Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes Paling Lengkap

Profil Orang Terkaya di Indonesia – Bukan hanya Amerika atau Eropa yang memiliki sederet nama orang terkaya di negaranya. Indonesia juga punya daftar nama-nama tersebut. Ditahun ini, majalah Forbes kembali merilis daftar urutan orang terkaya di Indonesia tahun 2019. Dari daftar tersebut, posisi pertama masih tetap diduduki oleh keluarga Hartono bersaudara. Namun, ada beberapa daftar konglomerat lainnya yang menempati posisi selanjutnya. Lalu, siapa saja orang terkaya di Indonesia lainnya? Simak informasi dan profil orang terkaya di Indonesia versi Forbes berikut ini.

10 Orang Terkaya di Indonesia

1. R Budi dan Michael Hartono

Berdasarkan informasi dari Forbes, Hartono bersaudara mendapatkan lebih dari 80 persen keuntungan dari investasinya di PT Bank Sentral Asia Tbk (BCA). Diketahui, jumlah kekayaan R Budi dan Michael Hartono berkisar USD 37,3 miliar (Rp523,091 triliun).

Tidak hanya dari investasinya di BCA, kekayaan Hartono juga bersumber dari pabrik rokok kretek Djarum yang dikelolanya. Perusahaan Djarum ini merupakan salah satu usaha warisan ayah mereka.

2. Widjaja Family

Orang terkaya di Indonesia nomor 2 menurut majalah Forbes yaitu dari keluarga kerajaan bisnis Widjaja Family. Dikutip dari Forbes, pendiri dan pencetus ide bisnis pertama muncul dari sesosok Eka Tjipta Widjaja. Eka merupakan seorang imigran Tionghoa yang menetap di Indonesia. Ia juga diketahui menikah dengan dua istri dan dikaruniai 15 anak.

Pengalaman bisnis Eka Tjipta Widjaja sudah dimulai sejak usia remaja dimulai dari menjual biskuit. Eka Tjipta Widjaja meninggal pada Januari 2019 di usia 95 tahun.

Saat ini, salah satu bisnisnya yaitu Sinar Mas telah memiliki minatnya di bidang kertas, real estate, jasa keuangan, agribisnis dan telekomunikasi. Jika di total jumlah kekayaan Widjaja Family berkisar US$9,6 miliar (Rp134,629 triliun). Baca : Biografi Eka Tjipta Widjaja

3. Prajogo Pangestu

Dikutip dari majalah Forbes, Prajogo Pangestu memulai karirnya menjadi pebisnis kayu pada 1970-an akhir. Darah bisnisnya merupakan turunan dari ayahnya yang merupakan seorang pedagang karet, Prajogo akhirnya mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang pedagang.

Pada tahun 1993, PT Barito Pacific Timber, perusahaannya go public dan berganti nama menjadi Barito Pacific.

Ditahun 20007, Prajogo Pangestu mengakuisisi 70% perusahaan petrokimia, Chandra Asri yang juga berada di Bursa Efek Indonesia. Empat tahun kemudian, Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia. Memerge dua perusahaan membuat Prajogo Pangestu menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Jumlah kekayaan Prajogo Pangestu sekitar US$7,6 miliar (Rp106,581 triliun).

4. Susilo Wonowidjojo

Dikutip dari Forbes, kekayaan Susilo Wonowidjojo dan keluarganya didapatkan dari usaha pembuatan kretek. Keluarga Susilo Wonowidjojo merupakan pemilih dari perusahaan rokok Gudang Garam yang dibangun oleh ayahnya bernama Surya pada tahun 1958.

Kemudian, perusahaan tersebut diambil alih oleh putra Surya sekaligus kakak dari Susilo Wonowidjojo, Rachman Halim. Namung, sang kakak hanya mampu menjalankan bisnis selama seperempat abad atau 25 tahun hingga kematiannya pada 2008 lalu. Setahun kemudian, Susilo Wonowidjojo ditunjuk sebagai presiden direktur dan saudara perempuannya Juni Setiawati menjadi presiden komisaris.

Menurut Forbes, kekayaan dari Susilo Wonowidjojo mencapai angka US$6,6 miliar (Rp92,557 triliun).

5. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia merupakan pindahan dari India ke Indonesia bersama ayahnya. Kepindahannya di Indonesia ini menjadi awal karir dirinya didunia bisnis. Bersama ayahnya, mereka mendirikan Indorama sebagai perusahaan pembuat benang pintal.

Dikutip dari majalah Forbes, kekayaan Sri Prakash Lohia didapatkannya dari produksi PET dan petrokimia lainnya. Total kekayaan yang dimiliki oleh Sri Prakash Lohia berkisar US$5,6 miliar (Rp78,533 triliun).

Saat ini, perusahaan yang dibangunnya telah menjadi pembangkit tenaga listrik petrokimia. Perusahaan tersebut membuat produksi industri seperti bahan baku tekstil, sarung tangan medis hingga poliolefin pupuk.

Saat ini Lohia menetap di London dan masih tetap menjabat sebagai ketua, sedangnya putranya Amit ditunjuk sebagai wakil ketua.

6. Anthoni Salim

Anthoni Salim merupakan CEO dari perusahaan Indofood, yaitu perusahaan induk yang memproduksi makanan, perbankan dan telekomunikasi. Anthoni juga memiliki setidaknya 41% saham di perusahaan investasi First Pasific yang terdaftar di Hong Kong.

Meskipun termasuk orang terkaya di Indonesia, Anthoni sempat mengalami keterpurukan. Tepatnya pada saat krisis keuangan melanda Indonesia pada 1997-1998. Saat ini, ia kehilangan kendali aras Perusahaan Bank Central Asia yang telah diakuisisi oleh Hartono bersaudara.

Menurut Forbes, kekayaan dari Anthoni Salim masih berkisar US$5,5 miliar (Rp77,131 triliun).

7. Tahir

Tahir merupakan pendiri Mayapada Group, yaitu perusahaan yang berinvestasi di bidang real estate, rantai rumah sakit dan perbankan. Putrinya, Grace Tahir juga merupakan seorang presiden komisaris Propertindo Mulia Investama. Menurut Forbes, total kekayaan dari Tahir sekitar US$4,8 miliar (Rp67,314 triliun).

8. Boenjamin Setiawan

Boenjamin Setiawan merupakan seorang doktor di bidang farmakologi yang mendirikan Kalbe Farma, sebuah perusahaan farmasi yang kini terbesar di Indonesia. Awalnya, bersama kelima saudara kandungnya, Boenjamin mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966 silam. Hingga saat ini perusahaan tersebut telah tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan masing-masing memperoleh 48% saham.

Namun, kekayaannya tidak hanya dari Kalbe Farma saja, ia juga mengendalikan Mitra Keluarga yang mengoperasikan sekitar 12 rumah sakit. Menurut majalah Forbes, jika di total, jumlah kekayaan Boenjamin sekitar US$4,35 miliar (Rp61,003 triliun). Baca : Biografi Boenjamin Setiawan

9. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung merupakan salah satu orang terkaya Indonesia yang sebelumnya sudah masuk dalam deretan orang terkaya versi majalah Forbes. Chairul Tanjung dikenal berkat idenya dalam mengeluarkan kartu kredit, menjalankan stasiun televisi dan mengoperasikan hypermarket. Toko retail nya berada di bawah merek Carrefour dan Transmart.

Bukan hanya itu saja, perusahaan miliknya juga mengendalikan Wendy di Indonesia dan sejumlah waralaba seperti Mango, Versace dan Jimmy Choo.

Ditahun 2017, CT Corp menjual sekitar 49% sahamnya ke Prudential Financial AS yang berfokus pada pertumbuhan asuransi jiwa.

Menurut majalah Forbes, jika di total, jumlah kekayaan Chairul Tanjung berkisar US$3,6 miliar (Rp50,486 triliun). Baca biografi Chairul Tanjung

10. Jogi Hendra Atmadja

Jogi Hendra Atmadja merupakan kepala Mayora Group, yaitu perusahaan makanan terbesar di Indonesia. Produk Mayora Group seperti sereal, biskuit, permen, kopi dan lainnya.

Jogi Hendra Atmadja dan keluarganya merupakan imigran asal China di mana telah membuat biskuit sejak lama di rumahnya tahun 1948. Saat ini, Jogi Hendra Atmadja dan keluarganya berhasil memegang kendali atas PT Mayora Indah.

Menurut majalah Forbes, total kekayaan Jogi Hendra Atmadja sendiri sekitar US$3 miliar (Rp42,071 triliun).

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Sofyan Djalil – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Sofyan Djalil kembali dipercaya untuk membantu Presiden Jokowi dalam jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya, Sofyan sempat menjabat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Kabinet Indonesia Bersatu.

Tak sampai disitu saja, Sofyan juga sempat menjabat di tiga kementerian dalam Kabinet Kerja pada Pemerintahan Jokowi Periode 2014-2019. Pada 2014-2015 ia ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pada 2015 ada perubahan atau Reshuffle dan ia dipindah menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas. Pada 2016, ia kembali dipindah kementerian dan dipercayai mengisi pos Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia (ATR) hingga 2019.

Baca Juga : Profil Basuki Hadimuljono – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Mengenal lebih dekat Sofyan Djalil, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Sofyan Djalil

Sofyan Djalil atau lebih dikenal Sofyan merupakan pria kelahiran Aceh, 23 September 1953. Ia hidup dari keluarga sederhana, Ayahnya merupakan tukang cukur dan ibunya seorang guru mengaji. Saat kecil Sofyan Djalil kerap berjualan telur untuk menambah kebutuhan hidup. Meskipun demikian, Sofyan memiliki tekad belajar yang kuat.

Pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannya. Sedangkan pendidikan tingkat tinggi di rampungkan di fakultas Hukum dan Bisnis di UI dan lulus pada tahun 1983.

Baca Juga : Profil Syahrul Yasin Limpo – Menteri Pertanian

Namun sebelumnya banyak kisah dalam perjalanan yang ia lalui sebelum melanjutkan kuliah di UI. Pada tahun 1976, saat berusia 23 tahun, Sofyan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri kegiatan Muktamar Nasional Pelajar Islam Indonesia (PII). Sejak itu, ia memilih tetap tinggal di Jakarta.

Agar bisa bertahan, berbagai pekerjaan serabutan ia lakukan, mulai jadi kondektur metromini dan juga menjadi pengurus masjid Pusdiklat Kejaksaan Agung, Jakarta.

Sofyan juga tetap melanjutkan studinya. Ia harus pintar membagi waktu antara kuliah dan kerja. Seusai bekerja di pagi hari, ia melanjutkan kuliah sore di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, bidang studi hukum bisnis. Ia lulus pada tahun 1983 dengan gelar sarjana hukuk pada usia 30 tahun.

Setelah itu, Sofyan mengikuti lembaga kajian, dan mendapatkan beasiswa ke luar negeri untuk meraih gelar master dan doktor di Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat.

Pada tahun 1993, ia sukses memperoleh gelar Doctor of Philosophy dalam bidang studi International Financial and Capital Market Lawstudi and Policy di Tufts University.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Sebelum menjabar sebagai menteri, Sofyan pernah menduduki posisi penting seperti Komisaris, PT Perusahaan Listrik Negara (1999-Mei 2002), Staf Ahli Menteri Negara Pendayagunaan BUMN bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM/Asisten Kepala Badan Pembina BUMN Bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM (Juni 1998-Februari 2000), Tim mediasi perundingan pemerintah RI dan GAM di Helsinki, Finlandia, (2004-2005), dan Anggota Tim Pakar, Departemen Kehakiman dan HAM RI (2001-sekarang).

Sedangkan dalam dunia politik, tercatat Sofyan sudah tiga kali menjabat sebagai menteri. Jabatan pertama pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sofyan diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia ke-2 untuk masa jabatan 21 Oktober 2004 sampai 9 Mei 2007.

Jabatan kedua masih pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sofyan kembali dilantik menjadi Menteri Negara BUMN Indonesia ke-4 untuk masa jabatan 9 Mei 2007 sampai 22 Oktober 2009.

Pada masa pemerintahan Jokowi – JK, Sofyan kembali ditunjuk untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia di Kabinet Kerja Periode 2014-2019. Namun, ia hanya menjabat selama satu tahun dari 26 Oktober 2014 sampai 12 Agustus 2015 sebab selanjutnya ia digantikan oleh Darmin Nasution pada perombakan Kabinet Kerja. Sejak 12 Agustus 2015, Sofyan mulai menduduki posisi sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menggantikan Andrinof Chaniago.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Sofyan Djalil juga mendedikasikan hidupnya sebagai akademisi di berbagai universitas ternama di Indonesia. Mulai tahun 2001 sampai sekarang, dia tercatat sebagai dosen Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Kemudian sejak tahun 2000, dia telah mengajar di Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum UI. Bahkan sejak 1993 hingga saat ini ia masih menjadi dosen Fakultas Ekonomi dan Program Magister Manajemen UI.

Pada 27 Juli 2016, Sofyan Djalil kembali dilantik oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang. Dan pada periode II pemerintahan Presiden Jokowi kembali menunjuk Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) dalam Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Sofyan Djalil – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.