Biografi dan Profil Lengkap Pak Raden – Ilustrator Pencipta Tokoh Si Unyil

Posted on

Biografi dan Profil Lengkap Pak Raden Sebagai Seorang Ilustrator Pencipta Tokoh Si Unyil

InfoBiografi.Com – Pak Raden merupakan ilustrator pencipta tokoh Si Unyil. Pak raden merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara yang lahir pada 28 November 1932 di Puger, Jember, Jawa Timur dengan nama asli Drs. Suyadi atau Raden Soejadi. Tokoh pak raden dikenal dengan kekhasannya yang mengenakan beskap hitam, kumis palsu yang tebal, blankon dan juga tongkat kayu.

Profil Singkat Pak Raden

Nama : Drs. Suyadi/ Raden Soejadi
Nama lain : Pak Raden
Lahir : Puger, Jember, Jawa Timur, 28 November 1932
Wafat : Jakarta,  30 Oktober 2015

Masa Kecil Dan Pendidikan Pak Raden

Suyadi kecil sangatlah gemar menggambar, Ia menggambar menggunakan arang atau kapur di halaman rumahnya. Apabila sudah menggambar, ia merasa telah menemukan dunianya bahkan ia menggunkan tembok rumahnya untuk melampiaskan hobinya.

Kegemaran menggambar tersebut membuahkan hasil, pada tahun 1952 kegemaran tersebut membawa Suyadi diterima di Institut Teknologi Bandung atau ITB dengan jurusan seni rupa.

Saat menjalani pendidikannya di ITB, bakat menggambar yang dimiliki Suyadi semakin terasah dan Ia semakin mencintai seni. Selama kuliah, Ia telah menghasilkan beberapa karya berupa buku cerita bergambar bagi anak-anak yang dimana Suyadi sebagai ilustrator sekaligus penulisnya, serta membuat film pendek animasi bagi anak-anak.

Pada tahun 1960, Drs. Suyadi lulus dari ITB, kemudian Ia melanjutkan pendidikannya untuk mendalami pengetahuannya tentang animasi di Perancis, disana Ia belajar selama empat tahun dari tahun 1961 sampai 1963.

Setelah pendidikannya di perancis telah selesai, Ia pulang ke Indonesia. Kemudian dari tahun 1965 hingga 1975, Drs. Suyadi menjadi staf pengajar di Institut Teknologi Bandung untuk jurusan seni rupa dalam seni ilustrasi. Drs. Suyadi juga mengajar di Institut Kesenian Jakarta, disana Ia khusus mengajar animasi.

Menciptakan Si Unyil dan Dikenal Sebagai Pak Raden

Pada tahun 1980, Drs. Suyadi menciptakan tokoh Si Unyil. Penamaan Unyil sendiri diambil dari kata Mungil yang berarti kecil. Setelah menciptakan tokoh Si Unyil kemudian ia menciptakan tokoh antagonis dalam serial sandiwara boneka Si Unyil yang waktu itu tayang di TVRI bernama Pak Raden, dan yang menjadi pengisi suara tokoh Pak Raden tersebut adalah Drs. Suyadi sendiri. Karena itu, kemudian Drs. Suyadi lebih dikenal dengan nama Pak Raden.

Selain kedua tokoh tersebut, Drs. Suyadi juga menciptakan tokoh lain yaitu Pak Ogah dan Bu Bariah. Dalam serial drama boneka tersebut selain menjadi pencipta dan pengisi suara, Drs. Suyadi juga menjadi Art director.

Serial Si Unyil tersebut sangat disukai oleh anak-anak pada tahun 1981 yang tayang di TVRI setiap hari minggu, serial tersebut diproduksi oleh PPFN sampai tahun 1993. Namun hingga sekarang Si Unyil masih tayang di televisi untuk memberikan informasi yang mengedukasi.

Pak Raden tidak hanya gemar menggambar dan melukis tetapi Ia juga gemar mendalang, mendongeng, membuat ilustrasi buku anak, serta membuat boneka. Namun sketsa hasil karya Pak Raden tersebut tidak dipublikasikan melainkan untuk koleksinya di rumah dan dibiarkan berserakan. Pak raden memilih hidup membujang.

Dari Tahun 1970-an hingga sekarang, Pak Raden telah mendapatkan sejumlah penghargaan di bidang pustaka atas karyanya, Pak Raden dianugrahi Ganesha Widya Jasa Utama atas jasa serta prestasinya sebagai Pelopor Bidang Industri Kreatif Klaster Animasi dan Tokoh Animator Nasional. Penghargaan tersebut diberikan pada saat peringatan Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia yang ke 92 tahun di Aula Barat ITB. Pak Raden sempat mengeluarkan buku berjudul Petruk Jadi Raja pada 2008 lalu.

Pak Raden terus memperjuangkan hak cipta atas boneka Si Unyil selam hidupnya, karena hak cipta tersebut dipegang oleh PPFN. Pada 14 Desember 1995, Pak Raden membuat perjanjian penyerahan hak cipta dengan PPFN. Dalam perjanjian tersebut, kedua pihak sepakat mengenai hak cipta Si Unyil hanya berlaku 5 tahun terhitung dari penandatanganana perjanjian tersebut. Namun PPFN menganggap bahwa pewnyerahan hak cipta tersebut berlaku selamanya dan Pak Raden pun tidak pernah mendapatkan royalti atas karya yang telah dibuatnya.

Wafatnya Pak Raden

Pada 30 Oktober 2015 pukul 22.20 WIB, dalam usia 82 tahun Pak Raden meninggal dunia di Runmah Sakit Pelni akibat penyakit Osteoarthritis yang di deritanya. Sehari setelah itu, jasad Pak Raden dimakanmkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.