Biografi Susilo Wonowidjojo – Pengusaha Terkaya Indonesia Pemilik PT.Gudang Garam

Posted on

Biografi Susilo Wonowidjojo – Dilansir dari majalah Forbes, Susilo Wonowidjojo menjadi orang terkaya di Indonesia nomor 4 dibawah Prajogo Pangestu dengan total kekayaan senilai US$6,6 miliar (Rp92,557 triliun). Susilo Wonowidjojo merupakan pemilik dari perusahaan rokok Gudang Garam yang dibangun oleh ayahnya bernama Surya pada tahun 1958.

Dibawah kepemimpinannya, Gudang Garam berhasil menjadi pabrik rokok yang terkenal dan terbesar di Indonesia. Lebih lengkapnya, simak informasi lengkap dalam biografi Susilo Wonowidjojo dalam artikel ini.

Baca Juga : Profil Prajogo Pangestu – Pengusaha Kaya Indonesia

Biodata Lengkap Susilo Wonowidjojo

Nama Lengkap : Susilo Wonowidjojo
Nama Lain : Cai Daoping
Tempat, Tanggal Lahir : Kediri, 18 November 1956
Pekerjaan : Pengusaha
Pasangan : Melinda Setyo
Anak : Indra Wonowidjojo, tiga lainnya dirahasiakan
Orang Tua : Surya Wonowidjojo (Ayah), Tan Siok Tjien (Ibu)
Saudara :

(1)Rahman Halim (Alm)
(2) Sigit Sumargo Wonowidjojo
(3) Wurniati Wonowidjojo
(4) Juni Setiati Wonowidjojo
(5) Sujati Wonowidjojo
(6) Suarto Wonowidjojo

Baca Juga : Profil Ahmad Sahroni Crazy Rich Tanjung Priok

Profil Lengkap Susilo Wonowidjojo

Susilo Wonowidjojo (Cai Daoping) adalah pengusaha kelahiran Kediri, 18 November 1956 yang merupakan pengusaha keturunan Toonghoa yang mewarisi usaha ayahnya Surya Wonowidjojo (Tjoa Ing Hwie) seorang pengusaha rokok asal Fujian, China. Surya menetap di Sampang, Madura, sejak 1926, dan memulai usahanya sebagai pedagang keliling.

Lalu Surya pindah ke Kediri dan bekerja di pabrik rokok Cap 93 milik pamannya, Tjoa Kok Tjiang. Kemudian, pada usia 35 tahun, Surya membuat perusahaan rokok sendiri bersama 50 mantan karyawan pamannya.

Surya mendirikan pabrik rokok klobot dengan label Ing Hwie, yang merupakan cikal bakal perusahaan Gudang Garam. Pabrik tersebut ia dirikan pada pada 26 Juni 1958 di lahan seluas kurang lebih 1000 meter persegi yang ia pimpin sendiri hingga akhir hayat.

Sepeninggal Surya, pabrik rokok berada dibawah kepemimpinan putra pertamanya bernama Tjoa To Hing atau Rachman Halim (kakak Susilo). Rachman Halim wafat pada 27 Juli 2008.

Baca Juga : Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’

Setahun kemudian, Susilo yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden direktur ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Gudang Garam menggantikan kakaknya. Jauh sebelum kakaknya wafat, Susilo telah dipersiapkan sebagai sebagai pewaris dari PT Gudang Garam. Seperti pada tahun 1979, ia berperan penting mengembangkan mesin khusus untuk memproduksi rokok kretek. Kemudian tahun 2002, rokok kretek mild yang mengandung nikotin dan tar berkadar lebih rendah pertama hadir lewat hasil pikir Susilo.

Bersama rekan bisnisnya yang bernama Buana Susilo, Susilo Wonowidjojo merumuskan penemuan metode filter rokok dan mendapatkan hak paten di Amerika Serikat pada 2002. Riset ini menjelaskan cara pembuatan rokok saring dalam arah memanjang yang sedikitnya terdiri dari dua bagian saringan yang berbeda.

Ditangannya, PT Gudang Garam semakin dikenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, dengan banyak jenis produk rokok Gudang Garam beredar di pasaran. Produksinya mencapai 70 miliar batang tiap tahun dengan pangsa pasar Gudang Garam bukan hanya di nasional, tetapi juga pangsa Internasional.

Hingga tahun 2013, ia mengelola setidaknya 208 hektar area produksi yang tersebar di Kediri dan Pasuruan. Selain itu Gudang Garam menguasai seperlima pasar tembakau di Indonesia dan memperkerjakan sekitar 36.000 pekerja.

Menurut Majalah Forbes, kekayaan Susilo Wonowidjojo mencapai angka US$6,6 miliar (Rp92,557 triliun), dan masuk dalam 10 besar orang terkaya di Indonesia tahun 2019.

Baca Juga : Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes

Itulah informasi yang diberikan tentang Biografi Susilo Wonowidjojo Pemilik PT.Gudang Garam. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.