Profil Jogi Hendra Atmadja – Pengusaha Sukses Pemilik PT Mayora TBK

Profil Jogi Hendra Atmadja – Mendengar kata Mayora pasti banyak yang membayangkan jenis-jenis makanan yang sering dikonsumsi, seperti misalnya permen kopiko, permen kiss, biskuit hingga minuman instan seperti energen dan lain sebagainya. Produk-produk tersebut merupakan produk dari PT Mayora Indah TBK yang didirikan oleh Jogi Hendra Atmadja.

PT Mayora Indah TBK merupakan perusahaan yang mengeluarkan produk makanan ringan sebagai produk andalannya. Perlu diketahui, pemilik PT Mayora yaitu Jogi Hendra Atmadja merupakan salah satu pengusaha yang masuk dalam 10 besar orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan sekitar US$3 miliar (Rp42,071 triliun) di tahun 2019.

Baca Juga : Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes

Profil Jogi Hendra Atmadja

Jogi Hendra Atmadja merupakan pengusaha kelahiran Jakarta tahun 1946. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti.

Pasca lulus, Jogi Hendra Atmadja bersama dengan Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia mendirikan PT Mayora Indah pada tanggal 17 februari 1977 di Jakarta.

Mereka mendirikan perusahaan Mayora dengan memproduksi makanan ringan yang saat ini menjadi produk andalan perusahaan. Pabrik pertama PT Mayora didirikan di Tangerang. Sejak awal berdirinya Mayora, Jogi Hendra Atmadja sudah menjabat sebagai komisaris utama perusahaan Mayora. Ia juga memegang jabatan yang sama di tiga perusahaan lain seperti PT. Tunita Branindo, PT. Torabika Eka Semesta, dan PT. Kakao Mas Gemilang.

Baca Juga : Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’

Sejak berdirinya PT Mayora, biskuit roma kelapa menjadi produk makanan ringan andalan perusahaan di akhir tahun 1970’an. Hingga membuat biskuit roma kelapa dikenal sebagai biskuit sejuta umat yang bersaing ketat dengan biskuit Khong Guan yang saat itu sudah banyak beredar di pasaran.

Setelah sukses dengan biskuit roma kelapa, Mayora melakukan ekspansi bisnis dengan mengeluarkan produk permen kopiko di akhir tahun 1980’an dan menjadi permen rasa kopi pertama di Indonesia.

Produk tersebut dengan cepat melejit ke posisi atas sebagai produk terlaris, karena saat itu dipasaran belum beredar produk yang sama.

Selain mengeluarkan produk makanan ringan, PT Mayora juga mengeluarkan produk minuman kemasan, seperti Teh Pucuk Harum. Demi menarik pasar minuman teh yang saat itu dikuasai oleh Teh Botol Sosro, membuat perusahaan secara barbar melakukan pengiklanan produk Teh Pucuk Harum.

Baca Juga : Biografi Susilo Wonowidjojo Pemilik PT.Gudang Garam

Sedangkan pada produk air mineral kemasan, PT Mayora Indah bekerja sama dengan PT Tirta Fresindo Jaya mengeluarkan produk air minel dengan merk kemasan Le Minerale.

Untuk memperkuat produksinya, PT Mayora mendirikan pabrik dibeberapa wilayah seperti di Makasar, Medan, Pasuruan, Ciawi dan Sukabumi. Dan tahun 2016, kembali mendirikan dua pabrik di Palembang dan Cianjur guna memperkuat produksi agar dapat bersaing dengan merk air mineral lain seperti Aqua.

Selain sukses di Indonesia, produk Mayora juga merambah pasar Luar Negeri hingga ke 90 negara. Pada tahun 2017, pendapat perusahaan juga naik hingga 17 triliun yang membuat pundi-pundi kekayaan Jogi Hendra Atmaja naik signifikan.

Ditahun 2016, total kekayaannya mencapai 10.6 triliun dan menempati posisi 35 dalam daftar orang terkaya di Indonesia, dan di tahun 2018 Jogi Hendra Atmaja kekayaannya naik tiga kali lipat dengan total sekitar 33.75 triliun rupiah. Sedangkan ditahun 2019, menurut majalah Forbes, total kekayaan Jogi Hendra Atmadja sendiri mencapai US$3 miliar (Rp42,071 triliun) dan masuk dalam 10 besar daftar orang terkaya di Indonesia.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Biografi Susilo Wonowidjojo – Pengusaha Terkaya Indonesia Pemilik PT.Gudang Garam

Biografi Susilo Wonowidjojo – Dilansir dari majalah Forbes, Susilo Wonowidjojo menjadi orang terkaya di Indonesia nomor 4 dibawah Prajogo Pangestu dengan total kekayaan senilai US$6,6 miliar (Rp92,557 triliun). Susilo Wonowidjojo merupakan pemilik dari perusahaan rokok Gudang Garam yang dibangun oleh ayahnya bernama Surya pada tahun 1958.

