17 Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’

4 min read

Profil Pengusaha Muda IndonesiaForbes adalah media yang kerap mengurut daftar-daftar pengusaha atau orang terkaya dunia. Belum lama ini, Forbes kembali mengeluarkan daftar pengusaha muda sukses yang bertajuk ’30 under 30’ tingkat Asia dengan kategori pengusaha pada edisi 02 April 2019.

Pada edisi ’30 under 30’ Forbes menyaring para pemuda yang sukses membangun bisnisnya dari 23 negara dengan ruang lingkup 10 bidang industri. Menariknya, dalam edisi tersebut ada 17 pengusaha muda asal Indonesia masuk dalam daftar kategori tersebut. Siapa saja mereka? Berikut ini profil singkat pengusaha muda Indonesia yang masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’.

Baca Juga : Profil Heppy Trenggono Pengusaha Kelapa Sawit 

1. Agus Bezharie, Harya Putra dan Sofian Hadiwijaya, (Cofounder Warung Pintar)

Dunia perdagangan, baik barang atau jasa merupakan salah satu kegiatan yang paling kuat mendukung perekonomian Indonesia. Peluang tersebut dimanfaatkan oleh ketiga pria muda, Agus Bezharie, Harya Putra dan Sofian Hadiwijaya untuk membuka perusahaan baru yang bergerak dibidang ritel Indonesia yang diberi nama Warung Pintar.

2. Amanda Cole, (Founder Sayurbox)

Amanda Cole adalah wanita 28 tahun yang rela mengundurkan diri dari pekerjaanya hanya untuk mewujudkan cita-citanya di pertanian. Lantas ia mendirikan Sayurbox yaitu sebuah platform sumber dan distribusi untuk sayuran dan buah segar.

Hingga kini, Amanda Cole berhasil membangun Sayurbox hingga memiliki pelanggan hingga 50 ribu dan dalam sehari Sayurbox mengirim sayur dan buah mencapai 1.000 pengiriman. Sedangkan untuk kelancaran bisnis yang dijalankan, Amanda mengajak kerja sama dengan 300 perkebunan.

Sebelum dinobatkan sebagai pengusaha muda dalam majalah Forbes, Amanda juga pernah menyabet juara startup “Seedstars Jakarta”.

Baca Juga : Profil Ahmad Sahroni Crazy Rich Tanjung Priok

3. Angky William, (Cofounder Stoqo)

Sebelum mendirikan Stoqo, Angky William merupakan seorang insinyur di Amazon. Namun, setelah memutuskan untuk resign, Angky mendirikan Stoqo sebuah teknologi multi platform yang bisa diakses pelanggan untuk gerai makanan dan minuman ringan, serta mendapatkan bahan-bahan segar dan harga bersaing. Aplikasi ini sudah memiliki pelanggan di Indonesia hingga puluhan ribu.

4. Archie Carlson dan Sugito Alim, (Cofounder StickEarn)

StickEarn adalah perusahaan yang didirikan oleh Archie Carlson dan Sugito Alim pada 2017. StickEarn bukan perusahaan fintech, melainkan perusahaan Adtech, yaitu perusahaan yang menawarkan antar pengiklan dan pemilik mobil. Hingga kini, perusahaan StickEarn sudah melayani lebih dari 2000 klien dan 17 industri Indonesia dan telah memberikan bayaran kepada 60 ribu pengemudi.

5. Aries Susanti, (Atlet Panjat Tebing Indonesia)

Aries Susanti masuk majalah Forbes bukan karna usaha yang ia dirikan atau karena teknologi buatannya, melainkan ia sukses dibidang olahraga. Aries Susanti merupakan atlet pendaki Indonesia yang menjadi pemanjat tebing yang mendapat juara dunia di IFSC Climbing World Cups di 2017 dan 2018 dan medali emas di Asian Games 2018.

6. Aruna Harsa, (Cofounder Dekoruma)

Dekoruma adalah sebuah platform dekorasi rumah yang bisa dijadikan sebagai perantara dengan para desainer dan vendor interior. Dekoruma didirikan oleh Aruna Harsa. Selain dijadikan sebagai perantara antara konsumen dan desainer atau vendor interior, disini juga terdapat layanan yang memungkinkan para penyedia barang untuk mendistribusikan produknya ke pasaran yang lebih luas.

Baca Juga : Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri

7. Benz Budiman, (Cofounder Pomona Technologies)

Pomona Technologies adalah perusahaan dibidang adtech yang didirikan oleh Benz Budiman pada 2016 lalu. Pomona Technologies berfokus pada industri FMCG Indonesia. Hingga saat ini, pengguna Pomna telah mencapai 200 ribu dan didukung banyak investor seperti Capital Data Batas, Prasetia dan masih banyak lagi.

8. Denica Flesch, (Founder SukkhaCitta)

SukkhaCitta adalah perusahaan yang bergerak dibidang sosial yang membantu para pengrajin batik di pedesaan Jawa Tengah. SukkhaCitta didirikan oleh Denica Flesch, ia melihat tidak sedikit pengrajin Indonesia yang produksi batik sutra katun memperjuangkan hasil karyanya sendiri, mulai dari pembuatannya hingga penjualan. Maka dengan adalah platfrom SukkhaCitta ini dapat mempermudah pengrajin batik untuk memasarkan produknya. Perusahaan ini memberikan upah kepada pengrajin tersebut dan juga membantu dalam melakukan pemasarannya.

