Profil Aminuddin Ma’ruf – Staf Khusus Presiden Jokowi Kalangan Milenial

Profil Aminuddin Ma’ruf – Aminuddin Ma’ruf ditunjuk menjadi salah satu staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial. Presiden Jokowi memperkenalkan tujuh orang itu kepada pers di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 21 november 2019 lalu.

Aminuddin Ma’ruf adalah Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016. Aminuddin memiliki tugas khusus dari Presiden Joko Widodo, yaitu berkomunikasi dan berhubungan dengan kelompok-kelompok strategis.

Tugas tersebut bersinggungan langsung dengan mahasiswa se-nusantara termasuk para santri di Tanah Air.

Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016 tersebut berpesan sebagai anak desa dan seorang santri, masyarakat tidak boleh lupa dan patut bangga dalam menjadi bagian dari masa depan Indonesia.

“Santri tidak hanya mengaji, tapi juga mengkaji banyak hal terkait ilmu pengetahuan,” katanya.

Mengenal lebih dekat Aminuddin Ma’ruf, anak petani yang menjadi Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial, berikut ini.

Baca Juga : Profil Gracia Billy Yosaphat Membrasar

Profil Aminuddin Ma’ruf

Aminuddin Ma’ruf, pria kelahiran Karawang, 27 Juli 1986 merupakan Putra bungsu dari tujuh saudara yang dibesarkan dari keluarga petani di Desa Tanahbaru Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Sejak kecil, ia sudah merasakan kehidupan dengan beragam keterbatasan. Namun hal tersebut tidak membuat semangatnya surut untuk mencapai cita-cita.

Meskipun lahir dari latar belakang keluarga petani, Aminuddin cukup jarang bersentuhan dengan lingkungan sawah. Sebab kedua orang tuanya yang justru melarang untuk ikut bekerja secara langsung disawah. Namun, karena sifat gigihnya, ia etap memilih ikut terlibat untuk membantu orang tuanya saat musim panen padi tiba.

Siapa sangka, saat ini pria yang lahir dari latar belakang keluarga petani malah ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai staf khusus presiden.

Baca Juga : Profil Ayu Kartika Dewi

Karir Aminuddin Ma’ruf

Aminuddin Ma’ruf merupakan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016. Namun sebelum menjadi ketua PMII, Aminuddin terlebih dahulu dipercaya sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Meskipun aktif berorganisasi, tak menjadikannya sebagai halangan untuk tetap menimba ilmu setinggi langit.

Aminuddin Ma’ruf berhasil menyelesaikan pendidikan SI-nya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). dan S2-nya dilanjutkan di Universitas Trisakti Jakarta.

Baca Juga : Profil Putri Indahsari Tanjung

Setelah tidak lagi menjadi ketua PMII, Aminuddin Ma’ruf pernah ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2019.

Dan ditahun 2019 ini, Aminuddin Ma’ruf dipilih langsung dari Presiden Jokowi untuk menjadi salah satu staf khusus presiden dari kalangan milenial bersama enam anak muda berprestasi lainnya.

Ma’ruf mengatakan, setelah diangkat menjadi staf khusus Presiden Jokowi, ia ditugaskan untuk menjalin komunikasi secara intens dengan kelompok-kelompok santri dan mahasiswa.

Baca Juga : Profil Angkie Yudistia

“Saya diberikan tugas untuk berkomunikasi intens dengan kelompok-kelompok yang salah satunya kelompok santri, pemuda, mahasiswa dan lembaga sosial keagamaan dan lain-lain,” ujarnya. Lebih lanjut, Ma’ruf mengatakan, tujuh staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial, bertugas menjadi teman diskusi presiden. “Kemarin yang dikenalkan Presiden Jokowi 7 orang itu, tugas utamanya adalah memberikan masukan inovasi dan gagasan terobosan terhadap program prioritas yang sudah ditetapkan oleh presiden,” Ujarnya.

