Profil Juliari Batubara – Menteri Sosial Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Presiden Joko Widodo mengumumkan jajaran Menteri di Kabinet Indonesia Maju di pelataran Istana Merdeka pada Rabu 23 Oktober 2019.

Salah satu nama yang disebut Presiden Joko Widodo adalah Juliari Batubara yang dipercaya menempati posisi Menteri Sosial.

Juliari Batubara merupakan politisi PDI Perjuangan yang merupakan anak sulung dari politisi senior PDI Perjuangan almarhum AP Batubara. Ia menjabata sebagai Wakil Bendahara Umum PDI Perjuangan pada periode 2019-2024.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju.

Juliari Batubara sempat menjabat sebagai anggota DPR dalam dua periode untuk daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah I. Ia juga pernah menjadi Ketua IV Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat PB PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indpnesia) pada tahun 2002-2004, dan menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) pada tahun 2003-2011.

Mengenal lebih dekat Juliari Batubara dengan mengetahui proil lengkapnya.

Profil Juliari Batubara

Memiliki nama lahir Juliari Peter Batubara, ia lahir di Jakarta 22 Juli 1972. Juliari Batubara menyelesaikan pendidikan SD dan SMP-nya di St Franciscus Asisi, Tebet, Jakarta dari tahun 1979 hingga 1988. Pendidian menengah atas ia selesaikan di SMAN 8 Tebet Jakarta dari tahun 1988-1991.

Juliari Batubara menyelesaikan kuliahnya di Riverside City College USA (1991-1995) dan Bussiness Administration with minor in Finance, Chapman University USA (1995-1997).

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Perjalanan Karir Juliari Batubara

Karir Juliari Batubara dimulai dari perjalanan bisnis, terbukti ia menduduki sejumlah jabatan penting dibeberapa perusahana. Diantaranya PT Wiraswasta Gemilang Indonesia, PT Arlinto Perkasa Buana, PT Bwana Energy, dan PT Tridaya Mandiri.

Pada usia 47 tahun, ia juga sempat menjadi Ketua Harian Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia ser5a dan Wakil Ketua Komite Tetap Akses Informasi Peluang Bisnis-Bidang UMKM Kadin pada 2009-2010.

Sedang karir politiknya dimulai bersama PDI Perjuangan saat ia menjadi anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan tahun 2003 dan 2008. Hingga pada 2010, Juliari dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan. Namun sebelum itu, ada beberapa jabatan penting yang pernah didudukinya.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Ia juga sempat aktif sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) tahun 2003-2011.

Pada 2002-2004, ia menjadi Ketua IV Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia.

Ia juga sempat menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Menengah 17 Agustus 1945 tahun 2003-2014, Ketua Biro Promosi dan Pemasaran KONI Pusat tahun 2007-2011.

Pada tahun 2007, Juliari menjadi Ketua Harian Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia (ASPELINDO) hingga 2014 dan menjadi Anggota Dewan Penasehat Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI) tahun 2008-2014.

Juliari juga sempat menjadi Yaitu meniadi Wakil Ketua Komite Tetap Akses Imformasi Peluang Bisnis-Bidang UMKM KADIN Indonesia pada tahun 2009-2010.

Sebelum ditunjuk menjadi Menteri Sosial, Juliari Batubara sedang menjabat sebagai anggota DPRD Komisi VI yang menangani Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM dan BUMN, serta Standardisasi Nasional. Ia mengaku akan mundur dari jabatannya jika dilantik menjadi menteri.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Edhy Prabowo – Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Edhy Prabowo menjadi salah satu nama yang disebut Presiden Joko Widodo dalam pengumuman pejabat menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Edhy Prabowo ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju yang sebelumnya di jabat oleh Susi Pudjiastuti.

Edhy Prabowo merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional dan juga dikenal dekat dengan Prabowo Subianto kini sama-sama menjabat sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Edhy Prabowo, dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil Edhy Prabowo

Edhy Prabowo, merupakan pria kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan 24 Desember 1972 dari pasangan Bapak Sutopo dan Ibu Sri Rejeki.

Edhy menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah atas di kota kelahirannya. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta tahun 1997. Edhy juga melanjutkan pendidikan S2 dan lulus tahun 2004, di Swiss German University (SGU) mengambil jurusan Magister Manajemen.

Awalnya, masyarakat mengenal Edhy Prabowo sebagai atlet pencak silat Nasional. Namanya mulai dikenal ketika berjaya di Pekan Olahraga Nasional (PON), dia juga pernah mengikuti kejuaraan tingkat mancanegara.

