Biografi dan Profil Lengkap Achmad Soebardjo – Menteri Luar Negeri Indonesia Ke-1

Biografi dan Profil Lengkap Ahmad Soebardjo – Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Achmad Soebardjo adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Achmad Soebardjo lahir di Karawang, Jawa Barat pada 23 Maret 1896 dan Ia meninggal di Jakarta pada 15 Desember 1978 pada umur 82 tahun.

Profil Singkat Mr. Achmad Soebardjo

Nama: Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo
Lahir: Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896
Meninggal: Jakarta, 15 Desember 1978
Istri: Raden Ayu Pudji Astuti (dikenal dengan Pudji Soebardjo)
Nama Orang Tua:
Ayah: Teuku Muhammad Yusuf
Ibu: Wardinah
Agama: Islam
Pendidikan:
Hogere Burger School, Jakarta
Universitas Leiden, Belanda
Karier:
Menteri Luar Negeri Indonesia (2 September 1945 – 14 November 1945)
Menteri Luar Negeri Indonesia (4 Agustus 1951 – 20 Desember 1952)
Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland antara tahun 1957 – 1961.

Riwayat Hidup dan Perjuangan Mr. Achmad Soebardjo

Achmad Soebardjo lahir di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat pada tanggal 23 Maret 1896. Ia merupakan putra dari pasangan Teuku Muhammad Yusuf dan Wardinah. Sang ayah masih keturunan bangsawan Aceh dari Pidie, Kakek Achmad Soebardjo dari pihak ayah adalah Ulee Balang dan ulama di wilayah Lueng Putu. Teuku Yusuf bekerja sebagai pegawai pemerintahan dengan jabatan Mantri Polisi di wilayah Teluk Jambe, Kerawang. Sedangkan sang ibu merupakan keturunan Jawa-Bugis dan merupakan anak dari Camat di Telukagung, Cirebon.

Mulanya, Achmad Soebardjo diberi nama Teuku Abdul Manaf oleh ayahnya dan Achmad Soebardjo oleh ibunya. Sedangkan, nama Djojoadisoerjo ditambahkannya sendiri setelah dewasa, saat ia ditahan di penjara Ponorogo karena Peristiwa 3 Juli 1946.

Achmad Soebardjo bersekolah di Hogere Burger School, Jakarta (saat ini setara dengan Sekolah Menengah Atas) pada tahun 1917. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Leiden, Belanda dan memperoleh ijazah Meester in de Rechten (saat ini setara dengan Sarjana Hukum) di bidang undang-undang pada tahun 1933.

Semasa masih menjadi mahasiswa, Soebardjo aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui beberapa organisasi seperti Jong Java dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Belanda. Pada bulan Februari 1927, ia menjadi wakil Indonesia bersama Mohammad Hatta dan para ahli gerakan-gerakan Indonesia pada persidangan antarbangsa “Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajah” yang pertama di Brussels dan selanjutnya di Jerman. Pada persidangan pertama tersebut juga hadir Jawaharlal Nehru dan pemimpin nasionalis lainnya yang terkenal dari Asia dan Afrika. Sewaktu kembalinya ke Indonesia, Soebardjo aktif menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan kemudian Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pada 16 Agustus 1945, para pemuda pejuang termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana, Shodanco Singgih, dan pemuda lainnya membawa Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok (Peristiwa Rengasdengklok). Tujuannya yaitu agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang.

Para pemuda pejuang tersebut kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta terjadi perundingan antara golongan muda yang diwakilkan oleh Wikana dan golongan tua diwakilkan oleh Achmad Soebardjo. Achmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Achmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Soekarno dan Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Achmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan.

Perjalanan Karier Mr. Achmad Soebardjo Setelah Kemerdekaan

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soebardjo dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada Kabinet Presidensial yaitu kabinet Indonesia yang pertama. Pada tahun 1951 – 1952, Ia kembali menjabat menjadi Menteri Luar Negeri. Selain itu, ia juga menjadi Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland antara tahun 1957-1961.

Dalam bidang pendidikan, Soebardjo merupakan profesor dalam bidang Sejarah Perlembagaan dan Diplomasi Republik Indonesia di Fakultas Kesusasteraan, Universitas Indonesia.

Wafatnya Mr. Achmad Soebardjo dan Diangkat sebagai Pahlawan Nasional

Pada 15 Desember 1978, Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo meninggal dunia dalam usia 82 tahundi Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, akibat flu yang menimbulkan komplikasi. Kemudian, Ia dimakamkan di Cipayung, Bogor.

Pada tahun 2009, Pemerintah mengangkat almarhum Achmad Soebardjo sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Achmad Soebardjo – Menteri Luar Negeri Indonesia Ke-1“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Prof. Mr. Dr. Soepomo – Pahlawan Nasional Indonesia Arsitek UUD 1945

Biografi dan Profil Lengkap Prof. Mr. Dr. Soepomo, S.H – Prof. Mr. Dr. Soepomo adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Soepomo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 22 Januari 1903 dan meninggal di Jakarta pada 12 September 1958 . Soepomo dikenal sebagai arsitek Undang-Undang Dasar 1945 bersama dengan Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno.

Profil Singkat Soepomo

Nama: Prof. Mr. Dr. Soepomo
Lahir: Sukoharjo, Jawa Tengah, 22 Januari 1903
Meninggal: Jakarta, 12 September 1958
Agama: Islam
Pendidikan:

  • ELS (Europeesche Lagere School) di Boyolali (1917)
  • MULO (Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs) di Solo (1920)
  • Bataviasche Rechtsschool di Batavia (lulus tahun 1923)
  • Rijksuniversiteit Leiden/Leiden University (1924)

Karier:

  • Pegawai yang diperbantukan pada Pengadilan Negeri Yogyakarta
  • Anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
  • Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
  • Ketua Panitia Kecil Perancang UUD
  • Menteri Kehakiman/ Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ke-1 (19 Agustus 1945 – 14 November 1945; 20 Desember 1949 – 6 September 1950)
  • Rektor Universitas Indonesia ke-2 (1951-1954)

Kehidupan Pribadi dan Pendidikan Soepomo

Prof. Mr. Dr. Soepomo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 22 Januari 1903. Soepomo terlahir dari kalangan keluarga ningrat aristocrat jawa. Kakek dari pihak ibunya adalah Raden Tumenggung Wirjodirodjo, bupati Nayak dari Sragen. Sedangkan Kakek dari pihak ayahnya adalah raden Tumenggung Reksowardono, bupati Anom Sukaharjo pada masa kejayaannya dulu.

Sebagai putra keluarga priyayi, Soepomo berkesempatan meneruskan pendidikannya di ELS (Europeesche Lagere School) yaitru sekolah setara sekolah dasar di Boyolali (1917), kemudian ia melanjutkan pendidikannya di MULO (Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs) di Solo (1920) dan ia menyelesaikan pendidikan kejuruan hukum di Bataviasche Rechtsschool di Batavia pada tahun 1923. Kemudian, Soepomo ditunjuk sebagai pegawai pemerintah kolonial Hindia Belanda yang diperbantukan pada Ketua Pengadilan Negeri Sragen.

Kisaran tahun 1924 dan 1927, Soepomo mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya ke ke Rijksuniversiteit Leiden di Belanda di bawah bimbingan Cornelis van Vollenhoven, yaitu profesor hukum yang dikenal sebagai arsitek ilmu hukum adat Indonesia dan ahli hukum internasional serta salah satu konseptor Liga Bangsa-Bangsa. Thesis doktornya yang berjudul Reorganisatie van het Agrarisch Stelsel in het Gewest Soerakarta (Reorganisasi sistem agraria di wilayah Surakarta) tidak hanya mengupas sistem agraria tradisional di Surakarta, namun juga secara tajam menganalisis hukum-hukum kolonial yang berkaitan dengan pertanahan di wilayah Surakarta.

Thesis tersebut ditulis dalam bahasa Belanda, kritik Soepomo atas wacana kolonial tentang proses transisi agraria ini dibungkus dalam bahasa yang halus dan tidak langsung, menggunakan argumen-argumen kolonial sendiri, dan hanya bisa terbaca saat kita menyadari bahwa subyektivitas Soepomo sangat kental diwarnai etika Jawa.

