Biografi dan Profil Lengkap Jan Koum – CEO dan Pendiri WhatsApp Inc.

Posted on

Biografi dan Profil Lengkap Jan Koum – Jan Koum merupakan CEO dan pendiri WhatsApp bersama dengan Brian Acton. Pria kelahiran Kiev, Ukraina pada 24 Februari 1976 (umur 41) ini, mendirikan WhatsApp Inc pada tahun 2009. WhatsApp sendiri merupakan aplikasi pesan bergerak yang telah diakuisisi oleh Facebook Inc. pada Februari 2014 dengan nilai $19 miliar. Namun, saat ini memegang saham whatsApp sebesar 45% dengan nilai mendekati US$7 Miliar.

Koum dibesarkan di sebuah desa di luar Kiev, Ukraina. Pada tahun 1992, Jon Koum bersama ibu dan neneknya pindah ke California.

Profil Singkat Jan Koum

Nama: Jan Koum
Lahir: Kiev, Ukraina, 24 Februari 1976
Suku: Yahudi
Almamater: San Jose State University
Pekerjaan: CEO WhatsApp, Direktur Pelaksana Facebook, Inc.
Tahun aktif: 2009–sekarang
Organisasi: WhatsApp Inc.
Dikenal karena: Mendirikan WhatsApp Inc. tahun 2009
Karya terkenal: Mendirikan WhatsApp bersama Brian Acton

Kehidupan Pribadi

Jan Koum lahir pada 24 Februari 1976 di daerah bernama Fastiv bagian Kiev, Ukraina. Jan Koum berasal dari keluarga keturunan Yahudi. Ayah Jan Koum bekerja sebagai manager konstruksi dan ibunya hanya seorang Ibu rumah tangga.

Daerah tempat tinggal Koum sangat memprihatinkan karena segala fasilitas sangat terbatas seperti listrik, bahkan hanya untuk mandi mereka harus mengantri di tempat pemadian umum.

Karena tingginya gejolak politik dan gerakan anti yahudi di Ukraina, untuk menghindarinya keluarga Jan Koum memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1990. Koum yang saat itu masih berusia 16 tahun hanya pindah bersama ibu dan neneknya lalu merekatinggal di wilayah Mountain View, Amerika Serikat. Sementara itu, ayahnya masih di Ukraina dan akan menyusul. Sayangnya, belum sempat menyusul pada tahun 1997 ayah koum meninggal dunia.

Sejak itu, Koum dan ibunya berjuang keras untuk bertahan hidup di Amerika. Ibu Jan Koum lalu mencoba bekerja sebagai pengasuh anak dan Koum menjadi penyapu toko untuk memenuhi kebutuhan mereka. Meski begitu, mereka masih sangat kekurangan. Untuk makan, koum mengandalkan jatah makan gratis dari pemerintah untuk tunawisma. Selain itu, ia juga kadang tidur di tempat umum.

Saat pindah ke Amerika Serikat, Koum sudah mahir berbahasa inggris sehingga ia mudah untuk masuk sekolah di Amerika. Di sekolahnya, Koum dikenal sebagai anak yang nakal karena ia sangat susah menyesuaikan diri dan sering terlibat perkelahian, meski begitu ia murid yang cerdas dan sangat menyukai pemrograman komputer yang ia pelajari secara otodidak dari buku bekas.

Koum belajar mengenai jaringan komputer secara otodidak dan ia juga bergabung dengan grub hacker dengan nama w00w00 saat di sekolah. Setelah lulus, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di San Jose University. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliahnya, Koum bekerja sebagai penguji sistem keamanan komputer di Ernst & Young.

Diterima Bekerja Di Yahoo

Pada tahun 1997, Koum bertemu dengan Brian Acton, yaitu seorang pegawai Yahoo yang kemudian menjadi teman dekatnya. Berbekal pengetahuan tentang komputer yang cukup, Koum lalu mencoba melamar pekerjaan di Yahoo atas saran Brian Acton dan kemudian ia diterima.

Pada tahun 2000, Ibunya meninggal dunia karena penyakit kanker dan kini ia hanya tinggal bersama dengan neneknya.

Karena masih kuliah, kemudian ia memutuskan untuk Drop Out dari kampusnya dan fokus untuk bekerja di Yahoo setelah sempat dimarahi oleh CEO Yahoo saat itu yaitu David Filo. Tujuh tahun bekerja di Yahoo, pada tahun 2007 Jan Koum dan Brian Acton memutuskan mundur dari Yahoo. Setelah itu, mereka kemudian menghabiskan waktu dengan berlibur dan berwisata di daerah Amerika Selatan selama setahun.

