Biografi dan Profil Lengkap Sultan Ageng Tirtayasa – Pahlawan Nasional Indonesia Dari Banten

Biografi dan Profil Lengkap Sultan Ageng Tirtayasa – Sultan Ageng Tirtayasa merupakan sultan Banten ke-6. Sultan Ageng Tirtayasa lahir di Kesultanan Banten pada tahun 1631. Sultan Ageng Tirtayasa dikenal gigih melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa melawan Belanda di Serang, Banten sehingga beliau diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia. Sultan Ageng Tirtayasa meninggal di Batavia, Hindia Belanda tahun 1692 pada sekitar umur 60-61 tahun.

Profil Singkat Sultan Ageng Tirtayasa

Nama: Sultan Ageng Tirtayasa
Lahir: Banten, 1631
Meninggal: Jakarta, 1695
Memerintah: 1651–1683
Orang Tua:
Ratu Martakusuma (Ibu)
Abdul Ma’ali Ahmad (Ayah)
Anak:
Sultan Abu Nashar Abdulqahar (Haji dari Banten)
Pangeran Purbaya
Tubagus Abdul
Tubagus Rajaputra
Tubagus Husaen
Tubagus Ingayudadipura
Raden Mandaraka
Raden Saleh
Raden Rum
Raden Sugiri
Raden Muhammad
Tubagus Rajasuta
Raden Muhsin
Arya Abdulalim
Tubagus Muhammad Athif
Tubagus Wetan
Tubagus Kulon
Raden Mesir

Biografi Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa merupakan putra dari Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad yaitu Sultan Banten periode 1640-1650 dan Ratu Martakusuma. Sultan Ageng Tirtayasa lahir di Kesultanan Banten pada tahun 1631.

Nama kecil Sultan Ageng Tirtayasa adalah Abdul Fatah atau Abu al-Fath Abdulfattah. Sejak kecil sebelum diberi gelar Sultan Ageng Tirtayasa, Abdul Fatah diberi gelar Pangeran Surya. Saat ayahnya yaitu Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad wafat, Sultan Ageng Tirtayasa diangkat sebagai Sultan Muda dengan gelar Pangeran Dipati. Abdul Fatah atau pangeran Dipati merupakan pewaris tahta kesultanan Banten. Tapi saat ayahnya wafat, Beliau belum menjadi sultan karena kesultanan Banten saat itu kembali dipimpin oleh kakeknya yaitu Sultan Abul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir.

Menjadi Sultan dan Kesultanan Banten Mengalami Kejayaan

Pada tahun 1651, kakeknya Sultan Abul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir wafat. Abdul Fatah atau pangeran Dipati lalu naik tahta sebagai Sultan Banten ke 6 dengan nama Sultan Abul Fath Abdul Fattah atau Sultan Ageng Tirtayasa. Sewaktu naik tahta menjadi Sultan Banten, beliau masih sangat muda yaitu pada usia 20 tahun.

Sultanb Ageng Tirtayasa sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan agama Islam di daerahnya. Ia mendatangkan banyak guru agama dari Arab, Aceh dan daerah lain untuk membina mental para pasukan Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa juga dikenal sebagai ahli strategi dalam perang.

Di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa, kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan dan kemegahannya. Ia memajukan sistem pertanian dan irigasi baik dan berhasil menyusun armada perangnya. Selain itu, kesultanan Banten juga menjadi memiliki hubungan diplomatik yang kuat antara kesultanan Banten dengan kerajaan lainnya di Indonesia seperti Makassar, Cirebon, Indrapura dan Bangka.

Sultan Ageng Tirtayasa juga menjalin hubungan baik dibidang perdagangan, pelayaran dan juga diplomatik dengan negara-negara Eropa seperti Inggris, Turki, Denmark dan Perancis. Hubungan tersebut membuat pelabuhan Banten sangat ramai dikunjungi para pedagang dari Persia, Arab, India, china, melayu serta philipina.

Sultan Ageng Tirtayasa sempat membantu Trunojoyo dalam pemberontakan di Mataram. Beliau bahkan membebaskan Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya yang saat itu ditahan di Mataram karena hubungan baiknya dengan Cirebon.

Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, konflik antara Kesultanan Banten dan Belanda semakin meruncing. Hal tersebut disebabkan karena ikut campurnya Belanda dalam internal kesultanan Banten yang saat itu sedang melakukan pemisahan pemerintahan. Belanda melalui politik adu dombanya (Devide et Impera) menghasut Sultan Haji (Abu Nasr Abdul Kahar) melawan Pangeran Arya Purbaya yang merupakan saudaranya sendiri.

Sultan Haji mengira bahwa pembagian tugas pemerintahan oleh Sultan Ageng Tirtayasa kepadanya dan saudaranya tersebut merupakan upaya menyingkirkan dirinya dari pewaris tahta kesultanan Banten dan diberikan kepada adiknya, Pangeran Arya Purbaya. Sultan Haji yang didukung oleh VOC Belanda lalu berusaha menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa.

Akhirnya, perang keluarga pun pecah. Pasukan Sultan Ageng Tirtayasa saat itu mengepung pasukan Sultan Haji di daerah Sorosowan (Banten). Namun pasukan pimpinan Kapten Tack dan Saint-Martin yang dikirim Belanda datang membantu Sultan Haji.

Wafatnya Sultan Ageng Tirtayasa

Perang antar keluarga yang berlarut-larut membuat Kesultanan Banten melemah. Akhirnya pada tahun 1683, Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dibawa ke Batavia dan dipenjara. Pada tahun 1692, Sultan Ageng Tirtayasa akhirnya wafat. Sultan Ageng Tirtayasa dimakamkan di Kompleks Pemakaman raja-raja Banten di Provinsi Banten.

Menjadi Pahlawan Nasional Indonesia

Pada tanggal 1 agustus 1970, melalui SK Presiden Republik Indonesia No. 045/TK/Tahun 1970 Pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Selain itu, untuk menghargai jasanya, nama Sultan Ageng Tirtayasa diabadikan sebagai nama salah satu universitas di Banten bernama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Demikian artikel tentang “Biografi dan Profil Lengkap Sultan Ageng Tirtayasa – Pahlawan Nasional Indonesia Dari Banten“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Alan Turing – Bapak Ilmu Komputer dan Penemu Komputer Digital

Biografi dan Profil Lengkap Alan Turing – Alan Mathison Turing atau Alan Turing adalah seorang peneliti matematika dan komputer, dan pahlawan perang Inggris. Alan Turing lahir pada 23 Juni 1912 di Maida Vale, London, Inggris dan meninggal pada 07 Juni 1954 di Wilmslow, Cheshire, Inggris.

Alan Turing merupakan seorang peneliti komputer modern digital pertama dan juga orang pertama yang berpikir menggunakan komputer untuk berbagai keperluan.

Profil Singkat Alan Turing

Nama: Alan Mathison Turing
Lahir: 23 Juni 1912, Maida Vale, London, Inggris
Meninggal: 07 Juni 1954, Wilmslow, Cheshire, Inggris
Kebangsaan: Inggris
Bidang: Matematikawan
Institusi:
University of Manchester
National Physical Laboratory
Government Code and Cypher School
University of Cambridge
Alma mate:
University of Cambridge
Princeton University
Pembimbing doktoral: Alonzo Church
Mahasiswa doktoral: Robin Gandy
Dikenal karena:
Halting problem
Turing machine
Kriptanalisis Enigma
Automatic Computing Engine
Turing Award
Turing Test
Penghargaan:
Officer of the Order of the British Empire
Fellow of the Royal Society

Kehidupan Pribadi Alan Turing

Alan Mathison Turing atau lebih dikenal Alan Turing lahir di London pada 23 Juni 1912. Ia amerupakan anak kedua dari pasangan Julius Mathison Turing dan Ethel Sara Stoney. Ayah Alan Turing bekerja sebagai pegawai layanan sipil di India saat india masih dalam jajahan Inggris. Kakak Alan Turing bernama John. F Turing.

Saat masih berumur 6 tahun, Turing masuk sekolah dasar St. Michael, disana Alan Turing mulai menunjukan kejeniusannya dan membuat kepala sekolah kagum akan kejeniusan Alan Turing kecil. Pada usia remaja, ia sudah banyak membaca karya Albert Einstein dan ia mulai menaruh minatnya di bidang ilmu alam dan matematika.

Pada tahun 1926, Alan Turing masuk di Sherbone School. Setelah lulus dari Sherbone School, Alan Turin kemudian melanjutkan pendidikannya di Cambridge University di jurusan Matematika pada tahun 1931 dimana ia terpengaruh tulisan Von Neumann, Russell dan Whitehead mengenai matematika dan sains dan di kampusnya Alan Turing aktif dalam gerakan damai.

