis Speelman berusaha menguasai kerajaan-kerajaan kecil yang ada di bagian timur Indonesia. Namun usaha mereka untuk menguasai kerajaan Gowa belum berhasi karena Raja Gowa yaitu Sultan Hasanuddin berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan kecil di bagian timur Indonesia untuk melawan Belanda.

Peperangan yang terjadi antara kedua belah pihak selalu diakhiri dengan perjanjian perdamaian dan gencatan senjata namun VOC selalu melanggar dan hal tersebut merugikan Kerajaan Gowa.

Belanda terus menambah pasukan selama peperangan sehingga Kerajaan Gowa semakin lemah dan terdesak, lalu dengan pertimbangan pada 18 November 1667 Sultan Hasanuddin bersedia menandatangani Perjanjian Bungaya.
Rakyat dan Kerajaan Gowa yang merasa sangat dirugikan dengan adanya perjanjian tersebut, pada 12 April1668 akhirnya perang kembali pecah.

Sultan Hasanuddin memberi perlawanan sengit. Namun karena pasukan Belanda yang dibantu dengan tentara luar, pada 24 Juni 1969 mereka berhasil menerobos Benteng Sombaopu yang merupakan benteng terkuat kerajaan Gowa.
Belanda terus melancarkan usahanya memecah belah Kerajaan Gowa, usaha yang dilakukan oleh mereka berhasil dengan beberapa pembesar kerajaan yang menyerah seperti Karaeng Tallo dan Karaeng Lengkese. Namun tidak dengan Sultan Hasanuddin yang telah bersumpah tidak akan pernah sudi bekerja sama dengan Belanda.

Pada 29 Juni 1969,  Sultan Hasanuddin turun tahta dan kemudian digantikan oleh putranya yang bernama I Mappasomba Daeng Nguraga yang bergelar Sultan Amir Hamzah.

Sultan Hasanuddin Wafat

Pada 12 Juni 1670, pada usia 39 tahun Sultan Hasanuddin wafat. Kemudian beliau dimakamkan di suatu bukit di pemakaman Raja-raja Gowa di dalam benteng Kale Gowa di Kampung Tamalate.

Penghargaan Sultan Hassanudin

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973, pada 6 November 1973 atas jasa-jasanya, Sultan Hasanuddin diberi gelar sebagai pahlawan nasional.

Cukup gamblang artikel yang kami tulis tentang Biografi dan Profil Lengkap Sultan Hasanuddin pada postingan artikel kali ini, semoga apa yang kami paparkan dapat menjadi sumber literatur yang bermanfaat bagi para pembaca.

Biografi dan Profil Lengkap KH. Ahmad Dahlan – Tokoh Pendiri Muhammadiyah

Biografi dan Profil Lengkap KH. Ahmad Dahlan Tokoh Nasional Pendiri Muhammadiyah

InfoBiografi.Com – K.H. Ahmad Dahlan merupakan Pahlawan Nasional Indonesia pendiri organisasi Muhammadiyah yang lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868. K.H Ahmad Dahlan adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. K.H. Ahmad Dahlan Wafat pada 23 Februari 1923 di Yogyakarta pada usia 54 Tahun.

Profil Singkat K.H Ahmad Dahlan

Nama : K.H. Ahmad Dahlan
Lahir : Yogyakarta, 1 Agustus 1868
Wafat : Yogyakarta, 23 Februari 1923

Pasangan :
Hj. Siti Walidah
Nyai Abdullah
Nyai Rum
Nyai Aisyah
Nyai Yasin

Anak :
Djohanah
Siradj Dahlan
Siti Busyro
Irfan Dahlan
Siti Aisyah
Siti Zaharah
Dandanah

Latar Belakang Dan Pendidikan K.H. Ahmad Dahlan

Nama K.H. Ahmad Dahlan kecil adalah Muhammad Darwisy, Ia adalah anak ke 4 dari 7 bersaudara. Ahmad Dahlan merupakan keturunan ke 12 dari Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik. Berikut adalah Silsilah tersebut Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana ‘Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kyai Ilyas, Kyai Murtadla, KH. Muhammad Sulaiman, KH. Abu Bakar, dan Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan).

Pada saat Ahmad Dahlan berumur 15 tahun, Ia pergi melaksanakan ibadah haji lalu selama 5 tahun ia menetap di Mekkah. Masa ini, K.H. Ahmad Dahlan memulai interaksi dengan pemikiran pembaharu Islam, seperti Al-Afghani, Muhammad Abduh, Ibnu Taimiyah, dan Rasyid Ridha.

