Biografi dan Profil Lengkap HOS Cokroaminoto – Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap HOS Cokroaminoto – Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia dan Pemimpin organisasi Sarekat Islam (SI)

InfoBiografi.Com Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto merupakan seorang pemimpin organisasi Sarekat Islam (SI). Tokoh yang lebih dikenal dengan H.O.S Cokroaminoto ini Lahir di Tegal Sari, Ponorogo, Jawa Timur pada 16 Agustus 1882 dan Ia meninggal pada 17 Desember 1934 di Yogyakarta. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai profil perjalanan  H.O.S Cokroaminoto  berikut ini InfoBiografi.Com akan memberikan informasi lengkap tentang biografi dan profil perjalanan  H.O.S Cokroaminoto. Simak ulasan dibawah ini.

Profil Singkat

Nama : Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto
Lahir : Ponorogo, Jawa Timur, 16 Agustus 1882
Meninggal : 17 Desember 1934, Yogyakarta
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Orang tua : RM. Tjokroaminoto
Pasangan : Suharsikin
Anak:

  • Siti Oetari
  • Oetaryo Anwar Tjokroaminoto
  • Harsono Tjokroaminoto
  • Siti Islamiyah
  • Ahmad Suyud

Biografi Lengkap  H.O.S Cokroaminoto

Kehidupan Pribadi Cokroaminoto

HOS Cokroaminoto merupakan anak kedua dari dua belas bersaudara. Ayah HOS Cokroaminoto yaitu R.M. Tjocroamiseno merupakan salah satu pejabat pemerintah pada saat itu. Sang kakek yang bernama R.M. Adipati Tjokronegoro pernah menjabat sebagai Bupati Ponorogo.

Cokroaminoto merupakan salah satu tokoh pergerakan Nasional yang gigih. Ia juga memiliki beberapa murid diantaranya Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo. Tapi pemikiran yang tak sejalan membuat ketiga orang muridnya ini berselisih paham. Kemudian pada tahun 1912 tepatnya pada bulan Mei, Tjokroaminoto bergabung dalam kepengurusan Organisasi Sarekat Islam.

Selama hidupnya, HOS Cokroaminoto pernah menempuh pendidikan di OSVIA dan lulus pada tahun 1902. Setelah lulus, ia bekerja sebagai juru tulis di Ngawi. Tak lama kemudian, Cokroaminoto bekerja di perusahaan dagang di Surabaya. Disini Ia mulai tertarik dengan dunia politik. Sarekat Dagang Islam atau SDI pernah Ia masuki, akhirnya berubah menjadi SI (Sarekat Islam) dan Ia menjadi ketuanya pada 10 September 1912. Dengan kepemimpian yang baik, organisasi tersebut mengalami perkembangan yang signifikan, bahkan sempat membuat Belanda khawatir.

Sarekat Islam Massa Kepemimpinan H.O.S Cokroaminoto 

Selama bergabung dalam Sarekat, Ia bekerja keras memperjuangkan penegakan hak-hak manusia dan kehidupan masyarakat. Perjuangan ini dilakukan sekitar tahun 1912 hingga 1916, dan di akhir tahun tersebut Dewan Rakyat dibentuk. Cokroaminoto pun mengungkapkan beberapa gagasan penting, salah satunya adalah pembentukan pemerintahan sendiri. Puncaknya muncul mosi Cokroaminoto pada 25 November 1918. Inti dari mosi tersebut yaitu meminta kepada Belanda agar mereka mau mendirikan parlemen yang berisi anggota pilihan rakyat.

Hanya saja, tuntutan tersebut dinilai tidak masuk akal. HOS Cokroaminoto adalah tokoh besar yang menjadi inspirasi bagi banyak tokoh muda yang juga punya visi yang sama dalam pergerakan nasional. HOS Cokroaminoto dikenal sebagai sosok yang pandai bertutur kata dan suka melempar kritikan pedas kepada pemerintah Belanda yang dianggap sewenang-wenang. Karena usaha yang dilakukannya dan juga diduga terlibat dalam usaha penggulingan pemerintah Belanda, pada tahun 1920 Cokroaminoto dimasukkan ke dalam penjara.

Tujuh bulan berselang, Ia dibebaskan kembali dan di tunjuk menjadi anggota Volksraad, namun ia tidak bersedia. Pada 17 Desember 1934  H.O.S. Cokroaminoto meninggal di Yogyakarta pada usia 52 tahun,  setelah Ia jatuh sakit pasca mengikuti Kongres Sarekat Islam di Banjarmasin.

Kata-Kata H.O.S Cokroaminoto

  • Jika kalian ingin menjadi Pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator.
  • Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat.

Biografi dan Profil Lengkap Agus Rahardjo – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Periode 2015-2019

Biografi dan Profil Lengkap Agus Rahardjo – Sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Periode 2015-2019 

InfoBiografi.Com Agus Rahardjo merupakan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilantik oleh -residen Joko Widodo pada tanggal 21 Desember 2015. Diangkatnya Agus Rahardjo sebagai ketua KPK didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 133/P/2015 tentang Pengangkatan Pimpinan KPK masa bakti 2015-2019. Agus Rahardjo menggantikan ketua KPK sebelumnya yaitu Abraham Samad yang terpilih setelah komisi III DPR RI menggelar pemungutan suara untuk menentukan Ketua KPK selanjutnya. Agus Rahardjo terpilih setelah berhasil mengumpulkan 44 suara dan unggul diatas Irjen Pol Basariah Rahardjo yang hanya mengantongi suara sebanyak 10 dari total 54 suara. Untuk mengetahui lebih lengkap info biografi tentang Agus Rahardjo, simak ulasan dibawah ini.

Biografi singkat Agus Rahardjo

Nama : Ir. Agus Rahardjo , MSM
Tempat/ tanggal lahir : Magetan, 1956
Nama Orang Tua : Basoeki (Ayah), Suminah (Ibu)
Istri : Tutik Supriyati
Pendidikan TInggi:

  • (S1) Teknik Sipil, ITS Surabaya
  • (S2) Arthur D. Little Management Education Institute, Amerika Serikat

Karir:

  • Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Publik (2006)
  • Ketua LKPP (2010)
  • Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) (2015)

Biografi lengkap Agus Rahardjo

Profil Pendidikan dan Kehidupan Agus Rahardjo

Agus Rahardjo merupakan putra kedua dari pasangan Basoeki dan Suminah, beliau lahir di Magetan Jawa Timur pada tahun 1956. Sejak kecil Agus Rahardjo tinggal di Jl. Biliton, Desa Kepolorejo, Magetan, Jawa Timur.

Agus Rahardjo kecil menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kapolorejo di Magetan, dan melanjutkan pendidikan selanjutnya SMP dan SMA di Magetan. Setelah lulus dari pendidikan menengah atas, Agus Rahardjo melanjutkan studinya di ITS Surabaya dengan mengambil jurusan Teknik Sipil, karena ia bercita-cita menjadi seorang kontraktor.

Setelah berhasil lulus dari ITS Surabaya, Agus Rahardjo melanjutkan pendidikan lagi di luar negeri dengan belajar di Cambridge, Amerika Serikat tepatnya di Arthur D. Little Management Education Institute. Agus Rahardjo tinggal dan bekerja di Amerika Serikat selama lima tahun yaitu antara tahun 1995 hingga 1997 dan aktif sebagai pembicara di lembaga Internasional di Paris, Perancis.

Perjalanan Karir di Indonesia

Setelah kembali ke Indonesia, Agus Rahardjo kemudian menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan kemudian tinggal di Jakarta. Agus Rahardjo menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Publik (PPKPBJ) pada tahun 2006.

Pada tahun 2008 Agus Rahardjo menjadi sekretaris Lembaga Kebijakna Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yaitu lembaga non-kementrian dan kemudian Agus Rahardjo menjadi ketua LKPP 2 tahun kemudian untuk menggantikan Roestam Syarief. Selain itu Agus Rahardjo juga pernah menjabat sebagai direktur dari pendidikan Bappenas.

Terpilih Menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Awal gabungnya Agus Rahardjo dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dimulai ketika ia bergabung bersama ketua KPK saat itu yaitu Busyiro Muqodas untuk mendeklarasikan kegiatan Anti Korupsi. Hingga ketika Panitia Seleksi (Pansel) membuka pendaftaran seleksi pimpinan KPK, Agus Rahardjo termasuk dari 50 orang yang dihubungi khusus oleh Pansel untuk ikut mendaftar menjadi komisioner periode 2015-2019.

Kemudian Pansel melakukan eleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan oleh Komisi III DPR RI bersama dengan badan pemerintah lainnya yaitu PPATK, Polri, BIN dan Kejaksaan Agung. Dan pada tanggal 17 Desember 2015, Agus Rahardjo terpilih menjadi ketua KPK berdasarkan hasil pemungutan suara yang dilakukan oleh anggota DPR RI.

Pada tanggal 21 Desember 2015, Presiden RI Joko Widodo secara resmi melantik Agus Rahardjo menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2015-2019. Agus Rahardjo merupakan seorang Insinyur pertama yang mempimpin lembaga penegakan hukum tanpa latar belakang pendidikan tinggi formal hukum dan tanpa memliki pengalaman karir di bidang hukum di Indonesia.

Riwayat Perjalanan Karir Agus Rahardjo

  • Staf Perencanaan Pembangunan Bappenas (Anggota)
  • Bappenas Direktur Sistem dan Perencanaan Prosedur
  • Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Publik (PPKPBJ) (Kepala) (2006)
  • Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)( Sekretaris Utama) (2008)
  • Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ( Kepala) (2010)
  • Komisi Pemberantasan Korupsi Ketua (2015-2019)

Itulah penjabaran lengkap tentang Biografi dan Profil Lengkap Agus Rahardjo , semoga apa yang telah kami tulis dapat menjadi bahan bacaan yang berkualitas untuk para pembaca.

Biografi dan Profil Lengkap James Watt – Ilmuwan Penemu Mesin Uap

Biografi dan Profil Lengkap James Watt Penemu Mesin Uap dan Salah Satu Pendorong terjadinya Revolusi Industri,

InfoBiografi.Com James Watt merupakan seorang insinyur besar dari Skotlandia, Britania Raya. Pria kelahiran Greenock, Skotlandia, 19 Januari 1736 ini merupakan salah satu tokoh penemu penting yang pernah ada. Ia berhasil menciptakan mesin uap pertama yang efisien dan mesin uap tersebut menjadi salah satu pendorong terjadinya revolusi industri, khususnya di Britania dan Eropa pada umumnya. Ia meninggal di Birmingham, Inggris, 19 Agustus 1819. Untuk menghargai jasanya, nama belakangnya yaitu watt digunakan sebagai nama satuan daya, misalnya daya mesin dan daya listrik. Kali ini infobiografi.com akan membahas biografi James Watt dengan lengkap. Simak ulasan dibawah ini.

