Biografi dan Profil Lengkap Howard Schultz – Pebisnis Sukses CEO Starbucks

Posted on

Biografi dan Profil Lengkap Howard Schultz – Howard Mark Schultz merupaka seorang pebisnis dan penulis asal Amerika Serikat. Pria kelahiran Brooklyn, New York, Amerika Serikat pada 19 Juli 1953 ini adalah CEO perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global Starbucks dan mantan pemilik Seattle SuperSonics. Pada tahun 1998 Schultz bersama Dan Levitan mendirikan Maveron yakni sebuah perusahaan investasi.

Profil Singkat Howard Schultz

Nama: Howard Mark Schultz
Lahir: 19 Juli 1953, Brooklyn, Kota New York, New York, Amerika
Pasangan: Sheri Kersch Schultz (m. 1982)
Anak: Addison Schultz, Kyle Schultz, Eliahu Jordan Schultz
Pendidikan: Northern Michigan University, Canarsie High School
Agama: Yudaisme
Pekerjaan: Ketua dan CEO Starbucks

Kehidupan dan Karier Howard Schultz

Howard Mark Schultz lahir dari sebuah keluarga Yahudi Jerman pada tanggal 19 Juli 1953 di Brooklyn, New York. Ayah Schultz bernama Fred Schultz merupakan mantan tentara Angkatan Darat AS dan sopir truk dan Ibunya bernama Elaine. Ia bersama kedua adiknya Ronnie dan Michael dibesarkan di Canarsie Bayview Houses milik New York City Housing Authority.

Kondisi keluarga Schultz sangat miskin saat itu sehingga pada usia 12 tahun, Schultz sudah bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya dengan bekerja sebagai loper koran. Saat berumur 16 tahun, Schultz beerja sebagai penjaga toko.

Howards Schultz bersekolah di Canarsie High School dan lulus pada 1971. Di SMA, Schultz unggul di bidang olahraga, ia mendapat nilai tinggi dalam pelajaran olahraga dan mendapatkan beasiswa atletik ke Northern Michigan University, ia merupakan orang pertama di keluarganya yang masuk perguruan tinggi. Ia pernah menjadi anggota Tau Kappa Epsilon, Howard mendapat gelar sarjana dalam bidang Komunikasi tahun 1975.

Setelah lulus kuliah dari Northern Michigan University, Howard Schultz bekerja sebagai Sales Manager di Xerox selama tiga tahun. Kemudian ia bekerja di sebuah perusahaan Swedia, Hamamaplast. Di sana ia menjual berbagai macam peralatan rumah tangga, termasuk memasarkan mesin pembuat kopi.

Pada 1981, saat ia pergi dari New York ke Seattle untuk memeriksa toko biji kopi yang sangat populer, Starbucks. Ia sadar bahwa ada kedai kopi di Seattle yang selalu membeli kopi mesin pembuat espresso dari kantornya. Starbucks sering memesan benda khusus pembuat kopi dari Hammarplast tempat Schultz bekerja.

Starbucks merupakan sebuah perusahaan kopi dari Amerika sekaligus kedai kopi yang berpusat di Seattle, Washington. Starbuck didirikan pada tahun 1971 oleh seorang guru bahasa inggris bernama Jerry Baldwin, Guru sejarah bernama Zev Siegl, dan seorang penulis bernama Gordon Bowker. Ketiga pendiri tersebut merupakan pecinta kopi dan ingin membagi pengalaman tentang kopi dengan membuka kedai kopi kecil.

Nama “Starbucks” diambil dari nama salah satu tokoh dalam novel “Moby-Dick” karangan Herman Melville. Tokoh tersebut merupakan monster duyung yang memiliki sepasang ekor dalam mitologi Yunani yang dijadikan logo perusahaan Starbucks tersebut. Logo tersebut menggambarkan jika kopi yang disajikan Starbucks didatangkan dari berbagai wilayah penjuru dunia. Logo pertama Starbuck ada di kedai pertamanya di Seattle.

Schultz mencoba meminum kopi buatan Starbucks, Schultz langsung jatuh hati dengan cita rasa kopi tersebut yang dirasa jauh lebih nikmat dibanding kopi manapun yang pernah ia coba. Ia terkesan dengan dedikasi pemilik untuk mendidik masyarakat tentang keajaiban cita rasa kopi. Tak hanya itu, saat bertemu dengan founder Starbuck Ia kagum dengan semangat founder dalam membuat kopi yang nikmat. Schultz ingat saat pertama kali datang ke Starbuck, Ia berkata “Ya Tuhan, Ini benar-benar bisnis yang bagus, kotanya pun sangat indah!. Aku ingin menjadi bagian dari semua ini”.

Hal tersebut yang membuat Schultz antusias untuk segera melamar kerja di Starbucks. Dibutuhkan waktu satu tahun bagi Howard untuk bisa bekerja di Starbucks, Schultz diangkat sebagai manager retail operations dan marketing. Ia dekat dengan Jerry baldwin. Namun, hal tersebut kurang berlaku dengan Gordon Bowker dan Steve, investor Starbucks baru. Schultz tetap berusaha beradaptasi dan mencoba mengenalkan pembaruan untuk membesarkan Starbucks.