Selain Aminuddin Ma’ruf , ada 6 staff khusus presiden dari kalangan milenial lainnya yaitu Angkie Yudistia (CEO Thisable Enterpise), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru), Putri Indahsari Tanjung (CEO CreativePreneur Event), Ayu Kartika Dewi (Pendiri SabangMerauke) , Andi Taufan Garuda Putra (Pendiri Amartha) dan Gracia Billy Yosaphat Membrasar (CEO Kitong Bisa) akan membantu Jokowi sebagai staf khusus.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Aminuddin Ma’ruf. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Gracia Billy Yosaphat Membrasar – Mahasiswa Cerdas Asal Papus yang Jadi Staff Khusus Presiden Jokowi

Profil Gracia Billy Yosaphat Membrasar – Gracia Billy Yosaphat Membrasar, pemuda asal Papua yang dipercaya menjadi salah satu staf khusus presiden Jokowi dari kalangan milenial.

Namanya termasuk salah satu dari 6 lainnya yang disebut Presiden Joko Widodo ketika mengumumkan komposisi staf khususnya di Istana Negara, Jakarta. “Billy adalah putra tanah Papua, lulusan ANU (Australian National University) dan sekarang, sebentar lagi, selesai di Oxford. Oktober akan masuk ke Harvard untuk S3-nya,” ujar Presiden di beranda Istana Negara, Jakarta.

“Billy adalah talenta hebat tanah Papua yang kita harapkan ke depan berkontribusi dengan gagasan positif,” lanjut dia.

Saat ini Billy sedang menempuh pendidikan S2 di University of Oxford, Inggris dan telah menamatkan pendidikan di Australian National University dengan gelar Master of Business Administration (MBA), Sustainability Management.

Billy juga memiliki gelar sarjana sains dari University of London, dan dalam waktu dekat ini, billy akan melanjutkan pendidikan doktoralnya dengan beasiswa afirmasi dari LPDP di Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Mengenal lebih dekat Gracia Billy Yosaphat Membrasar dengan mengetahui profil dari Billy berikut ini.

Baca Juga : Profil Angkie Yudistia

Profil Gracia Billy Yosaphat Membrasar

Gracia Billy Yosaphat Membrasar lahir di Serui, Kepulauan Yapen, Papua. Billy terlahir dari dari keluarga kurang mampu. Ayahnya berprofesi sebagai guru dan ibunya membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kue. Tak jarang, sewaktu kecil Billy sering ikut membantu sang ibu untuk berjualan kue.

Billy memiliki hoby bernyanyi, dimasa kecilnya untuk menutupi kebutuhan hidup, ia bernyanyi dimana saja. Seperti di acara pernikahan, dikafe bahkan mengamen di jalan-jalan.

Billy hidup dengan keterbatasan, rumah Billy tidak dialiri listrik. Pelita menjadi teman ketekukan Billy untuk tetap melahap semua buku-buku pelajaran.

Keterbatasan tidak membuat Billy jatuh, ia tetap belajar dengan tekun dan kecerdasannya mulai terlihat ketika ia lulus SMP. Billy mendapatkan beasiswa menempuh pendidikan SMA di Jayapura dari Pemerintah Povinsi Papua.

Saat itu, Billy menjadi lulusan terbaik dari sembilang kabupaten yang mendapat beasiswa afirmasi dari pemerintah dan ia diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB.

Baca Juga : Profil Lengkap Wishnutama 

Perjalanan Karir

Billy pernah diundang untuk magang oleh Pemerintah Amerika Serikat dan berbicara di depan State Department AS.

Dalam kunjungannya ke Gedung Putih, Billy yang merupakan penggemar Ir.Soekarno ini sempat bertemu dan berjabat tangan dengan Barack Obama.

Setelah lulus dari kuliah, Billy mendapatkan pekerjaan bergensi dari salah satu perusahaan minyak dan gas asal Inggris. Namun, meskipun mendapatkan pekerjaan dengan gaji fantastis tidak Billy bahagia.