Profil Singkat James Watt

Nama :James Watt
Lahir: 30 Januari 1736, Greenock, Britania Raya
Meninggal: 25 Agustus 1819, Handsworth, West Midlands, Britania Raya
Orang tua: James Watt, Agnes Muirhead
Pasangan: Ann MacGregor (m. 1777–1819), Margaret Miller (m. 1764–1772)
Anak: Gregory Watt, James Watt Junior, Janet Watt, Margaret Watt.

Profil Lengkap James Watt

Penemuan Mesin Uap Oleh James watt

James Watt merupakan orang Skotlandia yang sering dihubungkan dengan penemu mesin uap dan juga tokoh kunci Revolusi Industri. Sebenarnya, Watt bukanlah orang pertama yang menciptakan mesin uap. Rancangan serupa pernah dilakukan oleh Hero dari Iskandariah pada awal tahun Masehi. Pada tahun 1686 Thomas Savery mematenkan sebuah mesin uap yang digunakan untuk memompa air, dan Pada tahun 1712, Thomas Newcomen pula mematenkan temuan serupa dengan versi yang lebih sempurna, namun mesin ciptaan Newcomen masih bermutu rendah, kurang efisien dan hanya dapat digunakan untuk pompa air dari tambang batubara.

Pada tahun 1764, Watt tertarik dengan mesin uap karena memperhatikan mesin uap buatan Newcome yang kurang efisien saat ia sedang membetulkannya. Meskipun hanya mendapat pendidikan sebagai tukang perkakas selama setahun, Ia memiliki bakat yang besar. Ia melakukan penyempurnaan-penyempurnaan pada mesin uap ciptaan Newcomen.

Pada tahun 1769, keberhasilan Watt yang pertama yaitu penambahan ruang terpisah yang diperkokoh dipatenkan. Ia juga membuat isolasi pemisah agar mencegah hilangnya panas pada silinder uap dan pada tahun 1782, ia menemukan mesin ganda. Dengan beberapa perbaikan kecil, pembaruan ini menghasilkan peningkatan efisiensi mesin uap dengan empat kali lipat atau lebih.

Pada tahun 1781, Watt menemukan seperangkat gerigi unhtuk mengubah gerak balik mesin menjadi gerak berputar. Pada 1788, Ia berhasil menciptakan pengontrol gaya gerak melingkar otomatis yang dapat membuat kecepatan mesin dapat diawasi secara otomatis. Pada 1790, Ia juga menciptakan alat pengukur tekanan. Selain itu Ia menciptakan alat penghitung kecepatan, alat petunjuk dan alat pengontrol uap.

Pada tahun 1775, Watt melakukan kerjasama dengan Metthew Boulton seorang insinyur dan juga pengusaha. Setelah 25 tahun, perusahaan mereka memprodukisi mesin uap dalam jumlah besar dan hal tersebut membuat mereka kaya raya. Mesin uap yang berkerja ganda temuan Watt pada 1769 itu, memiliki peranan penting dalam revolusi industri.

Lahirnya Revolusi Industri

Di samping manfaat tenaga untuk pabrik, mesin uap juga memiliki manfaat besar di bidang-bidang lain. Pada tahun 1783, Marquis de Jouffroy di Abbans berhasil menggunakan mesin uap sebagai penggerak kapal. Pada tahun 1804, Richard Trevithick menciptakan lokomotif uap pertama. Tak satu pun model-model pemula itu berhasil secara komersial. Dalam tempo beberapa puluh tahun, barulah baik kapal maupun kereta api menghasilkan revolusi baik di bidang pengangkutan darat maupun laut.

Revolusi Industri berlangsung hampir bersamaan dengan Revolusi Amerika maupun Perancis. Walaupun pada waktu itu tampak sepele, kini tampak jelas betapa Revolusi Industri itu seakan digariskan memiliki makna jauh lebih penting untuk kehidupan manusia dibanding arti penting revolusi politik. Oleh sebab itu, James Watt tergolong menjadi salah satu orang yang memiliki pengaruh penting dalam sejarah.

Biografi dan Profil Lengkap W.R. Soepratman – Pencipta Lagu Indonesia Raya

Biografi dan Profil Lengkap W.R. Soepratman Pahlawan Nasional Indonesia yang Menciptakan Lagu Indonesia Raya – Profil dan Sejarah Hidupnya

InfoBiografi.Com – Wage Rudolf Supratman atau W.R. Supratman merupakan Pahlawan nasional Indonesia & Ia merupakan pengarang lagu kebangsaan Indonesia yaitu Indonesia Raya. W.R. Soepratman Lahir di Somongari, Purworejo, 19 Maret 1903 dan Ia meninggal di Surabaya, Jawa Timur, 17 Agustus 1938. Berikut biografi lengkapnya.

Biografi Singkat

Nama : Wage Rudolf Supratman
Lahir: Somongari, Purworejo, 19 Maret 1903
Meninggal: Surabaya, 17 Agustus 1938
Kebangsaan: Indonesia
Dimakamkan: Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Orang tua: Djoemeno Senen Sastrosoehardjo, Siti Senen
Saudara Kandung :

  • Roekijem Soepratijah,
  • Roekinah Soepratirah,
  • Rebo,
  • Gijem Soepratinah,
  • Aminah,
  • Ngadini Soepratini,
  • Slamet,
  • Sarah.

Biografi dan Profil Lengkap

Kehidupan Pribadi W.R Soepratman

W.R Soepratman merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara dari pasangan Djoemeno Senen Sastrosoehardjo dan Siti Senen. Sang ayah merupakan seorang tentara KNIL Belanda.

Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem kakak sulungnya ke Makassar. Di Makassar Soepratman disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yaitu Willem van Eldik.

Selanjutnya, selama tiga tahun Soepratman belajar bahasa Belanda di sekolah malam. Lalu, ia melanjutkan pendidikan ke Normaalschool di Makassar hingga selesai. Saat berumur n20 tahun, Ia dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun kemudian Ia mendapatkan ijazah Klein Ambtenaar.

Dalam beberapa waktu yang lama, Soepratman bekerja di sebuah perusahaan dagang. Kemudian, Ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu kemudian tetap ia lakukan saat telah tinggal di Jakarta. Pada waktu itu, Soepratman mulai tertarik dengan pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. Dalam bukunya yang berjudul Perawan Desa, Ia menuangkan rasa tidak senang dengan penjajahan namun kemudian buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.

Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang (ibukota Kabupaten Wajo merupakan salah satu kota kecil yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan). Di situ tidak lama, Ia meminta berhenti lali pulang ke Makassar. Kakak sulungnya yaitu Roekijem sangat senang sandiwara dan musik, banyak karyanya yang ditampilkan di mes militer. Selain itu, Roekijem juga senang bermain biola, kegemaran yang dimiliki sang kaka membuat Soepratman juga gemar bermain musik dan membaca buku musik.

W.R Soepratman tidak memiliki istri dan tidak pernah mengangkat anak.

Menciptakan Lagu “Indonesia Raya”

Saat tinggal di Makassar, Soepratman mendapatkan pelajaran tentang musik dari kakak iparnya. W.R Soepratman pandai bermain biola dan dapat menggubah lagu. Saat tinggal di Jakarta, Ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul, penulis karangan tersebut menantang para ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Soepratman merasa tertantang dan ia mulai menggubah lagu. Pada tahun 1924, terciptalah lagu Indonesia raya yang pada saat itu Ia berumur 21 tahun dan berada di Bandung.

Pada malam penutupan Kongres Pemuda II di Jakarta pada 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental didepan umum dan semua orang yang hadir terpukau mendengarkannya. Lagu Indonesia Raya kemudian dengan cepat menjadi terkenal , apabila ada partai yang mengadakan kongres maka lagu tersebut selalu dinyanyikan. Lagu Indonesia Raya merupakan perwujudan rasa persatuan dan keinginan untuk merdeka.

Wafatnya W.R. Soepratman

Karena menciptakan lagu Indonesia Raya, Soepratman menjadi buronan polisi Hindia Belanda hingga Ia jatuh sakit di Surabaya. Karena lagu ciptaannya yang berjudul “Matahari Terbit”, pada awal Agustus 1938, Soepratman ditangkap saat sedang menyiarkan lagu tersebut bersama para pandu di NIROM Jalan Embong Malang, Surabaya lalu Ia ditahan di penjara Kalisosok, Surabaya. W.R soepratman meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 karena sakit.

Setelah Indonesia Merdeka, Lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Soepratman ditetapkan sebagai lagu kebangsaan. Namun sayangnya sang pencipta tidak dapat merasakan kemerdekaan tersebut.

Kontroversi Tempat dan Tanggal Lahirnya

Saat menjadi Presiden RI, Megawati Soekarno Putri menetapkan hari kelahiran W.R Soepratman yaitu 9 Maret diresmikan sebagai Hari Musik Nasional. Namun tanggal lahir tersebut sebenarnya masih diperdebatkan, karena ada pendapat yang menyatakan bahwa W.R Soepratman lahir pada tanggal 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pendapat ini, selain didukung oleh keluarga Soepratman, dikuatkan pula dengan keputusan Pengadilan Negeri Purworejo pada 29 Maret 2007.

Karya W.R. Soepratman

Indonesia Raya


Ibu Kita Kartini

Biografi dan Profil Lengkap K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Presiden Indonesia Ke-4

Biografi dan Profil Lengkap K.H. Abdurrahman Wahid Presiden ke-4 RI –  Riwayat Perjalanan Pendidikan, Karir hingga menjadi Presiden RI

InfoBiografi.Com – Dr.(H.C.) K.H. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur merupakan salah satu tokoh muslim indonesia yang pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia ke-4 yang memerintah dari tahun 1999 hingga tahun 2001. Gus Dur juga merupakan mantan ketua tanfidziyah atau badan eksekutif Nahdlatul Ulama (NU) dan juga pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Dur Merupakan anak dari pasangan K.H Abdul Wahid Hasjim dan Solichah yang lahir di Jombang, Jawa Timur pada tanggal 7 September 1940. Gus Dur meninggal pada 30 Desember 2009 di Jakarta.

Biografi Singkat

Nama : Dr.(H.C.) K.H. Abdurrahman Wahid
Lahir : Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940
Meninggal : Jakarta, 30 Desember 2009
Ayah : K.H Abdul Wahid Hasjim
Ibu : Solichah
Pasangan : Sinta Nuriyah
Anak :

  • Alissa Qotrunnada
  • Zannuba Ariffah Chafsoh
  • Anita Hayatunnufus
  • Inayah Wulandari

Jabatan:
Presiden Indonesia Ke-4 (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001)

Biografi dan Profil Lengkap

Kehidupan Awal Dan Pendidikan Gus Dur

Abdurrahman Wahid merupakan anak pertama dari 6 bersaudara dari pasangan K.H. Wahid Hasyim dan Solichah yang lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil.