Pada 1983, saat dalam perjalanan di Milan, Italia untuk berbelanja kopi, Ia tertarik melihat salah satu kedai kopi dengan konsep Cafe di Italia,. Lalu ia mendapatkan ide untuk merubah Starbucks tidak hanya sebagai kedai kopi tapi juga tempat orang berkumpul dan bersosialisasi. Lalu ia berusaha meyakinkan Baldwin jika perusahaan dapat membuka kedai kopi lebih banyak, tai iide terbebut ditolak Baldwin karena ia merasa hal tersebut akan membuat Starbucks kehilangan ciri khasnya.

Keluar dari Starbucks dan Mendirikan Kedai Kopi II Giornale

Merasa para founder Starbucks memiliki pemikiran tidak maju dan tradisional yang menganggap kopi sejatinya dibuat rumahan. Tapi ide membuat kedai kopi agar lebih dikenal dipercaya Schultz akan mendatangkan lebih banyak keuntungan, akhirnya Schultz memutuskan keluar dari Starbucks dan mulai membuka bisnis baru.

Schultz membutuhkan dana sebesar US$1,7 juta untuk memulai bisnis barunya. Ia diberi pinjaman setengah dari modal yang dibutuhkan oleh pendiri Starbucks dan kekurangannya ia pinjam di Bank. Pada April 1986, Schultz berhasil membuka Kedai Kopi di Seattle bernama “Il Giornale”. Pada hari pertama kedai tersebut dibuka terdapat sekitar 300 orang berkunjung .

Setahun kemudian, Schultz mendengar jika Starbucks akan dijual mulai dari kedai kopi, tempat penggilingan kopi beserta merk dagangnya, Starbucks dijual dengan harga US$4 juta, mengetahui hal tersebut Schultz lalu meminta pinjaman kredit dan berusaha meyakinkan kreditor. Akhirnya Howard Schultz menjadi pemilik tunggal dan juga Manager di Starbucks tersebut.

Saat itu, Starbucks sudah menyediakan Bar Counter di setiap kedai kopinya dengan seorang Ahli Pembuat Kopi atau Barista yang bertugas menghaluskan biji kopi, meracik dan menyajikan kopi segar. Barista juga harus menghafal nama, kebiasaan dan juga minat konsumen.

Dua tahun kemudian, untuk kedua kalinya Schultz pergi ke Italia. Ia pulang membawa beberapa foto, menu resep dan membawa video dokumentasi para Barista dari Italia. Video tersebut kemudian ia jadikan materi latihan para staffnya, dan inilah kunci sukses dari Starbucks di hingga saat ini.

Pada tahun 1992, Schultz berhasil membuka gerai lebih banyak lagi mulai dari New England, Boston dan Chicago dan California. Dengan bertambahnya gerai Starbucks, Schultz sangat berhati-hati dalam pemasaran produknya. pada tahun yang sama, Howard membawa Starbucks menjadi perusahaan publik. Hingga Juni 1992, Schultz memasang saham Starbucks di New York Stock Exchange pada harga US$ 14 per lembar dan harga sahamnya naik menjadi US$33.

Starbucks Go Internasional

Pada 1996, Schultz memutuskan membuka cabang gerai di luar Amerika, cabang pertamanya di Jepang, lalu berlanjut di Singapura, Korea, Taiwan, Inggris, Belanda, Swedia, dan Israel. Hingga April 2000, sudah dibuka lebih dari 2.400 cabang Starbucks di Amerika Serikat dan 350 cabang di seluruh Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Kanada.

Pada April 2000, Schultz menyerahkan jabatannya ke Executive Director CEO Starbucks, Orin C. Smith, sementara ia ingin fokus pada ekspansi usaha ke dunia Internasional. Ia memiliki target sendiri, yaitu membuka 1200 cabang baru diawal 2001. Kondisi keuangan Starbucks meningkat sangat pesat, selama satu dekade dan terus berkembang pesat.

Pada akhir 2005, Schultz mengumumkan Starbucks akan melakukan ekspansi hingga sepuluh ribu cabang. Schultz menambahkan jika mereka harus berkembang cepat, karena kompetitor sudah mulai memasuki pangsa pasar mereka.

Starbucks mulai membuat ide baru. Howard Schultz mulai membuat menu makanan Fast-Food seperti Sandwitch dalam menu Starbucks. Ide tersebut muncul dari kegagalan mereka membaca pasar di Cina dan Taiwan. Akhirnya, semua cabang Starbucks diseluruh dunia menerapkan konsep tersebut, mulailah setiap kedai Starbucks menyajikan Roti, Snack, Sandwich dan makanan lainnya dalam menu mereka.

Melihat Starbucks sudah sukses dan stabil, Schultz memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis olahraga dengan membeli NBA Seattle, Supersonic, yaitu tim bola Basket terkenal dan sementara meninggalkan posisi Direct Management di Starbucks dan menyerahkan jabatannya kepada Orin C. Smith.

Pada 2008 Starbucks dilanda krisis ekonomi sehingga pada awal tahun itu, Schultz kembali memimpin Starbucks demi mempertahankan perusahaan. Untuk menyelamatkan Starbucks, Schultz harusmengurangi pengeluaran perusahaan. Lalu pada 2008 ia menutup 600 cafe dan pada 2009 menutup 300 cafe lagi. Saat ini perusahaan berfokus pada upaya melewati krisis ekonomi dan perbaikan layanan.

Demikian artikel tentang”Biografi dan Profil Lengkap Howard Schultz – Pebisnis Sukses CEO Starbucks“, semoga bermanfaat