Profil Michael Bambang Hartono – Pemilik PT Djarum & Orang Terkaya di Indonesia

Profil Michael Bambang Hartono – Beberapa waktu yang lalu, jagat dunia maya dihebohkan dengan foto Bambang Hartono sedang makan di warung sederhana yang menjual tahu pong. Michael Hartono merupakan pemilik PT Djarum yang dinobatkan forbes sebagai orang terkaya di Indonesia.

PT Djarum adalah salah satu perusahaan besar milik keluarga Hartono yang memproduksi rokok. Saat ini perusahaan tersebut dimiliki oleh dua orang bersaudara bernama Michael Bambang Hartono dan adiknya Robert Budi Hartono.

Michael dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963. Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.

Michael dan Robert bekerjasama mengibarkan bendera Djarum hingga ke luar negeri. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

Selain sebagai pemilik dari PT.Djarum. Bambang hartono juga menjadi pemilik saham terbesar di Bank BCA dan memiliki berbagai bisnis lainnya seperti bisnis digital, elektronik dan pemilik Djarum Foundation. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah biografi lengkap Michael Bambang Hartono.

Baca Juga : Profil Fuad Rizal Plt Dirut Garuda Indonesia

Biografi singkat Michael Bambang Hartono

Michael Hartono merupakan pengusaha kelahiran Semarang, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939, memiliki nama lengkap Michael Bambang Hartono dan nama mandarin Oei Hwie Siang. Michael Hartono merupakan pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, PT Djarum. Ia bersama adiknya Robert Budi Hartono mewarisi PT Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963, dan ibunya bernama Goei Tjoe Nio.

Sepeninggal ayahnya, Michael Hartono dan Robert Hartono bahu-membahu meneruskan bisnis rokok dan perlahan tapi pasti, Djarum mulai berkembang pesat.

Baca Juga : Profil Royke Tumilaar – Dirut Baru Bank Mandiri

Karir di PT Djarum

PT Djarum adalah perusahaan yang memproduksi rokok kretek lintingan tangan dan rokok lintingan mesin yang sangat populer dan diproduksi dalam skala besar. Awalnya, perusahaan ini hanya membuat rokok kretek lintingan tangan namun pada awal tahun 1970 rokok klintingan mesin mulai diperkenalkan ke pasaran, meskipun rokok kretek lintingan tangan tetap dikerjakan secara manual oleh buruh terampil.

Setelah mewariskan Djarum, Michael Hartono memulai karir menjadi direktur PT Djarum. Bersama adiknya, ia berambisi untuk membesarkan Djarum di kancah bisnis dunia. Hingga akhirnya, Michael Hartono dan Robert Hartono berhasil membuat pabrik rokok Djarum semakin berkembang dan menjadi perusahaan yang mapan.

Hingga pada tahun 1972, ditengah besarnya pasar domestik untuk rokok kretek, Djarum mulai mengekspor kretek lintingan tangan dan lintingan mesin ke pengecer tembakau di seluruh dunia, diantaranya ke Republik Rakyat Tiongkok, Korea, Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat.Lalu Djarum Super diperkenalkan tahun 1981 dan diikuti Djarum Special diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1983.

Hingga saat ini, beberapa merk Djarum untuk pasar internasional, seperti Djarum Cherry, LA Menthol Lights, Djarum Menthol, LA Lights, Djarum Vanilla, Djarum Black Supersmooth, dan Djarum Black Menthol Supersmooth telah menguasai tujuh puluh persen pasar rokok kretek internasional.

Selain berkarir di industri rokok, saat ini Michael dan Robert merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA. Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Beberapa Bisnis Grup Djarum

Melalui PT Dwimuria Investama Andalan (anak usaha Djarum Group), Michael dan Robert membeli saham Bank Central Asia (BCA). BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia yang sebelumnya bagian dari Grup Salim yang saat ini saham mayoritas bank (54,94%) dikendalikan oleh Djarum.

Tidak hanya berkarir di dunia perbankan, beberapa sektor usaha grup djarum salah satunya bisnis Sawit. Lewat PT Hartono Plantation Indonesia, Grup Djarum mengelola hampir 30.000 hektar kebun sawit yang mengambil lokasi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Tahun 1978, Michael dan Robert mulai mencoba bisnis di industri elektronik dengan memproduksi barang elektronik yang dikenal dengan merek Polytron.

Mereka juga memiliki bisnis properti, diantaranya WTC Mangga Dua, Grand Indonesia, Apartemen Kempinski Residences.

Tidak hanya sukses dalam dunia bisnis, pada Asian Games 2018 Michael Hartono juga berkontribusi dalam sektor olahraga. Ia sukses memenangkan medali perunggu di cabang olahraga bridge di Asian Games 2018. Dan Michael Hartono memberikan bonus yang didapatkan dari Asian Games akan “dikembalikan” untuk dimanfaatkan sebagai modal pengembangan olahraga banting kartu itu.

Hingga pada 2019, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan 38 miliar dollar AS. Michael Hartono sendiri menduduki peringkat ke 56 dengam total kekayaan 18.5 milliar dollar.

Baca Juga : Profil Ari Askhara – Mantan Dirut Garuda Indonesia

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Michael Bambang Hartono. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil dr. Zaidul Akbar – Penggagas Jurus Sehat Rasulullah (JSR) dan Ketua Asosiasi Bekam Indonesia

Profil dr. Zaidul Akbar – Sebelumnya dr. Zaidul Akbar merupakan seorang dokter umum di sebuah rumah sakit di Balikpapan dan Jakarta. Hingga akhirnya ia mengalami kegelisahaan dalam dirinya mengenai perkembangan pembangunan rumah sakit, adanya teknologi pengobatan terbaru yang tidak semuanya menjadi kabar baik serta semakin banyaknya jumlah pasien yang membutuhkan pertolongan. Selain itu juga karena kehalalan obat.

Karena hal tersebutlah ia memutuskan untuk beralih ke pengobatan islam dengan mempelajari kesehatan Islam. Menurutnya semakin bagus badan seseorang muslim maka akan semakin bagus juga kekuatannya untuk melaksanakan amal ibadah.

“Sejak sekitar 7-8 tahun lalu saat saya masih praktik sebagai dokter umum sempat mikir apa Islam nggak punya konsep untuk kesehatan yang mudah dan murah, atau gratis bahkan. Karena rasanya pasien ini nggak habis-habis, malah semakin banyak,” ungkap dr. Zaidul Akbar.

Baca Juga : Profil dan Biografi Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA.

Karena itulah ia mulai belajar, berkonsultasi dan membaca literatur barat maupun Arab, Indonesia dan negara lain. Hingga ia dapat menyimpulkan bahwa saat ini dunia kesehatan justru lebih banyak dikuasi dan berkiblat barat. Hingga akhirnya jalan panjang dr. Zaidul Akbar dalam mempelajari pengobatan ala Islami membawanya hingga menjadi Ketua Asosiasi Bekam Indonesia.

Untuk lebih lengkapnya simak Profil dr. Zaidul Akbar dibawah ini.