Soepomo Meninggal Dunia dan Diangkat Sebagai Pahlawan Nasional Indonesia

Prof. Mr. Dr Soepomo meninggal di Jakarta, 12 September 1958 pada umur 55 tahun. Soepomo meninggal dalam usia muda akibat serangan jantung dan Ia dimakamkan di Solo. Berdasarkan Keppres No. 123 Tahun 1965, pada 14 Mei 1965 Soepomo diangkat menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Prof. Mr. Dr. Soepomo – Pahlawan Nasional Indonesia Arsitek UUD 1945“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Stephen Hawking – Seorang Ahli Fisika Teoris

Biografi dan Profil Lengkap Stephen Hawking – Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS merupakan seorang ahli fisika teoris. Stephen Hawking merupakan seorang profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge. Ia dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama karena teori-teorinya mengenai teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking. Stephen Hawking lahir di Oxford, Britania Raya pada 8 Januari 1942, ia meninggal di Cambridge, Cambridgeshire, Inggris, Britania Raya pada 14 Maret 2018.

Profil Singkat Stephen Hawking

Nama: Stephen William Hawking
Lahir: Oxford, Inggris, 8 Januari 1942
Meninggal: 14 Maret 2018, Cambridge, Cambridgeshire, Inggris
Tempat tinggal: Britania Raya
Kebangsaan: Britania
Bidang :
Relativitas umum
Gravitasi kuantum
Pendidikan:
St Albans High School for Girls
St Albans School
University College, Oxford (BA, 1962)
Trinity Hall, Cambridge (PhD, 1965)
Pasangan:
Jane Wilde (m. 1965-1995)
Elaine Mason (m. 1995-2006)
Anak:
Robert (l. 1967)
Lucy (l. 1970)
Timothy (l. 1979)

Kehidupan Awal dan Pendidikan Stephen Hawking

Stephen William Hawking atau lebih dikenal dengan Stephen Hawking merupakan anak dari pasangan Dr. Frank Hawking yaitu seorang biolog dan Isobel Hawking. Stephen Hawking lahir di Oxford, Britania Raya pada 8 Januari 1942. Hawking memiliki 2 saudara kandung bernama Philippa dan Mary dan saudara adopsi bernama Edward.

Pada saat mengandung Hawking, Orang tuanya yang tinggal di North London pindah ke Oxford untuk mencari tempat yang lebih aman karena saat itu London berada dibawah serangan Luftwaffe Jerman. Setelah Hawking lahir, merekan kembali ke London. Ayahnya kemudian mengepalai divisi parasitologi di National Institute for Medical Research.

Pada tahun 1950, Hawking dan keluarganya pindah ke St Albans, Hertfordshire. Disana, Hawking bersekolah di St Albans High School for Girls dari tahun 1950-1953 karena saat itu laki-laki dapat masuk sekolah perempuan hingga berumur 10 tahun. Setelah itu, Hawking bersekolah di St Albans School.

Hawking selalu tertarik pada ilmu pengetahuan, Ia terinspirasi dari guru matematikanya yaitu Dikran Tahta untuk mempelajari matematika di universitas. Ayahnya ingin agar Hawking masuk ke University College, Oxford, dimana tempat ayahnya dulu bersekolah. Hawking kemudian mempelajari ilmu pengetahuan alam. Ia mendapat beasiswa lalu berspesialisasi dalam fisika.

Setelah menerima gelar B.A. di Oxford pada tahun 1962, ia tetap tinggal untuk mempelajari astronomi. Ia memilih pergi saat mengetahui bahwa mempelajari bintik matahari tidak sesuai untuknya dan Hawking lebih tertarik pada teori daripada observasi. Kemudian Hawking masuk ke Trinity Hall, Cambridge. Ia mempelajari astronomi teoretis dan kosmologi.

Setelah tiba di Cambridge, gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS) yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskularnya atau tetraplegia (kelumpuhan) mulai muncul. Pada tahun 1974, Hawking tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya bisa dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik.

Pada tahun 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga ia tidak bisa berbicara sama sekali. Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang memperbolehkan Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, lalu akan dilafalkan melalui sebuah voice synthesizer.

Karier Dalam Fisika Teoretis

Hawking meyakini bahwa kehidupan ekstraterestrial (kehidupan yang tidak berasal dari planet bumi) memang ada dan ia menggunakan basis matematis untuk asumsinya.”Menurut otak matematisku, angka menunjukan bahwa keberadaan alien sangatlah rasional”.

Hawking meyakini bahwa alien tidak hanya ada di planet-planet, namun juga ada ditempat lain seperti bintang atau mengapung di angkasa. Hawking juga memperingati bahwa beberapa spesies alien mungkin memiliki peradaban yang maju dan bisa mengancam Bumi. Hubungan dengan spesies seperti itu dapat membahayakan seluruh umat manusia. Ia mengatakan, “Jika alien mengunjungi kita, hasilnya akan sama seperti ketika Columbus mendarat di Amerika, yang tidak berakhir baik bagi penduduk asli Amerika”. Hawking menyarankan, daripada mencoba menghubungi alien, sebaiknya kita menghindari hubungan dengan mereka. Hawking selalu mengandalkan Tuhan dalam segala usahanya.

Stephen Hawking Merupakan Seorang Atheis

Hawking mengambil posisi agnostik dalam masalah agama. Ia menggunakan kata Tuhan secara metamorfosis untuk menggambarkan poin dalam buku dan pidatonya. Mantan istrinya yaitu Jane Wilde mengatakan saat proses perceraian Hawking adalah seorang ateis.

Hawking menyatakan bahwa ia tidak religius secara akal sehat dan ia percaya bahwa alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, namun Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum.

Pada tahun 2010, Hawking membandingkan agama dan ilmu pengetahuan. Ia menyatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara agama yang berdasarkan pada otoritas, dan ilmu pengetahuan yang berdasarkan pada observasi dan alasan. Ilmu pengetahuan akan menang karena memang terbukti.

Pada September 2010, The Telegraph melaporkan, Stephen Hawking menyatakan bahwa Tuhan bukan pencipta alam semesta. Hawking menulis dalam bukunya, The Grand Design, bahwa “Karena adanya hukum seperti gravitasi, tata surya dapat dan akan membentuk dirinya sendiri. Penciptaan spontan adalah alasannya mengapa sekarang ada “sesuatu” dan bukannya kehampaan, mengapa alam semesta ada dan kita ada. Tidak perlu memohon kepada Tuhan untuk memulai segalanya dan menggerakan alam semesta.”

Kehidupan Pribadi Stephen Hawking

Pada 1965, Stephen Hawking menikah dengan Jane Wilde (dikenal dengan Jane Hawking) yaitu seorang murid bahasa. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tiga orang anak yaitu Robert (lahir 1967), Lucy (lahir 1969) dan Timothy (lahir 1979). Kemudian mereka bercerai pada tahun 1991 karena tekanan ketenaran dan meningkatnya kecacatan Hawking.

Pada tahun 1995, Hawking kembali menikah dengan perawatnya yaitu Elaine Mason, namun pada oktober 2006 Hawking meminta cerai pada Elaine Mason.

Pada tanggal 14 Maret 2018 (GMT) pagi, Hawking meninggal dunia di rumahnya di Cambridge.

Penghargaan Yang Pernah Diterima Stephen Hawking

Berikut beberapa penghargaan yang di terima stephen hawking, diantaranya yaitu:

  • Adams Prize (1966)
  • FRS (1974)
  • Eddington Medal (1975)
  • Maxwell Medal and Prize (1976)
  • Heineman Prize (1976)
  • Hughes Medal (1976)
  • Albert Einstein Award (1978)
  • CBE (1982)
  • RAS Gold Medal (1985)
  • Dirac Medal (1987)
  • Wolf Prize (1988)
  • CH (1989)
  • Prince of Asturias Award (1989)
  • Andrew Gemant Award (1998)
  • Naylor Prize and Lectureship (1999)
  • Lilienfeld Prize (1999)
  • Albert Medal (Royal Society of Arts) (1999)
  • Copley Medal (2006)
  • Presidential Medal of Freedom (2009)
  • Fundamental Physics Prize (2012)
  • FRSA
  • BBVA Foundation Frontiers of Knowledge Award (2015)

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Stephen Hawking – Seorang Ahli Fisika Teoris“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Susi Pudjiastuti – Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Ke-6

Biografi dan Profil Lengkap Susi Pudjiastuti – Dr. (HC) Susi Pudjiastuti merupakan seorang Menteri Kelautan dan Perikanan ke 6 Indonesia dari Kabinet Kerja 2014-2019 yang juga pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat. Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965.