Setelah melakukan banyak pertimbangan, akhirnya ia meninggalkan pekerjaannya. Ia melepas jabatan diperusahaannya dan memilih berfokus mengurus lembaga “Kitong Bisa” yaitu lembaga yang didirikan sejak tahun 2009, yang memfokuskan diri pada persoalan pendidikan anak-anak papua.

Kitong bisa yang berarti “kita bisa” berfokus pada anak-anak Papua agar bisa meraih pendidikan meskipun berasal dari keluarga kurang mampu.

Saat ini, Kitong bisa telah mengoperasikan sembilan pusat pendidikan di Papua dan Papua Barat. Dengan jumlah relawan sebanyak 158 yang mengajar sekitar 1.100 anak.

Baca Juga : Profil Putri Indahsari Tanjung

Yayasan Kitong Bisa mendapatkan dana yang bersumber dari dua anak perusahaan yaitu Kitong Bisa Consulting dan Kitong Bisa Enterprise.

Berkat aktivitasnya di yayasan Kitong Bisa, Billy dapat menempuh pendidikan di Australian National University dan Oxford University di Inggris dengan Beasiswa.

Billy juga menjabat sebagai konsultan untuk Proyek Sektor Publik, seperti di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, memberi nasihat tentang Pendekatan Pembangunan Manusia untuk Provinsi Papua dan Papua Barat.

Selain itu Billy juga menyusun tim revitalisasi Sekolah Kejuruan untuk Provinsi Papua Barat, dan sedang bekerja menyusun Konsep Investasi Inisiatif Hijau yang Inklusif untuk Masyarakat Asli Papua, dengan organisasi Perdagangan Berkelanjutan IDH.

Baca Juga : Profil Ayu Kartika Dewi

Berkat inisiatif untuk membangun Papua dan Papua Barat, Billy banyak menerima penghargaan termasuk pengakuan internasional dan liputan medis yang luas.

Billy berhasil membuktikan meski berasal dari keluarga tidak mampu di Papua, kini ia menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi.

Selain Gracia Billy Yosaphat Membrasar , ada 6 staff khusus presiden dari kalangan milenial lainnya yaitu Angkie Yudistia (CEO Thisable Enterpise), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru), Putri Indahsari Tanjung (CEO CreativePreneur Event), Ayu Kartika Dewi (Pendiri SabangMerauke) , Andi Taufan Garuda Putra (Pendiri Amartha) dan Aminuddin Ma’ruf (mantan Ketua PMII) akan membantu Jokowi sebagai staf khusus.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Gracia Billy Yosaphat Membrasar. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Ayu Kartika Dewi – Pendiri Lembaga Sabang Merauke Jadi Staf Khusus Presiden Kalangan Milenial

Profil Ayu Kartika Dewi – Nama Ayu Kartika Dewi mencuri perhatian setelah ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai staf khusus dari kalangan milenial di Istana Merdeka.

Presiden Jokowi meyebut Ayu Kartika Dewi adalah salah satu anak muda yang memiliki misi mulia untuk merekatkan persatuan di tengah kebhinekaan, menjadi pendiri dan mentor lembaga SabangMerauke 1000 Anak Bangsa Merantau untuk Kembali.

Baca Juga : Profil Angkie Yudistia

Lalu siapa sosok Ayu Kartika Dewi?

Profil Ayu Kartika Dewi

Ayu Kartika Dewi, wanita kelahiran Banjarmasin 36 tahun silam. Berdasarkan informasi yang didapatkan, Ayu menempuh pendidikan menengah pertama di SMP N 1 Balikpapan, kemudian melanjutkan sekolah di SMAN 5 Surabaya.

Setelah itu, Ayu melanjutkan kuliah di urusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair). Selama menjadi mahasiswa, Ayu pernah meraih banyak prestasi.

Beberapa prestasinya yaitu hasil skripsinya terpilih untuk mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank, menjadi presenter terbaik Student Grant seluruh Indonesia, Mahasiswa Berprestasi Peringkat Pertama FE Unair 2 tahun berturut-turut, dan peringkat ke-4 se-Unair pada 2003.