Abdurrahman Wahid lahir dalam keluarga yang sangat terhormat di komunitas muslim Jawa Timur. Kakeknya dari sang ayah yaitu K.H. Hasyim Asyari merupakan tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, kakeknya dari sang ibu yaitu K.H. Bisri Syansuri merupakan pengajar di pesantren pertama yang mengajar kelas pada perempuan. Sang ayah yaitu K.H. Wahid Hasyim merupakan Menteri Agama pada tahun 1949 dan sang ibu merupakan putri dari pendiri pondok pesantren Denanyar Jombang.

Abdurahman Wahid menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri: Alissa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenni Wahid), Anita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.

Pada tahun 1944, Abdurrahman Wahid pindah ke Jakarta, karena ayahnya terpilih sebagai ketua pertama Partai Masyumi. Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia, Gus Dur kembali ke Jombang. Pada tahun 1949, Gusdur kembali lagi ke Jakarta karena ayahnya terpilih menjadi Menteri Agama. Gus Dur menempuh pendidikan dasarnya di SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Untuk menambah pengetahuan, oleh ayahnya Gus Dur di ajarkan ayahnya membaca buku nono–muslim, mjalah, dan juga koran. Pada tahun 1953, sang ayah meninggal dunia karena kecelakaan mobil.

Pada tahun 1954, Gus Dur melanjutkan pendidikannya di SMP, namun pada tahun itu, Gus Dur tidak naik kelas dan sang ibu mengirimnya ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan SMPnya sekaligus mengaji kepada KH. Ali MAksum di Pondok Pesantren Krapyak. Setelah lulus SMP pada tahun 1957, Gus Dur pindah ke Magelang dan memulai pendidikan muslimnya di Pesantren Tegalrejo, Ia termasuk murid berbakat dan Ia mampu menyelesaikan pendidikan pesantrennya hanya dalam waktu 2 tahun yang seharusnya adalah 4 tahun. Lalu pada tahun 1959, Ia pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang, sembari melanjutkan pendidikannya, ia juga menerima pekerjaan pertamanya sebagai guru dan nantinya menjadi seorang kepala seklah Madrasah.

Pada tahun 1963, Gus Dur mendapatkan beasiswa dari Kementerian Agama untuk belajar Studi Islam di Universitas Al Azhar Kairo Mesir. Kemudian pada November 1963, Ia berangkat ke Mesir. Walaupun fasih berbahasa Arab, Ia harus terpaksa mengikuti kelas remedial sebelum belajar Islam dan bahasa Arab, karena Ia tidak mampu membuktikan bahwa Ia fasih berbahasa Arab.

Pada akhir tahun 1964, Gus Dur berhasil lulus kelas remedial Arabnya. Dan pada tahun 1965 iamulai belajar tentang Studi Islam dan bahasa Arabnya. Di Mesir, Ia bekerja di Kedutaan Besar Indonesia. Saat ia bekerja terjadi peristiwa G30S, Kedutaan Besar Indonesia di Mesir diperintah untuk melakukan invesrigasi pada pelajar universitas dan memberikan laporan kedudukan politik mereka dan Gusdur diberi perintah tersebut, Ia ditugaskan untuk menulis laporan.

Gus Dur yang tidak setuju dengan metode pendidikan dan pekerjaannya pasca peristiwa G30S yang mengganggu dirinya, pada tahun 1966, Ia diberitahu bahwa Ia harus mengulang kembali belajarnya. Pendidikan prasarjana Wahid selamat karena beasiswa yang di terimanya di Universitas Baghdad, Irak. Pada tahun 1970, Gus Dur menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad dan Ia pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya di Universitas Leiden, namun Ia harus menelan kekecewaan karena pendidikannya di Universitas Baghdad kurang di akui. Sebelum pulang ke Indonesia pada tahun 1971, Gus Dur pergi ke Jerman dan Perancis.

Awal Karier Gus Dur

Setelah kembali ke Jakarta, Gus Dur bergabung dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yaitu sebuah organisasi yang terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat. LP3ES mendirikan majalah Prisma dan Wahid menjadi salah satu kontributornya, sebagai kontributor ia berkeliling pesantren dan majalah di seluruh Jawa. Gusdur merasa prihatin dengan kemiskinan yang dialami pesantren.

Abdurrahman Wahid terus mengembangkan kariernya sebagai seorang jurnalis, artikel yang ditulisnya diterima baik dan kemudian Ia mulai mengembangkan reputasi sebagai komentator sosial. Karena hal tersebut, Gus Dur mendapat banyak undangan untuk membeikan seminar dan kuliah namun hal tersebut membuatnya harus bolak-balik Jakarta-Jombang.
Walaupun saat itu Ia telah memiliki karier yang sukses, Gus Dur masih merasa hidupnya sulit jika hanya menumpukan pada satu pekerjaan saja, lalu untuk menambah pendapatan Ia menjual kacang dan juga mengantar es.

Pada tahun 1974, Gus Dur mendapat pekerjaan tambahan sebagai Guru di Pesantren Tambakberas Jombang, satu tahun kemudian Ia mendapatkan pekerjaan tambahannya yaitu menjadi guru kitab Al-Hikmah. Pada tahun 1977, Gus Dur bergabung dengan Universitas Hasyim Asyari dan Ia sebagai dekan Fakultas Praktik dan Kepercayaan.

Bergabung Dengan Nahdlatul Ulama Dan Menjadi Ketua NU

Awalnya Gus Dur menolak untuk bergabung dengan Dewan Penasehat Agama NU sebanyak 2 kali, namun setelah kali ketiga kakaeknya Bisri Syansuri menawarinya, akhirnya Gus Dur mau bergabung. Bergabung dengan NU, Gus Dur mendapatkan pengalaman politik pertamanya yaitu Ia ikut berkampaye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yaitu sebuah partai islam yang merupakan gabungan dari 4 partai islam termasuk NU dalam Pemilu Legilatif 1982.

Banyak orang yang menganggap NU sebagai organisasi dalam keadaan terhenti. Setelah melalui diskusi, Dewan Penasehat Agama membentuk Tim tujuh yang diantaranya adalah Gus Dur, tim tersebut ditujukan untuk mengerjakan isu reformasi dan membantu mengaktifkan kembali NU.

Pada tanggal 2 mei 1982, para pejabat tinggi NU bertemu dengan ketua NU yaitu Idham Chalid, dan memintanya untuk mengundurkan diri sebagai ketua. Awalnya Idham menolak mundur dari jabatannya namun akibat tekanan akhirnya Idham mundur.
Pada tahun 1983, Soeharto kembali terpilih menjadi presiden untuk ke empat kalinya dan memulai mengambil langkah untuk membuat pancasila sebagai Ideologi Negara. Wahid menjadi anggota kelompok yang ditugaskan untuk menyiapkan respon NU terhadap isu tersebut dan Ia kemudian berkonsultasi dengan bacaa seperti sunnah dan Quran sebagai pembenaran dan pada Oktober 1983, Gusdur menyimpulkan agar NU menerima Pancasila sebagai Ideologi Negara. Setelah itu untuk mengaktifkan kembali NU, Gus Dur mundur dari PPP dan partai politik.

Pada Musyawarah Nasional 1984, banyak orang yang menyuarakan agar Gus Dur menjadi nominasi ketua NU yang baru, Gus Dur mau menerima nominasi tersebut asalakan Ia mendapatkan wewenang penuh dalam memilih pengurus yang akan bekerja padanya. Akhirnya, Gus Dur terpilih menjadi ketua umum PBNU, namun permintaannya untuk memilih sendiri pengurus dibawah kepemimpinannya tidak dipenuhi.

Pada tahun 1985, Gus Dur ditunjuk Soeharto untuk menjadi Indoktrinator Pancasila. Pada tahun 1987, Gusdur lebih menunjukan dukungannya terhadap rezim orde baru dengan mengkritik PPP dalam pemilu legislatif 1987 dan Ia memperkuat partai Golkar, kemudianIa menjadi anggota MPR mewakili Golkar.

Selama masa jabatan pertama sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Dur tetap fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan Ia berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren hingga dapat menandingi sekolah sekuler. Pada tahun 1987, Gus Dur mendirikan kelompok belajar di Probolinggo, Jawa Timur untuk menyediakan forum individu sependirian dalam NU untuk mendiskusikan dan menyediakan interpretasi teks Muslim.

Pada Musyawarah Nasional 1989, Gus Dur terpilih kembali sebagai Ketua Umum PBNU. Pada Desember 1990, berdiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia yang diketuai oleh B.J. Habibie. Pada tahun 1991, beberapa anggota ICMI mengajak Gus Dur bergabung namun Gus Dur menolak karena Ia menganggap ICMI mendukung sektarianisme yang akan membuat Soeharto menjadi tetap kuat. Gus Dur melakukan perlawanan terhadap ICMI dengan membentuk Forum Demokrasi.

Pada Maret 1992, Gus Dur berencana mengadakan Musyawarah Besar untuk merayakan ulang tahun NU ke-66 dan mengulang pernyataan dukungan NU terhadap Pancasila. Namun, Soeharto menghalangi acara tersebut dengan memerintahkan polisi untuk mengembalikan bus berisi anggota NU ketika mereka tiba di Jakarta. Selama masa jabatan kedua sebagai ketua NU, ide liberal Gus Dur mulai mengubah banyak pendukungnya menjadi tidak setuju. Gus Dur terus mendorong dialog antar agama dan bahkan menerima undangan mengunjungi Israel pada Oktober 1994.

Pada Musyawarah Nasional 1994, Gus Dur kembali terpilih menjadi Ketua NU dan Ia mulai melakukan aliansi politik dengan Megawati Soekarno Putri. Pada November 1996, Wahid dan Soeharto bertemu pertama kalinya sejak pemilihan kembali Gus Dur sebagai ketua NU. Pada tanggal 19 Mei 1998, Gus Dur bersama dengan delapan pemimpin penting dari komunitas Muslim, dipanggil ke kediaman Soeharto untuk memberikan konsep Komite Reformasi namun mereka semua menolaknya.

Pembentukan PKB dan Pernyataan Ciganjur

Pada 21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri dari jabatan presiden, setelah itu mulai muncul partai politik baru seperti PAN dan PDI-P. Pada Juni 1998, banyak orang komunitas NU mengusulkan agar Gus Dur mendirikan partai politik dan permintaan tersebut mulai ditanggapi pada bulan Juli, Wahid menyetujui pembentukan PKB dan menjadi Ketua Dewan Penasihat dengan Matori Abdul Djalil sebagai ketua partai.

Pada November 1998, Di Ciganjur Gus Dur bersama dengan Megawati, Amien, dan Sultan Hamengkubuwono X kembali menyatakan komitmen mereka untuk reformasi. Pada 7 Februari 1999, PKB secara resmi menyatakan Gus Dur sebagai kandidat pemilihan presiden.

