Biografi dan Profil Lengkap Bob Sadino Pengusaha Nyentrik Asal Indonesia

bob sadino

Biografi dan Profil Lengkap Bob Sadino Sebagai Tokoh Pengusaha Sukses Berpenampilan Nyentrik Dari Indonesia

InfoBiografi.Com – Bob Sadino merupakan salah satu pengusaha sukses dari dunia bisnis di Indonesia. Bob sadino adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis dibidang pangan dan peternakan. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, berikut ini adalah biografi Bob sadino.

Biografi Singkat Bob Sadino

Nama Asli : Bambang Mustari Sadino
Lahir : Tanjung Karang, Bandar Lampung, 9 Maret 1933
Wafat : Jakarta, 19 Jakarta 2015
Agama : Islam
Pendidikan : SD, Yogyakarta 1947. SMP , Jakarta 1950. SMA, Jakarta 1953.
Karir :

  • Karyawan Unilever (1954-1955)
  • Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
  • Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
  • Dirut PT Boga Catur Rata
  • PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
    PT Kem Farms (kebun sayur)

Alamat Rumah : Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 793981

Alamat Kantor : Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618

Biografi Lengkap Bob Sadino

Bob Sadino memiliki nama asli Bambang Mustari Sadino, lahir pada tanggal 9 Maret 1933 di Tanjung karang, Lampung. Ia lahir dari keluarga serba kecukupan sebagai anak bungsu dari lima bersaudara. Orang tuanya meninggal pada saat ia masih berusia 19 Tahun, ia dipercaya oleh keluarganya untuk mewarisi seluruh harta dari kedua orang tuanya, dengan alasan karna ia merupakan anak bungsu dan saudara-saudaranya sudah dinilai memiliki kehidupan yang mapan.

Kehidupan Bob Sadino

Dengan warisan dari orangtuanya, Bob sadino memanfaatkan setengah dari harta warisannya untuk pergi dan tinggal di Belanda selama kurang lebih 9 tahun. Disana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam. Tidak hanya bekerja, disana ia bertemu dengan seorang wanita Indonesia bernama Soelami Soejoed dan akhirnya ia nikahi.

Pada tahun 1967, Bob sadino dan istrinya kembali ke Indonesia. Dari Belanda ke Indonesia, ia membawa dua mobil Mercendes buatan tahun 1960-an. Ia menjual satu unit mobil miliknya untuk membeli sebidang tanah di kemang, Jakarta selatan.

Karir Bob Sadino

Tinggal di Indonesia, Bob Sadino bekerja sebagia karyawan di PT.Unilever Indonesia. Suatu hari ia memiliki keinginan untuk bekerja secara mandiri, sehingga ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Lalu ia memanfatakan satu mobil yang ia miliki, ia mulai menyewakan Mobil Mercedesnya dan ia sendiri menjadi sopirnya.

Namun, usahanya tidak berjalan dengan lancar, usaha menyewakan mobil dapat dikatakan gagal, karena Mobil mercedes yang ia sewakan mengalami kecelakan yang membuat mobilnya mengalami kerusakan parah. Bob Sadino tidak bisa memperbaiki mobilnya karena biaya perbaikan yang sangat mahal.

Akhirnya ia memutuskan untuk bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah harian yang ketika saat itu hanya Rp.100,- . Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Awal Merintis Telur Ayam Negeri

Hingga suatu hari ada seorang sahabat Bob Sadino yang memberikan saran untuk beternak dan berbisnis telur ayam negeri karena pada saat itu telur ayam negeri masih jarang ada dipasaran. Melihat peluang yang ada, kemudian Bob menangkapnya itulah yang dilakukan, hingga akhirnya ia menggeluti bisnisnya. Bersama istrinyam ia mulai berjualan telur ayam negeri yang ia tawarkan dari pintu ke pintu kepada orang asing yang tinggal di daerah kemang.

Pada saat itu, keberadaan anak negeri beserta telurnya masih belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya hanya dibeli oleh eksparita-ekpariat yang tinggal di daerah Kemang serta beberapa orang Indonesia yang pernah tinggal di luar negeri. Bob Sadino bersama istrinya menjual hanya beberapa kilogram telur perharinya.

Karena memiliki pengalaman hidup di Eropa dan juga fasih dalm berbahasa Inggris membuat Bob tidak kesulitan saat berinteraksi dengan orang asing yang tinggal di daerah Kemang. Dengan berkembangnya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal masyarakat luas sehingga bisnisnya semakin berkembang, kemudian ia melanjutkan usahanya dengan berjualan daging Ayam.

Suatu ketika Bob Sadino berpikir, jika seekor ayam bisa mencari makanannya sendiri untuk menyambung hidup, apalagi seorang manusia yang dibekali akal budi yang seharusnya tidak boleh kalah dengan seekor ayam yang tidak memiliki akal. Dari pemikiran inilah yang membuatnya menjadi pengusaha hebat dan selalu berjuang tidak pantang menyerah sehingga menuntunnya menjadi seorang pengusaha yang sukses di Indonesia.

Mendirikan Perusahaan

Pada tahun 1970, Bob sadino mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama Kem Chicks. Kem Chickk adalah supermarket yang menyediakan beragam produk pangan impor untuk masyarakat Jakarta. Seiring dengan berjalannya waktu, Bob sadino melihat bahwa permintaan akan daging sosis semakin meningkat, maka pada tahun 1975, ia kembali mendirikan perusahaan yang bernama Kem Food, yang merupakan pelopor industry daging olahan di Indonesia. Kem Food memproduksi berbagai jenis daging olahan seperti Sosis, Burger. dan Baso.

Selain menjadi orang pertama yang mengenalkan ayam negeri, Bob sadino merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayuran sistem hidroponik di Indonesia. Kem Fams , merupakan sebuah ladang sayur yang didirikan oleh Bod Sadino dengan sistem hidroponik.

Berdasarkan catatan awal 1985 menunjukkan bahwa rata-rata perbulan perusahaan Bob Sadino menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan dan 100 ton sayuran segar.

Wafatnya Bob Sadino

namun semenjak meninggalnya Soelami Soejod istrinya, kesehatan Bob Sadino terus menurun. Ia sempat dirawat intensif selama dua minggu di Rumah Sakit Pondok Indah. Dan pada tanggal 19 Januari 2015 ia meningga dunia karena penyakit komplikasi yang dideritanya. Awalnya cuma flu karena faktor usia jadi sembuhnya lama. Kemudian merembet ke yang lain, jadinya komplikasi, selain itu ia juga sempat menderita pernafasan yang kronis, ungkap Saman Syarief, keponakan Bob Sadino.

