Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri & Kekayaanya LENGKAP

Profil Royke Tumilaar – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menunjuk Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada senin 9 Desember 2019. Pengangkatan Royke Tumilaar untuk menggantikan posisi Kartika Wirjoatmodjo yang diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN mendampingi Erick Thohir.

Royke Tumilaar disahkan sebagai Dirut Bank Mandiri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin 9 Desember 2019 siang lalu.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Royke Tumilaar dengan mengetahui profil dan biografi lengkapnya berikut ini.

Profil Lengkap Royke Tumilaar

Royke Tumilaar merupakan pria kelahiran Manado, 21 Maret 1964. Ia adalah alumni Universitas Trisakti tahun 1987. Ia mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari jurusan Jurusan Ekonomi Manajemen disana. Ia juga memperoleh gelar Master of Business Finance di University of Technology Sydney pada tahun 1999.

Pada tahun 1999. Royke bergabung dengan Bank Mandiri melalui Bank Dagang Negara (BDN), yang merupakan warisan Bank Mandiri, dimana jabatan terakhirnya adalah Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Pada tahun 2007, Royke mendapatkan promosi menjadi Group Head Regional Commercial Sales I sampai dengan Mei 2010, dan pada bulan Agustus 2009 merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Pada Mei 2010, Royke menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan Mei 2011.

Selanjutnya pada Mei 2011, Beliau diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management.

Pada tahun 2016, ia sudah psempat dicalonkan menjadi direktur utama, namun akhirnya Kartika Wirjoatmodjo yang terpilih. Lalu pada 9 Desember 2019, Menteri BUMN, Erick Thohir mengungkapkan bahwa Royke sudah pasti menjadi Direktur Utama Mandiri.

Penetapan ini dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri pada siang 9 Desember 2019. RUPSLB ini juga akan menetapkan Muhammad Chatib Basri (Menkeu era Presiden Yudhoyono) menjadi Wakil Komisiaris.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Harta Kekayaan Royke Tumilaar

Mengutip LHKPN, kekayaan Royke Tumilar per tanggal 31 Desember 2018 tercatat sebesar Rp78 miliar. Kekayaan tersebut berupa tanah dan bangunan senilai Rp26,5 miliar dan tanah seluas 383 m2/351 m2 di Jakarta Selatan dengan nilai Rp13 miliar.

Serta harta berupa alat transportasi dan mesin, yaitu 4 kendaraan yang terdaftar. Mobil Landrover Range Rover tahun 2011 Rp675 juta, Mobil Fortuner Jeep S.C Tahun 2014 Rp275 juta, Mobil Vellvire Micro/MiniBus 2.5 G A/T tahun 2015 Rp785 juta, dan yang terakhir Mobil Lexus Jeep S.C HDTP tahun 2016 Rp2,5 miliar.

Ia juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp3,7 miliar. Royke juga mempunyai surat berharga senilai Rp5,6 miliar, dan memiliki aset kas dan setaranya sebesar Rp11,2 miliar.

Selain memiliki harta yang banyak, diketahui Royke juga memiliki sejumlah utang sebesar Rp13 miliar.

Baca Juga : Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju 2019-2024

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Erick Thohir sebagai Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Erick Thohir merupakan salah satu tokoh penguasa nasional yang dipercaya Presiden Joko Widodo dalam Kabinet Indonesia Maju. Erick dilantik sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Periode 2019-2024.

Erick Thohir merupakan pengusaha sukses di sektor media dan menjadi figur penting dalam keberhasilan Asian Games 2018. Ia merupakan pendiri Mahaka Group yang memiliki banyak media massa, mulai dari radio, media cetak, online, hingga pertelevisian. Ia juga merupakan pemilik klub sepak bola Italia, Inter Milan.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan

Mengenal lebih dekat Erick Thohir, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Erick Thohir

Erick Thohir lahir di Jakarta pada tanggal 30 Mei 1970, dari pasangan Teddy Thohir dan Edna Thohir. Erick Thohir memiliki saudara bernama Garibaldi Thohir yaitu seorang bankir investasi dan Rika Thohir. Ia terlahir dari keluarga pengusaha. Ayahnya bersama William Soeryadjaya merupakan pemilik dari Grup Astra International.

Pada 1993, Erick lulus program Master untuk Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, dan sebelumnya telah merampungkan gelar sarjananya (Bachelor of Arts) diperoleh dari Glendale University.

Setelah merampungkan pendidikan dan kembali ke Indonesia, Erick Thohir bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy mendirikan Mahaka Group, yaitu perusahaan swasta yang bergerak di bidang media, telekomunikasi, rumah produksi hingga olahraga. Hingga pada 2001, perusahaan ini membeli Republika yang saat itu berada diambang kebangkrutan.

Baca Juga : Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri

Erick menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, dan kemudian menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga kini.

Mahaka Group juga membeli Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia engan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya, media ini dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media. Erick juga menjabat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN).

Hingga tahun 2009, Mahaka Group telah berkembang di dunia media dan menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest. Sementara untuk bisnis media surat kabar, Grup Mahaka memiliki Sin Chew Indonesia danRepublika, sementara untuk Stasiun TV, Grup Mahaka Miliknya memiliki JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Selain berbisnis dibidang media, Erick Thohir juga memiliki bisnis dibidang periklanan, seperti jual beli tiket serta desain situs web. Ia juga mendirikan organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan “Dompet Dhuafa Republika”, serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup, dan Beyond Media.

Erick Thohir sangat mencintai olahraga basket, maka ia mendirikan klub Bola Basket Mahaka Satria Muda Jakarta dan Mahaputri Jakarta.

Erick juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara(SEABA) selama dua kali, yaitu periode 2006–2010 dan 2010–2014.