Baca Juga : Profil Lengkap Wishnutama 

Dilansir dai laman Linkedln miliknya, pasca lulus dari kuliah, Ayu memilih bekerja di P&G di Singapura sebagai Consumer Insights Manager dari 2007 hingga 2010. Namun, disaat karirnya cemerlang, Ayu justru keluar dari zona nyaman.

Ayu memilih untuk gabung bersama Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan. Ayu menjadi angkatan pertama Indonesia Mengajar dan saat itu dia ditugaskan mengajar di SD di Maluku Utara.

Pada tahun 2013, ayu mendirikan SabangMerauke yaitu sebuah program pertukaran pelajar antar-daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. Saat ini Ayu menjabat sebagai mentor pada Board of Directors SabangMerauke.

Banyak hal yang dilakukan Ayu demi pendidikan anak-anak di Indonesia. Berkat itu juga, Ayu mendapatkan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship untuk melanjutkan kuliah di Duke University – Fuqua School of Business, Amerika Serikat. Lulus dengan gelar MBA, Ayu sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey selama tiga bulan pada 2014.

Lalu selanjutnya pada tahun 2015, Ayu bekerja sebagai Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan sempat bekerja sebagai staf di Unit Kerja Presiden (UKP4).

Baca Juga : Profil Putri Indahsari Tanjung

Selain itu, Seiring dengan organisasi SabangMerauke yang dibangunya, Ayu juga aktif dalam organisasi yang berfokus pada pendidikan perdamaian dan pembangunan karakter, Indika Foundation sebagai Managing Director.

Dan kini, Ayu Kartika Dewi ditunjuk sebagai salah satu staf khusus Jokowi dalam bidang sosial, ia akan fokus mengurusi isu tentang perdamaian dan toleransi.

“Kalau orang-orang bisa berpikir kritis, Indonesia bisa lebih maju dan karena saya peduli banget dengan perdamaian, bisa berkolaborasi, harusnya Indonesia bisa lebih damai, kita ngomongin toleransi tidak jauh-jauh dari kemampuan orang berpikir kritis,” ujar Ayu saat dikenalkan Jokowi di Istana Merdeka.

Selain Ayu Kartika Dewi, ada 6 staff khusus presiden dari kalangan milenial lainnya yaitu Angkie Yudistia (CEO Thisable Enterpise), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru), Putri Indahsari Tanjung (CEO CreativePreneur Event), Gracia Billy Yosaphat Membrasar (Pemuda asal Papua peraih beasiswa kuliah di Oxford), Andi Taufan Garuda Putra (Pendiri Amartha) dan  Aminuddin Ma’ruf (mantan Ketua PMII) akan membantu Jokowi sebagai staf khusus.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Ayu Kartika Dewi – Pendiri Lembaga Sabang Merauke Jadi Staf Khusus Presiden Kalangan Milenial. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Adamas Belva Syah Devara – CEO Ruangguru & Staf Khusus Presiden Jokowi

Profil Adamas Belva Syah Devara – Adamas Belva Syah Devara adalah CEO Ruangguru yang kini ditunjuk sebagai salah satu dari tujuh staff khusus presiden Joko Widodo dari kalangan milenial untuk membantu tugas presiden sebagai staf khusus.

Adamas Belva Syah Devara menjadi milenial pertama yang diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai staff milenial di Istana Merdeka pada 21 November 2019.

“Pertama saudara Adamas Belva Syah Devara, umur 29 tahun, S2 ganda lulusan Harvard University dan Stanford University di Amerika Serikat,” Kata Presiden.

Baca Juga : Profil Angkie Yudistia

Adamas Belva Syah Devara atau biasa disapa Belva, adalah pemuda berusia 29 tahun lulusan Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, dan Harvard university yang kini menjabat sebagai CEO Ruangguru.

Mengenal lebih dekat dengan Adamas Belva Syah Devara CEO Ruangguru.

