Biografi dan Profil Lengkap Imam Sayafi’i Ahlus Sunnah

Mengenal Lebih Dekat Biografi dan Profil Lengkap Imam Sayafi’i Ahlus Sunnah

InfoBiografi.Com – Imam Asy-Syafi’i merupakan seorang mufti besar Sunni Islam yaitu seorang yang mengikuti sunnah dan berpegang teguh dengannya seluruh perkara yang Rasulullah berada di atasnya dan juga para sahabatnya, Imam Syafi’i juga merupakan pendiri Mazhab Syafi’i. Jika di urut lebih jauh, Imam Syafi’i masih memiliki kerabatan dengan Rasulullah, ia masih termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muthalib, saudara dari Hasyim yang merupakan kakek Muhammad.

Profil Lengkap Imam Asy-Syafi’i

Imam Syafi’i memiliki nama asli Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Muththalibi al-Qurasyi, Imam Syafi’i lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 H (767-820 M) berasal dari keturunan bangsawan Qurays dan masih keluarga jauh Rasulullah SAW. Dari ayahnya, ia memiliki garis keturunan dari Abdul Manaf (Kakek ketiga dari Rasulullah), sedangkan dari Ibunya yang merupakan cicit dari Ali bin Abi Thalib.

Semasa dalam kandungan, kedua orangtuanya meninggalkan Mekkah menuju Palestina, setibanya di Gaza ayahnya jatuh sakit dan berpulang ke Rahmatullah kemudian beliau diasuh dan dibesarkan oleh ibunya dalam kondisi yang sangat prihatin dan serba kekurangan. Pada usia 2 tahun, ia bersama ibunya kembali ke Mekkah dan di kota inilah Imam Syafi’i mendapat pengasuhan dari ibu dan keluarganya secara intensif.

Pada usia 9 tahun, Imam Syafi’i telah menghafal seluruh ayat Al-Quran bahkan dengan lancar beliau sempat 16 kali khatam al-quran dalam perjalanan dari Mekkah menuju Madinah. Setahun kemudian, kitab Al-Muwatha’ karangan imam malik berisikan 1.720 hadist pilihan juga sudah dapat ia hafalkan di luar kepala.

Kontribusi Imam Asy-Syafi’i

Imam Syafi’i juga menekuni bahasa dan sastra Arab di dusun Badui Bani Hundail selama beberapa tahun, kemudian beliau kembali ke Mekkah dan belajar Fiqh dari seorang ulama besar yang juga mufti kota Mekkah pada saat itu yaitu Imam Muslim bin Khalid Azzanni.

Karena kecerdasannya inilah membuat Imam Syafi’i dalam usia sangat muda yaitu 15 tahun telah duduk di kursi mufti kota Mekkah. Namun dengan demikian Imam Syafi’i belum merasa puas untuk menuntut ilmu karena semakin dalam beliau menekuni suatu ilmu maka Semakin banyak yang belum beliau mengerti. Sehingga tidak heran bila guru Imam Syafi’i begitu banyak jumlahnya sama dengan banyaknya para muridnya.

Meskipun Imam Syafi’i telah menguasai hampir seluruh disiplin ilmu, namun beliau lebih dikenal sebgai ahli hadist dan hukum karena inti pemikirannya hanya terfokus pada dua cabang ilmu tersebut. Pembelajaran yang besar terhadap sunnah Nabi sehingga beliau di gelari sebagai Nasuru Sunnah yaitu seorang pembela sunnah Nabi.

Dalam pandangannya, Sunnah Nabi mempunyai kedudukan yang sangat tinggi, malah beberapa kalangan menyebutkan bahwa imam Syafi’i menyetarakan kedudukan sunnah dengan Al-Quran dalam kaitannya sebagai seumber hukum islam. Karena itu, menurut beliau setiap hukum yang ditetapkan oleh rasulullah pada hakekatnya merupakan hasil pemahaman yang diperoleh Nabi dari pemahamannya terhadap Al-Quran. Selain kedua sumber tersebut (Al Quran dan Hadis), dalam mengambil suatu ketetapan hukum, Imam Syafi’i juga menggunakan Ijma’, Qiyas dan istidlal (penalaran) sebagai dasar hukum islam.

Karya Imam Asy-Syafi’i

  1. Ar-Risalah
    Ar-Risalah merupakan buku pertama tentang ushul fiqh dan kitab “Al Umm” yang berisi madzhab fiqhnya yang baru.
  2. Al-Hujjah
    Kitab Al-Hujjah merupakan madzhab lama diriwayatkan oleh empat imam Irak; Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Za’farani, Al Karabisyi dari Imam Syafi’i. Dalam masalah Al-Qur’an, dia Imam Asy-Syafi`i mengatakan, “Al-Qur’an adalah Qalamullah, barangsiapa mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk maka dia telah kafir.”
  3. Al-Umm
    Kitab Al-Umm sebagai madzhab yang baru Imam Syafi’i diriwayatkan oleh pengikutnya di Mesir; Al Muzani, Al Buwaithi, Ar Rabi’ Jizii bin Sulaiman. Imam Syafi’i mengatakan tentang madzhabnya,”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka buanglah perkataanku di belakang tembok,”

Wafatnya Imam Syafi’i

Pada suatu hari, Imam Syafi’i menderita penyakit wasir, hingga terkadang jika ia naik kendaraan darahnya mengalir mengenai celananya hingga sampai ke pelana dan kaus kakinya. Penyakit wasir telah menyiksa Beliau selama hampir empat tahun, Beliau menanggung sakit demi melakukan ijtihad yang baru di Mesir, hingga menghasilkan empat ribu lembar. Selain ber-ijtihad, beliau terus mengajar, meneliti dialog serta mengkaji baik siang maupun malam.

Pada suatu hari Al-Muzani murid Imam Syafi’i masuk menghadap dan berkata, “Bagamana kondisi Anda wahai guru?” lalu Imam Syafi’i menjawab, “Aku telah siap meninggalkan dunia, meninggalkan para saudara dan teman, mulai meneguk minuman kematian, kepada Allah dzikir terus terucap. Sungguh, Demi Allah, aku tak tahu apakah jiwaku akan berjalan menuju surga sehingga perlu aku ucapkan selamat, atau sedang menuju neraka sehingga aku harus berkabung?”.

Setelah itu, Beliau melihat di sekelilingnya seraya berkata kepada murid-muridnya,  “Jika aku meninggal, pergilah kalian kepada wali (penguasa), dan mintalah kepadanya agar mau memandikanku,” lalu sepupunya berkata, “Kami akan turun sebentar untuk salat.” Imam menjawab, “Pergilah dan setelah itu duduklah disini menunggu keluarnya ruhku.”

Setelah sepupu dan murid-muridnya salat, Imam Syafi’i bertanya, “Apakah engkau sudah salat?” lalu mereka menjawab, “Sudah”, lalu ia minta segelas air, pada saat itu sedang musim dingin, muridnya berkata, “Biar kami campur dengan air hangat,” Imam Syafi’i menjawab, “Jangan, sebaiknya dengan air safarjal”.  Tidak lama kemudian  Beliau wafat.

Imam Syafi’i wafat pada malam Jum’at menjelang subuh pada hari terakhir bulan Rajab tahun 204 Hijriyyah atau tahun 809 Miladiyyah pada usia 52 tahun.

Tidak lama setelah kabar kematiannya tersebar di Mesir, telihat kesedihan dan duka melanda seluruh warga, mereka semua keluar dari rumah ingin membawa jenazah di atas pundak, karena dahsyatnya kesedihan yang menempa mereka. Tidak ada perkataan yang terucap saat itu selain permohonan rahmat dan ridha untuk yang telah pergi.

Sejumlah ulama pergi menemui wali Mesir yaitu Muhammad bin as-Suri bin al-Hakam, untuk memintanya datang ke rumah duka untuk memandikan Imam sesuai dengan wasiatnya. Ia berkata kepada mereka, “Apakah Imam meninggalkan hutang?”, “Benar!” jawab mereka serempak. Lalu wali Mesir memerintahkan untuk melunasi hutang-hutang Imam seluruhnya. Setelah itu wali Mesir memandikan jasad sang Imam.

Jenazah Imam Syafi’i lalu diangkat dari rumahnya, melewati jalan al-Fusthath dan pasarnya hingga sampai ke daerah Darbi as-Siba, sekarang jalan Sayyidah an-Nafisah. Dan, Sayyidah Nafisah meminta untuk memasukkan jenazah Imam ke rumahnya, setelah jenazah dimasukkan, dia turun ke halaman rumah kemudian salat jenazah, dan berkata, “Semoga Allah merahmati asy-Syafi’i, sungguh ia benar-benar berwudhu dengan baik.” 

Jenazah kemudian dibawa, sampai ke tanah anak-anak Ibnu Abdi al-Hakam, disanalah Beliau dikuburkan. Makam tersebut kemudian terkenal dengan Turbah asy-Syafi’i sampai hari ini. Disana pula dibangun masjid yang diberi nama Masjid asy-Syafi’i. Penduduk Mesir terus menerus menziarahi makam sang Imam sampai 40 hari 40 malam. Karena banyaknya peziarah, tidak mudah untuk sampai ke Makam Imam Syafi’i.

Biografi dan Profil Lengkap Bill Gates, Pendiri Microsoft

Biografi dan Profil Lengkap Bill Gates, Pendiri Microsoft dan Orang Terkaya di Dunia Berturut-turut

InfoBiografi.Com – Bill Gates merupakan seorang tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat serta mantan CEO yang saat ini menjabat sebgai ketua Microsoft,perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan bersama Paul Allen. Bill Gates menempati peringkat pertama orang terkaya di dunia sejak tahun 1995-2009, namun pada tahun 2008 ia turun ke peringkat ke tiga dan tahun 2009 ia kembali berada diperingkat pertama. Simak biografi dan profil lengkap dari Bill Gates berikut ini.

Biografi singkat

Nama : William Henry Gates III
Lahir : 28 Oktober 1955
Tempat lahir : Medina, Washington, Amerika Serikat
Kebangsaan : Amerika Serikat
Almamater : Universitas Harvard
Pasangan : Melinda Gates

Biografi dan Profil Lengkap Bill Gates

Bill Gates memiliki nama lengkap William Henry Gates III yang merupakan anak kedua dari tida suadara pasangan dari Wiliam Henry Gates dan Mary Maxwell. Ayahnya merupakan seorang pengacara perusahaan yang memiliki banyak relasi di kota sedangkan ibunya adalah seorang pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell dan anggota Tingkat Nasional United Way.

Bill Gates merupakan seorang anak yang cerdas, namun karena ia terlalu penuh semangat ia cenderung sering mengalami kesulitan di sekolah. Hingga saat ia masih berumur 11 tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan pada dirinya dan mengirimnya ke Lakeside School yang merupakan sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki. Disekolah itulah ia pertama kali berkenalan dengan komputer yaitu sekitar tahun 1968. Yang saat ini sistem komputer masih dalam bentuk teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu.

Karena kecerdasan yang ia miliki, ia dapat dengan cepat menguasai sebuah bahasa pemograman BASIC. Bersama para hacker ia belajar secara otodidak di Lakeside, bahkan ia melewatkan waktu berjam-jam untuk menulis progam, melakukan permainan dan secara umum lebih banyak mempelajari tentang komputer. Hingga salah seorang guru memberikan julukan Seorang eksentrik kepada Bill Gates.

