Biografi dan Profil Lengkap Martin Cooper – Penemu Handphone Pertama

Biografi Martin Cooper Penemu Handphone Pertama – Perjalanan karir hingga mendapat penghargaan Wharton Infosys Business Transformation Award untuk inovasi teknologi di bidang komunikasi

InfoBiografi.Com – Martin Cooper atau yang akrab dipanggil dengan nama Marty merupakan penemu telepon seluler atau handphone yang saat ini banyak digunakan. Marty lahir di Chicago, Illinois, USA pada 26 Desember 1928. Maka berterimaksihlah kepada Beliau, berkatnya saat ini kita bisa menikmati hasil dari karyanya.

Marty merupakan pemimpin tim insinyur dari Motorola yang mengembangkan perangkat ponsel seluler yang berbeda dengan telepon mobil atau Car Phone. Martin Cooper merupakan pendiri sekaligus CEO dari ArrayComm yaitu perusahaan yang meneliti teknologi smart antena dan pengembangan jaringan nirkabel, Ia juga merupakan direktur penelitian dan pengembangan Motorola.

Biografi Singkat

Nama : Martin Cooper
Lahir: Chicago, Illinois, USA, 26 Desember 1928
Pasangan: Arlene Harris
Orang tua: Arthur Cooper, Mary Cooper
Saudara kandung: Will Cooper
Pendidikan: Illinois Institute of Technology  1950 dan 1957

Profil Martin Cooper

Pendidikan Martin Cooper

Martin Cooper menempuh pendidikan di Illinois Institute of Technology (IIT) dan lulus pada tahun 1950. Setelah lulus dari Illinois Institute of Technology (IIT), Cooper terdaftar di Reserve Angkatan Laut Amerika Serikat di mana ia menjabat sebagai perwira kapal selam selama Perang Korea. Pada tahun 1957 Cooper melanjutkan pendidikannya untuk mendapatkan gelar master dari IIT di bidang teknik elektro.

Perjalanan Karier

Setelah perang selesai, Cooper meninggalkan angkatan laut dan ia bekerja di Teletype Corporation di Chicago. Pada tahun 1954, Cooper bergabung dengan Motorola Inc.

Pada awal tahu 1970-an, Mitchell yang pada saat itu merupakan kepala insinyur proyek komunikasi portabel Motorola memberikan tanggung jawab kepada Cooper pada divisi Carphone atau telepon mobil. Cooper dan juga Mitchell memimpikan sebuah alat komunikasi yang tidak hanya dalam mobil saja, alat tersebut haruslah memiliki ukuran yang kecil dan juga cukup ringan. Pada tahun 1972, untuk mewujudkan ide penciptaan prototipe pertama tersebut Cooper dan para insinyur membutuhkan waktu sekitar 90 hari. Pada 17 Oktober 1973, Mitchell mempetenkan penemuan Radio Telephone System dengan nomer paten yaitu 3906166, pematenan tersebut kemudian disetujui pada September 1975 atas nama mereka.

Cooper dianggap sebagai penemu telepon genggam seluler atau handphone pertama kali dan juga orang yang pertama kali melakukan panggilan menggunakan prototipe handphone pada 3 April 1973. Pemanggilan pertama tersebut merupakan awal pergeseran fundamental teknologi dan komunikasi ke komunikasi portabel.

Komersialisasi Produk

Handset pertama Motorola DynaTAC, memiliki berat sekitar 2,2 pon atau sekitar 1 kg dan memiliki 35 menit waktu bicara. Pada tahun 1983, setelah empat kali literasi, tim Cooper mengurangi berat handset tersebut menjadi setengah berat awal. Harga untuk produk tersebut yaitu sekitar $ 4 ribu. Sebelum peluncuran Cooper meninggalkan Motorola dan mendirikan Cellular Business Systems, Inc. (CBSI), namun pada tahun 1986 Cooper menjual CBSI kepada Cincinnati Bell (sekarang Convergys) seharga $23 juta.

ArrayComm

Pada tahun 1992, Cooper bersama dengan Richard Roy, seorang peneliti dari Universitas Stanford mendirikan ArrayComm yaitu sebuah perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak teknologi antena ponsel yang digunakan untuk 2 ponsel seluler dan internet nirkabel jarak jauh.

Penghargaan dan afiliasi yang didapatkan Martin Cooper

Pada tahun 1995, Martin Cooper mendapatkan penghargaan Wharton Infosys Business Transformation Award untuk inovasi teknologi di bidang komunikasi. Martin Cooper juga merupakan anggota Mensa International. Pada tahun 2000 Martin Cooper masuk dalam jajaran 10 Pengusaha terbaik (Top Ten Enterpreneurs) versi majalah Red Herring. Pada tahun 2009, bersama dengan Raymond Tomlinson, Cooper dianugerahi Prince of Asturias yaitu sebuah penghargaan bagi penelitian ilmiah dan teknis penelitian. Selain itu masih banyak lagienghargaan dan juga afiliasi yang didapatkan oleh Martin Cooper.

Biografi dan Profil Lengkap Djoko Susanto – Pemilik Minimarket AlfaMart

Biografi dan Profil Lengkap Djoko Susanto Pemilik Minimarket AlfaMart – Biografi, Perjalanan karir dan Penghargaan yang di raihnya 

InfoBiografi.Com – Djoko Susanto merupakan salah satu pengusaha terkaya di Indonesia, Ia merupakan pemilik jaringan mini market Alfamart. Pengusaha berdarah Cina ini lahir di Jakarta pada 9 Februari 1950 dengan nama Kwok Kwie Fo. Djoko Susanto merupakan anak keenam dari sepuluh bersaudara dari pasangan Kwok Man Toh dan Wong Sat Nyong.

Biografi Singkat Djoko Susanto

Nama : Djoko Susanto
Lahir : Jakarta, 9 Februari 1950
Profesi : Pengusaha
Orang tua : Kwok Man Toh, Wong Sat Nyong
Anak :

  • Hanto Djoko Susanto
  • Budiyanto Djoko Susanto
  • Feny Djoko Susanto

Profil Lengkap Djoko Susanto

Masa Kecil Djoko Susanto

Keluarga Djoko Susanto menerapkan nilai-nilai karakter saat ia masih kecil. Pada saat Djoko Susanto menempuh pendidikan formalnya hanya sampai kelas satu saja karena pada saat itu pemerinah Indonesia tidak memberi ijin pada siswa dengan nama Cina bersekolah di Indonesia. Walaupun begitu Ia tetap semangat mengembangkan kemampuannya meski tanpa pendidikan formal. Ia mengganti namanya menjadi nama Indonesia.

Perjalanan Karier Bisnis

Pada saat berumur 17 tahun, Djoko mengelola sebanyak 560 warung kaki lima milik orang tuanya yang berada di salah satu pasar tradisional di Jakarta. Sifat kerja keras mengarahkan Djoko untuk memperluas usahanya tersebut, Ia pun menjajakan rokok juga.

Kesuksesan yang didapatkan Djoko menarik perhatian Putera Sampoerna yang merupakan taipan rokok kretek. Pada awal 1980, mereka berdua bertemu dan pada tahun 1985 mereka bersepakat membuat 15 kios di beberapa lokasi di Jakarta. Pada 27 Agustus 1989, berdirilah Alfa Toko Gudang Rambat.

Pada ahun 1994 nama Alfa Toko Gudang Rambat berganti nama menjadi Alfa Minimart. Sayangnya, pada tahun 2005 kerjasama antara Djoko dengan Putera Sampoerna berhenti karena Putera Sampoerna menjual perusahaan, anak perusahaan, serta seluruh sahamnya termasuk 70% saham Alfa Minimart pada Phillips Morris Internasional. Namun, perusahaan Phillips tersebut tidak tertarik dengan usaha retail dan akhirnya menjual saham Alfa Minimart pada Djoko. Setelah itu, Djoko mulai merintis bisnis Ritel Alfa Supermart.

Bisnis ritel Alfa Supermart ini berada dalam naungan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, bisnis tersebut mengalami kemajuan yang sangat pesat, pada tahun 2013 Djoko membeli saham Nirthstar dan memiliki 65% saham di perusahaan tersebut. Pada tahun 2007, Djoko mendirikan Alfa Midi dalam naungan PT. Midimart Utama.

Djoko harus merelakan Alfa Supermarket berpindah ke pihak Carrefour dan akhirnya Ia memfokuskan diri pada Alfa Midi. Akhirnya ia mendapatkan kesuksesan yang besar, Ia dapat bekerja sama dengan Lawson yang merupakan salah satu waralaba convenience store Jepang.

Hingga saat ini ada sekitar 5.500 toko yang dibawah naungan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. dengan berbagai merek dagang seperti Alfamart, Alfa Midi, awson, dan juga Alfa Express. Jaringan minimarket Indomart miliki Anthony Salim merupakan satu-satunya saingan berat Alfamart.

Mendapatkan Penghargaan

Pada Tahun 2012, Alfamart mendapat gelar Top Brand yang digelar oleh Lembaga Riset Frontier Consulting Group dan juga menjadi pemenang dalam kategori minimarket terbaik dalam Indonesia Best Brand Award.

Pada tahun 2014, menurut versi Majalah Forbes, Djoko menempati peringkat ke 27 orang terkaya di Indonesia. Pada tahun 2015, Djoko kembali menempati posisi 18 orang terkaya di Indonesia menurut versi Majalah Forbes dengan kekayaan sekitar US$ 1,22 miliar atau stara dengan 15,86 triliun rupiah. Di lansir dari Majalah Forbes kekayaan Djoko Susanto yaitu sebesar 1,32 miliar USD pada 2017.