Erick juga dipercaya menjadi Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Ditahun ini juga, hohir dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United. Transaksi ini membuat namanya dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah ia membeli saham dari Philadelphia 76ers.

Pada 2013 lalu, Erick Thohir membeli kepemilikikan 70% saham Klub Sepak Bola asal Italia Inter Milan, dari pemilik sebelumnya Massimo Moratti senilai 350 juta euro atau setara dengan 5,3 Triliun. Lewat pembelian tersebut, membuat Erick Thohir menjadi pemilik klun sepakbola besar Eropa terbaru yang berasal dari negara berkembang. Hingga pada 15 November 2013, ia resmi menjabat sebagai presiden klub Inter Milan yang baru.

Namun, setelah itu, Suning Group yaitu perusahaan asal China membeli kepemilikan saham mayoritas Inter Milan dari Erick Thohir. Meskipun demikian, Erick Thohir masih memiliki 30% dan masih menjabat sebagai Presiden Klub Inter Milan.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Ia juga sempat menjabat sebagai ketua INASGOC yaitu sebuah badan yang mengelola Asian Games 2018 yang digelar diIndonesia.

Setelah sukses sebagai ketua INASGOC dalam menjalankan Asian Games 2018, Erick Thohir kemudian ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Hingga akhirnya, ia ditunjuk sebagai Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024. Erick Thohir resmi menjadi Menteri BUMN setelah Presiden Jokowi mengumumkan jajaran Kabinet 2019-2024 di depan Istana Merdeka pada 23 Oktober 2019 lalu.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Ruselli Hartawan – Pemain Bulutangkis Tunggal Putri Indonesia

Profil Ruselli Hartawan – Ruselli Hartawan adalah pemain bulutangkis Indonesia yang merupakan anggota Klub Jaya Raya Jakarta, dan terpilih dalam tim nasional (timnas) bulutangkis Indonesia pada 2013.

Karir Ruselli semakin cemerlang setelah berhasil mengalahkan An Se Young (Korea Selatan) pada ajang Hong Kong Open 2019. An Se Young merupakan salah satu pebulutangkis muda paling disegani tahun ini.

Ruselli Hartawan berhasil melaju ke babak perempatfinal Hong Kong Open 2019 usai sukses mengandaskan An Se Young (Korea Selatan), pada 14 November 2019 di Hong Kong Coliseum. Ruselli berhasil mengakhiri laga dengan kemenangan lewat straight games 21-18 & 21-19.

Baca Juga : Profil Anthony Sinisuka Ginting

Sebetulnya, Ruselli bukanlah pemain bulutangkis baru di sektor putri Indonesia. Ia sudah malang melintang di sejumlah turnamen bulutangkis. Hanya saja namanya tenggelam karena minimnya prestasi yang diraihnya.

Dimusim Sea Games 2019 di Filiphina, Ruselli berhasil masuk final melawan malaysia pada 09 Desember 2019.

Mengenal lebih dekat dengan Ruselli Hartawan pemain bulutangkis tunggal putri Indonesia.

Profil Lengkap Ruselli Hartawan

Nama lahir : Ruselli Hartawan
Kebangsaan : Indonesia
Lahir : DKI Jakarta, 27 Desember 1997
Tinggi : 160 cm
Berat : 57,5 kg

Ruselli Hartawan lahir pada 27 Desember 1997 di Jakarta. Ia merupakan anggota klub Jaya Raya Jakarta dan mulai masuk dalam Pelatnas PBSI pada 2013 lalu. Saat ini, RUselli menempati ranking ke-35 dunia.

Ruselli juga pernah ikut dalam tim Piala Uber Indonesia dan pencapaian tertinggi Ruselli yaitu menjuarai ajang International Chalenge Malaysia International tahun 2017 dan Singapore International 2017.

Baca Juga : Profil Jonatan Christie

Pada tahun 2019, Ruselli mengikuti ajang Hong Kong Open 2019. Diajang tersebut Ruselli berhasil mengalahkan An Se Young (Korea Selatan) pada ajang Hong Kong Open 2019. An Se Young merupakan salah satu pebulutangkis muda paling disegani tahun ini. Namun, ia gagal melanjutkan langkah ke babak semifinal Hong Kong Open 2019 saat betanding melawan pemain unggulan wakil Amerika Serikat, Zhang Beiwen.

Hasil ini sekaligus membuat Indonesia kehabisan wakil di nomor tunggal putri pada ajang Hong Kong Open 2019.

Sedangkan pada ajang SEA Games 2019 di Filipina, Ruselli berhasil lolos ke final bulutangkis perorangan SEA Games 2019.

Pada babak semifinal, Ruselli membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama asal Thailand, Pornpawee Chochuwong lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 10-21, dan 21-18.

Dengan hasil tersebut, membuat Ruselli menjadi satu-satunya wakil tunggal putri yang maju ke babak empat besar setelah Gregoria Mariska Tunjung tersingkir di perempat final.

Baca Juga : Profil Ihsan Maulana Mustofa

Di ajang SEA Games 2019, Indonesia mengirimkan tiga wakil ke final bulu tangkis perorangan SEA Games 2019. Wakil pertama Indonesia di final SEA Games 2019 adalah ganda campuram Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti. Mereka akan menghadapi pasangan Malaysia, Vs Goh Soon Huat / Lai Shevon Jemie.

Tunggal putri Ruselli Hartawan juga akan menantang pemain Malaysia, Kisona Selvaduray. Wakil ketiga adalah ganda putri. Unggulan pertama Greysia Polii / Apriyani Rahayu bakal berhadapan dengan Chayanit Chaladchalam / Phataimas Muenwong dari Thailand.

Dari cabang bulu tangkis SEA Games 2019, Indonesia sudah merebut medali emas nomor beregu setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1.