Terpilih Menjadi Presiden RI

Pada Juni 1999, partai PKB ikut serta dalam pemilu legislatif, PKB memenangkan 12% suara dengan PDI-P memenangkan 33% suara. Namun, karena PDI-P tidak memiliki kursi mayoritas penuh, lalu membentuk aliansi dengan PKB. Pada bulan Juli, Amien Rais membentuk Poros tengah yaitu koalisi partai-partai Muslim.

Pada 7 Oktober 1999, Amien dan Poros Tengah secara resmi mengumumkan bahwa Abdurrahman Wahid yang akan dicalonkan sebagai presiden. Pada 19 Oktober 1999, MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali berkumpul untuk mulai memilih presiden baru, kemudian Abdurrahman Wahid terpilih menjadi Presiden Indonesia ke-4 dengan perolehan 373 suara.

Pada masa pemerintahannya, Ia membentuk Kabinet Persatuan Nasional yaitu kabinet koalisi yang anggotanya berasal dari berbagai partai politik, seperti : PDI-P, PKB, Golkar, PPP, PAN, dan Partai Keadilan (PK) termasuk juga Non-partisan dan TNI. Kemudian Gus Dur melakukan dua reformasi pemerintahan, reformasi pertama yaitu membubarkan Departemen Penerangan, senjata utama rezim Soeharto dalam menguasai media dan reformasi kedua yaitu membubarkan Departemen Sosial yang korup.

Gus Dur berencana memberikan referendum kepada Aceh. Namun referendum tersebut bukan untuk menentukan kemerdekaan melainkan untuk menentukan otonomi.

Pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2004, dimana rakyat memilih secara langsung, PKB memilih Gus Dur sebagai calon presiden. Namun, Gus Dur gagal melewati pemeriksaan medis dan KPU menolaknya sebagai kandidat Capres.

Wafatnya Gus Dur

Pada hari Rabu, 30 Desember 2009, Gus dur meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada pukul 18.45 akibat komplikasi penyakit yang dideritanya sejak lama. Menurut sang adik, Salahuddin Wahid, Gus Dur meninggal akibat sumbatan pada arterinya.

Buku Karya K.H Abdurrahman Wahid

Berikut adalah beberapa buku karya Gus Dur :

  • Islam dalam Cinta dan Fakta
  • Sebuah Dialog Mencari Kejelasan; Gus Dur Diadili Kiai-Kiai
  • Tabayun Gus Dur, Pribumisasi Islam, Hak Minoritas, Reformasi Kultural
  • Islam, Negara, dan Demokrasi
  • PRISMA PEMIKIRAN GUS DUR
  • Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan
  • Kumpulan Kolom dan Artikel Abdurrahman Wahid Selama Era Lengser
  • Mengatasi Krisis Ekonomi: Membangun Ekonomi Kelautan, Tinjauan Sejarah dan Perspektif Ekonomi
  • Gus Dur Bertutur
  • 90 Menit Bersama Gus Dur
  • Gus Dur Menjawab Kegelisahan Rakyat
  • Khazanah Kiai Bisri Syansuri; Pecinta Fiqh Sepanjang Hayat
  • Sekedar Mendahului, Bunga Rampai Kata Pengantar
  • Umat Bertanya Gus Dur Menjawab
  • Tuhan Tidak Perlu Dibela
  • Islamku Islam Anda Islam Kita

Biografi dan Profil Samuel F.B Morse – Pencipta Telegraf dan Penemu Kode Morse

Biografi dan Profil Samuel F.B Morse Sebagai Bapak Penemu Kode Morse yang sering digunakan dalam kegiatan Pramuka

InfoBiografi.Com – Samuel Finley Breese Morse atau lebih dikenal dengan Samuel Morse merupakan seorang penemu yang berasal dari Amerika Serikat yang lahir di Charlestown, Massachusetts, Amerika Serikat pada 27 April 1791. Samuel Morse terkenal berkat temuannya yaitu Telegraf dan juga ciptaannya bersama dengan asistennya Alexander Bain yaitu alphabet khusus untuk telegraf yang disebut dengan kode Morse.

Biografi Singkat

Nama : Samuel Finley Breese Morse
Lahir: Charlestown, Boston, Massachusetts, Amerika, 27 April 1791
Meninggal: New York, Amerika, 2 April 1872
Pasangan:

  • Lucretia Walker (m. 1818–1825)
  • Elizabeth Griswold (m. 1848–1872)

Anak:

  • William Morse
  • James Morse
  • Susan Morse
  • Charles Morse
  • Edward Morse
  • Samuel Morse
  • Cornelia Morse

Profil Samuel Morse

Kehidupan Samuel Morse

Saat berumur 4 tahun, Morse sangat gemar menggambar, Ia mulai mencoba menggambar wajah gurunya. Pada saat berumur 14 tahun, Morse mencoba mendapatkan uang sakunya sendiri dengan cara menggambar wajah teman-teman serta orang-orang yang ada di kotanya.

Saat menempuh pendidikan di Yale Collage, Morse bukanlah siswa yang pandai, ketertarikan pada sains timbul pada saat ia mengikuti kuliah tentang perkembangan terbaru kelistrikan. Tapi ia lebih merasa nyaman jika ia mnggambar potret-potret miniatur.

Pada suatu hari, Morse mengirimkan surat pada orang tuanya tentang keinginan Morse yang ingin menjadi pwlukis. Orang tua Morse tidak yakin dengan pilihan anaknya yang ingin menjadi seorang pelukis, mereka berpikir apakah Morse dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang pelukis. Orang tua Morse lalu menyuruh Morse menjadi penjual buku dan akhirnya Morse menjadi penjual buku namun tetap saja pada malam harinya Morse tetap melukis.

Menyadari kecintaan sang anak pada dunia seni, orang tua Morse mencoba mencari dan mengumpulkan uang untuk menyekolahkan Morse di sekolah seni di London.

Saat Morse berada di Royal Academy di Londen, guru selalu mengatakan bahwa Morse selalu belum mengerjakan tugasnya hingga sekitar 20 tugas gambar yang belum ia selesaikan dan hal tersebut tetap berulang. Akhirnya morse membuat model patung herkules dari tanah liat dan sang guru menyukai karyanya tersebut dan menyuruh Morse untuk menyertakannya dalam lomba, dalam lomba yang ia ikuti ia berhasil mendapatkan mendali emas.

Pada tahun 1818, Morse menikah dan memiliki 2 putra dan seorang putri. Pada tahun 1825, sang istri meninggal dunia karena serangan jantung. Morse tidak mengetahui apa yang terjadi pada sang istri dan kapan sang istri mninggal hingga hal tersebut membuatnya hampir putus asa dalam melukis.

Setelah itu, Morse dan beberapa orang pelukis lainnya mencoba mendirikan National Academy dan ialah yang menjadi presiden. Morse bekerja melukis dari pukul tujuh pagi hingga tengah malam. Morse berhasil terpilih sebagai pelukis di ruangan bundar di Capitol, Amerika. Satu dari empat lukisan dinding yang terpajang merupakan hasil karyanya.

Pada Oktober 1832, Morse bersama anak-anak dan kakak iparnya kembali ke Eropa untuk melanjutkan kariernya dalam dunia lukis. Morse dan keluarganya berlayar pulang kembali dari Eropa dengan kapal bernama Sully. Saat itu, Morse mendengar percakapan tentang penelitian elektromagnet yang baru ditemukan, dan kemudian muncul dalam benaknya tentang konsep telegraf elektrik.

Penemuan Telegraf dan Kode Morse Serta Wafatnya Samuel Morse

Pada tahun 1835, Samuel Morse berhasil menciptakan telegraf pertamanya yang kemudian dioprasikan di gedung Universitas New York tempat ia mengajar seni. Pada tahun 1837, Morse dengan bantuan teman-temannya mengajukan hak paten atas telegraf barunya yang dilengkapi dengan penjelasan sandi yang terdiri yang terdiri dari titik dan garis yang mewakili angka dan mengubah angka tersebut menjadi kata-kata. Sandi tersebut disebut dengan Kode Morse.

Pada 24 Mei 1844, Morse mengirimkan pesan pertama melalui telegrafi Amerika, dari Washington ke Baltimore, dengan menggunakan kode Morse dengan kata: “What hath God wrought”.

Pada 2 April 1872 di New York, pada usia 80 tahun Morse meninggal dunia akibat penyakit pneumonia yang dideritanya. Kemudian Ia dimakamkan di pemakaman Greenwood, Brooklyn.

Kode Morse
Kode Morse

Biografi dan Profil Lengkap Martin Cooper – Penemu Handphone Pertama

Biografi Martin Cooper Penemu Handphone Pertama – Perjalanan karir hingga mendapat penghargaan Wharton Infosys Business Transformation Award untuk inovasi teknologi di bidang komunikasi

InfoBiografi.Com – Martin Cooper atau yang akrab dipanggil dengan nama Marty merupakan penemu telepon seluler atau handphone yang saat ini banyak digunakan. Marty lahir di Chicago, Illinois, USA pada 26 Desember 1928. Maka berterimaksihlah kepada Beliau, berkatnya saat ini kita bisa menikmati hasil dari karyanya.

Marty merupakan pemimpin tim insinyur dari Motorola yang mengembangkan perangkat ponsel seluler yang berbeda dengan telepon mobil atau Car Phone. Martin Cooper merupakan pendiri sekaligus CEO dari ArrayComm yaitu perusahaan yang meneliti teknologi smart antena dan pengembangan jaringan nirkabel, Ia juga merupakan direktur penelitian dan pengembangan Motorola.

Biografi Singkat

Nama : Martin Cooper
Lahir: Chicago, Illinois, USA, 26 Desember 1928
Pasangan: Arlene Harris
Orang tua: Arthur Cooper, Mary Cooper
Saudara kandung: Will Cooper
Pendidikan: Illinois Institute of Technology  1950 dan 1957

Profil Martin Cooper

Pendidikan Martin Cooper

Martin Cooper menempuh pendidikan di Illinois Institute of Technology (IIT) dan lulus pada tahun 1950. Setelah lulus dari Illinois Institute of Technology (IIT), Cooper terdaftar di Reserve Angkatan Laut Amerika Serikat di mana ia menjabat sebagai perwira kapal selam selama Perang Korea. Pada tahun 1957 Cooper melanjutkan pendidikannya untuk mendapatkan gelar master dari IIT di bidang teknik elektro.

Perjalanan Karier

Setelah perang selesai, Cooper meninggalkan angkatan laut dan ia bekerja di Teletype Corporation di Chicago. Pada tahun 1954, Cooper bergabung dengan Motorola Inc.