Biografi Dan Profil Lengkap Abraham Lincoln – Presiden Amerika Serikat Ke-16

Biografi Dan Profil Lengkap Abraham Lincoln – Presiden Amerika Serikat ke -16 yang Berhasil Mempertahankan Persatuan Bangsa dan Menghapuskan Perbudakan

InfoBiografi.Com – Abraham Lincoln merupakan Presiden Amerika Serikat merupakan Presiden Amerika Serikat ke-16, Ia memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa, dan menghapuskan perbudakan.

Profil Singkat

Nama: Abraham Lincoln
Lahir : Hardin County, Kentucky (sekarang di LaRue County), 12 Februari 1809
Wafat : Washington D.C., Amerika Serikat, 15 April 1865
Pasangan : Mary Todd Lincoln
Anak : Robert Todd Lincoln, Tad Lincoln, William Wallace Lincoln, Edward Baker Lincoln
Jabatan :
Anggota Dewan of Perwakilan AS dari distrik ke-7 Illinois (4 Maret 1847 – 4 Maret 1849)
Presiden Amerika Serikat Ke-16 (4 Maret 1861 – 15 April 1865)

Kehidupan Awal Abraham Lincoln

Abraham Lincoln lahir di Kentucky, Amerika Serikat pada 12 Februari 1809. Ia lahir dari keluarga yang miskin dan tidak berpendidikan. Ayah Lincoln adalah seorang petani. Lincoln hanya menempuh pendidikan selama kira-kira satu tahun, namundalam waktu yang singkat itu, ia sudah dapat membaca, menulis dan berhitung.

Kehidupan yang dijalani Lincoln penuh dengan rintangan, tapi saat masih kecil Ia telah mengenal apa itu kemerdekaan dan perdamaian. Ia yakin bahwa semua orang memiliki hak untuk hidup merdeka dan damai. Lincoln memiliki kekurangan dalam hal berbicara, saat berbicara ia tersendat-sendat atau gagap. Sang ibu mencemaskan masa depan Lincoln karena gagapnya.

Pada tahun 1828, Saat menyewa kapal angkut untuk mengantarkan barang ke pelabuhan di New Orleans untuk pertama kalinya Lincoln melihat penjualan budak-budak. Ia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa suatu saat Ia harus dapat menghapuskan perbudakan tersebut.

Pada waktu itu di Amerika terdapat perbedaan besar dalam hal filosofi, ekonomi, dan politik antara wilayah Utara dan Selatan. Orang wilayah Utara memiliki pemikiran yang lebih modern, namun mereka miskin. Sedangkan orang wilayah Selatan terdiri dari kaum bangsawan, mereka terdiri dari tuan tanah yang mengandalkan budak berkulit hitam untuk mengolah lahan mereka.

Ketika sedang beribadah di gereja, Ia mendengar pendeta berkata, ”Allah memberi peluang yang sama kepada semua manusia.” Lincoln tertegun mendengar perkataan pendeta tersebut, Ia pun terkesan. Saat itulah Lincoln mulai memiliki keinginan untuk berlatih berbicara agar gagapnya menjadi lancar agar dapat membuat orang terpesona, karena dengan pandai berorasi ide serta pemikirannya dapat sampai dan Ia akan mendapat dukungan dari banyak orang.

Perjalanan Karier

Pada saat muda, Lincoln pernah bekerja menjadi pembelah kayu pagar, menjadi tentara, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, menjadi juru tulis, menjadi pengurus kedai, menjadi kepala kantor pos, dan akhirnya Ia menjadi seorang pengacara.

Ketika tumbuh dewasa, Ia makin berusaha keras untuk menambah pengetahuannya. Lincoln memanfaatkan waktu yang dimilikinya dengan baik, Ia membaca semua buku yang dapat dibacanya dan akhirnya pada umur 28 tahun Ia berhasil menjadi seorang ahli hukum.

Ketika menjadi seorang pengacara, Ia berhasil mewujudkan keinginannya untuk menjadi pengacara terkenal. Lincoln sering memenangkan kasus yang membela kaum yang lemah dan benar. Lincoln menjadi pribadi yang sangat dinamis, cerdas serta sudah sangat lancar berbicara.

Masuk Dunia Politik

Pada tahun 1832 yaitu saai ia masih berumur 23 tahun, Lincoln mulai memasuki dunia politik. Saat itu, Lincoln mengikuti pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah negara bagian Illinois, di bagian barat-tengah Amerika. Namun Ia gagal dalam pemilihan tersebut. Dua tahun kemudian, Lincoln mengikuti kembali pemilihan tersebut dan akhirnya menang. Setelah itu, Lincoln terpilih sebanyak tiga kali berturut-turut setelahnya.

Lincoln tetap berpegang teguh pada perkataannya yaitu membebaskan perbudakan. Selama masa jabatannya di parlemen Lincoln memperjuangkan untuk membebaskan perbudakan yang terjadi di wilayah Selatan. Namun, Lincoln mendapat perlawanan keras dari perwakilan pihak Selatan yang banyak melakukan tindakan perbudakan tersebut.

Para perwakilan dari Selatan berpendapat bahwa budak-budak itu merupakan milik mereka, jika budak dihapus hal itu sama saja merampas hak mereka. Meskipun begitu Lincoln tetap teguh pada pendiriannya.

Perbudakan dan Pembagian Rumah

Pada tahun 1850-an, perbudakan masih legal di Amerika Serikat bagian selatan, namun untuk Amerika bagian utara, termasuk Illinois hal tersebut umumnya telah dilarang , yang asli 1818 Konstitusi melarang perbudakan, seperti yang dipersyaratkan oleh Northwest Ordonansi.

Senator Senior Stephen A. Douglas of Illinois telah dimasukkan kedaulatan rakyat dalam Undang-Undang. Penyediaan Douglas, yang menentang Lincoln, pemukim tertentu memiliki hak untuk menentukan lokal apakah akan mengizinkan perbudakan di wilayah AS yang baru, daripada memiliki keputusan seperti dibatasi oleh Kongres nasional.

Menjadi Presiden Amerika Serikat dan Pidato Gettysburg

Abraham Lincoln mencalonkan diri sebagai Presiden. Pada tanggal 6 November 1860, Lincoln terpilih sebagai presiden ke-16 Amerika Serikat,Ia merupakan presiden pertama dari Partai Republik. Lincoln berhasil mengalahkan Stephen A. Douglas dari Demokrat, John C. Breckinridge dari Demokrat Selatan, dan John Bell dari Uni Partai Konstitusi baru.

Kemenangan yang didapatkan Lincoln karena Ia mendapat dukungan dari wilayah Utara dan Barat. Warga Amerika bagian Selatan banyak yang tidak mengakui Lincoln sebagai presiden Amerika Serikat mereka.

Baru satu bulan menjabat menjadi seorang presiden, terjadi perang saudara di Amerika yaitu antara negara bagian Utara dan negara bagian Selatan. Meskipun Ia sangat membenci perang, Lincoln menerima hal tersebut karena hal tersebut merupakan satu-satunya jalan untuk menyelamatkan persatuan negara.

Di pertengahan perang saudara, Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Pembebasan yang mengubah hidup banyak orang di Amerika. Proklamasi tersebut menyatakan bahwa semua budak belian di negara bagian maupun daerah negara bagian yang melawan Amerika Serikat akan bebas mulai 1 Januari 1863.

Dengan adanya proklamasi tersebut, semua orang memiliki semangat untuk memperjuangkan kebebasan dan juga proklamasi tersebut menjadi pendorong penghapusan perbudakan di seluruh Amerika Serikat. Perang saudara tersebut berakhir dengan kemenangan pihak utara, sehingga pihak selatan akhirnya harus tunduk dibawah pada kepemimpinan Lincoln.

Pada Kamis siang 19 November 1863,  Abraham Lincoln memberikan pidatonya di Soldiers’ National Cemetery, Gettysburg, Pennsylvania yang dikenal dengan Pidato Gettyburg. Isi pidatonya yaitu :

Four score and seven years ago our fathers brought forth on this continent a new nation, conceived in Liberty, and dedicated to the proposition that all men are created equal.
Now we are engaged in a great civil war, testing whether that nation, or any nation, so conceived and so dedicated, can long endure. We are met on a great battle-field of that war. We have come to dedicate a portion of that field, as a final resting place for those who here gave their lives that that nation might live. It is altogether fitting and proper that we should do this.
But, in a larger sense, we can not dedicate—we can not consecrate—we can not hallow—this ground. The brave men, living and dead, who struggled here, have consecrated it, far above our poor power to add or detract. The world will little note, nor long remember what we say here, but it can never forget what they did here. It is for us the living, rather, to be dedicated here to the unfinished work which they who fought here have thus far so nobly advanced. It is rather for us to be here dedicated to the great task remaining before us — that from these honored dead we take increased devotion to that cause for which they gave the last full measure of devotion — that we here highly resolve that these dead shall not have died in vain — that this nation, under God, shall have a new birth of freedom — and that government of the people, by the people, for the people, shall not perish from the earth.

Pada tahun 1864, Abraham Lincoln dipilih kembali menjadi presiden Amerika Serikat. Dalam melakukan perencanaan perdamaian Abraham Lincoln sangat fleksibel dan murah hati.

Wafatnya Abraham Lincoln

Saat sedang menyaksikan teater bersama istrinya di teater Ford, Washington, Amerika Serikat. Pada 14 April 1865, Presiden Lincoln ditembak.

Penembak yang membunuh Lincoln adalah John Wilkes Booth, dia adalah seorang pemain sandiwara yang memiliki gangguan jiwa, dia juga merupakan pendukung konfederasi yang menentang diserahkannya tentara konfederasi kepada pemerintah setelah berakhirnya perang saudara.