Baca Juga : Profil Marcus Fernaldi Gideon

Itulah informasi tentang Profil Ruselli Hartawan, Karir dan Prestasi Sebagai Pemain Bola Profesional Dunia, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Profil Nadeo Argawinata – Kiper Timnas U-22 Indonesia pada SEA Games 2019

Profil Nadeo Argawinata – Nadeo Argawinata berhasil mencuri perhatian penonton sepak bola SEA Games 2019 lewat aksi memukaunya di lapangan. Nadeo mampu menunjukkan kualitasnya dalam menjaga gawang timnas U-22 Indonesia pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina.

Kegemilangan Timnas Indonesia U-23 di dua laga pertama SEA Gamses 2019 tidak lepas dari peran penjaga gawang Garuda Muda, Nadeo Argawinata. Berkat aksinya, Nadeo berhasil menjadi kiper yang paling sedikit kebobolan dalam babak penyisihan Grup B SEA Games 2019.

Timnas Indonesia mampu memenangi dua laga awal di SEA Games 2019 dengan kemenangan identik saat melawan juara bertahan Thailand dan Singapura 2 gol tanpa balas. Kegemilangan Nadeo mendapat banyak pujian, salah satunya dri pelatih kiper di klubnya saat ini Borneo FC, Luizinho Passos.

Baca Juga : Biografi dan Profil Lengkap Egy Maulana Vikri

Mengenal lebih dekat dengan Nadeo Argawinata, kiper ganteng Timnas U-22 dari Borneo FC.

Profil Lengkap Nadeo Argawinata

Nama lengkap : Nadeo Argawinata
Tanggal lahir : 9 Maret 1997
Tempat lahir : Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Tinggi : 185 cm
Posisi : Penjaga gawang
Klub saat ini : Borneo F.C.
Nomor Punggung : 97

Nadeo Argawinata merupakan pria kelahiran Kota Kediri, Jawa Timur pada 28 Juli 1997. Ia adalah pemain sepak bola Indonesia yang sekarang bermain untuk Pusamania Borneo F.C. di Indonesia Soccer Championship A.

Nadeo mengawali karir juniornya dengan bergabung dengan Sekolah Sepakbola (SSB) Macan Putih di Kediri.

Nadeo, adalah alumni SMAN 8 Kediri yang menjadi pilar utama tim sepak bola Kota Kediri yang tampil di Porprov Banyuwangi 2014. Penampilan ciamiknya di tingkat Jatim membawa Nadeo Arga Winata terpilih sebagai salah satu pilar Timnas U-19 asuhan Fachri Husaini.

Baca Juga : Biografi dan Profil Lengkap Lionel Messi

Namun Nadeo belum sempat tampil pada kejuaraan resmi bersama Timnas U-19 karena Indonesia disanksi FIA per 30 Mei 2015. Yang seharusnya, Timnas U-19 menjalani dua agenda pada tahun 2015, yakni Kualifikasi Piala AFC U-19 dan Piala AFF U-19.

Bakatnya sebagai kiper kian cemerlang, hingga pada 2016 Nadeo bergabung dengan Borneo FC U-21. Setahun kemudian, ia mampu menembus Tim utama Pesut Etam dengan membubuhkan lima kali permainan pada Liga 1 2017.

Sempat menjadi kiper cadangan pada musim 2018, kini Nadeo menjadi kiper utama Borneo FC dalam Liga 1 2019. Hingga sejauh ini, di Liga 2019 Nadeo menjadi pilar penting Borneo dan sudah tampil sebanyak 19 laga.

Pada ajang SEA Games 2019 yang berlangsung di Filiphina, Nadeo berhasil menjadi kiper yang paling sedikit kebobolan dalam babak penyisihan Grup B SEA Games 2019.

Di Grup B, Timnas U-22 Indonesia tergabung bersama Vietnam, Thailand, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam. Pada pertandingan perdana, Nadeo Argawinata berhasil menjaga gawangnya bersih dari kebobolan. Timnas U-22 Indonesia berhasil menang 2-0 atas Thailand.

Baca Juga : Biografi dan Profil Lengkap Gareth Bale

Pertandingan berikutnya, Nadeo harus menahan gempuran pemain Singapura. Ia berhasil bermain apik dan berhasil menjaga gawang dari gol setelah timnas U-22 Indonesia mengalahkan Singapura 2-0.

Pada pertandingan ketiga, Nadeo harus menghadapi Vietnam yang dalam dua pertandingan pertama berhasil mengalahkan Brunei (6-0) dan Laos (6-1). Yang akhirnya gawang berhasil dibobol untuk pertama kalinya dalam SEA Games 2019.

Tak cuma sekali, Vietnam langsung menyarangkan dua gol ke gawang kiper andalan Borneo FC tersebut. Hasil itu tentu membuat kecewa seluruh anggota skuat Garuda Muda, termasuk Nadeo.

Namun kekecawaan tersebut langsung dibalas untuk Brunei Darussalam di pertandingan keempat. Brunei harus rela gawangnya dibobol delapan kali oleh barisan lini serang timnas U-22 Indonesia.

Baca Juga : Biografi dan Profil Lengkap Cristiano Ronaldo

Pada pertandingan selanjutnya, Nadeo di istirahatkan oleh pelatih TimNas Indra Sjafri untuk mempersiapakan fisiknya pada pertandingan akhir.

Hingga pada laga akhir, Nadeo bertemu dengan laos dan ia kembali tampil apik dan menjaga gawangnya dari kebobolan. Timnas U-22 Indonesia berhasil menang 4-0 dan memastikan lolos ke babak semifinal menghadapi Myanmar.