Namun, Edhy memilih berhenti sebagai atlet dan memilih berkarir sebagai tentara pada 1991. Saat itu, ia berhasil diterima menjadi anggota Akabri di Magelang, Jawa Tengah. Namun, karir sebagai tentara hanya sebentar, didunia militer ia hanya bertahan selama dua tahun saja.

Baca Juga : Profil Arifin Tasrif – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Setelah itu, Edhy memutuskan untuk merantau ke Jakarta, dan diperkenalkan dengan Prabowo Subianto yang saat itu masih berpangkat Letkol dan menjabat Dangrup III TNI AD.

Hingga akhirnya, Prabowo menampung Edhy dan teman-temannya. Khusus untuk Edhy, Prabowo membiayai Edhy untuk melanjutnya studinya di ilmu pendidikan Fakultas Ekonomi Universitas Moestopo.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Edhy menjadi orang kepercayaan Prabowo. Ia menjadi orang yang mendampingi Prabowo saat berdomisili di Jerman dan Yordania.

Pasca Prabowo mendirikan Partai Gerindra, Edhy mencalonkan diri menjadi caleg dikampung halamannya yaitu Dapil II Sumatera Selatan. Didaerah tersebut, Edhy harus bersaing dengan sejumlah politisi senior seperti Mustafa Kamal, Dodi Alex Nurdin, dan Nazarudin Kiemas. Edhy berhasil menjadi caleg kelima yang memperoleh suara terbanyak.

Pada pemilu tahun 2014, Edhy berhasil menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk Dapil Sumatra Selatan I setelah memperoleh 75,186 suara.

Edhy Prabowo juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional DPP Partai Gerindra sejak 2012 hingga sekarang.

Baca Juga : Profil Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan

Edhy Prabowo juga dikenal sebagai pengusaha. Ia mendirikan perusahaan jasa keamanan yaitu PT Garuda Security Nusantara dan menjabat menjadi Presiden Direktur. Dia juga sempat menjadi Komisaris di PT. Kiani Lestari Jakarta, perusahaan kertas milik Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto.

Edhy saat ini menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maaruf Periode II 2019-2024.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Edhy Prabowo – Menteri Kelautan dan Perikanan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Johnny G. Plate – Menteri Komunikasi dan Informatika (MenKomInfo) Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Johnny G. Plate sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (MenKomInfo) periode 2019-2024.

Johnny G. Plate merupakan Sekjen Partai Nasdem yang menggantikan Rudiantara selaku Menkominfo periode pertama kabinet presiden Jokowi. Lalu siapakah Johnny G. Plate? simak profilnya secara lengkap berikut ini.

Baca Juga : Profil Arifin Tasrif – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Profil dan Perjalanan Johnny G. Plate

Johnny G. Plate, merupakan pria kelahiran Ruteng, NTT 10 September 1956. Ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di kota kelahiran, dan melanjutkan pendidikan tingkat tingginya di Universitas Katolik Atma Jaya dan lulus tahun 1986.

Sebelum berkarir didunia politik, ia merupakan seorang pengusaha. Johnny G. Plate memulai bisnis dibidang alat-alat kebutuhan perkebunan di awal tahun 1980-an .

Sukses dibisnis alat pertanian, bersama koleganya, Johny memperluas bisnisnya ke dunia transportasi penerbangan dan sempat menjadi bagian dari bisnis Air Asia.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Sukses didunia bisnis, johny tertarik terjun ke dunia Politik. Karir di politik dimulai saat ia bergabung dengan Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI). Ia juga sempat dipercaya menjadi Ketua Mahkamah PKDI hingga 2013. Selanjutnya, Johny hijrah ke Partai Nasdem.

Pada tahun 2014 ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan (DPR-RI) Partai Nasdem mewakili daerah NTT. Ia duduk di Komisi XI membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank di DPR RI untuk periode 2014-2019.

Pada Pemilihan Umum Legislatif tahun 2019, Johny kembali terpilih kembali menjadi anggota DPR tetapi ia merelakan jabatannya tersebut lantaran diminta menjadi Menkominfo oleh presiden Jokowi.

Baca Juga : Profil Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Johnny G. Plate Menteri Komunikasi dan Informatika. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Maju

InfoBiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan periode 2019-2024. Sebelumnya, Budi Karya juga menjabat di posisi yang sama pada kabinet kerja sejak 27 Juli 2016 menggantikan Ignasius Jonan.

