Biografi dan Profil Lengkap Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi – Gubernur NTB dan Hafidz Quran

Biografi dan Profil Lengkap Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi- Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau lebih akrab disapa dengan Tuan Guru Bajang (TGB) adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2 Periode dengan masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018. Tuan Guru Bajang merupakan putra kelahiran Pancor, Selong, 31 Mei 1972.

Nama Tuan Guru Bajang semakin mencuat sebagai calon alternatif ditengah ramainya pembicaraan bursa capres dan cawapres 2019. Bukan tanpa alasan, hal ini mengingat banyaknya prestasi dari Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi dalam memajukan NTB selama dua periode kepemimpinannya sebagai Gubernur NTB. Untuk mengetahui biografi lengkapnya, simak uraian dibawah ini:

Nama Lengkap : Muhammad Zainul Majdi
Tempat Lahir : Pancor, Selong Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat
Tanggal Lahir : 31 Mei 1972
Agama : Islam
Jabatan : Gubernur Nusa Tenggara Barat 2 Periode
Masa Jabatan : 2008-2013 dan 2013-2018

Biografi Lengkap TGB Zainul Majdi

TGB Zainul Majdi memiliki nama lengkap Muhammad Zainul Majdi yang lebih dikenal dengan sapaan Tuan Guru Bujang (TGB). Tuan Guru Bajang adalah sebuah panggilan masyarakat sasak terhadap ulama muda seperti Tuan Guru Zainul Majdi.

Berdasarkan latar belakang keluarganya, TGB Zainul Majdi adalah cucu dari ulama paling kharismatik di NTB, khususnya di tanah Lombok. Sang kakek Maulana Syekh Tuan Guru Haji M. Zainuddin Abdul Majdi adalah pendiri Nahdlatul Wathan (NW) ormas Islam terbesar di NTB.

TGB Zainul Majdi adalah ana dari HM Djalaludin, yaitu mantan birokrat di pemda NTB serta Hj. Rauhun Zainuddin Abdul Majdi yaitu puteri dari Zainuddin Abdul Majdiseorang ulama besar di Lombok, NTB yang mendirikan organisasi Nahdatul Wathan.

Dalam kehidupan pribadinya, TGB Abdul Majdi menikah dnegan Hj. Robiatul Adawiyah, SE, putri KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, pemimpin Ponpes As-Syafiiyah, Jakarta, pada tahun 1997. Dari pernikahan tersebut mereka di karuniai 1 putra dan 3 putri yaitu Muhammad Rifki Farabi, Zahwa Nadhira, Fatima Azzahra dan Zayda Salima. Namun pada tanggal 31 Mei 2013, TGB Zainul Majdi mengajukan berkas permohonan talak terhadap istrinya di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Dan pada tahun 2013, TGB Zainul Majdi menikah dengan Dr. Hj. Erica L. Panjaitan dan dikaruniai 2 orang putri yaitu Azzadina Johara Majdi dan Khadija Hibbaty Majdi .

Memiliki keturunan sebagai keluarga Ulama, maka tidak heran jika pendidikan Zainul Majdi tidak terlepas dari pendidikan agama yang dijadikan prioritas utama. Selain belajar bersama sang kakek, Zainul Majdi juga belajar formal di Sekolah Dasar Negeri 3 Mataram. Setelah lulus pada tahun 1986, ia melanjutkan pendidikan formalnya di Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Nahdlatul Wathan Pancor yang hanya diselesaikan dalam waktu 2 tahun saja karena kecerdasan yang dimilikinya. Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah di yayasan yang sama dan selesai pada tahun 1991.

Setelah lulus dari Madrasah Aliyah, TGB Zainul Majdi memperdalam ilmu agamanya selama satu tahun yaitu pada 1991-1992 dengan menghafal alquran 30 juz di Ma’had Darul Qur’an wal Hadits Nahdlatul Wathan Pancor.

Setelah berhasil menghafal alquran, TGB Zainul Majdi kemudian berangkat ke Kairo , Mesir untuk melanjutnya studinya di Universitas Al Azhar pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an.

Ia menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1996 dengan gelar Lc (License) di Universitas Al-Azhar. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan masternya di Universitas yang sama dan mendapatkan gelar Master of Arts dengan predikat Jayyid Jidan.

Tidak hanya sampai jenjang pendidikan S2, TGB Zainul Majdi juga terus meningkatkan keilmuannya dengan melanjutkan program S3 doktor di Universitas yang sama.

Pada bulan Oktober 2002, proposal disertasi Majdi diterima dengan judul Studi dan Analisis terhadap Manuskrip Kitab Tafsir Ibnu Kamal Basya dari Awal Surat An-Nahl sampai Akhir Surat Ash-Shoffat di bawah bimbingan Prof. Dr. Said Muhammad Dasuqi dan Prof. Dr. Ahmad Syahaq Ahmad. Ia berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat Martabah EL-Syaraf El Ula Ma`a Haqqutba atau Summa Cumlaude pada hari sabtu, 8 Januari 2011 dalam munaqosah (sidang) dengan Dosen Penguji Prof. Dr. Abdul Hay Hussein Al-Farmawi dan Prof. Dr . Al-Muhammady Abdurrahman Abdullah Ats-Tsuluts.

Karir Politik Tuan Guru Bujang Zainul Majdi

Terjun ke dunia politik mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh seorang ulama seperti TGB Zainul Majdi. Karir politiknya berawal karena TGB Zainul akrab dengan tokoh reformis Yusril Ihza Mahendra yang mengajaknya untuk maju sebagai anggota DPR-RI dari Partai Bulan Bintang.

Tuan Guru pun terpilih sebagai anggota legislatif periode 2004-2009. Namun belum genap pada masa jabatannya. Banyak calon yang ingin meminang TGB untuk dijadikan calon Gubernur. Namun, lagi-lagi Yusril Ihza Mahendra kembali meyakinkan Tuan Guru Bajang untuk maju sebagai Calon Gubernur NTB. Diusung dari PBB dan PKS Tuan Guru Bajang sukses terpilih menjadi gubernur NTB periode 2008-2013.

Pilihannya masuk ke dalam politik bukan tanpa alasan. Menurutnya dalam pengalamannya selama berdakwah, banyak sisi dakwah yang tidak bisa disentuh dengan kultural saja, tapi harus secara sistem melalui struktur politik.

Tuan Guru yang sangat concern dengan pendidikan, juga bercita-cita untuk memajukan pendidikan di NTB dan juga menggratiskan pendidikan di sana.

Selama memimpin NTB, TGB Zainul Madji bisa dikatakan sukses dalam memajutan Nusa Tenggara Barat. Misalnya dalam hal pertanian, pendidikan pariwisa serta pengelolaan keuangan dan pemerintahan yang baik membuat TGB Zainul Madji diganjar penghargaan Leadership Award oleh Menteri Dalam Negeri pada tahun 2012.

Selesai masa jabatannya pada tahun 2013, TGB Zainul Majdi kembali terpilih sebagai gubernur NTB pada periode 2013-2018. Di masa kepemimpinannya yang kedua ini, TGB Zainul Madji berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan produksi atau ketahanan pangan di daerahnya sehingga membuat Nusa Tenggara Barat keluar sebagai Provinsi terbaik dalam hal tingkat pembangunan manusia.

Karena prestasinya itulah, pada tahun 2017 TGB Zainul Madji kembali menerima penghargaan Leadership Award dari Mennteri Dalam Negeri. Selian itu, ada banyak sekali penghargaan yang di terimanya selama menjabat sebagai Gubernur NTB.

Banyaknya prestasi serta kesuksesan selama memimpin Nusa Tenggara Barat dalam 2 Periode membuat TGB Zainul Majdi dilirik oleh beberapa partai sebagai salah satu kandidat calon Presiden dan Wakil Presidean 2019. Bahkan berdasarkan survei PolCoMM, elektabilitas TGB Zainul Madji mengalahkan beberapat tokoh yang sudah terkenal seperti Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Sebagai seorang pemimpin dan seorang Ulama, visi keislaman tidak pernah tertinggal dalam setiap kebijakkan yang dibuatnya. Mulai dari dirubahnya slogan NTB dari “BUMI GORA” menjadi “BUMI QURAN”.

Gubernur sekaligus hafidz quran ini juga aktif menggiatkan anak-anak untuk membumikan Qur’an melalui pendidikan. Bahkan sempat ada dua anak penghapal Qur’an dari Gaza Palestine yang sempat berkunjung kekediaman TGB Zainul Majdi.

Selain itu, TGB Zainul Majdi juga aktif dalam dunia keislaman dengan menghadiri Konferensi Dunia Islam Internasional di Arab Saudi yang diselenggarakan oleh World Moslem League. Beliau juga menghadiri Konferensi Ulama Internasional yang diadakan di Situbondo Jawa Timur.

Itulah artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Mohamed Salah – Pemain Sepak Bola Terbaik Afrika

Biografi dan Profil Lengkap Mohamed Salah – Mohamed Salah Ghaly, atau lebih dikenal dengan sebutan “Salah” adalah pemain sepak bola asal Mesir yang memperkuat Liverpool sejak Juni 2017. Sebelum memperkuat Fioentina dengan status pinjaman dari Chelsea, Salah mengawali karirnya dengan bermain untuk klun El-Mokawloon pada 2010-2012. Pada tahun 2012, Salah bergabung dnegan klub Swiss Super League ‘Basel’ selama 4 musim dan tercatat sebanyak 47 kali bertanding dnegan menorehkan 9 gol. Berikut biografi lengkapnya.