Pada awal tahu 1970-an, Mitchell yang pada saat itu merupakan kepala insinyur proyek komunikasi portabel Motorola memberikan tanggung jawab kepada Cooper pada divisi Carphone atau telepon mobil. Cooper dan juga Mitchell memimpikan sebuah alat komunikasi yang tidak hanya dalam mobil saja, alat tersebut haruslah memiliki ukuran yang kecil dan juga cukup ringan. Pada tahun 1972, untuk mewujudkan ide penciptaan prototipe pertama tersebut Cooper dan para insinyur membutuhkan waktu sekitar 90 hari. Pada 17 Oktober 1973, Mitchell mempetenkan penemuan Radio Telephone System dengan nomer paten yaitu 3906166, pematenan tersebut kemudian disetujui pada September 1975 atas nama mereka.

Cooper dianggap sebagai penemu telepon genggam seluler atau handphone pertama kali dan juga orang yang pertama kali melakukan panggilan menggunakan prototipe handphone pada 3 April 1973. Pemanggilan pertama tersebut merupakan awal pergeseran fundamental teknologi dan komunikasi ke komunikasi portabel.

Komersialisasi Produk

Handset pertama Motorola DynaTAC, memiliki berat sekitar 2,2 pon atau sekitar 1 kg dan memiliki 35 menit waktu bicara. Pada tahun 1983, setelah empat kali literasi, tim Cooper mengurangi berat handset tersebut menjadi setengah berat awal. Harga untuk produk tersebut yaitu sekitar $ 4 ribu. Sebelum peluncuran Cooper meninggalkan Motorola dan mendirikan Cellular Business Systems, Inc. (CBSI), namun pada tahun 1986 Cooper menjual CBSI kepada Cincinnati Bell (sekarang Convergys) seharga $23 juta.

ArrayComm

Pada tahun 1992, Cooper bersama dengan Richard Roy, seorang peneliti dari Universitas Stanford mendirikan ArrayComm yaitu sebuah perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak teknologi antena ponsel yang digunakan untuk 2 ponsel seluler dan internet nirkabel jarak jauh.

Penghargaan dan afiliasi yang didapatkan Martin Cooper

Pada tahun 1995, Martin Cooper mendapatkan penghargaan Wharton Infosys Business Transformation Award untuk inovasi teknologi di bidang komunikasi. Martin Cooper juga merupakan anggota Mensa International. Pada tahun 2000 Martin Cooper masuk dalam jajaran 10 Pengusaha terbaik (Top Ten Enterpreneurs) versi majalah Red Herring. Pada tahun 2009, bersama dengan Raymond Tomlinson, Cooper dianugerahi Prince of Asturias yaitu sebuah penghargaan bagi penelitian ilmiah dan teknis penelitian. Selain itu masih banyak lagienghargaan dan juga afiliasi yang didapatkan oleh Martin Cooper.

Biografi Dan Profil Lengkap Abraham Lincoln – Presiden Amerika Serikat Ke-16

Biografi Dan Profil Lengkap Abraham Lincoln – Presiden Amerika Serikat ke -16 yang Berhasil Mempertahankan Persatuan Bangsa dan Menghapuskan Perbudakan

InfoBiografi.Com – Abraham Lincoln merupakan Presiden Amerika Serikat merupakan Presiden Amerika Serikat ke-16, Ia memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa, dan menghapuskan perbudakan.

Profil Singkat

Nama: Abraham Lincoln
Lahir : Hardin County, Kentucky (sekarang di LaRue County), 12 Februari 1809
Wafat : Washington D.C., Amerika Serikat, 15 April 1865
Pasangan : Mary Todd Lincoln
Anak : Robert Todd Lincoln, Tad Lincoln, William Wallace Lincoln, Edward Baker Lincoln
Jabatan :
Anggota Dewan of Perwakilan AS dari distrik ke-7 Illinois (4 Maret 1847 – 4 Maret 1849)
Presiden Amerika Serikat Ke-16 (4 Maret 1861 – 15 April 1865)

Kehidupan Awal Abraham Lincoln

Abraham Lincoln lahir di Kentucky, Amerika Serikat pada 12 Februari 1809. Ia lahir dari keluarga yang miskin dan tidak berpendidikan. Ayah Lincoln adalah seorang petani. Lincoln hanya menempuh pendidikan selama kira-kira satu tahun, namundalam waktu yang singkat itu, ia sudah dapat membaca, menulis dan berhitung.

Kehidupan yang dijalani Lincoln penuh dengan rintangan, tapi saat masih kecil Ia telah mengenal apa itu kemerdekaan dan perdamaian. Ia yakin bahwa semua orang memiliki hak untuk hidup merdeka dan damai. Lincoln memiliki kekurangan dalam hal berbicara, saat berbicara ia tersendat-sendat atau gagap. Sang ibu mencemaskan masa depan Lincoln karena gagapnya.

Pada tahun 1828, Saat menyewa kapal angkut untuk mengantarkan barang ke pelabuhan di New Orleans untuk pertama kalinya Lincoln melihat penjualan budak-budak. Ia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa suatu saat Ia harus dapat menghapuskan perbudakan tersebut.

Pada waktu itu di Amerika terdapat perbedaan besar dalam hal filosofi, ekonomi, dan politik antara wilayah Utara dan Selatan. Orang wilayah Utara memiliki pemikiran yang lebih modern, namun mereka miskin. Sedangkan orang wilayah Selatan terdiri dari kaum bangsawan, mereka terdiri dari tuan tanah yang mengandalkan budak berkulit hitam untuk mengolah lahan mereka.

Ketika sedang beribadah di gereja, Ia mendengar pendeta berkata, ”Allah memberi peluang yang sama kepada semua manusia.” Lincoln tertegun mendengar perkataan pendeta tersebut, Ia pun terkesan. Saat itulah Lincoln mulai memiliki keinginan untuk berlatih berbicara agar gagapnya menjadi lancar agar dapat membuat orang terpesona, karena dengan pandai berorasi ide serta pemikirannya dapat sampai dan Ia akan mendapat dukungan dari banyak orang.

Perjalanan Karier

Pada saat muda, Lincoln pernah bekerja menjadi pembelah kayu pagar, menjadi tentara, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, menjadi juru tulis, menjadi pengurus kedai, menjadi kepala kantor pos, dan akhirnya Ia menjadi seorang pengacara.

Ketika tumbuh dewasa, Ia makin berusaha keras untuk menambah pengetahuannya. Lincoln memanfaatkan waktu yang dimilikinya dengan baik, Ia membaca semua buku yang dapat dibacanya dan akhirnya pada umur 28 tahun Ia berhasil menjadi seorang ahli hukum.

Ketika menjadi seorang pengacara, Ia berhasil mewujudkan keinginannya untuk menjadi pengacara terkenal. Lincoln sering memenangkan kasus yang membela kaum yang lemah dan benar. Lincoln menjadi pribadi yang sangat dinamis, cerdas serta sudah sangat lancar berbicara.

Masuk Dunia Politik

Pada tahun 1832 yaitu saai ia masih berumur 23 tahun, Lincoln mulai memasuki dunia politik. Saat itu, Lincoln mengikuti pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah negara bagian Illinois, di bagian barat-tengah Amerika. Namun Ia gagal dalam pemilihan tersebut. Dua tahun kemudian, Lincoln mengikuti kembali pemilihan tersebut dan akhirnya menang. Setelah itu, Lincoln terpilih sebanyak tiga kali berturut-turut setelahnya.

Lincoln tetap berpegang teguh pada perkataannya yaitu membebaskan perbudakan. Selama masa jabatannya di parlemen Lincoln memperjuangkan untuk membebaskan perbudakan yang terjadi di wilayah Selatan. Namun, Lincoln mendapat perlawanan keras dari perwakilan pihak Selatan yang banyak melakukan tindakan perbudakan tersebut.

Para perwakilan dari Selatan berpendapat bahwa budak-budak itu merupakan milik mereka, jika budak dihapus hal itu sama saja merampas hak mereka. Meskipun begitu Lincoln tetap teguh pada pendiriannya.

Perbudakan dan Pembagian Rumah

Pada tahun 1850-an, perbudakan masih legal di Amerika Serikat bagian selatan, namun untuk Amerika bagian utara, termasuk Illinois hal tersebut umumnya telah dilarang , yang asli 1818 Konstitusi melarang perbudakan, seperti yang dipersyaratkan oleh Northwest Ordonansi.

Senator Senior Stephen A. Douglas of Illinois telah dimasukkan kedaulatan rakyat dalam Undang-Undang. Penyediaan Douglas, yang menentang Lincoln, pemukim tertentu memiliki hak untuk menentukan lokal apakah akan mengizinkan perbudakan di wilayah AS yang baru, daripada memiliki keputusan seperti dibatasi oleh Kongres nasional.

Menjadi Presiden Amerika Serikat dan Pidato Gettysburg

Abraham Lincoln mencalonkan diri sebagai Presiden. Pada tanggal 6 November 1860, Lincoln terpilih sebagai presiden ke-16 Amerika Serikat,Ia merupakan presiden pertama dari Partai Republik. Lincoln berhasil mengalahkan Stephen A. Douglas dari Demokrat, John C. Breckinridge dari Demokrat Selatan, dan John Bell dari Uni Partai Konstitusi baru.

Kemenangan yang didapatkan Lincoln karena Ia mendapat dukungan dari wilayah Utara dan Barat. Warga Amerika bagian Selatan banyak yang tidak mengakui Lincoln sebagai presiden Amerika Serikat mereka.

Baru satu bulan menjabat menjadi seorang presiden, terjadi perang saudara di Amerika yaitu antara negara bagian Utara dan negara bagian Selatan. Meskipun Ia sangat membenci perang, Lincoln menerima hal tersebut karena hal tersebut merupakan satu-satunya jalan untuk menyelamatkan persatuan negara.

Di pertengahan perang saudara, Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Pembebasan yang mengubah hidup banyak orang di Amerika. Proklamasi tersebut menyatakan bahwa semua budak belian di negara bagian maupun daerah negara bagian yang melawan Amerika Serikat akan bebas mulai 1 Januari 1863.

Dengan adanya proklamasi tersebut, semua orang memiliki semangat untuk memperjuangkan kebebasan dan juga proklamasi tersebut menjadi pendorong penghapusan perbudakan di seluruh Amerika Serikat. Perang saudara tersebut berakhir dengan kemenangan pihak utara, sehingga pihak selatan akhirnya harus tunduk dibawah pada kepemimpinan Lincoln.

