Biografi dan Profil Lengkap K.H. Ma’ruf Amin – Ketua Majelis Ulama Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap K.H. Ma’ruf Amin –  Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin adalah ulama dan politisi Indonesia. Sejak Agustus 2015, ia menjabat sebagai Rais ‘Aam Syuriah pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Beliau lahir di Kresek, Tangerang, Masa Pendudukan Jepang pada 11 Maret 1943 (75 tahun).

Pada masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ma’ruf Amin duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Pada 9 Agustus 2018, Ma’ruf Amin diumumkan sebagai calon Wakil Presiden Indonesia pada pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, mendampingi petahana Joko Widodo.

Profil Singkat K.H. Ma’ruf Amin

Nama: Ma’ruf Amin
Lahir: Kresek, Tangerang, Masa Pendudukan Jepang, 11 Maret 1943 (umur 75)
Pekerjaan:
Dosen
Politisi
Ulama
Keluarga:
Mohamad Amin (Ayah)
Siti Churiyah (m.?–2013), Wury Estu Handayani (m.2014) (Istri)
Siti Haniatunnisa, Siti Makrifah (Anak)
Buku:
Mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syi’ah di Indonesia
Fatwa dalam sistem hukum Islam

Riwayat Pendidikan K.H. Ma’ruf Amin

Pendidikan Umum
SR Kresek, Tangerang (1955)
Madrasah Ibtidaiyah Kresek, Tangerang (1955)
Madrasah Tsanawiyah Pesantren Tebuireng, Jombang (1958)
Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1961)
Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor (1967)

Pendidikan Khusus
Pesantren, Banten (1963)

Perjalanan Karier K.H. Ma’ruf Amin

Berikut jabatan yang pernah dipegang oleh K.H. Ma’ruf Amin, diantaranya yaitu:

  • Guru Sekolah-sekolah di Jakarta Utara (1964-1970)
  • Pendakwah (1964)
  • Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdatul Ulama (Unnu), Jakarta (1968)
  • Direktur dan Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Yayasan Al-Jihad (1976)
  • Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (kehidupan beragama) (2007–2010)
  • Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2010–2014)
  • Anggota DPRD DKI Jakarta dari Utusan Golongan (1971-1973)
  • Ketua Fraksi Utusan Golongan DPRD DKI Jakarta
  • Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1973-1977)
  • Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD DKI Jakarta
  • Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1977-1982)
  • Pimpinan Komisi A dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  • Anggota MPR RI dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1997-1999)
  • Anggota MPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Anggota DPR RI dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1999-2004)
  • Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Anggota Panitia Anggaran DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1999)
  • Ketua Ansor, Jakarta (1964-1966)
  • Ketua Front Pemuda (1964-1967)
  • Ketua NU, Jakarta (1966-1970)
  • Wakil Ketua Wilayah NU, Jakarta (1968-1976)
  • Anggota Koordinator Da’wah (Kodi), Jakarta (1970-1972)
  • Anggota Bazis (Badan amil zakat, infaq, dan shadaqah), Jakarta (1971-1977)
  • Ketua Dewan Fraksi PPP (1973-1977)
  • Anggota Pengurus Lembaga Da’wah PBNU, Jakarta (1977-1989)
  • Ketua Umum Yayasan Syekh Nawawi Al Bantani (1987)
  • Katib Aam Syuriah PBNU (1989-1994)
  • Anggota MUI Pusat (1990)
  • Rois Syuriah PBNU (1994-1998)
  • Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (1996)
  • Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) (1996)
  • Ketua Dewan Syuro PKB (1998)
  • Mustasyar PBNU (1998)
  • Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia (1999)
  • Ketua Komisi Fatwa MUI (2001-2007)
  • Mustasyar PKB (2002-2007)
  • Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004-2010)
  • Ketua MUI (2007-2010)
  • Ketua Majelis Ulama Indonesia ke-7 (Sejak 27 Agustus 2015)
  • Rais ‘Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ke-10 (Se6 Agustus 2015)

Biografi K.H Ma’ruf Amin

K.H Ma’ruf Amin lahir di Desa Kresek wilayah Tangerang, Banten pada tanggal 1 Agustus 1943. Dari silsilah keluarga K.H Ma’ruf Amin merupakan keturunan dari ulama besar asal Banten yang pernah menjadi imam Masjidil Haram bernama Syeikh An Nawawi Al Bantani.

Masa Kecil dan Kehidupan Pribadi K.H Ma’ruf Amin

Masa kecil Ma’ruf Amin lebih banyak dihabiskan di desa Kresek, Tangerang. Ayahnya yang bernama K.H. Mohammad Amin merupakan seorang ulama besar Banten.

Sewaktu kecil, aktifitas Ma’ruf Amin di pagi ia habiskan untuk bersekolah di SD. Lalu sorenya, ia habiskan belajar mengaji di Madrasah Ibtidaiah. Ma’ruf Amin sempat belajar agama selama beberapa bulan di Pesantren Citangkil, Silegon, Banten milik KH. Syam’un Alwiah.

Pada usia 12 tahun, Ma’ruf Amin melanjutkan pendidikan agama ke Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur pada tahun 1955. Pendidikan Ma’ruf Amin di pesantren Tebu Ireng dimulai dari dasar.

Setelah selesai menimba ilmu di pesantren Tebu Ireng, Ma’ruf Amin melanjutkan pendidikannya di Jakarta tepatnya di SMA Muhammadiyah. Akan tetapi, pendidikan tersebut tidak selesaikan.

Ma’ruf Amin memilih kembali ke Banten dan lebih mendalami agama islam di berbagai pondok pesantren lagi mulai dari Pesantren Caringin, Labuan, Pesantren Petir, Serang, dan Pesantren Pelamunan, Serang.

Pada tahun 1963, KH Ma’ruf Amin menikah dengan Siti Huriyah yang juga berasal dari keluarga ulama. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai dua orang anak bernama Siti Haniatunnisa dan Siti Makrifah.

Pada tahun 2013, Siti Huriyah wafat. Setelah itu pada tahun 2014, beliau menikah dengan Wury Estu Handayani. Setelah menikah dengan Siti Churiyah, beliau pindah ke Jakarta dan menetap di Jakarta Utara. Disana Ma’ruf Amin melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di Universitas Ibnu Khaldun Bogor di Fakultas Ushuludin. Beliau juga aktif di organisasi Gerakan Pemuda Ansor Jakarta dan menjadi ketuanya pada tahun 1964.