Pada pertandingan Semi final melawan Myanmar, Nadeo sempat melakukan blunder ketika berhadapan dengan Myanmar. Ia merasa tertekan karena Myanmar berhasil mempersempit jarak gol menjadi 2-1, dan pemain Myanmar Win Naing Tun berhasil membobol gawangnya untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Beruntungnya, dibabak tambahan waktu, timnas U-22 Indonesia berhasil menambah keunggulan dan mengakhiri laga dengan skor 4-2.

Dengan hasil tersebut, artinya Nadeo Argawinata sudah kemasukan empat gol, dua di babak penyisihan grup dan dua pada semifinal.

Pertandingan final SEA Games 2019 sendiri akan digelar di Stadion Rizal Memorial, Filipina pada Selasa 10 Desember 2019.

Baca Juga : Biografi dan Profil Lengkap Neymar Jr.

Itulah informasi tentang Profil Nadeo Argawinata – Kiper Timnas U-22 , Karir dan Prestasi Sebagai Pemain Bola Profesional Dunia, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Profil Dokter Terawan – Ahli ‘Cuci Otak’ Jadi Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Profil Dokter Terawan – dr.Terawan ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 menggantikan Nila F Moeloek. Penunjukan Terawan sebagai Menteri Kesehatan diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta pada 23 Oktober 2019 lalu.

Terawan Agus Putranto merupakan Lulusan Fakultas UGM dan langsung mengabdi sebagai dokter TNI Angkatan Darat. dr Terawan menghabiskan karirnya di dunis medis dengan menemukan metode baru, terapi cuci otak, untuk pengobatan stroke.

dr.Terawan dikenal sebagai dokter metode ‘Cuci Otak’ untuk pasien stroke. Ia telah melayani pasien hingga puluhan ribu melalui metode ‘Cuci Otak’ ini. Namun, metodenya dianggap kontrovesi oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sehingga membuat ia pernah dipecat dari IDI.

Baca Juga : Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri

dr.Terawan merupakan salah satu dokter langganan para pejabat dan artis terkenal.Ia juga menjadi dokter langganan Prabowo yang sempat menderita vertigo. Sebelum ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan, dr.Terawan menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Mengenal lebih dekat dr.Terawan dengan mengetahui proil lengkapnya.

Profil Dokter Terawan

Mayjen TNI Dr.dr.Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI atau lebih dikenal dengan dr.Terawan adalah pria kelahiran Yogyakarta 5 Agustus 1964. Sejak kecil ia memang bercita-cita menjadi dokter. Karena itu, setelah lulus dari sekolah menengah atas, ia melanjutkan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan lulus sebagai dokter pada 1990 saat usia 26 tahun.

Setelah lulus dari UGM, ia mengabdikan dirinya ke Instansi Militer Anggkatan Darat, dan kemudian ditugaskan ke beberapa daerah, diantaranya Bali, Lombok, dan Jakarta.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Untuk memperdalam ilmu kedokterannya, berbekal beasiswa ikatan dinas ia melanjutkan pendidikannya dengan mengambil gelar master dibidang spesialis Radiologi di universitas Airlangga, Surabaya dan lulus pada usia 40 tahun. Dan ia kembali melanjutkan pendidikan S3 nya dengan menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan lulus pada 2013.

Dalam studi S3 nya, dr.Terawan lebih memfokuskan pada penderita stroke. Ia menemukan metode baru untuk penderita stroke, yang tertuang dalam disertasinya berjudul “Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis”.

Metode tersebut diberi nama ‘Brain Flushing’. Metode ini banyak mengundang pro dan kontra di kalangan praktisi dan akademisi kedokteran. Namun, dr.Terawan mampu membuktikan metode yang ia lakukan.

Terbukti, dengan metode ini pasien penyakit stroke bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca operasi. Bahkan metode ‘Cuci Otak’ ini telah diterapkan di Jerman dengan nama paten ‘Terawan Theory’.

Berkat kualitasnya di dunia Kedokteran, ia diangkat menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada 2015. Ia juga mampu mengelola rumah sakit secara profesional.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Inovasi dan penemuan metode ‘Cuci Otak’ ini membuat dr.Terawan mendapat penghargaan seperti Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) dan dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA).

Ia juga mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) yakni Lifetime Achievement Award atas penemuannya.

Meskipun demikian, metode pengobatan ‘Cuci Otak’ masih menjadi kontroversi oleh sebagian kalangan dokter. Bahkan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) pernah memecat atau memberhentikan izin praktek dr. Terawan terkait metode pengobatannya selama setahun. MKEK IDI menilai dr. Terawan melakukan serious ethical missconduct atau pelanggaran berat terkait dengan metodenya.

Dan pada bulan Oktober 2019, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri kesehatan menggantikan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Anfasa Moeloek Sp.M yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

Setelah menjabat sebagai Menteri Kesehatan, dr.Terawan harus melepaskan jabatannya sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto dan berfokus pada jabatannya saat ini.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri Kabinet Indonesia Maju periode II

Profil Retno Marsudi – Retno Lestari Priansari Marsudi, S.H., LL.M. adalah Menteri Luar Negeri perempuan pertama Indonesia yang menjabat dalam kabinet Kerja Presiden Joko Widodo pada 27 Oktober 2014 hingga 22 Oktober 2019. Dan pada periode kedua, Retno Marsudi kembali dipercaya dan dilantik oleh Presiden Joko WIdodo sebagai Menteri Luar Negeri pada 23 Oktober 2019 untuk Kabinet Indonesia Maju periode 2019 hingga 2024.

