Profil Novel Baswedan – Penyidik KPK Terbaik dalam Pemberantasan Korupsi

Posted on

Profil Novel Baswedan – Novel Baswedan merupakan salah satu penyidik terbaik yang pernah dimiliki KPK. Mengawali karier di kepolisian, dan kemudian memilih menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebagai Penyidik KPK ia banyak membongkar kasus besar dengan resiko besar yang kadang mengancam kehidupan pribadinya. Hingga pada 11 April 2017, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Novel Baswedan merupakan cucu dari tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia pendiri BPUPKI, Abdurrahman Baswedan dan sepupu dari Anies Baswedan. Novel Baswedan dikenal di kalangan masyarakat anti korupsi sebagai penyidik KPK yang berani. Lebih lengkapnya simak ulasan dibawah ini mengenai profil lengkap Novel Baswedan.

Baca Juga : Profil Agus Rahardjo – Ketua KPK Periode 2015-2019

Profil Novel Baswedan

Novel Baswedan lahir di Semarang, 22 Juni 1977 yang merupakan lulusan Akademi Kepolisisan tahun 1998. Selang satu tahun kelulusannya, ia berkarier di Kepolisian Resor Kota Bengkulu. Pada tahun 2004, Novel dipercaya sebagai Kasat Reksrim Polres Bengkulu berpangkat Komisaris. Dari posisi tersebut, ia pun ditarik ke Bareskrim Mabes Polri selama kurang lebih dua tahun.

Pada Januari 2007, Novel mendapatkan tugas dari Mabes Polri di KPK sebagai penyidik anti korupsi. Karirnya sebagai penyidik KPK dinilai cukup gemilang. Terbukti Novel dipercaya menangani kasus-kasus besar dan berhasil menanganinya.

Novel berhasil membawa pulang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dari pelariannya di Kolombia. Ia juga mengungkap kasus wisma atlet yang turut menyeret anggota DPR Angelina Sondakh. Selain itu, Novel juga sukses menjebloskan Nunun Nurbaeti ke dalam penjara terkait kasus suap cek pelawat pada pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia tahun 2004 lalu. Tak berhenti sampai disitu, Novel juga turut membongkar kasus jual beli perkara Pemilukada dengan keterlibatan mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Atas pencapaiannya yang gemilang, pada tahun 2012 Novel Baswedan resmi diangkat menjadi penyidik tetap KPK.

Baca Juga : Profil Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

Novel baswedan kembali sukses membongkar korupsi simulator SIM di Polri yang merupakan korps asal Novel sebelum berada di KPK yang menjadi salah satu kasus fenomenal yang ia tangani. Dalam kasus tersebut, Novel sendiri yang memimpin seluruh operasi yang menyeret nama sejumlah petinggi Polri, mulai dari penyidikan hingga penggeledahan di markas Korlantas Polri. Bahkan, ketika opersai dijalankan saat itu Novel sempat mendapat perlawanan dari para seniornya di Polri yang memiliki pangkat lebih tinggi darinya.

Kasus tersebut mulai meretakkan kembali hubungan KPK dan Polri. Dari kejadian tersebut, Kepolisian kemudian menjerat Novel Baswedan dalam kasus penembakan tersangka pencurian sarang walet kala masih bertugas di Polres Bengkulu yang terjadi pada tahun 2004. Mei 2015 lalu Novel ditangkap di kediamannya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Berbagai kalangan menilai terdapat kejanggalan dalam kasus ini.

Padahal pada kasus yang terjadi di tahun 2004 ini sidang etik Polri telah menyimpulkan bahwa Novel Baswedan bukanlah pelakunya. Namun kenyataannya kasus tersebut dibuka kembali, saat Novel sedang gencar-gencarnya mengungkap kasus korupsi yang ada di tubuh Polri. Novel menegaskan bahwa penahanan dirinya merupakan salah satu upaya kriminalisasi KPK.

Hal mengejutkan kembali terjadi pada Novel Baswedan. Kejadian terserbut terjadi pada Selasa, 11 April 2017, Novel diserang oleh orang tidak dikenal dengan cara menyiramkan air keras berjenis asam sulfat H2SO4 ke wajah Novel dan mengenai matanya. Kejadian tersebut terjadi ketika Novel pulang dari Masjid Jami Al-Ihsan Pegangsaan Dua seusai melaksanakan solat subuh. Kedua pelaku yang berboncengan mengendarai motor matik tersebut langsung melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut, Novel langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di hari yang sama ia dirujuk ke Rumah Sakit Jakarta Eye Center, Jakarta Pusat. Sehari kemudian, Novel diterbangkan ke Singapura untuk mendapatkan perawatan intensif karena kornea mata Novel mengalami peradangan.

Misteri kasus penyerangan Novel Baswedan sedikit demi sedikit mulai terkuak pada akhir 2019 ini, polisi mengaku telah menangkap dua pelaku penyerangan terhadap Novel, dua pelaku disebut merupakan anggota polisi aktif.

Baca Juga : Profil Lengkap Anies Baswedan 

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Novel Baswedan – Penyidik KPK. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.