Bob Sadino Motivatornya para Pengusaha

Tidak hanya sebagai pengusaha, Bob Sadino juga tidak jarang tampil di layar televisi untuk memberikan motivasi kepada para pengusaha di Indonesia. Pengalaman suka-duka yang ia alami ia bagikan kepada mereka. Berikut ini beberapa kata-kata motivasi yang pernah dilontarkan oleh pengusaha yang berpenampilan nyentrik

  • Dibalik setiap harapan selalu diikuti kekecewaan, jadi berhentilah berharap
  • Yang beneran punya, ngga akan banyak bicara seperti mereka yang berlaga sok punya
  • Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu
  • Saya bisnis cari rugi, ketika rugi saya semangat, dan jika untung bertambah rasa syukur saya
  • Setinggi apapun pangkat yang Anda miliki, Anda tetaplah karyawan. Sekecil apapun usaha Anda, Anda adalah Bosnya
  • Orang Goblok itu ga banyak mikir yang penting melangkah, orang pintar kebanyakan mikir akibatnya tidak pernah melangkah
  • Orang Goblok sulit dapat pekerjaan, akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar
  • Semakin goblok seseorang akan kian banyak ilmu yang diperolehnya saya menggoblokan diri sendiri sebelum menggoblokan orang lain
  • Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak

Cukup lengkap penjabaran yang telah kami sampaikan pada posting kali ini tentang Biografi dan Profil Bob Sadino, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dalam mencari literatur tentang Om Bob Sadino.

Biografi dan Profil Lengkap Susilo Bambang Yudhoyono – Presiden RI Periode ke-6

biografi SBY

Biografi dan Profil Lengkap Susilo Bambang Yudhoyono – Presiden RI Periode ke-6 hasil Pilihan Rakyat

InfoBiografi.Com – SBY merupakan sapaan akrab dari Presiden Republik Indonesia ke-6 yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Berbeda dengan presiden sebelumnya, beliau merupakan preseden pertama yang secara langsung dipilih oleh rakyat dalam proses Pemilu Presiden putaran II tanggal 20 September 2004. Berikut biografi lengkapnya.

Biografi singkat SBY

Nama : Susilo Bambang Yudhoyono
Tempat Lahir : Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur
Tanggal Lahir : 9 September 1949
Agama : Islam
Istri : Kristiani Herrawati
Anak : Agus Harimurti Yudhoyono & Eshie Baskoro Yudhoyono
Partai Politik : Partai Demokrat

Biografi dan Profil Lengkap SBY

Profil SBY

Susilo Bambang Yudhoyono merupakan Presiden RI periode ke-6 yang terpilih berdasarkan suara rakyat dalam proses Pemilu Presiden putaran II. SBY merupakan lulusan terbaik AKABRI pada tahun 1973, ia merupakan putra tunggal dari pasangan R.Soekotjo dan sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari darah ayahnya yang merupakan pensiunan letnan satu, sedangnya ibunya merupakan putri dari seorang pendiri Ponpes Tremas.

Susilo Bambang Yudhoyono lahir di kabupaten Pacitan, 9 september 1949, jika di gali silsilah dari ayahnya dapat dilacak hingga Pakubuwana serta memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana II.

SBY berkecimpung di dunia militer seperti ayahnya. Selain tinggal di kediaman keluarga di Bogor, SBY juga tinggal di istana merdeka Jakarta. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herrawati yang merupakan putri ketiga Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhi Wibowo (alm). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo juga turut membantu menumpas PKI pada tahun 1965.

Dari pernikahannya, mereka dikaruniai dua anak laki-laki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1978) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1980). Agus merupakan lulusan dari SMA Taruna Nusantara dan Akademi Militer Indonesia pada tahun 2000. sedangkan Edhie Baskoro lulus dengan gelar ganda dalam Financial Commerce dan Electrical Commerce tahun 2005 dari Curtin University of Technology di Perth, Australia Barat.

Karier Militer SBY

Pada tahun 1973, SBY lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan mendapat penghargaan Adhi Makayasa sebagai murid lulusan terbaik dan Tri Sakti Wiratama yang merupakan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik dan kecerdasan intelektual.

Pada periode tahun 1974-1976 ia memulai karir di Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad. Pada tahun 1976 ia melanjutkan pendidikannya di Airborne School dan US Army Rangers, American Language Course (Lackland-Texas), Airbone and Ranger Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Pada tahun 1976-1977 kariernya berlanjut kembali di Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977), Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978, Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981, Paban Muda Sops SUAD (1981-1982. Periode 1982-1984, ia belajar di Infantry Officer Advanced Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Pada tahun 1983, ia belajar di On the job training in 82-nd Airbone Division (Fort Bragg) Amerika Serikat, Jungle Warfare School (Panama, Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman pada tahun 1984, Kursus Komando Batalyon (1985) dan meniti karier di Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985), Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988), dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988).

Pada periode 1988-1989 SBY kembali belajar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat dan melanjutkan ke US Command and General Staff College (Fort Leavenwort) Kansas Amerika Serikat pada tahun 1991.

Pada tahun 1989 hingga 1993, SBY bekerja sebagai Dosen Seskoad Pangab, Dan Brigif LInud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994, Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) serta Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (1995-1996). Lulusan Master of Art (M.A.) dari Management Webster University Missouri ini juga meniti karier di Kasdam Jaya (1996), dan Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda. Pada tahun 1997, ia diangkat sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI dengan pangkat Letnan Jenderal. Ia pensiun dari kemiliteran pada 1 April 2001 oleh karena pengangkatannya sebagai menteri.

Penugasan

Jenderal TNI (Purnawirawan) Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah ditugaskan dalam Operasi Seroja di Timor-Timur pada periode 1979-1980 dan 1986-1988 ini meraih gelar doktor (Ph.D.) dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 3 Oktober 2004. Pada 15 Desember 2005, ia menerima gelar doktor kehormatan di bidang ilmu politik dari Universitas Thammasat di Bangkok, Thailand.[10] Dalam pidato pemberian gelar, ia menegaskan bahwa politik merupakan seni untuk perubahan dan transformasi dalam sebuah negara demokrasi yang damai. Ia tidak yakin sepenuhnya kalau politik itu adalah ilmu.

Karier Politik

Susilo Bambang Yudhoyono tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998 yang dilaksanakan pada 9 Maret 1998 dan ketua Fraksi ABRI MPR dalam sidang istimewa MPR 1998. Pada tanggal 26 Oktober 1999, ia diangkat sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid.

Dan pada kabinet Gotong Royong pimpinan presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya kembali sebagai Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001. Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden, jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004.

Berdirinya Partai Demokrat pada tanggal 9 September 2002 menguatkan kembali namanya untuk mencapai puncak karier politiknya. Ketika Partai Demokrat mengadakan deklarasi pada 17 oktober 2002, namanya dicalonkan menjadi presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2004.

Setelah mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam, dan sejalan dengan masa kampanye Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD Indonesia 2004, secara resmi ia berada dalam koridor Partai Demokrat.

Keberadaannya dalam Partai Demokrat menuai sukses dalam pemilu legislatif dengan meraih 7,45% suara. Dan pada 10 Mei 2004, ia diusung oleh 3 partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai Presiden yang berpasangan dengan kandidat wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dan akhirnya pada pemilu Presiden langsung putaran keduan 20 september 2004, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih kepercayaan masyarakat dengan memperoleh suara di atas 60%, dan pada tanggal 20 Oktober 2004 SBY dilantik menjadi Presiden ke-6 periode 2004-2009.

Setelah masa akhir jabatannya pada tahun 2009, ia kembali mengumumkan akan maju lagi sebagai calon presiden yang berpasangan dengan Boediono sebagai Cawapress yang diusung oleh partai Demokrat. Setelah pemilihan umum pada tahun 2009, SBY kembali terpilih untuk ke dua kalinya sebagai Presiden dengan masa Jabatan 2009-2014 bersama wakilnya Boediono.