Retno Marsudi menjadi menteri luar negeri pertama Indonesia. Ia memiliki tugas berat di kancah internasional menjadi tanggung jawab diplomat asal Semarang ini. Dengan pengalamannya yang pernah berkarir di luar negeri, dianggap mampu memainkan peran Indonesia di pecaturan Dunia.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Siapakah Retno Marsudi? ketahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil Retno Marsudi

Memiliki nama lengkap Retno Lestari Priansari Marsudi, lebih akrab dipanggil Retno, merupakan wanita kelahiran Semarang, 27 November 1962. Ia merupakan ibu dari dua orang anak, yaitu Dyota Marsudi dan Bagas Marsudi. Suaminya adalah seorang arsitek bernama Agus Marsudi.

Pendidikan dasar hingga menengah atas dirampungkan di Semarang, sedangkan pendidikan selanjutnya ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Fisip UGM, Yogyakarta. Dan satu tahun setelah lulus dari UGM, Retno lulus seleksi beasiswa dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Ia memperoleh beasiswa satu tahun dan setelah lulus, ia direkrut oleh Kemenlu.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Perjalanan Karir Retno Marsudi

Pada usia 30 tahun, ia mula berkarir menjadi diplomat. Retno mendapatkan tugas untuk berangkat ke Australia untuk membicarakan isu yang memojokkan Indonesia karena pembantaian warga Timor Leste di Santa Cruz, Dili.

Pada tahun 1997-2001, Retno Retno menjabat sebagai sekretaris satu bidang ekonomi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda.

Pada tahun 2001, ia ditunjuk sebagai Direktur Eropa dan Amerika. Dan tahun 2003, ia dipromosikan menjadi Direktur Eropa Barat.

Pada tahun 2005, ia diangkat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia. Selama masa tugas, Retno memperoleh penghargaan Order of Merit dari Raja Norwegia pada Desember 2011, menjadikannya orang Indonesia pertama yang memperoleh penghargaan tersebut. Selain itu, Retno juga sempat mendalami studi hak asasi manusia di Universitas Oslo.

Sebelum masa baktinya usai, Retno dikirim kembali ke Jakarta untuk Direktur Jenderal Eropa dan Amerika, yang bertanggung jawab mengawasi hubungan Indonesia dengan 82 negara di Eropa dan Amerika.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Retno kemudian dikirim sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda pada tahun 2012.

Retno juga pernah memimpin berbagai negosiasi multilateral dan konsultasi bilateral dengan Uni Eropa, ASEM (Asia-Europe Meeting) dan FEALAC (Forum for East Asia-Latin America Cooperation).

Pada 2017, Retno mendapatkan penghargaan sebagai agen perubahan di bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan. Penghargaan tersebut diberikan oleh UN Women dan Partnership Global Forum (PGF).

Pada tanggal 27 Oktober 2014, Retno dilantik menjadi Menteri Luar Negeri Kabinet Kerja periode 2014-2019. Kemudian pada tanggal 23 Oktober 2019, Retno kembali diminta untuk membantu presiden Joko Widodo pada susunan Kabinet Indonesia Maju untuk melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Maju

Profil Pratikno – Presiden Jokowi tetap mempertahankan tiga anggota Kabinet Kerja 2014-2019 yang berkantor di Istana Keprisedenan. Ketiganya akan kembali bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Ketiga anggota tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Namun kali ini, kita akan membahas lengkap profil Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Profil Pratikno

Pratikno adalah pria kelahiran Bojonegoro 13 Februari 1962. Pendidikan dasar hingga menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannya.

Setelah lulus dari SMA, ia bertekad kuat diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, khususnya jurusan Ilmu Pemerintahan.

Ia lulus di usia 23 tahun, dan langsung dijadikan dosen oleh almamaternya. Ditengah karirnya sebagai dosen di UGM, Pratikno juga menyelesaikan S2 di Inggris dan S3 di Australia.

Setelah mengabdi selama 26 tahun di UGM, ia pun diangkat menjadi Rektor UGM.

Pada tahun 2009, Pratikno juga pernah menjadi moderator Debat Capres.

Lalu pada tahun 2014, ia berhenti menjadi Rektor UGM, karena ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Sekretaris Negara pada periode pertama dan bertahan sampai saat ini.

Baca Juga : Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Biografi Pratikno

Nama : Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.,
Lahir : Bojonegoro, 13 Februari 1962
Agama : Islam
Istri : Siti Faridah

Pendidikan :

  • 1980-1985 : S1(Drs.) Ilmu Pemerintahan,Fak. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gajah Mada
  • 1989-1991 : S2-Development Administration University of Birmingham, Inggris
  • 1992-1996 : S3-Political Science, Flinders University, Australia
    Desember 2008 : Professor in Political Science, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Pengalaman Pekerjaan :

  • 2003 : Direktur dan Pengajar di Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah, Universitas Gadjah Mada
  • 2012-2014 : Rektor Universitas Gadjah Mada
  • 2014 s.d. sekarang : Menteri Sekretaris Negara

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Kabinet Indonesia Maju

Profil Muhadjir Effendy – Muhadjir Effendy kembali dipilih menjadi menteri pada Kabinet Indonesia Maju. Pada Kabinet Indonesia Maju, Muhadjir Effendy dipercaya Presiden Jokowi sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud dalam Kabinet Kerja Jokowi periode 2014-2019. Muhadjir masuk dalam Kabinet Kerja pada 2016 sebagai menteri hasil reshuffle menggantikan Anies Baswedan.

Baca Juga : Profil Lengkap Anies Baswedan

Sebelum masuk ke dunia politik, Muhadjir adalah seorang rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Jabatannya sebagai Rektor UMM berlangsung selama tiga periode yakni sejak 2000 sampai 2016.

Mengenal lebih dekat Muhadjir Effendy dengan mengetahui profil lengkap dan perjalanan karirnya.

Profil Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy adalah pria kelahiran Madiun, 29 Juli 1956. Ia merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara dari pasangan Soeroja dan Sri Soebita.