Biografi Singkat Mohamed Salah

Nama Lengkap : Mohamed Salah Ghaly
Tempat Lahir : Basion. El Gharbia, Mesir
Tanggal Lahir : 15 Juni 1992
Tinggi : 175 cm
Klub Saat ini : Liverpool F.C
Posisi : Gelandang Sayap
Nomor Punggung : 11

Karir Mohamed Salah

  • Tahun 2010-2012 bergabung dengan El Mokawloon
  • Tahun 2012-2014 bergabung dengan Basel
  • Tahun 2014 bergabung dengan Chelsea
  • Tahun 2015-2016 bergabung dengan Fiorentina (pinjaman)
  • Tahun 2016-2017 bergabung dnegan A.S Roma
  • Tahun 2017- sekarang bergabung dengan Liverpool F.C

Biografi Lengkap Mohamed Salah

Mohamed Salah Ghaly adalah seorang pemain sepak bola asal Mesir yang saat ini bermain sebagai gelandang sayap dari klup Liverpool F.C dengan nilai transfer £39 juta dari A.S. Roma, dan Tim nasional Mesir. Salah juga pernah mewakili Mesir ikut bermain pada Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2011 dan olimpiade 2012. Salah juga memenangkan Liga Super Swiss di musim pertamanya dengan Basel dan dianugerahi sebagai Pemain Muda Afrika Terbaik Tahun 2012. Berikut perjalanan karis dari Mohamed Salah.

Karir bersama El Mokawloon
Tahun 2002, seorang bocah kecil dari Mesir berusaha membangun mimpinya untuk menjadi pesepakbola terbaik dunia dimulai dengan sebuah perjuangan belajar bersama klub Junior El Mokawloon.

Selama 8 tahun Mohamed salah menimba ilmu bersama El Mokawloon sampai pada akhirnya ia di proyeksikan ke skuad senior di klub yang sama pada tahun 2010. Selama kurun waktu 2 tahu, Mohamed Salah dipercaya tampil sebanyak 41 kali di awal karir seniornya. Kepercayaan tersebut tidak membuat Salah mengabaikan begitu saja. Terbukti sebanyak 11 gol ia sarangkan ke gawang klub lawan, ini menjadi pembuktian akan kualitas seorang Mohamed Salah dalam bermain.

Namun sayang, sebuah musibah menimpa Mesir, Tepatnya terjadi bencana di Stadion Port Said yang membuat kompetisi sepakbola di negeri tersebut harus terhenti. Asosiasi sepakbola Mesir mengungumkan hal ini secara resmi pada 10 maret 2012. Tentu saja hal ini membuat talenta seperti Mohamed Salah harus terhenti karena tidak adanya sebuah pertandingan yang akan dijalankan.

Karir Bersama Basel
Klub Swiss Super League Basel ternyata memantau Salah untuk beberapa waktu saat bermain bersama klub El Mokawloon, dan setelah bencana di Stadion Port Said Klub mengadakan pertandingan persahabatan dengan Mesir U-23 tim, yang berlangsung pada tanggal 16 maret di Stadion Rankhof, Basel. Meskipun Salah hanya berain pada paruh kedua, ia mampu mencetak 2 gol. Setelah pertandingan tersebut, Basel mengundang Salah untu tetap tinggal di kota tersebut untuk menjalankan trial selama satu minggu. Pada tanggal 10 April 2012, diumumkan bahwa Salah telah menandatangani kesepakatan untuk Basel pada kontrak empat tahun dimulai dari tanggal 15 Juni 2012.

Selama karirnya dengan Basel, Mohamed Salah dipercaya tampil sebanyak 47 kali dan berhasil menyumbang sebanyak 9 gol. Salah satu gol terkesan yang pernah dilakukan adalah ketika salah berhasil menumbangkan klub raksasa sepakbola Inggris Tottenham Hotspur 4-1 melalui adu penalti setelah sebelumnya menghasilkan agregat imbang 4-4. Sayang, di partai semifinal Basel harus tumbang di tangan klub Inggris lain Chelsea.

Karir Bersama Chealsea
Pada 23 Januari 2014, secara mengejutkan Chelsea mengumumkan bahwa telah terjadi kesepakanan untuk transfer Mohamed Salah dari Basel dengan biaya yang dilaporkan sekitar £11 juta. Dan pada tanggal 26 Januari 2014, chealsea mengumumkan jika transfer mohamed salah telah rampung dan menjadikan Salah pemain pertama dari Mesir yang bergabung dengan grup Chealsea asal Inggris tersebut.

Bersama Chealsea, tercatat hanya sekitar 13 kali penampilannya dan berhasil menyumbangkan 12 gol.

Peminjaman Mohamed Salah Untuk Fiorentina
Akibat minimnya menit bermain dan kecilnya kesempatan untuk Salah menembus skuad utama Chealsea, akhirnya Salah dipinjamkan ke klub asal italia, Fiorentina untuk menambah jam terbang Mohamed Salah nantinya.

Selam 2 tahun bermain bersama Fiorentina, Mohamed Salah diberikan waktu menit bermain cukup banyak ditengah musimnya yang terbilang masih cukup muda dan minim pengalaman di liga elit Eropa. Tercatat sekitar 34 kali bermain dengan mencetak 14 gol. Hal ini membuat Fiorentina masih berconkoldo Seria A salah satu kompetisi sepak bola di negara tersebut dna menjadi klub yang menakutkan.

Karir Bersama As Roma
Karirnya yang gemilang bersama Fiorentina membuat klub elit lain tertarik mendatangkan Mohamed Salah, seperti klub As Roma. Namun perjalan klub ibu kota untuk mendatangkan Mohamed Salah ke Stadion Olimpiade Roma tidak berjalan sesuai dengan rencana. Terdengar kabar jika, pihak manajemen Fiorentina merasa kecewa dengan klub sah Mohamed Salah yaitu Chealsea. Karena klasual peminjaman Salah ke Fiorentina mendapatkan hal untuk memperpanjang masa pinjam. Namun, sebelum hal tersebut terjadi, manajemen Chealsea telah menjual Salah ke AS Roma dan ditambah dengan keingingan Mohamed Salah untuk meninggalkan La Viola.

Bersama klub AS Roma, Mohamed Salah bermain sangat impresif. Salah berhasil mengantarkan klub tersebut berada di urutan 2 Liga Seri A setelah sebelumnya kalah selisih dengan Juventus untuk merebutkan liga bergengsi di Itali tersebut. Dari total 31 kali permainan bersama AS Roma, Mohamed Salah berhasil menyumbangkan 15 gol.

Atas karirnya yang begitu cemerlang, membuat Liverpoll F.C mendaratkan Salah ke Anfield untuk awal musim 2017/2018 dengan biaya transfer yang begitu fantastis, yaitu £35 juta.

Karir Bersama Liverpool F.C
Perjalan panjang yang ditempuh Salah, megantarkannya berlabuh bersama klubLiverpool yang membuat namanya semakin bersinar.

Bersama Liverpool, Salah berhasil mencetak gol sebanyak 32 kali dalam 36 pertandingan Liga Primer Inggris, dan membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sementara di Liga bergengsi tersebut.

Nama Mohamed Salah kini di sejajarkan dengan nama-nama pemain sepak bola besar lainnya seperti Eden Hazard dan bahkan ada yang menyebutnya Messi dari Mesir!

Demikian informasi tentang”Biografi dan Profil Lengkap Mohamed Salah“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Mohammad Husni Thamrin – Pahlawan Nasional Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Mohammad Husni Thamrin – Mohammad Husni Thamrin atau MH Thamrin adalah seorang politisi era Hindia Belanda yang kemudian dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia. Mohammad Husni Thamrin lahir di Weltevreden, Batavia pada 16 Februari 1894 dan meninggal di Senen, Batavia pada 11 Januari 1941.

Profil Singkat Mohammad Husni Thamrin

Nama: Mohammad Husni Thamrin
Lahir: Weltevreden, Batavia, Hindia Belanda, 16 Februari 1894
Meninggal: Senen, Batavia, Hindia Belanda, 11 Januari 1941
Kebangsaan: Indonesia
Pekerjaan: Politikus dan Aktivis Kemerdekaan
Penghargaan: Pahlawan Nasional Indonesia

Kehidupan Awal Mohammad Husni Thamrin

MH Thamrin lahir di Weltevreden, Batavia (sekarang Jakarta), Hindia Belanda pada 16 Februari 1894. Ayahnya merupakam seorang Belanda dan ibunya orang Betawi. Ayah Thamrin yaitu Tabri Thamrin adalah seorang wedana di bawah gubernur jenderal Johan Cornelis van der Wijck. Sementara kakeknya, Ort merupakan seorang Inggris pemilik hotel di bilangan Petojo, menikah dengan seorang Betawi bernama Noeraini.

Sejak kecil Thamrin dirawat oleh pamannya dari pihak ibu karena ayahnya meninggal, sehingga ia tidak menyandang nama Belanda.

Setelah lulus dari Gymnasium Koning Willem III School te Batavia, Thamrin mengambil beberapa jabatan sebelum bekerja di perusahaan perkapalan Koninklijke Paketvaart-Maatschappij.

Munculnya MH Thamrin sebagai tokoh pergerakan yang berkaliber nasional tidaklah tidak mudah. Untuk mencapai tingkat tersebut, ia memulai dari bawah yaitu dari tingkat lokal. Dia memulai gerak sebagai seorang tokoh (lokal) Betawi. Muhammad Husni Thamrin sejak muda telah memikirkan nasib masyarakat Betawi yang sehari-hari dilihatnya. Sebagai anak wedana, dia tidaklah terpisah dari rakyat “Jelata”, justru ia sangat dekat dengan mereka. Sebagaimana anak-anak sekelilingnya, ia tidak canggung untuk mandi bersama di Sungai Ciliwung dan tidur bersama mereka.

Perjalanan Karier Mohammad Husni Thamrin

Pada tahun 1929, terjadi suatu insiden dalam Gemeenteraad yaitu yang menyangkut pengisiari lowongan jabatan wakil wali kota Betawi (Batavia). Tindakan pemerintah kolonial saat itu memang sangat tidak bijaksana, karena ternyata lowongan jabatan tersebut diberikan kepada orang Belanda yang kurang berpengalaman, bukandiberikan kepada orang Betawi yang jauh lebih berpengalaman dan pantas untuk menjabat. Tindakan pemerintah tersebut mendapat reaksi keras dari fraksi nasional. Bahkan mereka mengambil langkah melakukan pemogokan, ternyata usaha mereka berhasil dan pada akhirnya Muhammad Husni Thamrin diangkat sebagai wakil wali kota Batavia.