Profil Singkat Susi Pudjiastuti

Nama: Dr. (HC) Susi Pudjiastuti
Lahir: Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965
Orang Tua:
Ayah: Haji Ahmad Karlan
Ibu: Hajjah Suwuh Lasminah
Suami/istri:
Yoyok Yudi Suharyo (?-1986)
Daniel Kaiser (?-2000)
Christian von Strombeck
Anak:
Panji Hilmansyah (1984-2016)
Nadine Kaiser
Alvy Xavier
Agama: Islam

Kehidupan Pribadi Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti merupakan putri dari pasangan Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah yang lahir di Pangandaran, Jawa Barat pada 15 Januari 1965. Kedua orang tuanya berasal dari Jawa Tengah namun sudah lima generasi hidup di Pangandaran. Keluarga Susi memiliki usaha ternak, memperjualbelikan ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya yaitu Haji Ireng, juga dikenal sebagai tuan tanah di daerahnya.

Susi Pudjiastuti sempat dua kali bercerai yaitu dengan Yoyok Yudi Suharyo (?-1986) dan Daniel Kaiser (?-2000). Kemudian ia kembali menikah dengan Christian von Strombeck. Dari pernikahan-pernikahannya, Susi Pudjiastuti memiliki tiga orang anak yiatu Panji Hilmansyah (dari pernikahannya dengan Yoyok Yudi Suharyo), Nadine Kaiser (dari pernikahannya dengan Daniel Kaiser) dan Alvy Xavier.

Putus Sekolah, Menjadi Pengusaha dan Mendirikan Maskapai Susi Air

Setelah mengenyam pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama, Susi melanjutkan pendidikannya ke SMA Negeri 1 Yogyakarta, namun berhenti di kelas 2 karena ia dikeluarkan dari sekolah akibat keaktifannya dalam gerakan Golput.

Setelah putus sekolah, Susi menjual perhiasannya dan mengumpulkan modal sebesar Rp.750.000 untuk menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Bisnis tersebut terus berkembang, kemudian pada tahun 1996, Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster bermerek “Susi Brand”. Bisnis pengolahan ikan miliknya terus berkembang hingga mencapai pasar Asia dan Amerika. Karena hal tersebut, Susi membutuhkan sarana transportasi udara yang bisa mengangkut produk hasil lautnya dalam keadaan masih segar dengan cepat.

Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp.20 miliar hasil pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki tersebut ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna tersebut yaitu Susi Air.

Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004, Cessna Susi menjadi pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada korban yang berada di daerah terisolasi.

Peristiwa tersebut mengubah arah bisnis Susi. Saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki sebanyak 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 32 pesawat Cessna Grand Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 pesawat Diamond Twin star. Kini, Susi Air memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat terbang beragam jenis.

Pada tahun 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.

Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja (2014-2019)

Susi Pudjiastuti ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla dan ia ditetapkan secara resmi pada 26 Oktober 2014.

Sebelum dilantik, Susi melepas semua posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan beberapa posisi lainnya, termasuk Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang bergerak di bidang penerbangan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya sebagai menteri dan sebagai pemimpin bisnis. Selain itu, alasan lain Susi melepas semua jabatannya yaitu agar ia bisa bekerja maksimal menjalankan pemerintahan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.

Penghargaan Yang Pernah Diterima

Susi Pudjiastuti menerima banyak penghargaan diantaranya:

  • Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat (2004)
  • Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia (2005)
  • Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.(2006)
  • Metro TV Award for Economics (2006)
  • Inspiring Woman (2005) dan Eagle Award (2006) dari Metro TV, Indonesia
  • Berprestasi Award dari PT Exelcomindo
  • Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (2009)
  • Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB (2011)
  • Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC (2011)
  • Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan dari Gubernur Jawa Barat (2008)
  • Kanjeng Ratu Ayu (KRAY) Susi Pudjiastutiningrat dari Keraton Surakarta Hadiningrat (2015)
  • Leaders for a Living Planet Award dari WWF (16 September 2016), sebagai penghargaan atas perannya dalam memajukan pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan, pelestarian alam laut, dan pemberantasan pencurian ikan.
  • Doktor Honoris Causa oleh Universitas Diponegoro (3 Desember 2016)
  • Seafood Champion Award (5 Juni 2017)

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Susi Pudjiastuti – Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Ke-6“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Sultan Ageng Tirtayasa – Pahlawan Nasional Indonesia Dari Banten

Biografi dan Profil Lengkap Sultan Ageng Tirtayasa – Sultan Ageng Tirtayasa merupakan sultan Banten ke-6. Sultan Ageng Tirtayasa lahir di Kesultanan Banten pada tahun 1631. Sultan Ageng Tirtayasa dikenal gigih melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa melawan Belanda di Serang, Banten sehingga beliau diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia. Sultan Ageng Tirtayasa meninggal di Batavia, Hindia Belanda tahun 1692 pada sekitar umur 60-61 tahun.

Profil Singkat Sultan Ageng Tirtayasa

Nama: Sultan Ageng Tirtayasa
Lahir: Banten, 1631
Meninggal: Jakarta, 1695
Memerintah: 1651–1683
Orang Tua:
Ratu Martakusuma (Ibu)
Abdul Ma’ali Ahmad (Ayah)
Anak:
Sultan Abu Nashar Abdulqahar (Haji dari Banten)
Pangeran Purbaya
Tubagus Abdul
Tubagus Rajaputra
Tubagus Husaen
Tubagus Ingayudadipura
Raden Mandaraka
Raden Saleh
Raden Rum
Raden Sugiri
Raden Muhammad
Tubagus Rajasuta
Raden Muhsin
Arya Abdulalim
Tubagus Muhammad Athif
Tubagus Wetan
Tubagus Kulon
Raden Mesir

Biografi Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa merupakan putra dari Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad yaitu Sultan Banten periode 1640-1650 dan Ratu Martakusuma. Sultan Ageng Tirtayasa lahir di Kesultanan Banten pada tahun 1631.

Nama kecil Sultan Ageng Tirtayasa adalah Abdul Fatah atau Abu al-Fath Abdulfattah. Sejak kecil sebelum diberi gelar Sultan Ageng Tirtayasa, Abdul Fatah diberi gelar Pangeran Surya. Saat ayahnya yaitu Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad wafat, Sultan Ageng Tirtayasa diangkat sebagai Sultan Muda dengan gelar Pangeran Dipati. Abdul Fatah atau pangeran Dipati merupakan pewaris tahta kesultanan Banten. Tapi saat ayahnya wafat, Beliau belum menjadi sultan karena kesultanan Banten saat itu kembali dipimpin oleh kakeknya yaitu Sultan Abul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir.

Menjadi Sultan dan Kesultanan Banten Mengalami Kejayaan

Pada tahun 1651, kakeknya Sultan Abul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir wafat. Abdul Fatah atau pangeran Dipati lalu naik tahta sebagai Sultan Banten ke 6 dengan nama Sultan Abul Fath Abdul Fattah atau Sultan Ageng Tirtayasa. Sewaktu naik tahta menjadi Sultan Banten, beliau masih sangat muda yaitu pada usia 20 tahun.

Sultanb Ageng Tirtayasa sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan agama Islam di daerahnya. Ia mendatangkan banyak guru agama dari Arab, Aceh dan daerah lain untuk membina mental para pasukan Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa juga dikenal sebagai ahli strategi dalam perang.

Di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa, kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan dan kemegahannya. Ia memajukan sistem pertanian dan irigasi baik dan berhasil menyusun armada perangnya. Selain itu, kesultanan Banten juga menjadi memiliki hubungan diplomatik yang kuat antara kesultanan Banten dengan kerajaan lainnya di Indonesia seperti Makassar, Cirebon, Indrapura dan Bangka.

Sultan Ageng Tirtayasa juga menjalin hubungan baik dibidang perdagangan, pelayaran dan juga diplomatik dengan negara-negara Eropa seperti Inggris, Turki, Denmark dan Perancis. Hubungan tersebut membuat pelabuhan Banten sangat ramai dikunjungi para pedagang dari Persia, Arab, India, china, melayu serta philipina.

Sultan Ageng Tirtayasa sempat membantu Trunojoyo dalam pemberontakan di Mataram. Beliau bahkan membebaskan Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya yang saat itu ditahan di Mataram karena hubungan baiknya dengan Cirebon.

Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, konflik antara Kesultanan Banten dan Belanda semakin meruncing. Hal tersebut disebabkan karena ikut campurnya Belanda dalam internal kesultanan Banten yang saat itu sedang melakukan pemisahan pemerintahan. Belanda melalui politik adu dombanya (Devide et Impera) menghasut Sultan Haji (Abu Nasr Abdul Kahar) melawan Pangeran Arya Purbaya yang merupakan saudaranya sendiri.

Sultan Haji mengira bahwa pembagian tugas pemerintahan oleh Sultan Ageng Tirtayasa kepadanya dan saudaranya tersebut merupakan upaya menyingkirkan dirinya dari pewaris tahta kesultanan Banten dan diberikan kepada adiknya, Pangeran Arya Purbaya. Sultan Haji yang didukung oleh VOC Belanda lalu berusaha menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa.