Muhadjir menempuh pendidikan SD hingga PGAN selama enam tahun di daerah asalnya. Kemudian ia melanjutkan pendidikan kuliah di IAIN Malang dan memperoleh gelar Sarjana Muda (BA) pada 1978.

Baca Juga: Profil Wishnutama – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Selanjutnya, ia memperoleh gelar sarjana di IKIP Negeri Malang (sekarang berganti nama menjadi Universitas Negeri Malang) pada 1982. Melanjutkan pendidikan S2 di Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan memperoleh gelar Magister Administrasi Publik (MAP) pada 1996.

Pada tahun 2008, Muhadjir berhasil menyelesaikan pendidikan S3 Jurusan Ilmu-ilmu Sosial dan memperoleh gelar doktor bidang sosiologi militer di Program Doktor Universitas Airlangga.

Selain pendidikan formal, Muhadjir juga beberapa kali mengikuti kursus di luar negeri, antara lain di National Defence University, Washington DC (1993) dan di Victoria University, British Columbia, Canada (1991).

Baca Juga : Profil Angela Tanoesoedibjo – Wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif

Perjalanan Karir Muhadjir Efendy

Perjalanan karir Muhadjir Efendy dimulai menjadi karyawan honorer, dosen, kemudian mulai menjabat sebagai Pembantu Rektor III, lalu sebagai Pembantu Rektor I di Universitas Muhammadiyah Malang (UNM), hingga akhirnya ia mendapat kepercayaan untuk menjadi Rektor UMM pada tahun 2000 dan menjabat selama 3 periode hingga tahun 2016.

Muhadjir Efendy juga pernah mengabdi sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah di Universitas Negeri Malang.

Baca Juga : Profil Fachrul Razi – Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju

Selain berkarir didunia pendidikan, ia juga aktif diberbagai organisasi. Ia menjadi pengurus Muhammadiyah mulai dari tingkat ranting sampai pimpinan pusat. Muhadjir juga aktif sebagai anggota Dewan Pembina Ma’arif Institute for Culture and Humanity.

Muhadjir Efendy juga aktif dalam menulis. Sudah ada beberapa buku hasil karyanya seperti “Dunia Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan” dan “Bunga Rampai Pendidikan”. Ia pun mendirikan surat kabar kampus UMM, BESTARI pada 1986. Ia juga juga merupakan penulis artikel lepas di beberapa media massa nasional.

Kemudian pada 2016, Muhadjir bergabung dengan Kabinet Kerja Jokowi-Jk. Ia dipilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud menggantikan Anies Baswedan.

Dan tahun ini, ia dipilih menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dalam Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Muhadjir Effendy – MenKo Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Profil Airlangga Hartarto – Airlangga Hartarto ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam susunan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Sebelumnya, Airlangga menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja periode sebelumnya.

Pada perkenalan kabinet baru di Istana Merdeka lalu, Presiden Jokowi mengharapkan Airlangga dapat melakukan terobosan dan mensinergikan koordinasi antar kementerian lembaga di bidang ekonomi.

“Hingga pada peluang kerja yang semakin meningkat dan menurunkan transaksi berjalan, neraca perdagangan, serta mengembangkan industri ekspor dan subtitusi impor,” kata Presiden.

Airlangga terpilih sebagai Menko Perekonomian menggantikan Darmin Nasution yang tidak lagi masuk dalam kabinet.

Mengenal lebih dekat Airlangga Hartarto dengan mengetahui profil lengkap dan perjalanan karirnya.

Baca Juga : Profil Fachrul Razi – Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju

Profil Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto merupakan pria kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1962. Ia merupakan putra dari pasangan Hartarto Sastrosoenarto dan Hartini Hartarto.

Ayahnya, Hartarto Sastrosoenarto adalah mantan Menteri Perindustrian di era Soeharto (1983-1993) dan Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi Indonesia (1993-1998).

Airlangga Hartarto adalah lulusan SMA Kolese Kanisius Jakarta, dan melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada dan lulus pada tahun 1987.

Selanjutnya, Airlangga melanjutkan pendidikan pascasarjanan di AMP Wharton School, University of Pennsylvania di AS.

Airlangga juga merupakan lulusan Master of Business Administration (MBA) dari Monash University, Australia pada 1996 serta Master of Management Technology (MMT) dari The University of Melbourne, Australia pada 1997.

Baca Juga : Profil Angela Tanoesoedibjo – Wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif

Perjalanan Karir Airlangga Hartarto

Sebelum berkarir di dunia Politik, Airlangga Hartarto dikenal sebagai pebisnis dan pernah memimpin beberapa perusahaan.

Airlangga pernah menjadi Presiden Komisaris PT Fajar Surya Wisesa Tbk (1987), Presiden Komisaris PT Ciptadana Sekuritas (1994), Presiden Direktur PT Bisma Narendra (1994) dan Komisaris PT Sorini Corporation Tbk (2004).

Perjalanan politik dimulai ketika ia masuk ke DPR pada tahun 2004 dan berhasil bertahan tiga periode sebagai anggota DPRD yaitu pada 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019.

Pada periode 2009-2014, Airlangga bertugas menjadi Ketua Komisi VI DPR-RI yag membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM dan BUMN. Di 2014-2019, Airlangga bertugas di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral, lingkungan hidup dan riset dan teknologi.

Di Golkar, Airlangga sempat menjadi Wakil Bendahara hingga Ketua DPP. dan pada tahun 2017, ia terpilih menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi.

Pada 27 Juli 2016, Airlangga mengikuti jejak sang ayah dan dilantik sebagai Menteri Perindustrian RI ke-28 menggantikan Saleh Husin. Selama menjadi Menperin, Airlangga selalu mengedepankan program unggulan untuk meningkatkan daya saing terutama yang terkait dengan revolusi industri 4.0.