Dua tahun sebelum kejadian tersebut, MH Thamrin memang telah melangkah ke medan perjuangan yang lebih berat, karena dia ditunjuk sebagai anggota lembaga yang lebih luas jangkauannya dan lebih tinggi martabatnya. Pada tahun 1927, Ia ditunjuk sebagai anggota Volksraad untuk mengisi lowongan yang dinyatakan kosong oleh Gubernur Jenderal. Pada mulanya kedudukan tersebut ditawarkan kepada Hos Cokroaminoto tapi ditolak. Kemudian ditawarkan lagi ke Dr.Sutomo tapi juga di tolak. Dengan penolakan dari kedua tokoh tersebut, maka dibentuklah suatu panitia, yaitu panitia Dr. Sarjito yang akan memilih seorang yang dianggap pantas untuk menduduki kursi Volksraad yang kosong. Panitia Dr. Sarjito akhirnya memilih Muhammad Husni Thamrin. Alasannya yiatu bahwa Muhammad Husni Thramrin cukup pantas menduduki kursi itu mengingat pengalamannya sebagai anggota Gemeenteraad.

Pada tahun pengangkatannya sebagai anggota Volksraad, keadaan di Hindia Belanda mengalami perubahan yang sangat penting yaitu adanya sikap pemerintah kolonial yang keras dan lebih bertangan besi. Inilah salah satu akibat yang paling buruk yang lahir dari terjadinya pemberontakan 1926 dan 1927.Namun di lain pihak saat memasuki tahun 1927 itu pula, langkah pergerakan nasional juga mengalami perubahan sebagai akibat dari didirikannya PNI dan munculnya Bung Karno sebagai pemimpin utamanya.

MH Thamrin dikenal sebagai salah satu tokoh Betawi (dari organisasi Kaoem Betawi) yang pertama kali menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) di Hindia Belanda, mewakili kelompok Inlanders (pribumi). Thamrin juga merupakan salah satu tokoh penting dalam dunia sepak bola Hindia Belanda (sekarang Indonesia), karena pernah menyumbangkan dana sebesar 2000 Gulden pada tahun 1932 untuk mendirikan lapangan sepak bola khusus untuk rakyat Hindia Belanda pribumi yang pertama kali di daerah Petojo, Batavia.

Wafatnya Mohammad Husni Thamrin

Setelah sakit beberapa waktu lamanya, pada 11 Januari 1941, Muhammad Husni Thamrin wafat. Namun beberapa saat sebelum ia wafat, pemerintah kolonial telah melakukan tindakan sangat kasar terhadap dirinya. Dalam keadaan sakit, ia harus menghadapi perlakuan kasar tersebut yaitu rumahnya digeledah oleh polisi rahasia Belanda (PID). Ia memprotesnya, namun tidak diindahkan. Sejak itu, rumahnya dijaga ketat oleh PID dan tak seorangpun dari rumahnya diperbolehkan meninggalkan rumah tanpa seizin polisi, termasuk anak perempuannya untuk pergi ke sekolah. Tindakan polisi Belanda tersebut sangat menekan perasaandan menambah parah sakitnya.

Menurut laporan resmi, ia dinyatakan bunuh diri tapi ada dugaan ia dibunuh. Jenazahnya dimakamkan di TPU Karet, Jakarta. Pada saat pemakamannya, lebih dari 10000 pelayat mengantarnya kemudian berdemonstrasi menuntut penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan dari Belanda.

Atas jasa-jasa yang telah dilakukan oleh MH Thamrin, pada tahun 1970an namanya diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di Jakarta dan proyek perbaikan kampung besar-besaran di Jakarta. Selain itu, pada 19 Desember 2016 Pemerintah Republik Indonesia mengabadikan beliau di pecahan uang kertas rupiah baru yaitu pecahan Rp. 2.000,-

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Mohammad Husni Thamrin – Pahlawan Nasional Indonesia“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Sri Sultan Hamengkubuwono IX – Sultan Yogyakarta dan Bapak Pramuka Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Sri Sultan Hamengkubuwono IX – Gusti Raden Mas Dorodjatun atau Sri Sultan Hamengkubuwana IX atau dalam bahasa Jawa Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah seorang sultan yang pernah memimpin Kasultanan Yogyakarta (1940–1988) dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Sri Sultan Hamengkubuwono IX juga pernah menjabat sebagai wakil presiden Indonesia yang kedua (1973–1978), selain itu Ia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat pada 12 April 1912 dan meninggal di Washington, DC, Amerika Serikat pada 2 Oktober 1988 pada umur 76 tahun.

Profil Singkat Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Nama: Gusti Raden Mas Dorodjatune
Gelar: Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Lahir: Ngasem, Ngayogyakarta Hadiningrat, Hindia Belanda, 12 April 1912
Meninggal: Washington, D.C., Amerika Serikat, 2 Oktober 1988
Agama : Islam
Pendidikan:
Taman kanak-kanak atau Frobel School asuhan Juffrouw Willer di Bintaran Kidul
Eerste Europeesche Lagere School di Yogyakarta (1925)
Hoogere Burgerschool (HBS, setingkat SMP dan SMU) di Semarang dan Bandung (1931)
Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie (ilmu tentang Indonesia) lalu ekonomi
Jabatan:
Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945)
Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 – 27 Juni 1947)
Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (3 Juli 1947 – 11 November 1947 dan 11 November 1947 – 28 Januari 1948)
Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949)
Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 – 20 Desember 1949)
Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 – 6 September 1950)
Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 – 27 April 1951)
Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951)
Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956)
Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957)
Ketua Federasi ASEAN Games (1958)
Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (5 Juli 1959)
Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963)
Menteri Koordinator Pembangunan (21 Februari 1966)
Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966)
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968)
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968)
Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968)
Wakil Presiden Indonesia (25 Maret 1973 – 23 Maret 1978)

Biografi Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Sri Sultan Hamengkubuwono IX lahir di Ngasem, Ngayogyakarta Hadiningrat pada 12 April 1912 dengan nama lahir Gusti Raden Mas Dorodjatun. Hamengkubuwono IX merupakan putra dari Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dan permaisuri Kangjeng Raden Ayu Adipati Anom Hamengkunegara.

Pada usia 4 tahun, Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Hamengkubuwono IX memperoleh pendidikan di Europeesche Lagere School di Yogyakarta. Pada tahun 1925, ia melanjutkan pendidikannya ke Hoogere Burgerschool di Semarang, dan Hoogere Burgerschool te Bandoeng (HBS Bandung). Pada tahun 1930-an ia melanjutkan pendidikan perguruan tingginya di Rijkuniversiteit (sekarang Universiteit Leiden), Belanda.

Pada 18 Maret 1940, Hamengkubuwana IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta ke-9 dengan gelar Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ia merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, Ia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat “Istimewa”. Sebelum dinobatkan, Sultan yang berusia 28 tahun bernegosiasi secara alot selama 4 bulan dengan diplomat senior Belanda Dr. Lucien Adam mengenai otonomi Yogyakarta.

Pada masa Jepang, Sultan melarang pengiriman romusha dengan mengadakan proyek lokal saluran irigasi Selokan Mataram. Sultan bersama Paku Alam IX merupakan penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia. Sultan pulalah yang mengundang Presiden untuk memimpin dari Yogyakarta setelah Jakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda I. Sultan Hamengkubuwana IX tercatat sebagai Gubernur terlama yang menjabat di Indonesia antara 1945-1988 dan Raja Kesultanan Yogyakarta terlama antara 1940-1988.

Peranan Sri Sultan Hamengkubuwana IX Dalam Mempertahankan Keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia

Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, keadaan perekonomian sangat buruk. Kas negara kosong, pertanian dan industri rusak berat akibat perang. Blokade ekonomi yang dilakukan Belanda membuat perdagangan dengan luar negeri terhambat. Kekeringan dan kelangkaan bahan pangan terjadi di mana-mana, termasuk di Yogyakarta.Untuk menjamin agar pemerintahan RI tetap berjalan, Sultan Hamengkubuwana IX menyumbangkan kekayaannya sekitar 6.000.000 Gulden, untuk membiayai pemerintahan, kebutuhan hidup para pemimpin dan para pegawai pemerintah lainnya.

Setelah Perundingan Renville, pada 19 Desember 1948 Belanda melakukan Agresi Militer ke-2. Sasaran penyerbuan yaitu Ibukota Yogyakarta. Selanjutnya, pada 22 Desember 1948 Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Sutan Syahrir dan para pembesar lainnya di tangkap Belanda dan diasingkan ke Pulau Bangka. Sementara, Sultan Hamengkubuwana IX tidak di tangkap karena kedudukannya yang istimewa, dikhawatirkan akan mempersulit keberadaan Belanda di Yogyakarta. Selain itu, pada waktu itu Belanda sudah mengakui Yogyakarta sebagai kerajaan dan menghormati kearifan setempat. Namun, Sultan menolak ajakan Belanda untuk bekerja sama.

Sultan Hamengkubuwana IX menulis surat terbuka yang disebarluaskan ke seluruh daerah Yogyakarta. Dalam surat tersebut, Sultan menyatakan mengundurkan diri sebagai Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengunduran diri tersebut kemudian diikuti oleh Sri Paku Alam. Hal ini dilakukan agar masalah keamanan di wilayah Yogyakarta menjadi beban tentara Belanda. Selain itu, Sultan tidak akan bisa diperalat untuk membantu musuh. Sementara itu, secara diam-diam Sultan membantu para pejuang RI, dengan memberikan bantuan logistik kepada para pejuang, pejabat pemerintah RI dan orang-orang Republiken.

Peranan Sultan Hamengkubuwana IX dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 oleh TNI masih tidak singkron dengan versi Soeharto. Menurut Sultan, beliaulah yang melihat semangat juang rakyat melemah dan menganjurkan serangan umum. Sedangkan menurut Pak Harto, beliau baru bertemu Sultan malah setelah penyerahan kedaulatan. Sultan menggunakan dana pribadinya (dari istana Yogyakarta) untuk membayar gaji pegawai republik yang tidak mendapat gaji semenjak Agresi Militer ke-2.

Sejak 1946, Hamengkubuwana IX pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 yaitu Menteri Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.

Hamengkubuwana IX ikut menghadiri perayaan 50 tahun kekuasaan Ratu Wilhelmina di Amsterdam, Belanda pada tahun 1938.

Bapak Pramuka Indonesia

Sejak usia muda Hamengkubuwana IX telah aktif dalam organisasi pendidikan kepanduan. Menjelang tahun 1960-an, Hamengkubuwana IX menjadi Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan).