Pada tahun 1888, Ahmad Dahlan kembali ke kampung halamannya dan Ia yang bernama asli Muhammad Darwisy berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Ia kembali lagi ke Mekkah pada tahun 1903 dan Ia tinggal selama 2 tahun, masa ini Oa sempat berguru pada Syeh Ahmad Khatib yang juga merupakan guru dari K.H. Hasyim Asyari yaitu pendiri NU.

Setelah pulang dari Mekkah, Ahmad Dahlan Menikah dengan sepupunya bernama Siti Walidah (Nyi Ahmad Dahlan) yaitu putri dari Kyai Penghulu Haji Fadhil. Dari pernikahan ini, mereka dianugrahi 6 orang anak yakni Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, dan Siti Zaharah.

Selain dengan Siti Walidah, Ahmad Dahlan juga pernah menikah dengan Nyai Abdullah yaitu janda H. Abdullah, Nyai Rum yang merupakan adik dari Kyai Munawwir Krapyak, Nyai Aisyah yang merupakan adik Adjengan Penghulu Cianjur dan dari pernikahan ini Ahmad dahlan memiliki putra Dandanah. Serta Ahmad Dahlan juga pernah menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta.

Masuk Organisasi Budi Utomo dan Mendirikan Muhammadiyah juga Organisasi lainnya

Pada tahun 1909, K.H. Ahmad Dahlan bergabung dengan organisasi Budi Utomo dan disana Ia mengajarkan agama dan pelajaran yang diperlukan anggota. Pelajaran yang diberikan K.H. Ahmad Dahlan dirasa sangat berguna bagi para anggota Budi Utomo, lalu mereka menyarankan agar Ahmad Dahlan membuka sekolah yang ditata rapi serta didukung organisasi permanen.

Pada 18 November 1912 (8 Djulhijah 1330), K.H Ahmad Dahlan mendirikan organisasi bernama Muhammadiyah yang bergerak dibidang kemasyarakatan dan pendidikan. Dengan mendirikan Organisasi ini, Ia berharap dapat memajukan pendidikan dan membangun masyarakat islam. Ahmad Dahlan mengajarkan Al-Qur’an dengan terjemah juga tafsirnya agar masyarakat memahami makna yang ada dalam Al-Qur’an dan tidak hanya pandai membaca dan melagukannya saja.

Pada bidang pendidikan, Dahlan mengubah sistem pendidikan pesantren pada masa itu. Ia mendirikan sekolah-sekolah agama yang juga mengajarkan pelajaran umum dan juga bahasa belanda. Bahkan ada Sekolah Muhammadiyah seperti H.I.S met de Qur’an. Ia memasukan pelajaran agama di sekolah umum pula. Ahmad Dahlan terus mengembangkan dan membangun sekolah-sekolah. Selain sekolah semasa hidupnya Ia juga mendirikan masjid, langgar, rumah sakit, poliklinik, dan juga rumah yatim piatu.

Pada bidang organisasi, tahun 1918 Ia mendirikan organisasi Aisyiyah untuk para kaum wanita. untuk para pemuda, Ahmad Dahlan membentuk Padvinder atau Pandu (sekarang Pramuka) bernama Hizbul Wathan. Pada organisasi tersebut para pemuda belajar baris-berbaris dengan genderang, memakai celana pendek, bertopi, berdasi, untuk seragam yang mereka pakai mirip dengan seragam pramuka sekarang.

Pada saat itu, karena semua pembaharuan yang diajarkan oleh K.H. Ahmad Dahlan agak menyimpang dengan tradisi, Ahmad dahlan sering diteror seperti rumah yang dilempari batu dan kotoran binatang bahkan pada saat dahwah di Banyuwangi, Ahmad dahlan dituduh sebagai kyai palsu dan Ia diancam akan dibunuh. Namun dengan penuh kesabaran, masyarakat perlahan mulai menerima perubahan yang diajarjan oleh Ahmad Dahlan.

Semua yang di lakukan oleh K.H.Ahmad Dahlan bertujuan untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama kemajuan yang dapat mengangkat derajat umat ke taraf yang lebih tinggi dan itu terbuti membawa dampak positif bagi Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Pemuda dan golongan Intelektual banyak yang tertarik dengan metode yang diajarkan oleh K.H. Ahmad Dahlan sehingga mereka banyak yang bergabung dengan organisasi Muhammadiyah.