Budi Karya dikenal sebagai salah satu Menteri yang paling dekat dengan Presiden Joko Widodo, karena ia selalu menjadi pilihan presiden sejak masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Karirnya sebagai menteri perhubungan, dinilai cukup sukses dalam menangani mudik lebaran pada tahun 2018 dan 2019. Hingga akhirnya, ia kembali ditunjuk untuk tetap menjadi menteri Perhubungan di kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga : Profil Agus Suparmanto – Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju

Selain berkarir didunia politik, selama ini Budi Karya dikenal sebagai profesional yang bertangan dingin dalam memimpin sebuah perusahaan. Kiprahnya mulai mentereng sejak memimpin Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibukota, yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Atas keberhasilannya itu, dia dipercaya memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PT Angkasa Pura II.

Mengenal lebih dekat Budi Karya, dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil Budi Karya Sumadi

Budi Karya Sumadi merupakan pria kelahiran Palembang, 18 Desember 1956 yang menghabiskan masa kecil di kota kelahirannya. Saat berusia 10 tahun, ia dapat sempat membantu usaha orang tuanya berjualan sabun, lilin, makanan kering, dan selai pisang.

Ayah Budi Karya bernama Abdul Somad Sumadi seorang pejuang di Sumatera Selatan bekerja di Kanwil Deppen Sumsel (1962) setelah sebelumnya pernah bekerja sebagai guru dan utusan pemerintahan Bung Karno.

Baca Juga : Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju

Sedangkan sang Ibu, Kusmiati bekerja sebagai guru TK yang kemudian menjadi anggota DPRD Sumsel tahun 1956-1959. Sang Ibu juga pernah menjadi pimpinan Redaksi Obor Rakyat yang terbit tahun 1962.

Budi Karya menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SD Muhammadiyah Bukit Kecil, lalu melanjutkan ke SMPN 1 Talang Semut Lama dan SMA Xaverius I. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Jurusan Arsitektur di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Budi Karya mengawali karirnya sebagai arsitek perencanaan di Departemen Real Estate PT. Pembangunan Jaya, prestasi Budi Karya terbilang gemilang. Bahkan, ia sempat menjadi Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. dan PT. Jakarta Propertindo yang merupakan bagian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Budi Karya banyak terlibat di berbagai proyek ibukota.

Salah satu proyek yang pernah dibangun dibawah kepemimpinan Budi Karya yaitu revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio, penyelesaian rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Marunda, serta Electronic Road Pricing (ERP).

Berkat suksesnya proyek dibawah kepemimpinannya, Budi Karya dipercaya memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT. Angkasa Pura II yang mengelola 13 bandara di Indonesia termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Kedekatan Budi Karya dan Presiden Joko Widodo sudah terjalin sejak Presiden Joko Widodo masih menjabat sebagai gubernur Pemprov DKI Jakarta.

Karir di dunia politiknya di mulai pada saat moment Reshuffle Kabinet Jilid II yang disampaikan di Istana pada tanggal 27 Juli 2016, Budi Karya dipilih sebagai Menteri Perhubungan menggantikan Igniatus Jonan.

Saat dilantik menjadi Menteri Perhubungan, Budi Karya mengaku dititipi dua pesan oleh presiden yaitu dirinya diminta untuk memperbaiki masalah konektivitas baik untuk jalur darat, laut, maupun udara. Lalu pesan kedua, dirinya diharapkan mampu memberdayakan stakeholder dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Baca Juga : Profil Arifin Tasrif – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Arifin Tasrif – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabinet Indonesia Maju

InfoBiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Arifin Tasrif resmi sebagai menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk lima tahun ke depan menggantikan Ignasius Jonan.

Sebelumnya, Arifin Tasrif menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang sejak 2017, di usia 66 tahun. Sebelum menjadi Dubes, Ia lama berkarier sebagai direksi di beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Arifin Tasrif dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil Arifin Tasrif

Arifin Tasrif, merupakan pria kelahiran Jakarta, 19 Juni 1953. Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Yayasan Pendidikan Harapan, Medan (1968-1971). Lalu melanjutkan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Kimia pada tahun 1972.

Arifin pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis PT Rekayasa Industri selama enam tahun dari 1995-2001. Dan selama kurang lebih 10 tahun, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Petrokimia Gresik (2001-2010).

Arifin pernah juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, ia merupakan dirut pertama BUMN pupuk setelah holdingisasi yang dilakukan oleh kementerian BUMN. Arifin ditugaskan oleh Kementerian BUMN untuk mengkoordinasikan produksi dan distribusi lima perusahaan pupuk nasional.

Arifin menjabat sebagai dirut di PT Pupuk Indonesia selama kurang lebih 5 tahun dimulai sejak 2010-2015.