Akhirnya, perang keluarga pun pecah. Pasukan Sultan Ageng Tirtayasa saat itu mengepung pasukan Sultan Haji di daerah Sorosowan (Banten). Namun pasukan pimpinan Kapten Tack dan Saint-Martin yang dikirim Belanda datang membantu Sultan Haji.

Wafatnya Sultan Ageng Tirtayasa

Perang antar keluarga yang berlarut-larut membuat Kesultanan Banten melemah. Akhirnya pada tahun 1683, Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dibawa ke Batavia dan dipenjara. Pada tahun 1692, Sultan Ageng Tirtayasa akhirnya wafat. Sultan Ageng Tirtayasa dimakamkan di Kompleks Pemakaman raja-raja Banten di Provinsi Banten.

Menjadi Pahlawan Nasional Indonesia

Pada tanggal 1 agustus 1970, melalui SK Presiden Republik Indonesia No. 045/TK/Tahun 1970 Pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Selain itu, untuk menghargai jasanya, nama Sultan Ageng Tirtayasa diabadikan sebagai nama salah satu universitas di Banten bernama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Sultan Ageng Tirtayasa – Pahlawan Nasional Indonesia Dari Banten“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Alan Turing – Bapak Ilmu Komputer dan Penemu Komputer Digital

Biografi dan Profil Lengkap Alan Turing – Alan Mathison Turing atau Alan Turing adalah seorang peneliti matematika dan komputer, dan pahlawan perang Inggris. Alan Turing lahir pada 23 Juni 1912 di Maida Vale, London, Inggris dan meninggal pada 07 Juni 1954 di Wilmslow, Cheshire, Inggris.

Alan Turing merupakan seorang peneliti komputer modern digital pertama dan juga orang pertama yang berpikir menggunakan komputer untuk berbagai keperluan.

Profil Singkat Alan Turing

Nama: Alan Mathison Turing
Lahir: 23 Juni 1912, Maida Vale, London, Inggris
Meninggal: 07 Juni 1954, Wilmslow, Cheshire, Inggris
Kebangsaan: Inggris
Bidang: Matematikawan
Institusi:
University of Manchester
National Physical Laboratory
Government Code and Cypher School
University of Cambridge
Alma mate:
University of Cambridge
Princeton University
Pembimbing doktoral: Alonzo Church
Mahasiswa doktoral: Robin Gandy
Dikenal karena:
Halting problem
Turing machine
Kriptanalisis Enigma
Automatic Computing Engine
Turing Award
Turing Test
Penghargaan:
Officer of the Order of the British Empire
Fellow of the Royal Society

Kehidupan Pribadi Alan Turing

Alan Mathison Turing atau lebih dikenal Alan Turing lahir di London pada 23 Juni 1912. Ia amerupakan anak kedua dari pasangan Julius Mathison Turing dan Ethel Sara Stoney. Ayah Alan Turing bekerja sebagai pegawai layanan sipil di India saat india masih dalam jajahan Inggris. Kakak Alan Turing bernama John. F Turing.

Saat masih berumur 6 tahun, Turing masuk sekolah dasar St. Michael, disana Alan Turing mulai menunjukan kejeniusannya dan membuat kepala sekolah kagum akan kejeniusan Alan Turing kecil. Pada usia remaja, ia sudah banyak membaca karya Albert Einstein dan ia mulai menaruh minatnya di bidang ilmu alam dan matematika.

Pada tahun 1926, Alan Turing masuk di Sherbone School. Setelah lulus dari Sherbone School, Alan Turin kemudian melanjutkan pendidikannya di Cambridge University di jurusan Matematika pada tahun 1931 dimana ia terpengaruh tulisan Von Neumann, Russell dan Whitehead mengenai matematika dan sains dan di kampusnya Alan Turing aktif dalam gerakan damai.

Pada tahun 1930, Alan Turing berhasil membuat mesin bernama “Turing Machine” atau Mesin Turing yaitu sebuah mesin yang bisa menjalankan sekumpulan perintah sederhana yang kemudian menjadi cikal bakal komputer modern. Mesin tersebut terdiri dari pita yang bisa digunakan untuk membaca dan menulis simbol dan juga pita tersebut dapat dijadikan sebagai tempat penyimpanan.

Pada tahun 1934, Alan Turing lulus dari Cambridge University dan karena kecerdasan dan prestasinya, ia kemudian mendapatkan beasiswa dari Universitas Princeton di Amerika Serikat untuk menempuh gelar doktornnya dan berhasil menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1936.

Membuat Mesin Pemecah Kode “Colossus”

Setelah lulus dari Universitas Princeton, Alan Turing kembali ke Inggris dan bekerja di Departemen Komunikasi Britania Raya. Saat perang dunia II pada tahun 1939-1945, ia diberi tugas untuk memecahkan informasi yang ada pada mesin Enigma (Mesin Enkripsi) buatan Nazi Jerman.

Tak perlu waktu lama, ia berhasil memecahkan kode-kode yang ada dalam mesin Enigma dengan membuat sebuah mesin pemecah kode (code breaker) Enigma yang diberi nama “The Bombe” yang ia ciptakan pada tahun 1939.

Setelah perang dunia usai, Alan Turing menerbitkan sebuah paper ilmiah yang berjudul “Computing Machinery and Intelligence”. Dalam tulisan tersebut, Alan Turing mengajukan sebuah metode apakah sebuah mesin juga memiliki “artificial Intelligence” layaknya otak manusia yang kemudian usulannya dikenal dengan nama “Tes Turing”.

Alan Turing berusaha keras agar mesin ciptaannya yaitu Mesin Turing bisa menjadi mesin komputer otomatis di National Physical Laboratory, tapi hal tersebut tidak pernah tercapai. Kemudian, ia pindah ke University of Manchester dan disana ia membuat panduan untuk mesin komputer otomatis MADAM (Manchester Automatic Digital Machine).

Akhir Hidup Alan Turing

Pada tahun 1952, Turing ditangkap dan diadili atas tindak pidana homoseksualitas. Untuk menghindari penjara, ia menerima suntikan estrogen selama setahun, yang dimaksudkan untuk menetralkan libidonya. Hal tersebut dilakukan karena saat itu homoseksual dilarang di Inggris.

Akibat peristiwa tersebut, reputasi Alan Turing hancur dan ia kehilangan pekerjaannya setelah banyak tekanan publik karena ia diketahui sebagai gay. Karena tekanan tersebut, Ia memutuskan untuk bunuh diri dirumahnya di wilayah Wislow, Inggris pada tanggal 7 juni 1954 dengan memakan apel yang mengandung racun sianida.

Karena kelakuannya sebagai homoseksual, kerajaan Inggris tidak memberi pengampunan meskipun reputasinya sebagai pahlawan perang dan seorang ilmuwan yang terkenal di Inggris. Baru pada tahun 2013, Ratu Elizabeth mengampuni Alan Turing setelah kematiannya 60 tahun yang lalu. Terlepas dari perilaku Alan Turing, sampai saat ini ia dikenal sebagai tokoh penting dalam perkembangan komputer digital dan ilmu komputer sehingga ia dijuluki sebagai “Bapak Ilmu Komputer”.

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Alan Turing – Bapak Ilmu Komputer dan Penemu Komputer Digital“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Jan Koum – CEO dan Pendiri WhatsApp Inc.

Biografi dan Profil Lengkap Jan Koum – Jan Koum merupakan CEO dan pendiri WhatsApp bersama dengan Brian Acton. Pria kelahiran Kiev, Ukraina pada 24 Februari 1976 (umur 41) ini, mendirikan WhatsApp Inc pada tahun 2009. WhatsApp sendiri merupakan aplikasi pesan bergerak yang telah diakuisisi oleh Facebook Inc. pada Februari 2014 dengan nilai $19 miliar. Namun, saat ini memegang saham whatsApp sebesar 45% dengan nilai mendekati US$7 Miliar.

Koum dibesarkan di sebuah desa di luar Kiev, Ukraina. Pada tahun 1992, Jon Koum bersama ibu dan neneknya pindah ke California.