Muhammadiyah yang merupakan organisasi beramal dan menjalankan ide pembaharuan K.H. Ahmad Dahlan sanga menarik perhatian para pengamat islam dunia. Bahkan para pengarang dan sarjana dari timur memusatkan perhatian pada Muhammadiyah.

K.H Ahmad Dahlan banyak mendapatkan ilmu dari banyak kyai di berbagai bidang ilmu seperti K.H Muhsin di bidang ilmu tata bahasa (Nahwu-Sharaf), K.H. Muhammad Shaleh di bidang ilmu fikih, Kyai Mahfud dan Syekh K.H. Ayyat di bidang Ilmu Hadist, K.H. Raden Dahlan di bidang ilmu falak atau astronomi, Syekh Hasan di bidang pengobatan dan racun binatang, serta Syekh Amin dan sayid Bakri Satock di bidang ilmu Al-Qur’an.

Wafatnya K.H Ahmad Dahlan

Pada 23 Februari 1923, pada usia 54 tahun K.H. Ahmad Dahlan wafat di Yogyakarta. Kemudian beliau dimakamkan di kampung Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan,Yogyakarta. Pada 27 Desember 1961, berdasarkan SK Presiden RI No.657 Tahun 1961 atas jasanya negara memberi beliau gelar kehormatan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional Indonesia.

Demikianlah Biografi dan Profil KH. Ahmad Dahlan yang dapat kami sampaikan pada posting artikel kali ini, semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam mencari literatur lengkap KH. Ahmad Dahlan.

Biografi Dan Profil Lengkap Al-Khawarizmi – Tokoh Penemu Aljabar

Biografi Dan Profil Lengkap Al-Khawarizmi Sebagai Tokoh Penemu Aljabar dan Angka Nol

InfoBiografi.Com – Al-Khawarizmi merupakan seorang ahli di bidang matematika, astronomi, geografi dan astrologi yang berasal dari Persia. Al-Khawarizmi bernama asli Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi, Beliau lahir di Bukhara dan hidup di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) pada sekitar tahun 780 M di dan Beliau wafat pada sekitar tahun 266 H/850 M di Bagdad. Al-Khawarizmi dikenal sebagai penemu Aljabar dan angka nol (0). Al-Khawarizmi juga dikenali dengan nama Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff, di dunia Barat Al-Khawarizmi dikenali sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa ejaan lainnya.

Profil Singkat Al-Khawarizmi

Nama :Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi
Dikenal : Al-Khawarizmi
Lahir :  780 M
Wafat : 266 H/850 M
Dikenal Sebagai : Penemu Aljabar

Al-Khawarizmi Guru Aljabar di Eropa

Al-Khawarizmi menciptakan penggunaan Secans dan Tangen dalam penelittian trigonometri dan Astronomi. Saat masih muda, Al-Khawarizmi bekerja di Bayt al-Hikmah di Bagdad pada saat pemerintahan Khalifah al-Ma’mun. Al-Khawarizmi bekerja si sebuah Observatory yakni sebuah tempat belajar matematika dan astronomi. Selain itu, beliau juga dipercaya sebagai pemimpin perpustakaan khalifah.

Pada dunia Islam, Al-Khawarizmi pernah memperkenalkan angka-angka dan cara perhitungan India. Al-Khawarizmi juga dikenal sebagai penullis Ensiklopedia berbagai disiplin, tokoh yang pertama kali memperkenalkan al-jabar dan hisab (perhitungan) dserta berbagai ilmu pengetahuan seta konsep di didang matematika yang kita masih pelajari hingga sekarang.

Selain pada bidang matematika, Al-Khawarizmi juga terkenal di bidang ilmu Falaq atau Astronomi yaitu bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, pemikitran serta tafsir yang berkaitan dengan bintang.

Karya Dari Al-Khawarizmi

Semasa hidupnya, Al-Khawarizmi mengabdikan siri sebagai dosen sekolah kehormatan di Bagdad. Sebagai Ilmuan, beliau telah menciptakan berbagai karya diantaranya al-Kitab al mukhtasar fi hisab aljabr wa’l-muqabala yaitu buku yang berisi tentang rangkuman perhitungan, penimbangan serta perlengkapan (berisi rangkuman dasar-dasar aljabar). Kitab al-Jam’a wal-tafriq bi-hisab al-Hind atau Dixit Algirizmi yaitu buku yang berisi tentangpengiraan dan penjumlahan berdasarkan sistem kalkulasi hindu. Kitab Surah Al-Ard yaitu buku yang berisi tentang rekonstruksi planetarium dan berbagai karya lainnya. Algebra yaitu buku yang diklasifikasi oleh para sejarawan bahwa buku ini berisi tentang dasar- dasar ilmu matematika yang dapat diterapkan di kehidupan sehari hari.