Pada Kamis siang 19 November 1863,  Abraham Lincoln memberikan pidatonya di Soldiers’ National Cemetery, Gettysburg, Pennsylvania yang dikenal dengan Pidato Gettyburg. Isi pidatonya yaitu :

Four score and seven years ago our fathers brought forth on this continent a new nation, conceived in Liberty, and dedicated to the proposition that all men are created equal.
Now we are engaged in a great civil war, testing whether that nation, or any nation, so conceived and so dedicated, can long endure. We are met on a great battle-field of that war. We have come to dedicate a portion of that field, as a final resting place for those who here gave their lives that that nation might live. It is altogether fitting and proper that we should do this.
But, in a larger sense, we can not dedicate—we can not consecrate—we can not hallow—this ground. The brave men, living and dead, who struggled here, have consecrated it, far above our poor power to add or detract. The world will little note, nor long remember what we say here, but it can never forget what they did here. It is for us the living, rather, to be dedicated here to the unfinished work which they who fought here have thus far so nobly advanced. It is rather for us to be here dedicated to the great task remaining before us — that from these honored dead we take increased devotion to that cause for which they gave the last full measure of devotion — that we here highly resolve that these dead shall not have died in vain — that this nation, under God, shall have a new birth of freedom — and that government of the people, by the people, for the people, shall not perish from the earth.

Pada tahun 1864, Abraham Lincoln dipilih kembali menjadi presiden Amerika Serikat. Dalam melakukan perencanaan perdamaian Abraham Lincoln sangat fleksibel dan murah hati.

Wafatnya Abraham Lincoln

Saat sedang menyaksikan teater bersama istrinya di teater Ford, Washington, Amerika Serikat. Pada 14 April 1865, Presiden Lincoln ditembak.

Penembak yang membunuh Lincoln adalah John Wilkes Booth, dia adalah seorang pemain sandiwara yang memiliki gangguan jiwa, dia juga merupakan pendukung konfederasi yang menentang diserahkannya tentara konfederasi kepada pemerintah setelah berakhirnya perang saudara.

Keesokan harinya yaitu pada tanggal 15 April 1865 Lincoln meninggal dunia. Kemudian Presiden Lincoln dimakamkan di Springfield, Amerika Serikat dan Ia dikenang oleh masyarakat Amerika dan dunia sebagai pejuang demokrasi karena jasa-jasanya.

Kata-Kata Bijak Abraham Lincoln

Berikut adalah beberapa kata-kata bijak dari Abraham Lincoln:

  1. I am a slow walker, but I never walk back.
  2. No man is good enough to govern another man without the other’s consent.
  3. Character is like a tree and reputation like a shadow. The shadow is what we think of it; the tree is the real thing.
  4. America will never be destroyed from the outside. If we falter and lose our freedoms, it will be because we destroyed ourselves.
  5. Tact is the ability to describe others as they see themselves.
  6. Don’t worry when you are not recognized, but strive to be worthy of recognition.
  7. When I do good, I feel good. When I do bad, I feel bad. That’s my religion.
  8. The best way to predict the future is to create it.
  9. Dan lain sebagainya……

Biografi Dan Profil Lengkap Adam Malik Wakil Presiden Ke-3 RI – Pelopor Terbentuknya ASEAN

 Biografi dan Profil Lengkap Adam Malik Sebagai Wakil Presiden ke-3 RI dan Sebagai Pelopor Terbentuknya ASEAN – Pendidikan, Karir, Penghargaan dan Wafatnya Adam Malik

InfoBiografi.Com – Adam Malik Batubara atau lebih dikenal dengan Adam Malik merupakan pahlawan nasional indonesia yang pernah menjabat sebagai menteri indonesia di beberapa depertemen diantaranya Ia pernah menjadi menteri luar negeri, selain menjadi menteri, adam malik juga pernah menjabat sebagai wakil presiden indonesia yang ketiga yang menjabat dari 23 Maret 1978 – 11 Maret 1983 pada masa pemerintahan presiden Soehato. Adam Malik merupakan putra dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis yang lahir di Pemantangsiantar, Sumatera Utara pada tanggal 22 Juli 1917. Adam Malik meninggal dunia pada 5 september 1984 di Bandung, Jawa Barat.

Profil Singkat

Nama: Adam Malik Batubara
Lahir: Pematangsiantar, 22 Juli 1917
Meninggal: Bandung, 5 September 1984
Ayah: Abdul Malik Batubara
Ibu : Salamah Lubis
Pasangan: Nelly Adam Malik (m. 1942–1984)
Anak: Otto Malik, Antarini Malik, Imron Malik, Budisita Malik, Ilham Malik

Latar Belakang dan Pendidikan Adam Malik

Adam Malik merupakan anak ketiga dari 10 bersaudara dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Ayah Adam Malik adalah seorang pedagang kaya di Pemantangsiantar. Adam Malik sangat gemar membaca, menonton film koboi dan juga gemar pada dunia fotografi.

Adam Malik menjalani pendidikan dasarnya di HIS (Hollandsch Inlandsche School) Pematangsiantar, kemudian Ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Agama Madrasah Sumatera Thawalib Parabek di Bukittinggi, tapi pendidikannya disana hanya ia jalani selama 6 bulan saja, Ia pulang ke kampungnya dan membantu orangtuanya berdagang.

Memulai Karier Politik

Saat masih berumur belasan tahun, pada tahun 1934 Adam Malik pernah di tangkap polisi Dinas Intel Politik dan ditahan selama 2 bulan karena Ia melanggar larangan perkumpulan. Saat berumur 17 tahun, Adam Malik sudah menjabat sebagai ketua Partindo di Pematangsiantar dari 1934 hingga 1935.

Keinginannya untuk maju dan berbakti pada bangsa mendorong Adam Malik untuk merantau ke Jakarta. Pada usia 20 tahun, Ia bersama dengan Soemanang, Sipahutar, Armijn Pane, Abdul Hakim, dan Pandu Kartawiguna memelopori berdirinya Kantor Berita Antara yang berada di Buiten Tijgerstraat 38 Noord Batavia (Jl. Pinangsia II Jakarta Utara) kemudian pindah ke Jalan Pos Utara 53 Pasar Baru, Jakarta Pusat. Dalam kantor tersebut Adam Malik menjabat sebagai Redaktur sekaligus Wakil Direktur.

Pada tahun 1940-1941 menjadi anggota Dewan Pimpinan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) di Jakarta. Pada 1945, menjadi anggota Pimpinan Gerakan Pemuda untuk persiapan Kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Pada tahun 1945, Ia menjadi anggota Pimpinan Gerakan Pemuda untuk persiapan kemerdekaan Indonesia di Jakarta.

Pada zaman pendudukan Jepang, Adam Malik aktif dalam bergerilya dalam gerakan pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Demi mendukung kepemimpinan Soekarno-Hatta, Adam Malik menggerakkan rakyat untuk berkumpul di lapangan Ikada, Jakarta. Adam Malik yang berperan sebagai perwakilan golongan pemuda dan juga sebagai pimpinan Komite Van Aksi, Adam malik terpilih sebagai Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP mulai dari tahun 1945 hingga 1947. KNIP tersebut memiliki tugas untuk mempersiapkan susunan pemerintahan Indonesia. Selain itu, Adam Malik juga merupakan pendiri dan anggota dari Partai Rakyat, pendiri Partai Murba, dan juga anggota parlemen.

Pada Akhir tahun 50-an, Adam Malik masuk pemerintahan sebagai duta besar luar biasa yang berkuasa penuh untuk Polandia dan Uni Soviet atas penunjukan oleh Ir. Soekarno. Kemudian, pada tahun 1962, Adam malik menjadi ketua Delegasi RI dalam perundingan Indonesia dengan Belanda untuk penyerahan Irian Barat karena kemampuannya berdiplomasi. Setelah itu, Adam Malik menjabat sebagai Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin. Saat terjadinya pengaruh Partai Komunis Indonesia yang menguat, Adam Malik bersama Roeslan Abdulgani dan Jenderal Nasution dianggap musuh PKI, mereka dicap sebagai trio sayap kanan yang kontra revolusi.

Pada saat terjadi pergantian rezim pemerintahan Orde Lama, posisi bersebrangan dengan kelompok kiri yang dipilih Adam Malik justru menguntungkan dirinya. Pada tahun 1966, Adam disebut-sebut dalam trio baru Soeharto-Sultan-Malik. Pada tahun yang sama, melalui televisi, Adam Malik menyatakan keluar dari Partai Murba, karena pendirian Partai Murba yang menentang masuknya modal asing. 4 tahun kemudian, Adam Malik bergabung dengan partai Golkar. Mulai dari tahun 1966 hingga 1977 Adam Malik menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri II / Menlu ad Interim dan Menlu RI.

Adam Malik yang menjadi Menlu dalam pemerintahan Orde Baru, memiliki peranan penting dalam berbagai perundingan dengan negara-negara lain termasuk rescheduling utang Indonesia peninggalan Orde Lama. Bersama dengan Menlu negara-negara ASEAN, Adam Malik mempelopori terbentuknya ASEAN tahun 1967. Adam Malik pernah dipercaya menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York dan dia merupakan orang Asia kedua yang pernah memimpin sidang lembaga itu. Pada tahun 1977, Adam Malik terpilih menjadi Ketua DPR/MPR. Setelah tiga bulan, Ia terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-3 menggantikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Wafatnya Adam Malik Dan Penghargaan Yang Diberikan Padanya

H.Adam Malik meninggal dunia di Bandung pada 5 September 1984 karena kanker lever yang dideritanya. Jasad Adam Malik kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Sepeninggalannya, Istri dan juga anak-anaknya mengabadikan namanya dengan mendirikan Museum bernama Museum Adam Malik. Pemerintah juga memberikan berbagai tanda kehormatan. Atas jasa-jasanya, Adam Malik dianugerahi berbagai macam penghargaan, di antaranya adalah Bintang Mahaputera kl. IV pada tahun 1971, Bintang Adhi Perdana kl.II pada tahun 1973, dan diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1998.

Karir Adam malik

  • Wakil Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (29 Agustus 1945 – Februari 1950)
  • Menteri Perdagangan Indonesia ke-15 (13 November 1963 – 27 Agustus 1964)
  • Menteri Luar Negeri Indonesia ke-11 (28 Maret 1966 – 23 Maret 1978)
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ke-7 (1977–1978)
  • Wakil Presiden Indonesia ke-3 (23 Maret 1978 – 11 Maret 1983)

Penghargaan Adam Malik

  • Bintang Mahaputera kl. IV pada tahun 1971
  • Bintang Adhi Perdana kl.II pada tahun 1973
  • Pahlawan Nasional pada tahun 1998

Pendidikan Adam Malik

  • Hollandsch-Inlandsche School Pematangsiantar
  • Sekolah Agama Parabek di Bukittinggi

Biografi dan Profil Lengkap Teuku Umar – Pahlawan Nasional Indonesia Dari Aceh

Biografi dan Profil Lengkap Teuku Umar Tokoh Pahlawan Nasional Indonesia Dari Aceh

InfoBiografi.Com – Teuku Umar merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang berjuang melawan penjajah. Teuku Umar lahir pada tahun 1854 di Meulaboh, Aceh Barat, Indonesia. Teuku Umar merupakan anak dari Teuku Achmad Mahmud yang merupakan putra dari Datuk Makdum Sati. Teuku Umar memiliki 2 saudara perempuan dan 3 saudara laki-laki. Teuku Umar wafat pada tahun 1899. Berdasarkan SK Presiden No. 087/TK/1973 tanggal 6 November 1973, Teuku Umar dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Profil Singkat Teuku Umar

Nama: Teuku Umar
Lahir : Meulaboh, 1854
Wafat : Meulaboh, 1899

Istri:
Cut Nyak Sofiah
Cut Meuligou/Nyak Malighai
Cut Nyak Dhien

Anak
Dari Cut Meuligou:
Teuku Sapeh
Teuku Raja Sulaiman
Cut Mariyam
Cut Sjak
Cut Teungoh
Teuku Bidin
Dari Cut Nyak Dhien :
Cut Gambang

Agama: Islam

Terjadinya Perang Aceh

Pada tahun 1873 meletuslah Perang Aceh yang pada saat itu Teuku Umar masih menginjak usia 19 tahun, Teuku umar ikut berjuang untuk kampungnya, kemudian berkelanjutan ke Aceh Barat. Pada usia tersebut yang terbilang masih muda Teuku umar telah diangkat menjadi keuchik gampong atau kepala desa di daerah daya Meulaboh.