Keesokan harinya yaitu pada tanggal 15 April 1865 Lincoln meninggal dunia. Kemudian Presiden Lincoln dimakamkan di Springfield, Amerika Serikat dan Ia dikenang oleh masyarakat Amerika dan dunia sebagai pejuang demokrasi karena jasa-jasanya.

Kata-Kata Bijak Abraham Lincoln

Berikut adalah beberapa kata-kata bijak dari Abraham Lincoln:

  1. I am a slow walker, but I never walk back.
  2. No man is good enough to govern another man without the other’s consent.
  3. Character is like a tree and reputation like a shadow. The shadow is what we think of it; the tree is the real thing.
  4. America will never be destroyed from the outside. If we falter and lose our freedoms, it will be because we destroyed ourselves.
  5. Tact is the ability to describe others as they see themselves.
  6. Don’t worry when you are not recognized, but strive to be worthy of recognition.
  7. When I do good, I feel good. When I do bad, I feel bad. That’s my religion.
  8. The best way to predict the future is to create it.
  9. Dan lain sebagainya……

Biografi dan Profil Lengkap Andrea Hirata – Penulis Novel Laskar Pelangi

Biografi dan Profil Lengkap Andrea Hirata Penulis Novel Laskar Pelangi, Perjalanan Hidup , Karya  dan Penghargaan Andrea Hirata  sebagai Seorang Penulis di Indonesia

InfoBiografi.Com – Andrea Hirata merupakan salah satu novelis terkemuka di Indonesia, Ia merupakan seorang penulis novel Laskar Pelangi yang pernah di filmkan pada tahun 2008. Andrea Hirata merupakan anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah yang lahir pada 24 Oktober 1967 di Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung dengan nama lahir Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun.

Profil Singkat

Nama Lengkap : Andrea Hirata
Alias : Andrea Hirata Seman Said Harun
Lahir : Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung, 24 Oktober 1967
Profesi : Sastrawan
Agama : Islam
Nama Orang tua
Ayah : Seman Said Harunayah
Ibu : NA Masturah

Profil Kehidupan Andrea Hirata 

Masa Kecil dan Pendidikan Andrea Hirata

Andrea tumbuh dalam keluarga miskin yang berempat tinggal tidak jauh dari pertambangan timah milik pemerintah yaitu PN Timah (Sekarang PT Timah Tbk.). Semasa kecil, orang tua Andrea Hirata mengubah nama Andrea yang lahir Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun hingga 7 kali hingga akhirnya ia diberi nama Andrea Hirata dengan nama lengkap Andrea Hirata Seman Said Harun sewaktu menginjak masa remaja.

Andrea Hirata menempuh pendidikan Sekolah Dasarnya di SD Muhammadiyah (Yang ia ceritakan dalam novel Laskar Pelangi), kondisi sekolah tersebut sangat mengenaskan bahkan hampir roboh namun disekolah itu Andrea bertemu dengan Laskar Pelangi yaitu srbutan untuk para sahabatnya. Setelah menamatkan pendidkan dikampung halamannya hingga SMA, Ia yang berkeinginan kuat untuk menempuh pendidikan ke perguruan tinggi dan juga menjadi penulis, Ia merantau ke Jakarta.

Dengan penuh perjuangan, Andrea berhasil masuk ke Universitas Indonesia di Fakultas Ekonomi, setelah lulus dari UI, Andrea kemudian mendapatkan beasiswa Uni ropa untuk studi Master of Science di Université de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom.
Tesis Andrea dalam bidang ekonomi telekomunikasi mendapatkan pengahrgaan dari kedua Universitas tersebut dan Ia pun lulus dengan nilai cumlaude.

Bertemu  Bu Muslimah

Saat bersekolah di SD Muhammadiyah, Andrea bertemu dengan guru yang sangat istimewa bernama Bu Muslimah yang akrab di panggil dengan Bu Mus, Bu Mus yang dengan gigih dan semangat mengajari muridnya yang berjumlah tidak lebih dari 11 orang itu sangatlah berarti bagi kehidupan Andrea karena motivasi dari Bu Mus, Andrea mengalami perubahan dalam hidupnya.
Sebenarnya masih banyak sekolah lain yang layak selain SD Muhammadiyah, tapi karena keterbatasan ekonomi keluarga dan sang ayah yang hanya pegawai rendahan membuat Andrea tidak berhak untuk masuk di sekolah lain tersebut.

Peran Bu Mus memotivasi Andrea untuk menulis, pada saat masih duduk si bangku kelas 3 Andrea bertekad agar dapat menulis cerita mengenai perjuangan Bu Muslimah.

Menjadi Penulis Novel Terkenal

Pada tahun 1997, Andrea resmi menjadi pegawai PT. Telkom. Niat untuk membuat tulisan tentang inspiratornya kembali memuncak saat ia menjadi relawan saat tsunami Aceh. Kemudian pada tahun 2005, Andrea berhasil merilis novel pertamanya yaitu Laskar Pelangi yang Ia tulis hanya dalam waktu 3 minggu saja.

Pada awalnya Andrea tidak berniat mempublikasikan novel tersebut namun tetap saja sampai ke tangan penerbit. Namanya semakin melejit akibat novel Laskar pelangi tersebut, hingga Ia mendapatkan berbagai penghargaan seperti Khatulistiwa Literaly Award (KLA) pada tahun 2007, Aisyiyah Award, Paramadina Award, Netpac Critics Award, dan lain sebagainya.

Penghargaan Andrea Hirata

Selama 8 tahun belakangan Andrea mendapatkan penghargaan karena kontribusinya di sastra internasional, berkat novel pertama Andrea Hirata ‘Laskar Pelangi’ telah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan diterbitkan di lebih dari 130 negara oleh penerbit-penerbit terkemuka.

Novel Karya Andrea Hirata

  • Laskar Pelangi (2005)
  • Sang Pemimpi (2006)
  • Edensor (2007)
  • Maryamah Karpov
  • Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (2010)
  • Sebelas Patriot (2011)
  • Laskar Pelangi Song Book (2012)
  • Ayah (2015)

Biografi Dan Profil Lengkap Adam Malik Wakil Presiden Ke-3 RI – Pelopor Terbentuknya ASEAN

 Biografi dan Profil Lengkap Adam Malik Sebagai Wakil Presiden ke-3 RI dan Sebagai Pelopor Terbentuknya ASEAN – Pendidikan, Karir, Penghargaan dan Wafatnya Adam Malik

InfoBiografi.Com – Adam Malik Batubara atau lebih dikenal dengan Adam Malik merupakan pahlawan nasional indonesia yang pernah menjabat sebagai menteri indonesia di beberapa depertemen diantaranya Ia pernah menjadi menteri luar negeri, selain menjadi menteri, adam malik juga pernah menjabat sebagai wakil presiden indonesia yang ketiga yang menjabat dari 23 Maret 1978 – 11 Maret 1983 pada masa pemerintahan presiden Soehato. Adam Malik merupakan putra dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis yang lahir di Pemantangsiantar, Sumatera Utara pada tanggal 22 Juli 1917. Adam Malik meninggal dunia pada 5 september 1984 di Bandung, Jawa Barat.

Profil Singkat

Nama: Adam Malik Batubara
Lahir: Pematangsiantar, 22 Juli 1917
Meninggal: Bandung, 5 September 1984
Ayah: Abdul Malik Batubara
Ibu : Salamah Lubis
Pasangan: Nelly Adam Malik (m. 1942–1984)
Anak: Otto Malik, Antarini Malik, Imron Malik, Budisita Malik, Ilham Malik

Latar Belakang dan Pendidikan Adam Malik

Adam Malik merupakan anak ketiga dari 10 bersaudara dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Ayah Adam Malik adalah seorang pedagang kaya di Pemantangsiantar. Adam Malik sangat gemar membaca, menonton film koboi dan juga gemar pada dunia fotografi.

Adam Malik menjalani pendidikan dasarnya di HIS (Hollandsch Inlandsche School) Pematangsiantar, kemudian Ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Agama Madrasah Sumatera Thawalib Parabek di Bukittinggi, tapi pendidikannya disana hanya ia jalani selama 6 bulan saja, Ia pulang ke kampungnya dan membantu orangtuanya berdagang.

Memulai Karier Politik

Saat masih berumur belasan tahun, pada tahun 1934 Adam Malik pernah di tangkap polisi Dinas Intel Politik dan ditahan selama 2 bulan karena Ia melanggar larangan perkumpulan. Saat berumur 17 tahun, Adam Malik sudah menjabat sebagai ketua Partindo di Pematangsiantar dari 1934 hingga 1935.

Keinginannya untuk maju dan berbakti pada bangsa mendorong Adam Malik untuk merantau ke Jakarta. Pada usia 20 tahun, Ia bersama dengan Soemanang, Sipahutar, Armijn Pane, Abdul Hakim, dan Pandu Kartawiguna memelopori berdirinya Kantor Berita Antara yang berada di Buiten Tijgerstraat 38 Noord Batavia (Jl. Pinangsia II Jakarta Utara) kemudian pindah ke Jalan Pos Utara 53 Pasar Baru, Jakarta Pusat. Dalam kantor tersebut Adam Malik menjabat sebagai Redaktur sekaligus Wakil Direktur.

Pada tahun 1940-1941 menjadi anggota Dewan Pimpinan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) di Jakarta. Pada 1945, menjadi anggota Pimpinan Gerakan Pemuda untuk persiapan Kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Pada tahun 1945, Ia menjadi anggota Pimpinan Gerakan Pemuda untuk persiapan kemerdekaan Indonesia di Jakarta.