Baca Juga: Profil Wishnutama – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Pada Kabinet Indonesia Maju tahun 2019 ini, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto diminta untuk kembali menjadi Menteri oleh Presiden Joko Widodo.

Terkait pembahasan calon menteri Airlangga membocorkan sedikit pembicaraannya dengan Jokowi. Ia mengaku menjadi calon menteri yang akan mengisi pos terkait bidang ekonomi.

“Tantangan tentu kita mengisi kondisi terkait dengan defisit neraca perdagangan kemudian pengembangan kawasan-kawasan ekonomi yang tentunya diharapkan kawasan ini bisa mengisi beberapa industri unggulan,” kata Airlangga di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Mahfud MD – Menko Polhukam Kabinet Indonesia Maju

Profil Mahfud MD – Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD.,S.H. ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan atau Menkopolhukam pada Kabinet Indonesia Maju. Mahfud MD pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia dan juga menjabat posisi menteri di era pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Dan saat ini ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan dimasa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga : Profil Fachrul Razi – Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Mahfud MD dengan mengetahui profil lengkapnya berikut.

Profil Mahfud MD

Mohammad Mahfud atau lebih dikenal Mahfud MD lahir pada 13 Mei 1957 di Omben, Sampang Madura. Dari pasangan Mahmodin dan Suti Khadidjah. MD merupakan inisial yang berasal dari nama ayahnya, karena pada saat SMP ada dua anak yang memiliki nama Mahfud maka untuk membedakannya ditambahkan MD.

Pendidikan dasar Mahfud MD diselesaikan di dua jenis pendidikan, yaitu pendidikan agama dan umum. Pagi hari belajar umum di sekolah dasar dan sore harinya sekolah agama di Madrasah Ibtida’iyah di Pondok Pesantren al Mardhiyyah, Waru, Pamekasan, Madura. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN), SLTP 4 Tahun, Pamekasan Madura, dan Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN), SLTA 3 Tahun.

Setelah itu, Mahfud MD melanjutkan pendidikan ke dua perguruan tinggi sekaligus, yaitu Jurusan Sastra Arab di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Dengan nilai bagus yang diperoleh Mahfud memudahkannya mendapatkan beasiswa untuk membiayai kuliahnya.

Baca Juga: Profil Wishnutama – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Karir Mahfud MD

Ia berhasil lulus dengan gelar sarjana hukum pada usia 26 tahun, selanjutnya ia memulai kariernya sebagai dosen di kampus almamaternya UII.

Mahfud MD juga pernah menjadi Guru Besar bidang Politik Hukum pada tahun 2000, dalam usia yang terbilang masih muda yakni 43 tahun.

Karir Mahfud MD secara nasional terdengar saat ia dipilih menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada periode 2000-2001. Mahfud juga merangkap Menteri Kehakiman dan HAM di masa jabatan Abdurrahman Wahid.

Setelah tidak berkarir di eksekutif, Mahfud terjun ke dunia legislatif. Awalnya, ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), partai besutan Amien Rais, tapi akhirnya memilih mantap ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pertai yang didirikan oleh Abdurrahman Wahid.

Pada pemilu 2004, Mahfud terpilih sebagai anggota legislatif dari PKB untuk periode 2004-2009, namun jabatannya berakhir pada 2008, karea ia mengikuti uji kelayakan calon hakim konstitusi. Mahfud MD lolos dan terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) untuk periode 2008-2013. Dilansir dari situs MK, Mahfud MD memiliki ketegasan, kelugasan, dan kejujuran saat memimpin Mahkamah Konstitusi semakin membawa harum namanya dan lembaga yudikatif.

Baca Juga : Profil Angela Tanoesoedibjo – Wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif

Pada Pilpres 2014, Mahfud MD menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Namun, paslon yang dia dukung kalah atas Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Meskipun menjadi bagian dari Tim lawan Jokowi di Pilpres 201 lalu, Mahfud MD tetap dipandang sebagai tokoh yang mumpuni, dan ia diangkat menjadi anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibentuk Presiden Jokowi.

Hingga pada pilpres 2019 lalu, sempat terdengat bahwa Mahfud MD dikait-kaitkan sebagai calon peserta Pilpres 2019. Mahfud MD sempat digadang-gadang akan menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019. Hingga akhirnya Ma’ruf Amin yang menjadi cawapres mendampingi Jokowi.

Dan pada saat ini Mahfud MD ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan. Hal ini menjadikan Mahfud Menko Polhukam pertama yang berasal dari sipil.

Berdasarkan pengakuannya, Mahfud mengetahui dirinya ditunjuk sebagai menteri setelah dikirimi ucapan selamat oleh AM Hendropriyono.

“Saya baru sadar juga tadi malem pak AM Hendropriyono kirim pesan ke sana, (isinya) selamat atas adinda telah diangkat sebagai Menko Polhukam sipil murni pertama sepanjang sejarah Republik. Saya baru tahu itu kok saya orang sipil pertama,” ujar Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu yakin akan cepat beradaptasi dengan cara kerja Menko Polhukum. Khususnya, soal mengkoordinasikan penegakan hukum sehingga tak mengecewakan masyarakat.

Baca Juga : Profil Adamas Belva Syah Devara – CEO Ruangguru

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Fachrul Razi – Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Fachrul Razi – Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju

Profil Fachrul Razi – Presiden Jokowi menunjuk Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi sebagai Menteri Agama dalam kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Fachrul Razi merupakan satu dari sejumlah pensiunan TNI yang dipercaya Jokowi untuk memperkuat kabinetnya.