Saat berumur 20 tahun, Teuku Umar meniklah dengan putri dari Uleebalang Glumpang bernama Nyak Sofiah. Untukj menaikan derajatnya, Teuku Umar menikah dengan puteri Panglima Sagi XXV Mukim yang bernama Nyak Malighai/Cut Meuligou. Dari pernikahannya dengan Cut Meuligou, Mereka di karuniai 6 anak yaitu Teuku Sapeh, Teuku Raja Sulaiman, Cut Mariyam, Cut Sjak, Cut Teungoh, dan Teuku Bidin.

Kemudian pada tahun 1880, Teuku Umar menikahi seorang janda bernama Cut Nyak Dien yang merupakan putri dari pamannya sendiri. Dari pernikahannya dengan Cut Nyak Dien, mereka dikaruniai seorang anak bernama Cut Gambang.

Taktik Penyerahan Diri Teuku Umar

Teuku Umar mencari cara agar dapat mendapatkan senjata dari tangan Belanda, kemudian ia berpura-pura menjadi antek Belanda. Pada tahun 1883, pasukan Teuku Umar dan Belanda berdamai. Tidak hanya Teuku Umar yang memiliki maksud lain dari perdamaian ini, Gubernur Van Teijn juga memiliki maksud lain yaitu memanfaatkan Teuku Umar agar dapat menarik perhatian rakyat Aceh. Teuku Umar yang masuk dalam dinas militer menundukan pos pertahanan Aceh agar Belanda percaya dan memberi peran yang lebih besar.

Taktik yang dijalankan Teuiku Umar berhasil, dan sebagai imbalannya permintaan Teuku Umar dikabulkan. Permintaan tersebut adalah penambahan 17 panglima dan 120 prajurit, termasuk panglima laut.

Peristiwa Kapal Nicero

Pada tahun 1884 kapal Nicero milik Inggris terdampar, kapten beserta awak kapal tersebut ditawan oleh Raja Teunom dan Raja Teunom meminta tebusan sebesar $10.000 tunai.

Teuku Umar kkemudian diperintah Belanda untuk membebaskan kapal tersebut, karena penawanan tersebut, terjadi perselisihan antara Belanda dengan Inggris.

Teuku Umar yang diperintah mengatakan bahwa merebut kapal tersebut adalah pekerjaan yang berat karena pasukan raja Teunom sangat kuat, tapi Ia sanggup untuk merebut kembali kapat tersebut asalkan dibekali dengan senjata dan logistik yang banyak.

Teuku umar berangkat menggunkan kapal Bengkulen dengan 32 tentara belanda dan beberapa panglimanya menuju Aceh Barat dengan perbekalan yang cukup banyak.Tidak lama kemudian, Belanda dikagetkan dengan berita yang menyatakan bahwa prajurit belanda yang berangkat bersama Teuku Umar dibunuh di tengah laut dan semua perbekalan yang mereka berikan di rampas. Sejak saat itulah Teuku Umar kembali menjadi pejuang Aceh dan menyuruh Raja Teunom tidak mengurangi tuntutannya.

Melanjutkan Perlawanan Dan Menyerahkan Diri Kembali Pada Belanda

Senjata hasil rampasannya, kemudian Ia bagikan pada pasukan Aceh. Teuku umar dan pasukannya berhasil merebut kembali 6 mukim dari tangan belanda.

2 tahun berselang setelah peristiwa kapal Nicero, pada 15 Juni 1886 sebuah kapal bernama Hok Canbton berlabuh ke bandar Ragaih dengan dinahkodai Kapten Hansen yaitu seorang pelaut Denmark yang bermaksud untuk menukar senjata dengan lada. Tapi itu biukan maksud sebenarnya dari Hansen, maksud Hansen sebenarnya adalah untuk menjebak Teuku Umar dan menyerahkannya pada Belanda.

Teuku umar yang merasa curiga dengan syarat yang diajukan oleh Hansen yang menyuruhnya untuk datang sendiri, lalu Ia mengatur siasat dan pada dini hari ia mengutus seorang panglima dan 40 prajurit untuk menyusup dalam kapal. Pada pagi harinya, Teuku Umar datang dan meminta pelunasan lada sebanyak $5000 tapi hansen ingkar dan menyuruh anak buahnyauntuk menangkap Teuku Umar. Teuku Umar lalau memberikan kode pada prajuritnya dan Hansen kemudian dapat dilumphkan. Belanda marah mendengar rencananya gagal.

Pada tahun 1891 Teungku Chik Di Tiro dan Teuku Panglima Polem VIII Raja Kuala gugur dalam pepoerangan yang berkelanjutan. Teuku yang merasa rakyat aceh begitu menderita, kemudian pada september 1893 Teuku Umar kembali menyerahkan dirinya pada pihak Belanda bersama dengan 13 panglimanya. Kemudian Teuku Umar diberi gelar Teuku Johan Pahlawan Panglima Besar Netherland. Cut Nyak Dien sebagai Istri sempat bingung, malu dan juga marah atas tindakan yang dilakukan suaminya.Teuku Umar menyakinkan kesetiaanya pihak Belanda, Umar mendapat kepercayaan yangbesar dari Gubernur Belanda. Kepercayaan yang diberikan dimanfaatkan Umar demi kepentingan rakyat Aceh, prajurit yang di sebar oleh Teuku Umar bukan untuk melawan musuh melaikan untuk menghubungi pemimpin perjuangan rakyat aceh.

Pada suatu hari Umar melakukan pertemuan rahasia dengan pemimpin perjuangan rakyat aceh. Pertemuan tersebut membahas tentang akan kembali memihaknya Teuku Umar pada Aceh dengan membawa senjata serta perangkat perang yang telah dikuasainya. Saat itu Cut Nyak Dien sadar bahwa tindakan yang dilakukan suaminya hanya sandiwara.

Pada 30 Maret 1896, Umar beserta pasukannya keluar dari Dinas Militer Belanda dan membawa lari 800 senjata, 25.000 butir peluru, 500 kg amunisi, dan uang sebanyak $18.000.

Jenderal Vetter yang diutus untuk menggantikan Gubernur Deykerhooff yang dipecat akibat larinya Umar, menyuarakan Ultimatum pada umar untuk menyerahkan kembali senjata yang dirampasnya, namun Umar tidak mau. Umar kemudian mengajak para Uleebelang untuk melawan Belanda. Dan juga dengan bantuan Cut nyak Dien, Panglima Pang Laot, Teuku Panglima Polem Muhammad Daud, mulai tahun 1896 Komando Perang Aceh dipegang Oleh Teuku Umar.

Gugurnya Teuku Umar

Pada Februari 1899, mata-mata Jenderal Van Heutsz melaporkan tentang kedatangan pasukan Teuku Umar ke Meulaboh. Pada malam menjelang 11 Februari 1899, pasukan Teuku Umar tiba di pinggir kota Meulaboh dan mereka sangat terkejut dengan penghadangan yang dilakukan pasukan Van Heutsz. dengan begitu pasukan Aceh tidak dapat mundur dan jalan satu-satunya adalah bertempur. Dalam pertempuran tersebut, Teuku Umar gugur karena dadnya tertembus peluru musuh.

Kemudian, Jasad Teuku Umar dimakamkan di Masjid Kampung Mugo yang berada di hulu sungai Meulaboh. mendengar kematian suaminya, Cut Nyak Dien bertekad untuk melanjutkan perjuangan suaminya.

Biografi dan Profil Lengkap Pak Raden – Ilustrator Pencipta Tokoh Si Unyil

Biografi dan Profil Lengkap Pak Raden Sebagai Seorang Ilustrator Pencipta Tokoh Si Unyil

InfoBiografi.Com – Pak Raden merupakan ilustrator pencipta tokoh Si Unyil. Pak raden merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara yang lahir pada 28 November 1932 di Puger, Jember, Jawa Timur dengan nama asli Drs. Suyadi atau Raden Soejadi. Tokoh pak raden dikenal dengan kekhasannya yang mengenakan beskap hitam, kumis palsu yang tebal, blankon dan juga tongkat kayu.

Profil Singkat Pak Raden

Nama : Drs. Suyadi/ Raden Soejadi
Nama lain : Pak Raden
Lahir : Puger, Jember, Jawa Timur, 28 November 1932
Wafat : Jakarta,  30 Oktober 2015

Masa Kecil Dan Pendidikan Pak Raden

Suyadi kecil sangatlah gemar menggambar, Ia menggambar menggunakan arang atau kapur di halaman rumahnya. Apabila sudah menggambar, ia merasa telah menemukan dunianya bahkan ia menggunkan tembok rumahnya untuk melampiaskan hobinya.

Kegemaran menggambar tersebut membuahkan hasil, pada tahun 1952 kegemaran tersebut membawa Suyadi diterima di Institut Teknologi Bandung atau ITB dengan jurusan seni rupa.

Saat menjalani pendidikannya di ITB, bakat menggambar yang dimiliki Suyadi semakin terasah dan Ia semakin mencintai seni. Selama kuliah, Ia telah menghasilkan beberapa karya berupa buku cerita bergambar bagi anak-anak yang dimana Suyadi sebagai ilustrator sekaligus penulisnya, serta membuat film pendek animasi bagi anak-anak.

Pada tahun 1960, Drs. Suyadi lulus dari ITB, kemudian Ia melanjutkan pendidikannya untuk mendalami pengetahuannya tentang animasi di Perancis, disana Ia belajar selama empat tahun dari tahun 1961 sampai 1963.