Pada Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang diadakan di Bali tanggal 30 Maret 2013, Susilo Bambang Yudhoyono ditetapkan sebagai ketua umum Partai Demokrat, menggantikan Anas Urbaningrum.

Selanjutnya pada Kongres IV Partai Demokrat yang diadakan di Hotel Shangri-La, Surabaya tanggal 12 Mei 2015, Susilo Bambang Yudhoyono kembali terpilih menjadi Ketua Umum untuk periode 2015-2020.

Pendidikan Susilo Bambang Yudhoyono

  • Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
  • American Language Course, Lackland, Texas Amerika Serikat, 1976
  • Airbone and Ranger Course, Fort Benning, Amerika Serikat, 1976
  • Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, Amerika Serikat, 1982-1983
  • On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, Amerika Serikat, 1983
  • Jungle Warfare School, Panama, 1983
  • Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman, 1984
  • Kursus Komando Batalyon, 1985
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, 1988-1989
  • Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat
  • Master of Art (M.A.) dari Management Webster University, Missouri, Amerika Serikat
  • Doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), 2004
  • Guru Besar Ilmu Ketahanan Nasional dari Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), 2014

Ringkasan karier

  • Prangko Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
  • Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
  • Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
  • Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
  • Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
  • Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
  • Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
  • Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
  • Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
  • Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
  • Dosen Seskoad (1989-1992)
  • Korspri Pangab (1993)
  • Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
  • Asops Kodam Jaya (1994-1995)
  • Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
  • Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
  • Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
  • Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda
  • Asospol Kassospol ABRI/wakil Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Umum MPR 1998)
  • Kassospol ABRI/ Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
  • Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
  • Menteri Pertambangan dan Energi (sejak 26 Oktober 1999)
  • Menteri Koordinator Politik Sosial Keamanan(Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)
  • Menteri Koordinator Politik Dan Keamanan(Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri) mengundurkan diri 11 Maret 2004
  • Presiden Republik Indonesia (2004-2014)

Penghargaan

  • Tri Sakti Wiratama (prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan kecerdasan intelektual), 1973
  • Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
  • Satya Lencana Seroja, 1976
  • Honor Graduate IOAC, Amerika Serikat, 1983
  • Satya Lencana Dwija Sista, 1985
  • Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989
  • Dosen Terbaik Seskoad, 1989
  • Satya Lencana Santi Dharma, 1996
  • Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996
  • Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996
  • Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
  • Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
  • Wing Penerbang TNI-AU, 1998
  • Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998
  • Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
  • Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
  • Bintang Dharma, 1999
  • Bintang Maha Putera Utama, 1999
  • Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
  • Bintang Asia (Star of Asia) oleh BusinessWeek, 2005
  • Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama oleh Sultan Brunei, 2006
  • Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam oleh Masyarakat Tanjung Alam dan Pewaris Kerajaan Pagaruyung, 2006
  • Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara oleh Lembaga Adat Melayu se-Provinsi Riau, 2007
  • Darjah Utama Seri Mahkota oleh Yang DiPertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin, 2008
  • Gelar Adat Melayu Jambi oleh Lembaga Adat Melayu Jambi
  • 100 tokoh Berpengaruh Dunia 2009 kategori Pemimpin & Revolusioner Majalah TIME, 2009
  • Patuan Sorimulia Raja oleh Lembaga Batak Puak Angkola, 2011
  • Knight Grand Cross in the Order of the Bath oleh Ratu Elizabeth II, 2012
  • Bapak Demokrasi Indonesia oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, 2012
  • Warga Kehormatan Kota Quito oleh Wali kota Quito, 2012
  • Guru Besar (Profesor) dalam bidang ilmu Ketahanan Nasional oleh Universitas Pertahanan Indonesia, 2014
  • Apresiasi atas berbagai upaya penting atas pemberantasan korupsi, dari Forum for Budget Transparency (FITRA), 2014
  • Order of Sikatuna with the Rank of Raja dengan kategori Grand Collar dari Pemerintah Filipina, 2014
  • Order of Temasek (First Class), dari Pemerintah Singapura, 2014
  • Global Statesmanship Award dari World Economic Forum (WEF), 2014
  • Penghargaan Jas Merah dari The Sukarno Center, 2014
  • Semeton Tamiu Utama Desa Pakraman Tampaksiring, 2014
  • Anakaji To Appamaneng Ri Luwu dari Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, 2014
  • Tominaa Ne Sando Tato, Gelar Adat Tana Toraja, 2014

Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah dicalonkan untuk menjadi penerima Penghargaan Perdamaian Nobel 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh. Selain itu, Susilo Bambang Yudhoyono telah menerima gelar Doktor Honoris Causa sebanyak 12 kali, yaitu:

  • Doktor Honoris Causa Bidang Hukum dari Universitas Webster, Inggris. (2005)
  • Doktor Honoris Causa Bidang Politik dari Universitas Thammasat, Thailand. (2005)
  • Doktor Honoris Causa Bidang Pembangunan Pertanian Berkelanjutan dari Universitas Andalas, Indonesia. (2006)
  • Doktor Honoris Causa Bidang Pemerintahan dan Media dari Universitas Keio, Jepang. (2006)
  • Doktor Honoris Causa Bidang Ekonomi dari Universitas Tsinghua, Republik Rakyat Tiongkok. (2012)
  • Doktor Honoris Causa Bidang Perdamaian dari Universitas Utara Malaysia. (2012)
  • Doktor Honoris Causa Bidang Kepemimpinan dan Pelayanan Publik dari Universitas Teknologi Nanyang, Singapura. (2005)
  • Doktor Honoris Causa Bidang Hukum Perdamaian dari Universitas Syiah Kuala, Aceh. (2013)
  • Doktor Honoris Causa dari Universitas Ritsumeikan, Jepang. (2014)
  • Doktor Honoris Causa Bidang Pendidikan dan Kebudayaan dari Universitas Soka, Jepang. (2014)
  • Doktor Honoris Causa dari Universitas Western Australia, Perth (2015)
  • Doktor Honoris Causa Bidang Pembangunan Berkelanjutan dari Institut Teknologi Bandung (2016)

Itulah artikel singkat seputar Biografi dan Profil Susilo Bambang Yudhoyono semoga kisah perjalanan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono ini bisa bermanfaat dan dapat memberikan inspirasi bagi pembaca sekalian.