Pada tahun 1975, Bill Gates menempuh kuliah di Harvard University di Cambrige. Di Harvard ia kembali bertemu dengan Paul Allen yang merupakan teman waktu bersekolah bersama-sama. Bersama Paull Allen, mereka terus mengembangkan talentanya dalam bidang pemograman komputer. Hal tersebut pula yang membuat Bill Gates memutuskan keluar (Drop Out) dari Universitas nya untuk menyumbangkan waktunya ke Microsoft.

Berdirinya Microsoft

Gates masih berkomunikasi dengan Paul Allen dan pada musim panas sekitar tahun 1974 ia bergabung dengan Paul di Honeywell. Sedangkan pada tahun berikutnya, MITS Altair 8800 berbasis CPU Intel 8080 di luncurkan, saat itu Gates dan Paul melihat proses peluncurannya sebagai kesempatan untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak komputer sendiri. Mereka lalu membicarakan keputusan ini kepada orang tua, dan orang tua mereka sangat mendukung setelah melihat antusiasme Gates untuk mendirikan perusahaan.

Mereka berdua menamai kemitraan mereka “Micro-Soft” dan mendirikan kantor pertamanya di Albuquerwue, namun pada tahun berikutnya yaitu pada tanggal 26 November 1976, mereka menghilangkan tanda hubung dan diganti dengan nama “Microsoft”. Nama Microsoft didaftarkan di Kementerian Luar Negeri New Mexico, dan Gates tidak pernah kembali ke Harvard untuk menyelesaikan studinya.

Pada tahun 1985, Microsoft meluncurkan versi ritel pertama Microsoft Windows, dan pada bulan Agustus di tahun yang sama, perusahaan Gates mencapai persetujuan dengan IBM untuk mengembangkan sistem operasi etrpisah bernama OS/2. Meskipun pengembangan versi pertama sistem ini berhasil, namun perbedaan kreativitas merusak kerjasama selanjutnya. Pada tanggal 16 Mei 1992, Bill Gates mengeluarkan Memo Internal yang megumumkan bahwa kerjasama OS/2 telah berakhir dan Microsoft mengalihkan operasinya ke pengembangan kernel Windows NT.

Dengan usaha keras yang dilaluinya, perusahaan yang ia dirikan dengan nama Microsoft Corporation menjadi sukses dan Bill Gates menjadi seorang jutawan. Pada tahun 1990 Bill Gates sukses merilis sistem operasi yang sangat sukses di pasaran Dunia.

Namun Bill Gates memiliki reputasi yang tidak baik dalam karirnya, bahkan ia beberapa kali melakukan kesalahan dalm bisnis perangkat lunaknya. Pada tahun 1990 ia mendapatkan tuntutan dari Departemen Keadilan Amerika Serikat dengan dakwaan bahwa Gates telah melakukan monopoli terhadap perusahaan-perusahaan kecil. Pada tahun 1999, ia kembali bermasalah dengan hukum tentang hukum undang-undang bisnis Amerika Serikat.

Pada tahun 2000, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua Pegawai Eksekutif dan ia memilih kembali menjalankan profesi lamanya yaitu sebagai kepala pengembangan perangkan lunak di Perusahaannya sendiri, yaitu Microsoft Corp.

Namun pada tahun 2008, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari manajemen Microsoft dan ia memilih untuk berkonsentrasi pada kerja dermawanan di yayasan sosial yang didirikannya, Yaitu Bill dan Melinda Gates Foundation

Kehidupan Pribadi Bill Gates

Bill Gates menikah pada tahun 1994 dengan Melinda French dan mereka memiliki tiga orang anak yaitu Jennifer Katherine Gates (1996), Rory John Gates (1999) dan Phoebe Adele gates (2002). Mereka memiliki rumah keluarga yang merupakan sebuah rumah bawah tanah pada sebuah bukit yang menghadap Lake Washington di Medina. Menurut catatan publik King County, pada 2006 nilai total properti (tanah dan rumah) keluarga Gates adalah $125 juta, dan pajak properti setiap tahunnya sebesar $991.000.

Rumah seluas 66,000 sq ft (6,100 m2) ini memiliki kolam renang seluas 60-foot (18 m) dengan sistem musik bawah air, serta gimnasium seluas 2,500 sq ft (230 m2) dan ruang makan seluas 1,000 sq ft (93 m2).

Bersama dengan istrinya, mereka mendirikan Bill & Melinda Foundation, yang merupakan yayasan Sosial yang memperhatikan penderita AIDS, beasiswa bagi Universitas dan kepedulian pada dunia ketiga.

Kekayaan Bill Gates

Pada tahun 1999, sebuah koran Washington Post menulis bahwa “Gates menyatakan bahwa ia telah memutuskan untuk menyumbangkan $5 milyar kepada organisasi mereka. Hal tersebut tidak heran karena menurut survei Majalah Forbes, Bill Gates selalu menjadi orang terkaya di dunia secara berturut-turut dari tahun 1996-2009 dengan jumlah $90 Milyar.

Bill Gates menghasilkan US$250 setiap detiknya, itu sekitar US$20 juta sehari dan US$7,8 milyar setahun.

Untuk mencapai sebuah kesuksesan memang diperlukan pengorbanan dan perjuangan yang berat. Usaha yang keras dan sikap pantang menyerah akan membuahkan hasil yang dapat dinikmati.

Demikian artikel kali ini tentang Biografi dan Profil Lengkap Bill Gates yang dapat disampaikan, semoga artikel ini memberikan sebuah semangat untuk terus berusaha dan berjuang.

Biografi dan Profil Lengkap Tuanku Imam Bonjol – Pahlawan Nasional yang Memimpin Perang Padri

imam bonjol

Biografi dan Profil Lengkap Tuanku Imam Bonjol Seorang Pahlawan Nasional yang Memimpin Perang Padri

InfoBiografi.Com – Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang ulama,pemimpin dan perjuangan yang berjuang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang disebut sebagai perang Padri pada tahun 1803-1838. Tuanku Imam Bonjol di angkat menjadi pahlawan nasional berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973. Untuk mengetahui lebih lengkap,berikut biografinya.

Biografi Singkat Tuanku Imam Bonjol

Nama Asli : Muhammad Shahab
Lahir : di Bonjol tahun 1772
Wafat : 6 November 1864
Orangtua : Bayanuddin (ayah) dan Hamatun (ibu)
Agama : Islam

Biografi dan Profil Lengkap Tuangku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol memiliki nama asli Muhammad Shahab, yang lahir pada tahun 1772. Ia lahir dari pasangan Bayanuddin (ayah) dan Hamatun (ibu). Ayahnya merupakan seorang alim ulama yang berasal dari sungai Rimbang, Suliki. Imam Bonjol belajar agam di Aceh pada tahun 1800-1802, dan dia mendapatkan gelar Malin Basa.

Asal nama Tuanku Imam Bonjol

Setelah dewasa, Tuanku Imam Bonjol menjadi seorang ulama dan pemimpin setempat. Tuanku Imam Bonjol memiliki beberapa gelar, yang diantaranya Peto Syarif, Malin Basa dan Tuanku Imam. Hingga akhirnya Tuanku nan Renceh dari Kamang, Agam yaitu seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan menunjuknya sebagai Imam bagi kaum Padri di Bonjol. Akhirnya masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol.

Perjuangan Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol terkenal ketika ia melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda dalam perang Padri. Perang Padri merupakan perang terlama yang berlangsung dari tahun 1803 hinggan 1838 yang melibatkan sesama orang Minang dan Mandailing atau Batak.

Pada awalnya perang tersebut dikenal sebagai perang saudra di Sumatera, Perang tersebut terjadi karena adanya pertentangan antara kaum Padri dengan kaum dari kerajaan padaruyung. Dalam perang ini kaum Padri menginginkan agar hukum di daerahnya dijalankan sesuai dengan syariat Islam yang berpegang teguh pada Al-1uran dan Sunnah nabi MUhammmad SAW. Terjadinya perang Padri karena masyarakat disana masih memiliki kebiasaan buruk seperti melakukan perjudian, sabung ayam, penggunaan madat, minuman keras serta hukum yang terlalu longgar, padahal masyarakat disana sudah banyak yang beragama Islam. Karena tidak adanya kesepakatan antara kedua pihak, sehinggan meletuslah perang Padri yang terkenal.

Awalnya perang Padri dipimpin oleh Tuanku Pasaman. Tuanku Pasaman kemudian menyerang kaum adat yang dipimpin oleh Sultan Arifin Muningsyah. Serangan pertama di Padaruyuh terjadi pada tahun 1815 dan pertemuran selanjutnya terjadi di kota tengah dekat Batu Sangkar. Pertem[uran ini kemudian membuat Sultan Arifin Muningsyah menjdai terdesak dan terpaksa melarikan diri dari kerajaanya ke Lubuk Jambi.

Tuanku Imam Bonjol Memimpin Perang Padri

Akibat merasa terdesak, akhirnya kaum adat meminta bantuan Belanda, dan secara resmi Belanda membantu kaum adat untuk berperang melawan kaum Padri melalui sebuah perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1821 di Padang. Dalm perjanjian tersebut menyatakan bahwa Belanda akan mendapat penguasaan wilayah di pedalaman Minangkabau. Perjanjian tersebut dihadiri oleh Sultan Tangkal Alam Bagagr. Adanya campur tangan Belanda yang membantu kaum adat untuk melawan kaum Padri membuat situasi menjadi semakin sulit.

Meskipun Belanda turut campur dalam perang tersebut, Belanda cukup kesulitan dalam melawan Kaum Padri yang ketika itu sudah dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol. Akibatnya Belanda yang merasa kesulitan kemudian mengajak Tuanku Imam Bonjol untuk berdamai. Perdamaian tersebut kemudian dituangkan dalam perjanjian Masang tahun 1824.

Perjanjian tersebut dilakukan oleh Belanda karena mengingat saat itu Belanda sudah kehabisan dana untuk melakukan perang, sebab Belanda juga harus memadamkan perang yang terjadi di daerah lain seperti perang Diponegoro. Tetapi perjanjian tersebut tidak berlangsung lama sebab Belanda kemudian kembali menyerang Nagari Pandai Sikek.

Hingga pada tahun 1833, perang Padri memasuki babak baru, yaitu pada akhirnya kaum adat dan kaum Padri bersatu untuk melawan Belanda. Mereka menyadari ternyata perang tersebut hanya menyengsarakan rakyat Minangkabau. Bersatunya Kaum Adat dan Kaum Padri ditandai dengan Plakt Puncak Pati di Tabek Patah.

Belanda kemudian melakukan pengepungan dan penyerangan ke Benteng Kaum Padri. Pengepungan dan Penyerangan tersebut berlangsung selama enam bulan. Agar pengepungan dan penyerangan tersebut berhasil, Belanda terus menerus meminta bantuan pasukan dari Batavia. Hal ini membuat posisi Tuanku Imam Bonjoil menjadi semakin terjepit. Namun Tuanku Imam Bonjol tetap melakukan perlawanan dan tidak mau menyerah.