Pada 9 Maret 1961, Presiden Sukarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Panitia tersebur beranggotakan Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Prof. Prijono (Menteri P dan K), Dr.A. Azis Saleh (Menteri Pertanian), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa).

Pada 14 Agustus 1961 (Hari Pramuka), selain dilakukan penganugerahan Panji Kepramukaan dan defile, juga dilakukan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari Gerakan Pramuka. Sri Sultan Hamengkubuwana IX menjabat sebagai Ketua Kwarnas sekaligus Wakil Ketua I Mapinas (Ketua Mapinas adalah Presiden RI).

Pada Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka tahun 1988 yang berlangsung di Dili (Ibukota Provinsi Timor Timur, sekarang negara Timor Leste), mengukuhkan Sri Sultan Hamengkubuwana IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka.

Wafatnya Sri Sultan Hamengkubuwana IX

Pada minggu malam 2 Oktober 1988, Hamengkubuwana IX wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan kemudian dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Indonesia.

Pada 8 Juni 2003, Sri Sultan Hamengkubuwana IX diangkat menjadi pahlawan nasional Indonesia oleh presiden Megawati Sukarnoputri.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Sri Sultan Hamengkubuwono IX – Sultan Yogyakarta dan Bapak Pramuka Indonesia“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Sultan Iskandar Muda – Pahlawan Nasional Indonesia Dari Aceh

Biografi dan Profil Lengkap Sultan Iskandar Muda – Sultan Iskandar Muda merupakan sultan yang paling besar dalam masa Kesultanan Aceh, yang berkuasa dari tahun 1607 hingga 1636. Iskandar Muda lahir di Aceh, Banda Aceh pada tahun 1593 atau 1590 dan wafat di Banda Aceh, Aceh pada 27 September 1636. Pada masa kepemimpinann Iskandar Muda, Kesultanan atau Kerajaan Aceh mencapai kejayaannya, dimana daerah kekuasaannya yang semakin besar dan reputasi internasional sebagai pusat dari perdagangan dan pembelajaran tentang Islam. Nama Sultan Iskandar Muda diabadikan sebagai nama bandar udara yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh.

Profil Singkat Sultan Iskandar Muda

Nama: Sultan Iskandar Muda
Lahir: Banda Aceh, 1593
Meninggal: Banda Aceh, 27 Desember 1636
Orang Tua: Puteri Raja Inderabangsa, Mansur Syah
Anak: Safiatuddin dari Aceh, Merah Pupok

Asal Usul Keluarga dan Masa Kecil Sultan Iskandar Muda

Dari pihak leluhur ibu, Iskandar Muda merupakan keturunan dari Raja Darul-Kamal, dan dari pihak leluhur ayah merupakan keturunan dari keluarga Raja Makota Alam. Darul-Kamal dan Makota Alam dikatakan dahulunya adalah dua tempat permukiman bertetangga yang terpisah oleh sungai dan yang gabungannya merupakan asal mula Aceh Darussalam. Iskandar Muda seorang diri mewakili kedua cabang tersebut yang berhak sepenuhnya menuntut takhta.

Ibunya bernama Putri Raja Indra Bangsa yang juga dinamai Paduka Syah Alam adalah anak dari Sultan Alauddin Riayat Syah, Sultan Aceh ke-10; di mana sultan tersebut merupakan putra dari Sultan Firman Syah, dan Sultan Firman Syah adalah anak atau cucu (menurut Djajadiningrat) Sultan Inayat Syah, Raja Darul-Kamal.

Putri Raja Indra Bangsa menikah dengan upacara besar-besaran dengan Sultan Mansur Syah, yaitu putra dari Sultan Abdul-Jalil, di mana Abdul-Jalil adalah putra dari Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahhar yang juga Sultan Aceh ke-3.

Sultan Iskandar Muda besar dalam lingkungan istana. Setelah cukup umur Iskandar Muda dikirim ayahnya untuk belajar pada Teungku Di Bitai, yaitu salah seorang ulama dari Baitul Mukadis pakar ilmu falak dan ilmu firasat. Iskandar muda mempelajari ilmu nahu dari beliau.

Selanjutnya, ayah Iskandar Muda mulai menerima banyak ulama terkenal dari Mekah dan Gujarat. Diantaranya tiga orang yang sangat berpengaruh dalam intelektual Iskandar Muda, yaitu Syekh Abdul Khair Ibnu Hajar, Sekh Muhammad Jamani dari Mekah dan Sekh Muhammad Djailani bin Hasan Ar-Raniry dari Gujarat.

Pernikahan Sultan Iskandar Muda

Sri Sultan Iskandar Muda menikah dengan seorang Putri dari Kesultanan Pahang. Putri tersebut dikenal dengan nama Putroe Phang. Konon, karena terlalu cintanya sang Sultan pada istrinya, Sultan memerintahkan pembangunan Gunongan di tengah Medan Khayali atau Taman Istana sebagai tanda cintanya. Kabarnya, sang puteri selalu sedih karena memendam rindu yang amat sangat terhadap kampung halamannya yang berbukit-bukit. Untuk itu Sultan membangun Gunongan untuk mengobati rindu sang puteri. Hingga saat ini Gunongan tersebut masih bisa disaksikan dan dikunjungi.

Masa Kekuasaan Sultan Iskandar Muda

Masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda dimulai pada tahun 1607 hingga tahun 1636. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Kesultanan aceh mencapai puncak kejayaannya. Meskipun pada sisi lain kontrol ketat yang dilakukan oleh Iskandar Muda menyebabkan banyak pemberontakan dikemudian hari setelah mangkatnya Sultan.

Aceh merupakan negeri yang amat kaya dan makmur pada masa kejayaannya. Menurut seorang penjelajah asal Perancis yang tiba pada masa kejayaan Aceh pada zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau. Kekuasaan Aceh pula meliputi hingga Perak.

Ketika Iskandar Muda mulai berkuasa pada tahun 1607, ia segera melakukan ekspedisi angkatan laut yang menyebabkan ia mendapatkan kontrol yang efektif di daerah barat laut Indonesia. Kendali kerajaan berjalan dengan lancar di semua pelabuhan penting di pantai barat Sumatra dan di pantai timur, hingga ke Asahan di selatan. Pelayaran penaklukannya dilancarkan hingga jauh ke Penang, di pantai timur Semenanjung Melayu, dan pedagang asing dipaksa untuk tunduk kepadanya. Kerajaannya kaya raya dan menjadi pusat ilmu pengetahuan.

Kontrol Di Dalam Negeri

Menurut tradisi Aceh, Iskandar Muda membagi wilayah Aceh ke dalam wilayah administrasi yang dinamakan ulèëbalang dan mukim; ini dipertegas oleh laporan seorang penjelajah Perancis bernama Beauliu, bahwa “Iskandar Muda membabat habis hampir semua bangsawan lama dan menciptakan bangsawan baru.” Mukim pada awalnya adalah himpunan beberapa desa untuk mendukung sebuah masjid yang dipimpin oleh seorang Imam (Aceh: Imeum). Ulèëbalang (Melayu: Hulubalang) pada awalnya barangkali bawahan-utama Sultan, yang dianugerahi Sultan beberapa mukim, untuk dikelolanya sebagai pemilik feodal. Pola tersebut dijumpai di Aceh Besar dan di negeri taklukan Aceh yang penting.

Hubungan Dengan Bangsa asing

Inggris

Pada abad ke-16, Ratu Inggris yaitu Elizabeth I, mengirimkan utusannya bernama Sir James Lancester kepada Kerajaan Aceh dan mengirim surat yang ditujukan: “Kepada Saudara Hamba, Raja Aceh Darussalam.” serta seperangkat perhiasan yang tinggi nilainya. Sultan Aceh kala itu menerima maksud baik “saudarinya” di Inggris dan mengizinkan Inggris untuk berlabuh dan berdagang di wilayah kekuasaan Aceh. Bahkan Ratu Elizabeth I juga mengirim hadiah-hadiah yang berharga termasuk sepasang gelang dari batu rubi dan surat yang ditulis di atas kertas yang halus dengan tinta emas. Sir James pun dianugerahi gelar “Orang Kaya Putih”.

Sultan Aceh pun membalas surat dari Ratu Elizabeth I. Berikut cuplikan isi surat Sultan Aceh, yang masih disimpan oleh pemerintah kerajaan Inggris, tertanggal tahun 1585:

I am the mighty ruler of the Regions below the wind, who holds sway over the land of Aceh and over the land of Sumatra and over all the lands tributary to Aceh, which stretch from the sunrise to the sunset.

(Hambalah sang penguasa perkasa Negeri-negeri di bawah angin, yang terhimpun di atas tanah Aceh dan atas tanah Sumatra dan atas seluruh wilayah wilayah yang tunduk kepada Aceh, yang terbentang dari ufuk matahari terbit hingga matahari terbenam).

Hubungan yang mesra antara Aceh dan Inggris dilanjutkan pada masa Raja James I dari Inggris dan Skotlandia. Raja James mengirim sebuah meriam sebagai hadiah untuk Sultan Aceh. Meriam tersebut hingga kini masih terawat dan dikenal dengan nama Meriam Raja James.

Belanda
Pangeran Maurits yaitu pendiri dinasti Oranje pernah mengirim surat dengan maksud meminta bantuan Kesultanan Aceh Darussalam. Sultan menyambut maksud baik mereka dengan mengirimkan rombongan utusannya ke Belanda. Rombongan tersebut dipimpin oleh Tuanku Abdul Hamid.

Rombongan tersebut dikenal sebagai orang Indonesia pertama yang singgah di Belanda. Dalam kunjungannya Tuanku Abdul Hamid sakit dan akhirnya meninggal dunia. Ia dimakamkan secara besar-besaran di Belanda dengan dihadiri oleh para pembesar Belanda. Akan tetapi karena orang Belanda belum pernah memakamkan orang Islam, maka ia dimakamkan dengan cara agama Nasrani di pekarangan sebuah gereja. Kini di makam ia terdapat sebuah prasasti yang diresmikan oleh Mendiang Yang Mulia Pangeran Bernhard suami mendiang Ratu Juliana dan Ayah Yang Mulia Ratu Beatrix.