Biografi dan Profil Jendral Sudirman Sebagai Pahlawan Nasional Indonesia

biografi jendral sudirman

Biografi dan Profil Jendral Sudirman (Soedirman) Beserta Riwayat Lengkapnya Sebagai Pahlawan Nasional Indonesia

InfoBiografi.Com – Jenderal Sudirman merupakan pahlawan nasional Indonesia yang dikenang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pahlawan nasional yang berasal dari Purbalingga ini merupakan panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama dan seorang perwira tinggi pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Biografi Singkat

Nama : Soedirman
Lahir : Purbalingga, 24 Januari 1916
Wafat : Magelang , 29 Januari 1950
Pasangan : Alfiah
Anak : Ahmad Tidarwono, Muhammad Teguh Bambang Tjahjadi, dan Taufik Effendi, serta empat orang putri; Didi Praptiastuti, Didi Sutjiati, Didi Pudjiati, dan Titi Wahjuti Satyaningrum
Orangtua : kandung – Karsid Kartawiraji (ayah) dan Siyem (Ibu)
Pangkat : Raden cokrosunaryo dan Tarsem

Riwayat Kelahiran Jendral Sudirman

Jenderal Sudirman adalah putra dari pasangan Karsid Kartawiraji dan Siyem yang lahir pada tanggal 24 Januari 1916 di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga. Ia lahir dirumah saudara Ibunya yang bernama Tarsem. Tarsem merupakan Istri dari Raden Cokrosunaryo yang merupakan paman dari jenderal Sudirman. Nama Soedirman merupakan nama yang diberikan oleh Pamannya. Karena kondisi Raden Cokrosunaryo yang lebih baik dari orangtuanya, lalu ia mengadopsi Soedirman kecil dan memberinya gelar Raden, sebuah gelar untuk kebangsawanan Jawa. Sampai Usia 18 tahun, Soedirman tumbuh dewasa tanpa diberitahu bahwa Cokrosunaryo bukanlan ayah kandungnya. Ketika COkrosunaryo pensiun dari camat pada akhir 1916, soedriman ikut keluarganya di Cilacap dan ia bergabung dengan organisasi Islam Muhammadiyah dan menjadi siswa yang rajin dan aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler.

Pendidikan Sudirman

Soedirman memperoleh pendidikan formal di sekolah Taman Siswa kemudian ia melanjutkan sekolahnya ke HIK (sekolag guru) namun tidak sampai tamat. Soedirman muda yang terkenal sebagai pribadi yang disiplin dan giat dalam beroganisasi seperti di Pramuka Hizbul dan kemudian ia menjadi seorang guru di sekolah HIS Muhammaddiyah di Cilacap. Karena kedisplinan dan jiwa pendidik dalam dirinya dan dipadukan dengan bekal pribadinya hingga ia bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.

Perlawanan Jendral Sudirman terhadap Jepang

Pendidikan militernya diawali dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor. Setelah selesai dari pendidikannya, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya.

Pada ketika itu Soedirman yang dikenal memiliki sikap tegas sering memprotes tindakan tentara Jepang yang sering berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu hingga suatu kali ia hampir dibunuh oleh tentara Jepang.

Pasca Indonesia merdeka dalam suatu pertempuran di Banyumas ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang. Itulah jasa pertama yang ia lakukan sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Hingga ia kemudian di angkat menjadi Panglima Divisi/Banyumas dengan Pangkat Kolonel saat terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) . Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 November 1945, ia terpilih menjadi penglima Besar TKR/Panglima Perang Republik Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. Ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, melainkan karena prestasinya.

Hingga ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, namun ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman akhirnya terlibat dalam pertempuran dengan tentara sekutu pada Demeser 1945.

Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya yang dikenal dengan agresi militer II Belanda, di Ibukota Negara RI yang saat itu berada di Yogyakarta, Jenderal Sudirman saat itu masih dalam keadaan sakit. Kondisi sudirman sangat lemah akibat penyakit paru-paru yang dideritanya, dan hanya tinggal satu paru-paru saja yang berfungsi.

Dalam Agresi yang dilakukan Belanda, hingga kemudian Belanda berhasil pula menguasai Yogyakarta. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet lainnya juga sudah ditawan. Melihat keadaan yang sedang darurat Sudirman tetap melakukan paerlawan terhadap Belanda karena ia ingat dengan tanggung jawabnya sebagai pimpinan Tentara. Meskipun saat itu Presiden Soekarno telah menganjurkannya untuk tetap tinggal didalam kota untuk melakukan perawatan.

Perang Gerilya

Maka dengan menggunakan Tandu, Jenderal Sudirman berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang Gerilya. Sekitar 7 bulan, ia berpindah tempat dari hutan yang satu ke hutan lainnya, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah, sementara itu persediaan obat-obatan juga hampir tidak ada.

Kepada pasukan yang di pimpinnya, ia selalu memberikan semangat dan petunjuk seakan ia sendiri tidak merasakan sakit yang luar biasa. Hingga pada akhirnya ia harus pulang dari medan perang karena keadaannya, ia tidak bisa lagi memimpin angkatan perang secara langsung, namun pemikirannya selalu dibutuhkan oleh pasukkannya.

Wafatnya Jenderal Sudirman

Jenderal Sudirman akhirnya meninggal pada usia yang masih muda yaitu 34 Tahun karena melawan penyakitnya. Ia meninggal pada tanggal 29 Januari 1950. Panglima Besar ini meninggal di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Dan Ia dinobatkan sebagai Pahlwan Pembela Kemerdekaan.

Jenderal Sudirman memiliki jiwa sosial yang tinggi, di masa pendudukan Jepang ia menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Keresidenan Banyumas, dna ia pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan.

Pengalaman Pekerjaan :

  • Guru di HIS Muhammadiyah di Cilacap
  • Pengalaman Organisasi:
  • Kepanduan Hizbul Wathan
  • Jabatan di Militer:
  • Panglima Besar TKR/TNI, dengan pangkat Jenderal Besar Bintang Lima
  • Panglima Divisi V/Banyumas, dengan pangkat Kolonel
  • Komandan Batalyon di Kroya
  • Tanda Penghormatan:
  • Pahlawan Pembela Kemerdekaan

Demikianlah artikel kali ini tentang Biografi dan Profil Jendral Sudirman yang dapat kami sajikan, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca atau menjadi literatur  dalam mencari informasi tentang Biografi dan Profil Jendral Sudirman.

Biografi dan Profil Lengkap R.A. Kartini Sebagai Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia

biografi ra kartini

Biografi dan Profil Lengkap R.A. Kartini Sebagai Pahlawan Emansipasi Kaum Wanita Indonesia 

InfoBiografi.Com – R.A Kartini merupakan salah satu tokoh wanita yang terkenal di Indonesia. Raden Ayu Kartini atau R.A.Kartini adalah sosok wanita pahlawan Nasional yang dikenal dengan kegigihannya memperjuangkan emansipasi wanita kala hidupnya. Untuk mengenal lebih jauh mengenai biografinya, berikut ini adalah biografi R.A.Kartini.

Biografi Singkat

Nama : Kartini
Nama Lain : Raden Ayu Kartini
Lahir : Jepara , 21 April 1879
Wafat : Rembang, 17 September 1904
Agama : Islam
Pasangan : K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
Orangtua : R.M. Sosroningrat (Ayah), M.A. Ngasirah (Ibu)
Gelar : Pahlawan Emansipasi Wanita

Biografi Lengkap R.A. Kartini

Kelahiran R.A.Kartini

R.A. Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Kota Jepara, karena kegigihannya itulah hari lahirnya kemudian diperingati sebagai hari Kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada bangsa Indonesia. Kartini lahir ditengah-tengah keluarga yang berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Karena itulah ia memperoleh gelar R.A (Raden Ajeng) didepan namanya. Gelar Raden Ajeng digunakan Kartini sebelum ia menikah, jika sudah menikah maka gelar kebangsawanan diganti menjadi Raden Ayu menurut tradisi Jawa.