Pada tahun 1930, Alan Turing berhasil membuat mesin bernama “Turing Machine” atau Mesin Turing yaitu sebuah mesin yang bisa menjalankan sekumpulan perintah sederhana yang kemudian menjadi cikal bakal komputer modern. Mesin tersebut terdiri dari pita yang bisa digunakan untuk membaca dan menulis simbol dan juga pita tersebut dapat dijadikan sebagai tempat penyimpanan.

Pada tahun 1934, Alan Turing lulus dari Cambridge University dan karena kecerdasan dan prestasinya, ia kemudian mendapatkan beasiswa dari Universitas Princeton di Amerika Serikat untuk menempuh gelar doktornnya dan berhasil menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1936.

Membuat Mesin Pemecah Kode “Colossus”

Setelah lulus dari Universitas Princeton, Alan Turing kembali ke Inggris dan bekerja di Departemen Komunikasi Britania Raya. Saat perang dunia II pada tahun 1939-1945, ia diberi tugas untuk memecahkan informasi yang ada pada mesin Enigma (Mesin Enkripsi) buatan Nazi Jerman.

Tak perlu waktu lama, ia berhasil memecahkan kode-kode yang ada dalam mesin Enigma dengan membuat sebuah mesin pemecah kode (code breaker) Enigma yang diberi nama “The Bombe” yang ia ciptakan pada tahun 1939.

Setelah perang dunia usai, Alan Turing menerbitkan sebuah paper ilmiah yang berjudul “Computing Machinery and Intelligence”. Dalam tulisan tersebut, Alan Turing mengajukan sebuah metode apakah sebuah mesin juga memiliki “artificial Intelligence” layaknya otak manusia yang kemudian usulannya dikenal dengan nama “Tes Turing”.

Alan Turing berusaha keras agar mesin ciptaannya yaitu Mesin Turing bisa menjadi mesin komputer otomatis di National Physical Laboratory, tapi hal tersebut tidak pernah tercapai. Kemudian, ia pindah ke University of Manchester dan disana ia membuat panduan untuk mesin komputer otomatis MADAM (Manchester Automatic Digital Machine).

Akhir Hidup Alan Turing

Pada tahun 1952, Turing ditangkap dan diadili atas tindak pidana homoseksualitas. Untuk menghindari penjara, ia menerima suntikan estrogen selama setahun, yang dimaksudkan untuk menetralkan libidonya. Hal tersebut dilakukan karena saat itu homoseksual dilarang di Inggris.

Akibat peristiwa tersebut, reputasi Alan Turing hancur dan ia kehilangan pekerjaannya setelah banyak tekanan publik karena ia diketahui sebagai gay. Karena tekanan tersebut, Ia memutuskan untuk bunuh diri dirumahnya di wilayah Wislow, Inggris pada tanggal 7 juni 1954 dengan memakan apel yang mengandung racun sianida.

Karena kelakuannya sebagai homoseksual, kerajaan Inggris tidak memberi pengampunan meskipun reputasinya sebagai pahlawan perang dan seorang ilmuwan yang terkenal di Inggris. Baru pada tahun 2013, Ratu Elizabeth mengampuni Alan Turing setelah kematiannya 60 tahun yang lalu. Terlepas dari perilaku Alan Turing, sampai saat ini ia dikenal sebagai tokoh penting dalam perkembangan komputer digital dan ilmu komputer sehingga ia dijuluki sebagai “Bapak Ilmu Komputer”.

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Alan Turing – Bapak Ilmu Komputer dan Penemu Komputer Digital“, semoga bermanfaat

Biografi dan Profil Lengkap Iwan Fals – Musisi Legendaris Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Iwan Fals – Virgiawan Listanto atau yang lebih dikenal dengan Iwan Fals adalah salah satu Musisi legendaris Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 3 September 1961 merupakan penyanyi dengan aliran musik Balada, Pop, Rock, dan Country.

Iwan Fals sangat terkenal melalui lagunya yang menggambarkan suasana sosial kehidupan Indonesia terutama Jakarta di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti lagu Wakil Rakyat dan Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (seperti lagu Siang Seberang Istana dan Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia atau kadang-kadang di luar Indonesia (seperti lagu Ethiopia) mendominasi tema lagu yang dibawakannya dan banyak disukai pecinta musik di Indonesia. Selain menyanyikan lagunya, ia juga menyanyikan lagu sejumlah pencipta lain.