Utsmaniyah Turki
Pada masa Iskandar Muda, Kerajaan Aceh mengirim utusannya untuk menghadap Sultan Utsmaniyah yang berkedudukan di Konstantinopel. Karena saat itu Sultan Utsmaniyah sedang gering maka utusan Kerajaan Aceh terluntang-lantung demikian lamanya sehingga mereka harus menjual sedikit demi sedikit hadiah persembahan untuk kelangsungan hidup mereka. Pada akhirnya saar mereka diterima oleh sang Sultan, persembahan mereka hanya tinggal Lada Sicupak atau Lada sekarung. Namun sang Sultan menyambut baik hadiah itu dan mengirimkan sebuah meriam dan beberapa orang yang cakap dalam ilmu perang untuk membantu kerajaan Aceh. Meriam tersebut masih ada hingga kini dikenal dengan nama Meriam Lada Sicupak. Pada masa selanjutnya Sultan Ottoman mengirimkan sebuah bintang jasa kepada Sultan Aceh.

Perancis
Kerajaan Aceh juga menerima kunjungan utusan Kerajaan Perancis. Utusan Raja Perancis tersebut semula bermaksud menghadiahkan sebuah cermin yang sangat berharga bagi Sultan Aceh akan tetapi dalam perjalanan cermin tersebut pecah. Akhirnya mereka mempersembahkan serpihan cermin tersebut sebagai hadiah bagi sang Sultan. Dalam bukunya, Denys Lombard mengatakan bahwa Sultan Iskandar Muda amat menggemari benda berharga.

Pada masa itu, Kerajaan Aceh merupakan satu-satunya kerajaan Melayu yang memiliki Balee Ceureumeen atau Aula Kaca di dalam Istananya. Menurut Utusan Perancis tersebut, Istana Kesultanan Aceh luasnya tak kurang dari dua kilometer. Istana tersebut bernama Istana Dalam Darud Donya (kini Meuligoe Aceh, kediaman Gubernur). Di dalamnya meliputi Medan Khayali dan Medan Khaerani yang mampu menampung 300 ekor pasukan gajah. Sultan Iskandar Muda juga memerintahkan untuk menggali sebuah kanal yang mengaliri air bersih dari sumber mata air di Mata Ie hingga ke aliran Sungai Krueng Aceh di mana kanal tersebut melintasi istananya, sungai ini hingga sekarang masih dapat dilihat, mengalir tenang di sekitar Meuligoe. Di sanalah sultan sering kali berenang sambil menjamu tetamu-tetamunya.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Sultan Iskandar Muda – Pahlawan Nasional Indonesia Dari Aceh“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Teungku Chik di Tiro – Pahlawan Nasional Dari Aceh

Biografi dan Profil Lengkap Teungku Chik di Tiro – Teungku Chik di Tiro atau Teuku Cik Ditiro merupakan seorang pahlawan nasional dari Aceh. Teungku Chik di Tiro lahir di Cumbok-Lamlo, Tiro, Aceh pada tahun 1836 dan ia wafat di Aneuk Galong, Aceh Besar pada Januari 1891.

Profil Singkat Teungku Chik di Tiro

Nama: Muhammad Saman dikenal dengan Teungku Chik di Tiro
Lahir: Tiro, Pidie, Kesultanan Aceh, Tahun 1836
Meninggal: Aneuk Galong, Aceh Besar, Kesultanan Aceh, pada Januari 1891
Nama Orang Tua:
Ayah: Teungku Syekh Ubaidillah
Ibu: Siti Aisyah
Agama: Islam

Riwayat Hidup Teungku Chik di Tiro

Teungku Chik di Tiro adalah putra dari pasangan Teungku Syekh Ubaidillah dan Siti Aisyah (putri Teungku Syekh Abdussalam Muda Tiro). Teungku Chik di Tiro lahir pada tahun 1836, bertepatan dengan 1251 Hijriah di Dayah Jrueng kenegerian Cumbok Lam Lo, Tiro, daerah Pidie, Aceh dengan nama Teungku Muhammad Saman. Ia dibesarkan dalam lingkungan agama yang ketat.

Teungku Chik di Tiro tidak menjalani pendidikan formal namun belajar agama kepada ulama-ulama terkenal di Tiro. Itu sebabnya mengapa Ia dipanggil dengan sebutan Tengku Cik Di Tiro.

Saat ia menunaikan ibadah haji di Mekkah, ia memperdalam lagi ilmu agamanya. Selain itu, tidak lupa ia menjumpai pimpinan-pimpinan Islam yang ada di sana, sehingga ia mulai tahu tentang perjuangan para pemimpin tersebut dalam berjuang melawan imperialisme dan kolonialisme. Sesuai dengan ajaran agama yang diyakininya, Muhammad Saman sanggup berkorban apa saja baik harta benda, kedudukan, maupun nyawanya demi tegaknya agama dan bangsa. Keyakinan tersebut dibuktikan dalam kehidupan nyata yang kemudian lebih dikenal dengan Perang Sabil. Pada saat Aceh Besar jatuh di tangan Belanda dan kekuatan Aceh makin melemah, Teungku Cik Di Tiro muncul untuk memimpin perang.

Memimpin Perjuangan Rakyat Aceh

Dengan perang sabilnya, satu persatu benteng Belanda dapat direbut. Begitu pula wilayah-wilayah yang selama ini diduduki Belanda jatuh ke tangan pasukannya. Pada bulan Mei tahun 1881, pasukan Teungku Cik di Tiro dapat merebut benteng Belanda Lam Baro, Aneuk Galong dan lain sebagainya. Belanda akhirnya terjepit di sekitar kota Banda Aceh dengan mempergunakan taktik lini konsentrasi (concentratie stelsel) yaitu membuat benteng yang mengelilingi wilayah yang masih dikuasainya.

Karena merasa kewalahan kewalahan dengan serangan yang dilakukan pemimpin Aceh, Belanda segera mendatangkan bala bantuan dengan perlengkapan perang dalam jumlah besar. Pada tahun 1873 Belanda memulai aksi balas dendamnya dengan memerangi Aceh, agar kerajaan tersebut menjadi daerah kekuasaannya.

Pada penyerangan pertama pasukan dari Belanda melakukan aksinya namun dapat digagalkan dan memakan korban bagi pihak Belanda dengan tewasnya pimpinan mereka yaitu Mayor Jenderal Kohler. Kegagalan ini membuat Belanda menjadi geram, akhirnya mereka memperkuat barisan pasukannya dengan tembakan-tembakan meriam dari kapal perang yang berlabuh di pantai. Akhirnya keadaan seperti ini membuat Aceh mulai mundur.

Pada penyerangan pertama, pasukan Belanda melakukan aksinya namun bisaqdigagalkan dan memakan korban dari pihak Belanda dengan tewasnya pimpinan mereka yaitu Mayor Jenderal Kohler. Kegagalan tersebut membuat Belanda menjadi geram, akhirnya mereka memperkuat barisan pasukannya dengan tembakan meriam dari kapal perang. Akhirnya keadaan seperti ini membuat Aceh mulai mundur.

Kematian Teungku Chik di Tiro

Teungku Chik di Tiro adalah tokoh yang kembali menggairahkan Perang Aceh pada tahun 1881 setelah menurunnya kegiatan penyerangan terhadap Belanda. Selama ia memimpin peperangan terjadi 4 kali pergantian gubernur Belanda yaitu:

Abraham Pruijs van der Hoeven (1881-1883)
Philip Franz Laging Tobias (1883-1884)
Henry Demmeni (1884-1886)
Henri Karel Frederik van Teijn (1886-1891)

Dengan begitu, Belanda merasa kekewalahan akhirnya menggunakan siasat liuk dengan mengirim makanan yang sudah dibubuhi racun dengan cara menyuruh seorang wanita untuk memasukkan racun ke dalam makanannya. Karena memakan makanan yang telah diberi racun, Teungku Chik di tiro menderita sakit dan meninggal dunia di benteng Aneuk Galong pada bulan Januari 1891. Kemudian jenazahnya dimakamkan di Indrapura, Aceh.

Walaupun Tengku Cik Di Tiro telah meninggal dunia, namun perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda terus dilakukan hingga bertahun-tahun lamanya. Akhirnya Belanda baru bisa menguasai Aceh pada tahun 1904 dengan Plakat Pendeknya.

Diangkat Sebagai Pahlawan Nasional Indonesia

Kegigihan dalam membela bangsa Indonesia membuat pemerintah RI pada tanggal 6 Nopember 1973 mengangkat Teungku Chik di Tiro sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.087/TK/Tahun 1973.

Demikian artikel tentang””, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Achmad Soebardjo – Menteri Luar Negeri Indonesia Ke-1

Biografi dan Profil Lengkap Ahmad Soebardjo – Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Achmad Soebardjo adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Achmad Soebardjo lahir di Karawang, Jawa Barat pada 23 Maret 1896 dan Ia meninggal di Jakarta pada 15 Desember 1978 pada umur 82 tahun.

Profil Singkat Mr. Achmad Soebardjo

Nama: Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo
Lahir: Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896
Meninggal: Jakarta, 15 Desember 1978
Istri: Raden Ayu Pudji Astuti (dikenal dengan Pudji Soebardjo)
Nama Orang Tua:
Ayah: Teuku Muhammad Yusuf
Ibu: Wardinah
Agama: Islam
Pendidikan:
Hogere Burger School, Jakarta
Universitas Leiden, Belanda
Karier:
Menteri Luar Negeri Indonesia (2 September 1945 – 14 November 1945)
Menteri Luar Negeri Indonesia (4 Agustus 1951 – 20 Desember 1952)
Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland antara tahun 1957 – 1961.

Riwayat Hidup dan Perjuangan Mr. Achmad Soebardjo

Achmad Soebardjo lahir di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat pada tanggal 23 Maret 1896. Ia merupakan putra dari pasangan Teuku Muhammad Yusuf dan Wardinah. Sang ayah masih keturunan bangsawan Aceh dari Pidie, Kakek Achmad Soebardjo dari pihak ayah adalah Ulee Balang dan ulama di wilayah Lueng Putu. Teuku Yusuf bekerja sebagai pegawai pemerintahan dengan jabatan Mantri Polisi di wilayah Teluk Jambe, Kerawang. Sedangkan sang ibu merupakan keturunan Jawa-Bugis dan merupakan anak dari Camat di Telukagung, Cirebon.