Keluarga R.A.Kartini

Ayah Kartini yaitu Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini Lahir. Kartini merupakan putri pertama dari istri pertama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat namun bukan dari istri utama. Ayahnya merupakan putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati jepara, beliau ini merupakan kakek dari R.A Kartini. Ayahnya R.M. Sosroningrat merupakan orang yang terpandang sebab posisinya kala itu sebagai bupati Jepara kala Kartini dilahirkan.

Ibunya yaitu M.A.Ngasirah merupakan anak dari seorang Kiyai atau guru agama di Telukawur, kota Surabya. Jika ditelisik lebih dalam Kartini merupakan keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI, bahkan ada yang mengatakan bahwa Ayahnya berasal dari kerajaan Majapahit.

M.A.Ngasirah merupakan bukanlah putri dari keturunan bangsawan, melainkan hanya dari rakyat biasa saja. Karena pada peraturan kolonial Belanda yang ketika itu mengharuskan seorang Bupati harus menikah dengan bangsawan, akhirnya ayah Kartini kemudian mempersunting seorang wanita bernama Raden Adjeng Woerjan yang merupakan seorang Bangsawan keturunan langsung dari Raja Madura pada masanya. Setelah perkawinan itu, kemudian ayah Kartini diangkat menjadi Bupati Jeparaa menggantikan posisi ayah kandung dari Raden Adjeng Woerjan yaitu R.A.A. Tjitrowikromo.

Kehidupan R.A.Kartini dan Pemikirannya tentang emansipasi Wanita

Kartini merupakan anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan kiri. Dari saudara sekandungnya, Kartini merupakan putri tertua. Kakeknya adalah Pangeran Ario Tjondronegoro IV diangkat menjadi Bupati diusia 25 Tahun dan dikenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu bupati pertama yang memberi pendidikan Barat kepada anak-anaknya. Kakak kartini yaitu Sosrokartono seorang yang pintar dalam bidang bahasa.

Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Disana Ia belajar bahasa Belanda. Namun pada umur 15 tahun ia harus tinggal dirumah karena sudah bisa dipingit.

Karena kepandaiannya dalam berbahasa Belanda, maka dirumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat untuk teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satu teman yang mendukunya adalah Rosa Abendanon.Dari sanalah Kartini mulai tertarik dengan pola pikir yang dimiliki oleh perempuan Eropa dari surat kabar, majalah, serta buku yang ia baca.

Hingga kemudian ia mulai berpikir dan berusaha untuk memajukan perempuan pribumi karena dalam pikirannya kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah kala itu.

R.A. Kartini banyak membaca surat kabar atau majalah-majalah dari kebudayaan Eropa yang menjadi langganannya denga barbahasa Belanda. Di usianya yang masih 20 Tahun ia bahkan sudah banyak membaca buku karya Louis Coperus yang berjudul De Stille Kraacht, karya Van Eeden, Augusta de Witt serta berbagai roman-roman beraliran feminis yang kesemuanya berbahasa belanda, selain itu ia juga membaca buku karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta.

Ketertarikannya dalam membaca membuat ia memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. R.A.Kartini memberi perhatian khusu pada masalah emansipasi wanita dengan melihat perbandingan antara wanita eropa dan wanita pribumi. Selain itu ia juga menaruh perhatiannya pada masalah sosial yang terjadi. Menurutnya seorang wanita perlu mmeperoleh persamaan, kebebasan , otonomi serta kesetaraan hukum.

Pernikahan R.A.Kartini 

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan Bupati Rembang yaitu K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang telah memiliki tiga orang istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suami memberikan pengertian terhadap keinginan dari Kartini dan memberika kebebasan serta didukung untuk mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks perkantoran Rembang, atau saat ini gedung tersebut digunakan sebagai gedung pramuka.

Kelahiran Putra dan Wafatnya R.A.Kartini

R.A. Kartini melahirkan seorang Putra yang diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Namun 4 hari setelah melahirkan, tepatnya pada tanggal 17 September 1904 Kartini meninggal pada usia 25 Tahun, dan jasadnya dimakamkan di Desa Bulu, kecamatan Bulu, Rembang.

Didirikannya Yayasan Kartini

Berkat kegigihannya, kemudian didirikanlah Sekolah wanita oleh Yayasan Kartini di semarang pada tahun 1912, dan kemudian di dirikan di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cireboh dan daerah lainnya. Sekolah tersebut diberi nama “Sekolah Kartini”, Yayasan tersebut didirikan oleh keluarga Van Deventer. seorang tokoh Politik Etis.

Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon yang saat itu menjabat sebagai Menteri kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia-Belanda mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan oleh R.A Kartini kepada teman-temannya di Eropa. Bukunya diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

Penghargaan untuk R.A.Kartini

Dengan terbitnya surat-surat Kartini yang hanya seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda. Pemikiran-prmikian Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan Pribumi di Jawa. Selain itu atas pemikiran-pemikirannya pula yang menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, seperti W.R Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini. Lagu tersbut kini sangat populer dikalangan siswa di Indonesia, lagu ini menggambarkan inti perjuangan wanita untuk merdeka.

Hingga pada tanggal 2 Mei 1964 presiden Soekarno mengeluarkan instruksi berupa keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, yang berisi penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Soekarno juga menetapkan hari lahir Kartini, yakni pada tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini sampai sekarang ini.

Terdapat banyak perdebatan dan kontrovesi mengenai keaslian surat-surat yang ditulis oleh R.A.Kartini, karena hingga kini sebagian besar naskah asli surat kartini tidak dapat ditemukan, dan jejak keturuan J.H.Abendanon pun sulit untuk dilacak oleh pemerintahan Belanda. Hingga banyak kalangan yang meragukan kebenaran dari surat-surat Kartini.

Selain itu penetapan tanggal kelahiran R.A Kartini sebagai hari besar juga banyak diperdebatkan. Terdapat pihak yang tidak begitu menyetujuinya, mereka mengusulkan agar tidak hanya ada hari kartini, namun harus ada juga hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.

Alasan mereka mengusulkan hal tersebut agar tidak ada pilih kasih, karena masih ada pahlawan wanita lain yang ikut gigih memperjuangkan kemerdekaan untuk negara seperti Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, Martha Christina Tiahahu, dan lain-lain.

Buku-Buku R.A.Kartini

  1. Habis Gelap Terbitlah Terang
  2. Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
  3. Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904
  4. Panggil Aku Kartini Saja (Karya Pramoedya Ananta Toer)
  5. Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya
  6. Aku Mau … Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903.

Keturunan R.A.Kartini

Sebelum wafatnya R.A.Kartini memiliki seorang putra yang bernama R.M Soesalit Djojoadhiningrat hasil pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.

Putra Kartini sempat menjabat sebagai Mayor Jenderal pada masa kependudukan Jepang, kemudian ia memiliki putra yang bernama RM. Boedi Setiyo Soesalit (cucu R.A Kartini) yang kemudian menikah dengan seorang wanita bernama Ray. Sri Biatini Boedi Setio Soesalit.

Dari pernikahannya, RM. Boedi Setiyo Soesalit memiliki lima anak bernama RA. Kartini Setiawati Soesalit, kemudian RM. Kartono Boediman Soesalit, RA Roekmini Soesalit, RM. Samingoen Bawadiman Soesalit, dan RM. Rahmat Harjanto Soesalit.