Profil Singkat Iwan Fals

Nama Lengkap : Virgiawan Listanto
Nama Panggung : Iwan Fals
Lahir : Jakarta, 3 September 1951
Pekerjaan : Penyanyi, Aktor
Tahun Aktif : 1975 – sekarang
Pasangan : Hj. Rosana (1980-sekarang)
Anak :
Galang Rambu Anarki (Lahir 1 Januari 1982, Meninggal 25 April 1997)
Annisa Cikal Rambu Bassae (Lahir Tahun 1985)
Raya Rambu Rabbani (Lahir 22 Januari 2003)
Orang Tua:
Harsoyo (ayah)
Lies Suudijah (Ibu)
Pendidikan:
SMP N 5 Bandung, Jawa Barat
SMAK BPK Bandung
STP (Sekolah Tinggi Publisistik)
Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Agama : Islam

Biografi Lengkap Iwan Fals

Kehidupan Pribadi dan Keluarga Iwan Fals

Iwan Fals merupakan putra dari pasangan Harsoyo dan Lies yang lahir dengan nama asli Virgiawan Listanto di Jakarta, 3 September 1951. Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ia ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah saat ia berusia 13 tahun, dimana Iwan banyak menghabiskan waktu dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak ia masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuan bergitar dan mencipta lagu.

Pada tahun 1980, Iwan menikahi Rosana yang akrab disapa “Mbak Yos”. Dari pernikahan tersebut, mereka dikarunia 3 anak yaitu (alm) Galang Rambu Anarki (1 Januari 1982 – April 1997), Annisa Cikal Rambu Bassae (1985) dan Raya Rambu Rabbani (22 Januari 2003).

Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Namun musik yang ia bawakan berbeda dengan trademark ayahnya. Galang menjadi gitaris kelompok BUNGA dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya tahun 1997.

Galang Rambu Anarki meninggal pada April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang kemudian dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Kp. Leuwinanggung No. 19 Tapos, Depok, Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.

Pada tahun 1999, Iwan berkolaborasi dengan Farid Bento. Pada tahun 2002, Iwan mulai aktif lagi membuat album . Dia pun mulai bangkit dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kehilangan Galang. Pada lagu tersebut, istri Iwan Fals (Ros) juga ikut menyumbangkan suaranya.

Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Ini terlihat dari lirik lagunya yang mendalam dan religius.

Perjalanan Karier Iwan Fals

Saat duduk dibangku SMP, Iwan menjadi gitaris dalam paduan suara sekolah. Kemudian, datang ajakan dari seorang produser untuk mengadu nasib di Jakarta. Ia menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, Iwan rekaman album pertama. Namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen.

Setelah mendapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records. Najun juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Hingga akhirnya, Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, lagu-lagu Iwan baru digarap lebih serius.

Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Iwan mengamen dengan mendatangi rumah-rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Ternyata, album Sarjana Muda miliknya banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Waktu siaran acara Manasuka Siaran Niaga di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Saat anak kedua Iwan, Cikal lahir pada tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.

Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik lagunya yang kritis. Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin melambung dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus naik saat ia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang di dukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser Kantata Takwa saat itu hingga sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

OI (Orang Indonesia)

Pada tanggal 16 Agustus 1999, para penggemar fanatik Iwan Fals mendirikan sebuah yayasan yang dinamakan Yayasan Orang Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan Oi. Yayasan ini mewadahi aktifitas para penggemar Iwan Fals. Selain Oi, fans keluarga besar iwan fals yaitu Fals Mania FC-SI (Fama) dan Komunitas Tiga Rambu (K3R).

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Iwan Fals – Musisi Legendaris Indonesia“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Biografi dan Profil Lengkap Jan Koum – CEO dan Pendiri WhatsApp Inc.

Biografi dan Profil Lengkap Jan Koum – Jan Koum merupakan CEO dan pendiri WhatsApp bersama dengan Brian Acton. Pria kelahiran Kiev, Ukraina pada 24 Februari 1976 (umur 41) ini, mendirikan WhatsApp Inc pada tahun 2009. WhatsApp sendiri merupakan aplikasi pesan bergerak yang telah diakuisisi oleh Facebook Inc. pada Februari 2014 dengan nilai $19 miliar. Namun, saat ini memegang saham whatsApp sebesar 45% dengan nilai mendekati US$7 Miliar.