Setelah pendidikannya di perancis telah selesai, Ia pulang ke Indonesia. Kemudian dari tahun 1965 hingga 1975, Drs. Suyadi menjadi staf pengajar di Institut Teknologi Bandung untuk jurusan seni rupa dalam seni ilustrasi. Drs. Suyadi juga mengajar di Institut Kesenian Jakarta, disana Ia khusus mengajar animasi.

Menciptakan Si Unyil dan Dikenal Sebagai Pak Raden

Pada tahun 1980, Drs. Suyadi menciptakan tokoh Si Unyil. Penamaan Unyil sendiri diambil dari kata Mungil yang berarti kecil. Setelah menciptakan tokoh Si Unyil kemudian ia menciptakan tokoh antagonis dalam serial sandiwara boneka Si Unyil yang waktu itu tayang di TVRI bernama Pak Raden, dan yang menjadi pengisi suara tokoh Pak Raden tersebut adalah Drs. Suyadi sendiri. Karena itu, kemudian Drs. Suyadi lebih dikenal dengan nama Pak Raden.

Selain kedua tokoh tersebut, Drs. Suyadi juga menciptakan tokoh lain yaitu Pak Ogah dan Bu Bariah. Dalam serial drama boneka tersebut selain menjadi pencipta dan pengisi suara, Drs. Suyadi juga menjadi Art director.

Serial Si Unyil tersebut sangat disukai oleh anak-anak pada tahun 1981 yang tayang di TVRI setiap hari minggu, serial tersebut diproduksi oleh PPFN sampai tahun 1993. Namun hingga sekarang Si Unyil masih tayang di televisi untuk memberikan informasi yang mengedukasi.

Pak Raden tidak hanya gemar menggambar dan melukis tetapi Ia juga gemar mendalang, mendongeng, membuat ilustrasi buku anak, serta membuat boneka. Namun sketsa hasil karya Pak Raden tersebut tidak dipublikasikan melainkan untuk koleksinya di rumah dan dibiarkan berserakan. Pak raden memilih hidup membujang.

Dari Tahun 1970-an hingga sekarang, Pak Raden telah mendapatkan sejumlah penghargaan di bidang pustaka atas karyanya, Pak Raden dianugrahi Ganesha Widya Jasa Utama atas jasa serta prestasinya sebagai Pelopor Bidang Industri Kreatif Klaster Animasi dan Tokoh Animator Nasional. Penghargaan tersebut diberikan pada saat peringatan Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia yang ke 92 tahun di Aula Barat ITB. Pak Raden sempat mengeluarkan buku berjudul Petruk Jadi Raja pada 2008 lalu.

Pak Raden terus memperjuangkan hak cipta atas boneka Si Unyil selam hidupnya, karena hak cipta tersebut dipegang oleh PPFN. Pada 14 Desember 1995, Pak Raden membuat perjanjian penyerahan hak cipta dengan PPFN. Dalam perjanjian tersebut, kedua pihak sepakat mengenai hak cipta Si Unyil hanya berlaku 5 tahun terhitung dari penandatanganana perjanjian tersebut. Namun PPFN menganggap bahwa pewnyerahan hak cipta tersebut berlaku selamanya dan Pak Raden pun tidak pernah mendapatkan royalti atas karya yang telah dibuatnya.

Wafatnya Pak Raden

Pada 30 Oktober 2015 pukul 22.20 WIB, dalam usia 82 tahun Pak Raden meninggal dunia di Runmah Sakit Pelni akibat penyakit Osteoarthritis yang di deritanya. Sehari setelah itu, jasad Pak Raden dimakanmkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Biografi dan Profil Umar Bin Khatab Beserta Riwayat Lengkapnya

Biografi dan Profil Lengkap Umar Bin Khatab Beserta Riwayatnya Dari Awal Sampai Akhir

InfoBiografi.Com – Umar Bin Khatab merupakan salah seorang sahabat Nabi dan Khalifah kedua setelah wafatnya Abu Bakar As-Sidip. Umar Bin Khatab diberi julukan oleh Nabi Muhammad yaitu Al-Faruq yang ebrarti bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Jasa dan perangaruh yang diberikan Umar Bin Khatab terhadap penyebaran Islam sangat besar hinggan Michael H. Heart menempatkannya sebagai orang paling berpengaruh nomor 51 sedunia sepanjang masa. Untuk mengetahui lebih dalam simak biografi Umar Bin Khatab berikut ini.

Biografi Singkat Umar Bin Khatab

Nama : ‘Umar bin al-Khattab
Lahir : 583 M Mekkah, Jazirah Arab
Wafat : 3 November 644
Makam : Sebelah kiri makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah
Gelar : al-Faruq (Pemisah antara yang benar dan batil) , Amir al-Mu`miniin (Pemimpin Orang-Orang Beriman)
Pendahulu : Abu Bakar Ash-Shidiq
Pengganti : Utsman bin Affan

Biografi dan Profil Umar bin Khattab

Umar bin al-Khattab lahir di Mekkah dari Bani Adi yang masih satu rumpun dari suku Quraisy dengan nama lengkap Umar bin al-Khattab bin abdul Uzza. Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi.

Umar bin khatab dikenla memiliki fisik yang kuat, bahkan ia menjadi juara gulat di Mekkah. Umar tumbuh menjadi pemuda yang disegani dan ditakuti pada masa itu. Beliau memiliki watak yang keras hingga di juluki sebagi “Singa Padang Pasir”. Beliau termasuk pemuda yang amat keras dalam membela agama tradisional Arab yang saat itu masih menyembah berhala serta menjaga adat istiadat mereka. Bahkan pada saat itu putrinya dikubur hidup-hidup demi menjaga kehormatan Umar. Sebelum memeluk Islam beliau di kenal sebagai peminum berat, namun setelah menjadi muslim Beliau tidak lagi menyentuh alkohol sama sekali, meskipun saat itu belum diturunkan larangan meminum khimar secara tegas.

Memeluk Islam

Pada masa itu, ketika Nabi Muhammad menyebarkan Islam secara terbuka di Mekkah, Umar berreaksi sangat antipati terhadap Nabi. Umar juga termasuk orang yang paling banyak dan paling sering menggunakan kekuatannya untuk menyiksa pengikut Nabi Muhammad SAW.

Pada puncak kebenciannya terhadap Nabi Muhammad SAW, Umar memutuskan untuk mencoba membunuh Nabi. Namun dalam perjalanannya, Umar bertemu dengan salah seorang pengikut Nabi yang bernama Nu’aim bin Abdullah dan memberikan kabar bahwa saudara perempuan Umar telah memeluk Islam. Karena kabar tersebut, Umar menjadi terkejut dan kembali ke rumahnya dengan maksud untuk menghukum adiknya. Dalam riwayatnya, Umar menjumpai Saudarinya yang sedang membaca Al-Quran surat Thoha ayat 1-8 , Umar menjadi semakin marah dan memukul saudarinya.

Namun Umar merasa iba ketika melihat saudarinya berdarah akibat pukulannya, beliau kemudian meminta agar ia melihat bacaan tersebut. Beliau menjadi sanagt terguncang oleh isi Al-Quran, dan beberapa waktu setelah kejadian tersbut Umar menyatakan memeluk agama Islam. Keputusan tersebut membuat hampir seisi Mekkah terkejut karena seorang yang terkenal memiliki watang yang keras dan paling banyak menyiksa pengikut Nabi Muhammad SAW kemudian memeluk ajaran yang sangat di bencinya. Akibatnya, Umar di kucilkan dari pergaulan Mekkah dan ia tidak lagi dihormati oleh para petinggi Quraisy.

Hijrah di Madinah

Pada tahun 622, Umar ikut bersama Nabi Muhammad SAW serta para pegikutnya untuk berhijrah ke Yatsrib (saat ini Madinah). Umar juga terlibat dalam perang Badar, perang Uhud, perang Khaybar serta penyerangan ke Syria. Umar bin Khatab di anggap sebagai orang yang di segani oleh kaum muslimin pada masa itu selain karena reputasinya pada masa lalu yang memang terkenal sudah terkenal sejak masa memeluk Islam, Umar juga dikenal sebagai orang terdepan yang selalu membela Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam pada kesempatan yang ada. Bahkan beliau tanpa ragu menentang kawan-kawan lamanya yang dulu bersama sama ikut menyiksa para pengikut Nabi Muhammad SAW.

Wafatnya Nabi Muhammad

Suasana sedih dan haru menyelimuti kota Madinah, pada saat kabar wafatnya Nabi Muhammad SAW pada 8 juni 632 M (12 Rabiul Awal 10 Hijriah). Umar merupakan salah seorang yang paling terguncang atas peristiwa itu, beliau menghambat siapapun yang akan memandikan dan menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Umar sangat syok, beliau lantas berkata “Sesungguhnya beberapa orang munafik menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW telah wafat, Sesungguhnya Beliau tidak wafat, tetapi pergi ke hadapan Tuhannya, seperti yang di lakukan MUsa bin Imran yang pergi dari kaumnya.Demi Allah Beliau benar-benar akan kembali. Barang siapa yang beranggapan bahwa beliau wafat, kaki dan tangannya kan ku potong”.

Umar melakukan hal tersebut karena yakin bahwa Nabi tidaklah wafat, namun setelah di nasehati oleh Abu Bakar, Umar kemudian sadar dan ikut memakamkan Rasulullah.

Menjadi Khalifah

Pada masa Abu Bakar menjadi seorang khalifah, Umar bin Khatab menjadi salah satu penasehat kepalanya. Setelah Abu Bakar meninggal pada tahun 634, Umar bin khatab di tunjuk untuk menggantikan Abu Bakar sebagai khalifah ke dua dalam sejarah Islam.

Selama dibawah pemerintahan Umar bin Khatab, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan Persia dari tangan dinasti Sassanid, serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari ke Kaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi, namun keduanya telah di taklukkan oleh ke Khalifahan Islam dibawah pimpinan Umar bin Khatab.

Umar bin Khatab melakukan banyak reformasi secara administratif dan menongtrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administrasi untuk daerah yang baru di taklukkan. Umar memerintahkan agar diselenggarakan sensus diseluruh wilayah kekuasaan Islam. Pada tahun 638, Umar memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Umar bin Khatab dikenal memiliki kehidupan yang sederhana. Beliau tidak mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, beliau tetap hidup sangat sederhana.

Sekitar tahun ke-17 Hijriah yang merupakan tahun ke-4 ke khalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa Hijriah.

Wafatnya Umar bin Khatab

Umar bin Khatab wafat karena dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz) yang merupakan seorang budak yang fanatik pada saat Umar akan memimpin shalat subuh. Diketahui Fairuz adalah orang Persia yang masuk Islam setelah Persia di taklukkan oleh Umar. Pembunuhan ini konon di latarbelakangi dendam Fairuz terhadap Umar bin Khatab, Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia yang pada masa itu merupakan negara Adidaya. Umar bin Khatab Wafat pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23H/644M. Setelah wafat, jabatan Khalifah dipegang oleh Ustman bin Affan.