Menjadi Anggota DPRD Jakarta

Berbekal pengalamannya sebagai ketua GP Ansor Jakarta, Karir Ma’ruf Amin di politik menanjak. Ia berhasil menjadi anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golongan Islam pada gelaran pemilu 1971. Pada tahun 1989, nama Ma’ruf Amin mulai masuk di lingkaran PBNU setelah didaulat sebagai Khatib Aam Syuriah PBNU dalam sebuah Mukhtamar NU yang digelar di Pesantren Krapyak.

Ikut Mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Pasca Presiden Soeharto lengser pada tahun 1998, KH. Ma’ruf Amin menjabat sebagai ketua tim lima yang dibentuk oleh PBNU. Dari tim ini lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Setelah Partai Kebangkitan Bangsa berdiri, KH. Ma`ruf Amin menjabat sebagai anggota MPR RI dari perwakilan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia juga pernah menjadi Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Setelah Gusdur lengser, K.H. Ma’ruf Amin lebih banyak menghabiskan aktifitasnya di Majelis Ulama Indonesia sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI dari tahun 2001-2007. K.H. Ma’ruf Amin dikenal sebagai seorang ulama kemudian membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya masuk dalam Anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Watimpres.

Pengalaman di bidang agama dan juga politik yang banyak mengantarkan K.H. Ma’ruf Amin menjabat sebagai Rais ‘Aam atau ketua umum PBNU dari tahun 2015-2020. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai ketua MUI Pusat dari tahun 2015.

K.H. Ma’ruf Amin diketahui bahwa K.H. Ma’ruf Amin tidak pernah mengenyam pendidikan master hingga ke jenjang doktor di bidang agama. Namun, karena pengetahuannya yang sangat luas tentang agama membuatnya tidak berbeda jauh dengan orang yang sudah bergelar doktor sehingga sangat wajar jika ia mendapat gelar sebagai Profesor Doktor.

Calon Wakil Presiden Indonesia

Pada bulan Agustus 2018, Nama KH. Ma’ruf Amin ditunjuk sebagai calon wakil presiden republik Indonesia mendampingi Joko Widodo sebagai calon presiden Indonesia pada pemilihan presiden yang digelar pada tahun 2019 mendatang.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap K.H. Ma’ruf Amin – Ketua Majelis Ulama Indonesia“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Stefano Jantje Lilipaly – Pemain Timnas Indonesia Naturalisasi Belanda

Biografi dan Profil Lengkap Stefano Jantje Lilipaly – Stefano Jantje Lilipaly adalah seorang pemain sepak bola Belanda yang memiliki garis keturunan Indonesia. Stefano Lilipaly lahir di Arnhem, Belanda pada 10 Januari 1990. Saat ini dia bermain untuk Bali United , Indonesia. Dia pernah mewakili Belanda U-15 hingga U-18, namun sekarang membela timnas senior Indonesia. Dia biasa berposisi sebagai gelandang serang.

Profil Singkat Stefano Lilipaly

Nama: Stefano Jantje Lilipaly
Profesi: Atlet
Lahir: Arnhem, Belanda, 10 Januari 1990
Tinggi: 1,71 m
Kebangsaan: Indonesia, Belanda
Keluarga:
Ron Lilipaly (Ayah)
Adriana Lilipaly (Ibu)
Carmen Rowena Lumanauw (Istri)
Jax Ellion Lilipaly (Anak)

Perjalanan Karier Stefano Lilipaly

Stefano Jantje Lilipaly atau sering disapa Stafano Lilipaly lahir di Arnhem, Belanda pada 10 Januari 1990. Ia memiliki garis keturunan Indonesia. Sejak kecil, Lilipaly sangat mencintai sepakbola, ia sangat mengidolakan Andres Iniesta.

Sejak tahun 2009 ia berhasil mendapatkan tempat di Jong FC Utrecht, yaitu tim junior level kedua di bawah tim senior. Pada musim pertamanya di Jong FC Utrecht, ia sukses mencetak 8 gol, termasuk satu gol di pertandingan debutnya. Lilipaly ikut berandil besar dalam mengantarkan tim muda FC Utrecht merebut Piala KNVB Junior 2009-2010 dengan mencetak 2 gol di pertandingan final melawan Tim Junior De Graafschap yang berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk FC Utrecht Junior. Pelatih FC Utrecht Ton Du Chatinier menilai Stefano merupakan kandidat kuat untuk mengisi tim senior.

Pada Januari 2011, Lilipaly dipanggil oleh Badan Tim Nasional PSSI untuk mengikuti seleksi tim nasional sepak bola Indonesia U-23 yang disiapkan untuk Sea Games 2011 dan kualifikasi Olimpiade 2012, tapi akhirnya membatalkan kedatangannya dengan alasan belum pulih sepenuhnya dari cedera. Stefano dipanggil oleh BTN bentukan PSSI dan KPSI untuk mengahadapi Arab Saudi pada laga kualifikasi piala asia melawan Arab Saudi, tapi ia gagal untuk memperkuat skuat timnas karena ada masalah dengan administrasi saat pelatih dikepalai oleh Rahmad Darmawan.

Pada 6 Agustus 2011, Stefano Lilipaly menjalani laga perdana di liga utama Belanda, de Eredivisie. Bersama dengan klubnya yaitu FC Utrecht ia bertandang ke VVV Venlo yang berakhir imbang tanpa gol. Meskipun baru diturunkan paa menit 77′ tapi Stefano sangat gembira dengan penampilan perdananya.

Pada 2012, Stefano Lilipaly resmi pindah ke klub Almere City yang bermain di divisi dua liga belanda. Ia sudah tampil sebanyak 39 kali dan mencetak 2 gol. Kemudian, Lilipaly ditransfer ke klub J. League Division 2, Consadole Sapporo yang merupakan klub asal Jepang.

Akhirnya, pada 14 Agustus 2013, Lilipaly mengawali debut resminya di tim nasional Indonesia melawan Filipina dan membuat 1 assist dalam debut pertamanya. Pertandingan berakhir 2-0 untuk kemenangan Indonesia. Selain Timnas Indonesia, Lilipaly pernah membela Belanda U-15 hingga U-18, tapi menyatakan lebih memilih Indonesia untuk level senior.

Setelah bermain di Timnas, pada 20 Desember 2014, Lilipaly ditransfer ke klub Persija Jakarta. Setelah kontraknya diputus oleh Persija Jakarta, Lilipaly bergabung bersama Telstar pada bursa transfer musim panas 2015. Ia didatangkan dengan gratis.

Gol perdana Lilipaly untuk Timnas Indonesia yaitu saat pertandingan melawan Timnas Singapura di Piala AFF 2016, gol tersebut merupakan gol penentu kemenangan Timnas Indonesia sekaligus mengantarkan Timnas Indonesia lolos ke babak semi final Piala AFF 2016. Lilipaly kembali mencetak gol saat menghadapi Timnas Vietnam di second leg semi finals Piala AFF 2016 dan mengantarkan Timnas Indonesia lolos ke babak final Piala AFF 2016.