Profil Singkat Jan Koum

Nama: Jan Koum
Lahir: Kiev, Ukraina, 24 Februari 1976
Suku: Yahudi
Almamater: San Jose State University
Pekerjaan: CEO WhatsApp, Direktur Pelaksana Facebook, Inc.
Tahun aktif: 2009–sekarang
Organisasi: WhatsApp Inc.
Dikenal karena: Mendirikan WhatsApp Inc. tahun 2009
Karya terkenal: Mendirikan WhatsApp bersama Brian Acton

Kehidupan Pribadi

Jan Koum lahir pada 24 Februari 1976 di daerah bernama Fastiv bagian Kiev, Ukraina. Jan Koum berasal dari keluarga keturunan Yahudi. Ayah Jan Koum bekerja sebagai manager konstruksi dan ibunya hanya seorang Ibu rumah tangga.

Daerah tempat tinggal Koum sangat memprihatinkan karena segala fasilitas sangat terbatas seperti listrik, bahkan hanya untuk mandi mereka harus mengantri di tempat pemadian umum.

Karena tingginya gejolak politik dan gerakan anti yahudi di Ukraina, untuk menghindarinya keluarga Jan Koum memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1990. Koum yang saat itu masih berusia 16 tahun hanya pindah bersama ibu dan neneknya lalu merekatinggal di wilayah Mountain View, Amerika Serikat. Sementara itu, ayahnya masih di Ukraina dan akan menyusul. Sayangnya, belum sempat menyusul pada tahun 1997 ayah koum meninggal dunia.

Sejak itu, Koum dan ibunya berjuang keras untuk bertahan hidup di Amerika. Ibu Jan Koum lalu mencoba bekerja sebagai pengasuh anak dan Koum menjadi penyapu toko untuk memenuhi kebutuhan mereka. Meski begitu, mereka masih sangat kekurangan. Untuk makan, koum mengandalkan jatah makan gratis dari pemerintah untuk tunawisma. Selain itu, ia juga kadang tidur di tempat umum.

Saat pindah ke Amerika Serikat, Koum sudah mahir berbahasa inggris sehingga ia mudah untuk masuk sekolah di Amerika. Di sekolahnya, Koum dikenal sebagai anak yang nakal karena ia sangat susah menyesuaikan diri dan sering terlibat perkelahian, meski begitu ia murid yang cerdas dan sangat menyukai pemrograman komputer yang ia pelajari secara otodidak dari buku bekas.

Koum belajar mengenai jaringan komputer secara otodidak dan ia juga bergabung dengan grub hacker dengan nama w00w00 saat di sekolah. Setelah lulus, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di San Jose University. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliahnya, Koum bekerja sebagai penguji sistem keamanan komputer di Ernst & Young.

Diterima Bekerja Di Yahoo

Pada tahun 1997, Koum bertemu dengan Brian Acton, yaitu seorang pegawai Yahoo yang kemudian menjadi teman dekatnya. Berbekal pengetahuan tentang komputer yang cukup, Koum lalu mencoba melamar pekerjaan di Yahoo atas saran Brian Acton dan kemudian ia diterima.

Pada tahun 2000, Ibunya meninggal dunia karena penyakit kanker dan kini ia hanya tinggal bersama dengan neneknya.

Karena masih kuliah, kemudian ia memutuskan untuk Drop Out dari kampusnya dan fokus untuk bekerja di Yahoo setelah sempat dimarahi oleh CEO Yahoo saat itu yaitu David Filo. Tujuh tahun bekerja di Yahoo, pada tahun 2007 Jan Koum dan Brian Acton memutuskan mundur dari Yahoo. Setelah itu, mereka kemudian menghabiskan waktu dengan berlibur dan berwisata di daerah Amerika Selatan selama setahun.

Ditolak Facebook dan Terciptanya Aplikasi WhatsApp

Jan Koum dan Brian Acton mencoba melamar pekerjaan di Facebook, namun mereka berdua ditolak. Pada tahun 2009, Iphone saat itu sedang tenar dan Koum pun membelunya lalu ia tertarik dengan kumpulan kontak dan juga app storenya, koum melihat potensi besar dari aplikasi app store tersebut dan itu memberinya sebuah ide untuk menciptakan aplikasi yang dapat menampilkan status pada kontak telepon di Iphone.

Kemudian, ide tersebut ia ceritakan pada temannya yaitu Alex Fishman. Mendengar itu, Alex Fishman lalu memperkenalkan Koum pada Igor Solomennikov yaitu seorang developer aplikasi Iphone. Dari perkenalan tersebut, Koum berhasil mewujudkan ide dan kemudian ia menciptakan aplikasi yang ia namakan dengan WhatsApp.

Pada Februari 2009, Koum kemudian mendirikan perusahaan WhatsApp Inc yang berbasis di California. Koum banyak menghabiskan waktunya untuk mengembangkan aplikasi ciptaannya tersebut walaupun aplikasi WhatsApp miliknya tersebut masih sering mengalami crash dan bisa dikatakan belum sempurna dan masih versi awal. Saat diluncurkan. aplikasi WhatsAppnya hanya di download sekitar 250 orang dan itupun kebanyakan teman Jan Koum sendiri.

Walaupun ragu, Jan Koum terus mengembangkan aplikasi ciptaannya. Kemudian Apple datang dengan bantuan push notifications, hal tersebut memberi jalan bagi Koum untuk memodifikasi aplikasi buatannya sehingga saat pengguna WhatsApp mengubah status di aplikasinya otomatis akan mengabarkannya di jaringan.

WhatsApp Mengalami Perkembangan yang Pesat

Versi awal WhatsApp hanyalah sebagai update status di kontak telepon di Iphone. Kemudian Koum merilis WhatsApp v2.0 yang dilengkapi dengan fitur pesan instan yang kemudian berhasil menaikkan jumlah penggunanya mencapai 250 ribu pengguna. Saingan WhatsApp saat itu hanya Blackberry Messengger (BBM) saja, tapi melihat terbatasnya penggunaan BBM yaitu hanya pengguna ponsel Blackberry saja maka Koum terus mengembangkan aplikasi miliknya.

Brian Acton lalu membantu Koum dengan mencari investor untuk mendanai pengembangan aplikasi WhatsApp. Alhasil dana terkumpul sebanyak 250 ribu dollar, dana tersebut berasal dari mantan karyawan Yahoo. Kemudian secara resmi Acton bergabung dengan Jan Koum mengembangkan aplikasi WhatsApp.

WhatsApp terus dikembangkan oleh Jan Koum dan berhasil meluncurkan fitur pengiriman foto di Iphone, selain itu ia juga merilis WhatsApp untuk device lain seperti Android dan Blackberry. Kemudian pada tahun 2010, WhatsApp diubah menjadi aplikasi berbayar dan mereka berhasil memperoleh pendapatan sebesar 5 ribu dollar pada bulan pertama. Hal tersebut membuat investor lain berdatangan untuk menanamkan modalnya di WhatsApp seperti Sequoia Capital yang menanamkan dana sebesar 8 Juta Dollar.

Memasuki tahun 2011, WhatsApp masuk dalam 20 besar aplikasi populer di App Store da Sequoia Capital kembali menyuntikkan dana sebesar 50 juta dollar ke WhatsApp dan membuat nilai WhatsApp melambung menjadi 1,5 Milyar Dollar. Hal ini membuat perusahaan Facebook merayu Koum untuk menjual WhatsApp, Namun ditolak. Pada tahun 2013, WhatsApp berhasil memiliki pengguna aktif sekitar 200 juta.

WhatsApp Dibeli oleh Facebook

WhatsApp yang terus berkembang pesat, membuat Google dan Facebook berebut mengakusisinya. Kemudian pada tahun 2013, Koum bersama Brian Acton setuju untuk menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai sebesar 19 Millar Dollar. Hal itu, membuat mereka menjadi orang kaya baru. Kekayaan Jan Koum melonjak drastis sebesar 6,8 Milyar Dollar atau sekitar 80 Trilyun Rupiah. Menurut majalah Forbes, pada tahun 2015 kekayaan Koum naik sebesar 7,9 Milyar Dollar atau sekitar 109 Trilyun rupiah

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Jan Koum – CEO dan Pendiri WhatsApp Inc.“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Cut Nyak Meutia – Pahlawan Nasional Wanita Indonesia Dari Aceh

Biografi dan Profil Lengkap Cut Nyak Meutia – Cut Nyak Meutia atau Cut Meutia adalah pahlawan nasional Indonesia dari daerah Aceh. Cut Meutia lahir pada 1870 di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara dan meninggal pada 24 Oktober 1910 di Alue Kurieng, Aceh. Cut Meutia menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964.