Baca Juga : Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju

Pada tahun 2011, ia menerima penghargaan Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization) atas kontribusinya dalam dunia keprofesian sebagai insinyur di Indonesia maupun regional Asia Tenggara.

Selepas menjadi dirut di PT Pupuk Indonesia , Arifin ditunjuk menjadi DUta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia. Menggantikan Yusron Ihza Mahendra pada 22 Juni 2017.

Namun, sebelum masa jabatannya selesai, Arifin Tasfir ditunjuk untuk menjadi Menteri ESDM oleh Presiden Jokowi pada Kabinet Indonesia Maju menggantikan Ignasius Jonan untuk periode lima tahun ke depan.

Baca Juga : Profil Agus Suparmanto – Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Arifin Tasrif – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Agus Suparmanto – Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Agus Suparmanto merupakan Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang terpilih menjadi Menteri Perdagangan dalam Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024. Agus Suparmanto menggantikan posisi Enggartiasto Lukita di Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada periode 2014-2019 lalu.

Agus secara resmi telah diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Perdagangan bersama jajaran menteri lainnya di pelataran Istana Merdeka pada 23 Oktober 2019.

Sebelum menjadi menteri, Agus Suparmanto dikenal aktif di salah satu cabang olahraga, anggar. Mengenal lebih dekat Agus Suparmanto dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Baca Juga : Profil Agus Gumiwang Kartasasmita – Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Maju

Profil Agus Suparmanto

Agus Suparmanto ialah Pria kelahitan Ruteng, NTT, 10 September 1956. Agus merupakan salah satu anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjadi salah satu partai pendukung Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sebelum menjadi menteri, Agus dikenal aktif di salah satu cabang olahraga, Anggar. Ia menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) sebanyak dua periode, yaitu 2014-2018 dan 2018-2022.

Saat menjabat sebagai Ketum PB Ikasi, Agus bertekad untuk memajukan cabang olahraga anggar dengan menyediakan sarana dan prasarana serta pelatih disetiap daerah.

“Jika orang tertarik untuk terjun pada dunia anggar namun tidak ada tempat latihan, atau sebaliknya, tempat latihan ada tapi tidak ada pelatihnya, tentu itu akan menjadi hambatan bagi pembibitan calon-calon atlet baru. Ke depannya kita akan membenahi hal tersebut,” Ungkapnya.

Baca Juga : Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju

Selain berkarir didunia politik dan Olahraga, Agus juga seorang pengusaha sukses. Ia merupakan Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB) yang beroperasi di Bangka Belitung di mana pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra turut berada di salah satu jajaran pimpinan.

Pada 2016, GMB mempunyai proyek pembangunan dok kapal di Manggar yakni tepatnya di pinggir aliran sungai Manggar, Belitung Timur, yang dikerjakan dengan menggandeng anak usaha PT Timah Tbk, yaitu PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK).

Dan saat ini, Agus Suparmanto merupakan Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju yang ditunjukk oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Agus Suparmanto – Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Agus Gumiwang Kartasasmita – Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Agus Gumiwang Kartasasmita ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo masuk dalam jajaran menteri diperiode jilid II sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Agus Gumiwang juga sempat menjabat sebagai menteri sosial sejak 28 Agustus 2018 hingga 20 Oktober 2019 , menggantikan Idrus Marham yang tersangkut kasus korupsi.

Saat menjabat menjadi Menteri sosial, Agus Gumiwang sempat menjadi sorotan masyarakat luas ketika menggendong seorang balita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Beruntung, balita tersebut bisa berkumpul lagi dengan keluarganya setelah terpisah.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Agus Gumiwang Kartasasmita dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil Agus Gumiwang Kartasasmita

Agus Gumiwang Kartasasmita merupakan pria kelahiran Jakarta, 3 Januari 1969. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Ginandjar Kartasasmita dan Yultin Harlotina.

Agus Gumiwang berasal dari keluarga menengah keatas, Ayahnya merupakan menteri pada Orde Baru. Agus menyelesaikan sekolah dasar dan menengah pertama di Jakarta, sedangkan pendidikan menengah atas dan S1 dilanjutkan di luar negeri. Pendidikan S1 di Pacific Western University dan Northeastern University, Amerika Serikat (AS). Pendidikan Pascasarjana Magister Administrasi Publik di Universitas Pasundan, kemudian program Doktor Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Karir profesional Agus Gumiwang pernah menjadi Presiden Direktur PT Agumar Eka (1994-1999) dan masih aktif sebagai Komisaris PT Asiana Lintas Development (2012-sekarang).