Pada awal tahun 2017, gelandang yang pandai mengatur bola ini kembali lagi ke Belanda dan bergabung dengan klub Divisi 1 Belanda, SC Cambuur. Penampilannya semakin berkembang, terbukti ia beberapa kali memberikan umpan bola dan mencetak gol.

Di tengah penampilannya yang semakin menanjak bersama SC Cambuur, Lilipaly membuat keputusan yang cukup mengejutkan dengan bergabung bersama Bali United pada pertengahan 2017. Padahal ia masih memiliki kontrak dengan SC Cambuur selama dua tahun. Walaupun begitu, pihak SC Cambur mengizinkan kepindahan Lilipaly ke Indonesia karena alasan kemanusiaan. Terlebih Lilipaly dan keluarga sangat antusias untuk pindah ke negeri luluhurnya.

Lilipaly mengaku senang bisa kembali ke Indonesia dan mengucapkan terima kasih kepada SC Cambuur. Stefano Lilipaly resmi bergabung bersama Bali United pada paruh kedua Liga 1 2017.  Saat ini Stefano Lilipaly bersama rekan-rekannya tengah mengikuti ajang Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta-Palembang, Indonesia.

Karier Sefano Lilipaly

  • FC Utrecht, 2010-2012
  • Almere City, 2012-2014
  • Consadole Sapporo, 2014
  • Persija Jakarta, 2015
  • SC Telstar, 2016
  • SC Cambuur, 2017
  • Bali United, Agustus 2017

Timnas

  • U-15, U-18, Timnas Belanda
  • U-23, Timnas Indonesia, 2013

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Stefano Jantje Lilipaly – Pemain Timnas Indonesia Naturalisasi Belanda“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Ihsan Maulana Mustofa – Atlet Bulu Tangkis Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Ihsan Maulana Mustofa –  Ihsan Maulana Mustofa adalah pemain bulu tangkis Indonesia. Ihsan merupakan putra dari pasangan Apes Zainal Mustofa dan Agustina yang lahir di Tasikmalaya pada 18 November 1995. Menurut Badminton World Federation (BWF), saat ini Ihsan menempati peringkat 39 dunia tunggal putra dan peringkat 28 tunggal putra tur dunia (World Tour Rangking).

Profil Singkat Ihsan Maulana Mustofa

Nama: Ihsan Maulana Mustofa
Lahir : Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia, 18 November 1995
Pekerjaan : Atlet
Agama : Islam
Tinggi: 174 m (570 ft 10 in)
Berat: 62 kg (137 lb)
Akun Twitter : @m_ihsanm
Akun Instagram : @ihsanmaulana_m
Club Asal: PB Djarum
Kategori: Single Putra
Pegangan: Kanan
Peringkat tertinggi: 19 (4 Agustus 2016)
Peringkat saat ini: 37 (9 April 2017)
Keluarga:
Agustina (Ibu)
Apes Zainal Mustofa (Ayah)
Rifa (Saudara Kandung)

Perjalanan Karier Ihsan Maulana Mustofa

Ihsan kecil sering diajak sang ayah yaitu Apes Zainal Mustofa untuk bermain bulu tangkis di GOR dekat kampung halamannya. Berawal dari bermain mengisi waktu luang, Ihsan kecil mulai mencintai olahraga bulu tangkis ini. Pada tiga tahun pertama, Ihsan kecil masih dilatih oleh sang ayah akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan PB Garuda Mas Tasikmalaya.

Akan tetapi, disana ia hanya bertahan satu tahun, karena ia harus hijrah ke Jakarta karena sang ayah yang berpindah karena pekerjaan. Kemudian, ia bergabung dengan PB Dian Jaya dimana ia dilatih oleh Ardiansyah Putra yang pernah menjadi juara Kejuaraan Asia Junior 2001. Lalu ia mengikuti sang pelatih untuk bergabung dengan PB Ganesha hingga akhirnya tahun 2010 ia diajak untuk bergabung dengan PB Djarum melalui audisi khusus.

Setelah bergabung dengan PB Djarum, Ihsan mendapat banyak kesempatan untuk mengasah kemampuannya di dunia badminton. Pada tahun 2012 ia berhasil mendapatkan empat gelar juara Djarum Sirkuit Nasinal (Djarum Sirnas). Pada tahun yang sama, Ihsan mencapai puncak prestasi di nomor taruna saat ia berhasil menjadi juara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Solo akhir.

Pada tahun 2012 juga Ihsan berpartisipasi pada kejuaraan Indonesia Open Grand Prix Gold. Pada tahun 2012 dia adalah juara dunia junior. Dengan prestasi gemilang, Ihsan berhasil masuk ke jajaran muda Pelatnas. Sejak awal tahun 2013, Ihsan bergabung bersama Pelatnas dan disponsori oleh Victor.

Pada tahun 2013 di kejuaraan Badminton Asia Championships, Vietnam Open dan Indonesia Open Grand Prix Gold. Pada tahun 2013, Ihsan memenangkan medali perunggu di kejuaraan Badminton Asia Championships. Pada tahun 2014 di kejuaraan German Open. Masih banyak lagi event bulu tangkis yang oernah diikuti oleh ihsan. Ihsan Maulana Mustofa merupakan tunggal putra potensial Indonesia.

Prestasi Ihsan Maulana Mustofa

Berikut sederet prestasi yang pernah diraih oleh Ihsan Maulana Mustofa di dunia bulu tangkis:

2013
Juara Samoa International
Juara Dubai Junior Cup
Juara Venezuela International
Juara Tasikmalaya Open
Juara Indomie Borobudur Open
Juara KISPRAY Myanmar Open
Juara Denmark Juniors
Juara Italy Juniors

2014
Juara Karawang Pantura Open
Juara Tonga Badminton Open
Juara So Nice Bogor Open
Juara Laos International
Juara 100 PLUS Brunei Open
Runner-up Dutch Open
Runner-up Mongolia International
Juara Zimbabwe International
Juara Waka Waka South Africa Open
2015
Juara So Klin Noumea International
Juara Greenland International
Juara VICTOR Alaska Open
Juara VIVO Selfies Hawaii Open
Juara YONEX Guam Open
Gold Medal Men’s Team 28th SEA Games Singapore 2015
Juara Cambodia International
Juara Afghanistan International
Runner up Thailand GPG 2015
Juara Zimbabwe International
Juara Coconut Fiji Open
Juara Palau International
Juara HONDA Tasikmalaya Open