Profil Adamas Belva Syah Devara

Adamas Belva Syah Devara bukan terlahir dari keluarga berada dengan tingkat ekonomi tinggi. Ia lahir sebagai sulung dari 3 bersaudara dari pasangan Tri Harsono dan Murni Hercahyani yang berprfesi sebagai pegawai negeri sipil.

Lulus dari SD Tunas Jaka Sampurna, Belva lalu melanjutnya pendidikan menengah pertama di SMP Al Azhar 4 dan SMA Presiden yang ia tempuh dengan beasiswa sepenuhnya berkat prestasinya.

Selanjutnya Belva menyelesaikan sarjana di NTU, dan lalu melanjutkan pendidikan magister di dua Stanford University, dan Harvard university.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Amerika Serikat, pada tahun 2016 Belva memutuskan untuk kembali ke tanah air untuk fokus membesarkan Ruangguru yang sebelumnya telah dikelola oleh Iman Usman.

Baca Juga : Profil Lengkap Wishnutama 

Dibawah komandonya, Ruangguru berkembang pesat hingga lima kali lipat. Yang awalnya hanya platform pendidikan kecil, kini Ruangguru menjadi startup teknologi edukasi terbesar di Indonesia, yang saat ini menjangkau lebih dari 15 juta siswa di seluruh Indonesia dan 300.000 guru.

Di Ruangguru tidak hanya sebatas bimbel untuk pelajar SD-SMP-SMA, namun juga persiapan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan seleksi STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara).

Selain itu, disediakan juga layanan belajar online dan offline, serta mengkombinasikan belajar secara tatap muka dengan guru private dan online melalui aplikasi ruangguru.

Belva sendiri pernah diundang oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, yang dihadiri 19 menteri guna memberikan pandangan dalam menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat di dunia pendidikan.

Ditahun 2017, Ruangguru pernah mendapat kucuran pendanaan seri B senilai S$7 miliar dari lembaga investasi Bank UOB, dan tahun 2018 mendapatkan pendanaan hibah dari program MIT Solve yang ditujukan untuk program Ruangguru Digital Bootcamp.

Aplikasi Ruangguru menjadi aplikasi belajar terpopuler 2018 berdasarkan Google Play User’s Choice Award 2018 dan memperoleh rating tertinggi untuk aplikasi belajar di Indonesia, dengan rating 4.7/5.

Belva dan Iman Usman mendapatkan penghargaan sebagai pemuda di bawah usia 30 tahun tersukses dalam bidang consumer technology versi majalah Forbes Asia. Selain itu ada pula penghargaan Under 40 The Vanguards 2018 dari majalah Prestige, ASEAN 40 Under 40 oleh ASEAN Advisory 2018, Atlassian Foundation MIT SOLVE Grantee 2017, Australian DFAT MIT SOLVE Grantee 2017, dan GSMA Innovation Fund Grantee 2017.

Baca Juga : Profil Lengkap Rosianna Silalahi

Staf Khusus Presiden

Belva juga mengaku proses komunikasinya dengan Presiden Jokowi untuk menjadi stafsus sudah cukup lama.

“Proses panjang, saya dengan Bapak Presiden sudah sering berdiskusi mengenai sektor pendidikan. Saya pernah diundang rapat terbatas di Istana Bogor pada 2017, jadi sudah 2 tahun yang lalu dan sempat bertemu di kesempatan yang lain di ITB, acara Kemendikbud, jadi memang prosesnya panjang. Menurut saya ini kesempatan untuk belajar dari beliau dan berkontribusi di sektor kami masing-masing,” ujar Belva.

Belva mengaku sebelumnya tidak pernah terbayang menjadi salah satu stafsus. Ia berterima kasih dan mengapresiasi hal ini, karena tidak terbayangkan di pemerintahan sebelumnya dan di negara lain, anak-anak muda bisa masuk ke Istana.