Profil dr. Zaidul Akbar

dr. Zaidul Akbar lahir 30 november 1977. Saat ini ia sedang menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Bekam Indonesia (ABI), Pengurus Pusat Asosiasi Pengobat Tradisional Indonesia (ASPETRI), Dokter Herbal dan Konsultan Thibbun Nabawi Nasional.

dr. Zaidul Akbar merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) dengan mengambil Dokter Umum angkatan 1997 jadi lulus tahun 2003.

Sebelum hijrah menjadi Dokter ‘Islami’, ia juga pernah menjadi dokter umum di sebuah rumah sakit di Balikpapan dan Jakarta. Hingga akhirnya Zaidul Akbar hijrah dari seorang dokter umum ke dokter pengobatan islami khusus pengobatan herbal dan bekam.

dr. Zaidul Akbar menegaskan bahwa tubuh manusia adalah anugerah Allah yang tidak bisa diciptakan oleh Manusia. Sehingga ia yakin bahwa Produk Allah lah obat yang paling baik bagi tubuh manusia. Sebagai seorang dokter yang memang banyak mempelajari dunia kesehatan, dr Zaidul banyak belajar dari berbagai referensi akan pengobatan Islami.

Baca Juga : Profil Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A.

Hingga akhirnya dr. Zaidul Akbar menulis sebuah buku Jurus Sehat Rasulullah yang laris di pasaran.

“Kita melihat bagaimana Allah menjelaskan bagaimana fenomena alam, dari malam, siang dan tumbuh-tumbuhan beraneka ragam, intinya kita belajar obat-obatan. Dan obat-obatan itu pada akhirnya berasal dari kunyit, tomat yang mudah sekali didapat dan sesuai dengan kebutuhan kita,” tegasnya.

“Sebenarnya yang saya sampaikan (jurus sehat rasulullah, red) gitu-gitu aja, kunyit, rimpang-rimpangan, jeruk nipis, asem jawa, tinggal bagaimana kita mengkombinasikan seperti apa yang disampaikan Alquran. Seperti saat kita makan tempe, blender dengan kurma itu kombinasi antara prebiotik dan probiotik. Jadi, tempe itu probiotik dan kurma itu prebiotic. Dan itu ketika kita menggabungkan itu efeknya ke badan sangat luar biasa,” paparnya.

“Kalau lagi makan, mulailah berfikir makanan ini bisa jadi masalah ke badan atau bisa jadi manfaat buat badan kita. Kalau kita sudah mikir kaya begitu, kita akan hati-hati dalam makan,” tuturnya.

dr. Zaidul juga menegaskan bahwa makanan adalah obat. Menurutnya, semua jenis bumbu itu obat baik kayumanis, cengkeh, jahe dan lain sebagainya. Hal tersebut sebaiknya menjadi peluang tersendiri dalam dunia usaha.

Setelah tidak lagi menjadi dokter umum di rumah sakit, dr.Zaidul Akbar aktif sebagai Pembicara Seminar dan Workshop Kesehatan Islami Alami di seluruh Indonesia dan Internasional.

Ia juga menjabat Pembina Komunitas Sehat Islami , Penasihat dan Dosen Institut Thibbun Nabawi Indonesia serta sebagai Inspirator Sehat Indonesia melalui sosial media, majalah, TV, dan lain-lain. Pendiri dan pemilik www.supermarkethalal.com.

Baca Juga : Profil Gus Miftah – Pendakwah Kaum Marjinal

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil dr. Zaidul Akbar – Penggagas Jurus Sehat Rasulullah (JSR). Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil dan Biografi Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA – Penceramah Cerdas dari Banten Paling Lengkap

Profil dan Biografi Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA – Nama Ustadz Adi Hidayat dikenal sebagai salah satu ustad paling populer di kalangan netizen muslim dan salah satu ustad favaorit selebriti untuk mengisi kajian rutin.

Selain itu, video ceramah Ustadz Adi Hidayat juga banyak tersebar di berbagai media sosial seperti Youtube, Instagram, atau facebook dan telah ditonton oleh jutaan kaum muslimin di Indonesia. sehingga membuat namanya semakin banyak dikenal masyarakat.

Baca Juga : Profil Gus Miftah – Pendakwah Kaum Marjinal

Profil Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat merupakan pria kelahiran Pandeglang, Banten pada 11 September 1984 dari pasangan Warso Supena (Ayah) dan ibunya bernama Hj.Rafiah Akhyar. Adi Hidayat juga memiliki 4 orang saudara yaitu Ade Rahmat, Neng Inayatin, Ima Rakhmawati, dan Ita Haryati.

Jenjang pendidikan Adi Hidayat dimulai di TK Pertiwi Pandeglang pada tahun 1989. Lalu pendidikan sekolah dasar, ia lanjutkan di SDN Karaton 3 Pandeglang hingga kelas 3 SD dan saat kelas 4 SD ia pindah ke SDN III Pandeglang hingga tamat SD. Adi Hidayat merupakan salah satu siswa yang cerdas. Terbukti, ia berhasil masuk dalam kelas unggulan dikelasnya.

Pendidikan menengah pertama harusnya ia tempuh di sekolah unggulan SMP 1 Pandeglang Banten. Namun, karena ia menceritakan mimpinya bertemu dengan Rasullullah SAW maka orangtuanya memasukkannya ke sekolah agama.

Adi Hidayat melanjutkan studinya di Madarasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang. Ia pernah menjadi penceramah cilik dalam acara wisuda santri. Adi melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyyah Garut tahun 1997. Di sini ia meraih banyak prestasi. Adi lulus dengan predikat santri teladan.

Selanjutnya, Adi Hidayat melanjutkan studinya di UIN Syarif Hidayatullah di Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) pada tahun 20003.

Namun di tahun 2005, Adi mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Kuliyya Dakwah Islamiyyah di Tripoli, Libya. Adi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Baca Juga : Profil Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A.

Di Libya, Adi intensif belajar Alquran, Hadis, Fiqih, Ushul Fiqih, Tarikh, Lughah. Ia mendalami makna Alquran dan Hadis dengan mengambil program khusus Lughah Arabiyyah wa Adabuha.

Di akhir 2009, ia diangkat menjadi ketua dewan khatib jami Dakwah Islamiyyah Tripoli atau disebut amînul khutabâ. Dengan posisi ini, Adi berhak menentukan para khatib dan pengisi di Masjid Dakwah Islamiyyah di Tripoli, Libya.

Selama melanjutkan studi di Tripoli, Libya, Adi Hidayat mampu menyelesaikan pendidikan S1 nya dalam kurun waktu 2,5 tahun. Dan jenjang pascasarjana ia selesaikan dalam waktu 2 tahun di Islamic Call College Tripoli, Libya.

Selama di Libya, Adi Hidayat juga aktif di saluran televisi at-tawâshul TV Libya dalam acara tsaqafah Islâmiyyah.

Selam hampir 6 tahun di Libya, pada 2011 Adi Hidayat pulang ke Tanah Air dengan membawa gelar L.c (License), gelar sarjana di kawasan Timur Tengah.