Demikianlah artikel kali ini tentang Biografi dan Profil Lengkap R.A. Kartini yang dapat kami sajikan, semoga dapat menjadi materi yang bermanfaat bagi pembaca atau menjadi literatur yang tepat untuk pembaca dalam mencari informasi tentang Biografi dan Profil Lengkap R.A. Kartini .

Biografi dan Profil Kapitan Pattimura – Pahlawan Nasional asal Maluku

Biografi dan Profil Lengkap Kapitan Pattimura – Sejarah Perjuangan Sang Pahlawan Nasional asal Maluku

InfoBiografi.Com – Kapitan Pattimura merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat gigih berjuang melawan penjajah Belanda. Berikut biografinya.

Biografi Singkat Pattimura

Nama lengkap : Thomas Matulessy
Julukan : Pattimura
Lahir : Hualoy, Seram selatan, Maluku 8 Juni 1783
Wafat : Ambon, Maluku 16 Desember 1817
Orang tua : Frans Matulesi (Ayah) Fransina Silahoi (Ibu)

Biografi Lengkap Pattimura

Berdasarkan buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M.Sapija menuliskan “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayahnya yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.

Namun berbeda dengan pendapat dengan sejarawan Mansyur Suryanegara. Dia mengatakan dalam bukunya yang berjudul Api Sejarah bahwa Ahmad Lussy (dalam bahasa Maluku “Mat Lussy”), lahir di lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Dia adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah).

Gelar Kapitan

Berdasarkan sejarah yang dituliskan M.Sapija, gelar kapitan yang dimiliki oleh Pattimura berasal dari pemberian Belanda. Padahal tidak.

Menurut sejarawan Mansyur Suryanegara atas saran dari Abdul Gafur (leluhur bangsa Indonesia). Dilihat dari sudut sejarah dan antropologi adalah homo religosa (makhluk agamis). Keyakinan mereka terhadap suatu kekuatan di luar jangkauan akal pikiran mereka yang akhirnya menimbulkan tafsiran yang sulit dicerna rasio modern. Karena itulah tingkah laku sosialnya dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan alam yang mereka takuti.

Jiwa mereka bersatu dengan kekuatan-kekuatan alam, kesaktian-kesaktian khusus dimiliki seseorang. Kesaktian tersebut kemudian diterima sebagai suatu peristiwa yang suci dan mulia. Bila kekuatan tersebut melekat pada seseorang maka akan menjadi lambang kekuatan untuknya.

Pattimura merupakan pemimpin yang dianggap memiliki kharisma. Sifat tersebut melekat dan berproses turun temurun. Meskipun kemudian mereka sudah memeluk agama, namun secara genealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan. Dari sinilah sebenarnya sebutan “kapitan” yang melekat pada diri Pattimura itu bermula.

Perjuangan Pattimura

Sebelum melakukan perlawanan terhadap VOC, Pattimura pernah berkarier dalam dunia militer sebagai mantan sersan militer Inggris. Hingga pada tahun 1816, terjadi perpindahan kekuasaan dari kolonialisme Inggris ke tangan Belanda. Kedatangan Belanda sangat di tentang oleh Belanda, karena sebelum Inggris darang ke daratan Ambon. Belanda pernah menguasai daratan Ambon selama kurang lebih 2 Abad.

Selama kurun waktu 2 abad hubungan kemasyarakatan, politik dan ekonomi sangat buruk. Datangnya Belanda kali ini membawa aturan baru seperti monopoli politik, pemindahan penduduk, pajak atas tanah, dan mengabaikan Traktat london.

Akibatnya, Rakyat Maluku melakukan perlawanan angkat senjata untuk melawan Belanda di bawah pimpinan Pattimura. Pattimura diangkat menjadi pemimpin perjuangan melawan Belanda oleh Patih, ketua adat, dan para kapitan lainnya karena sifat kemimpinan dan ksatria yang ada pada diri Pattimura.

Karena perjuangan yang ia lakukan, Pattimura berhasil menggalang kekuatan dengan mengajak kerajaan ternate, Tidore, dan beberapa Raja di Jawa dan di Bali untuk membantu rakyat Maluku memerangi Belanda. Dengan kekuatan besar ini, Belanda sampai mengerahkan kekuatannya dibawah pipiman Laksamana Buykes, yang merupakan komisaris Jenderal Belanda.

Pejuangan Kapitan Pattimura dalam melawan Belanda yaitu untuk memperebutkan Benten Duurstede, pertempuran di pantai Waisisil dan jasirah Hatawano. Ouw-Ullath, Jasirah Hitu di pulau Ambon dan Seram Selatan.

Perang Pattimura dihentikan dengan adanya politik adu domba, tipu muslihat dan bumi hangus oleh Belanda. Pattimura bersama para tokoh pejuang lain yang bersamanya akhirnya dapat ditangkap. Pattimura ditangkap oleh pemerintah Kolonial Belanda disebuah Rumah di daerah Siri Sori Pattimura kemudian di adili di Pengadilan Kolonial Belanda dengan tuduhan melawan pemerintah Belanda.

Hukuman Dan Kematian Pattimura

Pattimura kemudian dijatuhi hukuman gantung, sebelum eksekusinya di tiang gantungan, Belanda ternyata terus membujuk Pattimura agar dapat bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda, namun Pattimura menolaknya.

Pattimura kemudian mengakhiri pengabdiannya di tiang gantungan pada tanggal 16 Desember 1817 di depan Benteng Victoria di Kota Ambon. Untuk jasa dan pengorbanannya itu, Kapitan Pattimura dikukuhkan sebagai “Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan” oleh pemerintah Republik Indonesia.

Itulah artikel singkat seputar Biografi dan Profil Kapitan Pattimura semoga kisah perjalanan Kapitan Pattimura ini bisa bermanfaat dan dapat memberikan inspirasi bagi pembaca sekalian.

Biografi dan Profil Mario Teguh Terlengkap Sebagai Motivator Terbaik Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Mario Teguh – Motivator Terbaik Indonesia

InfoBiografi.Com – Mario teguh merupakan motivator terbaik yang di miliki Indonesia, “Salam Super” merupakan kata pembukaan yang setiap kali diucapkan oleh Mario Teguh ketika memulai acaranya di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Karena kecerdasan dan pribadi yang ia miliki hingga banyak orang yang mencari biografi dari Mario teguh. Berikut ini merupakan biografi lengkap mario teguh.

Biografi Singkat Mario Teguh

Nama Asli : Sis Maryono Teguh
Nama Lain : Mario Teguh
Lahir : Makasar, 5 Maret 1956
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan :

  • Jurusan Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975.
  • Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (S-1).
  • Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.
  • Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA).

Pekerjaan : 

  • Konsultan
  • Pengusaha
  • Penulis
  • Filsuf

Pasangan : Aryani Soenarto dan Linna
Anak : Ario Kiswinar , Audrey Teguh dan Marco Teguh
Orangtua : Gozali teguh (Ayah) Siti Maria (Ibu)

Biografi Lengkap Mario Teguh

Mario teguh merupakan motivator handal di Indonesia yang terkenal berkat acaranya di salah satu stasiun televisi swasta dengan memberikan kata-kata bijak dan motivasi. Mario teguh memiliki nama asli Sis Maryono Teguh.