Karyanya yang berjudul al-Kitab al mukhtasar fi hisab aljabr wa’l-muqabala (The Book of Restoring and Balancing) adalah karyanya yang menjadi titik awal Aljabar dalam dunia islam. Penamaan aljabar sendiri diambil dari judul buku tersebut yaitu al-jabr. Lewat buku tersebut Ia dikenal sebagai Bapak Aljabar

Selain aljabar, dalam bidang ilmu matematika Al-Khawarizmi juga memperkenalkan aritmatika, geometri dan masih banyak lagi yang lainnya.

Peranan Serta Sumbangan Yang Di berikan Al-Khawarizmi

Sistem Nomor
Al-Khawarizmi memperkenalkan konsep sifat dan juga sistem nomor yang banyak digunakan pada zaman sekarang. Karyanya ini memuat tentang Cos, Sin dan Tan yang digunakan dalam penyelesaian persamaan trigonometri , teorema segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran dalam geometri.

Singkat penjabaran yang dapat kami sampaikan dalam posting kali ini tentang Biografi Dan Profil Lengkap Al-Khawarizmi, semoga apa yang kami tulis dan sampaikan di artikel ini dapat menjadi literatura yang bermanfaat untuk pembaca yang budiman.

Biografi dan Profil Lengkap Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri Republik Indonesia ke-3)

haji agus salim

Biografi dan Profil Lengkap Haji Agus Salim Sebagai Tokoh Islam dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia ke-3

InfoBiografi.Com – Haji Agus Salim merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang lahir pada 8 Oktober 1884 di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda dan beliau wafat pada 4 November 1954 di Jakarta pada usia 70 tahun. Haji Agus Salim pernah menjabat sebagai Menteri Muda Luar Negeri Indonesia ke-1 yang menjabat dari 12 Maret 1946 hingga 3 Juli 1947 dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia ke-3 yang menjabat dari 3 Juli 1947 hingga 20 Desember 1949 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Profil Singkat Haji Agus Salim

Nama: Haji Agus Salim
Lahir: Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884
Wafat : Jakarta, 4 November 1954
Ayah :Soetan Mohamad Salim
Ibu: Siti Zainab
Pasangan: Zaenatun Nahar
Jabatan :
Menteri Muda Luar Negeri Indonesia ke-1 (12 Maret 1949-3 Juli 1947)
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia ke-3 (3 Juli 1947- 20 Desember 1949)

Latar Belakang Dan Pendidikan Haji Agus Salim

Haji Agus Salim merupakan anak keempat dari pasangan Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab yang lahir dengan nama Mashudul Haq. Soetan Mohamad Salim adalah seorang jaksa kepala di pengadilan tinggi. Karena kedudukan ayah dan kecerdasan Beliau, Agus Salim dapat dengan lancar belajar di sekolah-sekolah belanda. Beliau bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS) yaitu sekolah khusus anak-anak Eropa. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikan menengahnya ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia dan setelah menjalani pendidikan selama 5 tahun, pada tahun 1903 saat Ia berumur 19 tahun Ia lulus sebagai lulusan terbaik se-Hindia Belanda.

Setelah lulus Ia berharap dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah kedokteran di Belanda. Namun, saat Ia memohon beasiswa pada pemerintah untuk melanjutkan pendidikannya tersebut, pemerintah menolaknya tapi dia tidak patah semangat. Kecerdasan yang dimiliki Agus Salim membuat R.A. Kartini tertarik, lalu Kartini mengusulkan agar Agus Salim menggantikannya berangkat ke Belanda dengan cara mengalihkan beasiswa sebesar 4.800 gulden yang berasal dari pemerintah kepada Agus Salim. Pemerintah pun setuju dengan pengusulan R.A Kartini namun Agus Salim menolaknya, Ia beranggapan bahwa pemberian beasiswa tersebut bukan karena kecerdasan atau jerih payahnya melainkan dari usulan orang lain dan menganggap pemerintah berperilaku diskriminatif.