Profil Singkat Cut Meutia

Nama: Tjoet Nyak Meutia
Lahir: 1870, Kesultanan Aceh
Meninggal: 24 Oktober 1910, Aceh
Kebangsaan: Indonesia
Anak: Teuku Raja Sabi
Pasangan:
Teuku Muhammad (m. ?–1905)
Pang Nanggroe (m. ?–1910)
Orang Tua:
Teuku Ben Daud Pirak (ayah)
Cut Jah (ibu)
Agama: Islam

Perjuangan Perlawanan Hingga Wafatnya Cut Meutia

Pada awalnya Tjoet Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong. Akan tetapi, pada bulan Maret 1905, Tjik Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe. Sebelum meninggal, Teuku Tjik Tunong berpesan kepada sahabatnya Pang Nagroe agar mau menikahi istrinya dan merawat anaknya Teuku Raja Sabi.

Sesuai wasiat suaminya Tjoet Meutia kemudian menikah dengan Pang Nagroe dan bergabung dengan pasukan lainnya di bawah pimpinan Teuku Muda Gantoe. Pada suatu pertempuran dengan Korps Marechausée di Paya Cicem, Tjoet Meutia dan para wanita melarikan diri ke dalam hutan. Pang Nagroe sendiri terus melakukan perlawanan hingga akhirnya, ia tewas pada tanggal 26 September 1910.

Kemudian, Cut Meutia bangkit dan terus melakukan perlawanan bersama sisa-sisa pasukkannya. Waktu itu kekuatan pasukan tinggal 45 orang dengan 13 pucuk senapan. Setelah bermufakat, mereka lalu berangkat ke Gayo untuk menggabungkan diri dengan pasukan yang lainnya. Di tengah perjalanan, di Paya Beuranang, mereka bertemu dengan Teungku Seupot Mata dan lalu bersama meneruskan perjalanan ke Gayo yang sulit dan gawat. Pada 24 Oktober 1910, di persimpangan Krueng Peutoe yaitu di Alue Kurieng, rombongan tersebut berhenti untuk menanak nasi. Disana secara tiba-tiba mereka diserang oleh pasukan Christoffel(Marechausée). Pasukan cut nyak meutia dan Teungku Seupot Mata yang sudah amat kecil kekuatannya itu siap menghadapi lawan. Pertempuran tersebut terjadi dengan sangat sengit. Pada pertempuran itulah Cut Meutia tertembak kakinya dan terus terduduk di tanah. Cut Meutia tidak menyerah, bahkan dengan pedang terhunus ia terus mengadakan perlawanan hingga akhirnya ia terbunuh oleh musuh.

Sebelum gugur, Cut Meutia masih sempat berpesan kepada Teuku Syakh Buwah yang berada di dekatnya. Katanya dengan pendek, “Selamatkanlah anakku, Raja Sabi. Aku serahkan dia ke tanganmu”. Dan amanat itu dapat dilaksanakan dengan baik sehingga Teuku Raja Sabi putera Cik Tunong dan Cut Meutia selamat hingga dapat mengalami kemerdekaan Indonesia, namun dalam tahun 1946, Teuku Raja Sabi mati terbunuh seperti yang disebutkan dalam Revolusi sosial di Sumatera Utara.

Pada tanggal 19 Desember 2016, atas jasa-jasa yang pernah dilakukan Cut Meutia, Pemerintah Republik Indonesia, mengabadikannya dalam pecahan uang kertas rupiah baru Republik Indonesia yaitu pecahan uang Rp.1.000.

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Cut Nyak Meutia – Pahlawan Nasional Wanita Indonesia Dari Aceh“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Chairul Tanjung – Pengusaha Sukses Indonesia “Si Anak Singkong”

Biografi dan Profil Lengkap Chairul Tanjung – Chairul Tanjung MBA merupakan seorang pengusaha Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian pada 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014. Pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 ini merupakan CEO utama CT Corp yaitu perusahaan konglomerasi yang membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.

Profil Singkat Chairul Tanjung

Nama: Chairul Tanjung
Lahir: Jakarta, Indonesia, 16 Juni 1962
Orang Tua:
Ayah: Abdul Ghafar Tanjung
Ibu: Halimah
Relasi: Chairal Tanjung (adik)
Suami/istri: Anita Ratnasari Tanjung
Anak:
Putri Indahsari Tanjung
Rahmat Dwiputra Tanjung
Agama: Islam
Riwayat Pendidikan:
SD Van Lith, Jakarta (1975)
SMP Van Lith, Jakarta (1978)
SMA Negeri I Boedi Oetomo, Jakarta (1981)
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
Executive IPPM (MBA; 1993)
Pekerjaan: Pemilik (CEO) utama CT Corp
Buku: Si Anak Singkong

Kehidupan Pribadi

Chairul Tanjung merupakan putra dari pasangan Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah. Ayah Chairul berasal dari Sibolga, Sumatera Utara dan sang ayah merupakan seorang wartawan pada orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Sedangkan ibunya berasal dari Cibadak, Jawa Barat dan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga.

Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Pada masa Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut, memaksa orang tua Chairul menjual rumah mereka dan mereka harus tinggal di kamar losmen yang sempit.

Riwayat Pendidikan Chairul Tanjung

Chaerul Tanjung bersekolah di SD Van Lith, Jakarta dan lulus pada tahun 1975. Kemudian, ia melanjutkan sekolahnya di SMP Van Lith, Jakarta dan lulus pada tahun 1978, lalu ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Boedi oetomo, Jakarta dan lulus pada tahun 1981. Setelah lulus SMA, iamelanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1987, kemudian ia melanjutkan pendidikannya kembali di Executive IPPM dan luluas pada tahun 1993.

Perjalanan Karier Chairul Tanjung

Setelah lulus dati SMA, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Pada saat kuliah inilah ia mulai masuk kedalam dunia bisnis san mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.

Untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya, Chairul berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan foto kopi di kampus. Chairul juga pernah mendirikan toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat, namun bangkrut.

Setelah selesai kuliah, pada tahun 1987 Chairul mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya dengan modal awal Rp.150 juta dari Bank Exim. Mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor, keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Namun, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri.

Kepiawaiannya membangun jaringan dan pengusaha, bisnisnya semakin berkembang dengan mengarahkan usahanya ke konglomerasi. Chairul memposisikan diri pada tiga bisnis utama yaitu keuangan, properti dan multimedia. Pada bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman (kini bernama Bank Mega).

Di bawah Para Group, Chairul memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance.

Pada bidang properti dan investasi, perusahaan Chairul Tanjung ini membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo dan Mega Indah Propertindo. Sedangkan, pada bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.

Khusus pada bisang bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall yang diluncurkan pada tahun 1999 sebagai Central Business District dengan luas 3 hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Sementara, pada bidang investasi, pada awal tahun 2010, melalui anak perusahaannya yaitu Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yaitu sebesar 40% dengan MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour tersebut ditandatangani pada 12 Maret 2010 di Perancis.

Pada 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan nama Para Grup menjadi CT Corp dengan terdiri dari tiga perusahaan sub holding yaitu Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan dan sumber daya alam.

Menjadi Menko Perekonomian

Pada 16 Mei 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Chairul Tanjung yang saat itu menjabat sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) menjadi Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa yang telah resmi mengundurkan diri. Pelantikan Chairul Tanjung dilakukan di Istana Negara pada Senin, 19 Mei 2014 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 2014.

Menjadi Guru Besar Universitas Airlangga

Pada 18 April 2015, Chairul Tanjung dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Pengukuhan tersebut dilakukan di ruang Garuda Mukti, Gedung Rektorat, kampus C Unair. Chairul Tanjung menjadi guru besar ke-438 Unair.

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Chairul Tanjung – Pengusaha Sukses Indonesia “Si Anak Singkong“”, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Albert Einstein – Ilmuwan Fisika Penemu Teori Relativitas

Biografi dan Profil Lengkap Albert Einstein – Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar pada abad ke-20. Einstein lahir di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kekaisaran Jerman pada 14 Maret 1879. Einstein mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika dan kosmologi. Einstein meninggal di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat pada 18 April 1955.