Baca Juga : Profil Angkie Yudistia

Usai ditunjuk Presiden untuk menjadi staf khusus, Belva langsung menyatakan siap menjawab kepercayaan presiden dengan memberikan yang terbaik atas tugas-tugas yang diamanahkan Presiden kepadanya.

“Saya berkomitmen untuk dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya.” Ucap Belva.

Tidak hanya Belva, ada 6 kalangan milenial lainnya yang turut serta ditunjuk Presiden untuk menjadi Staf Khusus.

Belva bersama Angkie Yudistia (CEO Thisable Enterpise), Putri Indahsari Tanjung (CEO CreativePreneur Event) , Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke), Gracia Billy Yosaphat Membrasar (Pemuda asal Papua peraih beasiswa kuliah di Oxford), dan Andi Taufan Garuda Putra (Pendiri Amartha) Aminuddin Ma’ruf (mantan Ketua PMII) akan membantu Jokowi sebagai staf khusus.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Adamas Belva Syah Devara. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Putri Indahsari Tanjung – Pengusaha Muda Staff Khusus Presiden Jokowi

Profil Putri Indahsari Tanjung – Putri Indahsari Tanjung atau lebih dikenal dengan Putri Tanjung termasuk satu dari tujuh orang kalangan milenial yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi staff khusus presiden. Putri Tanjung adalah perempuan 23 tahun yang dikenal sebagai pengusaha muda yang bergerak dalam bidang agensi kreatif.

Nama Putri Tanjung banyak mencuri perhatian masyarakat. Karena namanya sudah tidak asing lagi. Putri tanjung adalah anak sulung konglomerat sukses Chairul Tanjung yang sudah sering wira wiri di berbagai kegiatan bertema kewirausahaan.

Meskipun terlahir dari keluarga konglomerat, Putri mengaku sudah mulai berkarya sejak usia 15 Tahun secara independen. Dibalik perjalanannya dalam dunia kewirausahaan, ada beberapa fakta mengenai Putri Tanjung yang belum banyak diketahui.

Baca Juga : Profil Angkie Yudistia

Profil Putri Tanjung

Putri Indahsari Tanjung, lahir di Jakarta, 22 September 1996, 23 tahun adalah CEO dan Founder Creativepreneur.

Putri Indahsari Tanjung adalah putri sulung dari konglomerat Chairul Tanjung , lulusan Academy of Art University di San Francisco, California.

Putri Tanjung dikenal sebagai pengusaha yang bergerak dalam bidang agensi kreatif yang diberi nama CreativePreneur Event saat berusia 15 tahun.

CreativePreneur Event adalah usaha yang bergerak di bidang penyelenggara event. CreativePreneur Event sering menggelar acara CreativePreneur Corner diberbagai kota di Indonesia yang membawa para inspirator untuk memotivasi anak-anak muda di Indonesia.

Dalam merintis karirnya, Putri mengaku tidak selalu bergantung kepada orangtuanya. Ia memulai usahanya dengan mengumpulkan uang dari dana usaha dan bekerja di beberapa tempat.

Baca Juga : Profil Lengkap Wishnutama 

Karena itulah, pada saat terpilih menjadi Staff Khusus Presiden Jokowi, Putri Tanjung menjawab terkait keraguan terkait dengan nama pemilik CT Corp Chairul Tanjung yang merupakan Ayah Kandung Putri Tanjung, dengan memberikan klarifikasi sebagai berikut.

“Alhamdulilah, terima kasih Pak Jokowi sudah mempercayai saya untuk jadi staf khusus di umur yang 23 tahun ini. Jadi memang saya dari umur 15 tahun sudah berkarya sendiri, mencoba untuk independen, awalnya memang dari pressure karena orang pasti menyambungkan saya sama bapak saya. Akhirnya saya mau mencoba, saya bisa apa sih sebenarnya?, Akhirnya saya di umur 15 tahun mendirikan Creativepreneur. Creativepreneur itu adalah sebuah event organizer, yang khusus menyebarkan virus entrepreneurship ke seluruh Indonesia” Ujar Putri Tanjung.