Pada zaman pendudukan Jepang, Adam Malik aktif dalam bergerilya dalam gerakan pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Demi mendukung kepemimpinan Soekarno-Hatta, Adam Malik menggerakkan rakyat untuk berkumpul di lapangan Ikada, Jakarta. Adam Malik yang berperan sebagai perwakilan golongan pemuda dan juga sebagai pimpinan Komite Van Aksi, Adam malik terpilih sebagai Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP mulai dari tahun 1945 hingga 1947. KNIP tersebut memiliki tugas untuk mempersiapkan susunan pemerintahan Indonesia. Selain itu, Adam Malik juga merupakan pendiri dan anggota dari Partai Rakyat, pendiri Partai Murba, dan juga anggota parlemen.

Pada Akhir tahun 50-an, Adam Malik masuk pemerintahan sebagai duta besar luar biasa yang berkuasa penuh untuk Polandia dan Uni Soviet atas penunjukan oleh Ir. Soekarno. Kemudian, pada tahun 1962, Adam malik menjadi ketua Delegasi RI dalam perundingan Indonesia dengan Belanda untuk penyerahan Irian Barat karena kemampuannya berdiplomasi. Setelah itu, Adam Malik menjabat sebagai Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin. Saat terjadinya pengaruh Partai Komunis Indonesia yang menguat, Adam Malik bersama Roeslan Abdulgani dan Jenderal Nasution dianggap musuh PKI, mereka dicap sebagai trio sayap kanan yang kontra revolusi.

Pada saat terjadi pergantian rezim pemerintahan Orde Lama, posisi bersebrangan dengan kelompok kiri yang dipilih Adam Malik justru menguntungkan dirinya. Pada tahun 1966, Adam disebut-sebut dalam trio baru Soeharto-Sultan-Malik. Pada tahun yang sama, melalui televisi, Adam Malik menyatakan keluar dari Partai Murba, karena pendirian Partai Murba yang menentang masuknya modal asing. 4 tahun kemudian, Adam Malik bergabung dengan partai Golkar. Mulai dari tahun 1966 hingga 1977 Adam Malik menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri II / Menlu ad Interim dan Menlu RI.

Adam Malik yang menjadi Menlu dalam pemerintahan Orde Baru, memiliki peranan penting dalam berbagai perundingan dengan negara-negara lain termasuk rescheduling utang Indonesia peninggalan Orde Lama. Bersama dengan Menlu negara-negara ASEAN, Adam Malik mempelopori terbentuknya ASEAN tahun 1967. Adam Malik pernah dipercaya menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York dan dia merupakan orang Asia kedua yang pernah memimpin sidang lembaga itu. Pada tahun 1977, Adam Malik terpilih menjadi Ketua DPR/MPR. Setelah tiga bulan, Ia terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-3 menggantikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Wafatnya Adam Malik Dan Penghargaan Yang Diberikan Padanya

H.Adam Malik meninggal dunia di Bandung pada 5 September 1984 karena kanker lever yang dideritanya. Jasad Adam Malik kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Sepeninggalannya, Istri dan juga anak-anaknya mengabadikan namanya dengan mendirikan Museum bernama Museum Adam Malik. Pemerintah juga memberikan berbagai tanda kehormatan. Atas jasa-jasanya, Adam Malik dianugerahi berbagai macam penghargaan, di antaranya adalah Bintang Mahaputera kl. IV pada tahun 1971, Bintang Adhi Perdana kl.II pada tahun 1973, dan diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1998.

Karir Adam malik

  • Wakil Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (29 Agustus 1945 – Februari 1950)
  • Menteri Perdagangan Indonesia ke-15 (13 November 1963 – 27 Agustus 1964)
  • Menteri Luar Negeri Indonesia ke-11 (28 Maret 1966 – 23 Maret 1978)
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ke-7 (1977–1978)
  • Wakil Presiden Indonesia ke-3 (23 Maret 1978 – 11 Maret 1983)

Penghargaan Adam Malik

  • Bintang Mahaputera kl. IV pada tahun 1971
  • Bintang Adhi Perdana kl.II pada tahun 1973
  • Pahlawan Nasional pada tahun 1998

Pendidikan Adam Malik

  • Hollandsch-Inlandsche School Pematangsiantar
  • Sekolah Agama Parabek di Bukittinggi

Biografi Dan Profil Lengkap Raisa Adriana Beserta Riwayat Perjalanan Karirnya

Biografi Dan Profil Lengkap Raisa Adriana Beserta Perjalanan Karirnya Dari Kecil Sampai Menjadi Penyayi Solo Wanita Indonesia

InfoBiografi.Com – Raisa Adriana merupakan penyanyi wanita Indonesia yang lahir di Jakarta pada 6 Juni 1990. Raisa merupakan putri dari pasangan Allan N. Rachman dan Ria Mariaty. Raisa memiliki seorang kakak laki-laki bernama Rinaldi Nurpratama.

Profil Singkat Raisa Adriana

Nama : Raisa Andriana
Lahir : Jakarta, 06 Juni 1990
Ayah : Allan N. Rachman
Ibu : Ria Mariaty
Saudara (Kakak) : Rinaldi Nurpratama
Zodiak : Gemini
Agama : Islam

Pendidikan :
TK Islam Dian Didaktika Depok, Jawa Barat.
SD Silam Dian Didaktika Depok, Jawa Barat.
SMP Islam Dian Didaktika Depok, Jawa Barat.
SMAN 34 Jakarta
Universitas Bina Nusantara Internasional (Sarjana)

Tinggi/Berat Badan : 170 cm/55 kg

Masa Kecil Dan Pendidikan Raisa

Raisa Tumbuh menjadi anak yang cerdas dan juga manis. Raisa memulai pendidikannya di Taman Kanak-kanak Islam Dian Didaktika, Jawa Barat. Saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak ini, Raisa sudah mulai sering menampilkan bakat menyanyi didepan kelas. Setelah TK, Raisa melanjutkan di SD Dian Didaktika, Kemampuan menyanyi Raisa makin terasah dan ia mengikuti tim paduan suara SD tersebut saat dia duduk di bangku kelas 3.

Sekolah Menengah Pertama Raisa silanjutkan di tempat yang sama dengan TK dan SD nya yaitu SMP DIan Didaktika. Di SMP kemampuan bernyanyi Raisa makin bagus bahkan terkadang gurunya kewalahan untuki mengiringi Raisa menyanyi. Selain pandai bernyanyi Raisa juga termasuk anak ytang pandai di kelasnya.

Setelah lulus SMP, Raisa melanjutkan pendidikannya di SMAN 34 Jakarta. Saat SMA ia satu sekolah dengan Afgan Syahreza tapi Afgan adalah kakak kelas Raisa. Di SMA Raisa akrab dipanggil dengan nama YAya. Di SMA, Raisa sering mengikuti pentas seni dan bakat bernyanyinya makin terasah.

Setamat SMA, Raisa melanjutkan pendidikannya di Universitas Bina Nusantara Internaasional dengan jurusan Marketing Internasional Bisnis. Raisda tetap fokus bernyanyi meski kuliah.

Awal Karier Bernyanyi Raisa

Pada saat itu, Raisa mendapat kesempatan bernyanyi dalam konser seorang komposer terkenal David Foster di Jakarta. Kemnmudian Raisa direkrut oleh Kevin Aprilio pada tahun 2008 untuk menjadi Vokalist band Andante miliknya. Namun saat hendak rekaman, pihak rekaman menginginkan konsep berbeda dan akhirnya Raisa keluar dari band Andante.

Setelah keluar dari Band tersebut, Raisa menjadi penyanyi di kafe-kafe. Meski begitu ternyata peluang raiasa untuk menjadi penyanyi terkenal semakin terbuka hingaa pada tahun 2010 raisa merilis single perdana berjudul Serba Salah.

Album Milik Raisa

Setelah mengeluarkan singlenya tersebut, Raisa makin banyak menerima banyak tawaran tampil di acara musik termasuk pada tahun 2011 ia tampil di festival Java Jazz. Ditahun yang sama yaitu tahun 2011 Raisa merilis album perdananya bertajuk Raisa.

Karier Raisa makim meroket, Pada tahun 2012 Raisa mendapat penghargaan sebagai pendatang baru terbaik dalam ajangAnugrah Musik Indonesia Dan pada tahun yang sama pula Raisa mendapat penghargaan sebagai Best Vocal Female In A Song (New Female Artist) dalam ajang Anugrah Planet Muzik di Singapura.

Pada Tahun 2013, Raisa kembali merilis album keduanya yang bertajuk Heart to Heart dengan 9 lagu didalamnya. Album, ini pun membuat karier bermusik Raisa makin meroket.
Pada tahun 2015 Raisa dipercaya Walt Disney Pictures untuk menyanyikan Sountrack film Cinderella yang berjudul A Dream Is a Wish Your Heart Makes versi Indonesia.

Selain menjadi seorang penyanyi, Raisa juga kerap tampil sebagai model iklan di televisi. Tahun 2016 lalu Raisa kembali merilis Album ketiganya yang bertajuk Handmade dan juga ia merilis album kompilasi yang bertajuk The Best of Raisa. Karier Raisa makin bersinar dan dia adalah salah satu penyanyi solo wanita terbaik Indonesia.

Kehidupan Pribadi dan Raisa Menikah

Pada hari Minggu, 3 September 2017 di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Raisa dan kekasihnya yaitu Hamish Daud Wyllie yang berpacaran sejak 2016 itu menikah. Hamish Daud sendiri adalah seorang Arsitek, Presenter, dan juga Aktor berkebangsaan Autralia. Namun ibu Hamish daud merupakan orang asli Indonesia.