Mulanya, Achmad Soebardjo diberi nama Teuku Abdul Manaf oleh ayahnya dan Achmad Soebardjo oleh ibunya. Sedangkan, nama Djojoadisoerjo ditambahkannya sendiri setelah dewasa, saat ia ditahan di penjara Ponorogo karena Peristiwa 3 Juli 1946.

Achmad Soebardjo bersekolah di Hogere Burger School, Jakarta (saat ini setara dengan Sekolah Menengah Atas) pada tahun 1917. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Leiden, Belanda dan memperoleh ijazah Meester in de Rechten (saat ini setara dengan Sarjana Hukum) di bidang undang-undang pada tahun 1933.

Semasa masih menjadi mahasiswa, Soebardjo aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui beberapa organisasi seperti Jong Java dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Belanda. Pada bulan Februari 1927, ia menjadi wakil Indonesia bersama Mohammad Hatta dan para ahli gerakan-gerakan Indonesia pada persidangan antarbangsa “Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajah” yang pertama di Brussels dan selanjutnya di Jerman. Pada persidangan pertama tersebut juga hadir Jawaharlal Nehru dan pemimpin nasionalis lainnya yang terkenal dari Asia dan Afrika. Sewaktu kembalinya ke Indonesia, Soebardjo aktif menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan kemudian Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pada 16 Agustus 1945, para pemuda pejuang termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana, Shodanco Singgih, dan pemuda lainnya membawa Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok (Peristiwa Rengasdengklok). Tujuannya yaitu agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang.

Para pemuda pejuang tersebut kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta terjadi perundingan antara golongan muda yang diwakilkan oleh Wikana dan golongan tua diwakilkan oleh Achmad Soebardjo. Achmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Achmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Soekarno dan Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Achmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan.

Perjalanan Karier Mr. Achmad Soebardjo Setelah Kemerdekaan

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soebardjo dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada Kabinet Presidensial yaitu kabinet Indonesia yang pertama. Pada tahun 1951 – 1952, Ia kembali menjabat menjadi Menteri Luar Negeri. Selain itu, ia juga menjadi Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland antara tahun 1957-1961.

Dalam bidang pendidikan, Soebardjo merupakan profesor dalam bidang Sejarah Perlembagaan dan Diplomasi Republik Indonesia di Fakultas Kesusasteraan, Universitas Indonesia.

Wafatnya Mr. Achmad Soebardjo dan Diangkat sebagai Pahlawan Nasional

Pada 15 Desember 1978, Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo meninggal dunia dalam usia 82 tahundi Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, akibat flu yang menimbulkan komplikasi. Kemudian, Ia dimakamkan di Cipayung, Bogor.

Pada tahun 2009, Pemerintah mengangkat almarhum Achmad Soebardjo sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Achmad Soebardjo – Menteri Luar Negeri Indonesia Ke-1“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Prof. Mr. Dr. Soepomo – Pahlawan Nasional Indonesia Arsitek UUD 1945

Biografi dan Profil Lengkap Prof. Mr. Dr. Soepomo, S.H – Prof. Mr. Dr. Soepomo adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Soepomo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 22 Januari 1903 dan meninggal di Jakarta pada 12 September 1958 . Soepomo dikenal sebagai arsitek Undang-Undang Dasar 1945 bersama dengan Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno.

Profil Singkat Soepomo

Nama: Prof. Mr. Dr. Soepomo
Lahir: Sukoharjo, Jawa Tengah, 22 Januari 1903
Meninggal: Jakarta, 12 September 1958
Agama: Islam
Pendidikan:

  • ELS (Europeesche Lagere School) di Boyolali (1917)
  • MULO (Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs) di Solo (1920)
  • Bataviasche Rechtsschool di Batavia (lulus tahun 1923)
  • Rijksuniversiteit Leiden/Leiden University (1924)

Karier:

  • Pegawai yang diperbantukan pada Pengadilan Negeri Yogyakarta
  • Anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
  • Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
  • Ketua Panitia Kecil Perancang UUD
  • Menteri Kehakiman/ Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ke-1 (19 Agustus 1945 – 14 November 1945; 20 Desember 1949 – 6 September 1950)
  • Rektor Universitas Indonesia ke-2 (1951-1954)

Kehidupan Pribadi dan Pendidikan Soepomo

Prof. Mr. Dr. Soepomo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 22 Januari 1903. Soepomo terlahir dari kalangan keluarga ningrat aristocrat jawa. Kakek dari pihak ibunya adalah Raden Tumenggung Wirjodirodjo, bupati Nayak dari Sragen. Sedangkan Kakek dari pihak ayahnya adalah raden Tumenggung Reksowardono, bupati Anom Sukaharjo pada masa kejayaannya dulu.

Sebagai putra keluarga priyayi, Soepomo berkesempatan meneruskan pendidikannya di ELS (Europeesche Lagere School) yaitru sekolah setara sekolah dasar di Boyolali (1917), kemudian ia melanjutkan pendidikannya di MULO (Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs) di Solo (1920) dan ia menyelesaikan pendidikan kejuruan hukum di Bataviasche Rechtsschool di Batavia pada tahun 1923. Kemudian, Soepomo ditunjuk sebagai pegawai pemerintah kolonial Hindia Belanda yang diperbantukan pada Ketua Pengadilan Negeri Sragen.

Kisaran tahun 1924 dan 1927, Soepomo mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya ke ke Rijksuniversiteit Leiden di Belanda di bawah bimbingan Cornelis van Vollenhoven, yaitu profesor hukum yang dikenal sebagai arsitek ilmu hukum adat Indonesia dan ahli hukum internasional serta salah satu konseptor Liga Bangsa-Bangsa. Thesis doktornya yang berjudul Reorganisatie van het Agrarisch Stelsel in het Gewest Soerakarta (Reorganisasi sistem agraria di wilayah Surakarta) tidak hanya mengupas sistem agraria tradisional di Surakarta, namun juga secara tajam menganalisis hukum-hukum kolonial yang berkaitan dengan pertanahan di wilayah Surakarta.

Thesis tersebut ditulis dalam bahasa Belanda, kritik Soepomo atas wacana kolonial tentang proses transisi agraria ini dibungkus dalam bahasa yang halus dan tidak langsung, menggunakan argumen-argumen kolonial sendiri, dan hanya bisa terbaca saat kita menyadari bahwa subyektivitas Soepomo sangat kental diwarnai etika Jawa.

Soepomo Meninggal Dunia dan Diangkat Sebagai Pahlawan Nasional Indonesia

Prof. Mr. Dr Soepomo meninggal di Jakarta, 12 September 1958 pada umur 55 tahun. Soepomo meninggal dalam usia muda akibat serangan jantung dan Ia dimakamkan di Solo. Berdasarkan Keppres No. 123 Tahun 1965, pada 14 Mei 1965 Soepomo diangkat menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Prof. Mr. Dr. Soepomo – Pahlawan Nasional Indonesia Arsitek UUD 1945“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Stephen Hawking – Seorang Ahli Fisika Teoris

Biografi dan Profil Lengkap Stephen Hawking – Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS merupakan seorang ahli fisika teoris. Stephen Hawking merupakan seorang profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge. Ia dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama karena teori-teorinya mengenai teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking. Stephen Hawking lahir di Oxford, Britania Raya pada 8 Januari 1942, ia meninggal di Cambridge, Cambridgeshire, Inggris, Britania Raya pada 14 Maret 2018.

Profil Singkat Stephen Hawking

Nama: Stephen William Hawking
Lahir: Oxford, Inggris, 8 Januari 1942
Meninggal: 14 Maret 2018, Cambridge, Cambridgeshire, Inggris
Tempat tinggal: Britania Raya
Kebangsaan: Britania
Bidang :
Relativitas umum
Gravitasi kuantum
Pendidikan:
St Albans High School for Girls
St Albans School
University College, Oxford (BA, 1962)
Trinity Hall, Cambridge (PhD, 1965)
Pasangan:
Jane Wilde (m. 1965-1995)
Elaine Mason (m. 1995-2006)
Anak:
Robert (l. 1967)
Lucy (l. 1970)
Timothy (l. 1979)

Kehidupan Awal dan Pendidikan Stephen Hawking

Stephen William Hawking atau lebih dikenal dengan Stephen Hawking merupakan anak dari pasangan Dr. Frank Hawking yaitu seorang biolog dan Isobel Hawking. Stephen Hawking lahir di Oxford, Britania Raya pada 8 Januari 1942. Hawking memiliki 2 saudara kandung bernama Philippa dan Mary dan saudara adopsi bernama Edward.

Pada saat mengandung Hawking, Orang tuanya yang tinggal di North London pindah ke Oxford untuk mencari tempat yang lebih aman karena saat itu London berada dibawah serangan Luftwaffe Jerman. Setelah Hawking lahir, merekan kembali ke London. Ayahnya kemudian mengepalai divisi parasitologi di National Institute for Medical Research.

Pada tahun 1950, Hawking dan keluarganya pindah ke St Albans, Hertfordshire. Disana, Hawking bersekolah di St Albans High School for Girls dari tahun 1950-1953 karena saat itu laki-laki dapat masuk sekolah perempuan hingga berumur 10 tahun. Setelah itu, Hawking bersekolah di St Albans School.

Hawking selalu tertarik pada ilmu pengetahuan, Ia terinspirasi dari guru matematikanya yaitu Dikran Tahta untuk mempelajari matematika di universitas. Ayahnya ingin agar Hawking masuk ke University College, Oxford, dimana tempat ayahnya dulu bersekolah. Hawking kemudian mempelajari ilmu pengetahuan alam. Ia mendapat beasiswa lalu berspesialisasi dalam fisika.

Setelah menerima gelar B.A. di Oxford pada tahun 1962, ia tetap tinggal untuk mempelajari astronomi. Ia memilih pergi saat mengetahui bahwa mempelajari bintik matahari tidak sesuai untuknya dan Hawking lebih tertarik pada teori daripada observasi. Kemudian Hawking masuk ke Trinity Hall, Cambridge. Ia mempelajari astronomi teoretis dan kosmologi.