Di Indonesia, Ustaz Adi Hidayat kemudian menjadi pengasuh Ponpes al-Qur’an al-Hikmah di wilayah Lebak bulus, Banten. Dua tahun kemudian, ia pindah ke Bekasi dan mendirikan Quantum Akhyar Institute, yaitu yayasan yang bergerak di bidang studi Islam dan pengembangan dakwah.

Tahun 2006, Adi Hidayat bersama sahabatnya Heru sukari dan Roy Winarto mendirikan Akhyar TV sebagai media dakwah. Program-program ceramahnya diunggah (upload) ke channel YouTube dan mendapatkan respon luar biasa dari banyak penonton.

Dari situlah namanya mulai banyak dikenal masyarakat, selain itu juga karena materi ceramahnya yang mudah diterima masyarakat.

Setelah dikenal di media sosial, kegiatan Ustadz Adi Hidayat makin sibuk dan banyak dihabiskan dengan mengisi kajian diberbagai kegiatan.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil dan Biografi Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Gus Miftah – Pendakwah Kaum Marjinal yang MengIslamkan Dedy Corbuzier

Profil Gus Miftah – Publik Indonesia sempat dibuah heboh dengan adanya video yang memperlihatkan seorang dai yang sedang berdakwah di klub malam dan lokalisasi di Bali. Dai tersebut adalah Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa disapa Gus Miftah.

Naman Gus Miftah kembali menjadi perbincangan warganet setelah menuntun presenter sekaligus YouTube Deddy Corbuzier masuk Islam. Diketahui, sebelumnya Deddy Corbuzier memeluk agama Kristen sebagai kepercayaannya.

Gus Miftah sendiri adalah seorang ulama dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta. Gus Miftah merupakan da’i jebolan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Yogyakarta, yang dikenal sebagai ulama muda Nahdlatul ‘Ulama yang fokus berdakwah bagi kaum marjinal, baik melalui dakwah di dalam maupun di luar pesantren. Mengenal Gus Miftah lebih dekat dengan mengetahui profil pribadinya.

Baca Juga : Profil Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A.

Profil dan Perjalanan Karir Gus Miftah

Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah merupakan pria kelahiran Lampung, 5 Agustus 1981. Ia merupakan keturunan ke-9 Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.

Gus Miftah dikenal sebagai ulama muda Nahdatul Ulama (NU) yang memiliki cara sendiri dalam berdakwah. Perjalanan dakwah Gus Miftah dimulai saat usianya masih 21 tahun. Sekitar tahun 2000’an, ia sering sholat tahajud di sebuah musala sekitar Sarkem, sebuah area lokalisasi di Yogyakarta, kemudian berniatan berdakwah.

Ditempat yang dianggap “kotor” atau maksiat inilah Gus Miftah mulai berdakwah. Gus Miftah mendapatkan curhat pekerja malam di diskotik yang ingin mengaji. Akhirnya, Gus Miftah memberanikan diri menghadap manajemen untuk mengadakan pengajian di tempat tersebut.

Berawal dari kegiatan tersebut, kajian yang diberikan Gus Miftah mulai rutin dilakukan. Meskipun awalnya mendapat banyak tantangan, tapi saat ini pekerja dunia malam sudah banyak yang menerima kehadirannya. Hingga tak jarang, saat pengajian berlangsung sejumlah jemaah meneteskan air mata dan secara perlahan merubah perilakunya.

Setelah keluar masuk berdakwah dilingkungan malam, pada 2011, Gus Miftah mendirikan Pondok Pesantren Ora Aji di Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Nama pondok yang diberikanpun berbeda dengan kebanyakan nama pesantren yang biasanya menggunakan bahasa Arab. Nama Ora Aji adalah bahasa Jawa yang berarti Tidak Berarti. Artinya, tak ada seorang pun yang berarti di mata Allah selain ketakwaan.

Selain mengasuh pondok pesantren Ora Aji, ia juga kerap menggelar pengajian umum di Pesantrennya. Selain itu, ia juga sering berdakwah di luar pesantren baik menghadiri undangan atau tempat binaannya.

Meskipun awalnya, metode ceramah Gus Miftah mendapat penolakan ketika memberikan kajian. Kini banyak pekerja malam yang merasa butuh mendapatkan pengajian. Hingga tak jarang beberapa pekerja malam kemudian berhijrah menjadi lebih baik.

Sejak lima tahun terakhir, langkahnya telah didukung oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya asal Pekalongan.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Gus Miftah – Pendakwah Kaum Marjinal yang MengIslamkan Dedy Corbuzier. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com Ida Fauziah merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang masuk dalam jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju. Ia ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2014. Ia menggantikan posisi Hanif Dhakiri yang sebelumnya menduduki posisi menteri ketenagakerjaan pada masa pemerintahan Jokowi jilid pertama.

Ida Fauziah memiliki latar belakang sebagai politikus sejak 1999 ia telah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia juga pernah berpasangan dengan Sudirman Said di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Namun, dia gagal setelah kalah suara dari pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin.

Baca Juga : Profil Pratikno – Menteri Sekretaris Negara

Mengenal lebih dekat Ida Fauziah dengan mengetahui proil lengkapnya.

Profil Ida Fauziah

Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. atau lebih dikenal Ida Fauziah lahir di Mojokerto, 16 Juli 1969. Ia menyelesaikan pendidikan di SMP Islam Walisongo 1 (Kedung maling), lalu menengah atas di MAN Tambak Beras Jombang 1989, selanjutya ia berkuliah di S 1 IAIN Sunan Ampel Surabaya 1993 dan Universitas Satyagama Ilmu Pemerintahan.

Ida Fauziah mengawali karir politiknya sejak 1999 hingga 2019 sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Lebih detailnya, Ida sempat menjadi Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) dan Wakil Ketua Komisi II di sektor otonomi daerah dan pertanahan pada periode 2009 sampai 2012.

Baca Juga : Profil Airlangga Hartarto – Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Pada 2012-2014, ia menjabat sebagai Ketua Komisi VIII DPR RI untuk menangani Departemen Agama, Departemen Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia dan Zakat.

Ida Fauziah juga pernah ditempatkan di Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi I yang ditugaskan di sektor pertahanan, intelijen, komunikasi, dan informatika pada 2014 hingga akhir September 2019.

Ia juga pernah mewakili Jawa Timur untuk daerah Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Kota Madiun, dan Kota Mojokerto selama duduk di parlemen.