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Dunia politik bukan hal yang baru bagi Agus Gumiwang. Ia merupakan putra dari Ginandjar Kartasasmita, salah satu tokoh berpengaruh zaman Presiden Soeharto. Ayahnya merupakan tokoh Golkar juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2004-2009.

Agus Gumiwang mulai terjun di dunia politik sejak lulus S1 dari AS pada tahun 1994 dengan bergabung dengan organisasi kepemudaan Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Agus Gumiwang juga langsung menjadi Wasekjen DPP AMPI (1994-1999), Kemudian berlanjut sebagai Ketua DPD Golkar Jabar hingga posisi terakhirnya sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pengabdian Masyarakat (2016-2019).

Agus Gumiwang tidak menyelesaikan jabatanya di DPR, karena pada Agustus 2018, ia menggantikan posisi Idrus Marham sebagai Menteri Sosial karena kasus korupsi.

Hingga pada periode II kepemimpinan Presiden Jokowi, Agus Gumiwang kembali ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian periode 2019-2024.

Baca Juga : Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Agus Gumiwang Kartasasmita – Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Fuad Rizal Sebelum Jadi Plt Dirut Garuda Indonesia LENGKAP

Profil Fuad Rizal – Menteri BUMN Erick Thohir telah menunjuk Fuad Rizal sebagai pengganti Ari Askhara yang resmi dicopot jabatannya sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia lantaran kasus penyelundupan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang dimasukkan ke dalam pesawat Garuda jenis Airbus A3330-900 Neo.

Setelah jabatan Dirut Garuda kosong, Fuad Rizal yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia kini resmi dipilih sebagai penganti Dirut Garuda Indonesia.

Baca Juga : Profil Ari Askhara – Mantan Dirut Garuda Indonesia

Berikut profil Fuad Rizal secara lengkapnya.

Dikutip dari laman resmi Garuda Indonesia, FUad Rizal merupakan pria kelahiran Jakarta, 2 Januari 1978, dan merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2000.

Sebelum di tunjuk menjadi Plt Dirut Garuda Indonesia, Fuad sendiri telah menduduki jabatan penting di Garuda Indonesia sejak Februari 2015. Saat itu, Fuad ditunjuk untuk mengisi bagian keuangan dan perbendaharaan perseroan hingga September 2018.

Setelah itu, ia menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko hingga saat ini.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Sebelum berkarir dengan Garuda, Fuad Rizal sudah kerap malang melintang di sejumlah perusahaan, mulai dari Bank CIMB Niaga dari 2007-2010, ANZ 2010-2011, hingga Standard Chartered Bank dari November 2011 hingga Februari 2016.

Hingga akhirnya, pasca Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara terkait dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson melalui pesawat anyar Garuda, Airbus 330-900 Neo. Fuad Rizal ditunjuk Dewan Komisaris Garuda Indonesia resmi menetapkan Fuad Rizal sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Garuda Indonesia disamping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

“Penetapan Fuad Rizal Sebagai Plt Direktur Utama Garuda Indonesia akan berlaku hingga dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia dalam waktu dekat,” ujar VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan dalam keterangan tertulis, 6 Desember 2019.

Baca Juga : Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Fuad Rizal Plt Dirut Garuda Indonesia . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Ari Askhara – Mantan Dirut Garuda Indonesia dan Kekayaannya

Profil Ari Askhara – Baru-baru ini Indonesia dihebohkan dengan kasus dugaan penyelundupan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam maskapai Garuda Indonesia yang dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara.

Akibat kasus tersebut, Ari Askhara resmi diberhentikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada 5 Desember 2019. Pemberhentian tersebut disebabkan adanya kabar dugaan penyelundupan onderdil motor Harley Davidson keluaran 1972 serta dua sepeda Brompton.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Ari Askhara merupakan alumni Universitas Gajah Mada (UGM) yang ternyata baru satu tahun menjabat sebagai Dirut Garuda Indonesia. Ia terpilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 September 2018 lalu menggantikan Nugraha Mansury yang juga menjabat selama setahun sejak 2017.

Profil Ari Askhara

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau sering dikenal Ari Askhara adalah pria kelahiran 13 Oktober 1971. Sebelum menjabat sebagai Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara menjabat sebagai Dirut Pelindo III pada Mei 2017.

Sebelumnya, Ari Askhara juga pernah berada di jajaran direksi Garuda tepatnya sebagai Direktur Keuangan dan Risiko saat era Direktur Utama Arif Wibowo.