Setelah tiba di Cambridge, gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS) yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskularnya atau tetraplegia (kelumpuhan) mulai muncul. Pada tahun 1974, Hawking tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya bisa dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik.

Pada tahun 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga ia tidak bisa berbicara sama sekali. Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang memperbolehkan Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, lalu akan dilafalkan melalui sebuah voice synthesizer.

Karier Dalam Fisika Teoretis

Hawking meyakini bahwa kehidupan ekstraterestrial (kehidupan yang tidak berasal dari planet bumi) memang ada dan ia menggunakan basis matematis untuk asumsinya.”Menurut otak matematisku, angka menunjukan bahwa keberadaan alien sangatlah rasional”.

Hawking meyakini bahwa alien tidak hanya ada di planet-planet, namun juga ada ditempat lain seperti bintang atau mengapung di angkasa. Hawking juga memperingati bahwa beberapa spesies alien mungkin memiliki peradaban yang maju dan bisa mengancam Bumi. Hubungan dengan spesies seperti itu dapat membahayakan seluruh umat manusia. Ia mengatakan, “Jika alien mengunjungi kita, hasilnya akan sama seperti ketika Columbus mendarat di Amerika, yang tidak berakhir baik bagi penduduk asli Amerika”. Hawking menyarankan, daripada mencoba menghubungi alien, sebaiknya kita menghindari hubungan dengan mereka. Hawking selalu mengandalkan Tuhan dalam segala usahanya.

Stephen Hawking Merupakan Seorang Atheis

Hawking mengambil posisi agnostik dalam masalah agama. Ia menggunakan kata Tuhan secara metamorfosis untuk menggambarkan poin dalam buku dan pidatonya. Mantan istrinya yaitu Jane Wilde mengatakan saat proses perceraian Hawking adalah seorang ateis.

Hawking menyatakan bahwa ia tidak religius secara akal sehat dan ia percaya bahwa alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, namun Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum.

Pada tahun 2010, Hawking membandingkan agama dan ilmu pengetahuan. Ia menyatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara agama yang berdasarkan pada otoritas, dan ilmu pengetahuan yang berdasarkan pada observasi dan alasan. Ilmu pengetahuan akan menang karena memang terbukti.

Pada September 2010, The Telegraph melaporkan, Stephen Hawking menyatakan bahwa Tuhan bukan pencipta alam semesta. Hawking menulis dalam bukunya, The Grand Design, bahwa “Karena adanya hukum seperti gravitasi, tata surya dapat dan akan membentuk dirinya sendiri. Penciptaan spontan adalah alasannya mengapa sekarang ada “sesuatu” dan bukannya kehampaan, mengapa alam semesta ada dan kita ada. Tidak perlu memohon kepada Tuhan untuk memulai segalanya dan menggerakan alam semesta.”

Kehidupan Pribadi Stephen Hawking

Pada 1965, Stephen Hawking menikah dengan Jane Wilde (dikenal dengan Jane Hawking) yaitu seorang murid bahasa. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tiga orang anak yaitu Robert (lahir 1967), Lucy (lahir 1969) dan Timothy (lahir 1979). Kemudian mereka bercerai pada tahun 1991 karena tekanan ketenaran dan meningkatnya kecacatan Hawking.

Pada tahun 1995, Hawking kembali menikah dengan perawatnya yaitu Elaine Mason, namun pada oktober 2006 Hawking meminta cerai pada Elaine Mason.

Pada tanggal 14 Maret 2018 (GMT) pagi, Hawking meninggal dunia di rumahnya di Cambridge.

Penghargaan Yang Pernah Diterima Stephen Hawking

Berikut beberapa penghargaan yang di terima stephen hawking, diantaranya yaitu:

  • Adams Prize (1966)
  • FRS (1974)
  • Eddington Medal (1975)
  • Maxwell Medal and Prize (1976)
  • Heineman Prize (1976)
  • Hughes Medal (1976)
  • Albert Einstein Award (1978)
  • CBE (1982)
  • RAS Gold Medal (1985)
  • Dirac Medal (1987)
  • Wolf Prize (1988)
  • CH (1989)
  • Prince of Asturias Award (1989)
  • Andrew Gemant Award (1998)
  • Naylor Prize and Lectureship (1999)
  • Lilienfeld Prize (1999)
  • Albert Medal (Royal Society of Arts) (1999)
  • Copley Medal (2006)
  • Presidential Medal of Freedom (2009)
  • Fundamental Physics Prize (2012)
  • FRSA
  • BBVA Foundation Frontiers of Knowledge Award (2015)

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Stephen Hawking – Seorang Ahli Fisika Teoris“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Susi Pudjiastuti – Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Ke-6

Biografi dan Profil Lengkap Susi Pudjiastuti – Dr. (HC) Susi Pudjiastuti merupakan seorang Menteri Kelautan dan Perikanan ke 6 Indonesia dari Kabinet Kerja 2014-2019 yang juga pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat. Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965.

Profil Singkat Susi Pudjiastuti

Nama: Dr. (HC) Susi Pudjiastuti
Lahir: Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965
Orang Tua:
Ayah: Haji Ahmad Karlan
Ibu: Hajjah Suwuh Lasminah
Suami/istri:
Yoyok Yudi Suharyo (?-1986)
Daniel Kaiser (?-2000)
Christian von Strombeck
Anak:
Panji Hilmansyah (1984-2016)
Nadine Kaiser
Alvy Xavier
Agama: Islam

Kehidupan Pribadi Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti merupakan putri dari pasangan Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah yang lahir di Pangandaran, Jawa Barat pada 15 Januari 1965. Kedua orang tuanya berasal dari Jawa Tengah namun sudah lima generasi hidup di Pangandaran. Keluarga Susi memiliki usaha ternak, memperjualbelikan ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya yaitu Haji Ireng, juga dikenal sebagai tuan tanah di daerahnya.

Susi Pudjiastuti sempat dua kali bercerai yaitu dengan Yoyok Yudi Suharyo (?-1986) dan Daniel Kaiser (?-2000). Kemudian ia kembali menikah dengan Christian von Strombeck. Dari pernikahan-pernikahannya, Susi Pudjiastuti memiliki tiga orang anak yiatu Panji Hilmansyah (dari pernikahannya dengan Yoyok Yudi Suharyo), Nadine Kaiser (dari pernikahannya dengan Daniel Kaiser) dan Alvy Xavier.

Putus Sekolah, Menjadi Pengusaha dan Mendirikan Maskapai Susi Air

Setelah mengenyam pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama, Susi melanjutkan pendidikannya ke SMA Negeri 1 Yogyakarta, namun berhenti di kelas 2 karena ia dikeluarkan dari sekolah akibat keaktifannya dalam gerakan Golput.

Setelah putus sekolah, Susi menjual perhiasannya dan mengumpulkan modal sebesar Rp.750.000 untuk menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Bisnis tersebut terus berkembang, kemudian pada tahun 1996, Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster bermerek “Susi Brand”. Bisnis pengolahan ikan miliknya terus berkembang hingga mencapai pasar Asia dan Amerika. Karena hal tersebut, Susi membutuhkan sarana transportasi udara yang bisa mengangkut produk hasil lautnya dalam keadaan masih segar dengan cepat.

Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp.20 miliar hasil pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki tersebut ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna tersebut yaitu Susi Air.

Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004, Cessna Susi menjadi pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada korban yang berada di daerah terisolasi.

Peristiwa tersebut mengubah arah bisnis Susi. Saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki sebanyak 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 32 pesawat Cessna Grand Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 pesawat Diamond Twin star. Kini, Susi Air memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat terbang beragam jenis.

Pada tahun 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.

Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja (2014-2019)

Susi Pudjiastuti ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla dan ia ditetapkan secara resmi pada 26 Oktober 2014.

Sebelum dilantik, Susi melepas semua posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan beberapa posisi lainnya, termasuk Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang bergerak di bidang penerbangan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya sebagai menteri dan sebagai pemimpin bisnis. Selain itu, alasan lain Susi melepas semua jabatannya yaitu agar ia bisa bekerja maksimal menjalankan pemerintahan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.

Penghargaan Yang Pernah Diterima

Susi Pudjiastuti menerima banyak penghargaan diantaranya:

  • Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat (2004)
  • Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia (2005)
  • Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.(2006)
  • Metro TV Award for Economics (2006)
  • Inspiring Woman (2005) dan Eagle Award (2006) dari Metro TV, Indonesia
  • Berprestasi Award dari PT Exelcomindo
  • Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (2009)
  • Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB (2011)
  • Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC (2011)
  • Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan dari Gubernur Jawa Barat (2008)
  • Kanjeng Ratu Ayu (KRAY) Susi Pudjiastutiningrat dari Keraton Surakarta Hadiningrat (2015)
  • Leaders for a Living Planet Award dari WWF (16 September 2016), sebagai penghargaan atas perannya dalam memajukan pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan, pelestarian alam laut, dan pemberantasan pencurian ikan.
  • Doktor Honoris Causa oleh Universitas Diponegoro (3 Desember 2016)
  • Seafood Champion Award (5 Juni 2017)

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Susi Pudjiastuti – Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Ke-6“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Pablo Picasso – Seniman Kubisme Terkenal Dunia

Biografi dan Profil Lengkap Pablo Picasso – Pablo Ruiz Picasso atau yang lebih dikenal dengan Pablo Picasso merupakan seorang seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan juga dikenal sebagai pelukis revolusioner pada abad ke-20. Selain itu, Ia juga merupakan jenius seni yang cakap membuat patung, grafis, keramik, kostum penari balet hingga tata panggung.

Picasso lahir di Malaga, Spanyol pada 25 Oktober 1881 dengan nama lengkap Pablo (atau El Pablito) Diego José Santiago Francisco de Paula Juan Nepomuceno Crispín Crispiniano de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Ruiz Blasco y Picasso López. Ia merupakan anak dari pasangan Josse Ruiz Blasco, seorang profesor seni dan Maria Picasso Lopez. Picasso meninggal pada 8 April 1973 di Mougins, Perancis.