Koum dibesarkan di sebuah desa di luar Kiev, Ukraina. Pada tahun 1992, Jon Koum bersama ibu dan neneknya pindah ke California.

Profil Singkat Jan Koum

Nama: Jan Koum
Lahir: Kiev, Ukraina, 24 Februari 1976
Suku: Yahudi
Almamater: San Jose State University
Pekerjaan: CEO WhatsApp, Direktur Pelaksana Facebook, Inc.
Tahun aktif: 2009–sekarang
Organisasi: WhatsApp Inc.
Dikenal karena: Mendirikan WhatsApp Inc. tahun 2009
Karya terkenal: Mendirikan WhatsApp bersama Brian Acton

Kehidupan Pribadi

Jan Koum lahir pada 24 Februari 1976 di daerah bernama Fastiv bagian Kiev, Ukraina. Jan Koum berasal dari keluarga keturunan Yahudi. Ayah Jan Koum bekerja sebagai manager konstruksi dan ibunya hanya seorang Ibu rumah tangga.

Daerah tempat tinggal Koum sangat memprihatinkan karena segala fasilitas sangat terbatas seperti listrik, bahkan hanya untuk mandi mereka harus mengantri di tempat pemadian umum.

Karena tingginya gejolak politik dan gerakan anti yahudi di Ukraina, untuk menghindarinya keluarga Jan Koum memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1990. Koum yang saat itu masih berusia 16 tahun hanya pindah bersama ibu dan neneknya lalu merekatinggal di wilayah Mountain View, Amerika Serikat. Sementara itu, ayahnya masih di Ukraina dan akan menyusul. Sayangnya, belum sempat menyusul pada tahun 1997 ayah koum meninggal dunia.

Sejak itu, Koum dan ibunya berjuang keras untuk bertahan hidup di Amerika. Ibu Jan Koum lalu mencoba bekerja sebagai pengasuh anak dan Koum menjadi penyapu toko untuk memenuhi kebutuhan mereka. Meski begitu, mereka masih sangat kekurangan. Untuk makan, koum mengandalkan jatah makan gratis dari pemerintah untuk tunawisma. Selain itu, ia juga kadang tidur di tempat umum.

Saat pindah ke Amerika Serikat, Koum sudah mahir berbahasa inggris sehingga ia mudah untuk masuk sekolah di Amerika. Di sekolahnya, Koum dikenal sebagai anak yang nakal karena ia sangat susah menyesuaikan diri dan sering terlibat perkelahian, meski begitu ia murid yang cerdas dan sangat menyukai pemrograman komputer yang ia pelajari secara otodidak dari buku bekas.

Koum belajar mengenai jaringan komputer secara otodidak dan ia juga bergabung dengan grub hacker dengan nama w00w00 saat di sekolah. Setelah lulus, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di San Jose University. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliahnya, Koum bekerja sebagai penguji sistem keamanan komputer di Ernst & Young.

Diterima Bekerja Di Yahoo

Pada tahun 1997, Koum bertemu dengan Brian Acton, yaitu seorang pegawai Yahoo yang kemudian menjadi teman dekatnya. Berbekal pengetahuan tentang komputer yang cukup, Koum lalu mencoba melamar pekerjaan di Yahoo atas saran Brian Acton dan kemudian ia diterima.

Pada tahun 2000, Ibunya meninggal dunia karena penyakit kanker dan kini ia hanya tinggal bersama dengan neneknya.

Karena masih kuliah, kemudian ia memutuskan untuk Drop Out dari kampusnya dan fokus untuk bekerja di Yahoo setelah sempat dimarahi oleh CEO Yahoo saat itu yaitu David Filo. Tujuh tahun bekerja di Yahoo, pada tahun 2007 Jan Koum dan Brian Acton memutuskan mundur dari Yahoo. Setelah itu, mereka kemudian menghabiskan waktu dengan berlibur dan berwisata di daerah Amerika Selatan selama setahun.