Ari Askhara kerap berganti-ganti perusahaan, tercatat sejak 2013 hingga 2018, ia telah menggenggam 4 jabatan direksi di perusahaan berbeda.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Ditahun 2013, dia menjabat sebagai Head of Natural Resources ANZ, lalu kemudian beralih sebagai CFO PT Pelindo III, kemudian CFO & Risk Director Garuda, lalu Director of Human Capital and Development PT Wijaya Karya Tbk, dan terakhir pada 2018 sebagai Dirut PT Pelindo III, lalu pada September 2018 ia menjabar sebagai Dirut Garuda Indonesia.

Namun, pada 5 Desember 2019, Ari Askhara resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Dirut Garuda Indonesia dikarenakan kasus penyelundupan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam maskapai Garuda Indonesia yang banyak merugikan negara.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Harta Kekayaan Ari Askhara

Berdasarkan pengumuman laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LKHPN), Ari Askhara memiliki kekayaan total mencapai Rp 37,5 miliar. Laporan tersebut disampaikan pada 31 Desember 2018 lalu.

Harta tersebut terbagi dalam beberapa bentuk, antara lain:

Ari Askhara memiliki delapan tanah dan bangunan yang berada di beberapa daerah. Dengan total tanah dan bangunannya mencapai lebih dari Rp 23 miliar.

Sementara itu untuk alat transportasi dan mesin yang dimilki, Ari Askhara tercatat memiliki tiga buah mobil. Tiga mobil tersebut adalah Pajero Sport Jeep 2012, Sedan Mazda 2017, dan Minibus Lexus 2016. Totalnya mencapai lebih dari Rp 1,3 miliar.

Sementara itu, harta bergerak lain tercatat senilai Rp 95 juta. Sedangkan untuk kas dan setara kas, Ari Askhara memiliki lebih dari Rp 10,4 miliar. Harta lain tercatat senilai dari Rp 2,38 miliar.

Sementara itu Ari Askhara tercatat tidak memiliki utang.

Baca Juga : Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Ari Askhara – Mantan Dirut Garuda Indonesia . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri & Kekayaanya LENGKAP

Profil Royke Tumilaar – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menunjuk Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada senin 9 Desember 2019. Pengangkatan Royke Tumilaar untuk menggantikan posisi Kartika Wirjoatmodjo yang diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN mendampingi Erick Thohir.

Royke Tumilaar disahkan sebagai Dirut Bank Mandiri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin 9 Desember 2019 siang lalu.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Royke Tumilaar dengan mengetahui profil dan biografi lengkapnya berikut ini.

Profil Lengkap Royke Tumilaar

Royke Tumilaar merupakan pria kelahiran Manado, 21 Maret 1964. Ia adalah alumni Universitas Trisakti tahun 1987. Ia mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari jurusan Jurusan Ekonomi Manajemen disana. Ia juga memperoleh gelar Master of Business Finance di University of Technology Sydney pada tahun 1999.

Pada tahun 1999. Royke bergabung dengan Bank Mandiri melalui Bank Dagang Negara (BDN), yang merupakan warisan Bank Mandiri, dimana jabatan terakhirnya adalah Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Pada tahun 2007, Royke mendapatkan promosi menjadi Group Head Regional Commercial Sales I sampai dengan Mei 2010, dan pada bulan Agustus 2009 merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Pada Mei 2010, Royke menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan Mei 2011.

Selanjutnya pada Mei 2011, Beliau diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management.

Pada tahun 2016, ia sudah psempat dicalonkan menjadi direktur utama, namun akhirnya Kartika Wirjoatmodjo yang terpilih. Lalu pada 9 Desember 2019, Menteri BUMN, Erick Thohir mengungkapkan bahwa Royke sudah pasti menjadi Direktur Utama Mandiri.

Penetapan ini dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri pada siang 9 Desember 2019. RUPSLB ini juga akan menetapkan Muhammad Chatib Basri (Menkeu era Presiden Yudhoyono) menjadi Wakil Komisiaris.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Harta Kekayaan Royke Tumilaar

Mengutip LHKPN, kekayaan Royke Tumilar per tanggal 31 Desember 2018 tercatat sebesar Rp78 miliar. Kekayaan tersebut berupa tanah dan bangunan senilai Rp26,5 miliar dan tanah seluas 383 m2/351 m2 di Jakarta Selatan dengan nilai Rp13 miliar.

Serta harta berupa alat transportasi dan mesin, yaitu 4 kendaraan yang terdaftar. Mobil Landrover Range Rover tahun 2011 Rp675 juta, Mobil Fortuner Jeep S.C Tahun 2014 Rp275 juta, Mobil Vellvire Micro/MiniBus 2.5 G A/T tahun 2015 Rp785 juta, dan yang terakhir Mobil Lexus Jeep S.C HDTP tahun 2016 Rp2,5 miliar.