Profil Singkat Albert Einstein

Nama: Albert Einstein
Lahir: Ulm, Kerajaan Württemberg, Kekaisaran Jerman, 14 Maret 1879
Meninggal: 18 April 1955, Princeton, New Jersey, Amerika Serikat
Pasangan:
Mileva Marić (1903–1919)
Elsa Löwenthal, née Einstein, (1919–1936)
Tempat tinggal: Jerman, Italia, Swiss, Austria, Belgia, Britania Raya, Amerika Serikat
Kewarganegaraan:
Württemberg/Jerman (1879–1896)
Tanpa kewarganegaraan (1896–1901)
Swiss (1901–1955)
Austria (1911–1912)
Jerman (1914–1933)
Amerika Serikat (1940–1955)
Bidang: Fisika
Institusi:
Kantor Paten Swiss (Bern)
Universitas Zurich
Universitas Charles Praha
ETH Zurich
Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia
Institut Kaiser Wilhelm
Universitas Leiden
Institute for Advanced Study
Alma mater:
ETH Zurich
Universitas Zurich
Pembimbing doktoral: Alfred Kleiner
Pembimbing akademik lainnya: Heinrich Friedrich Weber
Dikenal karena:
Relativitas umum dan relativitas khusus
Efek fotoelektrik
Persamaan massa-energi
Teori Gerak Brown
Persamaan medan Einstein
Statistika Bose–Einstein
Teori Medan Terpadu
Paradoks EPR
Penghargaan:
Hadiah Nobel Fisika (1921)
Medali Matteucci (1921)
Medali Copley (1925)
Medali Max Planck (1929)
Tokoh Time Abad Ini (1999)

Masa Kecil dan Kehidupan Pribadi Albert Einstein

Albert Einstein merupakan anak dari pasangan Hermann Einstein dan Pauline. Einstein lahir di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kekaisaran Jerman pada 14 Maret 1879. Keluarga einstein termasuk keluarga keturunan Yahudi. Ayah Einstein bekerja sebagai penjaja ranjang burung lalu beralih menjadi ahli elektokimia. Keluarga Einstein sangat konsisten terhadap pendidikan anaknya terutama dalam bidang sains dan musik.

Einstein bersekolah di sekolah katholik dan atas keinginan ibunya ia diberi pelajaran bermain musik. Pada saat berusia 5 tahun, ayah einstein menunjukkan sebuah benda kompas kantung pada Einstein dan Einstein melihat bahwa sesuatu di ruang yang kosong ini bereaksi terhadap jarum dalam kompas tersebut, ia menjelaskan bahwa pengalaman tersebut termasuk salah satu hal yang paling menyenangkan dalam hidupnya dan mulai dari situlah perkenalan Albert Einstein terhadap sains terus ditingkatkan.

Einstein memiliki sifat pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya. Selain sekolah dan menggeluti sains, kegiatan einstein hanya bermain musik bersama ibunya memainkan karya Mozart dan Bethoveen.

Albert Einstein mengalami kesulitan saat mengikuti mata pelajaran di sekolahnya terutama dalam bidang berhitung dan ilmu alam. Albert Einstein dianggap sebagai murid yang terbelakang di sekolahnya. Hal tersebut disebabkan karena kepribadiannya yang introvet dan pemalu, namun setelah diteliti otaknya saat ia meninggal dunia, hal ini dikarenakan struktur otaknya yang tidak biasa seperti orang pada umumnya. Einstein memiliki kecenderungan berfikir dengan olah pikirnya sendiri sedangkan pelajaran sekolah menyuruh murid berfikir dengan cara orang lain yaitu gurunya.

Pada saat Einstein berusia 15 tahun, keadaan ekonomi keluarganya mengalami kemunduran karena usaha ayahnya dibidang elektronika mengalami kebangkrutan. Hal tersebut membuat Einstein dan keluarganya pindah ke Pavia, Milan-Italia. Einstein tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolahnya, dan menyelesaikan satu semester sebelum bersama kembali dengan keluarganya di Pavia.

Albert Einstein ingin masuk ke Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich), tapi ia gagal saat tes. Pada tahun berikutnya ia dikirim keluarganya ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima gelar diploma pada tahun 1896, Einstein tercatat beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule.

Pada saat Einstein berumur 17 tahun, Einstein memutuskan untuk melepas kewarganegaraan dan memilih untuk tidak memiliki kewarganeraan karena kecewa dengan pemerintahan Jerman yang anti Yahudi pada saat itu.

Saat menempuh pendidikan di Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich), Albert Einstein berkenalan seorang wanita ahli matematikawan bernama Mileva Maric.

Einstein jatuh cinta pada Mileva dan akhirnya mereka menjalin hubungan. Mereka memiliki seorang putri bernama Lieserl yang lahir pada bulan Januari 1902, tapi Lieserl Einstein pada saat itu dianggap tidak sah karena orang tuanya tidak menikah. Akhirnya Einstein dan Mileva menikah pada 6 Januari 1903. Lalu mereka dianugerahi anak lagi yang mereka beri nama Hans Albert Einstein yang lahir pada 14 Mei 1904.

Masa Dewasa, Karya, dan Kerja Albert Einstein

Setelah lulus dari Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich), Einstein memutuskan untuk mencari pekerjaan yang berkaitan dengan pengajaran atau penelitian di almamaternya tapi selalu ditolak dikarenakan sifat Einstein yang terburu-buru dalam bekerja.

Kemudian, ayah dari seorang teman di kelasnya menolong Einstein dengan mempromosikannya untuk bekerja di Kantor Paten Swiss sebagai asisten teknik pemeriksa pada tahun 1902. Einstein bertugas menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang membutuhkan pengetahuan fisika. Terkadang, Einstein memperbaiki desain dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja para calon pemulik hak paten.

Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Pada tahun 1905, Einstein mendapatkan gelar doktor dari Universitas Zurich setelah menyerahkan thesis “Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen” (On a new determination of molecular dimensions).

Teori Brownian dan Teori Relativitas

Pada tahun 1905, Einstein menulis beberapa artikel atau thesis yang menjadi dasar ilmu fisika modern. Thesis tersebut diantaranya: teori gerak brownian, efek foto listrik dan relativitas khusus.

Dalam thesisnya yang berjudul “On the Motion-Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat-of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid” itu mencakup penelitian tentang gerakan Brownian.

Pada saat itu menggunakan teori kinetik cairan merupakan hal kontroversial, setelah beberapa dekade setelah pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan ia juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika yang pada saat itu juga kontroversial.

Sedangkan, Teori Relativitas Khusus Einstein menjelaskan bahwa jika suatu benda yang bermassa m diberi kecepatan cahaya pangkat dua maka akan menghasilkan energi yang begitu besar. Dengan kata lain 1 gram massa dapat menghasilkan energi untuk memasok kebutuhan listrik sebesar 2700000 watt selama setahun penuh.

Einstein menulis tentang Teori Relativitas Khusus dengan rumus E=mc². Dimana E adalah potensi energi yang dihasilkan. M adalah massa suatu benda dan C adalah kecepatan cahaya di ruang hampa (c>>300 ribu kilo meter per detik).

Albert Einstein Meninggal Dunia

Pada 17 April 1955, Albert Einstein mengalami pendarahan internal yang disebabkan karena pecahnya aneurisma aorta perut yang sebelumnya telah dilakukan pembedahan oleh Dr Rudolph Nissen pada tahun 1948.

Pada 18 April 1955 di Rumah Sakit Princeton, Einstein meninggal dunia. Selama autopsi, ahli patologi Rumah Sakit Princeton, Thomas Stoltz Harvey, menghapus otak Einstein untuk pengawetan tanpa izin dari keluarga Einstein dengan harapan bahwa ilmu saraf masa depan akan mampu menemukan apa yang membuat Einstein begitu cerdas. Einstein tetap dikremasi dan abunya tersebar di lokasi yang dirahasiakan.

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Albert Einstein – Ilmuwan Fisika Penemu Teori Relativitas“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A. – Pendakwah dan Ulama Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A. –  Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A. merupakan seorang pendakwah dan ulama indonesia yang sering mengulas berbagai macam persoalan agama khususnya kajian ilmu hadist dan ilmu fikih. Selain itu, ia banyak membahas tentang nasionalisme dan berbagai masalah terkini yang sedang menjadi pembahasan hangat dikalangan masyarakat.

Profil Singkat Ustadz Abdul Somad

Nama: Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A
Lahir: Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977
Riwayat Pendidikan:

  • SD al-Washliyah (tamat 1990)
  • Mts Mu’allimin al-Washliyah Medan (tamat 1993)
  • Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, In-hu (tamat 1996)
  • S1 Al-Azhar, Mesir
  • S2 Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko (2008)

Kehidupan Pribadi dan Pendidikan Ustadz Abdul Somad

Ustadz dengan nama lengkap Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A. lahir pada 18 Mei 1977 di Silo Lama, Asahan sumatera Utara. Ia merupakan ulama besar yang mempunyai garis keturunan Melayu dan Batak. Darah Batak tersebut berasal dari sang ayah dan Melayu dari sang ibu.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar Ustadz Abdul Somad dididik melalui sekolah yang berbasis pada Tahfiz Alquran. Setelah lulus dari SD Al-Washliyah Medan pada tahun 1990, Ustadz Abdul Somad melanjutkan pendidikannya ke MTS Mu’allimin al-Washliyah Medan. Setelah lulus dari MTs pada tahun 1993, Ustadz Abdul Somad melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darularafah Deli Serdang, Sumatera Utara selama satu tahun. Kemudian pada tahun 1994, Ustadz Abdul Somad pindah ke Riau untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu dan menyelesaikannya pada tahun 1996. Pada tahun 1996 hingga 1998, Ustadz Abdul Somad kuliah di UIN SUSKA Riau.