2016
Juara Cyprus Open
Juara WILSON Moldova Series
Gold Medal Badminton Asia Team Championships 2016
Juara New Heaven International
Juara Cambodia International
Semi final Indonesia Open 2016
Juara Rinso Fiji Open
Juara Sunlight Manukau Open
Juara Canterbury International
Juara Bermuda International
Juara SUNRISE Gabon International

2017
Juara Le Minerale Sri Lanka Open
Juara Fiji International
Juara Malta International
Juara 100 PLUS Brunei Open

2018
Medali Perak Beregu Putra Asian Games 2018, Indonesia

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Ihsan Maulana Mustofa – Atlet Bulu Tangkis Indonesia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Anthony Sinisuka Ginting – Pebulutangkis Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Anthony Sinisuka Ginting – Anthony Sinisuka Ginting adalah pebulutangkis Indonesia yang berasal dari klub SGS PLN Bandung. Ia merupakan putra dari pasangan Lucia Sriati dan Edison Ginting yang lahir di Cimahi, Jawa Barat pada 20 Oktober 1996. Meski terlahir dan besar di Cimahi provinsi Jawa Barat serta lancar berbahasa Sunda, Anthony Sinisuka Ginting memiliki garis keturunan Karo dari ayahnya.

Profil Singkat Anthony Sinisuka Ginting

Nama: Anthony Sinisuka Ginting
Lahir: Cimahi, Jawa Barat, 20 Oktober 1996
Profesi: Atlet
Tinggi: 1,71 m
Berat: 64 kg
Rekor bertanding: Tunggal putra
Orang Tua:
Lucia Sriati (Ibu)
Edison Ginting (Ayah)

Perjalanan Karier Anthony Sinisuka Ginting

Anthony Sinisuka Ginting atau biasa dipanggil Anthony Ginting lahir di Cimahi, Jawa Barat pada 20 Oktober 1996. Anthony Ginting memiliki garis keturunan karo dari sang ayah. Ginting sangat mencintai olahraga bulu tangkis.

Bakat Ginting sudah terlihat sejak kecil, bahkan saat masih duduk di Sekolah Dasar (SD) ia menjuarai kompetisi bulutangkis MILO School Competition nomor Tunggal Putera pada tahun 2008. Anthony kembali menjadi juara pada ajang yang sama saat masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2012.

Mulai pada tahun 2013, SGS PLN Bandung merupakan klub yang dibelanya dan tempat ia menjalani karier profesional. Seiring berjalannya waktu, permainan Ginting semakin berkembang dan pengalaman bertandingnya cukup banyak mulai dari kejuaraan nasional hingga internasional telah dia ikuti.

Salah satu prestasi terbaiknya saat meraih medali perunggu untuk Indonesia pada kompetisi BWF World Junior Championship pada tahun 2014. Selain itu, Ginting juga pernah menjadi salah satu punggawa merah putih pada ajang Piala Thomas 2016.

Anthony menjadi salah satu altet yang diandalkan untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia pada nomor tunggal putera. Kini, Ginting berlatih keras baik mental maupun fisik di pelatnas Cipayung.

Pengalamannya terus ditambah dengan mengikuti banyak kejuaraan bergengsi mulai dari Indonesia Open, Korea Open, Japan Open, Australia Open, All England hingga Thomas Cup.

Salah satu kelebihan Anthony Ginting adalah kecepatan yang ia miliki. Hal itu pernah menjadi perhatian pebulutangkis andalan China sekaligus juara dunia 2015, Chen Long. Chen Long pernah dikalahkan Anthony pada kejuaraan Australian Open Superseries pada babak perempatfinal dan menurutnya, Anthony memiliki pergerakan yang cepat.

Anthony menjadi salah satu tiga pemain Indonesia yang dikirimkan pada ajang Kejuaran Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia yang merupakan ajang perdana yang ia ikuti pada kejuaraan dunia. Sayangnya langkah Ginting terhenti pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2017.

Ginting menebus prestasi kelamnya pada ajang Korea Terbuka 2017. Ia berhasil menjuarai setelah mengalahkan Jonatan Christie dalam pertarungan rubber game di babak final. Ia juga mempersiapkan kembali untuk kejuaraan internasional lainnya.

Prestasi Anthony Sinisuka Ginting

Berikut sederet prestasi yang pernah diraih oleh Anthony Ginting:

  • Juara MILO School Competition, SD, Tunggal Putera, 2008
  • Juara MILO School Competitionm, SMP, Tunggal Putera, 2012
  • Semifinalis Kejurnas, 2012
  • Juara Sirnas Surabaya, 2012
  • Juara Sirnas Bandung, 2012
  • Semifinalis World Junior Badminton Championship 2014
  • Meraih Medali Perunggu di Youth Olympic Games 2014
  • Juara Korea Terbuka, 2017
  • Medali Perak beregu putra Asian Games 2018, Indonesia

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Anthony Sinisuka Ginting – Pebulutangkis Indonesia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Jonatan Christie – Pebulutangkis Muda Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Jonatan Christie – Jonatan Christie adalah pebulutangkis tunggal putra Indonesia. Dia berasal dari PB. Tangkas Specs, Jakarta. Jonatan Christie lahir di Jakarta, 15 September 1997. Ia merupakan putra dari pasangan Andreas Adi Siswa dan Marianti Djaja.

Profil Singkat Jonatan Christie

Nama: Jonatan Christie
Lahir: Jakarta, Indonesia, 15 September 1997
Profesi: Atlet
Tinggi badan: 1.79 m (587 ft 3 in)
Berat badan: 75 kg (165 lb)
Agama: Kristen
Keluarga:
Andreas Adi Siswa (Ayah)
Marianti Djaja (Ibu)
Ivan Christie (Saudara laki-laki)
Pegangan: Kanan
Peringkat dunia saat ini : 11 (20 March 2018)

Perjalanan Karier Bulu Tangkis Jonathan Cristie

Jonatan Christie atau sering disapa Jojo lahir di Jakarta, 15 September 1997, ia merupakan putra dari pasangan Andreas Adi dan Marianti Djaja. Sang ayah berperan besar dalam perjalanan kariernya di dunia bulu tangkis. Sejak kecil, Jojo sudah dikenalkan dengan bulu tangkis oleh ayahnya. Ia mulai bermain bulu tangkis saat berusia 6 tahun. Sebelumnya, ia juga diperkenalkan dengan olahraga lain seperti basket dan sepak bola. Tapi sang ayah menginginkan Jojo untuk fokus ke bulu tangkis.