Pendidikan Mario Teguh

Mario teguh sejak kecil terkenal cerdas, terbukti ia sempat bersekolah di Amerika Serikat di New Trier West High (Sekolah Setingkat SMA) di jurusan Arsitektur di tahun 1975.

Lulus dari New Trier West High , Mario teguh kembali ke Indonesia dan melanjutkan pendidikannya di IKIP dengan jurusan Linguistik dan pendidikan bahasa Inggris. Setelah itu ia kembali melanjutkan pendidikannya di Jepang, dan mengambil jurusan International Business di Sophia University. Lulus sari Jepang, Mario melanjutkan kembali pendidikannya ke Amerika yaitu di Indiana university mengambil jurusan Operations Systems dan tamat pada tahun 1983 dengan gelar MBA di usianya 27 tahun.

Awal Karir Mario teguh

Setelah lulus dari pendidikannya, Mario teguh tidak langsung terjun kedalam dunia entertaiment, ia mengawali karirnya menjadi Head of Manager, BIMC, Zamre Ab. Wahab. dan kemudian setelah kembali di Indonesia ia tertarik bekerja sebagai head of Sales di Citibank Indonesia dari tahun 1983-1986.

Dari citibank, ia pindah bekerja di BSB Bank tahun 1986-7989 sebagai Manager Business Development. Kemudian ia ditawari untuk bekerja di Aspac bank sebagai Vice President Marketing & Organization Development selama empat tahun. Pada tahun 1994 ia memutuskan untuk bekerja exnal Corp Jakarta hingga saat ini.

Awal Menjadi Motivator 

Pengalamannya yang banyak dalam bidang bisnis menjadikan mario teguh sering menjadi pembicara di program Business Art di O’Channel tahun 2007. Karena kapintarannya berbicara dan menyusun kalimay yang apik serta memiliki ciri khas menyenangkan membuatnya ditawari menjadi seorant motivator dalam acara Golden Ways. Dari program itulah nama mario teguh dikenal hingga saat ini, dan berbagai penghargaan telah diraihnya.

Selain dikenal sebagai motivator, Mario Teguh juga dikenal sebagai konsultan, pengusaha, psikolog, dan penulis. Beberapa buku yang ditulisnya seperti Becoming a Star, One Million Second Chances, Life Changer dan Leadership Golden Ways.

Kehidupan Pribadi Mario Teguh

Tentang kehidupan pribadinya, Mario teguh memiliki istri yang bernama Linna Teguh dan dari pernikahannya dikaruniani dua anak, yaitu Audrey teguh dan Marco teguh. Sedangkan akhir-akhir ini terdapat pernyataan dari anak laki-laki yang mengaku sebagai anak biologi dari Mario Teguh. Namun pernyataan tersebut disanggah oleh motivator tersebut dan menyatakan bahwa Ario Kiswinar bukanlah anak kandungnya. Dikutip dari berbagai media, ternyata mario teguh pernah melaksanakan pernikahan pertamanya dengan wanita bernama Aryani Soenarto sebelum menikahi Linna Teguh.

Itulah artikel singkat seputar Biografi dan Profil Mario Teguh semoga kisah perjalanan Mario Teguh ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Biografi dan Profil Lengkap Presiden Soekarno Dari Awal Sampai Akhir

biografi soekarno

Biografi dan Profil Lengkap Soekarno Beserta Riwayat Hidupnya Dari Awal Sampai Menjadi Presiden Pertama Indonesia

InfoBiografi.Com – Siapa yang tidak kenal dengan Tokoh Soekarno yang merupakan Pelopor atas kemerdekaan Indonesia dan menjadi sekaligus pencetus Pancasila. Soekarno merupakan tokoh penting yang paling banyak dikagumi di Indonesia, Soekarno merupakan Presiden pertama Indonesia yang akrab dibanding dengan Bung Karno berasal dari Blitar yang merupakan pahlawan Proklamasi bersama Mohammad Hatta atau akrab di panggil Bung Hatta.

Banyaknya orang yang mengagumi tokoh Bung Karno banyak juga orang yang mencari tentang biografi dari Bung karno. Ir.Soerkarno dikenal sebagai bapak pendiri bangsa yang memiliki kegigihan, ketabahan, dan semnagat membara untuk memerdekakan Indonesia. Ir.Soekarno merupakan sosok yang disegani oleh teman maupun lawan. Soekarno mendapat julukan Singa Podium karena disetipa pidotanya selalu memiliki semngat yang tinggi dan berapi-api hingga mampu membakar semangat seluruh rakyat Indonesia. Dengan biografi ini kami mengajak anda untuk lebih mengenal sejarah hidup presiden pertama Indonesia yaitu Ir.Soekarno.

Biografi Singkat Ir.Soekarno

Nama Asli : Koesno Sosrodiharjo
Nama Ganti : Soekarno
Lahir : Surabaya 6 Juni 1901
Wafat : Jakarta 21 Juni 1970
Makam : Kota Blitar, Jawa Timur
Kebangsaan : Indonesia
Orangtua : Soekemi Sosrodihardjo (Bapak), Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu)
Gelar : Pahlawan Indonesia
Pasangan : Siti Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi Soekarno, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar
Anak :

  • Putra: Guruh Soekarnoputra, Guntur Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Taufan Soekarnoputra, Totok Suryawan,
  • Putri: Megawati Soekarnoputri, Kartika Sari Dewi Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Ayu Gembirowati, Rukmini Soekarno,

Pendidikan :

  • Pendidikan sekolah dasar di Eerste Inlandse School, Mojokerto
  • Pendidikan sekolah dasar di Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto (1911)
  • Hoogere Burger School (HBS) Mojokerto (1911-1915)
  • Technische Hoge School, Bandung (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) (1920)

Penghargaan :

  • Penghargaan Perdamaian Lenin (1960)
  • Bintang Kehormatan Filipina (1965)
  • Doktor Honoris Causa dari 26 Universitas
  • The Order Of The Supreme Companions of OR Tambo (Presiden Afsel – 2005)

Biografi Lengkap Ir.Soekarno

Soekarno dilahirkan dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai di Surabaya pada tanggal 06 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodiharjo, namun kare sering sakit, orangtua nya mengganti nama menjadi Soekarno.

Ayah dan ibu beliau bertemu di Bali ketika ayahnya menjadi guru di Bali dan Ibunya merupakan bangsawan di Bali, Soekarno memiliki saudara kandung perempuan bernama Sukarmini.

Masa Kecil Soekarno

Tentang masa kecil Presiden soekarno, beliau hanya sedikit menghabiskan masa kecil bersama orangtuanya di Blitar. Hingga kemudian beliau tinggal bersama Kakeknya bernama Raden Hardjoko di Tulung Agung jawa Timur, disana beliau sempat bersekolah walapu tidak sampai selesai karena beliau ikut dengan orangtuannya pindah ke Mojokerto.

