Profil Dokter Terawan – Ahli ‘Cuci Otak’ Jadi Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

2 min read

Profil Dokter Terawan – dr.Terawan ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 menggantikan Nila F Moeloek. Penunjukan Terawan sebagai Menteri Kesehatan diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta pada 23 Oktober 2019 lalu.

Terawan Agus Putranto merupakan Lulusan Fakultas UGM dan langsung mengabdi sebagai dokter TNI Angkatan Darat. dr Terawan menghabiskan karirnya di dunis medis dengan menemukan metode baru, terapi cuci otak, untuk pengobatan stroke.

dr.Terawan dikenal sebagai dokter metode ‘Cuci Otak’ untuk pasien stroke. Ia telah melayani pasien hingga puluhan ribu melalui metode ‘Cuci Otak’ ini. Namun, metodenya dianggap kontrovesi oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sehingga membuat ia pernah dipecat dari IDI.

Baca Juga : Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri

dr.Terawan merupakan salah satu dokter langganan para pejabat dan artis terkenal.Ia juga menjadi dokter langganan Prabowo yang sempat menderita vertigo. Sebelum ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan, dr.Terawan menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Mengenal lebih dekat dr.Terawan dengan mengetahui proil lengkapnya.

Profil Dokter Terawan

Mayjen TNI Dr.dr.Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI atau lebih dikenal dengan dr.Terawan adalah pria kelahiran Yogyakarta 5 Agustus 1964. Sejak kecil ia memang bercita-cita menjadi dokter. Karena itu, setelah lulus dari sekolah menengah atas, ia melanjutkan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan lulus sebagai dokter pada 1990 saat usia 26 tahun.

Setelah lulus dari UGM, ia mengabdikan dirinya ke Instansi Militer Anggkatan Darat, dan kemudian ditugaskan ke beberapa daerah, diantaranya Bali, Lombok, dan Jakarta.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Untuk memperdalam ilmu kedokterannya, berbekal beasiswa ikatan dinas ia melanjutkan pendidikannya dengan mengambil gelar master dibidang spesialis Radiologi di universitas Airlangga, Surabaya dan lulus pada usia 40 tahun. Dan ia kembali melanjutkan pendidikan S3 nya dengan menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan lulus pada 2013.

Dalam studi S3 nya, dr.Terawan lebih memfokuskan pada penderita stroke. Ia menemukan metode baru untuk penderita stroke, yang tertuang dalam disertasinya berjudul “Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis”.

Metode tersebut diberi nama ‘Brain Flushing’. Metode ini banyak mengundang pro dan kontra di kalangan praktisi dan akademisi kedokteran. Namun, dr.Terawan mampu membuktikan metode yang ia lakukan.

Terbukti, dengan metode ini pasien penyakit stroke bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca operasi. Bahkan metode ‘Cuci Otak’ ini telah diterapkan di Jerman dengan nama paten ‘Terawan Theory’.

Berkat kualitasnya di dunia Kedokteran, ia diangkat menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada 2015. Ia juga mampu mengelola rumah sakit secara profesional.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Inovasi dan penemuan metode ‘Cuci Otak’ ini membuat dr.Terawan mendapat penghargaan seperti Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) dan dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA).

Ia juga mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) yakni Lifetime Achievement Award atas penemuannya.

Meskipun demikian, metode pengobatan ‘Cuci Otak’ masih menjadi kontroversi oleh sebagian kalangan dokter. Bahkan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) pernah memecat atau memberhentikan izin praktek dr. Terawan terkait metode pengobatannya selama setahun. MKEK IDI menilai dr. Terawan melakukan serious ethical missconduct atau pelanggaran berat terkait dengan metodenya.

Dan pada bulan Oktober 2019, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri kesehatan menggantikan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Anfasa Moeloek Sp.M yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

Setelah menjabat sebagai Menteri Kesehatan, dr.Terawan harus melepaskan jabatannya sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto dan berfokus pada jabatannya saat ini.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.