Dibawah kepemimpinannya, Gudang Garam berhasil menjadi pabrik rokok yang terkenal dan terbesar di Indonesia. Lebih lengkapnya, simak informasi lengkap dalam biografi Susilo Wonowidjojo dalam artikel ini.

Baca Juga : Profil Prajogo Pangestu – Pengusaha Kaya Indonesia

Biodata Lengkap Susilo Wonowidjojo

Nama Lengkap : Susilo Wonowidjojo
Nama Lain : Cai Daoping
Tempat, Tanggal Lahir : Kediri, 18 November 1956
Pekerjaan : Pengusaha
Pasangan : Melinda Setyo
Anak : Indra Wonowidjojo, tiga lainnya dirahasiakan
Orang Tua : Surya Wonowidjojo (Ayah), Tan Siok Tjien (Ibu)
Saudara :

(1)Rahman Halim (Alm)
(2) Sigit Sumargo Wonowidjojo
(3) Wurniati Wonowidjojo
(4) Juni Setiati Wonowidjojo
(5) Sujati Wonowidjojo
(6) Suarto Wonowidjojo

Baca Juga : Profil Ahmad Sahroni Crazy Rich Tanjung Priok

Profil Lengkap Susilo Wonowidjojo

Susilo Wonowidjojo (Cai Daoping) adalah pengusaha kelahiran Kediri, 18 November 1956 yang merupakan pengusaha keturunan Toonghoa yang mewarisi usaha ayahnya Surya Wonowidjojo (Tjoa Ing Hwie) seorang pengusaha rokok asal Fujian, China. Surya menetap di Sampang, Madura, sejak 1926, dan memulai usahanya sebagai pedagang keliling.

Lalu Surya pindah ke Kediri dan bekerja di pabrik rokok Cap 93 milik pamannya, Tjoa Kok Tjiang. Kemudian, pada usia 35 tahun, Surya membuat perusahaan rokok sendiri bersama 50 mantan karyawan pamannya.

Surya mendirikan pabrik rokok klobot dengan label Ing Hwie, yang merupakan cikal bakal perusahaan Gudang Garam. Pabrik tersebut ia dirikan pada pada 26 Juni 1958 di lahan seluas kurang lebih 1000 meter persegi yang ia pimpin sendiri hingga akhir hayat.

Sepeninggal Surya, pabrik rokok berada dibawah kepemimpinan putra pertamanya bernama Tjoa To Hing atau Rachman Halim (kakak Susilo). Rachman Halim wafat pada 27 Juli 2008.

Baca Juga : Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’

Setahun kemudian, Susilo yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden direktur ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Gudang Garam menggantikan kakaknya. Jauh sebelum kakaknya wafat, Susilo telah dipersiapkan sebagai sebagai pewaris dari PT Gudang Garam. Seperti pada tahun 1979, ia berperan penting mengembangkan mesin khusus untuk memproduksi rokok kretek. Kemudian tahun 2002, rokok kretek mild yang mengandung nikotin dan tar berkadar lebih rendah pertama hadir lewat hasil pikir Susilo.

Bersama rekan bisnisnya yang bernama Buana Susilo, Susilo Wonowidjojo merumuskan penemuan metode filter rokok dan mendapatkan hak paten di Amerika Serikat pada 2002. Riset ini menjelaskan cara pembuatan rokok saring dalam arah memanjang yang sedikitnya terdiri dari dua bagian saringan yang berbeda.

Ditangannya, PT Gudang Garam semakin dikenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, dengan banyak jenis produk rokok Gudang Garam beredar di pasaran. Produksinya mencapai 70 miliar batang tiap tahun dengan pangsa pasar Gudang Garam bukan hanya di nasional, tetapi juga pangsa Internasional.

Hingga tahun 2013, ia mengelola setidaknya 208 hektar area produksi yang tersebar di Kediri dan Pasuruan. Selain itu Gudang Garam menguasai seperlima pasar tembakau di Indonesia dan memperkerjakan sekitar 36.000 pekerja.

Menurut Majalah Forbes, kekayaan Susilo Wonowidjojo mencapai angka US$6,6 miliar (Rp92,557 triliun), dan masuk dalam 10 besar orang terkaya di Indonesia tahun 2019.

Baca Juga : Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes

Itulah informasi yang diberikan tentang Biografi Susilo Wonowidjojo Pemilik PT.Gudang Garam. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.