Pada tahun 1998, Ustadz Abdul Somad merupakan salah satu dari 100 orang yang menerima beasiswa yang dibuka oleh Pemerintah Mesir untuk orang indonesia belajar di Universitas Al-Azhar, Ia mengalahkan ratusan orang yang mengikuti tes untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Abdul Somad mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan.

Kemudian pada tahun 2004, kerajaan Maroko menyediakan 15 beasiswa bagi pendidikan S2 di Institut Dar Al-Hadits Al-Hassania yang setiap tahunnya hanya menerima 20 orang murid dengan rincian 15 orang Maroko dan lima orang asing. Abdul Somad pun terpilih untuk masuk dalam kuota penerimaan 5 orang asing tersebut. Ustadz Abdul Somad menyelesaikan pendidikan S2-nya dalam waktu satu tahun 11 bulan.

Nama Ustadz Abdul Somad dikenal publik karena Ilmu dan kelugasannya memberikan penjelasan dalam menyampaikan dakwah yang disiarkan melalui saluran Youtube. Kajian-kajiannya yang tajam dan menarik membuat banyak orang suka dengan tausiahnya. Ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah dengan keahlian dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustadz Abdul Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Banyak dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang mengulas berbagai macam persoalan agama dan bukan itu saja, ceramah Ustadz Abdul Somad juga banyak membahas mengenai masalah-masalah terkini, nasionalisme dan berbagai masalah lainnya yang sedang menjadi pembahasan hangat atau viral di kalangan masyarakat.

Riwayat Pengabdian Ustadz Abdul Somad

Setelah lulus dari Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Maroko, Ustadz Abdul Somad hingga saat ini aktif mengabdikan diri ke berbagai lembaga, seperti:

  • Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
  • Dosen Tafsir dan Hadits di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau.
  • Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru.
  • Anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian (2009-2014)
  • Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau, Komisi Pengembangan (2009-2014)
  • Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau (2009-2014)

Karya Ilmiah Ustadz Abdul Somad

a. Thesis:

رجال الموطأ والصحيحين الذين ضعفهم النسائي في كتاب الضعفاء والمتروكين: جمعا ودراسة

b. Terjemah (Arab – Indonesia)

  • Perbuatan Maksiat Penyebab Kerusakan Rumah Tangga (Judul Asli: Al-Ma’ashi Tu’addi ila Al-Faqri wa Kharab Al-Buyut), Penulis: Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Maret 2008.
  • 55 Nasihat Perkawinan Untuk Perempuan, (Judul Asli : 55 Nashihat li al-banat qabla az-zawaj), Penulis: DR. Akram Thal’at, Dar at-Ta’if, Cairo. Diterbitkan oleh Penerbit Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, April-2004.
  • 101 Kisah Orang-Orang Yang Dikabulkan Doanya (Judul Asli: 101 Qishash wa Qishah li Alladzina Istajaba Allah Lahum Ad-Du’a’, Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Azzam-Jakarta, Desember 2004.
  • 30 Orang Dijamin Masuk Surga (Judul Asli: 30 al-mubasysyarun bi al-jannah), DR.Mustafa Murad, Dar al-Fajr li at-Turats,Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Juli-2004.
  • 15 Sebab Dicabutnya Berkah (Judul Asli: 15 sabab min asbab naz’ al-barakah), Penulis: Abu Al-Hamd Abdul Fadhil, Dar ar-Raudhah-Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Agustus-2004
  • Indahnya Seks Setelah Menikah (Judul Asli : Syahr al-‘asal bi la khajal), DR. Aiman Al-Husaini, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif, Jakarta, September 2004.
  • Beberapa Kekeliruan Memahami Pernikahan (Judul Asli: Akhta’ fi mafhum az-zawaj, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif- Jakarta, September 2004.
  • Sejarah Agama Yahudi (Judul Asli: Tarikh ad-Diyanah al-Yahudiyyah), diterbitkan oleh Pustaka al-Kautsar, Jakarta, Desember 2009.

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A. – Pendakwah dan Ulama Indonesia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto – Panglima Tentara Nasional Indonesia ke-17

Biografi dan Profil Lengkap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto – Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip. merupakan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang lahir di Malang, Jawa Timur pada 8 November 1963. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara pada tahun 1986 dan Sekolah Penerbangan TNI AU 1987.

Berdasarkan Keputusan Presiden, pada 18 Januari 2017 ia mendapatkan amanat jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Udara/KSAU. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip. terkenal setelah membongkar kasus korupsi di Kementrian Pertahanan dan ia juga dicalonkan menjadi Panglima TNI menggantikan Jendral Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa purnatugasnya.

Profil Singkat Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

Nama: Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip.
Lahir: Malang, Jawa Timur, Indonesia, 8 November 1963
Suami/istri: Ny. Nanik Istumawati
Anak:
1. Hanica Relingga Dara Ayu
2. Handika Relangga Bima Yogatama
Alma mater: Akademi Angkatan Udara (1986)
Agama: Islam
Pengabdian Dinas/cabang: TNI Angkatan Udara
Masa dinas: 1986–sekarang
Pangkat: Marsekal TNI
Unit: Korps Penerbang (Angkut)
Riwayat Jabatan:

  • Perwira Penerbang Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh (1986-1993)
  • Kepala Seksi Latihan Skadron 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh (1993)
  • Komandan Flight Ops “A” Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh (1996)
  • Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara (Lanud) Adi Soemarno (1997)
  • Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarno (1998)
  • Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI (1998)
  • Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto (1999)
  • Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto (2000)
  • Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I (2001)
  • Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan (Sekkau) (2004)
  • Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh (2006)
  • Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara (2007)
  • Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo (2010-2011)
  • Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI (2011)
  • Pamen Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara (2011)
  • Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011-2013)
  • Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2013-2015)
  • Komandan Lanud Abdulrachman Saleh (2015)
  • Sekretariat Militer Presiden (2015-2016)
  • Irjen Kementerian Pertahanan (2016-2017)
  • Kasau (2017-Sekarang)

Perjalanan Karier Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

Setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU) pada 1986, Hadi mengawali karier di Skadron Udara 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Tugas Skadron Udara 4 yaitu mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas dan kursus penerbangan pesawat angkut. Tugas Hadi saat itu yaitu sebagai pilot pesawat angkut Cassa. Pada tahun 1993, ia menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Selain itu, pada tahun 1996, Hadi tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan, ia berganti meminpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops A Fightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.

Kemudian pada tahun 1997, Hadi Tjahjanto memimpin pendidikan penerbangan Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarno. Pada tahun 1998, Hadi Tjahjanto menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarno.

Pada tahun 1998 pula, ia menjabat menjadi Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI. Kemudian pada tahun 1999, Ia menjadi Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto. Pada tahun 2000, Hadi Tjahjanto menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto. Pada tahun 2001, Hadi Tjahjanto menjadi Komandan Satuan Udara Pertanian Komandan Operasi Angkatan Udara.

Pada tahun 2006, Hadi Tjahjanto menjabat sebagai Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh dan pada tahun 2007, ia menjadi Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara.

Pada tahun 2010, Hadi Tjahjanto menjabat menjadi Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo. Setahun kemudian tepatnya pada tahun 2011, Hadi Tjahjanto menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI dan Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara.

Dua tahun kemudian, Hadi Tjahjanto berpangkat Kolonel lalu ia menjabat sebagai Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional. Dua bulan menjabat kemudian ia menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2013-2015), Komandan Lanud Abdulrachman Saleh.

Pada Juli 2015, Hadi Tjahjanto mendapatkan tugas sebagai Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia Presiden Joko Widodo dan naik pangkat menjadi Marsekal Muda. Pada November 2016, Hadi Tjahjanto dilantik menjadi Irjen Kementrian Pertahanan. Setelah 3 bulan menjabat Irjen Kemenhan, pada 18 Januari 2017 ia menjadi Kepala Staf Angkatan Udara menggantikan posisi Agus Supriatna. Pada masa terseut, banyak kasus korupsi di Kemenhan yang terborkar diantaranya pengadaan pesawat dan helikopter.

Setelah dinyatakan lulus fit and proper test, pada jum’at (08/12) Marsekal Hadi dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto – Panglima Tentara Nasional Indonesia ke-17“, semoga bermanfaat