Putri juga mengungkapkan jika usaha yang dirintisnya dikemas dengan gaya anak muda, “Karena saya percaya Indonesia butuh lebih banyak lagi anak-anak muda yang kreatif, yang punya entrepreneurship mindset, karena dengan lebih banyak lagi pengusaha muda, pasti masalah masalah di Indonesia lebih banyak solusinya,” tambah Putri. Putri juga menyebut dirinya sebagai Chief Business Officer dari Kreavi, yaitu platform kreatif yang mewadahi 55 ribu creative creators.

Kini gadis 23 tahun ini menjadi staff khusus presiden termuda. Jokowi pun sempat menyatakan kekagetannya saat mengumumkan staf khususnya.

“Saya juga kaget baru 23 tahun, kami sering mendengar kiprahnya,” ungkap Jokowi.

Putri Tanjung menjadi satu dari enam anak muda milenial lainnya yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Staff Khusus Presiden.

Baca Juga : Profil Lengkap Rosianna Silalahi

Ia bersama Angkie Yudistia (CEO Thisable Enterpise), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru), Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke), Gracia Billy Yosaphat Membrasar (Pemuda asal Papua peraih beasiswa kuliah di Oxford), Andi Taufan Garuda Putra (Pendiri Amartha) dan Aminuddin Ma’ruf (mantan Ketua PMII) akan membantu Jokowi sebagai staf khusus.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Putri Indahsari Tanjung. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.

Profil Angkie Yudistia , Perempuan Penyandang Disabilitas Staff Khusus Presiden Jokowi

Profil Angkie Yudistia – Angkie Yudistia, wanita berusia 32 tahun ini merupakan salah satu staff khusus presiden Joko Widodo yang telah resmi diumumkan pada kamis (21/11/2019) lalu di Istana Merdeka Jakarta.

Sebelum resmi diutus menjadi staff khusus presiden Jokowi, Angkie dikenal sebagai perempuan penyandang disabilitas berpengaruh di Indonesia. Ia mendirikan Thisable Enterprise bersama teman-temannya untuk mereka yang memiliki keterbatasan dan kesulitan memperoleh pekerjaan.

Selain itu, Angkie juga bekerja sama dengan Gojek Indonesia untuk mempekerjakan orang-orang peyandang disabilitas di Go-Auto dan Go-Glam.

Meskipun penyandang disabilitas, Angkie juga anggota Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang juga dikenal masyarakat luas sebagai perempuan muda yang menginspirasi.

Jokowi menyebutkan, Angkie adalah sosok muda yang aktif di organisasi, termasuk organisasi Internasional. Lantas Jokowi mendapuk Angkie sebagai Juru Bicara Presiden dalam Bidang Sosial.

Keterbatasan yang dimiliki, tidak menghalangi Angkie untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Hingga akhirnya Angkie menjelma menjadi sosok perempuan dengan segudang prestasi.

Baca Juga : Profil Lengkap Wishnutama 

Mengenal lebih dekat dengan Angkie Yudistia, diartikel ini.

Profil Angkie Yudistia

Angkie Yudistia, lahir di Medan pada 5 Mei 1987. Ia mengalami kehilangan pendengarannya menginjak usia 10 tahun akibat kesalahan penggunaan obat-obatan antibiotik saat terserang penyakit malaria.

Akibat kehilangan pendengarannya, membuat Angkie sempat terpukul dan merasa tidak percaya diri. Namun, karena dukungan yang kuat dari keluarga dan orang-orang terdekat terutama dari sang Ibu membuat Angkie secara perlahan berhasil membangkitkan keterpurukannya.

Angkie menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Bogor, dan selanjutnya melanjutkan pendidikan kuliahnya di Jurusan Ilmu Komunikasi di London School of Public Relations Jakarta.

Di kampus inilah Angkie mulai sedikit demi sedikit mengubah pola pikirnya. Angkie mulai menyadari, bila ia tidak pernah menerima kekurangnya, sampai kapanpun ia tak akan pernah menikmati hidupnya.