Biografi dan Profil Lengkap Mohammad Yamin – Pahlawan Nasional Indonesia

Biografi dan Profil Lengkap Mohammad Yamin, Penghargaan, Peranan Dalam Perumusan Dasar Negara , Jabatan, Pendidikan Terakhir Serta Jasa-jasa Terhadap Negara Indonesia

InfoBiografi.Com – Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H. atau yang lebih dikenal dengan Mohammad Yamin merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia. Mohammad Yamin merupakan seorang sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus dan juga ahli hukum. Mohammad Yamin lahir pada 24 Agustus 1903 di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat. Mohammad Yamin merupakan salah satu perintis Indonesia dan juga pelopor Sumpah Pemuda.

Profil Singkat Mohammad Yamin

Nama : Prof. Mohammad Yamin, S.H.
Lahir : Sawahlunto, Sumatera Barat, 24 Agustus 1903
Meninggal : Jakarta, 17 Oktober 1962 (umur 59)
Agama : Islam
Ayah : Tuanku Oesman Gelar Baginda Khatib
Ibu: Siti Saadah

Jabatan :
Menteri Kehakiman Indonesia ke-6 (27 April 1951 – 14 Juni 1951)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-8 (30 Juli 1953 – 12 Agustus 1955)
Menteri Penerangan Indonesia ke-14 (6 Maret 1962 – 17 Oktober 1962)

Latar Belakang Dan Pendidikan Mohammad Yamin

Mohammad Yamin merupakan anak dari pasangan Usman Baginda Khatib dan Siti Saadah. Mohammad Yamin menempuh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Palembang, setelah itu Yamin melanjutkan pendidikannya di Algemeene Middelbare School (AMS) Yogyakarta, di AMS Yamin mulai belajar tentang purbakala dan berbagai bahasa mulai dari bahasa Yunani, bahasa Latin dan bahasa Kaei. Setelah lulus dari AMS, Yamin berniat melanjutkan pendidikannya ke Leiden, Belanda namun niat tersebut ia urungkan karena sang ayah meninggal dunia. Akhirnya Yamin melanjutkan pendidikannya di Rechtshoogeschool te Batavia yaitu Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta(sekarang Fakultas Hukum Universitas Indonesia), pada tahun 1932 ia mendapatkan gelar Meester in de Rechten atau Sarjana Hukum-nya.

Kehidupan Keluarga

Pada tahun 1937, Mohammad Yamin menikah dengan Siti Sundari yaitu seorang putri bangsawan dari Kadilangu, Demak, Jawa Tengah dan dari perkawinan tersebut mereka dikaruniai seorang putra bernama Dang Rahadian Sinayangsih Yamin. Pada tahun 1969, Dang Rahadian Sinayangsih Yamin melangsungkan pernikahan dengan Raden Ajeng Sundari Merto Amodjo yaitu seorang putri tertua dari Mangkunegoro VIII.

Karier Kesusastraan

Pada 1920-an Mohammad Yamin memulai kariernya di bidang kesusastraan dengan menjadi penulis. Karya pertama yang ditulis yamin mengunaan bahasa melayu yang ia tulis dalam jurnal Jong Sumatera dan karya awalnya yang lainnya masih terikat dalam bentuk bahas melayu klasik.

Pada tahun 1922, Yamn muncul sebagai penyair dengan karya puisinya yang berjudul Tanah Air. Tanah air merupakan himpunan puisi modern pertama yang pernah diterbitkan. Pada 28 Oktober 1928, himpunan kedua milik yamin yang berjudul Tumpah Darahku muncul. Pada tahun yang sama karyanya dalam bentuk drama dengan judul Ken Arok dan Ken Dedes yang berdasarkan sejarah Jawa juga muncul.

Dalam bidang kesusastraan, Yamin telah menerbitkan banyak karya dalam bentuk drama, esei, novel sejarah, dan puisi. Yamin juga menerjemahkan karya-karya William Shakespeare (drama Julius Caesar) dan Rabindranath Tagore.

Daftar Karya-karya dan Penghargaan Mohammad Yamin

Mohammad Yamin selain memiliki jasa-jasa besar terhadap negara juga memiliki banyak penghargaan dalam beberapa karya-karyanya yang juga sangat legendaris di negara kita. Berikut ini adalah daftar penghargaan dan karya-karya Mohammad Yamin :

[table id=Mohammadyamin /]

Karier Politik

Karier politik Yamin dimulai sejak ia masih menjadi seorang mahasiswa di Jakarta yaitu dengan bergabung dengan organisasi Jong Sumatera Bond dan menyusun ikrar sumpah pemuda yang dibacakan di Kongres Pemuda II.Dalam ikrar yang dibacakan, Ia menetapkan bahasa indonesia yang berasal dari bahasa melayu menjadi bahasa nasional Indonesia, dan bahasa indonesia dapat menjadi alat pemersatu.

Pada tahun 1932, Yamin mendapatkan gelar Sarjana Hukum-nya, setelah itu Ia bekerja dalam bidang hukum di jakarta sampai tahun 1942. Dan pada tahun itu juga Yamin tercatat sebagai anggota Partindo. Setelah Partindo bubar, Ia bersama kawannya mendirikan Gerindo. Pada tahun 1939, Yamin terpilih menjadi anggota Volksraad.

Pada masa pendudukan Jepang yaitu pada tahun 1942 hingga tahun 1945, Yamin bertugas di PuTERA atau Pusat Tenaga Rakyat. Pada tahun 194, Yamin terpilih menjadi anggota BPUPKI. Setelah Ir. Soekarno menjadi Presiden, Yamin mendudiki bebrapa jabatan penting dalam pemerintahan diantaranya anggota DPR sejak tahun 1950, Menteri Kehakiman (1951-1952), Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan (1953–1955), Menteri Urusan Sosial dan Budaya (1959-1960), Ketua Dewan Perancang Nasional (1962), Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara (1961–1962) dan Menteri Penerangan (1962-1963).

Saat menjadi Menteri kehakiman, Yamin membenbaskan tahanan politik tanpa proses peradilan, karena hal tersebut ia mendapat banyak kritik dari anggota DPR. Saat menjabat menjadi Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan, Yamin mendorong berdirinya universitas negeri dan swasta seperti Universitas Andalas di Padang.

Biografi dan Profil Lengkap Teuku Umar – Pahlawan Nasional Indonesia Dari Aceh

Biografi dan Profil Lengkap Teuku Umar Tokoh Pahlawan Nasional Indonesia Dari Aceh

InfoBiografi.Com – Teuku Umar merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang berjuang melawan penjajah. Teuku Umar lahir pada tahun 1854 di Meulaboh, Aceh Barat, Indonesia. Teuku Umar merupakan anak dari Teuku Achmad Mahmud yang merupakan putra dari Datuk Makdum Sati. Teuku Umar memiliki 2 saudara perempuan dan 3 saudara laki-laki. Teuku Umar wafat pada tahun 1899. Berdasarkan SK Presiden No. 087/TK/1973 tanggal 6 November 1973, Teuku Umar dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Profil Singkat Teuku Umar

Nama: Teuku Umar
Lahir : Meulaboh, 1854
Wafat : Meulaboh, 1899

Istri:
Cut Nyak Sofiah
Cut Meuligou/Nyak Malighai
Cut Nyak Dhien

Anak
Dari Cut Meuligou:
Teuku Sapeh
Teuku Raja Sulaiman
Cut Mariyam
Cut Sjak
Cut Teungoh
Teuku Bidin
Dari Cut Nyak Dhien :
Cut Gambang

Agama: Islam

Terjadinya Perang Aceh

Pada tahun 1873 meletuslah Perang Aceh yang pada saat itu Teuku Umar masih menginjak usia 19 tahun, Teuku umar ikut berjuang untuk kampungnya, kemudian berkelanjutan ke Aceh Barat. Pada usia tersebut yang terbilang masih muda Teuku umar telah diangkat menjadi keuchik gampong atau kepala desa di daerah daya Meulaboh.

Saat berumur 20 tahun, Teuku Umar meniklah dengan putri dari Uleebalang Glumpang bernama Nyak Sofiah. Untukj menaikan derajatnya, Teuku Umar menikah dengan puteri Panglima Sagi XXV Mukim yang bernama Nyak Malighai/Cut Meuligou. Dari pernikahannya dengan Cut Meuligou, Mereka di karuniai 6 anak yaitu Teuku Sapeh, Teuku Raja Sulaiman, Cut Mariyam, Cut Sjak, Cut Teungoh, dan Teuku Bidin.

Kemudian pada tahun 1880, Teuku Umar menikahi seorang janda bernama Cut Nyak Dien yang merupakan putri dari pamannya sendiri. Dari pernikahannya dengan Cut Nyak Dien, mereka dikaruniai seorang anak bernama Cut Gambang.

Taktik Penyerahan Diri Teuku Umar

Teuku Umar mencari cara agar dapat mendapatkan senjata dari tangan Belanda, kemudian ia berpura-pura menjadi antek Belanda. Pada tahun 1883, pasukan Teuku Umar dan Belanda berdamai. Tidak hanya Teuku Umar yang memiliki maksud lain dari perdamaian ini, Gubernur Van Teijn juga memiliki maksud lain yaitu memanfaatkan Teuku Umar agar dapat menarik perhatian rakyat Aceh. Teuku Umar yang masuk dalam dinas militer menundukan pos pertahanan Aceh agar Belanda percaya dan memberi peran yang lebih besar.

Taktik yang dijalankan Teuiku Umar berhasil, dan sebagai imbalannya permintaan Teuku Umar dikabulkan. Permintaan tersebut adalah penambahan 17 panglima dan 120 prajurit, termasuk panglima laut.

Peristiwa Kapal Nicero

Pada tahun 1884 kapal Nicero milik Inggris terdampar, kapten beserta awak kapal tersebut ditawan oleh Raja Teunom dan Raja Teunom meminta tebusan sebesar $10.000 tunai.