Penangkapan Tuanku Imam Bonjol menjadi Akhir Perang Padri

Setelah sekian lamanya dikepung hingga akhirnya pada tanggal 16 Agustus 1837 benteng Bonjol dapat dikuasai oleh Belanda. Untuk menangkap Tuanku Imam Bonjol, Belanda mengajak Tuanku Imam Bonjol untuk berunding di Palupuh pada bulan Oktober 1837. Di tempat itu kemudian ia ditangkap dan oleh Belanda kemudian di asingkan di Cianjur, Jawa Barat. Dari Cianjur, ia kemudian dibawa ke Ambon hingga kemudian dipindahkan di Lotak, Minahasa, dekat Manado. Hingga pada tanggal 8 November 1864, ia kemudian meninggal dunia dan dimakamkan di tempat tersebut.

Penghargaan Tuanku Imam Bonjol

Berkat perjuangannya melawan penjajah Belanda, pemerintah Belanda kemudian mengangkay Tuanku Imam Bonjol sebagai pahlawan nasional. Ia diberi gelar sebagai pahlawan nasional pada tanggal 3 November 1973. Untuk mengenang jasa beliau, nama Tuanku Imam Bonjol banyak diabadika sebagai nama jalan, dan digambarkan dalam uang pecahan 5.000 rupiah.

Semoga isi artikel pada posting kali ini tentang Biografi dan Profil Lengkap Tuanku Imam Bonjol Sebagai Pahlawan Nasional yang Memimpin Perang Padri dapat bermanfaat bagi para pembaca sebagai sebuah literatur yang baik.

Biografi dan Profil Lengkap Top Ittipat – Milyuner Muda Asal Thailand

biografi top ittipat

Biografi dan Profil Lengkap Top Ittipat Pengusaha Rumput Laut dan Seorang Milyuner Muda Asal Thailand 

InfoBiografi.Com – Anda pernah menlihat film TOP Secret? Film Thailand yang menceritakan kisah nyata dari Top ittipat, pengusaha snakc rumput laut? Jika belum, mungkin anda pernah melihat atau mengkomsumsi snack yang membuatnya menjadi seorang Milyader muda. Tao Kae Noi, merupakan nama produk dari Top Ittipat. Snack Tao Kae Noi ini sudah dipasarkan di wilayah Asia Pasifik dan memegam 70% saham snack di Thailand. Untuk mengenal lebih dekat dengan pemilik Tao Kae Noi berikut ini merupakan biografi dari Milyader muda , simak ulasannya.

Biografi Top Ittipat

Top Ittipat merupakan seorang pengusaha muda asal Thailand yang berhasil menjadi seorang milayader pada usia 26 tahun. Top ittipat lahir pada tahun 1984 di Thailand, top memiliki nama lengkap Top Aitthipat Kulapongvanich, ia berasal darikeluarga yang biasa saja dan ia tidak terlalu memikirkan masa depanm ia merasa tidak ada yang begitu spesial pada dirinya sampai Tuhan benar-benar mengujinya.

Profil Top Ittipat

Top ittipat adalah anak yang suka membolos sekolah, seperti anak muda pada umunya saat usianya 16 tahun ia kecanduan game online yang membuatnya menelantarkan sekolahnya. Pada tahun 1997 keluarganya mengalami krisis finansial, walaupun begitu ia tetap dapat hidup dengan baik melalui penjualan barang dan harta di hame online yang dimainkannya. Melalui penjualannya, ia mendapatkan sekitar 400 ribu baht atau sekitar 130 juta rupiah perbulan. Dengan penghasilan yang ia miliki membuatnya tidak perlu meminta uang saki dari keluarganya.

Bisnis Game Online

Dari bisnis game online yang dijalaninya, Top dapat membeli mobi seharga 200 juta dan menjaga keadaan finansialnya. Namun, karena bisnisnya merupakan bisnis ilegal maka rekening game online Top ditutup oleh bank, hal ini semakin memperburuk keadaan yang sedang dialami keluarganya yang terus menurun.

Pada tahun 2002 keluarganya mengalami kebangkrutan dan memiliki hutan 40 juta Baht atau sekitar 13 milyar rupiah. Ia tidak bisa lagi untuk tidak terkait dalam masalah ini. Karena hal ini pula, ia harus keluar sekolah dan masuk ke dunia bisnis entrepreneur untuk dapat membayar hutang keluarga dan memperbaiki keadaan finansial keluarganya.

Perjalanan Bisnis Top Ittipat

Dari sisa uang yang ia miliki dari penjualan game online, ia mencoba untuk mendirikan usaha DVD Player, tetapi Top ditipu sebab DVD Playernya ternyata barang palsu dan uangnya tidak dapat dikembalikan lagi. Top berusaha untuk mencari pinjaman uang ke bank untuk dapat memulai bisnis barunya. Namun pihak bank tidak begitu menyetujuinya. Di titik inilah Top menyadari kesalahannya, karena ia telah melalaikan sekolah dan pelajaran. Dari sinilah Top mulai bersentuhan dengan kerasnya dunia bisnis. Hutang yang melilit usaha keluarganya semakin memperburuk keadaan,di tambahlagi rumah mereka disita oleh bank. Ditengah himpitan inilah Top tetap berkeras hati.

Hingga suatu ketika saat Top sedang berjalan-jalan kesebuah pameran dan merihat sebuah alat untuk menggorang kacang, kemudian ia berpikir untuk berjualan kacang. Top lalu menyewa alat tersebut dengan harga 10.000 bath perbulan. Kemudian Top membuka toko kacang di Mall bersama Pamannya. Untuk membuka toko kacang, perjuangan Top dimulai dari bertanya kepada penjual-penjual kacang untuk mendapatkan rasa kacang yang enak. Walaupun ia berhasil membuat kacang yang enak, dagangannya tetap tidak laku.

Top sedikit meras frustasi dan mencoba melakukan beberapa cara agar dagangannya laku. Hingga suatu ketika Top berjalan ke sebuah pasar tradisional dan mendapatkan inspirasi seperti memberikan diskon dan lokasi yang tepat untuk menentukan pasar bisnis.

Hingga kemudian Top meminta pindah ke bagian depan Mall dan terlihat bahwa kacang jualannya semakin laku keras, hingga kemudian Top membukan beberapa cabang. Namun, saat Top mulai melakukan ekspansi bisnis chesnut-nya secara besar-besaran, timbul maslah baru yaitu mesin penggorngan kacang yang digunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall, sehingga ia harus menutup dagangannya dan pihak Mall membatalkan kontrak kedainya.

Dititik inilah Top hampir putus asa, Orang tuanya memutuskan untuk pergi ke China, namun Top bersikeras untuk ebrtahan di Thailan dan melanjutkan usahanya. Dari bisnis berjualan kacang, ia beralih mencoab untuk membuka bisnis rumput laut yang terinspirasi dari cemilan kesukaan kekasihnya yang kekasihnya berikan untuk Top.

Bisnis Rumput Laut

Dari inspirasinya itu, ia mulai membuat rumput laut goreng dan membeli beberapa rumput laut. Namun percobaannya gagal, karena rumput lautnya basi dalam waktu 1 minggu. Top mulai bertanya-tanya dengan mendatangi professor dibidang pangan untuk membantunya menyelesaikan masalah ini. Professor tersebut membantu Top agar makanan yang dibuatnya tidak mudah basi dengan membuat vakum kemasan dan mengganti dengan nitrogen. Masalah berikutnya adalah Top tidak bisa membuat rumput laut yang enak, karena setelah di goreng rasanya pahit. Hingga ia bersama pamannya menghabiskan lebih dari 100 ribu bath utnuk uji coba rumput laut tapi tetap gagal, hingga semua rumput lautnya habis.

Dalam tekanan yang begitu hebat, Top tetap berusaha mencari tahu tentang strategi-strategi penjualan. Ia bahkan rela belajar langsung dari pasar dengan ebrtanya langsung kepada pedagang. Hingga inspirasi datang ektika ia berbelanja disalah satu minimarket , 7-eleven. Lalu ia menerapkan metode yang pernah diajarkan ketika di tempat kursus yang dahulu di pilihkan ayahnya untuknya. Yaitu metode ekspansi penjualan ke berbagai negara, namun usahanya tidak berjalan dengan mudah. 7-eleven memberikan standart tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top bisa masuk pasaran.

Top hampir saja putus asa dan memutuskan untuk berangkat ke Cina, namun sebelum itu terjadi Top masih terus melakukan usaha terkahirnya demi memenuhi syarat yang diberikan oleh 7-eleven, dan akhirnya upaya terakhirnya tidak sia-sia. Kesulitan yang ia alami yaitu mulai dari membuat inivasi untuk kemasan dan produknya hingga Top diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar.

Hasil Usaha Top Ittipat

Dengan usaha susah payah Top dapat memenuhi syarat dari 7-eleven. Ia mengubah kantor kecil yang dimiliki oleh orangtuanya menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan hal ini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta memenuhi ruota yang ditetapkan oleh 7-eleven. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.

Pada usia 26 tahun Top ittipat sudah memiliki 2500 karyawan dan mengirim ke 6000 cabang 7-eleven di seluruh dunia dan mengekspor cemilan rumput lautnya ke 27 negara termasuk di Indonesia. Hingga akhirnya Top telah memiliki lahan perkebunan rumput laut di Korea Selatan. Pendapatan yang dimiliki Top mencapai 1,5 miliar bath sekitar 450 miliar rupiah pertahun. Top ittipat membayar kesuksesannya dengan berkorban jiwa, raga, waktu, kesenangan jadi gamer, termasuk berkorban cinta terhadap kekasihnya.

Dari kisah perjalanan kesuksesannya, hingga kisah hidupnya diangkat kedalam film layar lebar berjudul Top Secret : The Billionaire yang mengisahkan bagaimana Top Ittipat berjuang jatuh bangun membangun usahanya.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan pada tulisan kali ini tentang Biografi dan Profil Lengkap Top Ittipat seorang Milyuner Muda Asal Thailand, semoga informasi yang kami tulis dapat menjadi motivasi dan literatur yang bermanfaat.

Biografi dan Profil Lengkap Rio Haryanto Pembalap F1 asal Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Rio Haryanto Pembalap F1 asal Indonesia

InfoBiografi.Com – Rio Haryanto merupakan pembalap Indonesia yang membalap di ajang formula satu (F1) bersama tim Manor Racing. Rio merupakan pembalap pertama asal Indonesia yang bisa membalap Seri GP2, sebagai pembalap pertama, Rio memiliki basis pendukung yang sangat besar. Ia juga disebut sebagai pembalap muda yang memiliki potensi menjadi wakil Asia di ajang F1 pada masa depan. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang biografi dari Rio Haryanto, simak ulasan berikut ini.