Profil Singkat Pablo Picasso

Nama: Pablo Diego José Francisco de Paula Juan Nepomuceno María de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Ruiz y Picasso
Lahir: Malaga, Spanyol, 25 Oktober 1881
Meninggal: Mougins, Perancis, 8 April 1973
Orang tua:
Josse Ruiz Blasco (ayah)
Maria Picasso Lopez (ibu)
Pasangan:
Olga Khokhlova (m. 1918–1955)
Jacqueline Roque (m. 1961–1973)
Anak:
Paloma Picasso
Paulo Picasso
Claude Pierre Pablo Picasso
Maya Widmaier-Picasso
Kebangsaan: Spanyol
Pendidikan:
School of Fine Arts di Barcelona, Spanyol (1895)
Royal Academy (1897)
Karya terkenal:
Les Demoiselles d’Avignon (1907)
Guernica (1937)
The Weeping Woman (1937)

Biografi Pablo Picasso

Darah seni yang diturunkan orang tuanya, dimana sang ayah yaitu Josse Ruiz Blasco merupakan profesor seni dan sang ibu yaitu Maria Picasso Lopez merupakan ahli dalam bidang seni. Bakat seni picasso sudah terlihat sejak ia kecil, Picasso muda sudah pandai melukis. Pada usia 14 tahun, ia lulus ujian masuk School of Fine Arts di Barcelona dan dua tahun kemudian ia pindah ke Madrid untuk belajar di Royal Academy. Tak lama kemudian, Picasso kembali ke Barcelona dan bergabung di Els Quatre Gats, yaitu tempat para penyair, artis dan kritikus untuk tukar menukar ide yang didapat dari luar Spanyol.

Pada usia 23 tahun, Picasso pindah ke Paris yang merupakan kota pusat seni dunia pada masa itu. Disana ia banyak menghasilkan karya seni yang indah dengan mengusung gaya kubisme pada setiap karyanya. Selain itu, ia menemukan teman yang memiliki pemikiran yang sama yaitu Georges Braque. Kemudian, mereka berdua menciptakan lukisan berunsur kubisme dan itu sangat mengejutkan dunia saat itu.

Karya-Karya Pablo Picasso

Biasanya seniman masyhur ditandai dengan satu macam gaya dasar, namun tidak dengan Picasso. Ia menampilkan ruang luas dari pelbagai gaya yang mencengangkan. Para kritikus seni memberikan banyak julukan seperti periode biru, periode merah muda, periode neo-klasik dan lain sebagainya. Picasso juga merupakan salah satu dari cikal bakal Kubisme.

Selama hidupnya, Picasso telah menghasilkan sebanyak 20.000 karya. Menariknya, Picasso sering berganti gaya lukisan. Hal tersebut terjadi karena Picasso memiliki banyak teman. Seperti gaya lukisan biru dan merah jambu (karena lukisan didominasi warna biru dan merah jambu) berubah drastis ke gaya kubisme, akibat pengaruh pertemanannya dengan Georges Braque.

Gaya kubisme ini mengejutkan dunia seni, karena mengubah persepsi orang akan suatu keindahan seni. Jika sebelumnya lukisan dengan model wanita mudah dikenali, oleh Picasso dibuat drastis sehingga bentuk lukisannya sulit dikenali, seperti yang ia tuangkan melalui karya Demoiselles d’Avignon. Lukisan tersebut tidak sembarangan dibuat, sebelumnya ia telah mempelajari karya pematung Iberia dan patung Afrika lainnya (patung primitif) yang biasanya berbentuk melengkung dan tidak proporsional.

Ketidaksembarangan Picasso juga dibuktikan dengan beberapa eksperimen yang sering dilakukannya, terutama pada perspektif dan distorsi yang ada pada suatu lukisan. Sehingga gaya kubisme Picasso ini mengubah wawasan dunia mengenai penilaian suatu lukisan yaitu lukisan bukan hanya sebagai keindahan seni, namun juga sebagai hasil penelitian dan eksperimen.

Inspirasi Karya Pablo Picasso

Pablo Picasso merupakan seniman yang melankolis, berkepribadian kuat, egois dan hidupnya sangat bebas. Tak heran, karyanya banyak mencerminkan kepribadiannnya. Kepribadiannya tersebut banyak terlihat dari karya seninya yang berkesan kontroversial dan sangat ekspresif. Di sisi lain, kemelankolisan yang dimilikinya terungkap dari sifatnya yang sangat sensitif serta rinci dalam menilai suatu kenyataan hidup. Ia sanggup membuat kenyataan hidup tersebut sebagai sumber inspirasi karyanya. Seperti lukisan Mesra Cinta (periode biru) yang bersuasana muram dan pesimis, itu mencerminkan masa sulit Picasso di tengah situasi yang kompetitif. Lukisan Guernica yang menjadi pusat mata di Museum Reina Sofia (Madrid) merupakan lukisan dari hasil ingatannya pada tragedi berdarah awal tahun 1930-an di daerah Basque, Guernica dimana saat itu terjadi perang sipil dan jatuhnya ratusan bom. Selanjutnya burung merpati, simbol perdamaian dunia, Picasso menyelesaikan seni grafis tersebut setelah terinspirasi oleh burung Melanesia, pemberian Henri Matisse.

Selain itu, Picasso juga menjadikan wanita sebagai sumber inspirasi. Kabarnya, setiap wanita memberikan inspirasi berbeda baginya. Misalnya dari para kekasihnya, Seperti dari kekasihnya yang bernama Marie-Terese Walter, ia menghasilkan karya La Reve (mimpi) yang terjual seharga 48.402.500 dolar AS. Dari kekasihnya yang bernama Eva Gouel, terlahir lukisan Femme Assise Dans Un Fauteuil. Jadi tak heran jika Picasso dijuluki Don Juan (playboy). Selain berganti-ganti kekasih, ia juga telah menikah beberapa kali, antara lain dengan Fernande Olivier, Marchelle Thumbert, Olga Kohklova dan Jaqueline Roque.

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Pablo Picasso – Seniman Kubisme Terkenal Dunia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Chairil Anwar – Penyair Terkemuka Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Chairil Anwar – Chairil Anwar merupakan penyair terkemuka Indonesia. Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara pada 26 Juli 1922. Chairil Anwar diperkirakan telah menulis sebanyak 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, Chairul Anwar dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ’45 sekaligus puisi modern Indonesia.

Profil Singkat Chairil Anwar

Nama: Chairil Anwar
Lahir : Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 26 Juli 1922
Wafat: Jakarta, Indonesia, 28 April 1949
Orang tua : Toeloes (ayah) dan Saleha (ibu)
Pekerjaan: Penyair
Kebangsaan : Indonesia
Suku bangsa: Minangkabau
Periode menulis: 1942–1949
Angkatan: Angkatan ‘45
Karya terkenal:
Aku
Krawang Bekasi

Kehidupan Chairil Anwar

Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara pada 26 Juli 1922. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan Toeloes dan Saleha, keduanya berasal dari kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Jabatan terakhir sang ayah yaitu bupati Inderagiri, Riau. Chairil Anwar masih memiliki ikatan keluarga dengan Soetan Sjahrir yang merupakan Perdana Menteri pertama Indonesia.

Sebagai anak tunggal, chairil anwar selalu dimanjakan oleh orang tuanya. Akan tetapi, Chairil cenderung memiliki sikap keras kepala dan tidak ingin kehilangan apapun.

Chairil Anwar memulai pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yaitu sekolah dasar bagi orang pribumi pada masa penjajahan Belanda. Kemudian, ia meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Pada saat usianya mencapai 18 tahun, ia tidak lagi bersekolah. Chairil mengatakan bahwa sejak usia 15 tahun, ia sudah bertekad menjadi seniman.

Setelah perceraian orang tuanya dan saat Chairil berumur 19 tahun, ia bersama ibunya pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dimana ia berkenalan dengan dunia sastra. Meskipun sudah bercerai, sang ayah tetap menafkahi ia dan ibunya. Walaupun tidak bisa menyelesaikan pendidikannya, Chairil dapat menguasai berbagai bahasa asing seperti Inggris, Belanda, dan Jerman. Untuk mengisi waktu luangnya, ia membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer Maria Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, Hendrik Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Para penulis tersebut sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung terhadap tatanan kesusasteraan Indonesia.

Menjadi Seorang Penyair

Pada tahun 1942, saat usianya baru 20 tahun, nama Chairil anwar mulai dikenal di dunia sastra setelah pemuatan puisinya yang berjudul Nisan. Hampir semua puisi yang ia tulis merujuk pada kematian.

Saat pertama kali mengirim puisinya di majalah Pandji Pustaka untuk dimuat, banyak karyanya yang ditolak karena dianggap terlalu individualistis dan tidak sesuai dengan semangat Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.

Saat menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta, Chairil jatuh cinta pada Sri Ayati namun hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi karyanya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945. Setelah ia memutuskan untuk menikah dengan Hapsah Wiraredja pada 6 Agustus 1946, mereka dikaruniai seorang putri bernama Evawani Alissa, namun mereka bercerai pada akhir tahun 1948.

Wafatnya Chairil Anwar

Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangi kondisi fisiknya. Sebelum menginjak usia 27 tahun, ia telah mengidap sejumlah penyakit. Pada tanggal 28 April 1949, Chairil meninggal dalam usia muda di Rumah Sakit CBZ (sekarang Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo), Jakarta setelah dirawat dari 22-28 April 1949. Penyebab kematiannya tidak diketahui dengan pasti, menurut dugaan ia meninggal karena penyakit TBC. Ia dimakamkan sehari kemudian di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta.

Selama hidupnya, Chairil telah menulis sekitar 94 karya, termasuk 70 puisi. Kebanyakan karyanya tidak dipublikasikan hingga kematiannya. Puisi terakhir Chairil berjudul Cemara Menderai Sampai Jauh, ditulis pada tahun 1949, sedangkan karyanya yang paling terkenal berjudul Aku dan Krawang Bekasi.[Semua tulisannya baik yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak, dikompilasi dalam tiga buku yang diterbitkan oleh Pustaka Rakyat. Kompilasi pertama berjudul Deru Campur Debu (1949), lalu disusul Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949) dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Chairil Anwar – Penyair Terkemuka Indonesia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.