Teuku Umar kkemudian diperintah Belanda untuk membebaskan kapal tersebut, karena penawanan tersebut, terjadi perselisihan antara Belanda dengan Inggris.

Teuku Umar yang diperintah mengatakan bahwa merebut kapal tersebut adalah pekerjaan yang berat karena pasukan raja Teunom sangat kuat, tapi Ia sanggup untuk merebut kembali kapat tersebut asalkan dibekali dengan senjata dan logistik yang banyak.

Teuku umar berangkat menggunkan kapal Bengkulen dengan 32 tentara belanda dan beberapa panglimanya menuju Aceh Barat dengan perbekalan yang cukup banyak.Tidak lama kemudian, Belanda dikagetkan dengan berita yang menyatakan bahwa prajurit belanda yang berangkat bersama Teuku Umar dibunuh di tengah laut dan semua perbekalan yang mereka berikan di rampas. Sejak saat itulah Teuku Umar kembali menjadi pejuang Aceh dan menyuruh Raja Teunom tidak mengurangi tuntutannya.

Melanjutkan Perlawanan Dan Menyerahkan Diri Kembali Pada Belanda

Senjata hasil rampasannya, kemudian Ia bagikan pada pasukan Aceh. Teuku umar dan pasukannya berhasil merebut kembali 6 mukim dari tangan belanda.

2 tahun berselang setelah peristiwa kapal Nicero, pada 15 Juni 1886 sebuah kapal bernama Hok Canbton berlabuh ke bandar Ragaih dengan dinahkodai Kapten Hansen yaitu seorang pelaut Denmark yang bermaksud untuk menukar senjata dengan lada. Tapi itu biukan maksud sebenarnya dari Hansen, maksud Hansen sebenarnya adalah untuk menjebak Teuku Umar dan menyerahkannya pada Belanda.

Teuku umar yang merasa curiga dengan syarat yang diajukan oleh Hansen yang menyuruhnya untuk datang sendiri, lalu Ia mengatur siasat dan pada dini hari ia mengutus seorang panglima dan 40 prajurit untuk menyusup dalam kapal. Pada pagi harinya, Teuku Umar datang dan meminta pelunasan lada sebanyak $5000 tapi hansen ingkar dan menyuruh anak buahnyauntuk menangkap Teuku Umar. Teuku Umar lalau memberikan kode pada prajuritnya dan Hansen kemudian dapat dilumphkan. Belanda marah mendengar rencananya gagal.

Pada tahun 1891 Teungku Chik Di Tiro dan Teuku Panglima Polem VIII Raja Kuala gugur dalam pepoerangan yang berkelanjutan. Teuku yang merasa rakyat aceh begitu menderita, kemudian pada september 1893 Teuku Umar kembali menyerahkan dirinya pada pihak Belanda bersama dengan 13 panglimanya. Kemudian Teuku Umar diberi gelar Teuku Johan Pahlawan Panglima Besar Netherland. Cut Nyak Dien sebagai Istri sempat bingung, malu dan juga marah atas tindakan yang dilakukan suaminya.Teuku Umar menyakinkan kesetiaanya pihak Belanda, Umar mendapat kepercayaan yangbesar dari Gubernur Belanda. Kepercayaan yang diberikan dimanfaatkan Umar demi kepentingan rakyat Aceh, prajurit yang di sebar oleh Teuku Umar bukan untuk melawan musuh melaikan untuk menghubungi pemimpin perjuangan rakyat aceh.

Pada suatu hari Umar melakukan pertemuan rahasia dengan pemimpin perjuangan rakyat aceh. Pertemuan tersebut membahas tentang akan kembali memihaknya Teuku Umar pada Aceh dengan membawa senjata serta perangkat perang yang telah dikuasainya. Saat itu Cut Nyak Dien sadar bahwa tindakan yang dilakukan suaminya hanya sandiwara.

Pada 30 Maret 1896, Umar beserta pasukannya keluar dari Dinas Militer Belanda dan membawa lari 800 senjata, 25.000 butir peluru, 500 kg amunisi, dan uang sebanyak $18.000.

Jenderal Vetter yang diutus untuk menggantikan Gubernur Deykerhooff yang dipecat akibat larinya Umar, menyuarakan Ultimatum pada umar untuk menyerahkan kembali senjata yang dirampasnya, namun Umar tidak mau. Umar kemudian mengajak para Uleebelang untuk melawan Belanda. Dan juga dengan bantuan Cut nyak Dien, Panglima Pang Laot, Teuku Panglima Polem Muhammad Daud, mulai tahun 1896 Komando Perang Aceh dipegang Oleh Teuku Umar.

Gugurnya Teuku Umar

Pada Februari 1899, mata-mata Jenderal Van Heutsz melaporkan tentang kedatangan pasukan Teuku Umar ke Meulaboh. Pada malam menjelang 11 Februari 1899, pasukan Teuku Umar tiba di pinggir kota Meulaboh dan mereka sangat terkejut dengan penghadangan yang dilakukan pasukan Van Heutsz. dengan begitu pasukan Aceh tidak dapat mundur dan jalan satu-satunya adalah bertempur. Dalam pertempuran tersebut, Teuku Umar gugur karena dadnya tertembus peluru musuh.

Kemudian, Jasad Teuku Umar dimakamkan di Masjid Kampung Mugo yang berada di hulu sungai Meulaboh. mendengar kematian suaminya, Cut Nyak Dien bertekad untuk melanjutkan perjuangan suaminya.

Biografi dan Profil Lengkap Pak Raden – Ilustrator Pencipta Tokoh Si Unyil

Biografi dan Profil Lengkap Pak Raden Sebagai Seorang Ilustrator Pencipta Tokoh Si Unyil

InfoBiografi.Com – Pak Raden merupakan ilustrator pencipta tokoh Si Unyil. Pak raden merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara yang lahir pada 28 November 1932 di Puger, Jember, Jawa Timur dengan nama asli Drs. Suyadi atau Raden Soejadi. Tokoh pak raden dikenal dengan kekhasannya yang mengenakan beskap hitam, kumis palsu yang tebal, blankon dan juga tongkat kayu.

Profil Singkat Pak Raden

Nama : Drs. Suyadi/ Raden Soejadi
Nama lain : Pak Raden
Lahir : Puger, Jember, Jawa Timur, 28 November 1932
Wafat : Jakarta,  30 Oktober 2015

Masa Kecil Dan Pendidikan Pak Raden

Suyadi kecil sangatlah gemar menggambar, Ia menggambar menggunakan arang atau kapur di halaman rumahnya. Apabila sudah menggambar, ia merasa telah menemukan dunianya bahkan ia menggunkan tembok rumahnya untuk melampiaskan hobinya.

Kegemaran menggambar tersebut membuahkan hasil, pada tahun 1952 kegemaran tersebut membawa Suyadi diterima di Institut Teknologi Bandung atau ITB dengan jurusan seni rupa.

Saat menjalani pendidikannya di ITB, bakat menggambar yang dimiliki Suyadi semakin terasah dan Ia semakin mencintai seni. Selama kuliah, Ia telah menghasilkan beberapa karya berupa buku cerita bergambar bagi anak-anak yang dimana Suyadi sebagai ilustrator sekaligus penulisnya, serta membuat film pendek animasi bagi anak-anak.

Pada tahun 1960, Drs. Suyadi lulus dari ITB, kemudian Ia melanjutkan pendidikannya untuk mendalami pengetahuannya tentang animasi di Perancis, disana Ia belajar selama empat tahun dari tahun 1961 sampai 1963.

Setelah pendidikannya di perancis telah selesai, Ia pulang ke Indonesia. Kemudian dari tahun 1965 hingga 1975, Drs. Suyadi menjadi staf pengajar di Institut Teknologi Bandung untuk jurusan seni rupa dalam seni ilustrasi. Drs. Suyadi juga mengajar di Institut Kesenian Jakarta, disana Ia khusus mengajar animasi.

Menciptakan Si Unyil dan Dikenal Sebagai Pak Raden

Pada tahun 1980, Drs. Suyadi menciptakan tokoh Si Unyil. Penamaan Unyil sendiri diambil dari kata Mungil yang berarti kecil. Setelah menciptakan tokoh Si Unyil kemudian ia menciptakan tokoh antagonis dalam serial sandiwara boneka Si Unyil yang waktu itu tayang di TVRI bernama Pak Raden, dan yang menjadi pengisi suara tokoh Pak Raden tersebut adalah Drs. Suyadi sendiri. Karena itu, kemudian Drs. Suyadi lebih dikenal dengan nama Pak Raden.

Selain kedua tokoh tersebut, Drs. Suyadi juga menciptakan tokoh lain yaitu Pak Ogah dan Bu Bariah. Dalam serial drama boneka tersebut selain menjadi pencipta dan pengisi suara, Drs. Suyadi juga menjadi Art director.

Serial Si Unyil tersebut sangat disukai oleh anak-anak pada tahun 1981 yang tayang di TVRI setiap hari minggu, serial tersebut diproduksi oleh PPFN sampai tahun 1993. Namun hingga sekarang Si Unyil masih tayang di televisi untuk memberikan informasi yang mengedukasi.

Pak Raden tidak hanya gemar menggambar dan melukis tetapi Ia juga gemar mendalang, mendongeng, membuat ilustrasi buku anak, serta membuat boneka. Namun sketsa hasil karya Pak Raden tersebut tidak dipublikasikan melainkan untuk koleksinya di rumah dan dibiarkan berserakan. Pak raden memilih hidup membujang.