Biografi Singkat

Nama : Rio Haryanto
Lahir : Solo, 22 Januari 1993
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Orangtua :

  • Ayah : Sinyo Haryanto
  • Ibu : Indah Pennywati

Saudara : Roy Haryanto, Rizky Haryanto, Ryan Haryanto

Prestasi Rio Haryanto

  • 2002 – Juara nasional Go-kart kelas kadet
  • 2005 – Penghargaan IMI sebagai Atlet Gokart Junior Terbaik
  • 2008 – Juara Nasional Go-kart
  • 2008 – Formula Asia 2.0: ke-3, 121 poin
  • 2008 – Formula Renault Asia: ke-6, 160 poin
  • 2009 – Juara Formula BMW Pacific 2009
  • 2010 – GP3 Series: ke-5, 27 poin
  • 2010 – F1 Test, Virgin VR-01
  • 2015 – GP2 Series: ke-5,132 poin

Biografi Lengkap Rio Haryanto

Rio Haryanto merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara. Ayahnya yaitu Sinyo Haryanto merupakan mantan pembalap nasional. Ibarat pepatah yang mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, Rio sejak kecil sangat menyukai tantangan seperti Ayahnya. Saat usianya sekitar 6 tahun, Rio mulai mengemudi gokart dan mulai mengikuti balapan pada tahun 1999. Dan ia berhasil menjuarainya sebgai juara nasional kelas kadet pada tahun 1999.

Awal Karir

Selama 7 tahuan Rio Haryanto berkiprah di dunia Gokart dan berbagai prestasi ia raih dalam karir balap gokart, seperti penghargaan atlet junior terbaik pada tahun 2005 dan tahun 2006 oleh Ikatan Motor Indonesia.

Pada tahun 2008, Rio Haryanto memulai karir profesionalnya sebagai pembalap mobil. Rio mengikuti tiga ajang, yaitu Asian Formula Challenge, Formula Asia 2.0 dan BMW Pasific di benua Asia. Dalam ajang tersebut, ia berhasil menjadi juara pertama dalan ajang Asian Karting Open Championship seri 1 sirkuit Guia, di Makau.

Pada tahun 2009, Rio kembali mengikuti kompetisi balap di banyak seri seperti Australian Drivers Championship, Asian Formula Renault Challenge dan BMW PAsific. Pada ajang BMW Pasifik, ia bergabung dalam team Meritus asal Malaysia dan Rio berhasil memenangkan 11 seri dari 15 seri secara keseluruhan.

Taget utama Rio Haryanto mengikuti balap mobil yaitu dapat bisa masuk dalam ajang Formula 1 Dunia. Karena itu, ia berusaha berjuang untuk meraih cita-citanya.

Karir di GP3 Europe Series

Pada tahun 2010, berkat dukungan dari beberapa sponsor, ia kemudian berhasil mengikuti ajang GP3 Europe Series, dan ia berhasil menjadi juara dalam seri balapan yang diadakan di Turki, kemudian ia berhasil meraih 1st Runenr Up di seri Silverstone dan 2nd Runner Up di Italy. Rio juga keluar sebagai The Best Driver Manor Racing. Berkat kemenangan yang di Raih oleh Rio Haryanto di GP3, lagu Indonesia Raya berkumandang pertama kali di ajang balapan di benua Eropa.

Karir di GP2 Series

Berkat prestasi yang diraihnya dalam GP3, Rio hartyanto kemudian ikut dalam kejuaraan GP Formula pada tahun 2012. Ia bergabung dalam team Carlin GP2 Team. Ditahun itu juga ia pertama kali mencoba mobil balap formula 1 miliki team Marussia F1 dalam sebuah uji coba di sirkuit Silverstone, Inggris. Hal tersebut juga yang membuat Rio berhasil memenuhi syarat untuk mendapatkan FIA Superlicense, yitu sebuah lisensi yang wajib dimiliki oleh pembalap yang ingin berkiprah di ajang F1, dan lagi-lagi ia menjadi orang asal Indonesia pertam ayang berhasil mendapatkannya.

Pada tahun 2013, Rio kemudian bergabung dengan Team GP2 Addax Team, namun dalam team ini, Rio mencatat hasil yang kurang bagus, hanya sedikit poin yang ia dapatkan dalam 4 seri balapan. Meskipun dalam team tersebut, ia sempat meraih podium pertama di sirkuit Silverstone, Inggris. Karena performa mobil dan mekanik yang buruk, ia kemudian memutuskan untuk pindah dari team tersebut. Pada tahun 2014 ia pindah ke Team Caterham dan berpasangan dengan pembalap Alexander Rossi dari Amerika Serikat.

Kemudian pada tahun 2015,Rio Haryanto memilih untuk bergabung dengan team Compos Racing. Ia berhasil menjadi runner Up di seri GP Formula 1 yang di adakan di Bahrain. Ia juga berhasil keluar sebagai juara 2 dalam balapan yang diadakan di Austria. Dan hasil akhir ia menjadi juara 4 dalam GP 2. Prestasi yang diraihnya dijadikan sebagai kesempatan untuk masuk ke dalam ajang Formula 1, sembari mencari sponsor untuk mendukung Rio Haryanto dalam balapan Formula 1.

Karir di Formula 1

Memasuki tahun 2016, Rio Haryanto berhasil masuk dalam ajang jet darat paling bergengsi di dunia yaitu Formula 1 dengan bergabung dalam Team Manor Racing F1 setelah memenuhi syarat dengan memiliki superlicensi F1 dan memiliki dana sponsoe sebesar 15 juta Euro yang berhasil ia dapatkan dari berbagai sponsor yang mendukungnya. Hal itu, membuat Rio Haryanto menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil masuk dalam kejuaraan Formula 1 Dunia. Dalam Team Manor Racing, Rio berpasangan dengan pembalap Pascal Wehlein asal Jerman. Rio Haryanto kini tinggal di Singapura sembari kuliah di FTMS Global Singapore di jurusan Bisnis Management.

Cukup besar perjalanan karir Rio Haryanto dalam meniti gemilang prestasi yang di raihnya dalam dunia balap di ajang F1 internasional tentu saja dapat menjadi sebuah motivasi bagi kita untuk selalu berjuang meraih cita-cita tanpa pantang menyerah. Demikianlah posting kali ini tentang Biografi dan Profil Lengkap Rio Haryanto Pembalap F1 asal Indonesia yang dapat disampaikan, semoga apa yang telah kami jabarkan dapat menjadi literatur yang bermanfaat.

Biografi Dan Profil Lengkap Dr.Zakir Naik – Pendakwah Muslim India dan Perbandingan Agama

Biografi Dan Profil Lengkap Dr. Zakir Naik Seorang Pendakwah Muslim India dan Perbandingan Agama

InfoBiografi.Com – Dr.Zakir Naik merupakan seorang pembicar umum Muslim India dan penulis buku keislaman dan perbandingan agama. Secara profesi, ia adalah seorang dokter medis yang memperoleh gelar gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang biografi Dr.Sakir Naik simak ulasan berikut

Biografi Singkat Dr.Zakir Naik

Nama lengkap : Zakir Abdul Karim Naik
Lahir : 10 Oktober 1965 di kota Mumbai, India
Orangtua : Abdul Karim Naik
Istri : Farhat Naik
Anak : Fariq Zakir Naik dan Rushda Naik
Pendidikan :

  • St. Peter’s High School (ICSE)
  • Kishinchand Chellaram College
  • Topiwala National Medical College
  • University of Mumbai (Bachelor of Medicine Bachelor of Surgery)

Profesi :

  • Pembicara
  • Penulis
  • Dokter

Jabatan :

  • President of Islamic Research Foundation
  • Pendiri Peace TV, Peace TV Bangla dan Peace TV Urdu

Penghargaan :

  • King Faisal International Prize for Service to Islam tahun 2015
  • 10 Guru Spiritual Terbaik di India
  • 100 Orang India Terkuat 2009.

Biografi dan profil dr.Zakir Naik

Zakir naik lahir pada tanggal 10 Oktober 1965 di kota Mumbai, India. Ayahnya bernama Abdul Karim Naik. Zakir naik memulia pendidikannya dengan ebrsekolah di di St. Peter’s High School (ICSE) di kota kelahirannya yaitu Mumbai. Dari sana ia kemudian masuk di Kishinchand Chellaram College dan kemudian ke Topiwala National Medical College, di sekolah tersebut, ia banyak mempelajari mengenai ilmu kesehatan. Hingga kemudian ia melanjutkan kuliahnya di University of Mumbai, India dengan masuk dijurusan Kedokteran dan memperoleh gelar MBBS (Bachelor of Medicine Bachelor Of Surgery) setelah itu ia bekerja sebagai dokter di kota Mumbai.

Namun pada tahun 1991,ia mengambil keputusan dengan berhenti sebagai dokter medis dan kemudian beralih menjadi seorang pendakwah Islam. Keputusannya untuk menjadi seorang pendakwah karena ia terinspirasi dari Ahmed Deedat yang merupakan seorang pendakwah Islam yang aktif melakukan dakwah selama 40 tahun lebih.

Selain itu, tujuan Dr.Zakir Naik dari dakwah yang ia lakukan yaitu untuk menghilangkan pandangan negatif tentang Islam yang banyak dilakukan oleh orang anti-Islam setelah tragedi serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Selama aktif menjadi pendakwah, Dr.Zakir Naik sudah banyak mengelilingi dunia untuk berdakwah. Namun perjalanan dakwah banyak ia lakukan di India dan rata-rata di hadiri oleh puluhan ribu orang dalam setiap forum ceramahnya.

Dalam berdakwah ia banyak mengadakan ceramah dan debat mengenai agama yang dilakukannya di banyak negara. Dalam setiap dakwah yang dibawanya tidak hanya di hadiri oleh kaum muslim saja tapi ada juga dari Kristen, Hindu hingga Atheis yang ingin bertanya kepada Zakir Naik.

Sejak aktif mengadakan ceramah dan debat, banyak jurnalis dari India dan luar India yang menulis mengenai Dr. Zakir Naik namun rata-rata mereka menulis kata-kata yang biasa dikeluarkan oleh Dr. Zakir Naik seringkali ‘Kejam’ ada juga yang mengatakan bahwa Zakir Naik terkadang sering mencerca kepercayaan lain dan dunia barat secara umum.

Namun sejak melakukan dakwah, Dr.Zakir Naik sudah banyak mengislamkan orang yang mengikuti ceramahnya dengan dakwah yang dibawakannya. Rata-rata mereka masuk islam setelah melakukan debat dengan mengajukan pertanyaan kepada Zakir Naik dan dijawab dengan luar biasa sesuai dengan logika oleh Zakir Naik dan terkadang penonton banyak memberi tepuk tangan atas jawaban dari Dr.Zakir Naik.

Pada tanggal 1 April 2004 lalu, Dr.Zakir naik sempat melakukan debat publik dengan Wiliam Campbell dengan topik “Islam dan Kristen dalam ilmu pengetahuan”. Dalam debatnya keduanya membicarakan mengenai kesalahan-kesalahan ilmiah yang terdapat dalam kitab suci. Dr.Zakir Naik juga pernah menantang Sri Paus untuk melakukan debat publik namun sampai sekarang belum ada respon dari vatikan mengenai debat yang diinginkan Dr.Zakir Naik.

Dr. Zakir Naik juga banyak menulis artikel mengenai Islam yang dipublikasikan di banyak majalah di India salah satunya adalam Islamic Voice.

Kemampuan Hafalan Dr.Zakir Naik dalam Dakwahnya

Salah satu kemampuan yang dimiliki oleh Dr. Zakir Naik dalam melakukan dakwahnya adalah ingatannya yang kuat (hafalan) tentang alquran dan hadist bukhari muslim. Selain itu ia juga memiliki hafalan yang kuat terhadap kitab-kitab agama lain seperti kitab weda, tripitaka, bhagavad gita.