Karier Politik Haji Agus Salim

Karena gagal melanjutkan pendidikannya, pada tahun 1906 Agus Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja sebagai penerjemah di Konsultan Belanda karena diketahui ia sedikitnya telah menguasai 7 bahasa asing yaitu Belanda, Inggris, Arab, Turki, Perancis, Jepang, dan Jerman. Di Jeddah, Ia memperdalam ilmu agama pada pamannya yaitu Syech Ahmad Khatib yang juga imam Masjidil Haram dan disana juga Ia mempelajari tentang diplomasi. Setelah kembali dari Jeddah, Agus salim mendirikan sekolah Hollansche Inlandsche School (HIS) dan kemudian Ia juga masuk dalam pergerakan nasional.

Sejak tahun 1915, Agus Salim terjun di dunia jurnalistik, Ia bekerja sebagai Redaktur II di Harian Neratja lalu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Selanjutnya Ia menikah dengan Zaenatun Nahar, dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai 8 orang anak. Setelah menikah, karier jurnalistik Agus Salim tetap berjalan, Ia menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta, lalu Ia mendirikan Surat kabar Fadjar Asia dan juga Ia menjadi Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO).

Bersamaan dengan itu, Agus Salim mengawali kariernya di bidang politik di SI (Sarekat Islam) bersama dengan H.O.S Tjokroaminoto dan juga Abdul Muis. Namun H.O.S Tjokroaminoto dan Abdul Muis yang pada saat itu sebagai wakil SI keluar dari Volksraad, Kemudian Agus Salim menggantikan mereka di lembaga tersebut selama 4 tahun yaitu dari tahun 1921 hingga 1924.Tetapi seperti pendahulunya, Ia merasa bahea perjuangan dari dalam tidak membawa manfaat dan akhirnya ia memutuskan keluar dari Volksraad dan fokus pada Sarekat Islam.

Pada tahun 1923, mulai muncul perpecahan di SI. Semaun mengharapkan bahwa SI menjadi organisasi yang condong ke kiri, namun Agus Salim dan Tjokroamnoto menolak, Akhirnya Sarekat Islam terbelah menjadi 2. Semaun membentuk Sarekat Rakyat dan berubah menjadi PKI, sedangkan Agus Salim dan Tjokroamnoto tetap dengan Sarekat Islam.

Selain menjadi salah satu pendiri Sarekat Islam, Agus Salim juga menjadi salah satu pendiri Jong Islamieten Bond yang membuat suatu dongkrakan guna meluluhkan doktrin keagamaan yang kaku. Agus Salim juga pernah menjadi anggota PPKi pada masa kekuasaan Jepang.

Ketika Indonesia merdeka, Agus Salim diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung. Karena kepandaiannya dalam berdiplomasi, kemudian Agus Salim diangkat menjadi Menteri Muda Luar Negeri dikabinet Syahrir I dan II dari 12 Maret 1946 hingga 3 Juli 1947. Lalu Ia menjadi Menteri Luar Negeri di kabinet Hatta dari 3 Juli 1947 hingga 20 Desember 1949. Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia, Agus Salim diangkat menjadi Penasehat Menteri Luar Negeri. Atas prestasinya dalam bidang diplomasi, dengan badan yang kecil Agus Salim dikalangan diplomatik dikenal sebagai The Grand Old Man.

Wafatnya Haji Agus Salim

Agus Salim mengundurkan diri dari dunia poltik lalu pada tahun 1953 Agus Salim mengarang buku-bukunya seperti: Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid harus dipahamkan? .

Pada 4 November 1954 di RSU Jakarta, pada usia 70 tahun Haji Agus Salim meninggal dunia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Untuk mengenang jasanya nama beliau diabadikan menjadi nama stadion sepak bola di Padang bernama Stadion Haji Agus Salim.

Demikianlah penjabaran pada posting kali ini tentang Biografi dan Profil Lengkap Haji Agus Salim yang dapat kami tulis di artikel ini. Semoga dapat menjadi sumber literatur yang bermanfaat untuk pembaca dalam menggali informasi terkati hal tersebut.

Biografi Dan Profil Lengkap Gajah Mada – Pencetus Sumpah Palapa

Biografi Dan Profil Lengkap Gajah Mada Sebagai Tokoh Pencetus Sumpah Palapa

InfoBiografi.Com – Gajah Mada merupakan tokoh kerajaan majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapanya. Gajah Mada adalah Mahapatih dari Kerajaan Majapahit yang menghantarkan Majapahit pada puncak kejayaan. Nama Gajah Mada dibadikan menjadi nama Universitas di Indonesia.