Sebelum berkarir di dunia politik menjadi anggota DPR, Ida Fauziah sempat menjadi seorang guru di MAPK, Jombang selama 1994 hingga 1999 silam. Ia juga pernah mengajar di SMA Khadijah, Surabaya pada 1997 sampai 1999.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziah dipercayai Jokowi untuk menjadi menteri ketenagakerjaan di Kabinet Indonesia Maju. Ida menyebutkan dirinya dihubungi oleh pihak istana pada 21 Oktober 2019. Ia mengaku diajukan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, mewakili partai tersebut untuk berpartisipasi membantu Presiden Jokowi.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Ida Fauziah – Menteri Ketenagakerjaan . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes Paling Lengkap

Profil Orang Terkaya di Indonesia – Bukan hanya Amerika atau Eropa yang memiliki sederet nama orang terkaya di negaranya. Indonesia juga punya daftar nama-nama tersebut. Ditahun ini, majalah Forbes kembali merilis daftar urutan orang terkaya di Indonesia tahun 2019. Dari daftar tersebut, posisi pertama masih tetap diduduki oleh keluarga Hartono bersaudara. Namun, ada beberapa daftar konglomerat lainnya yang menempati posisi selanjutnya. Lalu, siapa saja orang terkaya di Indonesia lainnya? Simak informasi dan profil orang terkaya di Indonesia versi Forbes berikut ini.

10 Orang Terkaya di Indonesia

1. R Budi dan Michael Hartono

Berdasarkan informasi dari Forbes, Hartono bersaudara mendapatkan lebih dari 80 persen keuntungan dari investasinya di PT Bank Sentral Asia Tbk (BCA). Diketahui, jumlah kekayaan R Budi dan Michael Hartono berkisar USD 37,3 miliar (Rp523,091 triliun).

Tidak hanya dari investasinya di BCA, kekayaan Hartono juga bersumber dari pabrik rokok kretek Djarum yang dikelolanya. Perusahaan Djarum ini merupakan salah satu usaha warisan ayah mereka.

2. Widjaja Family

Orang terkaya di Indonesia nomor 2 menurut majalah Forbes yaitu dari keluarga kerajaan bisnis Widjaja Family. Dikutip dari Forbes, pendiri dan pencetus ide bisnis pertama muncul dari sesosok Eka Tjipta Widjaja. Eka merupakan seorang imigran Tionghoa yang menetap di Indonesia. Ia juga diketahui menikah dengan dua istri dan dikaruniai 15 anak.

Pengalaman bisnis Eka Tjipta Widjaja sudah dimulai sejak usia remaja dimulai dari menjual biskuit. Eka Tjipta Widjaja meninggal pada Januari 2019 di usia 95 tahun.

Saat ini, salah satu bisnisnya yaitu Sinar Mas telah memiliki minatnya di bidang kertas, real estate, jasa keuangan, agribisnis dan telekomunikasi. Jika di total jumlah kekayaan Widjaja Family berkisar US$9,6 miliar (Rp134,629 triliun). Baca : Biografi Eka Tjipta Widjaja

3. Prajogo Pangestu

Dikutip dari majalah Forbes, Prajogo Pangestu memulai karirnya menjadi pebisnis kayu pada 1970-an akhir. Darah bisnisnya merupakan turunan dari ayahnya yang merupakan seorang pedagang karet, Prajogo akhirnya mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang pedagang.

Pada tahun 1993, PT Barito Pacific Timber, perusahaannya go public dan berganti nama menjadi Barito Pacific.

Ditahun 20007, Prajogo Pangestu mengakuisisi 70% perusahaan petrokimia, Chandra Asri yang juga berada di Bursa Efek Indonesia. Empat tahun kemudian, Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia. Memerge dua perusahaan membuat Prajogo Pangestu menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Jumlah kekayaan Prajogo Pangestu sekitar US$7,6 miliar (Rp106,581 triliun).

4. Susilo Wonowidjojo

Dikutip dari Forbes, kekayaan Susilo Wonowidjojo dan keluarganya didapatkan dari usaha pembuatan kretek. Keluarga Susilo Wonowidjojo merupakan pemilih dari perusahaan rokok Gudang Garam yang dibangun oleh ayahnya bernama Surya pada tahun 1958.

Kemudian, perusahaan tersebut diambil alih oleh putra Surya sekaligus kakak dari Susilo Wonowidjojo, Rachman Halim. Namung, sang kakak hanya mampu menjalankan bisnis selama seperempat abad atau 25 tahun hingga kematiannya pada 2008 lalu. Setahun kemudian, Susilo Wonowidjojo ditunjuk sebagai presiden direktur dan saudara perempuannya Juni Setiawati menjadi presiden komisaris.

Menurut Forbes, kekayaan dari Susilo Wonowidjojo mencapai angka US$6,6 miliar (Rp92,557 triliun).

5. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia merupakan pindahan dari India ke Indonesia bersama ayahnya. Kepindahannya di Indonesia ini menjadi awal karir dirinya didunia bisnis. Bersama ayahnya, mereka mendirikan Indorama sebagai perusahaan pembuat benang pintal.

Dikutip dari majalah Forbes, kekayaan Sri Prakash Lohia didapatkannya dari produksi PET dan petrokimia lainnya. Total kekayaan yang dimiliki oleh Sri Prakash Lohia berkisar US$5,6 miliar (Rp78,533 triliun).

Saat ini, perusahaan yang dibangunnya telah menjadi pembangkit tenaga listrik petrokimia. Perusahaan tersebut membuat produksi industri seperti bahan baku tekstil, sarung tangan medis hingga poliolefin pupuk.

Saat ini Lohia menetap di London dan masih tetap menjabat sebagai ketua, sedangnya putranya Amit ditunjuk sebagai wakil ketua.

6. Anthoni Salim

Anthoni Salim merupakan CEO dari perusahaan Indofood, yaitu perusahaan induk yang memproduksi makanan, perbankan dan telekomunikasi. Anthoni juga memiliki setidaknya 41% saham di perusahaan investasi First Pasific yang terdaftar di Hong Kong.

Meskipun termasuk orang terkaya di Indonesia, Anthoni sempat mengalami keterpurukan. Tepatnya pada saat krisis keuangan melanda Indonesia pada 1997-1998. Saat ini, ia kehilangan kendali aras Perusahaan Bank Central Asia yang telah diakuisisi oleh Hartono bersaudara.

Menurut Forbes, kekayaan dari Anthoni Salim masih berkisar US$5,5 miliar (Rp77,131 triliun).

7. Tahir

Tahir merupakan pendiri Mayapada Group, yaitu perusahaan yang berinvestasi di bidang real estate, rantai rumah sakit dan perbankan. Putrinya, Grace Tahir juga merupakan seorang presiden komisaris Propertindo Mulia Investama. Menurut Forbes, total kekayaan dari Tahir sekitar US$4,8 miliar (Rp67,314 triliun).

8. Boenjamin Setiawan

Boenjamin Setiawan merupakan seorang doktor di bidang farmakologi yang mendirikan Kalbe Farma, sebuah perusahaan farmasi yang kini terbesar di Indonesia. Awalnya, bersama kelima saudara kandungnya, Boenjamin mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966 silam. Hingga saat ini perusahaan tersebut telah tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan masing-masing memperoleh 48% saham.