Bahkan dalam banyak videonya di Youtube, Dr Zakir Naik terkadang mengoreksi kutipan dalam Injil atau Bibel yang biasa diajukan oleh penonton yang menghadiri ketika sesi bertanya. Dalam hal ini beliau juga memiliki pengetahuan atau hafalan yang baik terhadap kitab Injil.

Bahkan surat kabar Indian Express memasukan nama Dr.Zakir Naik ke dalam daftar 100 orang India terkuat 2009. Dan ia juga masuk dalam daftar 10 guru spiritual terbaik di India, ia menjadi satu-satunya muslim dalam daftar tersebut.

Dr.Zakir Naik menikah dengan Farhat naik dan dari pernikahannya, mereka dikaruniai dua orang anak bernama Fariq Zakir Naik dan Rushda Naik. Ia juga dikenal presiden dari Islamic Research Foundation dan juga pendiri Peace TV, Peace TV Bangla dan Peace TV Urdu.

Demikianlah penjabaran lengkap tentang Biografi Dan Profil Lengkap Dr.Zakir Naik yang dapat kami sampaikan pada posting kali ini, semoga apa yang sudah kami sampaikan dapat menjadi literatur yang bermanfaat. Sampai jumpa lagi pada posting-posting berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Wiliam Tanuwijaya Pendiri dan CEO Tokopedia

Wiliam Tanuwijaya

Biografi dan Profil Lengkap Wiliam Tanuwijaya Sebagai Pendiri dan CEO Tokopedia

InfoBiografi.Com – Anda sering belanja online di tokopedia? kali ini kita akan berkenalan lebih dekat dengan CEO Tokopedia. Yap, Wiliam Tanuwijaya, pemuda asal Sumatera Utara merupakan pencetus berdirinya Tokopedia, salah satu E-Comerce terbesar di indonesia. simak ulasan berikut

Biografi Singkat

Nama : Wilian Tanuwijaya
Lahir : 18 NOvember 1981, Pematang Siantar
Alamat : Jakarta
Pekerjaan : CEO Tokopedia
Pendidikan : Teknik Informatika, Bina Nusantara (BINUS)

Biografi dan Profil Lengkap Wiliam Tanu Wijaya

Wilian Tanuwijaya lahit di kota Pematang Siantar, Sumatera Utara pada tanggal 18 NOvember 1981. Selama pendidikan hingga SMA ia bersekolah di kampung halamannya, dan setelah lulus dari SMA ia memberanikan diri berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan studinya. Ia berhasil di terima di Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta. Selama kuliah ia rajin mencari pekerjaan sampingan untuk dapat membiayai kuliahnya. Ketika masuk semester II, ia bekerja sebagai panjaga warnet dari jam 9 malam hingga jam 9 pagi.

Awal karir dan mimpi Wiliam Tanuwijaya mendirikan perusahaan sendiri

Setelah lulus dari BINUS, ia bekerja dislah satu perusahaan uang bergerak dalam bidang pengembangan software komputer. Hingga akhirnya terbesit dalam pikirannya untuk dapat mendirikan perusahaan sendiri. Ia bermimpi untuk memiliki perusahaan Internet sendiri. kemudian pada tahun 2007, dari keinginannya itu ia mulai membangun Tokopedia. Ide untuk membangun Tokopedia itu datang ketika Wiliam menjadi moderator dalm forum online yang memiliki fasilitas jual beli, dari situlah ia mulai terinspirasi untuk menciptakan starup baru yang kemudian diberi naman Tokopedia.

Usaha Mendirikan Tokopedia

Dari ide yang ia miliki, wiliam kemudian mengajak temannya yang bernama Leontinus Alpha Edison untuk mendirikan Tokopedia, yang merupakan sebuah starup jula-beli online yang menghubungkan penjual dan pembeli seluruh Indonesia dengan biaya gratis.

Untuk dapat membangun perusahaannya tersebut, Wiliam membutuhkan modal yang cukup besar. Hingga keadaan tersulit yang dialaminya ketika ayahnya divonis memiliki penyakit kanker sehingga ia menjadi tulang punggung mencari nafkah untuk keluarganya. Wiliam semakin bersemangat dan ia yakin jika idenya akan berhasil, Wiliam kemudian berusaha untuk mencari pendanaan atau modal untuk mengemabngkan usahanya tersebut, mulai belajar dari Google dan Facebook yang didirikan melalui pendanaan untuk startup melalui perusahaan ventura (pemodal).

Wiliam Tanuwijaya kemudian berusaha mendatangi satu persatu orang yang ia kenal untuk membantunya memodali ide yang ia miliki. Dari bos ditempat kerjanya hingga kenalan-kenalan teman bosnya. Ia menceritakan tentang ide besar yang ia miliki tentang Tokopedia. Ia menjelaskan, bahwa Tokopedia merupakan sebuah pasar online atau e-commerce tempat ebrtemunya penjual dan pembeli dari seluruh Indonesia, dan menjadi tempat untuk memasarkan produk-produk keseluruh Indonesia. Tokopedia juga menjadi perantara jual beli onlie yang aman bagi penggunanya. Sehingga dengan ide yang ia miliki dapat memecahkan masalah marketplace yang dialami Indonesia.

Selama dua tahun ia berusaha keras untuk mencari investor untuk mebiayai ide “Tokopedia” nya. Banyak para inverstor yang menanyakan pengalaman Wiliam Tanuwijaya dalam berbisnis, banyak juga yang menganggap bahwa mimpi yang ia miliki etrlalu tinggi. Dari sinilah ia berpikir, bahwa modal terpenting dalam sebuah usaha adalah Percaya. Sebab sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan orang lain, apalagi untuk memulai bisnisnya tersebut yang ia lakukan dari Nol.

Berdirinya Tokopedia

Hingga pada tahun 2009 usahanya untuk mendapatkan investor berhasil ia dapatkan. Hingga tepatnya pada tanggal 6 Februari 2009 Wiliam Tanuwijaya berhasil mendirikan Tokopedia, dan tepat pada hari kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 2009, Tokopedia tersmi diluncurkan ke publik setelah mendapatkan suntikan dana dari para investor dan juga bos dari tempatnya ia bekerja.

Bahkan Tokopedia mendapatkan penghargaan sebgai E-Commerce terbaik di Indoneisa dari Bubu Award.

Dari tahun ketahun Tokopedia terus menerus mendapatkan pendanaan dari para investor mengingat perkembangan dari Tokopedia sangar baik. Seperti East Ventures tahun 2010, CyberAgent Venture di tahun 2011, Beenos di tahun 2012 dan Softbank pada tahun 2013.

Bahkan pada akhir tahun 2014, Tokopedia semakin terus berkembang hingga ia mendapatkan kucuran dana untuk modal sebesar 100 juta Dollar dari Softbank Internet yang juga memodali Alibaba serta Sequoia Capital yang juga pernah memodali Google dan Apple dan Instagram.

Hingg saat ini Wiliam Tanuwijaya menjadi CEO Perusahaan Tokopedia dan rekannya Leontinus Alpha Edison menjadi COO Tokopedia. Sampai sekarang Tokopedia terus berkembang pesat berkat usaha pantang menyerah yang dilakukan mereka berdua.

Itulah Biografi Lengkap Wiliam Tanuwijaya sebagai CEO Tokopedia, semoga informasi diatas dapat memotivasi anda untuk terus berkembang dan pantang menyerah.

Biografi dan Profil Lengkap Sunan Kalijaga atau Raden Said – Tokoh Wali Songo

sunan kalijaga

Biografi Lengkap Sunan Kalijaga atau Raden Said  Tokoh Wali Songo yang ikut Menyebarkan ISLAM

InfoBiografi.Com – Sunan Kalijaga merupakan tokoh Wali Songo yang ikut menyebarkan Agama Islam di pulau Jawa. Namanya lekat dengan Muslim di Pulau Jawa, karena kemampuannya dan membawa pengaruh Islam ke tradisi Jawa. Berikut ini Biografi lengkapnya.

Keluarga Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga memiliki nama asli Joko Said, yang diperkirakan lahir pada tahun 1450 M. Sunan Kalijaga merupakan putra dari adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Ayah Sunan Kalijaga yaitu Tumenggung Arya Wilatikyta merupakan keturuan dari pemberontak legendaris Majapahit, Ronggolawe.

Berdasarkan riwayar masyhur, bahwa Adipati Arya Wilatikyta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Meskipun seorang muslim, ia dikenal sangat kejam dan sangat taklid kepada pemerintah pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyatnya. Sedangkan Joko Saig muda yang mengetahuinya dan tidak setuju dengan segala kebijakan Ayahnya. Sebagai Adipati, Joko Said sering membangkang pada kebijakan-kebijakan Ayahnya.

Pembangkangan Tehadap Ayahnya

Hingga sampai puncaknya, pembangkangan itu terjadi ketika JOko Saik membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung ke pada rakyat Turban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang.

Karena tindakannya, Ayahnya kemudian menggelar sidang untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan dari perbuatannya. Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Joko Saik untuk mengatakan alasan pada ayahnya. Joko Said mengatakan bahwa alasannya melakukan itu karena ajaran agama Islam. Ia menentang ayahnya yang menumpuk makanan di lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan.

Ayahnya tidak terima dengan alasan yang diberikan oleh Joko Saik karena mengganggap Joko Said mengguruinya dalam masalah Agama. Karena alasan tersebut, akhirnya ayahnya mengusir Joko Said dari istana kadipaten seraya mengatakan ia baru boleh pulang jika ia sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al-quran.

Raden Said menjadi Perampok

Setelah keluar dari kadipaten Tuban. Joko Said berubah menjadi perampok yang terkenal dan ditakuti dikawasan Jawa Tmur. Namun, dalam merampok Joko Said memilih korban dengan seksama. Ia hanya merampok orang kaya yang tidak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Sedangkan sebagian besar hasil dari rampokkannya, ia bagi-bagikan untuk orang miskin. Dari sinilah ia sering diberi gelas “Lokajaya” artinya perampok budiman.

Namun semuanya berubah, ketika ia bertemu dengan seorang ulama yang berada di suatu hutan. Lokajaya melihat ada seorang kakek tua bertongkat. Orang itu adalah Sunan Bonang. Lokajaya melihat tongkat itu seperti tongkat emas, sehingga ia merampas tongkat itu. Dan mengatakan hasil dari rampokannya akan dibagilan kepada orang yang miskin. Tetapi, Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu, ia lantas menasehati Lokajaya bahwa Allah SWT tidak akan menerima amal yang buruk. Lalu sunan Bonang menunjukkan pohon aren emas dan mengatakan bila Raden Sain ingin mendapatkan harta tanpa berusaha, maka ambillan buah aren emas yang di tunjukkan oleh Sunan Bonang.

Bertemu Sunan Bonang

Karena pertemuan itulah, Raden Said berubah dan ingin menjadi murid Sunan Bonang. Raden Said lalu menyusul Sunan Boang ke sungai dan mengatakan bahwa ia ingin menjadi murid Sunan Bonang. Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bertapa sambil menjaga tongkat yang ditancapkannya ke tepi sungai. Raden Said tidak diijinkan untuk beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang kembali datang.