9. Ellen Nio, (Investment Associate Patamar Capital)

Ellen Nio adalah salah satu pengusaha muda yang sukses di bidang investasi. Ia merupakan rekanan investor di Patamar capitar dengan setoran dana hampir USD40 juta. Tak hanya itu saja, Ellen Nio juga banyak melakukan investasi di usaha rintisan dan ia juga memimpin sebuah platform khusus perempuan yang ingin menjadi ventura capital, yaitu SheVC.

10. Gitta Amelia, (Founder EverHaus)

EverHaus didirikan oleh Gitta Amelia setelah lulus dari Wharton School di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 2017. EverHaus merupakan sebuah perusahaan yang bergelut di bidang modal ventura dengan modal awal USD5 juta yang berfokus pada Indonesia.

Sebelum mendirikan EverHaus, Gitta Amelia sempat memulai Think Nusantara, yaitu sebuah publikasi online untuk anak muda Indonesia untuk memperdebatkan perkembangan holistik negara ini.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

11. Haryanto Tanjo, dan Grady Laksmono (Cofounder Moka)

Saat ini sudah banyak aplikasi yang dimanfaatkan para pelaku UMKM dalam mengelola keuangan. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui smartphone atau tablet sehingga memudahkan penggunanya. Salah satu aplikasi pengelola keuangan tersebut adalah Moka.

Moka merupakan startup Indonesia yang didirikan pada Agustus 2015 oleh dua pria muda, Haryanto Tanjo dan Grady Laksmono. Aplikasi Moka memiliki fitur yang bisa digunakan pelaku UMKM untuk melihat riwayat transaksi, bisa melakukan pembayaran lewat cash, kartu kredit, dan e-wallet, mencetak struk, dan sebagainya.

12. Hendri Kwik, Jefriyanto dan Ricky Winata, (Cofounder Payfazz)

Jika biasanya fintech pinjaman online hanya menerima nasabah yang memiliki rekening pribadi saja. Namun tidak dengan Payfazz, usaha ini juga menerima pinjaman dari masyarakat kecil yang tidak memiliki rekening tapi butuh dana.

Payfazz adalah usaha yang didirikan oleh Hendra Kwik, Jefriyanto dan Ricky Winata pada tahun 2016. Mereka sengaja mendirikan Payfazz sebagai pihak penghubung antara masyarakat yang tidak memiliki jaringan ke bank dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.

13. James Prananto, (Cofounder Kopi Kenangan)

Semakin tingginya konsumen kopi saat ini, membuat banyak orang mendirikan kedai-kedai kopi kekinian dengan brang unik dan inovasi tinggi, salah satunya Kopi Kenangan. Kopi Kenangan merupakan brand kopi yang identik dengan masa lalu ini didirikan oleh dua pria yang masih berusia muda, yaitu James Prananto dan Edward Tirtanata.

Meskipun baru berjalan satu tahun, Kopi Kenangan sudah memiliki target untuk penambahan gerai yang mencapai 300 gerai dengan penjualan cangkir kopi yang setiap bulannya mencapai 3 juta.

Baca Juga : Profil Ari Askhara – Mantan Dirut Garuda Indonesia

14. Sabrina dan Elena Bensawan, (Cofounder Saab Shares)

Saab Shares adalah perusahaan dalam bidang sosial yang memperuntukkan anak-anak tidak mampu dan keluarga yang memiliki penghasilan dibawah rata-rata atau cenderung rendah untuk bisa mendapatkan akomodasi, pendidikan dan akses kesehatan. Perusahaan ini didirikan oleh dua wanita berjiwa sosial tinggi yaitu Sabrina dan Elena Bensawan.

15. Steve Wongsoredjo, Cofounder Nusantara Technology

Nusantara Technology adalah perusahaan yang bergerak dibidang media digital yang dikhususkan untuk milenial dan startup pemasaran. Perusahaan ini didirikan oleh Steve Wongsoredjo setelah menyelesaikan kuliahnya di Amerika Serikat. Saat ini produk yang dimiliki Nusantara Technology ada tiga, yaitu Keepo.me, YuKepo.com dan PlayingViral.

16. Tiffany Robyn Soetikno, (Founder PT Global Urban Esensial)

PT Global Urban Esensial atau GUE adalah startup yang bergerak di bidang kesehatan digital yang didirikan oleh Tiffany Robyn Soetikno. Perusahaan ini dibangun dengan tujuan membantu pasien dalam meningkatkan manajemen kesehetahannya sehingga berkembang lebih baik. Dengan begitu pasien dapat memanfaatkan platform yang diciptakan oleh GUE seperti penerbitan kesehatan online, aplikasi seluler pengasuh anak, aplikasi manajemen diabetes dan layanan kesehatan online.

17. Windy Natriavi, (Cofounder Awantunai)

Saat ini pinjaman online atau pinjol di fintech p2p lending memang sedang tren di masyarakat. Sebab, fintech sangat membantu keuangan para nasabah, baik untuk keperluan mendadak atau modal usaha.

Salah satu fintech p2p lending yang terdaftar di OJK adalah Awantunai. Awantunai merupakan usaha yang didirikan oleh Windy Natriavi pada 2017 dengan mengunggulkan pelayanan pinjam meminjam untuk modal usaha bagi pedagang mikro dan bagi calon nasabah yang tidak memiliki rekening bank.

Hingga pada 2019, Awantunai sudah menyalurkan sejumlah biaya kepada 3 ribu pedagang mikro.

Baca Juga : Profil Lengkap Amry Gunakan – Pemilik Rabbani

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi ‘30 under 30 Asia’. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.