Namun, kekayaannya tidak hanya dari Kalbe Farma saja, ia juga mengendalikan Mitra Keluarga yang mengoperasikan sekitar 12 rumah sakit. Menurut majalah Forbes, jika di total, jumlah kekayaan Boenjamin sekitar US$4,35 miliar (Rp61,003 triliun). Baca : Biografi Boenjamin Setiawan

9. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung merupakan salah satu orang terkaya Indonesia yang sebelumnya sudah masuk dalam deretan orang terkaya versi majalah Forbes. Chairul Tanjung dikenal berkat idenya dalam mengeluarkan kartu kredit, menjalankan stasiun televisi dan mengoperasikan hypermarket. Toko retail nya berada di bawah merek Carrefour dan Transmart.

Bukan hanya itu saja, perusahaan miliknya juga mengendalikan Wendy di Indonesia dan sejumlah waralaba seperti Mango, Versace dan Jimmy Choo.

Ditahun 2017, CT Corp menjual sekitar 49% sahamnya ke Prudential Financial AS yang berfokus pada pertumbuhan asuransi jiwa.

Menurut majalah Forbes, jika di total, jumlah kekayaan Chairul Tanjung berkisar US$3,6 miliar (Rp50,486 triliun). Baca biografi Chairul Tanjung

10. Jogi Hendra Atmadja

Jogi Hendra Atmadja merupakan kepala Mayora Group, yaitu perusahaan makanan terbesar di Indonesia. Produk Mayora Group seperti sereal, biskuit, permen, kopi dan lainnya.

Jogi Hendra Atmadja dan keluarganya merupakan imigran asal China di mana telah membuat biskuit sejak lama di rumahnya tahun 1948. Saat ini, Jogi Hendra Atmadja dan keluarganya berhasil memegang kendali atas PT Mayora Indah.

Menurut majalah Forbes, total kekayaan Jogi Hendra Atmadja sendiri sekitar US$3 miliar (Rp42,071 triliun).

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Biografi dan Profil Lengkap Paul Pogba – Perjalan Karir dan Prestasi Gelandang Manchester United

Biografi dan Profil Lengkap Paul Pogba – Paul Pogba merupakan pria kelahiran 15 Maret 1993 yang berprofesi sebagai pemain sepak bola untuk tim nasional Perancis yang bermain gemilang bersama klub Inggris yaitu Manchester United.

Paul Pogba berposisi sebagai gelandang dan bermain amat baik dalam urusan menyerang maupun bertahan. Pogba digambarkan oleh klubnya Manchester United sebagai pemain yang kuat, terampil, dan kreatif.

Pogba mulai berkarir dalam dunia sepak bola sejak tahun 1999, yang kala itu ia masih berusia 6 tahun dan bergabung dengan salah satu klub sepak bola lokal yaitu Roissy-en-Brie. Pogba bermain untuk klub junior lokal selama 6 tahun. Untuk lebih mengenalnya, berikut biografi Paul Pogba.

Baca Juga : Biografi dan Profil Lengkap Neymar Jr.

Biodata Singkat Paul Pogba

Nama Lengkap : Paul Labile Pogba
Tempat Lahir : Lagny-sur-Marne, Prancis
Tanggal Lahir : 15 Maret 1993 (26 Tahun)
Kebangsaan : Prancis
Agama : Islam
Nama Orang Tua : Fassou Antoine (Ayah) dan Yeo Moriba (ibu)
Klub : Manchester United
Posisi : Gelandang
No Punggung : 6
Tinggi : 191 cm

Karir :

Karier junior

  • 1999–2006 Roissy-en-Brie
  • 2006–2007 Torcy
  • 2007–2009 Le Havre
  • 2009–2011 Manchester United

Karier senior

  • 2011–2012 Manchester United
  • 2012–2016 Juventus
  • 2016– Manchester United

Tim nasional

  • 2008–2009 Prancis U-16
  • 2010 Prancis U-17
  • 2010–2011 Prancis U-18
  • 2011–2012 Prancis U-19
  • 2012–2013 Prancis U-20
  • 2013– Prancis

Baca Juga : Biografi dan Profil Lengkap Cristiano Ronaldo

Biografi dan Profil Lengkap Paul Pogba

Paul Pogba memiliki nama lengkap Paul Labile Pogba lahir pada 15 Maret 1993, di in Lagny-sur-Marne, Perancis. Ia merupakan anak ke-3 dari pasangan Fassou Antoine dan Yeo Moriba. Kedua orang tua Pogba merupakan pasangan muslim yang tinggal di Conakry, Guinea, sebelum Pogba lahir. Kedua orangtuanya pindah ke Perancis akibat kemiskinan yang saat itu melanda Afrika. Orang tua Pogba merupakan beberapa dari sekian banyak orang Afrika yang bermigrasi ke Eropa di awal 1990an.

Pogba memiliki 2 kakak laki-laki kembar yang sebelumnya memutuskan untuk tetap tinggal di Guinea dalam beberapa tahun, namun akhirnya ikut pindah ke Perancis.

Pogba mulai berkarir didunia sepak bola saat berusia 6 tahun dan bergabung dengan klub sepak bola lokal yaitu Roissy-en-Brie dan bermain untuk klub junior lokal tersebut selama 6 tahun. Kemampuannya meningkat pesat dan tujuh tahun setelahnya, ia bergabung dengan akademi professional pertamanya, yaitu US Torcy.

Belum lama bergabung dengan US Torcy diusia 13 tahun, Pogba ditunjuk untuk menjadi kapten Tim hingga akhirnya ia bergabung dengan Le Harve. Bersama Le Harve, Pogba lebih banyak mendapat pehatian dan dirinya mulai diminati oleh klub-klub Eropa lainnya.

Baca Juga : Biografi dan Profil Lengkap Gareth Bale

Hingga tepatnya pada tahun 2009, secara mengejutkan Club Manchester United melayangkan tawaran kepada Paul Pogba. Namun kejadian tersebut sempat menjadi kontroversi karena pihak united mendekati Pogba tanpa sepengetahuan pihak klub.

Pihak Manchester United dikabarkan membawa Pogba secara tidak sah dari kesebelasan asal Prancis saat umurnya masih berusia 16 tahun. Karena pihak Manchester United membawa Pogba tanpa melalui Le Harve melainkan langsung pada orangtua Pogba. Kedua orangtua Pogba diiming-imingi uang berjumlah besar agar Pogba dan keluarganya bersedia pindah ke Manchester, dan tentunya agar Pogba bisa membela Man United.

Namun, pihak Le Harve memilih untuk tidak menindaklanjuti kasus ini. Pada tahun 2009 Paul Pogba pun bergabung dengan Manchester United. Pogba bergabung dengan tim Muda Manchester United dengan durasi kontrak dua tahun yaitu 2019 hingga 2011.

Baca Juga : Biografi dan Profil Lengkap Lionel Messi

Bulan Oktober 2009, Pogba memulai debut dengan tim muda setan merah Manchester United. Bersama tim Manchester United, Pogba menampilkan permainan yang sangat gemilang. Pada Februari 2011, Pogba masuk dalam skuat Manchester United U18 dan bersama teman-temannya berhasil memenangkan gelar ‘Youth Cup’ pada Januari 2012.