Menjadi Mahapatih Majapahit

Awal mula Gajah Mada adalah seorang bekel, namun Ia berhasil menyelamatkan Prabu Jayanegara dan juga berhasil menumpas pemberontakan Ra Kuti yang sangat membahayakan kerajaan Majapahit. Pada tahun 1319, Gajah Mada di angkat menjadi Patih Kahuripan, lalu dua tahun kemudian Gajah Mada diangkat menjadi Patih Kediri.

Pada tahun 1329, Aryo Tadah atau Mpu Kewes yang saat itu menjadi Patih Majapahit berkeinginan untuk mengundurkan diri. Kemudian Mpu Kewes menunjuk Patih Gajah Mada yang saat itu adalah Patih Kediri menjadi penggantinya. Namun Patih Gajah Mada tidak langsung menyetujuinya, Ia berkeiginan untuk memberi jasa pada Majapahit dahulu dengan mengalahkan pemberontakan Keta dan Sadeng. Akhirnya Keta dan Sadeng berhasil dikalahkan oleh Patih Gajah Mada. Pada tahun 1334, secara resmi Patih Gajah Mada diangkat menjadi Patih Majapahit oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi.

Sumpah Palapa Patih Gajah Mada

Patih Gajah Mada mengucapkan sumpah dan sumpah itu dikenal dengan nama “Sumpah Palapa” . Berikut adalah bunyi Sumpah Palapa :

..Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa.

Artinya
Ia, Gajah Mada sebagai patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, Gajah Mada berkata bahwa bila telah mengalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa

Meskipun banyak orang yang ragu akan sumpah yang diucapkan oleh Patih Gajah Mada, namun Patih Gajah Mada hampir berhasil menaklukan Nusantara. Pada tahun 1339, Ia mulai menaklukan daerah Swarnnabhumi (Sumatera), Pulau Bintan, Tumasik (sekarang Singapura), dan Semenanjung Malaya. Lalu pada tahun 1343 bersama dngan Arya Damar, Ia berhasil menaklukan Bedahulu (sekarang Bali), Lombok, Kemudian daerah di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kandangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Solok, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.

Pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk yaitu tahun 1350 hingga 1389, Patih Gajah Mada terus menaklukan wilayah-wilayah yang ada di nusantara di wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.

Terjadinya Perang Bubat

Dalam Kidung Sunda diceritakan bahwa pada tahun 1357 terjadi Perang Bubat. Perang Bubat tersebut berawal saat Prabu Hayam Wuruk yang berkeinginan untuk menikahi Dyah Pitaloka yaitu putri Sunda sebagai Permaisurinya, kemudian lamaran Prabu Hayam Wuruk tersebut di terima oleh Kerajaan Sunda dan pihak Kerajaan Sunda kemudian datang ke Majapahit untuk melangsungkan pernikahan agung Prabu Hayam Wuruk dengan Dyah Pitaloka. Patih Gajah Mada yang ingin Sunda takluk, memaksa Dyah Pitaloka untuk menjadi persembahan pengakuan kerajaan Majapahit, Namun pihak Sunda menolaknya dan terjadilah peperangan antara pasukan Majapahit dan juga pasukan Sunda di Bubat. Setelah ayah dan seluruh pasukannya gugur, Dyah Pitaloka bunuh diri. Akibat dari kejadian tersebut, Patih Gajah Mada dberhentikan.

Dalam Kitab Nagarakretagama, diceritakan sedikit berbeda. Dikatakan bahwa Prabu Hayam Wuruk sangat menghargai Patih Gajah Mada sebagai Mahamantri Agung yang wira, bijaksana, dan setia berbakti kepada negara. Sang raja (Prabu Hayam Wuruk) memberi dukuh “Madakaripura” yang memiliki pemandangan indah di Tongas, Probolinggo, kepada Patih Gajah Mada.

Pendapat lain ada yang menyatakan bahwa pada tahun 1359, Patih Gajah Mada diangkat kembali sebagai patih, hanya saja Ia memerintah dari Madakaripura.

Wafatnya Patih Gajah Mada

Dalam Negarakretagama disebutkan bahwa saat Prabu Hayam Wuruk kembali dari upacara keagamaan di Simping, Ia menemui Patih Gajah Mada telah gering atau sakit. Disebutkan Patih Gajah Mada wafat pada 1286 Saka atau 1364 Masehi.

Singkat postingan yang dapat kami sampaikan tentang Biografi Dan Profil Lengkap Gajah Mada pada artikel kali ini, semoga dapat menjadi sumber literatur yang bermanfaat bagi pembanca. Sampai jumpa pada posting-posting menarik lainnya.