Ditolak Facebook dan Terciptanya Aplikasi WhatsApp

Jan Koum dan Brian Acton mencoba melamar pekerjaan di Facebook, namun mereka berdua ditolak. Pada tahun 2009, Iphone saat itu sedang tenar dan Koum pun membelunya lalu ia tertarik dengan kumpulan kontak dan juga app storenya, koum melihat potensi besar dari aplikasi app store tersebut dan itu memberinya sebuah ide untuk menciptakan aplikasi yang dapat menampilkan status pada kontak telepon di Iphone.

Kemudian, ide tersebut ia ceritakan pada temannya yaitu Alex Fishman. Mendengar itu, Alex Fishman lalu memperkenalkan Koum pada Igor Solomennikov yaitu seorang developer aplikasi Iphone. Dari perkenalan tersebut, Koum berhasil mewujudkan ide dan kemudian ia menciptakan aplikasi yang ia namakan dengan WhatsApp.

Pada Februari 2009, Koum kemudian mendirikan perusahaan WhatsApp Inc yang berbasis di California. Koum banyak menghabiskan waktunya untuk mengembangkan aplikasi ciptaannya tersebut walaupun aplikasi WhatsApp miliknya tersebut masih sering mengalami crash dan bisa dikatakan belum sempurna dan masih versi awal. Saat diluncurkan. aplikasi WhatsAppnya hanya di download sekitar 250 orang dan itupun kebanyakan teman Jan Koum sendiri.

Walaupun ragu, Jan Koum terus mengembangkan aplikasi ciptaannya. Kemudian Apple datang dengan bantuan push notifications, hal tersebut memberi jalan bagi Koum untuk memodifikasi aplikasi buatannya sehingga saat pengguna WhatsApp mengubah status di aplikasinya otomatis akan mengabarkannya di jaringan.

WhatsApp Mengalami Perkembangan yang Pesat

Versi awal WhatsApp hanyalah sebagai update status di kontak telepon di Iphone. Kemudian Koum merilis WhatsApp v2.0 yang dilengkapi dengan fitur pesan instan yang kemudian berhasil menaikkan jumlah penggunanya mencapai 250 ribu pengguna. Saingan WhatsApp saat itu hanya Blackberry Messengger (BBM) saja, tapi melihat terbatasnya penggunaan BBM yaitu hanya pengguna ponsel Blackberry saja maka Koum terus mengembangkan aplikasi miliknya.

Brian Acton lalu membantu Koum dengan mencari investor untuk mendanai pengembangan aplikasi WhatsApp. Alhasil dana terkumpul sebanyak 250 ribu dollar, dana tersebut berasal dari mantan karyawan Yahoo. Kemudian secara resmi Acton bergabung dengan Jan Koum mengembangkan aplikasi WhatsApp.

WhatsApp terus dikembangkan oleh Jan Koum dan berhasil meluncurkan fitur pengiriman foto di Iphone, selain itu ia juga merilis WhatsApp untuk device lain seperti Android dan Blackberry. Kemudian pada tahun 2010, WhatsApp diubah menjadi aplikasi berbayar dan mereka berhasil memperoleh pendapatan sebesar 5 ribu dollar pada bulan pertama. Hal tersebut membuat investor lain berdatangan untuk menanamkan modalnya di WhatsApp seperti Sequoia Capital yang menanamkan dana sebesar 8 Juta Dollar.

Memasuki tahun 2011, WhatsApp masuk dalam 20 besar aplikasi populer di App Store da Sequoia Capital kembali menyuntikkan dana sebesar 50 juta dollar ke WhatsApp dan membuat nilai WhatsApp melambung menjadi 1,5 Milyar Dollar. Hal ini membuat perusahaan Facebook merayu Koum untuk menjual WhatsApp, Namun ditolak. Pada tahun 2013, WhatsApp berhasil memiliki pengguna aktif sekitar 200 juta.

WhatsApp Dibeli oleh Facebook

WhatsApp yang terus berkembang pesat, membuat Google dan Facebook berebut mengakusisinya. Kemudian pada tahun 2013, Koum bersama Brian Acton setuju untuk menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai sebesar 19 Millar Dollar. Hal itu, membuat mereka menjadi orang kaya baru. Kekayaan Jan Koum melonjak drastis sebesar 6,8 Milyar Dollar atau sekitar 80 Trilyun Rupiah. Menurut majalah Forbes, pada tahun 2015 kekayaan Koum naik sebesar 7,9 Milyar Dollar atau sekitar 109 Trilyun rupiah

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Jan Koum – CEO dan Pendiri WhatsApp Inc.“, semoga bermanfaat