Di tahun 2012, Pogba memiliki memiliki masalah pribadi dengan Sir Alex Ferguson. Tak berselang lama, Pogba terbang ke Italia untuk bergabung dengan Juventus. Juventus mendapatkan Pogba dengan status bebas transfer dari Manchester United pada musim panas 2012. Menjalani musim pertamanya bersama Juventus, Pogba menunjukkan penampilan yang impresif. Dia sukses menjalankan perannya sebagai gelandang saat membantu Juve dalam mengarungi kompetisi Liga Champions Eropa dan Serie A Italia. Dan tepat pada Desember 2013, dirinya meraih penghargaan ‘Golden Boy’, sebuah penghargaan yang ditujukan untuk pemain muda berbakat di Eropa.

Tepat pada Januari 2014, Pogba masuk dalam list pemain muda paling menjanjikan versi The Guardian. Bersama Juventus, ia menjelma menjadi sosok penting dalam timnya. Pogba menjadi pemain dan memenangi beberapa gelar Serie A beruntun. Karena itulah, Pogba mendapat julukan sebagai Paul Si Gurita.

Pada bulan Oktober 2014, Pogba masuk dalam nominasi penghargaan Ballon D’or dan ia menjadi pemain termuda yang pernah masuk dalam nominasi bergengsi itu.

Musim gemilang Pogba bersama Juventus masih berlanjut, ia berhasil membantu Juve meraih gelar juara Serie A tahun 2015 dan membawa tim terkuat Italia itu melaju hingga partai puncak Liga Champions Eropa. Ditahun yang sama, Pogba masuk dalam salah satu pemain terbaik Eropa atau UEFA Team Of The Year.

Baca Juga : Biografi dan Profil Lengkap Egy Maulana Vikri

Merasa puas dengan Juventus, pada 2016 Pogba membuat keputusan mengejutkan. Ia mengumumkan bahwa ia telah menjalin kontrak dengan klub lamanya, Manchester United. Saat itu Pogba diboyong ke Old Trafford dengan mahar sebesar 89,3jt euro, atau menjadi pemain paling.

Bersama Manchester United, Pogba sukses membawa Manchester United masuk kedalam final EFL Cup, dan pada bulan Mei 2017, dia berhasil membawa United memenangi gelaran UEFA Europa League.

Setelah itu, Pogba dipanggil timnas Perancis U20 dalam menjalani turnamen piala dunia U20. Bersama Perancis, Pogba ditunjuk sebagai kapten dan berhasil memimpin kawan-kawannya dalam memenangi gelaran akbar tersebut, dan Pogba juga menjadi bagian dari skuat Perancis di Piala Dunia 2014 dan berhasil meraih penghargaan pemain muda terbaik.

Perjalanan bersama Timnas Perancis sempat dinodai dengan kekalahan di final Piala Eropa melawan Portugal dan Perancis bertindak sebagai tuan rumah. Meksipun demikian, Pogba dan rekan-rekannya berhasil sukses dan bangkit menjadi jawara dunia pada gelaran Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Russia.

Terhitung Pogba telah bermain mewakili tim nasional U17, U18, dan U19. Pada level U-20, sebagai kapten ia sukses membawa Perancis menjuarai turnamen Piala Dunia U-20 pada tahun 2013 silam. Pogba sendiri melakukan debut untuk Timnas senior Perancis pada tanggal 22 Maret 2013 dalam kemenangan Prancis 3-1 atas Georgia.

Itulah informasi tentang Biografi dan Profil Lengkap Paul Pogba, Karir dan Prestasi Sebagai Pemain Bola Profesional Dunia, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Profil Yasonna Laoly – Menteri Hukum dan HAM (MenKumHam) Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang tidak berubah dari Kabinet Kerja 2014-2019 adalah Yasonna Laoly yang kembali dipercaya untuk menjadi Menteri Hukum dan HAM (MenKumHam) pada Kabinet Indonesia Maju.

Yasonna mengawali karir sebagai pengacara lalu terjun ke dunia politik dengan masuk ke PDIP. Hingga akhirnya ia ditunjuk untuk menjadi Menteri Hukum dan HAM (MenKumHam) pada Kebinet Kerja Jokowi 2014-2019. Namun, sebelum masa jabatan habis, ia mengundurkan diri karena terpilih sebagai anggota DPR periode 2019-2024 dan telah dilantik pada 1 Oktober 2019.

Baca Juga : Profil Sofyan Djalil – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)

Mengenal lebih dekat Yasonna Laoly, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Yasonna Laoly

Yasonna merupakan pria kelahiran Sorkam, Tapanuli Tengah 27 Mei 1953, dengan nama lengkap Yasonna Hamonangan Laoly. Masa kecil Yosanna dihabiskan di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Pendidikan sekolah dasar ia tempuh di Sekolah Rakyat (SR) Katolik Sibolga pada 1959-1956. Lalu melanjutkan di SMP Sibolga pada 1965-1968. Dan pendidikan menengah atas diselesaikan di SMA Katolik Sibolga pada 1968-1972.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan Fakultas HUkum du Universitas Sumatera Utara dan rampung pada 1978. Tak sampai disitu, Yosanna juga melanjutkan pendidikan dengan mengambil Internship in Higher Education Administration Roanoke College, Salem Virginia, USA pada 1983-1984. Lalu melanjutnya PascaSarjana atau gelar Master di Virginia Commonwealth University pada 1986. Dan menamatkan Doktor di North Carolina University pada 1994.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Sebelum mengembang tugas sebagai Menteri, Yosanna juga pernah menjadi pengacara dan penasehat hukum Universitas HKBP Nommensen Medan, Sumatera Utara pada 1980-1983. Ia juga pernah menjadi dekan di fakultas hukum di universitas tersebut.

Perjalanan karir politik Yasonna dimulai dari pemilihan anggota DPR Daerah Sumatera Utara 2 Periode 1999-2004. Pada Pemilu 2009 ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI menjabat sebagai sekertaris fraksi PDI Perjuangan dan sebagai anggota Badan Anggaran.

Karir politik Yasonna Hamonangan Laoly semakin melesat ketika Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia pada Kabinet Kerja 2014-2019.

Namun karirnya sebagai Menteri Hukum dan HAM resmi berakhir pada 1 Oktober 2019, setelah ia melayangkan surat pengunduran dirinya ke Presiden Joko Widodo untuk menjadi anggota DPR periode 2019 – 2024.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Tidak lama dilantik sebagai anggota DPR-RI periode 2019-2024 ia kembali mengundurkan diri dari posisinya sebagai wakil rakyat dikarenakan penunjukan kembali dirinya sebagai Menteri Hukum dan HAM Kabinet Indonesia Maju pada masa pemerintahan presiden Joko Widodo periode 2019-2024.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Yasonna Laoly – Menteri Hukum dan HAM (MenKumHam) . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Sofyan Djalil – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Sofyan Djalil kembali dipercaya untuk membantu Presiden Jokowi dalam jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya, Sofyan sempat menjabat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Kabinet Indonesia Bersatu.