Raden Said lalu melaksanakan perintah dari Sunan Bonang untuk menjaga tongkatnya. Karena itu, ia menjadi tertidur dalam waktu lama. Hingga tanpa disadari akar dan rerumputan telah tumbuh menutupu dirinya. Tiga tahun kemudian, Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said. Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditancapkan di sungai dan melalukan pertapa, maka Raden Said diganti namanya menjadi Kalijaga. Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran Agama oleh Sunan Bonang. Kali jaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal menjadi sunan Kalijaga.

Namun cerita cerita pemberian gelar Kalijaga oleh Sunan Bonang banyak diragukan oleh para sejarwan dan ulama berpaham salaf karena tidak masuk akal dan bertentangan dengan ilmu syariat.

Sejarah Nama Kalijaga

Menurut pendapat masyarakat Cirebon, bahwa nama Kalijaga berasal dari nama dusun Kalijaga di Cirebon. Dengan alasan Sunan Kalijaga pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Namun fakta menunjukkan bahwa di dusun kalijaga tidak terdapat ada “Kali” sebagai ciri khas dari dusun tersebut. Sedangkan, menurut logika, munculnya nama dusun Kalijaga setelah Sunan Kalijaga tinggal di dusun itu.

Menurut riwayat dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen) mengaitkan nama Kalijaga dengan kesukaan Sunan Kalijaga berendam di Sungai (Kali) sehingga seperti orang yang sedang menjaga kali. Riwayat ini menyebutkan bahwa nama Kalijaga muncul setelah Joko Saik disuruh bertapa di tepi sungai oleh Sunan Bonang selama bertahun-tahun.

Banyak yang bependapat jika riwayat ini tidak masuk akal, apakah mungkin seorang da’i menghabiskan waktu lama untuk berendam di sungai sepanjang hari tanpa melakukan shalat, puasa bahkan tanpa makan dan minum.

sedangkan menurut pendapat lain mengatakan bahwa nama Kalijaga berasal dari bahasa Arab “Qadli” dan namanya sendiri “Joko Said”. Frase ini asalnya dari “Qadli Joko Said” yang artinya ” Hakim Joko Said”. Karena menurut sejarah mencatat bahwa saat Wilayah Demak didirikan pada tahun 1478, Sunan Kalijaga diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu, yaitu Sunan Giri.

Masyarakat Jawa dikenal kuat dalam hal penyimpangan pelafalan kata-kata dari bahasa Arab, seperti istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’), Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’), Mulud (dari Maulid), Suro (dari Syura’), Dulkangidah (dari Dzulqaidah), dan masih banyak istilah lainnya. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’.

Dakwah Sunan Kalijaga

Dalm perjalanan dakwahnya, Sunan Kalijaga membawa paham keagamaan yaitu salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama.

Sunan Kalijaga sangat toleran terhadap budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka merka harus didekati secara bertahap, dengan mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga memiliki keyakinan jika Islam sudah dipahami, maka dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Tidak heran, jika ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam.

Sunan Kalijaga menggunakan seni ukir, wayang, gamelan serta seni suara sebgai sarana dakwah. Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul. Dialah menggagas baju takwa, perayaan sekatenan, garebeg maulud, serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu (“Petruk Jadi Raja”). Lanskap pusat kota berupa kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini pula dikonsep oleh Sunan Kalijaga.

Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga; di antaranya adalah adipati Pandanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang.

Lama masa hidup Sunan Kalijaga

Berdasarkan riwayat Mahsyur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Ini membuktikan bahwa Sunan Kalijaga mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada tahun 1478, Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon, Kesultanan Banten dan Kerajaan Panjang yang lahir tahun 1546 serta awal lahirnya Kerajaan Mataram.

Ketika wafat, ia dimakamkan di Desa Kadilangu, dekat kota Demak (Bintara). Makam ini hingga sekarang masih ramai diziarahi orang – orang dari seluruh indonesia.

Lengkap penjelasan yang disampaikan pada postingan kali ini tentang Biografi dan Profil Lengkap Sunan Kalijaga atau Raden Said sebagai salah satu tokoh wali songo yang menyebarkan islam di penjuru negeri Indonesia. Semoga apa yang disampaikan dapat menjadi suatu bahan yang bermanfaat bagi para pembaca yang budiman.

Biografi dan Profil Lengkap Pangeran Diponegoro – Pahlawan Nasional yang Memimpin Perang Diponegoro

pengeran diponogoro

Biografi dan Profil Lengkap Pangeran Diponegoro Pahlawan Nasional yang Memimpin Perang Diponegoro

InfoBiografi.Com – Memiliki nama asli Bendara Raden Mas Antawirya atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Diponegoro merupakan seorang pahlwan nasional Republik Indonesia. Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro atau Perang Jawa pada tahun 1825-1830 melawan Pemerintah Belanda. Perang yang dipimpinnya tercatat sebgai erang dengan korban terbesar dalam sejarah Indonesia. Kulik lebih lengkap tentang biografi Pangeran Diponegoro berikut ini.

Biografi Singkat Pangeran Diponegoro

Nama : Bendara Raden Mas Antawirya
Lahir : Yogyakarta , 11 November 1785
Wafat : Makasar, 8 Januari 1855
Orangtua : Sultan Hamengkubuwono III (Ayah), R.A. Mengkarawati (Ibu)

Profil  Lengkap Pangeran Diponegoro

Sultan Diponegoro merupakan anak sulung dari raja ketiga di Kesultanan Yogyakarta yaitu Sultan Hamengkubuwono III dengan seorang selir yang bernama R.A. Mangkarawati pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta, yang diberi nama Mustahar. Semasa kecilnya, Pangeran Diponegoro bernama Bendara Raden Mas Antawirya.

Ayahnya yaitu Sultan Hamengkubuwono III pernah menawarinya untuk mengangkat putra sulungnya menjadi raja, namun Pangeran Diponegoro menyadari kedudukannya yang hanya anak dari selir (istri non permaisuri) dan menolah keinginan dari ayahnya.

Meskipun Pangeran Diponegoro merupakan keturunan ningrat, ia lebih suka pada kehidupan yang merakyat sehingga membuatnya lebih suka tinggal di Tegalrejo, yang emrupakan tempat tinggal dari eyang buyut putrinya, permaisuri dari Sultan Hamengkubuwana I, Gusti Kangjeng Ratu Tegalrejo dari pada di Keraton. Kehidupannya lebih banyak dihabiskan untuk mendalami agama.

Pangeran Diponegoro pernah melakukan pemberontakan terhadap Keraton yang saat itu dibawah kepemimpinan Hamengkubuwono V (1822). Yang dimana saat itu, Diponegoro menjadi salahsatu anggota perwakilan yang ikut mendampingi Hamengkubuwono V yang baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danureja bersama Residen Belanda. Cara perwalian seperti itulah yang tidak disetujui oleh Pangeran Diponegoro.

Sejarah Perang Diponegoro

Perang Diponegoro merupakan salah satu perang terbesar yang pernha dialami oleh Belanda selama menjajah Indonesia. Peperangan ini melibatkan seluruh wilayah Jawa, maka perang ini disebut sebagai perang Jawa. Perang Jawa diawali dengan ketidak sukaan Diponegoro dengan Pemerintah Belanda yang memasang patok ditanah iliki Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, Diponegoro memang sudah muak dengan perlakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasu rakyat dengan pembebanan pajak.

Sikap Diponegoro yang secara terbuka menentang Belanda banyak mendapat simpati dan dukungan rakyat. Sehingga atas saran dari pamannya yaitu GPH Mangkubumi, Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo dan membuat markas disebuah gua yang bernama Gua Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanan terhadap Belanda adalah Perang Sabil, yaitu perang menghadapi kaum kafir.

Semangat perang Sabil yang dikobarkan oleh Pangeran Diponegoro membawa pengaruh besar terhadap rakyat hingga meluas ke wilayah Pacitan dan kedu. Bahkan seorang tokoh agama di Surakarta, yaitu Kiyai Maja ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Gua Selarong. Perjuangan Pangeran Diponegoro didukung oleh Sunan Pakubuwana VI dan Raden Tumenggung Prawiradigdaya Bupati Gagatan.

Selama perang yang dilakukan oleh Pangeran Diponegoro, Belanda mengalami kerugian banyak karena tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta Gulden. Berbagai cara terus diupayakan oleh Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan dalam sayembaranya Belanda memasang tarif dan hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro, hingga akhirnya ditangkap pada 1830.

Pada tahun 1827, Belanda melakukan penyerangan terhadap Diponegoro dena menggunakan sistem benteng sehingga Pasukan Diponegoro terjepit. Dan pada tahun 1829, Kyai Maja pemimpin spiritual pemeberontak di tangkap.

Penangkapan Pangeran Diponegoro

Pada tanggal 16 Februari 1830 Pangeran Diponegoro dan Kolonel Cleerens bertemu di Remo Kamal, Bagalen. Saat itu Cleerens mengusulkan agar Pangeran dan pengikutnya berdiam di Menoreh sambil menunggu kedatangan Letnan Gubernur Jenderal Markus de Kock dari Batavia.

Tanggal 28 Maret 1830, Pangeran Diponegoro menemui Jenderal de Kock di Magelang. De kock memaksa mengadakan perundingan dan mendesak Dipoengoro untuk menghentikan perang. Permintaan itu ditolak oleh Diponegoro. Tapi Belanda telah menyiapkan penyergapan dengan teliti. Hari itu juga Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Unggaran, lalu kemudian dibawa ke Gedung Karesidenan Semarang, dan langsung ke Batavia menggunakan kapal Pollux pada 5 April. Hingga wafatnya di Benteng Rotterdam pada tanggal 8 Januari 1855.

Setelah ditangkapnya Pangeran Diponegoro, perang dilanjutkan oleh para putra Pangeran Diponegoro yaitu Ki Sodewa atau Bagus Singlon, Dipaningrat, Dipanegara Anom, Pangeran Joned yang terus-menerus melakukan perlawanan walaupun harus berakhir tragis. Empat putra Pangeran Diponegoro dibuang ke Ambon, sementara Pangeran Joned terbunuh dalam peperangan, begitu juga Ki Sodewa.

Berakhirnya Perang Jawa merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Perang Jawa banyak memakan korban dari pihak pemerintah Hindia sebanya 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa, Pribumi sebanyak 7.000 dan 200.00 orang Jawa. Akibat perang ini jumlah penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya.

Bagi sebagian kalangan dalam Keraton Ngayoyakarta, Pangeran Diponegoro dianggap sebagai pemberontak. sehingga konon anak cucu nay tidak diperbolehkan masuk ke dalam Kraton, namun ketika Kraton dalam kepemimpinan Sultan Hamengkubuwono IX memberikan amnesti bagi keturunan Diponegoro, dengan memberikan semangat kebangsaan yang dimiliki Pangeran Diponegoro kala itu, kini anak cucu keturunan Dipnegoro dapat bebas masuk Kraton, terutama untuk mengurus silsilah bagi mereka tanpa rasa takut akan diusir lagi.