Ia juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp3,7 miliar. Royke juga mempunyai surat berharga senilai Rp5,6 miliar, dan memiliki aset kas dan setaranya sebesar Rp11,2 miliar.

Selain memiliki harta yang banyak, diketahui Royke juga memiliki sejumlah utang sebesar Rp13 miliar.

Baca Juga : Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju 2019-2024

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Erick Thohir sebagai Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Erick Thohir merupakan salah satu tokoh penguasa nasional yang dipercaya Presiden Joko Widodo dalam Kabinet Indonesia Maju. Erick dilantik sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Periode 2019-2024.

Erick Thohir merupakan pengusaha sukses di sektor media dan menjadi figur penting dalam keberhasilan Asian Games 2018. Ia merupakan pendiri Mahaka Group yang memiliki banyak media massa, mulai dari radio, media cetak, online, hingga pertelevisian. Ia juga merupakan pemilik klub sepak bola Italia, Inter Milan.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan

Mengenal lebih dekat Erick Thohir, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Erick Thohir

Erick Thohir lahir di Jakarta pada tanggal 30 Mei 1970, dari pasangan Teddy Thohir dan Edna Thohir. Erick Thohir memiliki saudara bernama Garibaldi Thohir yaitu seorang bankir investasi dan Rika Thohir. Ia terlahir dari keluarga pengusaha. Ayahnya bersama William Soeryadjaya merupakan pemilik dari Grup Astra International.

Pada 1993, Erick lulus program Master untuk Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, dan sebelumnya telah merampungkan gelar sarjananya (Bachelor of Arts) diperoleh dari Glendale University.

Setelah merampungkan pendidikan dan kembali ke Indonesia, Erick Thohir bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy mendirikan Mahaka Group, yaitu perusahaan swasta yang bergerak di bidang media, telekomunikasi, rumah produksi hingga olahraga. Hingga pada 2001, perusahaan ini membeli Republika yang saat itu berada diambang kebangkrutan.

Baca Juga : Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri

Erick menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, dan kemudian menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga kini.

Mahaka Group juga membeli Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia engan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya, media ini dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media. Erick juga menjabat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN).

Hingga tahun 2009, Mahaka Group telah berkembang di dunia media dan menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest. Sementara untuk bisnis media surat kabar, Grup Mahaka memiliki Sin Chew Indonesia danRepublika, sementara untuk Stasiun TV, Grup Mahaka Miliknya memiliki JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Selain berbisnis dibidang media, Erick Thohir juga memiliki bisnis dibidang periklanan, seperti jual beli tiket serta desain situs web. Ia juga mendirikan organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan “Dompet Dhuafa Republika”, serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup, dan Beyond Media.

Erick Thohir sangat mencintai olahraga basket, maka ia mendirikan klub Bola Basket Mahaka Satria Muda Jakarta dan Mahaputri Jakarta.

Erick juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara(SEABA) selama dua kali, yaitu periode 2006–2010 dan 2010–2014.

Erick juga dipercaya menjadi Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Ditahun ini juga, hohir dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United. Transaksi ini membuat namanya dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah ia membeli saham dari Philadelphia 76ers.

Pada 2013 lalu, Erick Thohir membeli kepemilikikan 70% saham Klub Sepak Bola asal Italia Inter Milan, dari pemilik sebelumnya Massimo Moratti senilai 350 juta euro atau setara dengan 5,3 Triliun. Lewat pembelian tersebut, membuat Erick Thohir menjadi pemilik klun sepakbola besar Eropa terbaru yang berasal dari negara berkembang. Hingga pada 15 November 2013, ia resmi menjabat sebagai presiden klub Inter Milan yang baru.

Namun, setelah itu, Suning Group yaitu perusahaan asal China membeli kepemilikan saham mayoritas Inter Milan dari Erick Thohir. Meskipun demikian, Erick Thohir masih memiliki 30% dan masih menjabat sebagai Presiden Klub Inter Milan.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Ia juga sempat menjabat sebagai ketua INASGOC yaitu sebuah badan yang mengelola Asian Games 2018 yang digelar diIndonesia.