Pendidikan Soekarno

Di Mojokerto Ayahnya memasukan Beliau disekolah yang dengan tempat Ayahnya menjadi guru, namun pada tahun 1911 Ayahnya memindahkannya sekolah ke ELS (Europeesche Lagere School) untuk lebih mudah masuk keHBS (Hogere Burger School) di Surabaya. Setelah tamat dan bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Cokroaminoto yang merupakan kawan dari ayah Soekarno yang dikenal sebgai pendiri dari Serikat Islam (SI).

Di rumah Cokroaminoto, Soekarno muda mulai belajar berpolitik dan juga belajar berpidato meskipun cenderung ia lakukan sendiri di depan cermin di kamarnya. Di sekolahnya yaitu Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno mendapat banyak ilmu pengetahuan.

Setelah lulus dari Hoogere Burger School atau HBS pada tahun 1921, Soekarno kemudian pindah ke bandung dan tinggal dirumah Haji Sanusi dan melanjutkan studinya ke Technische Hoogeschool (THS) jurusan teknik sipil yang sekarang menjadi ITB dan lulus pada tanggal 25 mei 1926 dengan gelar Ir (insinyur).

Perjuangan Ir. Soekarno

Lulus dari THS, Ir.Soekarno kemudian mendirikan Biro Insinyur pada tahun 1926 bersama Ir.Anwari yang mengerjakan desain dan rancang bangunan. Disinilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia (PNI) yang berdiri pada 4 Juli 1927. Disinilah Beliau mengamalkan ajaaran Marhaenisme yang bertujuan agar bangsa Indonesia bisa Merdekan dan lepas dari Jajahan Belanda.

Dari keberaniannya inilah yang membuat Soekarno di tangkap oleh Belanda di Yogyakarta dan memasukannya ke penjara Banceuy di Bandung pada bulan Desember 1929. Pada tahun 1930 Spekarno di pindahkan ke penjara Sukamiskin, dan disanalah Soekarno membuat Pledoi yang fenomenal yaitu Indonesia Menggugat.

Pada tanggal 31 Desember 1931 Soekarno di bebaskan, dan pada tahun 1933 Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo) yang merupakan pecahan dari PNI.

Soekarno kembali ditangkap oleh Soekarno pada bulan Agustus 1933 dan mengasingkannya ke Flores. Karena jarak yang jauh, membuat Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya. Pada tahun 1938 Soekarno dibuang ke Bengkulu, dan disinilah Beliau bertemu dengan Mohammad Hatta dan Ibu Fatmawati.

Pada tahun 1942 kekuasaan Belanda berakhir setelah Jepang masuk menyerbu Indonesia. Diawal kependudukannya, Jepang tidak memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga pada akhirnya pada tahun 1943 jepang menyadari pentingnya para tokoh-tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh Pergerakkan indonesia, salah satunya adalah Ir.Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propraganda Jepang.

Pada akhirnya para tokoh pergerakan nasional mulai berkerja sama dengan pemerintah penduduk jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia. Meskipun ada pula tokoh yang menganggap Jepang Fasis yang berbahaya dan melakukan gerakan perlawanan seperti Sultan Sjahrir dan Sjarifuddin.

Pada bulan Agustus 1945, Ir.Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi yang merupakan pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Disana Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdeka dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab Indonesia sendiri.

Peristiwa Rengasdengklok

Setelah Soekarno kembali ke Indonesia terjadilah peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Yang ketika itu para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia, yang saat itu Indonesia sedang ada masa vakum dari kekuasaan jepang yang diakibatkan Jepang telah menyerah dan pasukan sekutu belum tiba.

Pada akhirnya, Soekarno dan tokoh-tokoh lainnya mulai menyiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang BPUPKI dilakukan pembentukan panitia kecil untuk diadakannya upacara proklamasi yang terdiri dari delapan 0rang resmi di bentuk.

Kemerdekaan Indonesia 

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya dan teks proklamasi dibacakan secara langsung oleh Ir.Soekarno, Pada tanggal 18 Agsutus 1945 Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden dan Wakil presiden RI dikukuhkan oleh KNIP.

Sekutu Kembali Melakukan Serangan

Setelah proses kemerdekaan Indonesia terjadi, kemerdekaan yang telah didapatkan itu tidak dapat langsung dinikmati oleh warga Indonesia, karena pada tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui adanya kemerdekaan di Indonesia dan berusaha menjajah kembali Indonesia.

Berbagai macam gencatan dan serangan yang dilakukan dari pihak sekutu tidak membuat rakyat Indonesia menyerah. Seperti peristiwa yang terjadi di Surabaya yang ketika itu pasukan Belanda dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby yang berusahan kembali menyerang Indonesia.

Namun rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigih terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan hungga akhirnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby tewas dan pemerintahan Belanda menarik pasukannya kembali ke Belanda. Perang tersebut tidak hanya terjadi di kota surabaya namun terjadi hampir disetiap kota.

Dengan adanya serangan tersebut membuat Indonesia secara resmi mengadukan agresi militrer Belanda ke PBB, karena serangan tersebut dianggap telah melanggar perjanjian internasinal yaitu perjanjian linggajati.

Meskipun telah dilaporkan ke PBB, Belanda masih tetap melakukan agresinya. Hingga pada akhirnya atas pemintaan India dan Australia pad 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan oleh Belanda dimasukan dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, dan akhirnya dikeluarkanlah Resolusi No 27 tanggal 1 Agustus 1947 yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata di hentikan.

Dan atas tekanan dari Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947 pemerintah Belanda menyatakan menerima resolusi dan akan menhentikan pertempuran.

Setelah pengakuan kedaulatan dari pemerintah Belanda, Presiden Soekarnao dan Mohammad Hatta kembali di angkat menjadi Presiden dan Wakil presiden Republik Indonesia Serikat. Dan karena adanya tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950 RIS diubah kemballi menjadi Republik Indonesia dimana Ir.Soekarno dan Mohammad Hatta masih menjadi wakilnya.

Terjadinya Pemberontakan G30S/PKI

Pada tahun 1960 terjadilan pergolakan politik yang amat hebat terjadi di Indonesia, yaitu adanya pemberontakan G30-S/PKI yang melahirkan krisis politik di Indonesia. Hingga Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan.

Namun Presiden Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena menilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dnegan pandangan Nasional, Agama dan Komunisme. Karena sikapnya tersebut akhirnya melemahkan posisinya dalam dunia Politik.

Lima bulan setelah peristiwa tersebut dikeluarkanlah surat perintah sebelas maret (SUPERSEMAR) yang ditandatangani oleh Soekarno yang isinya berupa perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu digunakan untuk menjaga keamanan pemerintah dan keselamatan pribadi.

Surat perintah tersebut digunakan oleh Soeharto yang saat itu menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden sebelumnya berhalangan.

Pada hari minggu tanggal 21 Juni 1970, Presiden Soekarno membacakan pidatonya yang isinya mempertanggung jawabkan atas sikapnya terhadap peristiwa G30S dan pidatonya ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Ir.Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.

Wafatnya Ir.Soekarno

Hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.

Demikianlah artikel tentang  Biografi dan Profil Presiden Soekarno yang dapat kami sampaikan melalui posting ini, semoga dapat di gunakan sebagai literatur yang bermanfaat untuk anda. Baca juga posting menarik lainnya di bawah ini.