Ditolak Facebook dan Terciptanya Aplikasi WhatsApp

Jan Koum dan Brian Acton mencoba melamar pekerjaan di Facebook, namun mereka berdua ditolak. Pada tahun 2009, Iphone saat itu sedang tenar dan Koum pun membelunya lalu ia tertarik dengan kumpulan kontak dan juga app storenya, koum melihat potensi besar dari aplikasi app store tersebut dan itu memberinya sebuah ide untuk menciptakan aplikasi yang dapat menampilkan status pada kontak telepon di Iphone.

Kemudian, ide tersebut ia ceritakan pada temannya yaitu Alex Fishman. Mendengar itu, Alex Fishman lalu memperkenalkan Koum pada Igor Solomennikov yaitu seorang developer aplikasi Iphone. Dari perkenalan tersebut, Koum berhasil mewujudkan ide dan kemudian ia menciptakan aplikasi yang ia namakan dengan WhatsApp.

Pada Februari 2009, Koum kemudian mendirikan perusahaan WhatsApp Inc yang berbasis di California. Koum banyak menghabiskan waktunya untuk mengembangkan aplikasi ciptaannya tersebut walaupun aplikasi WhatsApp miliknya tersebut masih sering mengalami crash dan bisa dikatakan belum sempurna dan masih versi awal. Saat diluncurkan. aplikasi WhatsAppnya hanya di download sekitar 250 orang dan itupun kebanyakan teman Jan Koum sendiri.

Walaupun ragu, Jan Koum terus mengembangkan aplikasi ciptaannya. Kemudian Apple datang dengan bantuan push notifications, hal tersebut memberi jalan bagi Koum untuk memodifikasi aplikasi buatannya sehingga saat pengguna WhatsApp mengubah status di aplikasinya otomatis akan mengabarkannya di jaringan.

WhatsApp Mengalami Perkembangan yang Pesat

Versi awal WhatsApp hanyalah sebagai update status di kontak telepon di Iphone. Kemudian Koum merilis WhatsApp v2.0 yang dilengkapi dengan fitur pesan instan yang kemudian berhasil menaikkan jumlah penggunanya mencapai 250 ribu pengguna. Saingan WhatsApp saat itu hanya Blackberry Messengger (BBM) saja, tapi melihat terbatasnya penggunaan BBM yaitu hanya pengguna ponsel Blackberry saja maka Koum terus mengembangkan aplikasi miliknya.

Brian Acton lalu membantu Koum dengan mencari investor untuk mendanai pengembangan aplikasi WhatsApp. Alhasil dana terkumpul sebanyak 250 ribu dollar, dana tersebut berasal dari mantan karyawan Yahoo. Kemudian secara resmi Acton bergabung dengan Jan Koum mengembangkan aplikasi WhatsApp.

WhatsApp terus dikembangkan oleh Jan Koum dan berhasil meluncurkan fitur pengiriman foto di Iphone, selain itu ia juga merilis WhatsApp untuk device lain seperti Android dan Blackberry. Kemudian pada tahun 2010, WhatsApp diubah menjadi aplikasi berbayar dan mereka berhasil memperoleh pendapatan sebesar 5 ribu dollar pada bulan pertama. Hal tersebut membuat investor lain berdatangan untuk menanamkan modalnya di WhatsApp seperti Sequoia Capital yang menanamkan dana sebesar 8 Juta Dollar.

Memasuki tahun 2011, WhatsApp masuk dalam 20 besar aplikasi populer di App Store da Sequoia Capital kembali menyuntikkan dana sebesar 50 juta dollar ke WhatsApp dan membuat nilai WhatsApp melambung menjadi 1,5 Milyar Dollar. Hal ini membuat perusahaan Facebook merayu Koum untuk menjual WhatsApp, Namun ditolak. Pada tahun 2013, WhatsApp berhasil memiliki pengguna aktif sekitar 200 juta.

WhatsApp Dibeli oleh Facebook

WhatsApp yang terus berkembang pesat, membuat Google dan Facebook berebut mengakusisinya. Kemudian pada tahun 2013, Koum bersama Brian Acton setuju untuk menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai sebesar 19 Millar Dollar. Hal itu, membuat mereka menjadi orang kaya baru. Kekayaan Jan Koum melonjak drastis sebesar 6,8 Milyar Dollar atau sekitar 80 Trilyun Rupiah. Menurut majalah Forbes, pada tahun 2015 kekayaan Koum naik sebesar 7,9 Milyar Dollar atau sekitar 109 Trilyun rupiah

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Jan Koum – CEO dan Pendiri WhatsApp Inc.“, semoga bermanfaat