Dari Tahun 1970-an hingga sekarang, Pak Raden telah mendapatkan sejumlah penghargaan di bidang pustaka atas karyanya, Pak Raden dianugrahi Ganesha Widya Jasa Utama atas jasa serta prestasinya sebagai Pelopor Bidang Industri Kreatif Klaster Animasi dan Tokoh Animator Nasional. Penghargaan tersebut diberikan pada saat peringatan Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia yang ke 92 tahun di Aula Barat ITB. Pak Raden sempat mengeluarkan buku berjudul Petruk Jadi Raja pada 2008 lalu.

Pak Raden terus memperjuangkan hak cipta atas boneka Si Unyil selam hidupnya, karena hak cipta tersebut dipegang oleh PPFN. Pada 14 Desember 1995, Pak Raden membuat perjanjian penyerahan hak cipta dengan PPFN. Dalam perjanjian tersebut, kedua pihak sepakat mengenai hak cipta Si Unyil hanya berlaku 5 tahun terhitung dari penandatanganana perjanjian tersebut. Namun PPFN menganggap bahwa pewnyerahan hak cipta tersebut berlaku selamanya dan Pak Raden pun tidak pernah mendapatkan royalti atas karya yang telah dibuatnya.

Wafatnya Pak Raden

Pada 30 Oktober 2015 pukul 22.20 WIB, dalam usia 82 tahun Pak Raden meninggal dunia di Runmah Sakit Pelni akibat penyakit Osteoarthritis yang di deritanya. Sehari setelah itu, jasad Pak Raden dimakanmkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Biografi dan Profil Lengkap Ronny Lukito – Pengusaha Tas Eiger

Biografi dan Profil Lengkap Ronny Lukito – Pengusaha Tas Eiger

InfoBiografi.Com – Ronny Lukito merupakan seorang pengusaha tas yang memiliki perusahaan bernama B&B Inc. , selain bergerak dalam bidang pembuatan tas perusahaan ini juga bergerak di bidang fashion dan juga aksesoris. Ronny Lukito merupakan anak laki- laki satu-satunya dari 6 bersaudara dari pasangan Lukman Lukito dan Kumiasih yang lahir pada 15 Januari 1962 di Bandung.

Profil Singkat Ronny Lukito

Nama : Ronny Lukito
Lahir:  Bandung, 15 Januari 1962
Nama Orang Tua
Ayah : Lukman Lukito
Ibu : Kumiasih
Anak: Michele Natalie Lukito, Jeanne Lukito, Angel Natalie Lukito, Agnes Lukito
Organisasi Yang Didirikan: Eiger

Perjalanan Hidup dan Karier Ronny Lukito

Masa remaja Ronny di Bandung penuh dengan kesederhanaan dan kerja keras, orang tuanya memiliki toko kecil khusus menjual tas, sejak tahun 1976 saat Ronny masih duduk dibangku STM, toko tersebut memulai memproduksi tas karya sendiri dengan merk dagang Butterfly yang diambil dari nama mesin jahit buatan China yang mereka pakai, Ronny membantu mmbeli bahan dan juga setelah jadi Ia mengantarkan barang dagangannya ke pelanggan. Sebelum berangkat sekolah, Ronny berjualan susu, setelah pulang sekolah Ia menjadi montir di sebuah bengkel motor.

Pada tahun 1979, Ronny ingin melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu di Itenas, namun melihat orang tuanya tidak sanggup membiayai kuliahnya ia memendam keinginannya tersebut. Kemudian ia membantu orang tuanya untuk mengembangkan bisnis keluarga mereka. Ronny mulai memasukan tas produksi keluarganya ke Matahari, walau hanya mendapat sedikit orderan dan terus mengemnbangkan usaha tersebut. Dengan bermodalkan kurang dari 1 juta, Ronny membeli 2 mesin jahit, peralatan jahit dan beberapa bahan untuk membuat tas. Pada tahun 1983-1984, Ronny mulai memproduksi tasnya dengan bantuan seorang pegawai bernama Mang Uwon dan Ia pun berkeinginan untuk dapat memasukkan produknya tersebut ke Matahari mall, pengajuan permohonan untuk memasukkan produk tasnya tersebut selalu ditolak hingga akhirnya pengajuan ke 13 barulah diterima dengan harga jual tas tidak sampai 300 ribu.

Ronny rajin berkeliling daerah untuk mencari mitra pengecer produk tasnya untuk membuka pasar baru. Ronny pada saat itu tidak begitu memahami tentang dunia usaha dan pemasaran, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan. Ronny juga mengikuti kursus manajemen keuangan, belajar privat tentang pengetahuan manajemen, mengikuti seminar, hingga membaca buku.

Pada tahun 1984, Ronny membeli rumah tambahan seluas 600 m2 untuk produksi, pada tahun 1986 Ronny membeli tanah seluas 6000 m2 kembali. Setelah menikah tahun 1986, Ia mempekerjakan marketing professional. Dengan penuh perjuangan tanpa mengenal lelah akhirnya Ronny menjadi pengusaha yang sukses dan kini tidak hanya tas yang ia produksi melainkan sarung handphone, dompet dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ronny Lukito Dan 4 Anak Perusahaan Miliknya

Perusahaan yang dimiliki Ronny Lukito yaitu B&B Inc., memiliki 4 anak cabang yaitu :
1. Eksonindo Multi Product Industry, perusahaan miliknya ini memproduksi ransel dan tas kasual dengan merk dagang Exsport.
2. Eigerindo Multi Product Industry, perusahaan miliknya ini memproduksi produk yang berorientasi pada kegiatan petualangan dan alam dengan merk dagang Eiger.
3. Eksonindo Multi Product Industry Senajaya, Perusahaan ini memproduksi produk dengan merk dagang Bodypack untuk menjangkau kalangan pelajar hingga kalangan eksekutif. Awalnya konsep yang dimiliki merk dagang ini adalah Street Gear namun kemudian berganti konsep menjadi Digital Lifestyle.
4. Persada Abadi.

Merk Dagang Produk Milik Ronny Lukito

Eiger
Merk dagang milik Ronny Lukito yang satu ini tidaklah asing lagi bagi para pecinta kegiatan outdoor. Merk dagang Eiger ini lahir pada tahun 1993, nama Eiger sendiri itu diambil dari nama gunung yang ada di Swiss. Pada awalnya merk dagang ini digunakan pada produk tas, namun kini sudah banyak produk lainnya yang dengan merk dagang ini. Pada tahun 1998 Eiger yang tadinya belum memiliki toko dan hanya sekedar rumah kontrakan dengan 2 penjahit kini Eiger telah memiliki pabrik di daerah Soreang, Bandung dengan sekitar 800 penjahit.

Exsport
Ronny kembali membangun tempat produksi didaerah Kopo, Bandung setelah melihat perkembangan yanga ada. Pada areal seluas 6.000 m2 tersebut, diluncurkan tas bermerk dagang Exxon namun kemudian merk dagang tersebut diubah menjadi Exsprot yaitu penggalan dari Export dan Sport dengan pasar yang dituju adalah anak remaja putri.

Bodypack
Produk dengan merk dagang ini difokuskan untuk penunjang aktifitas keseharian yang tidak terlepas dari teknologi digital. Awalnya konsep yang dimiliki merk dagang ini adalah Street Gear namun kemudian berganti konsep menjadi Digital Lifestyle.

Neosack
Merk dagang ini digunakan pada tas sekolah yang ditunjukan untuk remaja SMP dan SMA.

XTREME
Merk dagang ini ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan pengendara motor mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala, terkhusus untuk pria.

Nordwand
Merk dagang ini juga sama dengan produk Eiger yaitu diperuntukan untuk para petualang, namun harganya lebih miring dibanding Eiger.

Biografi dan Profil Umar Bin Khatab Beserta Riwayat Lengkapnya

Biografi dan Profil Lengkap Umar Bin Khatab Beserta Riwayatnya Dari Awal Sampai Akhir

InfoBiografi.Com – Umar Bin Khatab merupakan salah seorang sahabat Nabi dan Khalifah kedua setelah wafatnya Abu Bakar As-Sidip. Umar Bin Khatab diberi julukan oleh Nabi Muhammad yaitu Al-Faruq yang ebrarti bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Jasa dan perangaruh yang diberikan Umar Bin Khatab terhadap penyebaran Islam sangat besar hinggan Michael H. Heart menempatkannya sebagai orang paling berpengaruh nomor 51 sedunia sepanjang masa. Untuk mengetahui lebih dalam simak biografi Umar Bin Khatab berikut ini.

Biografi Singkat Umar Bin Khatab

Nama : ‘Umar bin al-Khattab
Lahir : 583 M Mekkah, Jazirah Arab
Wafat : 3 November 644
Makam : Sebelah kiri makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah
Gelar : al-Faruq (Pemisah antara yang benar dan batil) , Amir al-Mu`miniin (Pemimpin Orang-Orang Beriman)
Pendahulu : Abu Bakar Ash-Shidiq
Pengganti : Utsman bin Affan

Biografi dan Profil Umar bin Khattab

Umar bin al-Khattab lahir di Mekkah dari Bani Adi yang masih satu rumpun dari suku Quraisy dengan nama lengkap Umar bin al-Khattab bin abdul Uzza. Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi.

Umar bin khatab dikenla memiliki fisik yang kuat, bahkan ia menjadi juara gulat di Mekkah. Umar tumbuh menjadi pemuda yang disegani dan ditakuti pada masa itu. Beliau memiliki watak yang keras hingga di juluki sebagi “Singa Padang Pasir”. Beliau termasuk pemuda yang amat keras dalam membela agama tradisional Arab yang saat itu masih menyembah berhala serta menjaga adat istiadat mereka. Bahkan pada saat itu putrinya dikubur hidup-hidup demi menjaga kehormatan Umar. Sebelum memeluk Islam beliau di kenal sebagai peminum berat, namun setelah menjadi muslim Beliau tidak lagi menyentuh alkohol sama sekali, meskipun saat itu belum diturunkan larangan meminum khimar secara tegas.