Pada tahun 2008 saat usianya baru menginjak 11 tahun, Ia mendapatkan 7 trofy kemenangan pada kejuaara tingkat DKI, nasional, dan internasional. Bahkan ia meraih medali emas pada ajang Olimpiade Pelajar Sekolah Dasar se-Asia Tenggara, Jakarta, 2008.

Atas prestasi yang telah dicapai Jonatan tersebut, hal tersebut tentunya mengharumkan nama bangsa, Jonatan Christie mendapatkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009.

Walaupun telah mendapatkan sejumlah penghargaan, Jonatan tidak terlena dan terus berlatih, ia ingin memiliki prestasi seperti idolanya pebulutangkis dunia Lin Dan. Tahun demi tahun, ia peroleh kemenangan, salah satunya yaitu meraih Juara Junior Asia U-15 Ichiba, Jepang, 2010.

Pada Juli 2013, ia memenangkan gelar internasional senior pertamanya pada usia 15 tahun di Indonesia International Challenge, setelah mengalahkan Alamsyah Yunus. Pada tahun 2014, di turnamen Indonesia International Challenge, ia juga mencapai final namun kalah dari pemain veteran Korea Selatan Lee Hyun-il dalam pertandingan 5 set. Pada tahun 2013 dan 2014, Jonatan bersama Anthony Sinisuka Ginting dan Ihsan Maulana Mustofa merupakan andalan Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Junior BWF dan Kejuaraan Asia Junior BWF. Selama mengikuti kejuaraan tersebut, Jonatan selalu kalah di perempatfinal dalam kejuaraan perorangan.

Pada tahun 2015 Jonatan semakin sering mengikuti turnamen-turnamen senior di level yang lebih tinggi seperti Grand Prix, Grand Prix Gold, Super Series dan Super Series Premiere. Dia juga termasuk andalan Indonesia pada Sudirman Cup 2015, Sea Games 2015, Thomas Cup 2016, Sudirman Cup 2017 dan Sea Games 2017.

Pada Indonesia Open Superseries Premiere 2015, Jonatan berhasil mengalahkan pemain veteran Korea, Lee Hyun Il di babak kedua walaupun akhirnya terhenti di perempat final. Setahun kemudian dia berhasil mengalahkan pemain terbaik sepanjang masa, Lin Dan di turnamen Indonesia Open Super Series Premiere 2016. Ia berhasil meraih medali emas tunggal putra di Sea Game 2017 setelah mengalahkan Khosit Phetpradab. Pada turnamen Korea Open Super Series 2017, secara mengejutkan dia dan rekannya Anthony Sinisuka Ginting berhasil menciptakan All Indonesian Final meskipun pada akhirnya dia menyerah atas lawannya dengan pertarungan rubber set.

Prestasi Jonathan Cristie

Berikut sederet prestasi yang telah ditorehkan oleh Jonatan Christie di dunia bulu tangkis:

  • Juara I kejuaraan daerah (kejurda) DKI Jakarta, 2008
  • Juara I kejuaraan usia dini BM-77, 2008
  • Juara I kejuaraan Astec, 2008
  • Juara I Olimpiade Olahraga dan Siswa Nasional (O2SN), 2008
  • Juara I “Tetra Pak Open Milk Cup”, 2008.
  • Medali Emas Olimpiade Pelajar Sekolah Dasar se-Asia Tenggara, Jakarta, 2008
  • Satya Lencana dari Presiden RI ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono, 2009
  • Juara Junior Asia U-15 Ichiba, Jepang, 2010
  • Juara ASEAN School 2013
  • Medali Perak Beregu World Junior Championships 2013, 2014
  • Juara Indonesia International Challenge 2013
  • Runner Up Indonesia International Challenge 2014
  • Juara International challenge Swiss Open 2014
  • Perempatfinal Indonesia Super Series Premier 2015
  • Medali Emas SEA Games Beregu Putra 2015
  • Semifinal Malaysia Super Series Premier 2016
  • Peringkat 2 Piala Thomas 2016
  • Perempat Final Indonesia Open Super Series Premier 2016
  • Semifinal Malaysia Terbuka Superseries Premier 2016
  • Medali Emas Tunggal Putra, SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia, 2017
  • Medali Perak Beregu Putra, Asian Games, Indonesia, 2018

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Jonatan Christie – Pebulutangkis Muda Indonesia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Marcus Fernaldi Gideon – Pemain Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Marcus Fernaldi Gideon – Marcus Fernaldi Gideon adalah salah satu pemain bulu tangkis Ganda Putra Indonesia. Marcus Fernaldi Gideon lahir Jakarta pada 9 Maret 1991. Marcus pernah berpasangan dengan Markis Kido di ganda putra dan ganda campuran bersama Rizki Amelia Pradipta. Pada tahun 2015, ia berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo di ganda putra. Pada penghujung tahun 2017 ini, Marcus Fernaldi Gideon bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil mencatatkan sejarah baru di ganda putra yaitu juara 7 turnamen dalam 1 tahun setelah pada hari minggu 17 Desember 2017 menjadi kampiun di turnamen SS Final Dubai dengan menaklukan pasangan Tiongkok Zhang Nan-Liu Cheng.

Profil Singkat Marcus Fernaldi Gideon

Nama: Marcus Fernaldi Gideon
Lahir: Jakarta, Indonesia, 9 Maret 1991
Kebangsaan: Indonesia
Tinggi: 1.70 m (557 ft 9 in)
Profesi: Atlet
Orang Tua:
Kurniahu Gideon (Ayah)
Sujati Iskandar Bachtiar (Ibu)
Pasangan: Agnes Amelinda Mulyadi (m. 2018)
Pegangan: Kanan
Peringkat Tertinggi BWF: 1 (bersama Marcus Gideon)
Peringkat saat ini BWF: 1 (bersama Marcus Gideon)

Perjalanan Karier Bulu Tangkis Marcus Gideon

Marcus Fenaldi Gideon atau lebih dikenal dengan Marcus Gideon lahir di Jakarta pada 9 Maret 1991. Sejak kecil, Gideon mencintai olahraga bulutangkis. Saat masih berusia belia, ia pun masuk pembinaan di Pelatnas Cipayung. Kemampuan bermain Gideon semakin berkembang.

Pada 2013, saat usianya 22 tahun, Marcus keluar dari Pelatnas Cipayung. Waktu itu isunya PBSI tidak mencantumkan nama Marcus untuk mengikuti All England. PBSI justru mengirimkan pasangan lain yang secara peringkat masih di bawah Marcus. Lama berselang setelah kejadian itu, Marcus kembali ke Pelatnas Cipayung pada tahun 2014. PBSI tidak bisa membiarkan pemain sekelas Marcus untuk tidak masuk dalam Pelatnas setelah melihat prestasinya di luar Pelatnas.

Setelah dipanggil kembali ke Pelatnas, Marcus yang sebelumnya berpasangan dengan Markis Kido langsung dipasangkan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang saat itu belum ada pasangannya. Tak disangka, pasangan baru ini bisa beradaptasi dengan baik dan meraih berbagai gelar kejuaraan dunia.

Pada tahun 2015, Marcus dan Kevin mulai unjuk gigi dengan meraih posisi Runner Up di Chinese Taipe Terbuka dan juara pada Chinese Taipei Master. Pada tahun 2016, duet pasangan ini menggebrak dunia, mereka berhasil menjuarai Malaysia Master, India Open, Australia Open, China Open dan berhasil meraih gelar hattrick alias berturut-turut tiga kejuaraan Malaysia, India, dan All England.

Berkat prestasinya, pada 2017 pasangan yang dikenal dengan julukan The Minions ini akhirnya dinobatkan sebagai peringkat pertama dunia versi BWF. Selain itu, mereka juga kembali berhasil menjuarai Japan Open.

Prestasi Marcus Fernaldi Gideon

Berikut sederet prestasi yang diraih Marcus Gideon di dunia bulu tangkis:

  • Juara Prancis Terbuka 2013
  • Medali Perak Singapura 2015 Ganda Putra
  • Medali Emas Singapura 2015 Beregu Putra
  • Medali Perak Piala Thomas Kunshan 2016 Beregu Putra
  • Medali Perunggu Piala Sudirman Dongguan 2015 Beregu Campuran
  • Juara Australia Open 2016
  • Juara India Open 2016
  • Juara China Open 2016
  • Juara India Open Super Series 2017
  • Juara Malaysia Open Super Series Premier 2017
  • Juara All England 2017
  • Juara Japan Open 2017
  • Runner Up Denmark Open 2017
  • Juara BWF Superseries Finals 2017
  • Medali Emas Beregu Putra, Asian Games 2018 Indonesia

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Marcus Fernaldi Gideon – Pemain Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Kevin Sanjaya Sukamuljo – Pemain Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Kevin Sanjaya Sukamuljo –  Kevin Sanjaya Sukamuljo adalah adalah salah satu pemain bulu tangkis ganda putra dan campuran Indonesia. Kevin Sanjaya lahir di Banyuwangi pada 2 Agustus 1995. Kevin merupakan atlet yang berasal dari klub Djarum di Kudus, Jawa Tengah dan bergabung sejak tahun 2007. Bersama rekan-rekan pemain beregu putra lainnya ia berhasil menyumbangkan medali emas pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015. Saat ini, Kevin Sanjaya dipasangkan dengan Marcus Fernaldi Gideon di nomor ganda putra. Pasangan ganda putra ini (Kevin-Marcus) menempati nomor 1 (22 November 2017).

Profil Singkat Kevin Sanjaya Sukamuljo

Nama: Kevin Sanjaya Sukamuljo
Lahir: Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia, 2 Agustus 1995
Kebangsaan: Indonesia
Agama: Kristen
Tinggi: 1.70 m (557 ft 9 in)
Berat: 55 kg (121 lb)
Pegangan: Kanan
Keluarga:
Sugiarto Sukamuljo (Ayah)
Winartin Niawati (Ibu)
Peringkat Tertinggi BWF: 1 (bersama Marcus Gideon)
Peringkat saat ini BWF: 1 (bersama Marcus Gideon)

Perjalanan Karier Kevin Sanjaya Sukamuljo

Kevin Sanjaya Sukamuljo atau biasa disapa Kevin lahir di Banyuwangi pada 2 Agustus 1995. Kevin Sanjaya Sukamuljo merupakan putra pasangan Sugiarto Sukamuljo dan Winartin Niawati.

Bakat bermain bulu tangkis Kevin sudah terlihat sejak ia menginjak usia 2,5 tahun. Kevin suka menonton ayahnya yang hobi bermain bulu tangkis di lapangan belakang rumah hingga larut malam.

Saat TK, bakat Kevin di bisang olahraga bulu tangkis semakin menonjol. Cara bermainnya sudah seperti anak yang sudah besar sehingga sang ayah berinisiatif untuk mencari pelatih di Jember untuk melatih Kevin agar Kevin mengetahui dasar-dasar dan teknik bulu tangkis yang benar. Kevin berlatih bulu tangkis seminggu empat kali dan harus bolak balik Banyuwangi-Jember selama setahun. Karena lelah harus bolak-balik Banyuwangi-Jember, sang ayah berinisiatif mencari pelatih yang berada dekat dengan rumah mereka. Kemudian Kevin bergabung di klub PB Sari Agung, Banyuwangi hingga kelas 6 Sekolah Dasar (SD).

Pada 2006, Kevin mengikuti Audisi Umum PB Djarum, namun gagal. Walaupun begitu, Kevin tidak menyerah dan mencoba lagi tahun berikutnya. Untuk memperbaiki kualitas permainan Kevin, sang ayah menambah jam latihan Kevin yang tadinya seminggu empat kali menjadi setiap hari. Akhirnya, Kevin lolos audisi pada 2007 saat masih berusia 11 tahun.

Selama enam tahun bergabung di PB Djarum, Kevin sempat mencoba nomor tunggal. Ia pernah mengalami kekalahan di pertandingan, tapi orang tuanya selalu menyemangati dan mengingatkan Kevin agar tetap semangat dan tidak lupa berdoa.

Perlahan prestasi Kevin mulai terlihat hingga terpilih masuk pelatnas Cipayung, Jakarta pada 2013.

Selama empat tahun di pelatnas, Kevin yang baru naik ke tingkat senior pada Desember 2015 sudah menorehkan berbagai prestasi, diantaranya seperti gelar pada Malaysia Masters, India Terbuka, Australia Terbuka, China Terbuka hingga All England bersama Marcus Gideon. Pasangan Kevin Sanjaya-Marcus Gideon menempati peringkat satu dunia versi BWF.

Sebelum berpasangan dengan Marcus Gideon, Kevin Sanjaya pernah dipasangkan dengan Masita Mahmudin dan pernah juga berpasangan Greysia Polli di sektor ganda campuran. Kevin merupakan salah satu pemain yang suka menipu lawan lewat gerakannya, salah satunya dengan melakukan servis flick yang kerap kali membuat lawan emosi.

Prestasi Kevin Sanjaya Sukamuljo

Berikut sederet prestasi yang telah dicapai Kevin Sanjaya di dunia bulu tangkis:

  • Medali Perunggu Ganda Putra, Kejuaraan Junior Asia 2012
  • Medali Perunggu Ganda Putra, Kejuaraan Junior Asia 2013
  • Medali Perunggu Beregu Campuran, Kejuaraan Junior Asia 2013
  • Medali Perak Ganda Campuran, Kejuaraan Dunia Junior 2013
  • Medali Perak Beregu Campuran, Kejuaraan Dunia Junior 2013
  • Juara 1 Bulgaria Internasional 2014
  • Juara 1 Vietnam Internasional 2014
  • Juara 1 New Zealand Open 2014
  • Medali Perak Ganda Putra, Sea Games Singapura 2015
  • Medali Emas Beregu Putra, Sea Games Singapura 2015
  • Medali Perunggu Beregu Campuran, Piala Sudirman 2015
  • Medali Perak Beregu Putra, Piala Thomas 2016
  • Juara 1 China Open 2016
  • Juara 1 India Open 2016
  • Juara 1 Australia Open 2016
  • Juara 1 All England Open 2017
  • Juara 1 India Open 2017
  • Juara 1 Japan Open 2017
  • Runner Up Denmark Open 2017
  • Juara 1 BWF Superseries Finals 2017
  • Medali Perak Beregu Putra, Asian Games 2018, Indonesia

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Kevin Sanjaya Sukamuljo – Pemain Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Lindswell Kwok – Atlet Wushu Indonesia “Ratu Wushu Asia Tenggara”

Biografi dan Profil Lengkap Lindswell Kwok – Lindswell Kwok adalah seorang atlet wushu indonesia yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Lindswell lahir di Medan pada 24 September 1991. Lindswell telah mencatat berbagai prestasi saat mewakili Sumatera Utara dan Indonesia sebagai atlet muda wushu di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.

Profil Singkat Lindswell Kwok

Nama: Lindswell Kwok
Lahir: Medan, Indonesia, 24 September 1991
Alma mater: Universitas Sumatera Utara
Tinggi badan: 161 cm (5 ft 3 in)
Berat badan: 53 kg (117 lb)
Keluarga:
Tjoa Eng Hing (Ayah)
Nuraini (Ibu)
Iwan Kwok (Kakak)

Kehidupan Pribadi dan Perjalanan Karier Lindswell Kwok

Linsdwell Kwok atau biasa dipanggil Linsdwell lahir di Medan pada 24 September 1991. Ia merupakan putri bungsu dari pasangan Tjoa Eng Hing dan Nuraini.

Pada awalnya, Lindswell pernah berpikir jika wushu bukanlah karier pilihannya, karena saat itu ia belum suka dan masih dipaksa untuk latihan wushu. Sang kakak, Iwan Kwok lah yang terlebih dahulu belajar wushu dan kemudian menjadi motivasinya saat itu.

Ketekunannya berlatih wushu sejak kecil di Medan mengantarkan Lindswel Kwok menjuarai di kelas taolu (jurus). Mulai dari tingkat nasional, asia hingga dunia.

Pada ajang nasional , Lindswell meraih medali perak mewakili Sumatera Utara pada PON XVII di Kalimantan Timur , 2008. Di tingkat Kejurnas Junior , Lindswell meraih medali perak pada tahun 2005 dan memperbaiki prestasinya dengan meraih medali emas pada event yang sama pada tahun berikutnya.

Pada Agustus 2006, Lindswell mewakili Indonesia di ajang World Junior Wushu Championships I (WJWC), yaitu kompetisi wushu internasional di level junior [15-under 18]. Kompetisi ini diadakan oleh International Wushu Federation (IWUF) dan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam ajang tersebut, Lindswell berhasil meraih medali perunggu.

Dua tahun berikutnya yaitu tahun 2008 , Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah World Junior Wushu Championships II (WJWC) yang diselenggarakan di Bali. Lindswell berhasil meraih medali emas. Pada tahun 2009, Lindswell kembali mewakili Indonesia di ajang World Wushu Championships (WWC) di Ontario , Kanada. Lindwell meraih medali emas satu-satunya bagi Indonesia.

Pada nomor taijiquan Lindswell meraih medali emas dengan menggungguli Ai Miyoka (Jepang) yang meraih medali perak dan Wen Chingni (Taiwan) yang meraih medali perunggu. Sementara pada nomor taijijian, giliran Wen Chingni meraih medali emas, Ng Shin Yi (Malaysia) menduduki tempat kedua dan meraih medali perak. Sedangkan Lindswell meraih posisi ketiga dan mendapatkan medali perunggu.

Atas pencapaian Lindswell ini tim (Indonesia) meraih posisi ke sembilan dengan satu medali emas, satu medali perak dan lima medali perunggu. Lindswell memberikan kontribusi satu medali emas dan satu medali perunggu.

Pada ajang regional pada SEA Games Laos 2009 , Lindswell hanya meraih medali perak di nomor Taijiquan saat kalah point dari atlet Malaysia, Chai Fongying. Pada ajang Asian Games 2010 China, Lindswell gagal meraih target medali emas. Lindswell termasuk program “Ayo Indonesia” sebagai salah satu atlet muda berprestasi.

Baru-baru ini, pada ajang Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Indonesia, Lindswell berhasil menyumbangkan medali emas untun Indonesia. Tak heran jika Lindswell mendapat julukan sebagai Ratu Wushu Asia Tenggara.

Namun sayangnya, setelah prestasi yang ia raih di Asian Games ini Lindswell memutuskan untuk pensiun dari dunia wushu. Menurut penuturan sang kekasihnya yang juga atlet wushu, Achmad Hulaefi “keputusan yang diambil Lindswell untuk pensiun dari dunia wushu karena pada lututnya ada cedera yang sudah lama, takutnya semakin memburuk dan setelah selesai Asian Games ini mungkin akan memperbaiki lututnya lebih dulu.

Prestasi Lindswell Kwok

Berikut daftar prestasi yang diraih Lindswell Kwok di dunia Wushu:

  • 1 Medali Perak Kejurnas Jakarta, 2005
  • 1 Medali Perunggu Kejurnas Medan, 2006
  • 1 Medali perunggu Kejuaraan Dunia Junior tahun 2006
  • 1 Medali Perunggu Kejuaraan Dunia Junior, Kuala lumpur 2006
  • 1 Medali Perunggu Asian Junior Wushu Champ, Macau, 2007
  • 1 Medali Pra PON Medan, 2007
  • 1 Medali Emas, Kejurnas Surabaya tahun 2007
  • 1 Medali Perak PON Kalimantan Timur, 2008
  • 1 Medali Perak World Junior Wushu Champ Bali, 2008
  • 1 Medali Emas Asean Junior, Macau, 2009
  • 1 Medali Perak Asean Junior, Macau, 2009
  • 1 Medali Emas World Wushu Champion Toronto, Canada, 2009
  • 1 Medali Perunggu World Wushu Champion Toronto, Canada, 2009
  • 1 Medali Emas Sport Accord Combat Games, Beijing, 2010
  • 1 Medali Emas SEA Games 26th Jakarta, 2011
  • 1 Medali Perak Word Wushu Champ, Turkey, 2011
  • 1 Medali Emas Pra PON Makassar, 2011
  • 1 Medali Perak PON Riau, 2012
  • 1 Medali Perunggu Asian Wushu Champ, Vietnam, 2012
  • 1 Medali Emas Islamic Solidarity Games, Palembang, 2013
  • 1 Medali Emas Islamic Solidarity Games, Palembang, 2013
  • 1 Medali Emas World Games, Columbia, 2013
  • 1 Medali Emas Sport Accord Combat Games, St. Petersburg, 2013
  • 1 Medali Emas World Wushu Championship, Malaysia, 2013
  • 1 Medali Perak World Wushu Championship, Malaysia, 2013
  • 1 Medali Emas SEA Games 27th, Myanmar, 2013
  • Penghargaan Anugerah Olahraga Indonesia, KONI, 2013
  • 1 Medali Perak Asian Games Incheon, Korsel, 2014
  • 1 Medali Emas Asean Uni Games Incheon, Korsel, 2014
  • 1 Medali Emas 1st World Taijiquan Champ, 2014
  • 1 Medali Emas SEA Games 28th Singapore, 2015
  • 1 Medali Emas SEA Games 28th Singapore, 2015
  • 1 Medali Emas Kejuaraan Dunia Senior Jakarta, Indonesia, 2015
  • 1 Medali Emas SEA Games, Malaysia, 2017
  • 1 Medali Emas, Nomor Taijiquan Kejuaraan Dunia Wushu, Rusia, 2017
  • 1 Medali Emas, Asian Games 2018

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Lindswell Kwok – Atlet Wushu Indonesia “Ratu Wushu Asia Tenggara”“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Eko Yuli Irawan – Atlet Angkat Besi (Lifter) Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Eko Yuli Irawan – Eko Yuli Irawan adalah atlet angkat besi (lifter) Indonesia. Ia lahir di Kota Metro, Lampung, Indonesia pada tanggal 24 Juli 1989. Pada kejuaraan angkat besi dunia yunior di Praha, Republik Ceko tahun 2007, Eko meraih emas dan mendapatkan penghargaan sebagai the best lifter. Pada Olimpiade Beijing 2008, Eko meraih medali perunggu, pada Olimpiade London 2012, Eko untuk kedua kalinya berturut-turut menjadi penyumbang medali pertama Indonesia dengan meraih medali perunggu di kelas 62 kg, Ia menduduki peringkat ketiga dengan total angkatan 317 kg. Kemudian pada Olimpiade Rio 2016, Eko berhasil menyumbangkan mendali perak untuk Indonesia dengan total angkatan 312 kg.

Profil Singkat Eko Yuli Irawan

Nama: Eko Yuli Irawan
Lahir: Kota Metro, Lampung, 24 Juli 1989 (umur 29)
Kebangsaan: Indonesia
Pekerjaan: Atlet
Tinggi: 157 cm (5 ft 2 in)
Berat: 62 kg (137 lb)
Orang tua:
Saman (ayah)
Wastiah (ibu)
Istri: Masitoh

Kehidupan Awal dan Karier Eko Yuli Irawan

Eko Yuli Irawan lahir di Lampung tepatnya di Kota Metro pada 24 Juli 1989. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya yang bernama Saman merupakan seorang pengayuh becak, sedangkan ibunya yang bernama Wastiah merupakan seorang penjual sayur. Sedangkan Eko dulunya hanya seorang penggembala kambing.

Kiprah Eko di dunia agkat besi dimulai sejak usia remaja. Saat itu, ia melihat anak-anak tengah berlatih angkat besi di sasana Yon Haryono. Ia tertarik untuk bergabung dan ikut berlatih bersama dengan yang lainnya. Setelah mendapat izin dari orang tuanya,  Eko mulai mengakrabkan diri dengan barbel, ia  pun secara rutin ikut berlatih di klub asuhan Yon Haryono tersebut. Eko mulai merintis prestasinya saat tampil sebagai lifter terbaik di Kejuaraan Dunia Yunior 2007, di mana saat itu ia meraih medali emas. Sejak itu, ia melanjutkan kariernya dengan gemilang.

Baru-baru ini pada ajang Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Indonesia tepatnya di Jakarta-Palembang, Eko berhasil menyumbangkan mendali emas ke lima bagi Indonesia di cabang angkat besi kelas 62 kg dengan total angkatan 311 kg (angkatan snatch 141 kg dan angkatan clean and jerk 170 kg). Dengan total angkatan tersebut ia berhasil menggungguli lifter Vietnam Trinh van Vinh dengan total angkatan 299 kg dan lifter Uzbekistan Ergashev Adkhamjon dengan total angkatan 298 kg.

Saat ini Eko menetap di Kalimantan Timur bersama istrinya yang bersama Masitoh dan anaknya.

Prestasi Eko Yuli Irawan

Berikut beberapa prestasi yang telah diraih Eko Yuli Irawan sebagai atlet angkat besi (lifter):

  • Peringkat 8 kejuaraan dunia tahun 2006 di Santo Domingo, Republik Dominika, kelas 56 Kg dengan total angkatan 266 Kg.
  • Medali emas Sea Games di Thailand, 2007
  • Medali emas kejuaraan dunia yunior di Praha, Republik Ceko, 2007; sekaligus terpilih sebagai lifter terbaik pada ajang tersebut.
  • Dua buah medali perunggu kejuaraan dunia 2007 di Chiang Mai, Thailand, di kelas 56 Kg.
  • Medali emas PON XVII di Kaltim, 2008
  • Medali Perak, Goyang 2009, kelas 62 kg
  • Medali perak kejuaraan Asia di Kanazawa, Jepang, di kelas 62 Kg.
  • Medali Emas Universiade, China, 2011
  • Medali Perunggu, Paris 2011, kelas 62 kg
  • Medali Perunggu Olimpiade London 2012
  • Medali Emas Sea Games, 2013
  • Medali Emas Dunia Angkat Besi di Almaty, Kazakhstan 2014
  • Medali Perak Olimpiade Rio, Brazil 2016
  • Medali Emas, Asian Games, Indonesia 2018

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Eko Yuli Irawan – Atlet Angkat Besi (Lifter) Indonesia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.