Tak sampai disitu saja, Sofyan juga sempat menjabat di tiga kementerian dalam Kabinet Kerja pada Pemerintahan Jokowi Periode 2014-2019. Pada 2014-2015 ia ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pada 2015 ada perubahan atau Reshuffle dan ia dipindah menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas. Pada 2016, ia kembali dipindah kementerian dan dipercayai mengisi pos Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia (ATR) hingga 2019.

Baca Juga : Profil Basuki Hadimuljono – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Mengenal lebih dekat Sofyan Djalil, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Sofyan Djalil

Sofyan Djalil atau lebih dikenal Sofyan merupakan pria kelahiran Aceh, 23 September 1953. Ia hidup dari keluarga sederhana, Ayahnya merupakan tukang cukur dan ibunya seorang guru mengaji. Saat kecil Sofyan Djalil kerap berjualan telur untuk menambah kebutuhan hidup. Meskipun demikian, Sofyan memiliki tekad belajar yang kuat.

Pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannya. Sedangkan pendidikan tingkat tinggi di rampungkan di fakultas Hukum dan Bisnis di UI dan lulus pada tahun 1983.

Baca Juga : Profil Syahrul Yasin Limpo – Menteri Pertanian

Namun sebelumnya banyak kisah dalam perjalanan yang ia lalui sebelum melanjutkan kuliah di UI. Pada tahun 1976, saat berusia 23 tahun, Sofyan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri kegiatan Muktamar Nasional Pelajar Islam Indonesia (PII). Sejak itu, ia memilih tetap tinggal di Jakarta.

Agar bisa bertahan, berbagai pekerjaan serabutan ia lakukan, mulai jadi kondektur metromini dan juga menjadi pengurus masjid Pusdiklat Kejaksaan Agung, Jakarta.

Sofyan juga tetap melanjutkan studinya. Ia harus pintar membagi waktu antara kuliah dan kerja. Seusai bekerja di pagi hari, ia melanjutkan kuliah sore di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, bidang studi hukum bisnis. Ia lulus pada tahun 1983 dengan gelar sarjana hukuk pada usia 30 tahun.

Setelah itu, Sofyan mengikuti lembaga kajian, dan mendapatkan beasiswa ke luar negeri untuk meraih gelar master dan doktor di Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat.

Pada tahun 1993, ia sukses memperoleh gelar Doctor of Philosophy dalam bidang studi International Financial and Capital Market Lawstudi and Policy di Tufts University.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Sebelum menjabar sebagai menteri, Sofyan pernah menduduki posisi penting seperti Komisaris, PT Perusahaan Listrik Negara (1999-Mei 2002), Staf Ahli Menteri Negara Pendayagunaan BUMN bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM/Asisten Kepala Badan Pembina BUMN Bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM (Juni 1998-Februari 2000), Tim mediasi perundingan pemerintah RI dan GAM di Helsinki, Finlandia, (2004-2005), dan Anggota Tim Pakar, Departemen Kehakiman dan HAM RI (2001-sekarang).

Sedangkan dalam dunia politik, tercatat Sofyan sudah tiga kali menjabat sebagai menteri. Jabatan pertama pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sofyan diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia ke-2 untuk masa jabatan 21 Oktober 2004 sampai 9 Mei 2007.

Jabatan kedua masih pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sofyan kembali dilantik menjadi Menteri Negara BUMN Indonesia ke-4 untuk masa jabatan 9 Mei 2007 sampai 22 Oktober 2009.

Pada masa pemerintahan Jokowi – JK, Sofyan kembali ditunjuk untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia di Kabinet Kerja Periode 2014-2019. Namun, ia hanya menjabat selama satu tahun dari 26 Oktober 2014 sampai 12 Agustus 2015 sebab selanjutnya ia digantikan oleh Darmin Nasution pada perombakan Kabinet Kerja. Sejak 12 Agustus 2015, Sofyan mulai menduduki posisi sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menggantikan Andrinof Chaniago.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Sofyan Djalil juga mendedikasikan hidupnya sebagai akademisi di berbagai universitas ternama di Indonesia. Mulai tahun 2001 sampai sekarang, dia tercatat sebagai dosen Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Kemudian sejak tahun 2000, dia telah mengajar di Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum UI. Bahkan sejak 1993 hingga saat ini ia masih menjadi dosen Fakultas Ekonomi dan Program Magister Manajemen UI.

Pada 27 Juli 2016, Sofyan Djalil kembali dilantik oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang. Dan pada periode II pemerintahan Presiden Jokowi kembali menunjuk Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) dalam Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Sofyan Djalil – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Basuki Hadimuljono – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang tidak berubah dari Kabinet Kerja 2014-2019 adalah Basuki Hadimuljono yang kembali dipercaya untuk menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Basuki dikenal sebagai sosok yang gemar bercanda dan menteri paling nyentrik. Meskipun demikian, Basuki merupakan menteri profesional yang sejak awal karirnya berkiprah di Kementerian PUPR. Sebelum menjadi Menteri, ia hampir 40 tahun berkiprah di Kementerian PUPR, Basuki telah tiga kali menjabat sebagai pejabat Eselon I, sebelum kemudian ditunjuk menjadi menteri pada Kabinet Kerja.

Baca Juga : Profil Syahrul Yasin Limpo – Menteri Pertanian

Mengenal lebih dekat Basuki Hadimuljono, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Basuki Hadimuljono

Basuki Hadimuljono merupakan pria kelahiran Solo 5 November 1954 yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Kabinet Kerja Jokowi JK periode 2014-2019 serta kembali di angkat pada jabatan yang sama pada periode 2019-2024 Kabinet Indonesia Maju.

Jenjang pendidikan setelah lulus dari SMA N 5 Surabaya, Basuki melanjutkan ke jenjang Sarjana di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan mengambil jurusan Teknik Geologi. Setelah lulus di UGM, ia memutuskan untuk berkarier sebagai PNS. Ia kemudian meneruskan pendidikan magister dan doctoral di Colorado University pada 1987-1992.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia memutuskan kembali ke Indonesia dan kala itu Basuki menjadi satu-satunya pegawai Kementerian PU lulusan S3. Kariernya pun perlahan pasti menanjak hingga akhirnya menjadi dirjen pada usia 49 tahun.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Pada 2005-2007 Basuki menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan. Kemudian pada 2007-2013 ia menjabat sebagai Inspektur Jenderal dan Direktur Jenderal Penataan Ruang pada 2013-2014.

Basuki juga pernah menjadi Komisaris Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Selain itu, dirinya juga sempat beberapa kali masuk ke media massa kala ditunjuk sebagai anggota tim penanggulangan lumpur Lapindo pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah berkarir sebagai PNS lebih dari 30 tahun, Basuki ditunjuk oleh Presiden JokoWi untuk memimpin Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Oktober 2014. Ia menjadi menteri pertama penggabungan dua kementerian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat.

Posisi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini diberikan pada Basuki setelah dirinya sukses menjalankan perannya sebagai Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum sehingga dinilai cakap dan mumpuni mengisi posisi tersebut.