Perlahan, Angkie mulai dapat mengatasi mental block terhdap sendiri. Angkie juga teringat ucapan seorang dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) yang mengatakan, kesembuhannya ada di tangan Tuhan.

Baca Juga : Profil Lengkap Rosianna Silalahi

Prestasi Angkie Yudistia

Di kampusnya, Angkie meraih gelar master pada tahun 2010

Pada tahun 2008, Angkie engikuti ajang Abang None Jakarta dan berhasil terpilih sebagai salah satu finalis dari daerah pemilihan Jakarta Barat.

Ditahun yang sama, Angkie juga berhasil menyabet penghargaan sebagai The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008.

Di tahun 2011, dia meluncurkan sebuah buku berjudul “Perempuan Tunarungu Menembus Batas.”

Buku kedua, ia luncurkan pada tahun 2013 dengan judul buku ” Setinggi Langit” dan di tahun 2019, Angkie meluncurkan buku ketiganya berjudul “Become Rich as Sociopreneur”

Pada tahun 2011, Angkie mendirikan sebuah perusahaan bernama Thisable Enterpise.

Sebelumnya, Angkie pernah bekerja di beberapa perusahaan besar seperti IBM Indonesia dan Geo Link Nusantara, hingga akhirnya memutuskan untuk mendirikan Thisable Enterpise.

Angkie mendirikan Thisable Enterpise yang bertujuan untuk memberdayakan kelompok disabilitas Indonesia agar memiliki kemampuan dan keterampilan, dan menyalurkannya ke dunia kerja terutama dalam industri ekonomi kreatif.

Angkie menyebutkan, kelompok disabilitas masih kesulitan dalam memperoleh pekerjaan. Karena itulah, Angkie berharap Thisable Enterpise ini dijadikan sebagai sarana bagi kalangan disabilitas agar mampu bersaing dalam dunia kerja sehingga perekonomian mereka dapat terangkat dengan baik.

Baca Juga : Profil Lengkap Najwa Shihab

Perjalanan Thisable Enterpise

Kini perusahaan Thisable Enterpise telah berkembang sebagai sebuah grup yang membawahi Thisable foundation, Thisable Recruitment, dan Thisable Digital. Melalui perusahan tersebut, Angkie menyediakan pelatihan SDM agar para peyandang disabilitas dapat bekerja secara vokasional dan profesional.

Pada tahun 2017, perusahan milik Angkie berhasil menggandeng GoJek sebagai mitra bisnis yang memberikan tempat bagi peyandang disabilitas akan disalurkan menjadi menjadi tenaga pekerja pada sejumlah layanan Go-Jek, seperti Go-Massage, Go-Clean, Go-auto, maupun Go-Glam, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing disabilitas.

Selain itu, perusahaan ini juga diketahui mengeluarkan sejumlah produk retail khususnya dibidang perawatan tubuh seperti sabun dan kosmetik kecantikan.

Angkie Sebagai Staff Khusus Presiden

Wanita yang pada tahun 2019 ini berhasil menerima penghargaan Asia’s Top Outstanding Women Marketeer of The Year dari Asia Marketing Federation, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan Presiden Jokowi untuk menjadi salah satu anggota Staff Khusus Presiden dari kalangan milenial.

Angkie bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut, untuk sepenuh hati membantu presiden mewujudkan misi menuju Indonesia inklusif yang lebih rama disabilitas.

Angkie menjadi satu dari enam anak muda milenial lainnya yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Staff Khusus Presiden.

Ia bersama Putri Indahsari Tanjung (CEO dan Founder Creativepreneur), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru), Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke), Gracia Billy Yosaphat Membrasar (Pemuda asal Papua peraih beasiswa kuliah di Oxford), Andi Taufan Garuda Putra (Pendiri Amartha) dan Aminuddin Ma’ruf (mantan Ketua PMII) akan membantu Jokowi sebagai staf khusus.

Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Angkie Yudistia. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda.