Biografi dan Profil Lengkap Teungku Chik di Tiro – Pahlawan Nasional Dari Aceh

Biografi dan Profil Lengkap Teungku Chik di Tiro – Teungku Chik di Tiro atau Teuku Cik Ditiro merupakan seorang pahlawan nasional dari Aceh. Teungku Chik di Tiro lahir di Cumbok-Lamlo, Tiro, Aceh pada tahun 1836 dan ia wafat di Aneuk Galong, Aceh Besar pada Januari 1891.

Profil Singkat Teungku Chik di Tiro

Nama: Muhammad Saman dikenal dengan Teungku Chik di Tiro
Lahir: Tiro, Pidie, Kesultanan Aceh, Tahun 1836
Meninggal: Aneuk Galong, Aceh Besar, Kesultanan Aceh, pada Januari 1891
Nama Orang Tua:
Ayah: Teungku Syekh Ubaidillah
Ibu: Siti Aisyah
Agama: Islam

Riwayat Hidup Teungku Chik di Tiro

Teungku Chik di Tiro adalah putra dari pasangan Teungku Syekh Ubaidillah dan Siti Aisyah (putri Teungku Syekh Abdussalam Muda Tiro). Teungku Chik di Tiro lahir pada tahun 1836, bertepatan dengan 1251 Hijriah di Dayah Jrueng kenegerian Cumbok Lam Lo, Tiro, daerah Pidie, Aceh dengan nama Teungku Muhammad Saman. Ia dibesarkan dalam lingkungan agama yang ketat.

Teungku Chik di Tiro tidak menjalani pendidikan formal namun belajar agama kepada ulama-ulama terkenal di Tiro. Itu sebabnya mengapa Ia dipanggil dengan sebutan Tengku Cik Di Tiro.

Saat ia menunaikan ibadah haji di Mekkah, ia memperdalam lagi ilmu agamanya. Selain itu, tidak lupa ia menjumpai pimpinan-pimpinan Islam yang ada di sana, sehingga ia mulai tahu tentang perjuangan para pemimpin tersebut dalam berjuang melawan imperialisme dan kolonialisme. Sesuai dengan ajaran agama yang diyakininya, Muhammad Saman sanggup berkorban apa saja baik harta benda, kedudukan, maupun nyawanya demi tegaknya agama dan bangsa. Keyakinan tersebut dibuktikan dalam kehidupan nyata yang kemudian lebih dikenal dengan Perang Sabil. Pada saat Aceh Besar jatuh di tangan Belanda dan kekuatan Aceh makin melemah, Teungku Cik Di Tiro muncul untuk memimpin perang.

Memimpin Perjuangan Rakyat Aceh

Dengan perang sabilnya, satu persatu benteng Belanda dapat direbut. Begitu pula wilayah-wilayah yang selama ini diduduki Belanda jatuh ke tangan pasukannya. Pada bulan Mei tahun 1881, pasukan Teungku Cik di Tiro dapat merebut benteng Belanda Lam Baro, Aneuk Galong dan lain sebagainya. Belanda akhirnya terjepit di sekitar kota Banda Aceh dengan mempergunakan taktik lini konsentrasi (concentratie stelsel) yaitu membuat benteng yang mengelilingi wilayah yang masih dikuasainya.

Karena merasa kewalahan kewalahan dengan serangan yang dilakukan pemimpin Aceh, Belanda segera mendatangkan bala bantuan dengan perlengkapan perang dalam jumlah besar. Pada tahun 1873 Belanda memulai aksi balas dendamnya dengan memerangi Aceh, agar kerajaan tersebut menjadi daerah kekuasaannya.

Pada penyerangan pertama pasukan dari Belanda melakukan aksinya namun dapat digagalkan dan memakan korban bagi pihak Belanda dengan tewasnya pimpinan mereka yaitu Mayor Jenderal Kohler. Kegagalan ini membuat Belanda menjadi geram, akhirnya mereka memperkuat barisan pasukannya dengan tembakan-tembakan meriam dari kapal perang yang berlabuh di pantai. Akhirnya keadaan seperti ini membuat Aceh mulai mundur.

Pada penyerangan pertama, pasukan Belanda melakukan aksinya namun bisaqdigagalkan dan memakan korban dari pihak Belanda dengan tewasnya pimpinan mereka yaitu Mayor Jenderal Kohler. Kegagalan tersebut membuat Belanda menjadi geram, akhirnya mereka memperkuat barisan pasukannya dengan tembakan meriam dari kapal perang. Akhirnya keadaan seperti ini membuat Aceh mulai mundur.

Kematian Teungku Chik di Tiro

Teungku Chik di Tiro adalah tokoh yang kembali menggairahkan Perang Aceh pada tahun 1881 setelah menurunnya kegiatan penyerangan terhadap Belanda. Selama ia memimpin peperangan terjadi 4 kali pergantian gubernur Belanda yaitu:

Abraham Pruijs van der Hoeven (1881-1883)
Philip Franz Laging Tobias (1883-1884)
Henry Demmeni (1884-1886)
Henri Karel Frederik van Teijn (1886-1891)

Dengan begitu, Belanda merasa kekewalahan akhirnya menggunakan siasat liuk dengan mengirim makanan yang sudah dibubuhi racun dengan cara menyuruh seorang wanita untuk memasukkan racun ke dalam makanannya. Karena memakan makanan yang telah diberi racun, Teungku Chik di tiro menderita sakit dan meninggal dunia di benteng Aneuk Galong pada bulan Januari 1891. Kemudian jenazahnya dimakamkan di Indrapura, Aceh.

Walaupun Tengku Cik Di Tiro telah meninggal dunia, namun perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda terus dilakukan hingga bertahun-tahun lamanya. Akhirnya Belanda baru bisa menguasai Aceh pada tahun 1904 dengan Plakat Pendeknya.

Diangkat Sebagai Pahlawan Nasional Indonesia

Kegigihan dalam membela bangsa Indonesia membuat pemerintah RI pada tanggal 6 Nopember 1973 mengangkat Teungku Chik di Tiro sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.087/TK/Tahun 1973.

Demikian artikel tentang””, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Achmad Soebardjo – Menteri Luar Negeri Indonesia Ke-1

Biografi dan Profil Lengkap Ahmad Soebardjo – Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Achmad Soebardjo adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Achmad Soebardjo lahir di Karawang, Jawa Barat pada 23 Maret 1896 dan Ia meninggal di Jakarta pada 15 Desember 1978 pada umur 82 tahun.

Profil Singkat Mr. Achmad Soebardjo

Nama: Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo
Lahir: Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896
Meninggal: Jakarta, 15 Desember 1978
Istri: Raden Ayu Pudji Astuti (dikenal dengan Pudji Soebardjo)
Nama Orang Tua:
Ayah: Teuku Muhammad Yusuf
Ibu: Wardinah
Agama: Islam
Pendidikan:
Hogere Burger School, Jakarta
Universitas Leiden, Belanda
Karier:
Menteri Luar Negeri Indonesia (2 September 1945 – 14 November 1945)
Menteri Luar Negeri Indonesia (4 Agustus 1951 – 20 Desember 1952)
Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland antara tahun 1957 – 1961.

Riwayat Hidup dan Perjuangan Mr. Achmad Soebardjo

Achmad Soebardjo lahir di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat pada tanggal 23 Maret 1896. Ia merupakan putra dari pasangan Teuku Muhammad Yusuf dan Wardinah. Sang ayah masih keturunan bangsawan Aceh dari Pidie, Kakek Achmad Soebardjo dari pihak ayah adalah Ulee Balang dan ulama di wilayah Lueng Putu. Teuku Yusuf bekerja sebagai pegawai pemerintahan dengan jabatan Mantri Polisi di wilayah Teluk Jambe, Kerawang. Sedangkan sang ibu merupakan keturunan Jawa-Bugis dan merupakan anak dari Camat di Telukagung, Cirebon.

Mulanya, Achmad Soebardjo diberi nama Teuku Abdul Manaf oleh ayahnya dan Achmad Soebardjo oleh ibunya. Sedangkan, nama Djojoadisoerjo ditambahkannya sendiri setelah dewasa, saat ia ditahan di penjara Ponorogo karena Peristiwa 3 Juli 1946.

Achmad Soebardjo bersekolah di Hogere Burger School, Jakarta (saat ini setara dengan Sekolah Menengah Atas) pada tahun 1917. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Leiden, Belanda dan memperoleh ijazah Meester in de Rechten (saat ini setara dengan Sarjana Hukum) di bidang undang-undang pada tahun 1933.

Semasa masih menjadi mahasiswa, Soebardjo aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui beberapa organisasi seperti Jong Java dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Belanda. Pada bulan Februari 1927, ia menjadi wakil Indonesia bersama Mohammad Hatta dan para ahli gerakan-gerakan Indonesia pada persidangan antarbangsa “Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajah” yang pertama di Brussels dan selanjutnya di Jerman. Pada persidangan pertama tersebut juga hadir Jawaharlal Nehru dan pemimpin nasionalis lainnya yang terkenal dari Asia dan Afrika. Sewaktu kembalinya ke Indonesia, Soebardjo aktif menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan kemudian Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pada 16 Agustus 1945, para pemuda pejuang termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana, Shodanco Singgih, dan pemuda lainnya membawa Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok (Peristiwa Rengasdengklok). Tujuannya yaitu agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang.

Para pemuda pejuang tersebut kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta terjadi perundingan antara golongan muda yang diwakilkan oleh Wikana dan golongan tua diwakilkan oleh Achmad Soebardjo. Achmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Achmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Soekarno dan Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Achmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan.

Perjalanan Karier Mr. Achmad Soebardjo Setelah Kemerdekaan

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soebardjo dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada Kabinet Presidensial yaitu kabinet Indonesia yang pertama. Pada tahun 1951 – 1952, Ia kembali menjabat menjadi Menteri Luar Negeri. Selain itu, ia juga menjadi Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland antara tahun 1957-1961.

Dalam bidang pendidikan, Soebardjo merupakan profesor dalam bidang Sejarah Perlembagaan dan Diplomasi Republik Indonesia di Fakultas Kesusasteraan, Universitas Indonesia.

Wafatnya Mr. Achmad Soebardjo dan Diangkat sebagai Pahlawan Nasional

Pada 15 Desember 1978, Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo meninggal dunia dalam usia 82 tahundi Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, akibat flu yang menimbulkan komplikasi. Kemudian, Ia dimakamkan di Cipayung, Bogor.

Pada tahun 2009, Pemerintah mengangkat almarhum Achmad Soebardjo sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Achmad Soebardjo – Menteri Luar Negeri Indonesia Ke-1“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Prof. Mr. Dr. Soepomo – Pahlawan Nasional Indonesia Arsitek UUD 1945

Biografi dan Profil Lengkap Prof. Mr. Dr. Soepomo, S.H – Prof. Mr. Dr. Soepomo adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Soepomo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 22 Januari 1903 dan meninggal di Jakarta pada 12 September 1958 . Soepomo dikenal sebagai arsitek Undang-Undang Dasar 1945 bersama dengan Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno.

Profil Singkat Soepomo

Nama: Prof. Mr. Dr. Soepomo
Lahir: Sukoharjo, Jawa Tengah, 22 Januari 1903
Meninggal: Jakarta, 12 September 1958
Agama: Islam
Pendidikan:

  • ELS (Europeesche Lagere School) di Boyolali (1917)
  • MULO (Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs) di Solo (1920)
  • Bataviasche Rechtsschool di Batavia (lulus tahun 1923)
  • Rijksuniversiteit Leiden/Leiden University (1924)

Karier:

  • Pegawai yang diperbantukan pada Pengadilan Negeri Yogyakarta
  • Anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
  • Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
  • Ketua Panitia Kecil Perancang UUD
  • Menteri Kehakiman/ Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ke-1 (19 Agustus 1945 – 14 November 1945; 20 Desember 1949 – 6 September 1950)
  • Rektor Universitas Indonesia ke-2 (1951-1954)

Kehidupan Pribadi dan Pendidikan Soepomo

Prof. Mr. Dr. Soepomo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 22 Januari 1903. Soepomo terlahir dari kalangan keluarga ningrat aristocrat jawa. Kakek dari pihak ibunya adalah Raden Tumenggung Wirjodirodjo, bupati Nayak dari Sragen. Sedangkan Kakek dari pihak ayahnya adalah raden Tumenggung Reksowardono, bupati Anom Sukaharjo pada masa kejayaannya dulu.

Sebagai putra keluarga priyayi, Soepomo berkesempatan meneruskan pendidikannya di ELS (Europeesche Lagere School) yaitru sekolah setara sekolah dasar di Boyolali (1917), kemudian ia melanjutkan pendidikannya di MULO (Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs) di Solo (1920) dan ia menyelesaikan pendidikan kejuruan hukum di Bataviasche Rechtsschool di Batavia pada tahun 1923. Kemudian, Soepomo ditunjuk sebagai pegawai pemerintah kolonial Hindia Belanda yang diperbantukan pada Ketua Pengadilan Negeri Sragen.

Kisaran tahun 1924 dan 1927, Soepomo mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya ke ke Rijksuniversiteit Leiden di Belanda di bawah bimbingan Cornelis van Vollenhoven, yaitu profesor hukum yang dikenal sebagai arsitek ilmu hukum adat Indonesia dan ahli hukum internasional serta salah satu konseptor Liga Bangsa-Bangsa. Thesis doktornya yang berjudul Reorganisatie van het Agrarisch Stelsel in het Gewest Soerakarta (Reorganisasi sistem agraria di wilayah Surakarta) tidak hanya mengupas sistem agraria tradisional di Surakarta, namun juga secara tajam menganalisis hukum-hukum kolonial yang berkaitan dengan pertanahan di wilayah Surakarta.

Thesis tersebut ditulis dalam bahasa Belanda, kritik Soepomo atas wacana kolonial tentang proses transisi agraria ini dibungkus dalam bahasa yang halus dan tidak langsung, menggunakan argumen-argumen kolonial sendiri, dan hanya bisa terbaca saat kita menyadari bahwa subyektivitas Soepomo sangat kental diwarnai etika Jawa.

Soepomo Meninggal Dunia dan Diangkat Sebagai Pahlawan Nasional Indonesia

Prof. Mr. Dr Soepomo meninggal di Jakarta, 12 September 1958 pada umur 55 tahun. Soepomo meninggal dalam usia muda akibat serangan jantung dan Ia dimakamkan di Solo. Berdasarkan Keppres No. 123 Tahun 1965, pada 14 Mei 1965 Soepomo diangkat menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Prof. Mr. Dr. Soepomo – Pahlawan Nasional Indonesia Arsitek UUD 1945“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Stephen Hawking – Seorang Ahli Fisika Teoris

Biografi dan Profil Lengkap Stephen Hawking – Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS merupakan seorang ahli fisika teoris. Stephen Hawking merupakan seorang profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge. Ia dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama karena teori-teorinya mengenai teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking. Stephen Hawking lahir di Oxford, Britania Raya pada 8 Januari 1942, ia meninggal di Cambridge, Cambridgeshire, Inggris, Britania Raya pada 14 Maret 2018.

Profil Singkat Stephen Hawking

Nama: Stephen William Hawking
Lahir: Oxford, Inggris, 8 Januari 1942
Meninggal: 14 Maret 2018, Cambridge, Cambridgeshire, Inggris
Tempat tinggal: Britania Raya
Kebangsaan: Britania
Bidang :
Relativitas umum
Gravitasi kuantum
Pendidikan:
St Albans High School for Girls
St Albans School
University College, Oxford (BA, 1962)
Trinity Hall, Cambridge (PhD, 1965)
Pasangan:
Jane Wilde (m. 1965-1995)
Elaine Mason (m. 1995-2006)
Anak:
Robert (l. 1967)
Lucy (l. 1970)
Timothy (l. 1979)

Kehidupan Awal dan Pendidikan Stephen Hawking

Stephen William Hawking atau lebih dikenal dengan Stephen Hawking merupakan anak dari pasangan Dr. Frank Hawking yaitu seorang biolog dan Isobel Hawking. Stephen Hawking lahir di Oxford, Britania Raya pada 8 Januari 1942. Hawking memiliki 2 saudara kandung bernama Philippa dan Mary dan saudara adopsi bernama Edward.

Pada saat mengandung Hawking, Orang tuanya yang tinggal di North London pindah ke Oxford untuk mencari tempat yang lebih aman karena saat itu London berada dibawah serangan Luftwaffe Jerman. Setelah Hawking lahir, merekan kembali ke London. Ayahnya kemudian mengepalai divisi parasitologi di National Institute for Medical Research.

Pada tahun 1950, Hawking dan keluarganya pindah ke St Albans, Hertfordshire. Disana, Hawking bersekolah di St Albans High School for Girls dari tahun 1950-1953 karena saat itu laki-laki dapat masuk sekolah perempuan hingga berumur 10 tahun. Setelah itu, Hawking bersekolah di St Albans School.

Hawking selalu tertarik pada ilmu pengetahuan, Ia terinspirasi dari guru matematikanya yaitu Dikran Tahta untuk mempelajari matematika di universitas. Ayahnya ingin agar Hawking masuk ke University College, Oxford, dimana tempat ayahnya dulu bersekolah. Hawking kemudian mempelajari ilmu pengetahuan alam. Ia mendapat beasiswa lalu berspesialisasi dalam fisika.

Setelah menerima gelar B.A. di Oxford pada tahun 1962, ia tetap tinggal untuk mempelajari astronomi. Ia memilih pergi saat mengetahui bahwa mempelajari bintik matahari tidak sesuai untuknya dan Hawking lebih tertarik pada teori daripada observasi. Kemudian Hawking masuk ke Trinity Hall, Cambridge. Ia mempelajari astronomi teoretis dan kosmologi.

Setelah tiba di Cambridge, gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS) yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskularnya atau tetraplegia (kelumpuhan) mulai muncul. Pada tahun 1974, Hawking tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya bisa dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik.

Pada tahun 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga ia tidak bisa berbicara sama sekali. Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang memperbolehkan Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, lalu akan dilafalkan melalui sebuah voice synthesizer.

Karier Dalam Fisika Teoretis

Hawking meyakini bahwa kehidupan ekstraterestrial (kehidupan yang tidak berasal dari planet bumi) memang ada dan ia menggunakan basis matematis untuk asumsinya.”Menurut otak matematisku, angka menunjukan bahwa keberadaan alien sangatlah rasional”.

Hawking meyakini bahwa alien tidak hanya ada di planet-planet, namun juga ada ditempat lain seperti bintang atau mengapung di angkasa. Hawking juga memperingati bahwa beberapa spesies alien mungkin memiliki peradaban yang maju dan bisa mengancam Bumi. Hubungan dengan spesies seperti itu dapat membahayakan seluruh umat manusia. Ia mengatakan, “Jika alien mengunjungi kita, hasilnya akan sama seperti ketika Columbus mendarat di Amerika, yang tidak berakhir baik bagi penduduk asli Amerika”. Hawking menyarankan, daripada mencoba menghubungi alien, sebaiknya kita menghindari hubungan dengan mereka. Hawking selalu mengandalkan Tuhan dalam segala usahanya.

Stephen Hawking Merupakan Seorang Atheis

Hawking mengambil posisi agnostik dalam masalah agama. Ia menggunakan kata Tuhan secara metamorfosis untuk menggambarkan poin dalam buku dan pidatonya. Mantan istrinya yaitu Jane Wilde mengatakan saat proses perceraian Hawking adalah seorang ateis.

Hawking menyatakan bahwa ia tidak religius secara akal sehat dan ia percaya bahwa alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, namun Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum.

Pada tahun 2010, Hawking membandingkan agama dan ilmu pengetahuan. Ia menyatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara agama yang berdasarkan pada otoritas, dan ilmu pengetahuan yang berdasarkan pada observasi dan alasan. Ilmu pengetahuan akan menang karena memang terbukti.

Pada September 2010, The Telegraph melaporkan, Stephen Hawking menyatakan bahwa Tuhan bukan pencipta alam semesta. Hawking menulis dalam bukunya, The Grand Design, bahwa “Karena adanya hukum seperti gravitasi, tata surya dapat dan akan membentuk dirinya sendiri. Penciptaan spontan adalah alasannya mengapa sekarang ada “sesuatu” dan bukannya kehampaan, mengapa alam semesta ada dan kita ada. Tidak perlu memohon kepada Tuhan untuk memulai segalanya dan menggerakan alam semesta.”

Kehidupan Pribadi Stephen Hawking

Pada 1965, Stephen Hawking menikah dengan Jane Wilde (dikenal dengan Jane Hawking) yaitu seorang murid bahasa. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tiga orang anak yaitu Robert (lahir 1967), Lucy (lahir 1969) dan Timothy (lahir 1979). Kemudian mereka bercerai pada tahun 1991 karena tekanan ketenaran dan meningkatnya kecacatan Hawking.

Pada tahun 1995, Hawking kembali menikah dengan perawatnya yaitu Elaine Mason, namun pada oktober 2006 Hawking meminta cerai pada Elaine Mason.

Pada tanggal 14 Maret 2018 (GMT) pagi, Hawking meninggal dunia di rumahnya di Cambridge.

Penghargaan Yang Pernah Diterima Stephen Hawking

Berikut beberapa penghargaan yang di terima stephen hawking, diantaranya yaitu:

  • Adams Prize (1966)
  • FRS (1974)
  • Eddington Medal (1975)
  • Maxwell Medal and Prize (1976)
  • Heineman Prize (1976)
  • Hughes Medal (1976)
  • Albert Einstein Award (1978)
  • CBE (1982)
  • RAS Gold Medal (1985)
  • Dirac Medal (1987)
  • Wolf Prize (1988)
  • CH (1989)
  • Prince of Asturias Award (1989)
  • Andrew Gemant Award (1998)
  • Naylor Prize and Lectureship (1999)
  • Lilienfeld Prize (1999)
  • Albert Medal (Royal Society of Arts) (1999)
  • Copley Medal (2006)
  • Presidential Medal of Freedom (2009)
  • Fundamental Physics Prize (2012)
  • FRSA
  • BBVA Foundation Frontiers of Knowledge Award (2015)

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Stephen Hawking – Seorang Ahli Fisika Teoris“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Susi Pudjiastuti – Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Ke-6

Biografi dan Profil Lengkap Susi Pudjiastuti – Dr. (HC) Susi Pudjiastuti merupakan seorang Menteri Kelautan dan Perikanan ke 6 Indonesia dari Kabinet Kerja 2014-2019 yang juga pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat. Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965.

Profil Singkat Susi Pudjiastuti

Nama: Dr. (HC) Susi Pudjiastuti
Lahir: Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965
Orang Tua:
Ayah: Haji Ahmad Karlan
Ibu: Hajjah Suwuh Lasminah
Suami/istri:
Yoyok Yudi Suharyo (?-1986)
Daniel Kaiser (?-2000)
Christian von Strombeck
Anak:
Panji Hilmansyah (1984-2016)
Nadine Kaiser
Alvy Xavier
Agama: Islam

Kehidupan Pribadi Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti merupakan putri dari pasangan Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah yang lahir di Pangandaran, Jawa Barat pada 15 Januari 1965. Kedua orang tuanya berasal dari Jawa Tengah namun sudah lima generasi hidup di Pangandaran. Keluarga Susi memiliki usaha ternak, memperjualbelikan ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya yaitu Haji Ireng, juga dikenal sebagai tuan tanah di daerahnya.

Susi Pudjiastuti sempat dua kali bercerai yaitu dengan Yoyok Yudi Suharyo (?-1986) dan Daniel Kaiser (?-2000). Kemudian ia kembali menikah dengan Christian von Strombeck. Dari pernikahan-pernikahannya, Susi Pudjiastuti memiliki tiga orang anak yiatu Panji Hilmansyah (dari pernikahannya dengan Yoyok Yudi Suharyo), Nadine Kaiser (dari pernikahannya dengan Daniel Kaiser) dan Alvy Xavier.

Putus Sekolah, Menjadi Pengusaha dan Mendirikan Maskapai Susi Air

Setelah mengenyam pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama, Susi melanjutkan pendidikannya ke SMA Negeri 1 Yogyakarta, namun berhenti di kelas 2 karena ia dikeluarkan dari sekolah akibat keaktifannya dalam gerakan Golput.

Setelah putus sekolah, Susi menjual perhiasannya dan mengumpulkan modal sebesar Rp.750.000 untuk menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Bisnis tersebut terus berkembang, kemudian pada tahun 1996, Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster bermerek “Susi Brand”. Bisnis pengolahan ikan miliknya terus berkembang hingga mencapai pasar Asia dan Amerika. Karena hal tersebut, Susi membutuhkan sarana transportasi udara yang bisa mengangkut produk hasil lautnya dalam keadaan masih segar dengan cepat.

Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp.20 miliar hasil pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki tersebut ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna tersebut yaitu Susi Air.

Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004, Cessna Susi menjadi pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada korban yang berada di daerah terisolasi.

Peristiwa tersebut mengubah arah bisnis Susi. Saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki sebanyak 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 32 pesawat Cessna Grand Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 pesawat Diamond Twin star. Kini, Susi Air memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat terbang beragam jenis.

Pada tahun 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.

Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja (2014-2019)

Susi Pudjiastuti ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla dan ia ditetapkan secara resmi pada 26 Oktober 2014.

Sebelum dilantik, Susi melepas semua posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan beberapa posisi lainnya, termasuk Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang bergerak di bidang penerbangan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya sebagai menteri dan sebagai pemimpin bisnis. Selain itu, alasan lain Susi melepas semua jabatannya yaitu agar ia bisa bekerja maksimal menjalankan pemerintahan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.

Penghargaan Yang Pernah Diterima

Susi Pudjiastuti menerima banyak penghargaan diantaranya:

  • Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat (2004)
  • Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia (2005)
  • Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.(2006)
  • Metro TV Award for Economics (2006)
  • Inspiring Woman (2005) dan Eagle Award (2006) dari Metro TV, Indonesia
  • Berprestasi Award dari PT Exelcomindo
  • Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (2009)
  • Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB (2011)
  • Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC (2011)
  • Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan dari Gubernur Jawa Barat (2008)
  • Kanjeng Ratu Ayu (KRAY) Susi Pudjiastutiningrat dari Keraton Surakarta Hadiningrat (2015)
  • Leaders for a Living Planet Award dari WWF (16 September 2016), sebagai penghargaan atas perannya dalam memajukan pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan, pelestarian alam laut, dan pemberantasan pencurian ikan.
  • Doktor Honoris Causa oleh Universitas Diponegoro (3 Desember 2016)
  • Seafood Champion Award (5 Juni 2017)

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Susi Pudjiastuti – Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Ke-6“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Muhammad Ali – Petinju Professional Kelas Berat Dunia

Biografi dan Profil Lengkap Muhammad Ali – Muhammad Ali adalah mantan petinju professional asal Amerika Serikat yang dikenal secara luas sebagai salah satu tokoh olahraga yang paling signifikan dan terkenal dari abad ke-20. Ia lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat pada 17 Januari 1942 dengan nama lahir Cassius Marcellus Clay, Jr. Muhammad Ali meninggal pada 3 Juni 2016 di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat ; sumber lain mengatakan ia meninggal di Scottsdale, Arizona, Amerika Serikat.

Profil Singkat Muhammad Ali

Nama: Muhammad Ali
Nama Panggilan:
The Great
The Peoples Champ
The Lips
Lahir: 17 Januari 1942, Louisville, Kentucky, Amerika Serikat
Meninggal: 3 Juni 2016, Phoenix, Arizona, Amerika Serikat dan/atau Scottsdale, Arizona, Amerika Serikat
Pasangan:

  • Sonji Roi (m. 1964-1966)
  • Khalilah Ali (m. 1967-1976)
  • Veronica Porché Ali (m. 1977-1986)
  • Lonnie Ali (m. 1986-2016)

Anak:

  • Jamillah Ali (Muhammad Ali, Khalilah Ali)
  • Rasheda Ali (Muhammad Ali, Khalilah Ali)
  • Muhammad Ali Jr. (Muhammad Ali, Khalilah Ali)
  • Maryum Ali (Muhammad Ali, Khalilah Ali)
  • Hana Ali (Muhammad Ali, Veronica Ali)
  • Laila Ali (Muhammad Ali, Veronica Ali)
  • Asaad Amin (Muhammad Ali, Lonnie Ali)
  • Miya Ali (Muhammad Ali, Patricia Harvell)
  • Khaliah Ali (Muhammad Ali, Aaisha Fletcher)

Perjalanan Karier dan Prestasi Tinju Muhammad Ali

Muhammad Ali lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay, Jr. pada 17 Januari, 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Nama tersebut mengikuti nama ayahnya yang bernama Cassius Marcellus Clay, Sr. yaitu seorang pelukis billboard (papan iklan) dan rambu lalu lintas dan ibunya bernama Odessa Grady Clay yaitu seorang pencuci pakaian.

Ali mulai berlatih tinju pada usia 12 tahun. Ketika belum genap berusia 20 tahun, ia memenangkan pertandingan kelas berat dan mendapatkan mendali emas dalam Olimpiade Roma pada tahun 1960.

Pada usia 22, Ali telah meraih juara pada Heavyweight World Championship dari Sonny Liston dalam pertandingan pada 25 Februari tahun 1964 dengan menang TKO ronde 7 dari 15 ronde yang direncanakan. Tidak lama setelah itu, Ia memeluk agama Islam dan mengubah namanya menjadi Muhammad Ali Clay dan memberikan pesan kebanggaan ras untuk Afrika Amerika serta perlawanan terhadap dominasi putih selama Gerakan Hak-Hak Sipil Afrika-Amerika tahun 1960an. Selain itu ia juga memplokamirkan ia masuk dalam kelompok Nation of Islam (NOI) yang kontroversial (Pada buku biografi Ali yang diluncurkan pada tahun 2004, Ali mengaku sudah tidak bergabung dengan NOI, tetapi bergabung dengan jamaah Islam Sunni pada tahun 1975.)

Pada 25 Mei 1965, diadakan tanding ulang antara Ali melawan Liston yang penuh kontroversi. Pukulan Ali yang begitu cepat menimbulkan spekulasi di kalangan tinju yang menyebut pukulan Ali sebagai “phantom punch”. Pukulan yang begitu cepat, sehingga tidak tampak mengenai Liston yang roboh. Banyak isu yang berkembang akan hal itu, termasuk suap dan ancaman orang-orang NOI terhadap Liston dan keluarganya, namun Liston membantah semua itu dengan menyatakan pukulan Ali menghantamnya dengan keras.

Pada tahun 1966, Ali menolak ikut wajib militer untuk Pasukan Militer Amerika Serikat, serta menentang keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam. Karena tindakannya tersebut, Ali diskors dan gelar juaranya di cabut oleh Komisi Tinju. Ia berhasil mengajukan banding di Mahkamah Agung Amerika Serikat, yang membalikkan hukumannya pada tahun 1971. Pada saat itu, ia tidak bisa bertarung sama sekali selama hampir empat tahun dan kehilangan kinerja puncaknya sebagai atlet tinju. Tindakan Ali sebagai penentang perang membuatnya menjadi ikon besar untuk Generasi Tandingan.

Pada 8 Maret 1971, Ali kembali bertanding diatas ring namun kalah angka dari Joe Frazier di New York, dan harus menyerahkan gelarnya. Pada 30 Oktober 1974, Ali merebut kembali gelar juara kelas berat WBC dan WBA di Rumble in the Jungle setelah menumbangkan George Foreman di Kinsasha, Zaire pada ronde ke 8.

Pada 1 Oktober 1975, Presiden Ferdinand Marcos memboyong pertandingan Ali vs Fraizer III ke kota Manila, Filipina bertajuk Thrilla in Manila. Pada pertandingan ini, Ali menang TKO ronde 14 dalam pertandingan yang sangat seru dan menegangkan. Frazier yang kelelahan akhirnya menyerah dan tidak mau melanjutkan pertandingan pada istirahat menjelang ronde ke-15. Setelah itu, saat akan wawancara dengan televisi, Ali terjatuh karena kehabisan tenaga. Setelah istirahat beberapa menit, wawancara dapat dilakukan, namun Ali harus duduk di bangku.

Pada 15 September 1978, Ali berhasil mengalahkan Leon Spinks dengan angka 15 ronde di New Orleans. Pertandingan ini mengukuhkannya sebagai petinju pertama dengan gelar juara kelas berat sebanyak 3 kali.

Pada 6 September 1979, Ali menyatakan mengundurkan diri dari tinju dan gelar dinyatakan kosong. Namun, pada 2 Oktober 1980, Ali kembali ke ring tinju melawan Larry Holmes yang merupakan bekas kawan latih tandingnya. Dalam pertandingan yang berat sebelah tersebut , Ali tidak mampu berkutik, sedangkan Holmes tampak tidak tega menghabisi Ali yang tak berdaya. Ali menyerah dan mengundurkan diri pada ronde 11, lalu Holmes dinyatakan menang TKO.

Dalam laporan medis yang dilakukan di Mayo Clinic, Ali dinyatakan menderita gejala sindrom Parkinson seperti tangan yang gemetar, bicara yang mulai lamban, serta ada indikasi bahwa ada kerusakan pada selaput (membran) di otak. Akan tetapi, Don King merahasiakan hasil medis tersebut dan pertandingan Ali dengan Holmes tetap berlangsung.

Sebelum pertandingan melawan Larry Holmes, dokter pribadinya yaitu Dr. Ferdie Pacheco, terpaksa mengundurkan diri karena Ali tidak mau mendengarkan nasehatnya untuk menolak pertandingan tersebut. Dalam salah satu buku biografi Ali, Pacheco mengatakan bahwa selama latihan Ali sempat kencing darah karena kerusakan ginjal yang disebabkan oleh pukulan dan juga memiliki gejala sindrom Parkinson sejak sebelum pertandingan tersebut.

Setelah pertandingan melawan Larry Holmes, dilakukan cek medis ulang dan hasil medis menguatkan hasil medis sebelumnya.

Ali mencoba kembali ke dunia tinju dengan melawan Trevor Berbick di Bahama pada 11 Desember 1981. Dengan kondisi Ali yang sudah renta, dalam pertandingan bertajuk “Drama in Bahama”, Ali mampu tampil lebih bagus daripada saat melawan Holmes, walaupun pada akhirnya ia kalah angka ronde 10. Setelah pertandingan ini, Ali pensium dari dunia tinju.

Ali tetap satu-satunya juara dunia kelas berat sebanyak tiga kali; Ali memenangkan gelar tersebut pada tahun 1964, 1974 dan 1978. Di antara tanggal 25 Februari hingga 19 September 1964, Ali dinobatkan sebagai Juara Dunia Tinju Kelas Berat. Ia dijuluki sebagai “The Greatest”. Pada tahun 1999, Ali dianugrahi “Sportsman of the Century” oleh Sports Illustrated.

Kehidupan Pribadi Muhammad Ali

Pada 14 Agustus 1964, Muhammad Ali menikah dengan Sonji Roi. Akan tetapi, mereka bercerai pada 10 Januari 1966 karena Ali menganggap Roi tidak berpakaian Islami.

Kemudian pada 17 Agustus 1967, Muhammad Ali kembali menikah dengan Belinda Boyd (setelah menikah menjadi Khalilah Ali). Dari pernikahan ini, mereka memiliki 3 anak yaitu Jamilah dan Rasheda (putri kembar) dan Muhammad Ali Jr. Pada tahun 1977, Ali dan Belinda resmi bercerai. Pada tahun yang sama, Ali menikah dengan Veronica Porche Anderson (Veronica Ali). Dari pernikahan ini, mereka memiliki dua orang putri yaitu Hanna dan Laila Ali.

Muhammad Ali Wafat

Pada 20 Desember 2014, Muhammad Ali dirawat di rumah sakit karena terkena pneumonia ringan. Kemudian pada 15 Januari 2015, Ia kembali dirawat dirumah sakit karena mengalami infeksi saluran kemih, tapi keesokan harinya ia sudah boleh pulang.

Pada 2 Juni 2016, Ali kembali dirawat di rumah sakit karena masalah pernapasan. Saat itu kondisi kesehatannya masih stabil, namun hari berikutnya kondisinya memburuk dan tak kunjung membaik dan pada 3 Juni 2016 Muhammad Ali meninggal dunia pada usia 74 tahun.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Muhammad Ali – Petinju Professional Kelas Berat Dunia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Pablo Picasso – Seniman Kubisme Terkenal Dunia

Biografi dan Profil Lengkap Pablo Picasso – Pablo Ruiz Picasso atau yang lebih dikenal dengan Pablo Picasso merupakan seorang seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan juga dikenal sebagai pelukis revolusioner pada abad ke-20. Selain itu, Ia juga merupakan jenius seni yang cakap membuat patung, grafis, keramik, kostum penari balet hingga tata panggung.

Picasso lahir di Malaga, Spanyol pada 25 Oktober 1881 dengan nama lengkap Pablo (atau El Pablito) Diego José Santiago Francisco de Paula Juan Nepomuceno Crispín Crispiniano de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Ruiz Blasco y Picasso López. Ia merupakan anak dari pasangan Josse Ruiz Blasco, seorang profesor seni dan Maria Picasso Lopez. Picasso meninggal pada 8 April 1973 di Mougins, Perancis.

Profil Singkat Pablo Picasso

Nama: Pablo Diego José Francisco de Paula Juan Nepomuceno María de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Ruiz y Picasso
Lahir: Malaga, Spanyol, 25 Oktober 1881
Meninggal: Mougins, Perancis, 8 April 1973
Orang tua:
Josse Ruiz Blasco (ayah)
Maria Picasso Lopez (ibu)
Pasangan:
Olga Khokhlova (m. 1918–1955)
Jacqueline Roque (m. 1961–1973)
Anak:
Paloma Picasso
Paulo Picasso
Claude Pierre Pablo Picasso
Maya Widmaier-Picasso
Kebangsaan: Spanyol
Pendidikan:
School of Fine Arts di Barcelona, Spanyol (1895)
Royal Academy (1897)
Karya terkenal:
Les Demoiselles d’Avignon (1907)
Guernica (1937)
The Weeping Woman (1937)

Biografi Pablo Picasso

Darah seni yang diturunkan orang tuanya, dimana sang ayah yaitu Josse Ruiz Blasco merupakan profesor seni dan sang ibu yaitu Maria Picasso Lopez merupakan ahli dalam bidang seni. Bakat seni picasso sudah terlihat sejak ia kecil, Picasso muda sudah pandai melukis. Pada usia 14 tahun, ia lulus ujian masuk School of Fine Arts di Barcelona dan dua tahun kemudian ia pindah ke Madrid untuk belajar di Royal Academy. Tak lama kemudian, Picasso kembali ke Barcelona dan bergabung di Els Quatre Gats, yaitu tempat para penyair, artis dan kritikus untuk tukar menukar ide yang didapat dari luar Spanyol.

Pada usia 23 tahun, Picasso pindah ke Paris yang merupakan kota pusat seni dunia pada masa itu. Disana ia banyak menghasilkan karya seni yang indah dengan mengusung gaya kubisme pada setiap karyanya. Selain itu, ia menemukan teman yang memiliki pemikiran yang sama yaitu Georges Braque. Kemudian, mereka berdua menciptakan lukisan berunsur kubisme dan itu sangat mengejutkan dunia saat itu.

Karya-Karya Pablo Picasso

Biasanya seniman masyhur ditandai dengan satu macam gaya dasar, namun tidak dengan Picasso. Ia menampilkan ruang luas dari pelbagai gaya yang mencengangkan. Para kritikus seni memberikan banyak julukan seperti periode biru, periode merah muda, periode neo-klasik dan lain sebagainya. Picasso juga merupakan salah satu dari cikal bakal Kubisme.

Selama hidupnya, Picasso telah menghasilkan sebanyak 20.000 karya. Menariknya, Picasso sering berganti gaya lukisan. Hal tersebut terjadi karena Picasso memiliki banyak teman. Seperti gaya lukisan biru dan merah jambu (karena lukisan didominasi warna biru dan merah jambu) berubah drastis ke gaya kubisme, akibat pengaruh pertemanannya dengan Georges Braque.

Gaya kubisme ini mengejutkan dunia seni, karena mengubah persepsi orang akan suatu keindahan seni. Jika sebelumnya lukisan dengan model wanita mudah dikenali, oleh Picasso dibuat drastis sehingga bentuk lukisannya sulit dikenali, seperti yang ia tuangkan melalui karya Demoiselles d’Avignon. Lukisan tersebut tidak sembarangan dibuat, sebelumnya ia telah mempelajari karya pematung Iberia dan patung Afrika lainnya (patung primitif) yang biasanya berbentuk melengkung dan tidak proporsional.

Ketidaksembarangan Picasso juga dibuktikan dengan beberapa eksperimen yang sering dilakukannya, terutama pada perspektif dan distorsi yang ada pada suatu lukisan. Sehingga gaya kubisme Picasso ini mengubah wawasan dunia mengenai penilaian suatu lukisan yaitu lukisan bukan hanya sebagai keindahan seni, namun juga sebagai hasil penelitian dan eksperimen.

Inspirasi Karya Pablo Picasso

Pablo Picasso merupakan seniman yang melankolis, berkepribadian kuat, egois dan hidupnya sangat bebas. Tak heran, karyanya banyak mencerminkan kepribadiannnya. Kepribadiannya tersebut banyak terlihat dari karya seninya yang berkesan kontroversial dan sangat ekspresif. Di sisi lain, kemelankolisan yang dimilikinya terungkap dari sifatnya yang sangat sensitif serta rinci dalam menilai suatu kenyataan hidup. Ia sanggup membuat kenyataan hidup tersebut sebagai sumber inspirasi karyanya. Seperti lukisan Mesra Cinta (periode biru) yang bersuasana muram dan pesimis, itu mencerminkan masa sulit Picasso di tengah situasi yang kompetitif. Lukisan Guernica yang menjadi pusat mata di Museum Reina Sofia (Madrid) merupakan lukisan dari hasil ingatannya pada tragedi berdarah awal tahun 1930-an di daerah Basque, Guernica dimana saat itu terjadi perang sipil dan jatuhnya ratusan bom. Selanjutnya burung merpati, simbol perdamaian dunia, Picasso menyelesaikan seni grafis tersebut setelah terinspirasi oleh burung Melanesia, pemberian Henri Matisse.

Selain itu, Picasso juga menjadikan wanita sebagai sumber inspirasi. Kabarnya, setiap wanita memberikan inspirasi berbeda baginya. Misalnya dari para kekasihnya, Seperti dari kekasihnya yang bernama Marie-Terese Walter, ia menghasilkan karya La Reve (mimpi) yang terjual seharga 48.402.500 dolar AS. Dari kekasihnya yang bernama Eva Gouel, terlahir lukisan Femme Assise Dans Un Fauteuil. Jadi tak heran jika Picasso dijuluki Don Juan (playboy). Selain berganti-ganti kekasih, ia juga telah menikah beberapa kali, antara lain dengan Fernande Olivier, Marchelle Thumbert, Olga Kohklova dan Jaqueline Roque.

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Pablo Picasso – Seniman Kubisme Terkenal Dunia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.