Fachrul Razi menggantikan posisi Lukman Hakim Saifuddin yang pada periode pertama menjabat sebagai Menteri Agama dijabar oleh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Baca Juga : Profil Angela Tanoesoedibjo – Wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif

Profil Fachrul Razi

Mengenal lebih dekat Menteri Agama Fachrul Razi secara lengkap berikut ini.

Nama: Fachrul Razi
Tempat/Tanggal Lahir: Banda Aceh, 26 Juli 1947
Pendidikan: Akademi Militer (1970)

Karier:

  • Gubernur Akademi Militer (1996-1997)
  • Asisten Operasi KASUM ABRI (1997-1998)
  • Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999)
  • Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999)
  • Wakil Panglima TNI (1999-2000)
  • Ketua Tim Bravo 5 (2019)

Baca Juga: Profil Wishnutama – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Posisi tertinggi yang ia tempati pada dunia militer yaitu sebagai Wakil Panglima TNI pada 1999-2000.

Dalam perjalanan kariernya, Fachrul pernah meneken surat rekomendasi pemecatan Letjen (Purn) Prabowo Subianto saat menjadi Wakil Ketua Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Namun hal tersebut tidak membuat hubungannya dengan Prabowo terganggu. Karena sebelumnya, Prabowo dan Fachrul merupakan rekan sealmamater di TNI.

Terakhir, Fachrul menjabat sebagai Ketua Tim Bravo 5, yakni Tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 yang beranggotakan para purnawirawan TNI.

Dan saat ini, ia telah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama periode 2019-2024.

Diketahui, Fachrul menyampaikan siap bekerja sama dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Letjen (Purn) Prabowo Subianto.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Fachrul Razi – Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Angela Tanoesoedibjo – Wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Maju

Profil Angela Tanoesoedibjo – Angela Herliani Tanoesoedibjo merupakan putri sulung Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo yang saat ini menjabat sebagai wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Maju.

Angela merupakan pengusaha muda dibidang media dan juga terjun ke dunia politik dengan maju sebagai caleg Perindo pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2019 dengan Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo.

Angela menjabat sebagai komisaris Media Nusantara Citra dan wakil direktur televisi RCTI dan GTV. Dan saat ini ia menjabat sebagai Wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif mendampingi Wisnutama yang saat ini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabinet Indonesia Maju.

Mengenal lebih dekat Angela Tanoesoedibjo dengan mengetahui profilnya secara lengkap.

Baca Juga: Profil Wishnutama – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Profil Angela Tanoesoedibjo

Angela merupakan putri sulung pasangan pengusaha media dan politisi Hary Tanoesoedibjo serta Liliana Tanaja Tanoesoedibjo, dengan nama lengkap Angela Herliani Tanoesoedibjo, kelahiran Ottawa, 23 April 1987.

Angela merupakan lulusan University of Technology Sydney, Australia dan Universitas New South Wales. Sebelum lulus, tepatnya pada 2008, ia menjadi salah satu pencetus dan Editor in Chief di HighEnd Magazine dan HighEnd Teen Magazine.

Pada tahun 2010, setelah lulus kuliah, Angela menjabat sebagai staf keuangan pada 2010 di MNC Group untuk pertama kali. Pada 2012, ia didaulat menjadi Co-Managing Director di MNC Channel.

Pada 12 Desember 2014, Angela mengikat janji suci pernikahan dengan pengusaha Michael Dharmajaya, dan mereka dikaruniai dua buah hati yakni Theodore Maximilian Dharmajaya dan Madeline Dharmajaya.

Baca Juga : Profil Angkie Yudistia – Staff Khusus Presiden Jokowi

Perjalanan Karir Angela Tanoesoedibjo

Awal karir Angela dimulai saat masih berkuliah. Ia pendiri dan sempat menjadi majalah Editor in Chief dari HighEnd Magazine dan HighEnd Teen Magazine.

Pada tahun 2008, ia menjabat sebagai Director PT MNI Entertainment.

Pada tahun 2010, ia sempat menjadi Corporate Finance & Business Development Associate PT Media Nusantara Citra, TBK

Kemudian menjadi Direktur PT Megah Group pada tahun 2013. Ia juga dipercaya menjadi Co-Head Vice President MNC Channel.

Pada tahun 2014 ia menjabat Managing Director PT Global Informasi Bermutu yang membawahi televisi Global TV.

Setelah itu, Angela menjadi Director PT Media Nusantara Citra, Tbk pada tahun 2016.

Angela juga berhasil meningkatkan pamor Global TV dnegan beberapa program cetusannya seperti Bedah Rumah dan Uang Kaget.

Lalu pada 2018, ia mengubah branding Global TV menjadi GTV.

Pada tahun yang sama, anggela menjabat sebagai Managing Director PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI).

Berdasarkan informasi, Angela juga merupakan Komisaris PT MNC Investama Tbk.

Pada pemilu 2019 lalu, Angela Tanoesoedibjo mencoba peruntungannya di dunia politik dengan maju sebagai caleg di Pileg 2019 dari Perindo Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo. Namun langkahnya harus berhenti karena Angela hanya meraup 30.707 suara.

Sementara itu, dalam struktur pengurus Partai Perindo, Angela Tanoesoedibjo menduduki posisi wakil sekretaris jenderal.

Baca Juga : Profil Putri Indahsari Tanjung –Staff Khusus Presiden Jokowi

Dan saat ini, ia ditunjuk sebagai Wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif mendampingi Wisnutama yang menjabat sebagai Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Maju.

Setelah menjabat Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela mengatakan akan berhenti dari jabatan di perusahaan,

“Tentunya menurut ketentuan yang berlaku, saya akan mundur dari semua jabatan di MNC Grup dan partai politik,” kata Angela di Istana Negara usai bertemu Jokowi.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Angela Tanoesoedibjo – Wakil Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.