Periode Penting Pangeran Diponegoro

  • 20 Februari 1830 Pangeran Diponegoro dan Kolonel Cleerens bertemu di Remo Kamal, Bagelen (sekarang masuk wilayah Kabupaten Purworejo). Cleerens mengusulkan agar Kangjeng Pangeran dan pengikutnya berdiam dulu di Menoreh sambil menunggu kedatangan Letnan Gubernur Jenderal Markus de Kock dari Batavia.
  • 28 Maret 1830 Dipanegara menemui Jenderal de Kock di Magelang. De Kock memaksa mengadakan perundingan dan mendesak Dipanegara agar menghentikan perang. Permintaan itu ditolak Dipanegara. Tetapi Belanda telah menyiapkan penyergapan dengan teliti. Hari itu juga Dipanegara ditangkap dan diasingkan ke Ungaran, kemudian dibawa ke Gedung Karesidenan Semarang, dan langsung ke Batavia menggunakan kapal Pollux pada 5 April.
  • 11 April 1830 sampai di Batavia dan ditawan di Stadhuis (sekarang gedung Museum Fatahillah). Sambil menunggu keputusan penyelesaian dari Gubernur Jenderal Van den Bosch.
  • 30 April 1830 keputusan pun keluar. Pangeran Dipanegara, Raden Ayu Retnaningsih, Tumenggung Dipasana dan istri, serta para pengikut lainnya seperti Mertaleksana, Banteng Wereng, dan Nyai Sotaruna akan dibuang ke Manado.
  • 3 Mei 1830 Dipanegara dan rombongan diberangkatkan dengan kapal Pollux ke Manado dan ditawan di benteng Amsterdam.
  • 1834 dipindahkan ke benteng Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan.
  • 8 Januari 1855 Dipanegara wafat dan dimakamkan di Makassar, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, sekitar empat kilometer sebelah utara pusat Kota Makassar.

Penghargaan Pangeran Diponegoro

Pengakuan sebagai Pahlawan Nasional diperoleh Pangeran Diponegoro pada tanggal 6 November 1973 melalui Keppres No.87/TK/1973.
Penghargaan tertinggi diberikan oleh Dunia, pada 21 Juni 2013, UNESCO menetapkan Babad Diponegoro sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World)

Istri Pangeran Diponegoro

Diponegoro setidaknya menikah dengan 9 wanita dalam hidupnya, yaitu:

  1. B.R.A. Retna Madubrangta puteri kedua Kyai Gedhe Dhadhapan
  2. R.A. Supadmi yang kemudian diberi nama R.A. Retnakusuma, putri Raden Tumenggung Natawijaya III, Bupati Panolan, Jipang
  3. R.A. Retnadewati seorang putri Kyai di wilayah Selatan Jogjakarta
  4. R.Ay. Citrawati, puteri Raden Tumenggung Rangga Parwirasentika dengan salah satu isteri selir
  5. R.A. Maduretno, putri Raden Rangga Prawiradirjo III dengan Ratu Maduretna (putri HB II), jadi R.A Maduretna saudara seayah dengan Sentot Prawiradirdja, tetapi lain ibu
  6. R.Ay. Ratnaningsih putri Raden Tumenggung Sumaprawira, bupati Jipang Kepadhangan
  7. R.A. Retnakumala putri Kyahi Guru Kasongan
  8. R.Ay. Ratnaningrum putri Pangeran Penengah atau Dipawiyana II.
  9. Syarifah Fathimah Wajo putri Datuk Husain (Wanita dari Wajo, Makassar)

Setidaknya Pangeran Diponegoro mempunyai 12 putra dan 10 orang putri, yang keturunannya semuanya kini hidup tersebar di seluruh dunia, termasuk Jawa, Sulawesi, dan Maluku bahkan di Australia, Serbia, Jerman, Belanda, dan Arab Saudi.

Demikianlah penjelasan dan penjabaran yang cukup padat pada posting kali ini tentang Biografi dan Profil Lengkap Pangeran Diponegoro sebagai Pahlawan Nasional yang Memimpin Perang Diponegoro. Semoga yang kami sampaikan dapat menjadi bahan atau sumber literatur yang bermanfaat bagi para pembaca.

Biografi Dan Profil Lengkap Dewi Sartika – Pahlawan Nasional Pendidikan Untuk Kaum Wanita

Biografi Dan Profil Lengkap Dewi Sartika – Pahlawan Nasional Pendidikan Untuk Kaum Wanita

InfoBiografi.Com –  Dewi Sartika merupakan pahlawan nasional wanita yang merintis pendidikan untuk kaum perempuan, dan ia diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1966. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang profil lengkap Dewi sartika, berikut biografinya.

Biografi Singkat Dewi Sartika

Nama : Dewi Sartika
Lahir : 4 Desember 1884
Wafat : 11 September 1947
Pasangan : Raden Kanduruhan Agah Suriawinata
Orangtua : R. Rangga Somanegara (ayah) R. A. Rajapermas (Ibu)

Kelahiran Dewi Sartika

Dewi sartika lahir dari keluarga Priyayi sunda ternama, yaitu R. Rangga Somanegara (ayah) dan R. A. Rajapermas (Ibu). Ayahnya adalah seorang pejuang kemerdekaan hingga akhirnya sang ayah dihukum dibuang ke Pulau Ternate oleh pemerintah Hindia Belanda hingga meninggal disana. Meski pada saat itu melanggar adat istiadat, orang tua Dewi Sartika bersikukuh menyekolahkannya ke sekolah Belanda.

Kehidupan Dewi Sartika

Sepeninggal Ayahnya, Dewi sartika diasuh oleh Pamannya (kakak ibunya) yang berkedudukan sebagi patih di Cicalengka. Dari pamannya, ia mendapatkan didikan mengenai adat kesundaan, sedangkan wawasan kebudayaan Barat diperolehnya berkat didikan seorang nyonya Asisten Residen bangsa Belanda.

Sejak kecil Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat menjadi pendidik dan kegigihan untuk merai kemajuan. Sambil bermain dibelakang gedung kepatihan, ia sering memperagakan praktik ketika di sekolah. Ia mengajari baca tulis, dan bahasa Belanda kepada anak-anak pembantu di kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang dan pecahan genting dijadikannya sebagai alat bantu belajar.

Pendidikan Dewi Sartika

Sejak kecil, saat Dewi Sartika mengikuti pendidikan sekolah dasar di Cicalengka memang sudah menunjukkan minatnya di bidang pendidikan. Sejak anak-anak ia sudah senang memerankan perilaku seorang guru. Seperti bermain sekolah-sekolahan dengan teman sebayanya, dan Dewi kecil selalu berperan sebagai guru.

Hingga ketika itu pada saat Dewi Sartika berusia 10 tahun, Cicalengka digemparkan oleh kemampuan baca tulis dan beberapa pepatah dalam bahasa Belanda yang ditunjukkan oleh anak-anak pembantu kepatihan. Hal tersebut menjadi gempar karena waktu itu belum banyak anak-anak yang memiliki kemampuan seperti itu, dan diajarkan oleh seorang anak perempuan.

Dewi Sartika berpikir agar anak-anak perempuan di sekitarnya bisa memperoleh kesempatan menuntut ilmu pengetahuan, maka ia berjuang mendirikan sekolah di Bandung, Jawa Barat. yang ketika itu ia sudah tinggal di Bandung.

Perjuangan Dewi Sartika Mendirikan Sekolah

Perjuangan Dewi Sartika untuk mendirikan sekolah tidak sia-sia, ia dibantu oleh kakeknya yang bernama R.A.A.Martanegara, dan Den Hamer yang menjabat sebagai Inspektur Kantor Pengajaran ketika itu. Pada tahun 1904 ia berhasil mendirikan sebuah sekolah yang dinamai “Sekolah Isteri”. Sekolah tersebut hanya memiliki dua kelas, sehingga tidak cukup untuk menampung aktivitas sekolah. Maka, untuk ruang belajar, ia harus meminjam sebagian ruangan Kepatihan Bandung. Awalnya, murid di sekolah tersebut hanya 20 orang. Murid-murid yang hanya wanita itu diajarkan cara berhitung, membaca, menulis, menjahit, merenda, menyulam dan pelajaran agama.

Sekolah isteri terus mendapat perhatian positif dari masyarakat. Murid-murid bertambah menjadi banyak, bahkan hingga ruang kepatihan Bandung yang sebelumnya dipinjam juga sudah tidak lagi cukup untuk menampung murid-murid.

Untuk mengatasinya, sekolah isteri akhirnya dipindahkan ke tempat yang lebih luas. Dengan berjalannya waktu, sekitar 6 tahun sejak didirikannya, pada tahun 1910, nama sekolah isteri diganti dengan nama Sekolah Keutamaan Istri. Perubahan bukan cuma pada nama saja, tapi terdapat tambahan pelajaran didalamnya.

Dewi Sartika berusaha keras mendidik anak-anak gadis agar kelak menjadi ibu rumah tangga yang baik, mandiri, luwes dan terampil. Maka dari itulah pelajaran yang berhubungan dengan pembinaan rumah tangga banyak pula ia berikan di dalam mengajar.

Untuk menutupi biaya operasional sekolah, ia membanting tulang mencari dana, jerih payahnya tidak dirasakan sebagai beban, tapi berganti menjadi kepuasan batin karen aia telah berhasil mendidik kaumnya. Ssalah satu semangat yang dimilikinya yaitu dorongan dari berbagai pihak terutama dari Raden Kanduruan Agah Surawinata suaminya, yang telah banyak membantunya mewujudka perjuangan, baik tenaga maupun pemikiran.

Pada tahun-tahun berikutnya, dibeberapa wilayah Pasundan bermunculan beberapa Sekolah Istri yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang memiliki cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika. Pada tahun 1912 sudah berdiri sekitar 9 Sekola Isteri di kota-kota kabupaten.

Memasuki usia ke sepuluh, yaitu pada tahun 1914, nama Skolah Isteri diganti menjadi Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan). Kota-kota kabupaten wilayah Pasundan yang belum memiliki Sakola Kautamaan Istri tinggal 3/4, semangat ini menyeberang ke Bukittinggi, dimana Sakola Kautamaan Istri di dirikan oleh Encik Rama Saleh.

Pernikahan Dewi Sartika

Pada tahun 1906, Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, ia merupakan seseorang yang memiliki visi dan cita-cita sama. Raden Kanduruan Agah Suriawinata adalah seorang guru di Sekolah Karang Pamulang, yang saat itu merupakan Sekolah Latihan Guru.

Wafatnya Dewi Sartika

Dewi Sartika meninggal pada tanggal 11 September 1947 di Tasikmalaya, dan dimakamkan dengan upacara sederhana di pemakaman Cigagadon- Desa Rahayu kecamatan CIneam. Tiga tahun kemudian, makamnya di pindahkan di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jl. Karang Anyar Bandung.

Penghargaan Untuk Dewi Sartika

Jika para pahlawan lainnya melakukan perjuangan untuk bangsa melalui perang frontal seperti angkat senjata, namun Dewi Sartika memilih perjuangan melalui pendidikan. Meskipun bentuk dan cara perjuangan yang dilakukan Dewi Sartika berbeda, Beliau patur disebut seorang pahlawan, karena terlah berbuat sesuatu yang heroik untuk bangsanya sesuai dengan kondisi zamannya. Dengan semangat kegigihan dan ketulusan hatinya untuk membangun masyarakat negeri, sekolah yang didirikannya sebagai saran pendidikan kaum wanita bisa berdiri terus bahjan menjadi panutan di daerah lain. Ia diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1966.

Itulah Biografi Dan Profil Lengkap Dewi Sartika yang dapat kami sampaikan pada posting artikel kali ini, semoga apa yang telah kami sampaikan dan paparkan dapat menjadi sumber literatur yang bermanfaat bagi para pembaca.