Menurut Basuki, jabatan menteri tak bisa diupayakan sendiri karena sepenuhnya wewenang Presiden. Misi yang diberikan kepada Basuki pun cukup berat, mengingat pembangunan infrastruktur merupakan salah satu fokus utama pemerintahan Jokowi.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Dalam empat tahun terakhir, Basuki mengaku menghabiskan hari kerjanya di kantor, istana, dan proyek. Akhir pekan pun, menurut dia, kadang digunakan untuk meninjau proyek infrastruktur di luar Jakarta.

Terbukti dari rampungnya banyak proyek infrastruktur. Pembangunan jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, serta jalan Trans Papua yang terbengkalai di era pemerintahan sebelumnya, menunjukkan progres yang signifikan.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Basuki Hadimuljono – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Syahrul Yasin Limpo – Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju telah diselenggarakan pada 23 Oktober 2019 lalu, di Istana Merdeka Jakarta. Salah satu jajaran Menteri yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Syahrul Yasin Limpo sebagai MMenteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Syahrul Yasin Limpo merupakan politikus Indonesia yang sempat menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan sejak tanggal 8 April 2008 hingga 8 April 2018. Syahrul menang dalam pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2007 dan 2013 bersama pasangannya Agus Arifin Nu’mang.

Baca Juga : Profil Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Mengenal lebih dekat Syahrul Yasin Limpo, dengan mengetahui lebih lengkap profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo merupakan pria kelahiran Makasar, 16 Maret 1955 dari pasangan H. Muhammad Yasin Limpo yaitu seorang tokoh pergerakan Sulawesi Selatan dan Hj. Nurhayati Yasin Limpo.

Riwayat pendidikan dasar hingga menengah atas diselesaikan di Makasar, selanjutnya pendidikan tinggi dirampungkan di Universitas Hasanuddin sebagai Sarjana Hukum di tahun 1983. Pada 1999 ia menyelesaikan pendidikan pasca sarjana LAN. Tahun 2004 ia melanjutkan kembali pendidikan S2 Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, dan terakhir ia melanjutkan pendidikan Doktor Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (S3) pada 2008.

Karir di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dimulai ketika ia diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil pada 1980.

Syahrul pernah memiliki jabatan penting antara lain Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat II Kabupaten Gowa pada 1991, dan Kepala Biro Humas Setwilda Tingkat I 1993.

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Karir politiknya dimulai saat ia menjadi kader Golkar dan dipercaya menjadi Bupati Kabupaten Gowa 1994 hingga 2002.

Setelah itu, Syahrul mendampingi Amin Syam sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan pada 2003-2008. Selanjutnya pada pemilihan gubernur tahun 2007, Syahrul berpasangan dengan Agus Arifin Nu’mang maju sebagai calon Gubernur Sulawesi dan menang dalam pemilihan.

Syahrul dan Agus mengembang tugas sebagai Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008-2013 dan 2013-2018.

Tahun pertama menjadi Gubernur, Syahrul menargetkan peningkatan posisi Sulawesi Selatan sebagai provinsi penyangga beras untuk kebutuhan nasional. Target produksi padi pada 2008 sebanyak 4.042.471 ton gabah kering giling (GKG) yang didukung luas lahan sekitar 792.641 ha dengan tingkat produktivitas 51,00 kuintal/ha. Sementara target tanam padi untuk musim tanam 2009 seluas 868.411 ha dengan sasaran produksi 5.084.323 ton GKG dengan produktivitas 58,55 kwintal/ha.

Pada 2009, pergerakan ekonomi Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan sekitar 7.8 persen. Hal ini dipicu dengan pertumbuhan produksi jagung sehingga Syahrul Yasin Limpo mengatakan akan melakukan terobosan di tengah krisis global dengan melayani kebutuhan ekspor ke Malaysia dan Filipina, menyusul pengiriman yang sudah dilakukan sekitar 8 ribu ton ke Filipina, Maret 2009.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Pada tanggal 23 Oktober 2019, SYL resmi dilantik Presiden Joko Widodo untuk menjadi pembantu presiden dalam bidang pertanian periode 2019-2024 menggantikan Amran Sulaiman menteri Pertanian periode sebelumnya yang juga berasal dari Sulawesi Selatan.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Syahrul Yasin Limpo – Menteri Pertanian. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Siti Nurbaya Bakar – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabinet Indonesia Maju

Infobiografi.Com – Siti Nurbaya kembali dipercaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Siti Nurbaya kembali masuk dalam jajaran Kabinet Indonesian Maju yang dikenalkan di pelataran Istana Merdeka, pada 23 Oktober 2019.

Siti Nurbaya merupakan kader Partai Nasdem yang menjabat sebagai Ketua DPP sejak 2013 lalu. Siti Nurbaya menduduki berbagai jabatan di dunia birokrasi. Karirnya dimulai pada tahun 1981 di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung.

Namun jauh sebelum terjun ke dunia politik, Siti Nurbaya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia telah mengabdi selama 32 tahun sebagai pegawai negeri.

Baca Juga : Profil Dokter Terawan – Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju

Mengenal lebih dekat Siti Nurbaya Bakar, dengan mengetahui profil lengkapnya berikut ini.

Profil dan Perjalanan Karir Siti Nurbaya Bakar

Siti Nurbaya Bakar merupakan perempuan kelahiran Jakarta, 28 Juli 1956 dari pasangan Mochammad Bakar dan Sri Banon. Ayahnya orang Betawi yang merupakan pensiunan Polri sedangkan ibunya asal Lampung. Siti Nurbaya menikah dengan Rusli Rachman dengan dikaruniai dua orang anak; Meitra Mivida NR dan Ananda Tohpati.

Siti Nurbaya menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Jakarta, dan melanjutkan kuliahnya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Setelah mendapatkan gelar insinyur, Siti menjadi Pegawai Negeri Sipil dan ditugaskan ke Lampung dengan bekerja di Bappeda Lampung selama 17 tahun.

Seperti ditulis dalam situs pribadinya, pada tahun 1998, siti ditarik ke Jakarta untuk ditempatkan di Depdagri. Karirnya semakin tinggi, sehingga ia dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (sekjen) Depdagri 2001-2005 dan Sekjen DPD RI (2006-2013).

Baca Juga : Profil Erick Thohir – Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju

Sedangkan karir politiknya dimulai pada masa Pemilu 2014, dengan masuk ke Partai Nasdem, besutan Surya Paloh. Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Nasdem untuk daerah pemilihan Lampung dan dia terpilih untuk periode 2014-2019.

Namun, setelah pilpres 2014, capres terpilih Joko widodo memberikan jatah menteri ke partai-partai pengusung. Partai Nasdem salah satu pendukungnya dapat jatah kursi menteri. Siti Nurbaya, salah satu perwakilan dari Nasdem, yang diberi kerpercayaan oleh Jokowi untuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Kabinet Kerja 2014-2019.

Dan pada oktober 23 Oktober 2019 ia dipilih kembali mengemban tugas sebgai menteri lingkungan hidup dan kejutan pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.