Setelah sukses sebagai ketua INASGOC dalam menjalankan Asian Games 2018, Erick Thohir kemudian ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Hingga akhirnya, ia ditunjuk sebagai Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024. Erick Thohir resmi menjadi Menteri BUMN setelah Presiden Jokowi mengumumkan jajaran Kabinet 2019-2024 di depan Istana Merdeka pada 23 Oktober 2019 lalu.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Ruselli Hartawan – Pemain Bulutangkis Tunggal Putri Indonesia

Profil Ruselli Hartawan – Ruselli Hartawan adalah pemain bulutangkis Indonesia yang merupakan anggota Klub Jaya Raya Jakarta, dan terpilih dalam tim nasional (timnas) bulutangkis Indonesia pada 2013.

Karir Ruselli semakin cemerlang setelah berhasil mengalahkan An Se Young (Korea Selatan) pada ajang Hong Kong Open 2019. An Se Young merupakan salah satu pebulutangkis muda paling disegani tahun ini.

Ruselli Hartawan berhasil melaju ke babak perempatfinal Hong Kong Open 2019 usai sukses mengandaskan An Se Young (Korea Selatan), pada 14 November 2019 di Hong Kong Coliseum. Ruselli berhasil mengakhiri laga dengan kemenangan lewat straight games 21-18 & 21-19.

Baca Juga : Profil Anthony Sinisuka Ginting

Sebetulnya, Ruselli bukanlah pemain bulutangkis baru di sektor putri Indonesia. Ia sudah malang melintang di sejumlah turnamen bulutangkis. Hanya saja namanya tenggelam karena minimnya prestasi yang diraihnya.

Dimusim Sea Games 2019 di Filiphina, Ruselli berhasil masuk final melawan malaysia pada 09 Desember 2019.

Mengenal lebih dekat dengan Ruselli Hartawan pemain bulutangkis tunggal putri Indonesia.

Profil Lengkap Ruselli Hartawan

Nama lahir : Ruselli Hartawan
Kebangsaan : Indonesia
Lahir : DKI Jakarta, 27 Desember 1997
Tinggi : 160 cm
Berat : 57,5 kg

Ruselli Hartawan lahir pada 27 Desember 1997 di Jakarta. Ia merupakan anggota klub Jaya Raya Jakarta dan mulai masuk dalam Pelatnas PBSI pada 2013 lalu. Saat ini, RUselli menempati ranking ke-35 dunia.

Ruselli juga pernah ikut dalam tim Piala Uber Indonesia dan pencapaian tertinggi Ruselli yaitu menjuarai ajang International Chalenge Malaysia International tahun 2017 dan Singapore International 2017.

Baca Juga : Profil Jonatan Christie

Pada tahun 2019, Ruselli mengikuti ajang Hong Kong Open 2019. Diajang tersebut Ruselli berhasil mengalahkan An Se Young (Korea Selatan) pada ajang Hong Kong Open 2019. An Se Young merupakan salah satu pebulutangkis muda paling disegani tahun ini. Namun, ia gagal melanjutkan langkah ke babak semifinal Hong Kong Open 2019 saat betanding melawan pemain unggulan wakil Amerika Serikat, Zhang Beiwen.

Hasil ini sekaligus membuat Indonesia kehabisan wakil di nomor tunggal putri pada ajang Hong Kong Open 2019.

Sedangkan pada ajang SEA Games 2019 di Filipina, Ruselli berhasil lolos ke final bulutangkis perorangan SEA Games 2019.

Pada babak semifinal, Ruselli membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama asal Thailand, Pornpawee Chochuwong lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 10-21, dan 21-18.

Dengan hasil tersebut, membuat Ruselli menjadi satu-satunya wakil tunggal putri yang maju ke babak empat besar setelah Gregoria Mariska Tunjung tersingkir di perempat final.

Baca Juga : Profil Ihsan Maulana Mustofa

Di ajang SEA Games 2019, Indonesia mengirimkan tiga wakil ke final bulu tangkis perorangan SEA Games 2019. Wakil pertama Indonesia di final SEA Games 2019 adalah ganda campuram Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti. Mereka akan menghadapi pasangan Malaysia, Vs Goh Soon Huat / Lai Shevon Jemie.

Tunggal putri Ruselli Hartawan juga akan menantang pemain Malaysia, Kisona Selvaduray. Wakil ketiga adalah ganda putri. Unggulan pertama Greysia Polii / Apriyani Rahayu bakal berhadapan dengan Chayanit Chaladchalam / Phataimas Muenwong dari Thailand.

Dari cabang bulu tangkis SEA Games 2019, Indonesia sudah merebut medali emas nomor beregu setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1.

Baca Juga : Profil Marcus Fernaldi Gideon

Itulah informasi tentang Profil Ruselli Hartawan, Karir dan Prestasi Sebagai Pemain Bola Profesional Dunia, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.