Biografi dan Profil Lengkap Cut Nyak Dhien – Pahlawan Wanita Indonesia Asal Aceh

Cut Nyak Dhien

Biografi dan Profil Lengkap Cut Nyak Dhien – Pahlawan Wanita Indonesia asal Aceh

InfoBiografi.Com – Cut Nyak Dien merupakan salah satu pahlawan nasional wanita yang dengan semangat berjuang melawan Belanda pada masa perang Aceh. Sebagai pahalawan wanita Indonesia walaupun dia seorang perempuan namun memiliki semangat juang yang tinggi serta rela mengorbankan kehidupan bahkan nyawanya untuk membela kaumnya dan Negaranya . Untuk lebih jelas mengetahui latar belakang Pahlawan Wanita ini, simak biografi lengkpanya di bawah ini.

Biografi Singkat Cut Nyak Dhien

Nama Lengkap : Cut Nyak Dhien
Lahir : Lampadang, Kesultanan Aceh, 1848
Wafat : Sumedang, Jawa Barat 6 November 1908
Agama : Islam
Orangtua : Teuku Nanta Seutia
Suami : Ibrahim Lamnga, Teuku Umar

Biografi Lengkap Cut Nyak Dhien

Cut nyak dhien dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besarm pada tahun 1848. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia merupakan seorang uleebalang VI Mukim, seorang keturunan Datuk Makhudum Sati, perantau dari Minangkabau. Datuk Makhdum Sati merupakan keturunan Laksamana Muda Nanta, yang merupakan perwakilan kesultanan Aceh pada zaman Sultan Iskandar Muda di Pariaman. Sedangkan ibu Cut Nyak Dhien adalah putri Uleebalang Lampageu.

Kehidupan Cut Nyak Dhien dan Jajahan Belanda

Cut Nyak Dhien kecil merupakan anak yang cantik dan taat beragama. Ia mendapatkan pendidikan Agama dari orangtua dan guru agama. Banyak lelaki yang suka pada Cut Nyak Dhien dan berusaha untuk melamarnya. Hingga pada usia 12 tahun, Cut Nyak Dhien dinikahkan oleh orangtuanya dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga tahun 1862, yang merupakan putra dari Uleebalang Lamnga XII.

Pada tanggal 26 maret 1873, Belanda menyatakan perang terhadap Aceh dengan memulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Cidatel Van Antwerpen.

Pada perang pertama (1873-1874), Aceh melakukan perlawanan terhadap Belanda yang saat itu di pimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Macmud Syah.

Pada tanggal 8 April 1873 Belanda mendarat di pantai Ceureuneb dibawah pimpinan Kohler, dan langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturahman dan membakarnya. Namun kesultanan Aceh dapat memenangkan perang pertama, Ibrahim Lamnga yang bertarung dibarisan depan kembali dengan sorak kemenangan sementara Kohler tewas tertembak pada April 1873.

Pada tahun 1874-1880, dibawah pimpinan Jenderal Jan Van Swieten, daerah VI Mukim dapat diduduki Belanda pada tahun 1873, sedangkan Keraton Sultan jatuh pada tahun 1874. AKhirnya Cut Nyak Dhien dan bayinya bersama ibu-ibu dan rombongan lainnya mengunggi pada tanggal 24 Desember 1875. Sedangkan suaminya Ibrahim Lamnga melanjutkan pertempuran untuk merebut kembali daerah VI Mukim.

Ketika Ibrahim Lamnga bertempur di Gle Tarum, ia tewas pada tanggal 29 juni 1878. Hal ini membuat Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah akan menghancurkan Belanda.

Perlawanan Cut Nyak Dhien Terhadap Belanda

Setelah kematian suaminya, pada tahun 1880 ia kembali dilamar oleh Teuku umar. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolaknya, tapi karena Teuku Umar membolehkannya untuk ikut dalam medan perang, Akhirnya Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya dan mereka di karuniai anak yang diberi nama Cut Gambang. Setelah itu mereka bersama-sama bertempur melawan Belanda.

Perlawaan terhadap Belanda dilanjutnya dengan perang gerilya dan dikorbankan secara fi’sabilillah. Sekitar pada tahun 1875, Teuku Umar melakukan gerakan dengan melakukan pendekatan terhadap Belanda dan hubungannya terhadap Belanda semakin kuat. Pada tanggal 30 september 1893, Teuku Umar dan pasukannya yang berjumlah 250 orang pergi ke Kutaraja dan menyerahkan diri kepada Belanda. Belanda sangat senang karena musuh yang dianggapnya berbahaya mau membantu mereka, sehingga mereka memberikan gelar pada Teuku umar dengan gelar Teuku Umar Johan Pahlawan, dan menjadikannya sebagai komandan unit pasukan Belanda dengan kekuasaan penuh.

Dibalik penyerahan dirinya, Teuku Umar merahasiakan rencananya untuk menipu Belanda, meskipun ia dituduh sebagai pengkhianat oleh orang Aceh. Bahkan, Cut Nyak Meutia datang menemui Cut Nyak Dhien dan memakinya karena Teuku Umar berkhianat untuk rakyat Aceh. Cut Nyak Dhien berusa memberikan penjelasan terhadap Cut Meutia bahwa suaminya akan kembali untuk melawan Belanda lagi.

Namun, Teuku Umar masih terus berhubungan dengan Belanda. Umar mencoba untuk mempelajari taktik Belanda, sementara pelan-pelan ia mengganti sebanyak mungkin orang Belanda di Unit yang ia kuasai. Ketika jumlah orang Aceh pada pasuka tersebut cukup, Teuku Umar mulai melakukan rencana palsu pada orang Belanda dan mengklaim bahwa ia ingin menyerang basis Aceh.

Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien pergi dengan semua pasukan dengan perlengkapan berat, senjata dan amunisi Belanda lalu mereka tidak pernah kembali. Penghiatan tersebut dikenal dengan Het verraad van Teukoe Oemar (pengkhianatan Teuku Umar). Teuku Umar yang mengkhianati Belanda dan menyebabkan Belanda marah dan melancarkan operasi besar-besaran untuk menangkap Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar.

Namun, gerilyawan kini dilengkapi perlengkapan dari Belanda. Mereka mulai menyerang Belanda sementara Jend. Van Swieten diganti. Penggantinya, adalah Jend. Jakobus Ludovicius Hubertus Pel, namun dengan cepat ia terbunuh dan pasukan Belanda berada pada kekacauan. Belanda lalu mencabut gelar Teuku Umar , membakar rumahnya, dan juga mengejar keberadaannya. Dien dan Umar terus menekan Belanda, lalu menyerang Banda Aceh (Kutaraja) dan Meulaboh (bekas basis Teuku Umar), sehingga Belanda terus-terusan mengganti jendral yang bertugas.

Unit “Marechaussee” lalu dikirim ke Aceh, mereka dianggap biadab dan sulit untuk di taklukkan oleh orang Aceh. Selain dianggap biadab, kebanyakan dari pasukan “De Marsose” merupakan orang ‘Tionghoa-Ambon’ yang dapat menghancurkan semua apa yang ada di jalannya. Akibatnya, pasukan Belanda merasa simpati kepada orang Aceh dan akhirnya Van der Heyden membubarkan unit “De Marsose”. Peristiwa ini menyebabkan kesuksekan jenderal selanjutnya karena banyak orang yang tidak ikut melakukan jihad karena kehilangan nyawa dan ketakutan masih tetap ada pada penduduk Aceh.

Kemudian Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz memanfaatkan ketakutan ini dan mulai menyewa orang Aceh untuk memata-matai pasukan pemberontak untuk mendapatkan informasi. Hingga akhirnya Belanda menemukan rencana Teuku Umar untuk menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899. Akhirnya Teuku Umar gugur tertembak peluru. Ketika Cut Gambang, anak Cut Nyak Dhien menangis karena kematian ayahnya, Cut Gambang ditampar oleh Ibunya yang lalu memeluknya dengan berkata :

“Sebagai perempuan Aceh, Kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid.”

setelah kematian dari suaminya, Cut Nyak Dhien lalu memimpin perlawanan melawan Belanda di daerah pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya dan mencoba melupakan suaminya. Pasukan yang dipimpin olehnya terus bertempur sampai kehancurannya yaitu tahun 1901, karena tentara Belanda sudah terbiasa berperang di medan daerah Aceh. Cut Nyak Dhien semakin tua, matanya sudah mulai rabun dan ia terkena penyakit encok dan jumlah pasukannya terus berkurang, serta sulitnya memperoleh makanan.

Penangkapan Cut Nyak Dhien oleh Belanda

Hal ini membuat iba para pasukan-pasukannya. Hingga akhirnya anak buah Cut Nyak Dhien yang bernama Pang Laot melaporkan lokasi markasnya kepada Belanda karena merasa iba, dan Belanda menyerang markas Cut Nyak Dhien di Beutong Le Sageu. Mereka terkejut dan bertempur mati-matian. Cut Nyak Dhien ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh, namun karena Cut NYak Dhien memiliki penyakit rabun, akhirnya ia berhasil di tangkap. Cut Nyak Dhien berusaha mengambil rencong dan mencoba untuk melawan musuh. Sayangnya, aksi Dhien berhasil dihentikan oleh Belanda. Cut Gambang berhasil melarikan diri ke hutan dan meneruskan perlawanannya yang sudah dilakukan oleh Ayah dan Ibunya.

Setelah ditangka, Cut Nyak Dhien dibawa ke Banda Aceh dan dirawat di sana. Akhirnya penyakit rabun dan encok yang dideritanya berangsur sembuh. Namun, akhirnya Cut Nyak Dhien dibuang ke Sumedang, Jawa Barat, karena Belanda takut jika kehadirannya akan menciptakan semangat perlawanan dan juga karena ia terus berhubungan dengan pejuang yang belum tunduk.

Pengasingan dan Wafatnya Cut Nyak Dhien

pengasingan cut nyak dhien
Pengasingan Cut Nyak Dhien

Cut Nyak Dhien dibawa ke Sumedang bersama dengan beberapa tahanan politik Aceh lainnya dan menarik perhatian bupati Suriaatmaja. Selain itu, tahanan laki-laki juga menyatakan perhatian pada Cut Nyak Dhien, tetapi tentara Belanda dilarang mengungkapkan identitas tahanan.

Cut Nyak Dhien ditahan bersama ulama bernama Ilyas, Ilyas segera menyadari bahwa Cut Nyak Dhien merupakan ahli agama Islam, sehingga ia dijuluki sebagai “Ibu Perbu”. Namun pada tanggal 6 November 1908, Cut Nyak Dhien meninggal karena usianya yang sudah tua.

Makam “Ibu Perbu”, baru ditemukan pada tahun 1959 berdasarkan permintaan Gubernur Aceh saat itu, yaitu Ali Hasan. Pencarian dilakukan berdasarkan data yang ditemukan di Belanda.

Ibu Perbu, diakui oleh Presiden Soekarno sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui SK Presiden RI No.106 Tahun 1964 pada tanggal 2 Mei 1964.


Demikianlah posting artikel kali ini tentang Biografi dan Profil Lengkap Cut Nyak Dhien yang dapat kami sampaikan, semoga dapat menjadi literatur yang bermanfaat bagi para pembaca.