Memeluk Islam

Pada masa itu, ketika Nabi Muhammad menyebarkan Islam secara terbuka di Mekkah, Umar berreaksi sangat antipati terhadap Nabi. Umar juga termasuk orang yang paling banyak dan paling sering menggunakan kekuatannya untuk menyiksa pengikut Nabi Muhammad SAW.

Pada puncak kebenciannya terhadap Nabi Muhammad SAW, Umar memutuskan untuk mencoba membunuh Nabi. Namun dalam perjalanannya, Umar bertemu dengan salah seorang pengikut Nabi yang bernama Nu’aim bin Abdullah dan memberikan kabar bahwa saudara perempuan Umar telah memeluk Islam. Karena kabar tersebut, Umar menjadi terkejut dan kembali ke rumahnya dengan maksud untuk menghukum adiknya. Dalam riwayatnya, Umar menjumpai Saudarinya yang sedang membaca Al-Quran surat Thoha ayat 1-8 , Umar menjadi semakin marah dan memukul saudarinya.

Namun Umar merasa iba ketika melihat saudarinya berdarah akibat pukulannya, beliau kemudian meminta agar ia melihat bacaan tersebut. Beliau menjadi sanagt terguncang oleh isi Al-Quran, dan beberapa waktu setelah kejadian tersbut Umar menyatakan memeluk agama Islam. Keputusan tersebut membuat hampir seisi Mekkah terkejut karena seorang yang terkenal memiliki watang yang keras dan paling banyak menyiksa pengikut Nabi Muhammad SAW kemudian memeluk ajaran yang sangat di bencinya. Akibatnya, Umar di kucilkan dari pergaulan Mekkah dan ia tidak lagi dihormati oleh para petinggi Quraisy.

Hijrah di Madinah

Pada tahun 622, Umar ikut bersama Nabi Muhammad SAW serta para pegikutnya untuk berhijrah ke Yatsrib (saat ini Madinah). Umar juga terlibat dalam perang Badar, perang Uhud, perang Khaybar serta penyerangan ke Syria. Umar bin Khatab di anggap sebagai orang yang di segani oleh kaum muslimin pada masa itu selain karena reputasinya pada masa lalu yang memang terkenal sudah terkenal sejak masa memeluk Islam, Umar juga dikenal sebagai orang terdepan yang selalu membela Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam pada kesempatan yang ada. Bahkan beliau tanpa ragu menentang kawan-kawan lamanya yang dulu bersama sama ikut menyiksa para pengikut Nabi Muhammad SAW.

Wafatnya Nabi Muhammad

Suasana sedih dan haru menyelimuti kota Madinah, pada saat kabar wafatnya Nabi Muhammad SAW pada 8 juni 632 M (12 Rabiul Awal 10 Hijriah). Umar merupakan salah seorang yang paling terguncang atas peristiwa itu, beliau menghambat siapapun yang akan memandikan dan menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Umar sangat syok, beliau lantas berkata “Sesungguhnya beberapa orang munafik menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW telah wafat, Sesungguhnya Beliau tidak wafat, tetapi pergi ke hadapan Tuhannya, seperti yang di lakukan MUsa bin Imran yang pergi dari kaumnya.Demi Allah Beliau benar-benar akan kembali. Barang siapa yang beranggapan bahwa beliau wafat, kaki dan tangannya kan ku potong”.

Umar melakukan hal tersebut karena yakin bahwa Nabi tidaklah wafat, namun setelah di nasehati oleh Abu Bakar, Umar kemudian sadar dan ikut memakamkan Rasulullah.

Menjadi Khalifah

Pada masa Abu Bakar menjadi seorang khalifah, Umar bin Khatab menjadi salah satu penasehat kepalanya. Setelah Abu Bakar meninggal pada tahun 634, Umar bin khatab di tunjuk untuk menggantikan Abu Bakar sebagai khalifah ke dua dalam sejarah Islam.

Selama dibawah pemerintahan Umar bin Khatab, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan Persia dari tangan dinasti Sassanid, serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari ke Kaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi, namun keduanya telah di taklukkan oleh ke Khalifahan Islam dibawah pimpinan Umar bin Khatab.

Umar bin Khatab melakukan banyak reformasi secara administratif dan menongtrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administrasi untuk daerah yang baru di taklukkan. Umar memerintahkan agar diselenggarakan sensus diseluruh wilayah kekuasaan Islam. Pada tahun 638, Umar memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Umar bin Khatab dikenal memiliki kehidupan yang sederhana. Beliau tidak mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, beliau tetap hidup sangat sederhana.

Sekitar tahun ke-17 Hijriah yang merupakan tahun ke-4 ke khalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa Hijriah.

Wafatnya Umar bin Khatab

Umar bin Khatab wafat karena dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz) yang merupakan seorang budak yang fanatik pada saat Umar akan memimpin shalat subuh. Diketahui Fairuz adalah orang Persia yang masuk Islam setelah Persia di taklukkan oleh Umar. Pembunuhan ini konon di latarbelakangi dendam Fairuz terhadap Umar bin Khatab, Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia yang pada masa itu merupakan negara Adidaya. Umar bin Khatab Wafat pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23H/644M. Setelah wafat, jabatan Khalifah dipegang oleh Ustman bin Affan.

Biografi dan Profil Lengkap Bung Tomo – Pemimpin Perjuangan 10 November 1945

bung tomo

Biografi dan Profil Lengkap Bung Tomo Sebagai Pemimpin Perjuangan 10 November 1945

InfoBiografi.Com – Bung Tomo merupakan pahlawan yang berasal dari kota Surabaya, Bung Tomo memiliki jasa yang besar terhadap upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan penjajah yang ingin kembali menjajah Indonesia tepatnya di kota Surabaya. Bung Tomo berhasil menjadi orator dan berhasil membakar semangat arek-arek Suroboyo untuk kembali melawan penjajah yang kita kenal dengan pertempuran 10 November 1945, yang diperingati sebagai hari pahlawan. Berikut biografi lengkapnya

Biografi Singkat Bung Tomo

Nama : Sutomo
Lahir : Blauran, Surabaya, 3 Oktober 1920
Wafat : Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia
Gelar : Pahlawan Nasional Indonesia

Profil Bung Tomo

Bung Tomo memiliki nama asli Sutomo lahir di Kampung Blauran di pusat kota Surabya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo merupakan seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan sebagai staf pribadi di perusahaan swasta sebagai asisten di Kantor pajak pemerintah dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda.

Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura. Ia pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer.

Sutomo dibesarkan dalam keluarga yang sangat menghargai pendidikan. Namun, pada saat usia 12 tahun ia terpaksa meninggalkan pendidikannua di MULO, Sutomo melakukan berbagai pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Kemudian ia menyelesaikan pendidikan HBS-nya lewat korespondensi namun tidak pernah resmi lulus.

Sutomo kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia), Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan dan kesadaran nasionalis ia peroleh dari kelompok ini dan dari kakeknya yang merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya.

Pada usia 17 tahun, Bung Tomo menjadi terkenal karena berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Karena sebelum penduduk Jepang pada 1942, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia.

Bung Tomo Memimpin Perjuangan Surabaya 10 November 1945

Sutomo juga pernah menjadi seorang jurnalis pada Harian Soeara Oemoem di Surabaya pada tahun 1937. Setahun kemudian, ia menjadi Redaktur Mingguan Pembela Rakyat serta menjadi wartawan dan penulis pojok harian berbahasa Jawa, Ekspres, di Surabaya pada tahun 1939.

Hingga pada tahun 1944, ia terpilih menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang di sponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk perannya yang sangat penting.

ketika bulan Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu pemimpin yang menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya yang ketika itu Surabaya diserang habis-habisan oleh pasukan Inggris yang mendarat dan melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan membebaskan tawanan Eropa.

Meskipun Indonesia kalah dalam pertempuran 10 November, kejadian ini tetap dicatat sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia. Bung Tomo dikenang dengan seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radio yang penuh dengan emosi.

Setelah Kemerdekaan

Setelah kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1950 Bung Tomo sempat terjun dalam dunia politik dan kemudian ia menghilang dari dunia politik karena ia merasa tidak bahagia terjun di dunia politik. Dan pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Soeharto yang pada awlnya di dukungnyam Sutomo kembali muncul sebagai tokoh nasional.

Pada awal tahun 1970. ia kembali dan memiliki pendapat berbeda dengan pemerintahan Orde Baru. Bung Tomo kemudian berbicara dengan keras terhadap program-progam yang dijalankan oleh Suharto sehingga pada tanggal 11 April 1978 ia ditahan olem pemerintah Indonesia yang merasa khawatir dengan kritikan-kritikan keras tersebut dan satu tahun kemudian ia dilepaskan oleh suharto.

Wafatnya Bung Tomo

Pada tanggal 7 Oktober 1981. Bung Tomo meninggal di Padang Arafa saat sedang menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan tradisi biasanya, untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarag ke tanah suci yang harus dimakamkan di tanah suci. Namun jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya, bukan di makamkan di sebuah Taman Makam Pahlawan.

Gelar Pahlawan

Setelah pemerintah di desak oleh gerakan Pemuda (GP) Anshor dan Fraksi Partai Golkar (FPG) agar memberikan gelar pahlwan kepada Bung Tomo pada tanggal 9 November 2007. Akhirnya gelar pahlwan nasional diberikan kepada Bung Tomo bertepatan pada peringatan hari Pahlawan yaitu tanggal 10 November 2008. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh pada tanggal 2 November 2008 di Jakarta.